Perizinan Usaha Berbasis Risiko OSS
Perizinan Usaha Berbasis Risiko OSS
3. Perizinan Berusaha Risiko Rendah, Menengah Rendah, Menengah Tinggi, & Tinggi
PERIZINAN BERUSAHA adalah Legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usaha.
Bukti registrasi/pendaftaran pelaku usaha Perizinan berusaha berupa pernyataan lzin adalah persetujuan Pemerintah Pusat
untuk melakukan kegiatan usaha dan dan/atau bukti pemenuhan standar atau Pemerintah Daerah untuk
sebagai identitas bagi pelaku usaha dalam pelaksanaan kegiatan usaha pelaksanaan kegiatan usaha yang wajib
pelaksanaan kegiatan usahanya. dipenuhi oleh Pelaku Usaha sebelum
melaksanakan kegiatan usahanya
Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha adalah legalitas yang diberikan kepada Pelaku Usaha untuk menunjang
kegiatan usaha.
(mencakup standar usaha dan/atau standar produk yang dapat diajukan sebelum dan/ atau sesudah tahap operasional/komersial
sesuai ketentuan kementerian/lembaga)
TINGKAT RISIKO & JENIS PERIZINAN BERUSAHA
5
TINGGI NIB + IZIN
ASPEK RISIKO LAINNYA
DISESUAIKAN DENGAN SIFAT
KEGIATAN USAHA
NIB BERLAKU SEBAGAI :
01 02 03 04 05
Angka Pengenal Impor : Pendaftaran kepersertaan untuk:
Pelaku usaha harus memilih API-U atau Jaminan sosial kesehatan; dan
API-P jaminan sosial ketenagakerjaan
Khusus Pelaku usaha perseorangan
hanya dapat memilih API-P
- KPPA
-Kantor Perwakilan Jasa Penunjang
Non UMK Perwakilan Tenaga Listrik Asing
- KP3A
- Kantor Perwakilan BUJKA
2. Bila pelaku usaha merupakan kawasan industri yang telah memiliki Amdal kawasan, hak
akses juga diberikan untuk menyampaikan persetujuan pernyataan RKL-RPL rinci.
2. KEMENTERIAN / LEMBAGA
Hak akses diberikan untuk :
a. mendapatkan data Pelaku Usaha;
b. melakukan verifikasi teknis dan notifikasi pemenuhan standar dan persyaratan Perizinan Berusaha
3. DPMPTSP PROPINSI Berbasis Risiko;
c. penyusunan jadwal Pengawasan;
d. mengusulkan pencabutan;
e. penyampaian hasil Pengawasan/berita acara pemeriksaan pelaksanaan kegiatan usaha; dan/atau
4. DPMPTSP KAB/KOTA f. mendapatkan informasi dan mengunduh data Perizinan Berusaha,
sesuai dengan kewenangan
5. ADMINISTRATOR KEK Penerima hak akses No. 2 s/d 6 disebut sebagai Pengelola Hak Akses
Lembaga OSS dapat memberikan hak akses terbatas untuk informasi
tertentu kepada perbankan, asuransi, lembaga pembiayaan, dll
6. BADAN PENGUSAHAAN sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.
KPBPB
DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENDAPATKAN HAK AKSES OSS
Orang Perseorangan :
Data dasar hukum pembentukan meliputi:
Mengisi : Nama pelaku usaha + data Nomor Induk
Kependudukan (NIK) a. badan layanan umum dengan mengisi nomor surat
keputusan menteri/pimpinan lembaga, gubernur, atau
Badan Usaha : bupati/wali kota;
Mengisi nama + NIK + nomor telepon + alamat email b. perusahaan umum dengan mengisi nomor peraturan
penanggung jawab perusahaan pemerintah mengenai pendirian perusahaan umum;
Nomor Pengesahan Badan Usaha
c. perusahaan umum daerah dengan mengisi nomor
Badan Layanan Umum, perusahaan umum, perusahaan umum peraturan daerah mengenai pendirian perusahaan
daerah, lembaga penyiaran, badan hukum lainnya,
persyarikatan, atau persekutuan : umum daerah;
Mengisi nama + NIK + nomor telepon + alamat email d. lembaga penyiaran dengan mengisi nomor izin
penanggung jawab perusahaan penyelenggaraan penyiaran;
Nomor dasar hukum pembentukan.
e. badan hukum lainnya dengan mengisi nomor pendirian
Kantor Perwakilan dan Badan Usaha Luar Negeri : badan hukum; atau
Mengisi data : f. persyarikatan atau persekutuan dengan surat
Nama dan NIK Kepala Kantor Perwakilan (bila WNI)
Nama dan Nomor paspor Kepala Kantor Perwakilan (bila WNA) keputusan menteri.
JENIS KEGIATAN USAHA
Persetujuan KKPR tersebut diatas menjadi pra syarat terbitya NIB, menjadi persyaratan untuk proses
pemeriksaan dokumen lingkungan hidup dan penerbitan PBG
Seluruh Kegiatan
Pemanfaatan Menetap di
Laut Lainnya….
Pertanian tanaman
rumah sakit umum
penempatan korban Pangan
fasilitas pendidikan dan pusat kesehatan Transmigrasi
bencana alam Budidaya Pertanian, ketahan
masyarakat
Panagan/energi
Pengembangan
permukiman Kawasan/
Kantor Pemerintah Wilayah
Fasilitas keselamatan dan/atau perumahan Bangunan Industri
fasilitas pemakaman /Pemda: Infrastruktur pariwisata
umum
D
Pelabuhan
Bandar Udara Perikanan Tempat Pembuangan
Perkebunan Peternakan Sarana Olah Raga
Stasiun KA Sampah
Terminal, Pasar
Rest Area, Stasiun
BBM, Jalan
PLBN
Klimatologi
Waduk
1. Persetujuan Lingkungan wajib dimiliki oleh setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang memiliki Dampak
Penting atau tidak penting terhadap lingkungan.
Persetujuan Lingkungan diberikan kepada Pelaku Usaha atau Instansi Pemerintah
2. Setiap rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang berdampak terhadap Lingkungan Hidup wajib
memiliki:
a. Amdal;
b. UKL-UPL; atau
c. SPPL.
3. Persetujuan Lingkungan ini berakhir bersamaan dengan berakhirnya Perizinan Berusaha atau
Persetujuan Pemerintah.
Dalam hal Perizinan Berusaha berakhir dan tidak terjadi perubahan Usaha dan/atau Kegiatan,
perpanjangan Perizinan Berusaha dapat menggunakan dasar Persetujuan Lingkungan yang eksisting.
Tingkat Risiko Usaha dan Jenis Dokumen Lingkungan
Jenis Dokumen lingkungan tidak inline
dengan tingkat risiko usaha, Penentuannya
didasarkan pada kriteria Dampak Penting
sebagaimana diatur dalam Pasal 22 dan 23,
UU 32/2009
• NIB
• Sertifikat standar
Tinggi
Menengah
Tinggi
Menengah
≠ AMDAL
UKL-UPL
SKKL
PKPLH
Persyaratan
penerbitan
“termuat”
dalam
Perizinan
Berusaha atau
Persetujuan
Persetujuan
Pemerintah
Perizinan
Rendah Tidak Pemerintah Berusaha :
Linear SPPL NIB • Izin
• NIB Rendah • Sertifikat Standar
• NIB
2. KONSULTASI PERENCANAAN
Konsultasi perencanaan dilakukan melalui pemeriksaan terhadap dokumen rencana teknis dilakukan oleh
Tim Penilai Teknsi (TPT) atau Tim Profesi Ahli (TPA)
Pemeriksaan oleh TPT : dilakukan terhadap Bangunan Gedung berupa rumah tinggal tunggal 1 (satu)
lantai dengan luas paling banyak 72 m2 (tujuh puluh dua meter persegi) dan rumah tinggal tunggal 2
(dua) lantai dengan luas lantai paling banyak 90 m2 (sembilan puluh meter persegi).
Pemeriksaan oleh TPA : dilakukan terhadap Bangunan Gedung selain Bangunan Gedung yang
menjadi obyek pemeriksaan oleh TPT
Pemeriksaan rencana teknis dilakukan melalui tahap:
a. pemeriksaan dokumen rencana arsitektur; dan
b. pemeriksaan dokumen rencana struktur, mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (plumbing).
3. PERIZINAN BERUSAHA RISIKO RENDAH, MENENGAH RENDAH,
MENENGAH TINGGI & TINGGI
TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA
1. Pengadaan tanah;
1. Produksi barang/jasa;
2. Pembangunan bangunan;
PENGAWASAN
b. Persetujuan Lingkungan :
Untuk Risiko Rendah : mengisi form SPPL
yang tersedia di OSS
c. Menyampaikan permohonan PBG dan/ SLF
(bila memerlukan bangunan gedung)
PBG & SLF bukan prasyarat penerbitan NIB.
d. Mengisi Data Legalitas dan Rencana Umum
Kegiatan Usaha
PELAKU USAHA SUDAH DAPAT MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN, OPERASIONAL & KOMERSIAL
PROSES KEGIATAN USAHA : RISIKO MENENGAH RENDAH (Bila Tidak Wajib UKL-UPL)
PELAKU USAHA :
a. Memenuhi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan
Ruang (KKPR)
b. Mengisi pernyataan kesanggupan memenuhi
PENGAWASAN
standar kegiatan usaha
c. Persetujuan lingkungan :
Bila tidak wajib UKL-UPL, mengisi form SPPL Pemeriksaan pemenuhan Persyaratan SS
yang tersedia di OSS
d. Mengajukan permohonan PBG dan/ SLF dilakukan pada saat pengawasan
(bila memerlukan bangunan gedung).
e. Mengisi Data Legalitas dan Rencana Umum
Kegiatan Usaha
PELAKU USAHA SUDAH DAPAT MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN, OPERASIONAL & KOMERSIAL
PROSES KEGIATAN USAHA : RISIKO MENENGAH RENDAH (Bila Wajib UKL-UPL)
START
PENGAWASAN
standar kegiatan usaha
c. Persetujuan Lingkungan Bila Wajib UKL-UPL:
Mengisi form UKL-UPL dan pernyataan 1) Pemeriksaan pemenuhan Persyaratan
kesanggupanpengelolaan lingkungan hidup yang UKL-UPL dilakukan pada saat pengawasan
tersedia di OSS 2) Pemeriksaan pemenuhan persyaratan SS
d. Menyampaikan permohonan PBG dan/ SLF
pada saat pengawasan
(bila memerlukan bangunan gedung)
e. Mengisi data Legalitas dan Rencana Umum
Kegiatan Usaha
PELAKU USAHA SUDAH DAPAT MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN, OPERASIONAL & KOMERSIAL
PROSES KEGIATAN USAHA : RISIKO MENENGAH TINGGI (Bila Tidak Wajib UKL-UPL)
PENGAWASAN
standar kegiatan usaha
c. Persetujuan Lingkungan :
Bila tidak wajib UKL-UPL, mengisi form SPPL yang
tersedia di OSS
d. Menyampaikan permohonan PBG dan/ SLF Bila berdasarkan hasil
(bila memerlukan bangunan gedung) Verifikasi telah memenuhi
e. Mengisi data Legalitas dan Rencana Umum persyaratan, maka status
Kegiatan Usaha
SS berubah menjadi telah
Terverifikasi dalam system
Perizinan Berusaha : TERBIT NIB + SS
(status SS belum terverifikasi) OSS
PENGAWASAN
standar kegiatan usaha
c. Menyampaikan permohonan PBG dan/ SLF telah memenuhi persyaratan
(bila memerlukan bangunan gedung) maka terbit Persetujuan PKPLH
d. Mengisi data Legalitas dan Rencana Umum
Kegiatan Usaha
PENGAWASAN
memerlukan bangunan gedung)
telah memenuhi persyaratan
PBG & SLF bukan prasyarat penerbitan NIB.
c. Mengisi Legalitas dan Rencana Umum Kegiatan maka terbit Persetujuan PKPLH
Usaha
PENGAWASAN
telah memenuhi persyaratan,
(bila memerlukan bangunan gedung)
c. Mengisi Legalitas dan Rencana Umum Kegiatan terbit Keputusan Kelayakan
Usaha Lingkungan Hidup
d. Persetujuan Lingkungan :
K/L/D melakukan
Bila wajib Amdal, menyusun Amdal melalui Sistem
lnformasi Lingkungan Hidup
verifikasi atas pemenuhan
persyaratan Izin
1. USAHA MIKRO : Paling banyak Rp. 1 milyar tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha.
PERMODALAN UMKM
2. USAHA KECIL : Lebih besar dari Rp. 1 milyar s/d paling banyak Rp 5 milyar tidak termasuk
tanah & bangunan tempat usaha
(Sesuai PP No.7 Tahun 2021 tentang
Kemudahan, Pelindungan, dan 3. USAHA MENENGAH : lebih dari Rp. 5 milyar s/d dengan paling banyak Rp. 10 milyar tidak
Pemberdayaan K-UMKM)
termasuk tanah & bangunan tempat usaha
1. PMA dikategorikan sebagai modal besar, dengan modal usaha lebih besar dari Rp. 10 milyar
KETENTUAN PERMODALAN/ per bidang usaha KBLI 5 digit, per lokasi proyek, tidak termasuk tanah & bangunan tempat
NILAI INVESTASI BAGI PMA usaha
Jasa Konstruksi
Total investasi lebih besar dari Rp. 10 milyar di luar tanah & bangunan, dalam satu kegiatan, per 4 digit awal KBLI. Contoh : Dengan total
investasi tersebut, PMA dapat melakukan usaha konstruksi bangunan sipil minyak & gas bumi (KBLI 42915), konstruksi bangunan sipil
pertambangan (KBLI 42916), dan konstruksi bangunan sipil panas bumi (KBLI 42917) 4 digit awal KBLI sama.
Yang dimaksud dengan satu kegiatan yaitu pelaku usaha harus memilih salah satu kegiatan :
1. usaha jasa konsultasi konstruksi; atau
2. usaha pekerjaan konstruksi; atau
3. usaha pekerjaan konstruksi terintegrasi
KETENTUAN NILAI INVESTASI PMA DI SEKTOR TERTENTU
b. Untuk PMA yang 100% sahamnya dimiliki oleh BKPM akan melakukan evaluasi dan penilaian
asing, para pemegang saham menyatakan tidak
mempunyai komitmen/perjanjian dengan pihak
Indonesia manapun untuk menjual saham.
4. PERCEPATAN PENERBITAN IZIN, KEMUDAHAN PERIZINAN BAGI UMK, &
ASAS FIKTIF POSITIF
PERCEPATAN PENERBITAN IZIN
Diberikan kemudahan dalam persyaratan dasar berupa KKPR dan persetujuan lingkungan.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah membantu penyusunan amdal bagi kegiatan usaha mikro dan kecil yang
berdampak penting terhadap lingkungan.
ASAS FIKTIF POSITIF
Dalam hal pelaku usaha menyampaikan permohonan pemenuhan persyaratan kepada K/L/D yang terkait dengan :
Namun K/L/D sesuai kewenangannya tidak memberikan notifikasi hasil verifikasi, dan/atau tidak menerbitkan persetujuan sampai
terlampauinya jadwal waktu NSPK, maka permohonan pemenuhan persyaratan tersebut diatas dianggap dikabulkan secara hukum dan
ketentuan.
PEMBAGIAN KEWENANGAN PENERBITAN PERIZINAN BERUSAHA
BERBASIS RISIKO BERDASARKAN KEGIATAN USAHA
Subsistem Informasi
Subsistem ini berisi informasi umum terkait penanaman modal (al : persyaratan, tahapan risiko, Bidang
Usaha Penanaman Modal/BUPM, user manual, kamus, FAQ, dll) dan simulasi perizinan berusaha berbasis
risiko.
Subsistem Perizinan
Subsistem ini mencakup validasi data/ketentuan (dengan sistem Dukcapil, DJP, ATR/BPN), Smart Engine (profil,
persyaratan, SOP, dll); Risk Management Engine, Output (penerbitan NIB, Sertifikat Standar, dan Izin), konektivitas
dengan K/L/D, dan pemberian fasilitas (Tax Holiday, Tax Allowance, Fasilitas di KEK, serta masterlist)
Subsistem Pengawasan
Subsistem ini mencakup pengawasan terhadap perizinan berusaha, baik yang bersifat rutin maupun yang
bersifat insidental. Pelaksanaan pengawasan di tingkat pusat dikoordinasikan oleh BKPM, sedang di tingkat
daerah dikoordinasikan oleh DPMPTSP Provinsi/Kabupaten/Kota