0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan29 halaman

Rencana dan Detail Struktur Plafon

Dokumen ini membahas tentang rencana plafon untuk struktur bangunan sederhana. Dokumen ini menjelaskan tentang definisi, fungsi, sistem konstruksi, material, dan cara merencanakan plafon.

Diunggah oleh

Dellnis LT
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan29 halaman

Rencana dan Detail Struktur Plafon

Dokumen ini membahas tentang rencana plafon untuk struktur bangunan sederhana. Dokumen ini menjelaskan tentang definisi, fungsi, sistem konstruksi, material, dan cara merencanakan plafon.

Diunggah oleh

Dellnis LT
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GAMBAR RENCANA PLAFON

STRUKTUR BANGUNAN SEDERHANA


ARSITEKTUR UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN AJAR 2020-2021
PLAFON
Adalah elemen pembentuk ruang yang
memisahkan rangka atap dengan ruang
fungsional bangunan di bawahnya
Plafon berfungsi:

1. Sebagai Batas tinggi ruangan


2. Menjaga suhu di dalam ruang agar tetap stabil
dari naik turunnya suhu di luar ruangan
3. Meredam suara air hujan/benda yang jatuh di
atas atap
4. Sebagai tempat meletakan utilitas seperti
Jaringan listrik , lampu, pipa, jaringan kabel
cctv, dsb
5. Meningkatkan keindahan ruangan
SISTEM KONSTRUKSI
PELETAKAN PLAFON

1. EKSPOSE: PADA UMUMNYA


DIPASANG DI ATAS KAYU USUK,
SEHINGGA KELIHATAN KONSTRUKSI
KUDA-KUDANYA, DAN INI SIFATNYA
PERMANEN UNTUK SISTEM SEPERTI
INI TIDAK ADA RUANG PLAFON YANG
TERSEMBUNYI

2. NON EKSPOSE : PADA UMUMNYA


KERANGKA PLAFON TERGANTUNG
ATAU MENEMPEL PADA KONST. KUDA-
KUDA / KONST. LANTAI YANG ADA DI
ATASNYA DAN SIFATNYA TIDAK
PERMANENT (MUDAH DIBONGKAR
SISTEM KONSTRUKSI
PELETAKAN PLAFON

1. EKSPOSE: PADA UMUMNYA


DIPASANG DI ATAS KAYU USUK,
SEHINGGA KELIHATAN KONSTRUKSI
KUDA-KUDANYA, DAN INI SIFATNYA
PERMANEN UNTUK SISTEM SEPERTI
INI TIDAK ADA RUANG PLAFON YANG
TERSEMBUNYI

2. NON EKSPOSE : PADA UMUMNYA


KERANGKA PLAFON TERGANTUNG
ATAU MENEMPEL PADA KONST. KUDA-
KUDA / KONST. LANTAI YANG ADA DI
ATASNYA DAN SIFATNYA TIDAK
PERMANENT (MUDAH DIBONGKAR
Menentukan Peletakan Tinggi Plafon

1. Daerah tropis sebaiknya plafon tidak dibuat terlalu rendah,


antara 3 meter atau lebih.
2. Berdasarkan peraturan tinggi plafon datar minimal 2.4m
kecuali:
a. Plafon miring dengan syarat minimal ½ dari luas ruang
memiliki tinggi 2.4 meter dan tinggi terendah yang
diperbolehkan 1.75m
b. Plafon pada KM/WC, ruang cuci diperkenankan dibuat
rendah minimal 2.1m.
Material Kerangka Plafon

1. Rangka Plafon Kayu


2. Rangka Plafon Alumunium /
Baja Ringan
Material Penutup Plafon

1. Triplek, Plywood: ukuran 122 cm X 244 cm, 60 X 120 cm,


2. Kalsiboard, 40 X 80 CM, atau ukuran potongan lain
(tergantung pabrik)
3. Gypsum, Ukuran untuk plafon adalah 122 cm x 244 cm
Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak
ketika terkena air atau rembesan air. Tidak semua tukang dapat
mengerjakannya, perlu keahlian khusus.

4. Acoustic, ukuran 30 X 60 cm

5. PVC
6. Material lain seperti karpet, kaca, papan atau reng,
alumunium, anyaman bambu, dsb

.
PLAFON TRADISIONAL
1. Menentukan bahan penutup plafond

2. Mengetahui dimensi material penutup plafond yg


dijual

TAHAPAN 3. Menentukan bahan rangka plafon


MERENCANAKAN 1. Merencanakan pola penutup plafon
a. Pertimbangkan susunan pola berdasarkan dimensi
PLAFOND:
material penutup plafon
b. Gunakan bentang yang paling terkecil untuk menjadi
rangka utama (balok induk)

4. Jika bentuk plafon bertumpuk atau bertingkat dalam


gambar rencana plafon harus digambar masing-masing
secara utuh dan diberi notasi ketinggian
Rangka Plafon dari Kayu terdiri atas bagian:

1. Balok Induk: yang dipasang / ditanam pada tembok atau


digantungkan dengan kuda-kuda
• Ukuran bentang 3 – 5 M= 8/12, 2 – 3 M= 6/12

2. Balok Pembagi Pertama(Balok Anak): ukuran lebih kecil dari balok


induk yang dipasangan bersilanngan dengan balok induk.
• Ukuran bentang 2 – 2.5 M= 6/8
• Ukurang bentang 1 – 2 M= 5/7

3. Balok Pembagi Kedua (Balok Pembagi): ukuran bisa sama dengan


balok anak atau bisa lebih kecil sedikit dan dipasang bersilangan dengan
balok anak.
• Ukuran bentang 1 M atau kurang= 4/6

4. balok yang membantu rangka plafon menggantung ke Balok


Penggantung, kuda-kuda/ ke balok ringbalk (Balok ini bisa ada atau
tidak tergantung desain plafon)

5. Klos, balok yang membantu balok pembagi terkunci dengan balok


anak atau induk ringbalk (Balok ini bisa ada atau tidak tergantung
desain plafon)
CARA MENGGAMBAR RENCANA PLAFON
RANGKA ALUMUNIUM/BAJA RINGAN

Anda mungkin juga menyukai