METODE DALAM PERENCANAAN
STRUKTUR BAJA (TM-03)
OUTCOME :
Mahasiswa Mampu Menjabarkan
Berbagai Metode Perencanaan Struktur
Baja
Struktur Baja
Baja adalah bahan yang (meskipun tidak 100%) dapat
dianggap homogen sehingga dengan demikian bersifat
isotroph (artinya kekuatannya dalam semua arah sama)
I. Sifat Mekanis
1. Untuk mengetahui perilaku struktur baja dilakukan
percobaan Batang Tarik sebagai berikut :
A0
L0
Gambar 1
P
Gambar 2
0
Setelah melampaui titik ini bahan baja sedah tidak tunduk lagi
dengan / pada hukum R. HOOKE
Untuk memudahkan dalam praktek maka penyimpangan setelah
melalui titik P ini diabaikan.
Modifikasi grafik gb. 2 sebagai berikut
daerah
plastis
3
e 1 Gambar 3
2
Grafik ini sering dipakai untuk perhitungan selanjutnya.
Hal-hal penting pada grafik :
a. Hukum Hooke.
b. max
c. Titik leleh -> Tegangan leleh
d. Tangen sudut
a. Untuk Baja, seolah-olah hukum Hooke berlaku tetapi hanya
sampai titik 1. Titik ini menunjukkan batas elastis
b. Ada suatu harga max, bila beban bertambah terus
c. Titik leleh adalah titik :
di mana keadaan ini dicapai dan untuk kemudian setelah melewati
titik ini dengan tanpa penambahan beban, akan timbul deformasi
juga.
d. Tangen sudut yang dibuat oleh grafik dari hasil percobaan ter-hadap
sumbu menunjukkan harga modulus elastisitas.
Harga ini besarnya sama untuk seluruh jenis baja.
Dari hukum Hooke : = /, sedangkan dari grafik didapat
hubungan : tg = / sehingga didapat hubungan : tg =
E ( E= modulus Elastisitas = modulus Young)
2. Identifikasi Baja
Dahulu dikenal dengan cara identifikasi baja dengan cara
sebagai berikut :
St-37
St-52
Sekarang dengan Fe… (Fe = Ferrum)
Fe 360 artinya : minimum dijamin ada tegangan baja
sebesar 360 Nt/mm 2 yang merupakan tegangan
maksimumnya.
Fe.E.240 artinya : Tegangan elastis berada pada batas
sebesar 240 Nt/mm 2 (tegangan batas elastis = titik
leleh)
Baja yang sering digunakan sehari-hari adalah baja
lunak yang dahulu dikenal dengan St-52 atau sekarang
dikenal dengan Fe-360
Untuk keperluan struktur sering digunakan Fe 360 dan
Fe 510 yang kedua-duanya mempunyai harga E yang
sama
Diagram - untuk Fe 360 & Fe 510
e Fe 510
e Fe 360
%
0.2 %
Gambar 4
Catatan :
• Makin kuat baja berarti makin kecil daerah plastisnya.
• Belum tentu baja yang kuat dimasukkan ke dalam kategori baja
yang paling baik, karena perlu diperhatikan faktor ductility atau
• kegetasannya. Faktor ini berbahaya bila ada gempa.
• Baja Fe 510 diperoleh dengan menambahkan kadar Carbon.
Kadar Carbon ini yang menyebabkan baja semakin getas.
Apabila kadar karbonnya diperbesar akan menyebabkan
pada suatu saat baja akan putus; ini menunjukkan bahwa
batas plastisnya baja tidak jelas.
• Untuk baja yang batas plastisnya tidak jelas maka diambil
batas plastisnya pada kondisi tegangan yang membuat
regangan sebesar 0.2%
• Harga modulus elastisitas baja adalah E = 2,1 x 106
kg/cm2
• Titik untuk Fe 360 adalah 2400 kg/cm2 dan untuk Fe
510 diambil 3600 kg/cm2)
Harga p untuk Fe 360 adalah 2100 kg/cm2
catatan : Hati-hati dalam menggunakan harga p karena
besaran ini akan berpengaruh pada tekuk.
3. Sistem Perhitungan
Teori Elastis
Pada teori ini Hukum Hooke dapat diterapkan dengan asumsi :
• deformasi kecil
• deformasi sebanding dengan penyebab deformasi
• batasannya < e
Teori Plastisitas
Pada teori ini hukum Hooke tidak berlaku lagi
Untuk teori plastis ini, tegangan yang selalu timbul adalah = e.
Kemajuan teori ini pesat sekali di mana seakan-akan menggeser teori
elastis, akan tetapi menurut para ahli teori elastis akan dapat
bertahan lama sebab perhitungannya yang sederhana
Teori Plastis sama sekali tidak mementingkan tegangan, yang di-
pentingkan adalah kapan konstruksi akan ambruk dan dengan
pem-bebanan berapa konstruksi akan ambruk tanpa menyinggung
tegangannya.
II. TEORI ELASTISITAS
Syarat batas < e
Dalam perhitungan dipakai 2 cara :
Sistem Faktor Keamanan (FK)
Sistem Load Factor (J)
1) Sistem Faktor Keamanan (FK)
Pada sistem ini yang diamankan adalah tegangannya, yaitu bahwa
: e/FK =
Contoh : Untuk mutu BJ 37 atau Fe 360
e = 2400 kg/cm2
= 1600 kg/cm2
e/1,5 = 2400/1,5 = 1600 kg/cm2
Harga FK diambil 1,5.
Sistem Load Factor (J)
Pada sistem ini yang diamankan adalah bebannya.
Jenis pembebanan :
- beban tetap
- beban sementara
Di Indonesia kedua jenis pembebanan diambil sama
yaitu 1,5 p = p/J
2) Macam-macam :
untuk baja karena bahannya homogen dan isotrop maka :
tarik=tekan=lentur==1600 kg/cm2
disebut tegangan izin.
e/1,5= disebut batas elastis
< bukan e
apabila >e, tidak langsung runtuh, di mana tanda-tanda tak
terkendalikan bagaimanapun akan turun
Teg > e
e
Tegangan Geser =
tidak melalui pecobaan tetapi melalui hypotesa patah dari
Huber dan Hencky.
Hipotesa patah (Huber & Hencky)
Jika pada penampang bekerja & bersamaan maka akan
timbul suatu tegangan, maka akan timbul suatu tegangan
yang disebut tegangan idiil = I
besarnya : i= 2 + 32 , I
Menurut Mekanika teknik :
apabila → max maka = 0
→ max maka = 0
Untuk max maka = 0
i = 2 + 3 2 max
3 2 max → 3 2 =
3 = → = 0.58
0,58 boleh dibulatkan menjadi 0,6 untuk bangunan rumah. Tidak boleh
0,6 dibulatkan untuk jembatan.
contoh : Baja Fe 360
=2400/1,5kg/cm2 =1600 kg/cm2
= 0,58 = 928 kg/cm2
E=2,1X106 kg/cm2 -> harga ini tidak tergantung dari kualitas
baja.
Tabel harga tegangan dasar
Macam Tegangan leleh Tegangan dasar
Baja I
kg/cm2 M Pa kg/cm2 M Pa
Bj 34 2100 210 1400 140
Bj 37 2400 240 1600 160
Bj 41 2500 250 1666 166,6
Bj 44 2800 280 1867 186,7
Bj 50 2900 290 1923 193,3
Bj 52 3600 360 2400 240
Mpa = Mega Pascal- satuan SI
1 Mpa = 10 kg/cm2
III. Perencanaan Faktor Daya Tahan dan Beban (LRFD)
Pendekatan umum berdasarkan faktor daya tahan dan
beban, atau disebut dengan Load Resistance Design
Factor (LRFD) ini. Pada metode ini diperhitungkan mengenai
kekuatan nominal Mn penampang struktur yang dikalikan oleh
faktor pengurangan kapasitas (under-capacity) ϕ, yaitu
bilangan yang lebih kecil dar 1,0 untuk memperhitungkan
ketidak-pastian dalam besarnya daya tahan (resistance
uncertainties). Selain itu diperhitungkan juga faktor gaya
dalam ultimit Mu dengan kelebihan beban (overload) γ
(bilangan yang lebih besar dari 1,0) untuk menghitung
ketidak-pastian dalam analisa struktur dalam menahan beban
mati (dead load), beban hidup (live load), angin (wind), dan
gempa (earthquake).
Mu ≤ Ø.Mn
Struktur dan batang struktural harus selalu
direncanakan memikul beban yag lebih besar daripada
yang diperkirakan dalam pemakaian normal. Kapasitas
cadangan ini disediakan terutama untuk
memperhitungkan kemungkinan beban yang berlebihan.
Selain itu, kapasitas cadangan juga ditujukan untuk
memperhitungkan kemungkinan pengurangan kekuatan
penampang struktur. Penyimpangan pada dimensi
penampang walaupun masih dalam batas toleransi bisa
mengurangi kekuatan. Terkadang penampang baja
mempunyai kekuatan leleh sedikit di bawah harga
minimum yang ditetapkan, sehingga juga mengurangi
kekuatan.
Kelebihan beban dapat diakibatkan oleh
perubahan pemakaian dari yang direncanakan
untuk struktur, penaksiran pengaruh beban
yang terlalu rendah dengan pnyederhanaan
perhitungan yang berlebihan, dan variasi dalam
prosedur pemasangan. Biasanya perubahan
pemakaian yang drastis tidak ditinjau secara
eksplisit atau tidak dicakup oleh faktor
keamanan, namun prosedur pemasangan yang
diketahui menimbulkan kondisi tegangan
tertentu harus diperhitungkan secara eksplisit.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH