0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Optimalisasi Produksi Sambal dan Analisis Keuangan

Dokumen ini membahas tentang permasalahan produksi optimum tiga jenis sambal dengan sumber daya terbatas untuk memaksimalkan keuntungan.

Diunggah oleh

kokochristian06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Optimalisasi Produksi Sambal dan Analisis Keuangan

Dokumen ini membahas tentang permasalahan produksi optimum tiga jenis sambal dengan sumber daya terbatas untuk memaksimalkan keuntungan.

Diunggah oleh

kokochristian06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL TUGAS TUTORIAL III

1. Perusahaan sambal memproduksi tiga jenis sambal yang berbeda. Untuk memproduksi cabai
satu bungkus memubutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:
Jenis sambal Bawang Tomat Cabai
Sambal x 8 6 4
Sambal y 6 4 1
Sambal z 1 5 1
Yang tersedia 48 40 16
Keuntungan dari masing-masing produk adalah sambal x sebanyak Rp 1.500/bungkus, sambal
y Rp 2.500/bungkus, dan sambal z Rp 900/bungkus. Tentukanlah berapa produksi optimum agar
semua sumberdaya terserap dengan baik dan mendapatkan keuntungan maksimum! (Petunjuk:
selesaikan dengan metode simpleks)
Jawab:
Jenis sambal Bawang Tomat Cabai Keuntungan
Sambal x 8 6 4 Rp
1.500/bungkus
Sambal y 6 4 1 Rp
2.500/bungkus
Sambal z 1 5 1 Rp
900/bungkus
Yang 48 40 16
tersedia

Fungsi tujuan :
Maksimumkan P = 1.500X + 2.500Y + 900Z
Fungsi kendala:
8X + 6Y + 1Z ≤ 48
6X + 4Y + 5Z ≤ 40
4X + 1Y + 1Z ≤ 16
X, Y, Z ≥ 0
Lambang pertidaksamaan pada fungsi kendala ➔ lambang persamaan dengan menambahkan
peubah slack dengan symbol S
8X + 6Y + 1Z + 1S1 = 48
6X + 4Y + 5Z + 1S2 = 40
4X + 1Y + 1Z + 1S3 = 16

P = 1.500X + 2.500Y + 900Z + 0S1 + 0S2 + 0S3


8X + 6Y + 1Z + 1S1 + 0S2 + 0S3 = 48
6X + 4Y + 5Z + 0S1 + 1S2 + 0S3 = 40
4X + 1Y + 1Z + 0S1 +0S2 + 1S3 = 16
X, Y, Z, S1, S2, S3 ≥ 0

Penyelesaian dengan metode simplex

Langkah 1: Menyusun tabel simplex


Buat tabel simplex awal
Tabel 1. simplex awal
Kolom Baris Cj 1.500 2.500 900 0 0 0 Kuantitas
Cj Kombinasi X Y Z S1 S2 S3 Q
penyelesaian
0 S1 8 6 1 1 0 0 48
0 S2 6 4 5 0 1 0 40
0 S3 4 1 1 0 0 1 16
Zj 0 0 0 0 0 0 0
Cj - Zj 1.500 2.500 900 0 0 0

Tabel 2. perhitungan Zj dan Cj – Zj


Cj Cj x X Cj x Y Cj x Z Cj x S1 Cj x S2 Cj x S3 Cj x Q
0 0x8 0x6 0x1 0x1 0x0 0x0 0 x 48
0 0x6 0x4 0x5 0x0 0x1 0x0 0 x 40
0 0x4 0x1 0x1 0x0 0x0 0x1 0 x 16
Zj ZX = 0 ZY = 0 ZZ = 0 ZS1 = 0 ZS2 = 0 ZS3 = 0 ZQ = 0

Perhitungan Cj – Zj :
CX – ZX = 1.500 – 0 = 1.500
CY – ZY = 2.500 – 0 = 2.500
CZ – ZZ = 900 – 0 = 900
CS1 – ZS1 = 0 – 0 = 0
CS2 – ZS2 = 0 – 0 = 0
CS3 – ZS3 = 0 – 0 = 0

Langkah 2: Menentukan kolom peubah pengganti


Untuk menentukan kolom peubah pengganti, dicari nilai Cj – Zj yang positif. Dalam
soal ada tiga nilai positif, maka dicari yang terbesar karena ingin memaksimumkan keuntungan,
yaitu dipilih nilai 2.500 yang terdapat pada kolom peubah Y.

Langkah 3: Menentukan peubah yang diganti


Untuk menentukan peubah yang diganti maka perlu dilakukan perhitungan dengan membagi
kolom Q dengan kolom Y sebagai peubah terpilih sehingga:
Baris S1 : 48/6 = 8
Baris S2 : 40/4 = 10
Baris S3 : 16/1 = 16
Dari perhitungan diatas, nilai paling kecil adalah 8 yang terdapat pada baris S1 sehingga S1 akan
diganti.

Langkah 4: Menghitung nilai baris baru


Pada langkah ini, baris S1 akan digantikan dengan peubah dari Y. Nilai baru untuk
baris ini diperoleh dengan membagi nilai S1 saat ini dengan nilai dari kolom Y baris yang sama
yaitu 6. Nilai ini disebut elemen perpotongan karena terletak pada pepotongan baris dan kolom
terpilih. Sehingga diperoleh perubahan baris lama dan baru seperti berikut:
Baris lama (S1) : 8; 6; 1; 1; 0; 0; 48
Baris baru (Y) : 8/6; 6/6; 1/6; 1/6; 0/6; 0/6; 48/6
Nilai kolom Cj pada unsur baris yang diganti (nilai lama 0) diubah menjadi nilai dari baris Cj
pada kolom yang menggantikan yaitu dari nilai keuntungan Y (2.500).

Langkah 5: mengganti nilai baris lainnya


Dalam perhitungan ini diupayakan nilai baris yang lain (S2 dan S3), unsur pada
kolom terpilih diubah menjadi nol. Dalam soal ini unsur untuk S2 adalah 4 dan unsur untuk S3
adalah 1. Perhitungan dilakukan dengan pengurangan unsur yang diubah dengan unsur pada
baris baru (baris S1 yang telah diganti Y) kemudian dikalikan dengan factor nilai yang besarnya
sama dengan unsur yang harus dibuat nol. Perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. perhitungan baris S2 dan S3


Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris
S2 S2 Y S2 S3 S3 Y S3
lama baru lama baru
6- (4 x 8/6) = 0,67 4 - (1 x 8/6) = 2,67
4- (4 x 6/6) =0 1- (1 x 6/6) =0
5- (4 x 1/6) = 4,33 1 - (1 x 1/6) = 0,83
0- (4 x 1/6) = - 0- (1 x 1/6) = -
0,67 0,17
1- (4 x 0/6) =1 0- (1 x 0/6) =0
0- (4 x 0/6) =0 1- (1 x 0/6) =1
40 - (4 x 48/6) =8 16 - (1 x 48/6) =8

Perhitungan langkah 3 sampai langkah 5 kemudian dibuat lagi tabel simplex nya (setelah baris
lama S1 diganti dengan baris baru Y) sebagai tabel simplex kedua seperti dibawah ini:

Tabel 4. simplex kedua


Baris Cj 1.500 2.500 900 0 0 0 Kuantitas
Kolom Kombinasi X Y Z S1 S2 S3 Q
Cj penyelesaian
2.500 Y 8/6 6/6 1/6 1/6 0/6 0/6 48/6
0 S2 0,67 0 4,33 -0,67 1 0 8
0 S3 2,67 0 0,83 -0,17 0 1 8
Zj 3.333,33 2.500 416,6 416,67 0 0 20.000
7
Cj - Zj -1.833,33 0 483,3 - 0 0
3 416,67

Dimana nilai Zj dan Cj – Zj pada tabel diatas diperoleh dari perhitungan dibawah ini:
Tabel 5. perhitungan Zj dan Cj - Zj
Cj Cj x X Cj x Y Cj x Z Cj x S1 Cj x Cj x Cj x Q
S2 S3
2.500 2.500x(8/6) 2.500 x 2.500x(1/6 2.500x((1/ 2.500 2.500 2.500x(48/
= 3.333,33 (6/6)=2.50 )=416,67 6)=416,67 x(0/6) x(0/6) 6)=20.000
0 =0 =0
0 0x0,67 = 0 0x0 = 0 0x4,33 = 0 0x(-0,67) 0x1 = 0x0 = 0x8 = 0
=0 0 0
0 0x2,67 = 0 0x0 = 0 0x0,83 = 0 0x(-0,17) 0x0 = 0x1 = 0x8 = 0
=0 0 0
Zj ZX=3.333,3 ZY=2.500 ZZ=416,6 ZS1=416, ZS2= ZS3= ZQ=20.00
3 7 67 0 0 0
Perhitungan Cj – Zj:
CX– ZX = 1.500 - 3.333,33 = -1.833,33
CY – ZY = 2.500 – 2.500 = 0
CZ – ZZ = 900 - 416,67 = 483,33
CS1 – ZS1 = 0 – 416,67 = - 416,67
CS2 -ZS2 = 0 – 0 = 0
CS3 -ZS3 = 0 – 0 = 0
Dari tabel 4 simplex kedua, keuntungan sebesar Rp 20.000 dan perbaikan kombinasi masih
mungkin dilakukan karena masih ada nilai positif pada baris Cj – Zj (yaitu angka 483,33)
sehingga tahap berikutnya dilakukan lagi dari langkah 2.

Dari tabel 4 simplex kedua, nilai positif tertinggi dai Cj -Zj adalah angka 483,33 yaitu kolom
peubah Z, sehingga hasil bagi antara Q dan baris pada kolom peubah Z adalah:
Baris Y = (48/6) / (1/6) = 48
Baris S2 = 8/4,33 = 1,85
Baris S3 = 8/0,83= 9,64
Karena nilai terkecil dari 3 perhitungan diatas adalah 1,85, maka baris yang akan diganti adalah
baris S2. Baris S2 yang digantikan oleh peubah Z menjadi baris baru dibawah:
Baris lama (S2) : 0,67; 0; 4,33; -0,67; 1; 0; 8
Baris baru (Z) : 0,15; 0; 1; -0,15; 0,23; 0; 1,85
Perhitungan untuk baris baru X3 dan S2 dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 6. perhitungan baris Y dan S3
Baris Y Baris Y Baris Z Baris Y Baris S3 Baris S3 Baris Z Baris S3
lama baru lama baru

(8/6) - (1/6) x 0,15 = 1,31 2,67 - 0,83x 0,15 = 2,55


(6/6) - (1/6) x 0 =1 0- 0,83x 0 =0
(1/6) - (1/6) x 1 = 3,34 0,83 - 0,83x 1 =0
(1/6) - (1/6) x (-0,15) = 0,19 (-0,17)- 0,83x (-0,15) = -0,05
(0/6) - (1/6) x 0,23 = -0,04 0- 0,83x 0,23 = -0,19
(0/6) - (1/6) x 0 =0 1- 0,83x 0 =1
(48/6) - (1/6) x 1,85 = 7,69 8- 0,83x 1,85 = 6,46

Dari perhitungan diatas maka dapat dibuat tabel simplex ketiga (dengan baris lama S2 yang telah
digantikan oleh baris baru Z) sebagai berikut:

Tabel 7. Simplex ketiga


Kolom Baris Cj 1.500 2.500 900 0 0 0 Kuantitas
Cj Kombinasi X Y Z S1 S2 S3 Q
penyelesaian
2.500 Y 1,31 1 3,34 0,19 -0,04 0 7,69
900 Z 0,15 0 1 -0,15 0,23 0 1,85
0 S3 2,55 0 0 -0,05 -0,19 1 6,46
Zj 3.410 2.500 9.250 340 107 0 20.890
Cj – Zj -1.910 0 - -340 -107 0
8.350
Dimana nilai Zj dan Cj – Zj pada tabel diatas diperoleh dari perhitungan dibawah ini:

Tabel 8. Perhitungan Cj – Zj dan Zj


Cj Cj x X Cj x Y Cj x Z Cj x S1 Cj x S2 Cj x S3 Cj x Q

2.50 2.500x 2.500x1 2.500x3, 2.500x0,19 2.500x(- 2.500x0= 2.500x7,6


0 1,31 =2.500 34=8.35 =475 0,04)=- 0 9=19.225
=3.275 0 100
900 900x0,1 900x0=0 900x1=9 900x(- 900x0,23 900x0=0 900x1,85
5=135 00 0,15)=-135 =207 =1.665
0 0x2,55= 0x0=0 0x0=0 0x(- 0x(- 0x1=0 0x6,46=0
0 0,05)=0 0,19)=0
Zj ZX=3.4 ZY=2.50 ZZ=9.25 ZS1=340 ZS2=107 ZS3=0 ZQ=20.8
10 0 0 90

Perhitungan nilai Cj – Zj:


CX – ZX = 1.500 – 3.410 = -1.910
CY – ZY = 2.500 – 2.500 = 0
CZ – ZZ = 900 – 9.250 = -8.350
CS1 – ZS1 = 0 – 340 = -340
CS2 -ZS2 = 0 – 107 = -107
CS3 -ZS3 = 0 – 0 = 0
Dari tabel 7 simplex ketiga, dapat dinyatakan bahwa penyelesaian ini sudah optimal karena
sudah tidak ada lagi nilai positif. Sehingga nilai optimum yang diperoleh adalah 20.890 dengan
memproduksi sambal Y=7,69 dan sambal Z=1,85

2. Seorang pengusaha akan membuka usaha bumbu basah. Investasi yang dibutuhkan
sebanyak Rp 77.500.000,00 di awal tahun. Biaya operasi meliputi bahan baku, sewa tempat,
operator, dan biaya lain-lain dijumlah sebesar Rp 47.000.000,00 di tahun pertama dan
perkiraan akan terus naik. Kenaikan sebanyak 5% dari tahun sebelumnya . Umur usaha
diperkirakan sama dengan umur ekonomis mesin-mesinnya yang rata-rata selama 7 tahun
dengan nilai sisa sebesar Rp 1% dari biaya investasi. Diketahui bahwa tingkat i yang berlaku
saat ini adalah 15%. Pendapatan bersih yang diperoleh sebesar Rp 70.000.000,00/tahun.
Tentukan kelayakan usaha tersebut dengan analisis:
a. Tabel arus kas
b. NPV
c. IRR
d. Net B/C rasio
e. Kesimpulan?
Jawab:
a. Tabel arus kas (dalam juta rupiah)
C Nilai sekarang Nilai sekarang Nilai sekarang
Tahun B B-C DF 15% DF 14% DF16%
Investasi operasi total (NPV 15%) (NPV 14%) (NPV 16%)
1 77,5 47 124,50 0 -124,50 0,87 -108,26 0,88 -109,21 0,86 -107,33
2 0 49,35 49,35 70 20,65 0,76 15,61 0,77 15,89 0,74 15,35
3 0 51,82 51,82 70 18,18 0,66 11,96 0,67 12,27 0,64 11,65
4 0 54,41 54,41 70 15,59 0,57 8,91 0,59 9,23 0,55 8,61
5 0 57,13 57,13 70 12,87 0,50 6,40 0,52 6,68 0,48 6,13
6 0 59,99 59,99 70 10,01 0,43 4,33 0,46 4,56 0,41 4,11
7 0 62,98 62,98 70 7,02 0,38 2,64 0,40 2,80 0,35 2,48
Nilai Sisa 0,775 0,775 0,38 0,29 0,40 0,31 0,35 0,27
NPV -58,12 -57,46 -58,73
IRR 14,99%
Net B/C Ratio 0,46

b. Dari tabel arus kas diatas, diperoleh nilai NPV (pada tingkat i 15% sesuai soal)
sebesar -58,12
c. Dari tabel arus kas diatas, diperoleh nilai 14,99% atau dapat juga dihitung
dengan rumus berikut ini:


𝑁𝑃𝑉 ′
𝐼𝑅𝑅 = 𝑖 + (𝑖" − 𝑖′)
𝑁𝑃𝑉 ′ + 𝑁𝑃𝑉"
-57,46
= 14% + (16% − 14%)
-57,46 + (−58,73)

= 14,99%

d. Net B/C ratio (pada discount rate 15%)


+𝑁𝑃𝑉𝐵−𝐶 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓9
=
−𝑁𝑃𝑉𝐵−𝐶 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓
15,61 + 11,96 + 8,91 + 6,4 + 4,33 + 2,64 + 0,29
= = 0,46
−(−108,26)

e. Kesimpulannya yang diperoleh dari evaluasi proyek ini adalah proyek tidak
layak dilaksanakan karena nilai NPV < 0, nilai IRR < discount rate, dan nilai
net B/C ratio < 1
3. Sebuah mesin pasteurisasi yang dibeli dengan harga baru sebesar Rp 11.900.000,00 memiliki
biaya operasi tahunan dan nilai jual seperti pada table berikut:
Tahun Biaya Operasi (xRp Nilai Jual (xRp 1.000,00)
1.000,00)
0 0 11.900
1 3.200 8.700
2 3.600 6.200
3 4.500 5.000
4 5.300 3.300
5 6.500 500
Hitunglah:
f. Biaya tahunan mesin tersebut tanpa memperhitungkan bunga modal! Kapan mesin
sebaiknya diganti?
Jawab:
Total biaya tahunan mesin = 0 + 3.200 + 3.600 + 4.500 + 5.300 + 6.500 = 23.100 (x Rp
1.000)
Mesin sebaiknya diganti ketika biaya tahunan melebihi nilai jual mesin yaitu pada tahun
ke-4 karena biaya tahunan Rp 23.100 melebihi nilai jual mesin pada tahun ke-4.
g. Biaya tahunan mesin tersebut dengan memperhitungkan bunga modal! Kapan mesin
sebaiknya diganti? (bunga modal 12%)
Jawab:
Tahun 0
11.900 – 0 = 11.900 (xRp1.000)
Tahun 1
8.700 – 3.200 +(11.900x0,12) = 3.965 (xRp1.000)
Tahun 2
6.200 – 3.600 +(8.700x0,12) = 1.676 (xRp1.000)
Tahun 3
5.000 – 4.500 +(6.200x0,12) = 56 (xRp1.000)
Tahun 4
3.300 – 5.300 +(5.000x0,12) = -2.300 (xRp1.000)
Dalam perhitungan tersebut, pada tahun ke-4 biaya tahunan menjadi negatif sehingga
nilai jual pada tahun ke-4 tidak cukup untuk menutupi biaya operasional dan bunga
modal, oleh karena itu sebaiknya diganti pada tahun ke-3.

Anda mungkin juga menyukai