PROPOSAL
PERAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
DALAM MEMBENTUK LINGKUNGAN BAHASA ARAB (BI’AH LUGHAWIYAH) DI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB INSTITUT AGAMA ISLAM
HAMZANWADI NAHDLATUL WATHAN LOMBOK TIMUR
Oleh:
RAMDANI NOPANDRI
NIM : 2101020091
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM HAMZANWADI NAHDLATUL WATHAN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2024
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa adalah salah satu alat komunikasi terpenting bagi manusia. Karena dengan
adanya bahasa manusia dapat mengerti satu sama lain terkait dengan perbuatan, perkataan
maupun perasaan yang dimiliki oleh manusia lainnya. Bahasa juga merupakan alat pembeda
utama manusia dengan makhluk ciptaan Allah S.W.T lainnya. Adanya bahasa menjadikan
manusia dapat berfikir dengan baik, menganalisa suatu problematika dan juga mampu
berkomunikasi dengan lancar terhadap sesama.
Bahasa Arab merupakan rumpun semit yang paling tua dan tetap eksis hingga sekarang.
Kemampuan bahasa Arab tetap eksis sampai sekarang disebabkan oleh posisinya sebagai
bahasa pilihan oleh Allah S.w.t sebagai bahasa agama (dalam sholat, dzikir, dan do’a).
Adapun bahasa Arab dalam bidang ilmu pengetahuan tidak hanya berfungsi sebagai
sarana kegiatan ibadah dan menggali agama saja. Tetapi juga sebagai sarana mengembangkan
dan melestarikan ilmu pengetahuan.
Pembelajaran bahasa Arab dalam bidang ilmu pendidikan berarti mempelajari aspek-
aspek dari bahasa Arab itu sendiri, dan aspek kebahasaan itu seperti gramatika, percakapan,
membaca, menulis dan menerjemahkan. Dalam pembelajaran bahasa Arab itu sendiri sangat
dibutuhkan sebuah pendekatan, metode, strategi dan media yang menunjang keberhasilan
pembelajaran. Dan salah satu yang terpenting dalam pembelajaran bahasa Arab adalah proses
pembelajaran yang kondusif serta memerlukan fasilitas dan lingkungan yang mendukung.1
Tujuan pembelajaran bahasa Arab pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua kategori,
yaitu : pertama, bahasa Arab sebagai alat dan kedua, bahasa Arab sebagai tujuan. Bahasa Arab
sebagai alat adalah penguasaan bahasa Arab yang dimaksudkan sebagai alat untuk memahami
bidang atau ilmu tertentu, misalnya belajar bahasa Arab untuk alat memahami khazanah ilmu
pengetahuan yang ditulis dalam kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Adapun bahasa Arab sebagai
tujuan adalah bahasa Arab sebagai keterampilan hidup (skill), sehingga dengan tujuan itu
nantinya muncul ahli bahasa Arab dalam aspek-aspek tertentu, misalnya ahli nahwu, ahli
1
Munir, Perencanaan Sistem Pengajaran Bahasa Arab (Jakarta : Kencana,2017), Hal. 6 – 7.
sharaf, ahli balaghah, ahli sastra Arab, dan sebagainya.2
Dalam pembelajaran bahasa ada tiga istilah yang pengertian dan konsepnya harus
dipahami secara tepat, yakni pendekatan, metode dan teknik.
Pendekatan (approach), yang dalam bahasa Arab disebut madkhal adalah seperangkat
asumsi berkenaan dengan hakikat bahasa dan hakekat belajar mengajar bahasa. Pendekatan
bersifat aksiomatis atau filosofis yang berorientasi pada pendirian, filsafat, dan keyakinan yaitu
sesuatu yang diyakini tetapi tidak mesti dapat dibuktikan.3
Metode (thariqah) secara umum adalah segala hal yang termuat dalam setiap proses
pengajaran, baik itu pengajaran matematika, kesenian, olah raga, ilmu alam, dan lain
sebagainya. Semua proses pengajaran yang baik maupun yang jelek pasti memuat berbagai
usaha, memuat berbagai aturan serta didalamnya terdapat saran dan gaya penyajian. Oleh sebab
itu metode bisa diberi pengertian sebagai sistematika umum bagi pemilihan, penyusunan, serta
penyajian materi kebahasaan. Untuk lebih jelasnya, pendekatan adalah sesuatu yang bersifat
prinsip filosofis, sedangkan metode adalah sesuatu yang bersifat praktis.4
Teknik merupakan usaha penerapan metode pengajaran tertentu di dalam kelas. Dalam
ungkapan lain, teknik adalah kegiatan spesifik yang diimplementasikan di dalam kelas sejalan
dengan metode dan pendekatan yang telah dipilih. Dengan demikian, pendekatan bersifat
aksiomatis, metode bersifat procedural dan teknik bersifat operasional implementatif. 5
Dan dalam pembelajaran bahasa Arab, ada empat aspek keterampilan pendukung yang
harus di kuasai dalam menungjang pemerolehan bahasa Arab yakni: keterampilan menyimak
(maharah al-istima’), keterampilan berbicara (maharah alQira’ah), keterampilan membaca
(maharah kalam) dan keterampilan menulis (maharah kitabah).6
Salah satu penunjang utama dalam proses pembelajaran bahasa Arab adalah Lingkungan
pembelajaran, Lingkungan pembelajaran adalah segala sesuatu yang melingkupi proses
2
Ibid, 38
3
Abd Wahab Rosyidi, Mamlu’atul Ni’mah, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab (Malang : UIN-
Maliki Press, 2012), 33.
4
Abdul Hamid, Uril Baharuddin, Bisri Mustofa, Pembelajaran Bahasa Arab Pendekatan, Metode, Strategi dan
Media (Malang : UIN-Malang Press,2008), 3.
5
Syamsuddin Asyofi, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab (Yogyakarta : Ombak,2016), 73.
6
Munir, Perencanaan Sistem Pengajaran Bahasa Arab (Jakarta : Kencana,2017),63.
pembelajaran, yakni meliputi kondisi lingkungan alam, lingkungan manusia dan sosial. Semua
aktivitas manusia selalu terkait dengan lingkungan yang melingkarinya. Apabila manusia yang
terlibat dalam proses pembelajaran tidak dapat mengelola lingkungan secara kondusif, maka
lingkungan yang ada justru menjadi faktor penghambat pencapaian tujuan pembelajaran, karena
bahasa merupakan materi hidup dan merupakan bagian penting dari lingkungan sosial.7
Sama halnya dengan lingkungan pembelajaran, Lingkungan berbahasa atau bi’ah
lughawiyyah adalah sesuatu yang sangat menunjang proses pembelajaran maupun pengajaran
bahasa Arab, lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah) tidak hanya berlangsung dikelas tetapi
juga di luar kelas dengan memanfaatkan persediaan bahasa baik unsur bahasa maupun
keterampilan dalam pembelajaran bahasa. Lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah) tidak
akan terbentuk jika tidak ada peran penuh dari semua pihak yang termasuk didalamnya yaitu
pengajar maupun pembelajar.
Lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah) sangatlah berperan bagi pengembangan
proses penggunaan bahasa demi kelancaran proses komunikasi dan tercapainya tujuan yang
ditargetkan. Untuk memaksimalkan pembelajaran bahasa Arab, seluruh kalangan yang terlibat
memiliki peran dalam membantu pengembangan lingkungan berbahasa di segala aspek. Pada
ranah institusi dosen dan pegawai yang ada di lingkungan kampus memiliki peran dalam
membentuk lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah), selain itu mahasiswa adalah pemegang
peran utama dalam membentuk lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah) di dalam kampus.
Peran terpenting dalam keberlangsungan proses pembelajaran bahasa diluar kelas diambil
alih oleh Organisasi intra. Pada ranah implementasi organisasi mahasiswa intra kampus
memiliki hierarki structural. Struktur organisasi mahasiswa di tingkat institut terdiri atas Dewan
Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat Institut ,
Presiden Mahasiswa (PRESMA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat Fakultas, dan
di tingkat program studi terdapat Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Di luar itu,
terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di tingkat institut untuk mewadahi minat, bakat dan
pembinaan prestasi mahasiswa.
Semua struktur hierarki di atas merupakan sebuah kesatuan organisasi intra kampus.
Organisasi-organisasi disetiap tingkatan tersebut merupakan bentuk dari penyatuan kekuatan
dan kepentingan dari beberapa orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama
7
Ibid, 8.
dengan cara membagi struktur sumber daya ke dalam bagian-bagian fungsional yang
terstruktur.
Hasil dari observasi awal menunjukkan bahwa Himpunan Mahasiswa Program studi
Pendidikan bahasa Arab (HMPS-PBA) adalah salah satu yang memiliki peran penting dalam
membentuk lingkungan bahasa Arab (bi’ah lughawiyyah) di Program Studi Pendidikan Bahasa
Arab IAI Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur. Yang mana dalam proses
membentuk lingkungan bahasa Arab (bi’ah lughawiyyah), HMPS PBA menggunakan beberapa
program kerja yang dijalankan selama masa kepengurusan. Hal ini yang menyebabkan penulis
tertarik mengkaji tentang peran himpunan mahasiswa program studi pendidikan bahasa Arab
dalam membentuk lingkungan bahasa Arab (bi’ah lughawiyyah) di program studi pendidikan
bahasa Arab IAI Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur.