PRODI AKUNTANSI SYARIAH 23
ISLAMIC STUDIES
Dosen Pengampu. Ustadz Solahuddin Al-Ayubi, M.E.
Anggota Kelompok. 7
1. Adevillia Puspita. 2310102030
2. Muhammad Reyhansyah. 2310102013
3. Yudi Hariyono. 2310102012
MATERI TENTANG YAHUDI
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
YAHUDI
Juni 2024
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
OUTLINE
1. PENDAHULUAN
2. DEFINISI YAHUDI
3. GARIS KETURUNAN YAHUDI
4. FILSAFAT YAHUDI
5. PENYEBUTAN YAHUDI DALAM AL-QUR’AN
6. YAHUDI MASA KINI
7. KEMURKAAN ALLAH KEPADA PRILAKU YAHUDI
8. KESIMPULAN
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
PENDAHULUAN
Mayoritas alhi sejarah mencatat bahwa sejarah agama dan
bangsa yahudi bermula pada zaman Nabi Musa as. Akan
tetapi, orang yahudi telah menggambarkan sejarah bangsa
mereka berawal dari Nabi Ibrahim sebagai suatu sejarah
umat manusia dan peradaban dunia. Nabi Ibrahim dalam
sejarah Israel dikenal dengan nama Abraham yang diyakini
sebagai salah seorang bapak bangsa Israel, bahkan didalam
islam juga diistilahkan bahwa Nabi Ibrahim sebagai Bapak
para nabi. Dia juga dikenal sebagai bapak monoteriame
karena dalam peroses pencarian spiritual, dia menemukan
aqidah tauhid. Kemudian dari keturunannya lahir para rasul
yang membawa risalah (wahyu) dari Allah yang kemudian
hari desebut agama samawi. Agama yahudi berawal dari peristiwa hijrah dan perjanjian.
Peristiwa hijrahnya Ibrahim dari kota Ur di Chaldea (Babylonia) ke daerah kan’an (kini
palestina) sekitar tahun 2000 SM merupakan awal sejarah agama yahudi. Pada saat itu
kekaisaran Babilonia dipimpin oleh Hamurabi. Bangsa yahudi hidup mengembara seperti
kaum Gipsy pada masa arab jahili, dan seperti pulah Syahratain dan iyarein pada masa
dinasti Abbasiyah. Mereka hidup mengembara ke berbagai Negara dan membentuk
sebuah komunitas.
agama Abrahamik monoteistik / From Wikipedia, the free encyclopedia
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
DEFINISI
kaum Yahudi (al-ladhîna hâdû)
Selain menyebutkan kaum beriman (al-ladhîna âmanû), al-Qur’an juga menyebut
kaum Yahudi (al-ladhîn hâdû). Mereka adalah yang berafiliasi kepada Yahudi
meskipun tidak berasal dari keturunan Yehudza. Kemudian nama Yahudi menjadi
sebutan bagi orang-orang yang memegang teguh agama Taurat. Namun Firman
Allah dalam Surah al-A’raf yang berbunyi إنا هدنا إليكartinya taubat (al-matâb).
Mengenai asal-usul nama Yahudi ini penting diperhatikan. Mengingat serangan
terhadap al-Qur’an yang menyatakan bahwa Yahudi tidak berasal dari kata kerja
هودا- ( هاد – يهودhâda-yahûduhaudan) yang bermakna: tâba wa raja’a (taubat dan
kembali). Dan ini disebutkan ketika Allah menceritakan do’a Nabi Musa dalam QS. Al-
A’raf [7]: 156. Sebagaimana dari kata hâda artinya s}âra yahûdiyyan (menjadi orang
Yahudi) Menurut mereka asal-usul kata Yahudi bukan dari hûd, tetapi dari “Yehudza”.
Padahal pandangan ini adalah keliru. Karena al-Qur’an menggunakan kata itu bukan
untuk mengadakan satu lafal dari aslinya, tetapi berdasarkan bahasa Arab. Karena
orang Arab menggunakan kata kerja hâda-yahûdu bagi setiap Yahudi. Sementara
kata ( هدناhudnâ) bukan untuk menjelaskan bahwa kata itu sebagai sumber derivasi
kata Yahudi, tetapi itu menjelaskan makna dasarnya.
Tentang Yehudza, dia adalah anak keempat dari Ya’qub AS dari 12 jumlah anaknya. Di
mana dari 12 orang inilah lahir 12 suku bangsa Yahudi. Setiap suku ini mendapat
bagian hak tanah (negeri) di masa Yosea. Dan Nabi Daud berasal dari suku ini.
Kemudian kerajaannya diwarisi oleh Sulaiman AS yang kemudian membangun kuil di
kerajaannya. Ini menjadikan keturunan Yehudza semakin besar.
[Link]
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Sejarah Yahudi sebagaiBangsa, Negara dan Agama
Masa Nabi Ibrahim Masa Nabi Musa a.s
a.s (Bangsa) (Agama)
Pada masa ini, Yahudi Berawal dari lahirnya Nabi
hanyalah sebuah Muhammad sebagai Nabi
bangsa Ibrani dan terakhir, muncul sikap iri
memiliki kebiasaan dengki mereka kepada
berpindah- pindah atau Nabi Muhammad. Hal itu
nomaden. ada yang pula yang menyebabkan
Yahudi Masa Kini
tinggal di daerah Utara, terjadinya
(Negara)
dan sebagian mereka ke pembangkangan
Selatan.
‘Apakah Yahūdī yang ada jaman sekarang
adalah Yahūdī atau Banī Isrā ̍īl yang sama
pula?’. Maka, jawabannya adalah tidak.
Karena, nasab mereka bukan lagi berasal
dari Nabi Ya’qūb a.s. begitu pula dengan
ajaran yang sekarang, kaum Yahūdī yang
ada saat ini ialah pemeluk agama Yahūdī
setelah sebelumnya mereka menjadi kaum
pagais atau penyembah berhala.
GARIS KETURUNAN
YAHUDI
IBRAHIM
SITI SARAH SITI HAJAR
ISMAIL
ISHAQ
YA’QUB mempunyai 4 istri, yaitu
AISHU YA’QUB (I) Melalui Lea lahir darinya Ruben, Simeon,
Lewi,
Yahuda, Isakhar dan Zebulon
(II) Melalui Rahel lahir darinya : Yusuf dan
Benyamin
(III) Melalui Bilha lahir darinya : Naftali
(IV) Melalui Zilfa lahir darinya : Gad dan Asyer.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
GARIS KETURUNAN
YAHUDI
Kemudian itu berkembang menjadi cikal-bakal lahirnya bangsa Isrā ̍ īl,
sibit̩ 40 dalam bangsa Yahūdī sepadan dengan suku bagi bangsa Arab
dan mereka yang berada dalam satu sibit̩ berasal dari satu bapak.
Oleh karena itu, masing-masing anak Ya’qūb kelak menjadi bapak
bagi sibit̩ h.
Dari beberapa anak Ya’qūb tersebutmelahirkan Nabi-nabi besar yang
termasuk dalam 25 nabi yang kita ketahui sekarang. Di antaranya:
Pertama, Lewi yang kelak keturunannya terdapat Nabi Mūsā a.s, Nabī
Hārūn a.s, Nabi Ilyās a.s dan Nabi Ilyāsā a.s
Kedua, Yahuda, kelak keturunannya melahirkan Nabi Dāūd a.s, Nabī
Sulaīmān, Nabi Zakāria, Nabi Yahyā dan Nabi Isā a.s.
Ketiga, Benyamin kelak keturunannya terdapat Nabi Yūnus a.s.
Di antara putra Nabi Ya’qūb yang paling banyak keturunannya adalah
Yahūda. Maka, Bani Isrā’il yang berbangsa kepada Yahuda disebut
Yahudi.
Beberapa wangsa setelahnya, lahirlah Nabi Akhir zaman kekasih Allah,
yakni Nabi Muh̩ ammad Saw dari garis keturunan Nabi Ismā ̒ il a.s.
Sedangkan Nabi Ishāq a.s lewat keturunannya menurunkan Nabi-nabi
yang telah disebutkan.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Filsafat Yahudi
Patung Musa bin Maimun di Kordoba, Spanyol
Filsafat Yahudi mengacu pada pertembungan ilmu filsafat dengan ilmu
teologi Yahudi. Filsuf-filsuf besar Yahudi antara lain adalah Sulaiman bin
Jabirul, Said bin Yusuf Al Fayumi, Yahuda Al Lawi, Musa bin Maimun, dan
Lewi bin Jarsun. Perubahan-perubahan besar yang muncul sebagai
tanggapan terhadap gerakan Pencerahan (akhir abad ke-18 sampai awal
abad ke-19) melahirkan filsuf-filsuf Yahudi pasca-Pencerahan. Filsafat
Yahudi modern terdiri atas filfasat-filsafat yang berhaluan Ortodoks
maupun non-Ortodoks. Filsuf-filsuf Yahudi Ortodoks terkemuka antara lain
adalah Eliyahu Eliezer Dessler, Joseph B. Soloveitchik, dan Yitzchok Hutner.
Filsuf-filsuf Yahudi non-Ortodoks terkemuka antara lain adalah Martin
Buber, Franz Rosenzweig, Mordecai Kaplan, Abraham Joshua Heschel, Will
Herberg, dan Emmanuel Lévinas.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Penyebutan Yahudi Dalam Al-Qur’an
Salah satu keistimewaan Al-Qur’ān adalah ketelitian redaksinya.
tidak heran karena redaksinya langsung dari Allah Swt. Hal ini
perlu di garis bawahi, bukan hanya terjadi karena banyak ulama
yang melakukan kebahasaan dalam mengemukakan atau
menolak satu pendapat. Tetapi juga karena, Kitab suci ini
menggunakan banyak istilah yang berbeda ketika menunjuk
sesuatu.43 Seperti halnya, istilah yang digunakannya kepada
Yahūdī, yaitu: Banī Isrā ̍īl danAhl Kitāb.
1. Yahudi
2. Banī Isrā ̍īl
3. Ahl Kitāb
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
1. Yahudi
1. Yahudi
Hud adalah bentuk jamak dari Hāid, Yahūd, Yahūdī, yang berarti
masyarakat golongan atau orang-orang Yahudi. Bisa juga
dikatakan sebagai suatu ras Semit: Yahudiah, Yudaisme, agama,
kepercayaan, tradisi dan kebudayaan Yahudi. Al-Qur’ān juga
menyebut Yahūdī dengan kata-kata lain seperti : Hādū, Yahūd dan
Yahūdī. Contoh ayat yang menggunakan kata Hādū seperti dalam
Q.S al-Māidah/22: 17, dan ayat yang menggunakan kata Hūd
(hūdan) adalah Q.S al-Baqarah/2: 13. Ali Audah dalam bukunya
Nama dan Kosa Kata dalam Al-Qur’ān menyebutkan bahwa kata
Hādū terdapat 10 ayat dalam Al-Qur’ān dan Hūd (hūdān)
sebanyak 3 ayat. Adapun kata Hādū, Nas̩ ārā dan S̩ abi ̒ īn disebut
bersamaan seperti dalam Q.S al-Baqarah/2: 62, al-Maidah/5 : 69
dan al-Hajj/22: 17.44
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
2. Bani Israil
2. Banī Isrā ̍īl
Banī atau Banū Isrā ̍ īl terdiri dari dua kata, yakni Banī danIsrā ̍ īl.
Bani (Banu) banūn, banīn, bentuk jamak dari asal kata-kata bin, ibn
yang berarti anak laki-laki, anak cucu, keturunan.45 Dan Isrā ̍ īl
mengartikan anak-anak cucu keturunan Nabī Ya’qūb a.s bin Ishāq
bin Ibrāhīm, yang kemudian dikenal dengan nama Isrā ̍ īl, lalu
menurun kepada anak- anaknya. Bible menyebutkan bahwa
namanya bukan lagi Ya’qūb melainkan Isrā ̍īl.
Kata Banī Isrā ̍ īl disebut dalam Al-Qur̍ ān sebanyak terdapat 40 kali
dalam berbagai surah, dan sekali dengan kata Banu Isrā̍ īl dalam Q.S
Yunus/10:90.46 Sedangkan dalam Mu ̒ jam al-Mufahras li Alfāz̍ al-
Qur’ān al-Karīm kata Banī disebut sebanyak 14 kali, di antaranya
dalam :
Q.S asy-Syu ̒arā/26: 17, 22, 59, 197, Q.S an-Naml/27: 76,
Q.S as-Sajdah/32: 23, Q.S Yāsīn/36: 60, Q.S Gaffar/33: 53,
Q.S az-Zukhruf/43: 59, Q.S ad- Dukhān/44: 30,
Q.S Jāsiyah/45: 16, Q.S Ahqāf/46: 10, Q.S S̩ af/61: 6,14.47
Orang-orang Yahūdīmenyikapi dakwah Islamdengan sikap yang
digambarkan oleh surah al-Baqarah dan surah-surah lainnya. Di awal
pembicaraan tentangBanī Isrā ̍īl disebutkan panggilan kehormatan untuk
mereka.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Panggilan Banī Isrā̍ īl secara umum menunjukkan bahwa mereka
merupakan bangsa yang dikasihi Tuhan. Tetapi, di sisi lain juga menunjukkan
bahwa mereka adalah bangsa yang paling nakal, sukar di atur, bersikap
ekslusif dan suka berbuat kerusakan.49 Menurut [Link] dalam bukunya, “76
Karakter Yahudi dalam Al-Qur’ān” bangsa Yahūdī mempunyai sifat egois dan
bakhil serta berat dalam bersikap, ini sedikit menguntungkan bagi orang-
orang non-Yahūdī50. Jika, mereka mempunyai kekuasaan, sangat kuat
keinginan mereka membendung keuntungan jatuh kepada orang lain,
sekalipun sedikit. Sikapnya ini, sangat berkeinginan agar jangan muncul
seorang Nabi dari bangsa Arab. Sebab, jika muncul seorang Nabi di luar
kalangan mereka, dikhawatirkan dapat membangun kekuasaan dan
menundukkan Bani Isrā’il
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
3. Ahl Kitab
Ahl Kitāb terdiri dari dua kata ahl dan kitāb, ahl berarti keluarga,
kerabat, anggota, penganut, pengikut, pemilik, penghuni, dan
sebagainya.52 Kata ahl dalam KBBI, berarti anggota, orang-orang
yang termasuk dalam suatu golongan, keluarga atau kaum.53 Ahl
juga mengandung pengertian orang mahir, faham sekali dalam
suatu ilmu (kepandaian). Dalam Al-Qur’ān, banyak kata ahl yang
diikuti kata setelahnya, misalnya ahl al-Qurā, ahl Yastrīb, ahl al-Baīt,
ahl az-Z̩ ikri, dan seterusnya. Secara harfiah, Ahl Kitāb berarti yang
mempunyai kitab ialah konsep yang memberi pengakuan tertentu
kepada para penganut agama di luar Islam. Sikap ini bermaksud
memberi pengakuan sebatas hak masing-masing untuk bereksistensi
dengan menjalakan ajaran dalam Kitab suci mereka.54 Menurut
istilah, Ahl Kitāb adalah mereka yang berpegang pada kitab suci
tertentu, seperti Taūrat dan Injīl, atau mungkin pengikut kitab suci
lain.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
3. Ahl Kitab
Penelusuran ayat-ayat Al-Qur’ān mengenai Ahl Kitāb terdapat dalam
KitabMu ̒ jam al-Mufahras li Alfāz̍ al-Qur’ān al-Karīm penulis
melakukan pencarian dengan huruf ahl. Maka didapati, kata Ahl
Kitāb disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 31 kali yang terdapat
didalam 9 surah, yakni :
(a). Q.S al-Baqarah/2 : 105, 109
(b). Q.S Āli ̒Imrān/3: 64,65, 69,70, 71, 72, 75, 98 110, 113, 199
(c).Q.S an-Nisa̍̄ /4: 123, 153, 159, 171
(d). Q.S al-Māidah/5: 15, 19, 59, 65, 68, 77
(e). Q.S al-Ankabūt/29: 46
(f). Q.S al-Ahzāb/33: 26
(g). Q.S al-Hadīd/57: 29
(h). Q.S al-Hasyr/59: 2, 7
(i). Q.S al-Bayyinah/98: 1, 6.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Al-Qur’ān menyebut Yahūdī, sebagai Ahl Kitāb karena mereka salah
satu bangsa yang diberi Kitab oleh Allah.56 Selain itu, mereka
merupakan bangsa yang diberi banyak nikmat oleh Allah meliputi
banyaknya Nabi yang turun dari bangsa mereka. Sebagai bangsa
yang terpilih harusnya dapatmenjadi panutan bagi bangsa [Link]
ini berbeda, karena kenyataannya bangsa Yahudi malah menentang
Allah dan para Nabi-Nya, tidak mau mengakui Nabi Muh̩ ammad
sebagai Nabi terakhir padahal mereka mengenal Nabi Muh̩ ammad
selayaknya anak mereka sendiri dan merekapun tidak mengakui
Kitab yang turun selain apa yang diturunkan pada mereka.57
Quraīsh Shihāb dalam tafsirnya, telah membagi ahl kitāb menjadi 3
kelompok, yakni:
[Link] yang mengetahui dan membenarkan risalahNabi
[Link] yang mengetahui tapi menyembunyikan
c. Mengetahui, mengingkari dan mengubah kitab suci mereka.
Setelah melihat perbedaan penyebutan nama Yahūdī dalam Al-
Qur’ān ini mempunyai tujuan tertentu yang diberikan Allah untuk
menunjuk kaum Yahūdī. Di antaranya, panggilan Yahūdī ini
menunjukan sifat pembangkangan. Karena, perilaku mereka yang
tidak disukai Allah. Sedangkan, kata ini mengingatkan bahwa Allah
telah memberikan banyak nikmat kepada nenek moyang mereka
terdahulu dan untuk
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
menunjukan kedudukannya sebagai nenek moyang para Nabi, dan
terakhir Ahl Kitāb ini menunjukkan adanya peringatan dari Allah
untuk mereka bahwa mereka merupakan orang-orang yang diberi
Kitab, sudah sepatutnya kamu mengikutinya.
Sebutan Ahl Kitāb tertuju kepada golongan yang bukan muslim dan bukan
untuk kaum muslim meskipun mereka mendapatkan Kitab suci lain selain Al-
Qur’ān. Sebab, diantara mereka ada yang tidak mengakui bahkan menentang
kerasulan Muhammad serta ajaran yang beliau sampaikan. Para ulama
berbeda pendapat mengenai hal ini, Pendapat mayoritas ulama tafsir
mengatakan bahwa kata Ahl Kitāb menunjukkan untuk yang telah diberi Kitab
suci agama lain, selain Al-Qur’ān. Tapi sebagian dari mufassir mengatakan
pendapat yang lebih umum. Seperti, memasukkan kata Ahl Kitāb juga kepada
pemilik kitab ajaran-ajaran Zoroaster, Veda, Buddha dan Konghucu.
57Perkataan ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi:
(Q.S al-Baqarah/2: 146). Pengenalan mereka mengenai kenabianMuh̩ ammad
Saw sangat kuat, seperti pengenalan mereka terhadap anak-anak mereka. Ini
adalah suatu perumpamaan, maksudnya pengetahuan yang merekadapatkan
dari kitab suci mereka sama kuat dan jelasnya. Lihat Quraīsh Shihāb, Tafsiral-
Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’ān. cet. I, 330-331 58Quraīsh
Shihāb, Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’ān. cet.I, .331
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Yahudi Masa Kini
Apakah Yahūdī yang ada jaman sekarang adalah Yahūdī atau Banī
Isrā'īl yang sama pula?'. Maka, jawabannya adalah tidak. Karena,
nasab mereka bukan lagi berasal dari Nabi Ya'qūb a.s. begitu pula
dengan ajaran yang sekarang, kaum Yahūdī yang ada saat ini ialah
pemeluk agama Yahūdī setelah sebelumnya mereka menjadi kaum
pagais atau penyembah berhala.
Dilihat dari segi jumlah,pemeluk agama Yahūd yang ada saat ini
sangat kecil. Atlas of The World's Religions menyebutkan bahwa
jumlah pemeluk agama Yahūdī adalah 15.050.000 jiwa, sangat jauh
perbedaannya dengan pemeluk agama Islam maupun Kristen yang
mencapai angka 1 milyar.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Kemurkaan Allah Terhadap
Perilaku Yahudi
1. Membunuh Para Nabi
2. Bekerja sama dengan kafir dalam keingkaran kemaksiatan
3. Merendahkan perintah Allah
4. Mengingkari Kebenaran
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
Kesimpulan
agama Yahudi adalah agama monoteistik tertua yang memiliki peran
signifikan dalam sejarah agama-agama dunia, khususnya di Timur
Dekat. Yahudi memiliki hubungan erat dengan agama Kristen dan Islam,
memberikan pemahaman penting mengenai karakteristik agama-
agama kuno di wilayah tersebut. Sejarah agama Yahudi sering ditelusuri
kembali ke zaman Nabi Musa, tetapi orang Yahudi sendiri mengklaim
asal-usul mereka berawal dari Nabi Ibrahim (Abraham), yang dianggap
sebagai bapak monoteisme. Identitas Yahudi tidak hanya berdasarkan
kepercayaan atau praktik keagamaan tetapi juga pada garis keturunan,
terutama dari ibu yang Yahudi, sehingga seseorang tetap dianggap
Yahudi meskipun tidak menjalankan ibadah Yahudi. Prinsip-prinsip
kepercayaan Yahudi meliputi keyakinan pada Tuhan yang Maha Esa,
yang tidak berfisik dan kekal abadi, yang mengirimkan wahyu kepada
para nabi, terutama Nabi Musa, serta memberikan ganjaran dan
hukuman sesuai perbuatan manusia. Selain itu, Yahudi memiliki peran
penting dalam sejarah dunia tidak hanya sebagai kelompok etnis tetapi
juga sebagai agama yang mempengaruhi agama-agama besar lainnya
dalam konsep monoteisme. Jurnal ini menekankan bahwa memahami
Yahudi adalah penting untuk mengenal, mengerti, dan memahami fakta
sejarah dan sosial keagamaan Yahudi serta perkembangannya,
termasuk gerakan Zionis modern.
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI
#InstitutAgamaIslamTAzkia_Asy-23-C#MK_PAI