TUGAS RESUME
WIRELESS
DISUSUN OLEH :
NAMA : ANANDA MULDIYANTI
NIM : 2211201003
FAKULTAS TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN ELEKTRO (FTTE)
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO
2024
TEKNOLOGI 4G
Teknologi telekomunikasi berkembang dengan sangat pesat disebabkan oleh
kebutuhan pelanggan akan layanan komunikasi dan informasi yang meningkat dari
waktu ke waktu. Telah terjadi suatu peralihan kebutuhan pelanggan, yaitu dari
kebutuhan layanan suara (telepon konvensional) ke kebutuhan layanan data. Sebagai
jawaban atas tantang peralihan kebutuhan tersebut, diciptakanlah suatu teknologi
telekomunikasi yang dapat menyediakan layanan data berkecepatan tinggi yang
dikenal sebagai Long Term Evolution (LTE) LTE menawarkan kecepatan akses pada
data yang jauh lebih cepat dari generasi sebelumnya, dimana kecepatan data yang
ditawarkan adalah 100 Mbps untuk kecepatan download maksimum dan 50 Mbps
untuk kecepatan upload maksimum. Namun pada kondisi area-area padat penduduk,
kecepatan akses paket data yang dirasakan oleh pengguna akan menurun. Hal ini
dipengaruhi oleh meningkatnya pengguna layanan jaringan yang mengakibatkan
throughput yang dihasilkan dan diterima oleh pelanggan tidak optimal.
\
PENGERTIAN 4G
1. 4G
4G adalah singkatan atau kepanjangan dari Fourth Generation alias generasi
keempat dari standar teknologi informasi dan komunikasi. Jaringan 4G, diyakini
memberikan banyak fitur dan nilai tambah daripada 3G. Selain memiliki semua
fasilitas 3G, transmisi data 4G diyakini mempunyai standar kecepatan transmisi
berkisar antara 100 Mbps–1 Gbps. Percakapan, internet, chatting, jejaring,
permainan, video atau apa pun fitur yang ada di dalamnya dapat dinikmati lebih
baik dari 3G.
Menjadi jaringan tercepat, teknologi 4G dapat menyediakan sarana kecepatan
download 4 sampai 5 kali lebih cepat daripada 3G, bahkan hingga 10 kali lipatnya.
Secara nyata konsumen dapat mengakses internet dimanapun dan kapanpun selama
berada pada cakupan wilayah dengan perangkat 4G, termasuk handphone atau
smartphone, tablet, dan hotspot.
2. LTE
LTE adalah singkatan atau kepanjangan dari Long Term [Link]
ini telah dipasarkan dan dikenal secara umum dengan istilah 4G LTE. Dikatakan
demikian karena teknologi ini sebagian besar telah memenuhi standard dari 4G
dalam hal kecepatan. Ini merupakan evolusi atau perkembangan berdasarkan
jaringan GSM/EDGE (2G) dan UMTS/HSPA (3G) untuk meningkatkan kapasitas
dan kecepatan. LTE memiliki kecepatan yang didefinisikan dalam beberapa
kategori atau category disingkat “cat” sesuai dengan yang dirilis dari 3GPP,
tergantung pada maksimum tingkatan puncak kecepatan transfer data dan
dukungan kemampuan.
Teknologi ini telah sukses diuji cobakan secara komersial sejak tahun 2009
dan diharap menjadi standar evolusi komunikasi data pita lebar bergerak untuk
dasawarsa mendatang. Semenjak Desember 2007, 3GGP melakukan studi
kelayakan untuk LTE dengan mengeluarkan Release-7. Akhirnya konsep LTE
terbentuk pada 2008 dengan dikeluarkannya Realase-8. Pada LTE kecepatan
transfer data mencapai 100Mbps pada sisi downlink dan 50Mbps pada sisi uplink.
Jaringan 4G LTE memungkinkan panggilan suara dan video transmisi file, internet,
TV online, video kualitas tinggi, streaming, bermain game, atau fitur apapun yang
ada di dalamnya dapat dinikmati lebih baik dari generasi sebelumnya. Berikut
adalah gambar yang menunjukkan perkembangan 3GPP dari release 99 hingga
release 8.
Gambar 1 Perkembangan Seluler
ARSITEKTUR JARINGAN 4G
Gambar 2 Arsitektur Jaringan 4G
Terdapat beberapa bagian yang terdapat pada jaringan 4G LTE yang terpisah yaitu:
1. UE (User Equipment)
User equipment adalah perangkat dalam LTE yang terletak paling ujung dan
berdekatan dengan user.
2. E-ULTRAN
Evolution UMTS Terresterial Radio Access Network (E-ULTRAN) adalah sistem
arsitektur LTE yang memiliki fungsi menangani sisi radio akses dari UE ke
jaringan core. Pada sistem LTE E-ULTRAN hanya terdapat satu komponen yakni
Envolvel Node B (E Node B).
3. Evolved Packet Core (EPC)
EPC terdiri dari MME (Mobility Management Entity), SGW (Serving Gateway),
HSS (Home Subscription Service), PCRF (Policy and Charging Rules Functin),
dan PDN-GW (Packet Data Network Gateway). Pada LTE, kecepatan transfer data
mencapai 100Mbps pada sisi downlink dan 50Mbps pada sisi uplink.
PARAMETER PERFOMANSI JARINGAN 4G LTE
Berikut parameter-parameter perfomansi jaringan 4G LTE :
1. SSI (Received Signal Strength Indicator)
Merupakan power sinyal yang diterima user dalam rentang frekuensi tertentu
termasuk noise dan interferensi (disebut juga wideband power) sering juga disebut
signal level.
2. C / (N + I) Carrier to Noise Interferensi Ratio)
Merupakan rasio perbandingan antara sinyal utama yang dipancarkan dengan
interferensi dan noise yang timbul (tercampur dengan sinyal utama
3. RSRP (Reference Signal Received Power)
Merupakan sinyal LTE power yang diterima oleh user dalam frekuensi tertentu.
Semakin jauh jarak antara site dan user, maka semakin kecil pula RSRP yang
diterima oleh user.
4. Throughput
Throughput merupakan besaran kecepatan akses data yang didapat oleh user.
5. BLER (Block Eror Rate)
Merupakan rasio perbandingan antara total error block dengan total block dari
sebuah transmisi data digital. BLER digunakan untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dari demodulasi sinyal. BLER masih dianggap baik apabila bernilai <
10% . semakin besar nilai BLER mengakibatkan gagal demodulasi data informasi
MACAM-MACAM JARINGAN 4G
• 4G LTE FDD
FDD adalah singkatan dari frequency division duplex, adalah teknologi 4G LTE
yang menggunakan frekuensi antara 800 MHz dan 1800 MHz. Kelebihan yang
dimiliki 4G LTE FDD yaitu jangkauan yang lebih luas sehingga cocok bagi
pengguna internet untuk bertelepon, browsing, chatting, dan beraktivitas di media
sosial. FDD bekerja dengan menggunakan dua channel atau saluran data yang
berbeda untuk mengunduh dan mengunggah data. Namun, FDD bekerja dengan
frekuensi pengiriman dan penerimaan yang berbeda sehingga keseimbangan antara
donwload dan upload termasuk baik.
• 4G LTE TDD
TDD adalah kependekan dari time division duplex adalah teknologi jaringan 4G
LTE yang bekerja pada frekuensi lebih tinggi, yaitu 2300 MHz. Bila dibandingkan
dengan FDD, kelebihan TDD kecepatan downloadnya tinggi, tetapi kecepatan
uploadnya rendah. Jaringan TDD untuk data yang mengirim dengan secara
asimetris, seperti browsing, streaming, dan tentunya download/broadcast. TDD
bekerja dengan frekuensi pengiriman dan penerimaan data yang sama, tetapi
masing-masing hanya berlangsung sepersekian detik dan bergantian satu sama lain.
Karna itu, keseimbangan download serta upload kurang baik.
• 4G LTE Advanced
4G LTE Advanced adalah teknologi terbaru, selain koneksi dan kecepaanya yang
tinggi untuk download serta upload, jangkauannya juga lebih luas. Kecepatan akses
dengan teknologi 4G+ tertulis lebih cepat dan lebih stabil. Hal ini sedikit
dipengaruhi oleh gabungan teknologi FDD sertaTDD. Mengururkan frekuensi
untuk 4G+ mulai dari 900 MHz sampai dengan 2300 MHz. Bila memakai teknologi
4G LTE biasa, kecepatan transfer data berkisar antara 10 hingga 100 Mbps, tetapi
dengan tersebut kecepatan tersebut bisa mencapai 100-300 Mbps.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
4G, atau generasi keempat dari teknologi jaringan seluler, memiliki sejumlah kelebihan
dan kekurangan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Kelebihan 4G
• Kecepatan Tinggi:
4G menawarkan kecepatan data yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
pendahulunya, 3G. Ini memungkinkan streaming video HD, unduhan cepat, dan
pengalaman browsing yang lebih baik.
• Latency Rendah:
4G memiliki latency yang lebih rendah, yang berarti waktu respons antara
mengirim dan menerima data lebih cepat. Ini penting untuk aplikasi real-time
seperti gaming online dan video call.
• Kapabilitas Jaringan yang Lebih Baik:
4G dapat menangani lebih banyak pengguna dan perangkat secara bersamaan,
meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan.
• Kualitas Panggilan yang Lebih Baik:
Teknologi VoLTE (Voice over LTE) pada 4G meningkatkan kualitas suara dan
telepon.
• Mendukung Aplikasi yang Lebih Canggih:
Dengan bandwidth yang lebih tinggi, 4G mendukung aplikasi yang membutuhkan
transfer data besar, seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).
Kekurangan 4G
• Biaya Implementasi Tinggi:
Infrastruktur untuk 4G membutuhkan investasi besar dalam hal peralatan dan
pemasangan jaringan
• Konsumsi Daya Lebih Tinggi:
Perangkat yang menggunakan 4G cenderung mengonsumsi lebih banyak daya,
yang dapat mengurangi masa pakai baterai perangkat mobile.
• Keterbatasan Cakupan:
Meskipun 4G tersedia di banyak wilayah perkotaan, cakupannya bisa terbatas di
daerah pedesaan atau terpencil.
• Kompatibilitas Perangkat:
Tidak semua perangkat mendukung 4G. Pengguna mungkin perlu mengganti
perangkat mereka untuk menikmati manfaat penuh dari jaringan 4G.
• Interferensi Sinyal:
4G bisa lebih rentan terhadap interferensi dari berbagai sumber, yang dapat
mempengaruhi kualitas sinyal dan kecepatan data.
SUMBER REFERENSI
[1] [Online]. Available: [Link]
[Accessed 5 May 2024].
[2] A. S. I. Maria Ulfah, "OPTIMASI JARINGAN 4G LTE (LONG TERM
EVOLUTION) PADA KOTA BALIKPAPAN," Jurnal ECOTIPE, vol. 5, 2018.
[3] N. M. D. P. S. B. z. Hajiar Yuliana, "Optimasi Jaringan 4G LTE pada Area Padat
Penduduk Menggunakan Antena Multisektoral," TERA (Jurnal Teknologi
Rekayasa), vol. 5, 2020.