LAPORAN PRAKTIKUM
PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL
KELAS CP
PERTEMUAN KE 3
PENYELESAIAN PDP LINIER ORDE 1
Nugroho Adicahyo Saifullah Muslim
221810101092
LABORATORIUM MATEMATIKA
FMIPA UNIVERSITAS JEMBER
2024
A. LANDASAN TEORI/TINJAUAN PUSTAKA
Matematika merupakan sarana berpikir, artinya matematika
ditempatkan sebagai wadah untuk berpikir dalam mengembangkan ide baik
dari hal-hal yang konkret maupun ke hal-hal yang sederhana. Matematika
dikenal sebagai ilmu deduktif, karena proses mencari kebenaran
(generalisasi) dalam matematika berbedadengan ilmu pengetahuan alam
dan ilmu pengetahuan lainnya. Matematika merupakan alat berpikir yang
digunakan untuk memberikan pemahaman yang terstruktur, logis,
sistematis, dan dapat dipertanggung jawabkan. Menjadi matematikawan itu
tidak mudah karena semua pemikiran harus dapat dipertanggungjawabkan,
baik itu secara ilmiah, etika maupun moral. Oleh karena itu, belajar
matematika sama halnya kita belajar tentang moral sebagai manusia yang
bertanggung jawab atas ilmu matematikanya (Ovan. 2022).
Persamaan diferensial adalah salah satu kajian matematika terbesar
di bidang kalkulus. Umumnya persamaan diferensial dibagi menjadi dua
bentuk, yaitu persamaan diferensial biasa dan persamaan diferensial parsial.
Selain itu, perkembangan studi persamaan diferensial tidak terbatas pada
orde bilangan asli, namun berkembang pada orde bilangan fraksional, yang
disebut persamaan diferensial fraksional. Ada beberapa metode untuk
memperoleh solusi dari persamaan diferensial parsial fraksional, salah
satunya adalah metode transformasi Laplace Diferensial yang melibatkan
dua transformasi, yaitu transformasi Laplace dan transformasi diferensial.
Penulis mencoba menyelesaikan persamaan salah satu diferensial parsial
fraksional, yaitu persamaan difusi menggunakan metode transormasi
Laplace diferensial. Selanjutnya, barisan orde dari persamaan difusi dapat
diamati konvergensinya ke suatu bilangan yang mengakibatkan barisan
fungsi solusi dari persaamaan difusi akan konvergen ke fungsi solusi dengan
orde bilangan itu sendiri. Selanjutnya, penulis memperlihatkan perilaku
solusi aproksimasi terhadap solusi eksaknya yang menunjukkan adanya
beberapa faktor yang memengaruhi nilai galatnya (Dody, dkk. 2020).
2
Maple adalah program komputer yang dikembangkan pertama kali
pada tahun 1980 oleh Grup Symbolic Computation di University of
Waterloo Ontario, Kanada untuk keperluan bidang matematika, statistika
dan komputasi aljabar. Maple adalah suatu program interaktif yang
mengintegrasikan kemampuan komputasi baik numerik ataupun simbolik,
visualisasi (grafik) dan pemrograman”. Program Maple ini dapat dikatakan
sangat canggih dan sangat membantu sekali dalam menyelesaikan berbagai
topik matematika, seperti analisis numerik, aljabar simbolik, kalkulus,
persamaan diferensial, aljabar linear, simulasi dan visualisasi. Maple
mempunyai banyak versi dan latest versionnya ( versi terbarunya ) kini
sudah menginjak versi 18. Maple dapat membuat dokumen interaktif yang
memungkinkan kita mulai memecahkan masalah matematika dengan
memasukkan ekspresi Matematika dalam 2-D yang menggunakan point-
and-klik antarmuka. kita dapat menggabungkan “text” dan ekspresi
matematika di baris yang sama, menambahkan tabel untuk mengatur isi dari
pekerjaan Anda, atau menyisipkan gambar, sketsa daerah, dan spreadsheet.
Kita dapat memvisualisasikan dan menghidupkan masalah dalam dua dan
tiga dimensi, format teks untuk makalah akademis atau buku, dan masukkan
hyperlink ke file Maple, atau alamat email. Dengan berbagai kelebihan
Maple maka tidak mengherankan jika Maple telah digunakan oleh jutaan
pemakai di seluruh dunia di kalangan pendidikan, lembaga riset, dan
industri (Widdya, dkk. 2018).
Persamaan diferensial parsial (PDP) merupakan sebuah persamaan
yang mengfokuskan pada hubungan antara sebuah fungsi yang belum
diketahui u( x1, x2, ..., xn) berdimensi n ≥ 2, dan turunan parsial fungsi
terhadap variable-variable bebasnya (Putu. 2021).
Persamaan Differensial Parsial (PDP) adalah suatu persamaan yang
melibatkan suatu fungsi dengan turunannya. PDP merupakan persamaan
differensial bagi fungsi yang memiliki lebih dari satu variabel bebas dan hal
inilah yang membedakan dari Persamaan Differensial Total. Apabila
3
diberikan suatu fungsi Z = F(x), maka turunan fungsi Z tersebut disebut
Persamaan Differensial Total, karena fungsi akan diturunkan kepada satu-
satunya variabel bebas yang dimiliki yakni x. Turunan total untuk fungsi ini
𝑑𝑍 𝑑𝐹(𝑥)
dalam matematika dinotasikan dengan atau . Lain halnya apabila
𝑑𝑥 𝑑𝑥
terdapat suatu fungsi Z = ( x, y) , maka fungsi Z dapat diturunkan kepada
Z Z
variabel bebas x, dinotasikan dengan dan y, dinotasikan dengan
𝑑𝑥 𝑑𝑦
sehingga turunan ini disebut turunan atau differensial parsial (Budi. 2016).
Persamaan diferensial parsial dapat diklasifikasikan menjadi linier
dan non linier. Bentuk umum PDP linier tingkat dua dalam dua variabel
bebas adalah:
𝐴𝑢xx + 𝐵𝑢xy+ 𝐶𝑢yy + 𝐷𝑢x + 𝐸𝑢y + 𝐹𝑢 = 𝐺 ...(1)
Dengan A,B,C,D,E,F, dan G merupakan fungsi dalam 𝑥 dan 𝑦 sedangkan
suatu PDP dikatakan non linier jika variabel tak bebas 𝑢 dan turunan
parsialnya muncul dalam persamaan dengan cara tidak linier(dipangkatkan
atau dikalikan), Persamaan difirensial parsial orde 2 dalam 2 variabel yang
tidak berbentuk persamaan
𝑥 (𝜕𝑧/𝜕𝑥) + 𝑦 (𝜕𝑧/𝜕𝑦) = 𝑧 dimana 𝑧 = 𝑓(𝑥, 𝑦) ...(2)
disebut persamaan non linier.
Contoh:
a. 𝑢t = 𝑎2 𝑢xx (PDP linier)
b. 𝑢xx + 𝑢yy + 𝑢 = 4 (PDP linier)
c. 𝑢xx + 𝑦uy + 𝑢 = 1 (PDP non linier)
d. 𝑢xx + 𝑢yy + 𝑢 2 = 0 (PDP non linier)
(Galih. 2022).
4
B. HASIL PRAKTIKUM
Praktukum kali ini mambahas tentang cara menyelesaikan
persamaan diferensial parsial orde 1 menggunakan metode pemisalan u =
eax+by yang mana memiliki 2 penyelesaian yaitu solusi umum dan solusi
khusus. Berikut penyelesaian pada aplikasi Maple;
Gambar 1 Penulisan perintah restart, plots dan PDEtools
Gambar di atas terdapat tiga penulisan perintah, yang mana perintah
restart berfungsi untuk menghapus perintah sebelumnya, with (plots)
berfungsi sebagai sarana pembuatan plot dan with(PDEtools) berfungsi
sebagai pengolahan persamaan diferensial parsial.
Gambar 1 Penulisan PDP pada maple
Gambar diatas merupakan cara bagaimana untuk menuliskan
persamaan diferensial parsial pada maple yang mana mendefinisikan
veriable pdp sebagai persamaannya.
Gambar 2 Pemisalan PDP
5
Gambar diatas memasukkan metode pemisalan u = eax+by terhadap
persamaan diferensial parsial tersebut, lalu mamfaktorkan hasilnya
menggunakan sintak factor, selanjutnya menentukan sendiri salah satu nilai
variable dari hasil pemfaktoran sebelumnya, setelah itu memasukkan hasil
dari pemfaktoran sebelumnya terhadap nilai variable yg telah kita cari
menggunakan sintak solve dan yang terakhir yaitu menyamadengankan
turunan dengan pemisalan tersebut.
Gambar 3 Substitusi
Gambar diatas merupakan substitusi dari no 4 terhadap no 6, lalu
manulis ulang hasilnya dan setelah itu menyelesaikan menggunakan sintak
pdsolve.
Gambar 4 Solusi Umum dan Solusi Khusus
6
Gambar diatas merupakan solusi umum dari persamaan diferensial
patsial tersebut, lalu memasukkan syarat batas, setelah itu
mengsubstitusikan terhadap turunannya, maka diperoleh solusi khususnya.
Gambar 5 Pdetest
Gambar diatas yaitu bertujuan untuk mengecek hasil dari solusi
umum dan solusi khusus menggunakan sintak pdetes, yang mana apabila
benar hasilnya pasti 0.
7
Lampiran
1. Tugas
8
2. Error
1.
Error diatas diakibatkan karena terdapat tanda tutup kurung yang
kurang setelah turunan y, solusinya yaitu memberikan tanda tutup kurung
setelah turunan y tersebut seperti gambar dibawah ini;
9
2.
Error diatas diakibatkan karena terdapat turunan yang x tidak ada
pada turnan pertama yang mana seharusnya merupakan turunan x, solusinya
yaitu memberikan turunan x terhadap turunan pertama seperti pada gambar
dibawah ini;
3. Screen Shot/Capture
10
DAFTAR PUSTAKA
Budi. 2016. Persamaan Diferensial Parsial Homogen pada Selang (−, ) dengan
Kondisi Batas Dirichletdan Neumann. Jurnal Silogisme. Vol. 1. No. 1.
ISSN: 2527-6182.
Dody, dkk. 2020. Solusi Persamaan Difusi Menggunakan Metode Transformasi
Laplace Diferensial dan Perilakunya Terhadap Solusi Eksak. Jurnal
Matematika Integratif. Vol.12. No. 2.
Galih. 2022. APLIKASI METODE DEKOMPOSISI ADOMAIN PADA
PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL
LINIER HOMOGEN ORDE 1. Jurnal Matematika. Vol. 1. No. 1. Hal: 6-8
Ovan. 2022. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA. Jakarta: Kencana.
Putu. 2021. PENGANTAR PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL UNTUK
SAINS DAN TEKNIK. Jokjakarta: Penerbit Sastrabook Indonesia.
Widdya, dkk. 2018. PELATIHAN APLIKASI MAPLE PADA MATA
PELAJARAN MATEMATIKA. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Multidisiplin. Vol. 1. No. 3. Hal: 243-253.
11