0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan28 halaman

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas CRP

Dokumen ini membahas tentang perencanaan kapasitas produksi dengan menggunakan metode Capacity Requirements Planning (CRP). CRP digunakan untuk menghitung kebutuhan kapasitas berdasarkan rencana produksi dan merencanakan sumber daya yang dibutuhkan.

Diunggah oleh

user785491826
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan28 halaman

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas CRP

Dokumen ini membahas tentang perencanaan kapasitas produksi dengan menggunakan metode Capacity Requirements Planning (CRP). CRP digunakan untuk menghitung kebutuhan kapasitas berdasarkan rencana produksi dan merencanakan sumber daya yang dibutuhkan.

Diunggah oleh

user785491826
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

IEI2K2 – Capacity Requirement

Capacity Requirement
Planning

Prodi S1 Teknik Industri


Fakultas Rekayasa Industri
2

Pendahuluan
• Proses penentuan jumlah tenaga kerja dan mesin yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan kegiatan produksi
• Input untuk menjalankan CRP adalah Planned Order Releases
(dalamMRP)
• CRP menerjemahkan Planned Order Releases menjadi jam kerja di setiap
workcenter dalam setiap perioda
• Kapasitas adalah jumlah output (produk) maksimum yang dapat
dihasilkan suatu fasilitas dalam selang waktu tertentu

2
3

Pendahuluan
• Perencanaan kapasitas adalah proses menentukan tingkat kapasitas yang
diperlukan untuk melakukan jadwal produksi, dibandingkan terhadap
kapasitas yang tersedia dan tindakan-tindakan penyesuaian yang
diperlukan terhadap tingkat kapasitas atau jadwal produksi.

• Jika terjadi kekurangan kapasitas, hasilnya berupa kekurangan pencapaian


target produksi, pengiriman produk ke konsumen terlambat dan
kehilangan kepercayaan sistem manajemen.

• Jika kapasitas berlebihan, mengakibatkan utilisasi sumber rendah, operasi


pabrik tidak efisien, biaya tinggi dan berkurangnya margin keuntungan.

3
4

Pendahuluan

• Jenis perencanaan kapasitas ditinjau dari horizon waktu perencanaan:


1. Perencanaan kapasitas jangka panjang. Untuk kurun waktu 1-5 tahun
ke depan. Issue-issue dalam perencaaan ini adalah:
• fasilitas yang akan dibangun
• mesin yang akan dibeli
• produk yang akan dibuat

4
5

Pendahuluan

2. Perencanaan kapasitas jangka menengah. Untuk kurun waktu bulanan sampai


dengan satu tahun ke depan. Tingkat perencanaan sudah rinci. Issue-issue dalam
perencanaan ini adalah:
• tambahan tooling
• lembur, tambah shift
• Subkontrak
• alternative routing

5
6

Pendahuluan
3. Perencanaan kapasitas jangka pendek. Untuk kurun waktu harian sampai satu
bulan ke depan. Titik beratnya lebih pada pengendalian; sudah
melihat/mengevaluasi apakah pelaksanaan sudah sesuai dengan perencanaan yang
dibuat (input-output control)
• Teknik perencanaan kapasitas biasanya dibedakan atas 4 kategori sesuai dengan
time horizonnya, yaitu:
1. Resource Requirement Planning → jangka panjang
2. Rough Cut Capacity Planning → jangka menengah
3. Capacity Requirement Planning → jangka menengah
4. Input/Output Control → jangka pendek

6
7

Pendahuluan
• Teknik perencanaan kapasitas biasanya dibedakan atas 4 kategori
sesuai dengan time horizonnya, yaitu:
1. Resource Requirement Planning → jangka panjang
2. Rough Cut Capacity Planning → jangka menengah
3. Capacity Requirement Planning → jangka menengah
4. Input/Output Control → jangka pendek
• Pengendalian kapasitas adalah monitoring baik work input maupun
production input untuk menjamin perencanaan kapasitas dapat
tercapai.

7
8

Pendahuluan

• Capacity Available VS Capacity Requirement:


• jika terpenuhi → lanjutkan ke purchasing
• tidak terpenuhi → merubah kapasitas (lembur, hiring, sub kontrak)
→ merubah rencana (revisi MPS, revisi MRP)

8
9

MPS

RCCP No
Cap OK?

No
MRP
Yes

CRP Cap OK?

Yes
Vendor Control Detail Schedule

I/O
Control

9
10

CAPACITY REQUIREMENTS PLANNING

• CRP adalah merupakan fungsi untuk menentukan, mengukur, dan menyesuaikan


tingkat kapasitas atau proses untuk menentukan jumlah tenaga kerja dan sumber
daya mesin yang diperlukan untuk melaksanakan produksi.

• CRP merupakan teknik perhitungan kapasitas rinci yang dibutuhkan oleh MRP.

• CRP memverifikasi apakah kapasitas yang tersedia mencukupi selama rentang


perencanaan.

10
11

CAPACITY REQUIREMENTS PLANNING


• Data-data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan CRP:
[Link]
[Link] induk produk setiap komponen
[Link] untuk setiap komponen
[Link] setiap komponen
[Link] center master file

• Berdasarkan CRP, proses selanjutnya yaitu menghitung MRP kemudian


direkapitulasi menjadi rencana pelaksanaan pesanan (Planned Order
Release).

11
12

Contoh:

Pembuatan produk Widget.


Data-data yang diperlukan antara lain adalah:

Tabel 1. Daftar Kebutuhan Material “Produk Widget”

per parent lv
0

12
13

Tabel 2. Data Induk Produksi


Schedule
“Produk Widget”
Recipt

Tabel 3. Urutan Proses “Produk Widget”

routing

13
14

Tabel 4. Data Induk Stasiun Kerja “Produk Widget”

Tabel 5. MPS untuk Komponen 100

14
15

Proses perencanaan produk Widget dimulai dengan menghitung RCCP


untuk setiap stasiun kerja, sebagai berikut:

Tabel 6. Perhitungan Waktu Operasi given

2
1
3
3

*) Process Time/Piece = (Setup Time/Lot ÷ Lot Size) + Run Time/Piece


Lot size untuk part 100 di dapat dari rata-rata MPS yang dibulatkan.

15
16

Tabel 7. Daftar Tenaga Kerja (Bill of Labor) “Produk Widget”

Daftar tenaga kerja work station = Jumlah total process time dari masing-masing
part yang melalui work station tersebut.
Contoh:
Daftar tenaga kerja work station 1: Part 100 → 2.650
Part 110 → 1.075
Part 121 → 1.563
Part 122 → 5.125
10.413
nanti cari yang ws 1 sama 3 jugaa

16
17

Perhitungan RCCP dengan menggunakan teknik Bill of Labor Approach

Tabel 8. RCCP “Produk Widget”

Contoh:
BOL untuk WC 1 = 10.413
MPS periode 1 = 250
Maka RCCP periode 1 untuk WC 1 = 10.413 x 250 = 2603

17
18

Gambar 1 RCCP Standard Widget

Berdasarkan gambar 1, terdapat waktu yang dibutuhkan melebihi kapasitas yang tersedia, tetapi bila
dilihat dari rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk tiap work center berada dibawah kapasitas yang
tersedia, maka MPS dapat dinyatakan valid dan dapat dilanjutkan ke perhitungan MRP.

Kapasitas Tersedia = efisiensi x utilitas x on hand

18
19

Meskipun terdapat perioda dengan kondisi KT<KD di beberapa perioda, RCCP ini
menyimpulkan bahwa MPS dapat diterima. Kriteria penerimaan MPS adalah: Rata-rata
kapasitas yang dibutuhkan lebih kecil dari pada KT (=2400).
Langkah selanjutnya: Teruskan ke MRP

19
20

Tabel 9. MRP “Produk Widget”

2/1

20
21

6/2

10/2

Catatan:
Data schedule receipt diperoleh dari data pada tabel 7 kolom on order dan due date

21
22

Tabel 10. Setup Time Matrices “produk Widget”

Pengisian setup time matrices berdasarkan pada urutan proses dan periode
PORl per part

22
23

Tabel 16. Run Time Matrices “produk Widget”

Pengisian setup time matrices berdasarkan pada urutan proses dan periode
PORl per part

23
24

Tabel 17. Capacity Requirements of Planned Order Release

Pengisian berdasarkan hasil penjumlahan setup time dan run time


Tabel 18. Capacity Required of Released Order

*) Run Time = Quantity schedule receipt x run time/piece

24
25

Tabel 19. Released Order Capacity Requirements summary

Tabel 20. CRP “Produk Widget”

25
26

• Kapasitas tidak bisa memenuhi MPS.


• Average capacity versus cumulative capacity
• Leveling, tapi bisa mengakibatkan adanya tardy jobs

26
27

Latihan
Diketahui:

Buatlah RCCP, apakah MPS feasible?


Buatlah MRP dengan asumsi due date pada minggu 1.
Apakah MRP feasible?

27
28

Anda mungkin juga menyukai