TUGAS 1
RISET OPERASI
Disusun oleh :
NAMA :
NIM :
UNIVERSITAS TERBUKA
PROGRAM STUDI
FAKULTAS
TAHUN 2024.1
1. Sebutkan dan jelaskan pendekatan yang biasa digunakan untuk menghitung
probalitas! (10)
Jawaban :
Ada tiga pendekatan yang digunakan dalam perhitungan probabilitas yaitu:
1. Pendekatan Klasik
Pendekatan klasik didasarkan pada sebuah peristiwa mempunyai kesempatan untuk
terjadi sama besar, probabilitas suatu peristiwa kemudian dinyatakan sebagai suatu
rasio antara jumlah kemungkinan hasil dengan total kemungkinan hasil (rasio
peristiwa terhadap hasil). Probabilitas suatu peristiwa jumlah kemungkinan
hasil/jumlah total kemungkinan hasil.
2. Pendekatan relatif
besarnya probabilitas suatu peristiwa tidak dianggap sama, tetapi tergantung pada
berapa banyak suatu peristiwa terjadi dari keseluruhan percobaan atau kegiatan yang
dilakukan. Probabilitas dapat dinyatakan sebagai berikut: probabilitas kejadian relatif
= jumlah peristiwa yang terjadi/jumlah total percobaan atau kegiatan.
3. Pendekatan Subjektif
besarnya suatu probabilitas didasarkan pada penilaian pribadi dan dinyatakan dalam
derajat kepercayaan, penilaian subjektif diberikan terlalu sedikit atau tidak ada
informasi yang diperoleh dan berdasarkan keyakinan.
2. Diketahui, probabilitas seorang siswa SMU dapat lulus ujian tahun yang akan datang
0,70. Sedang probabilitas seorang nasabah Bank A memenangkan undian berhadiah
0,10. Seorang siswa SMU kelas 3, dia menjadi pelanggan Bank A, berapakah
probabilitas siswa tersebut untuk lulus SMU tahun depan dan mendapat undian! (20)
Jawaban :
Diketahui: P(A)=0,70 & P(B)=0.10
Rumus yang di pakai P(A+B) P(A dan B) = P(A)/P(A+B)
Probabilitas: 0,70/(0,70+0,10)=1,1
3. Sebuah perusahaan bahan bangunan bermaksud menentukan waktu yang tepat untuk
mengganti kendaraan operasionalnya. Harga perolehan mobil Rp 200.000.000,
sedangkan harga jual dan biaya pemeliharaannya sebagai berikut:
Berdasarkan nilai tinggi rata-rata, hitunglah biaya paling optimumnya dan pada tahun
ke berapa waktu yang paling tepat mengganti kendaraannya? (30)
Jawaban :
Diket: harga beli mesin = 200.000.000
Ditanya: biaya paling optimum dan pada tahun berapa waktu yang paling tepat mengganti
kendaraan?
Penyelesaian:
a. Menghitung penurunan harga jual:
Tahun 1: 200.000.000-170.000.000 = 30.000.000
Tahun 2: 200.000.000-160.000.000 = 40.000.000
Tahun 3: 200.000.000-145.000.000 = 55.000.000
Tahun 4: 200.000.000-130.000.000 = 70.000.000
b. Menghitung biaya pemeliharaan setiap tahun
Tahun 1 = 1.000.000
Tahun 2 = 1.500.000 + 1.000.000 = 2.500.000
Tahun 3 = 2.500.000 + 2.500.000 = 5.000.000
Tahun 4 = 3.000.000 + 5.000.000 = 8.000.000
c. Mencari rata-rata:
Tahun 1= 31.000.000:1 = 31.000.000
Tahun 2 = 42.500.000:2 = 21.250.000
Tahun 3 = 60.000.000:3 = 20.000.000
Tahun 4 = 78.000.000:4 = 19.500.000
Jadi biaya paling optimum uyang tepat ntuk mengganti kendaraan adalah Rp 31.000.000 dan
terletak pada tahun ke 1.
4. Perusahaan Jaya Makmur menjual suatu barang, kebutuhan konsumen setiap tahun
1.500 buah. Biaya penyimpanan per tahun adalah 20% dari harga barang, harga setiap
barang Rp. 10, biaya pemesananya Rp. 150, biaya keterlambatan membeli barang
Rp.4 setiap barang setiap tahunnya.
Hitunglah:
a. Jumlah optimum barang yang dibeli? (20)
b. Jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya? (10)
c. Jumlah biaya optimal? (10)
Jawaban :
Untuk mengetahui kuantitas pemesanan, titik pemesanan kembali, dan total biaya yang
optimal pada Perusahaan Jaya Makmur, kita dapat menggunakan model Economic Order
Quantity (EOQ).
A. Jumlah Barang Optimal
Rumus EOQnya adalah:
EOQ = sqrt((2 * D * S) / H)
Di mana:
• D = Permintaan per tahun = 1.500 unit
• S = Biaya pemesanan = Rp. 150
• H = Holding cost per unit per tahun = 20% dari Rp. 10 = Rp. 2
Menghitung EOQ:
EOQ = sqrt((2 * 1,500 * 150) / 2) = sqrt(225,000) = 474.34
Jadi jumlah pemesanan optimum adalah sekitar 474 unit.
B. Jangka Waktu Optimal
Titik pemesanan kembali (ROP) dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
ROP = D * L
Di mana:
L = Waktu tunggu dalam tahun
Untuk mencari waktu optimal antar pemesanan, kita dapat menggunakan EOQ dan
permintaan per tahun:
Time between orders = EOQ / D
Time between orders = 474 / 1,500 = 0.316 years
Mengonversi ke bulan:
0.316 years * 12 months/year = 3.79 months
Jadi, waktu optimal antar pemesanan adalah kurang lebih 4 bulan.
C. Jumlah Biaya Optimal
Total biaya (TC) dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
TC = (D * S / EOQ) + (EOQ * H / 2) + (D * P)
Di mana:
P = Biaya pemesanan = Rp. 150
D = Permintaan per tahun = 1.500 unit
S = Biaya pemesanan = Rp. 150
EOQ = Jumlah pesanan optimal
H = Holding cost per unit per tahun = 20% dari Rp. 10 = Rp. 2
Menghitung TC:
TC = (1,500 * 150 / 474) + (474 * 2 / 2) + (1,500 * 150)
TC = 476.27 + 474 + 225,000
TC = Rp. 225,950.27
Jadi total biaya optimalnya adalah Rp. 225.950,27.
Sumber referensi :
Pangestu Subagyo. (2012). Riset Operasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.