0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan38 halaman

Modul Pengolahan Data Statistik Sektoral

Modul ini membahas proses pengolahan data mulai dari pengertian data, statistik, dan informasi hingga pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Modul ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang proses pengolahan data dalam penyelenggaraan statistik.

Diunggah oleh

alugoro.hn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan38 halaman

Modul Pengolahan Data Statistik Sektoral

Modul ini membahas proses pengolahan data mulai dari pengertian data, statistik, dan informasi hingga pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Modul ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang proses pengolahan data dalam penyelenggaraan statistik.

Diunggah oleh

alugoro.hn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIKL AT

STATISTIK
SEKTORAL

MODUL 4

Process /
Pengolahan

Pusat Pendidikan dan Pelatihan


Badan Pusat Statistik
Diklat Statistik Sektoral

KATA PENGANTAR

Sejalan dengan upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia pada


organisasi perangkat daerah urusan statistik, pembinaan terus dilakukan. Salah satu upaya
pembinaan yang ditempuh adalah melalui penerbitan modul pembinaan teknis.
Modul-modul tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Kehadiran
modul Statistik untuk para penyelenggara kegiatan statistik sektoral ini memiliki nilai
strategis karena dapat menjadi acuan dalam proses pembagian pengetahuan (knowledge
sharing). Modul ini dapat membantu fasilitator pembinaan penyelenggaraan statistik
sektoral dalam mendisain pengajaran yang akan disampaikan kepada para peserta
pembinaan. Selain itu, membantu pengelola dan penyelenggara dalam penyelenggaraan
pembinaan serta membantu peserta dalam mengikuti proses pembinaan.
Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis yang berlangsung dengan cepat
khususnya terhadap dinamika kompetensi aparatur sipil negara dalam tugasnya
melaksanakan tugas-tugas perstatistikan, maka kualitas modul, khususnya kesesuaian isi
dengan persyaratan kompetensi aparatur yang mengalami perkembangan, perlu terus
dipantau dan dilakukan penyempurnaan. Oleh sebab itu, jika ditemukan hal-hal yang tidak
relevan lagi atau dianggap perlu untuk menambahkan isi dari modul, maka akan dilakukan
perbaikan.
Modul ini merupakan bahan ajar minimal dalam pembinaan statistik sektoral.
Walaupun demikian, fasilitator dapat mengembangkan selama masih relevan dengan hasil
belajar yang akan dicapai dalam modul ini.
Akhirnya, selamat menggunakan modul-modul pembinaan ini, dengan harapan
kompetensi statistik peserta dapat ditingkatkan.

Jakarta, Oktober 2019


Pusdiklat BPS

Modul Process / Pengolahan i


Diklat Statistik Sektoral

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. ii
BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Deskripsi Singkat ..................................................................................................... 2
C. Hasil Belajar............................................................................................................. 2
D. Indikator Hasil Belajar............................................................................................. 2
E. Materi Pokok ........................................................................................................... 2
F. Manfaat ................................................................................................................... 3
BAB II. DATA, STATISTIK DAN INFORMASI ............................................................................. 4
A. Arti Dan Pengertian Data ........................................................................................ 4
B. Arti Dan Pengertian Statistik................................................................................... 5
C. Arti Dan Pengertian Informasi ................................................................................ 6
D. Kegunaan Data dan Statistik................................................................................... 6
BAB III. PROSES PENGOLAHAN DATA .................................................................................. 16
A. Melakukan Integrasi Data ..................................................................................... 16
B. Melakukan Klasifikasi ............................................................................................ 16
C. Melakukan Pemeriksaan, Pengkodean, dan Penginputan ................................... 17
D. Pengolahan Data dengan Ms. Excel ..................................................................... 19
D.1 Entri Data ............................................................................................................ 19
D.2 Validasi Data Di Excel .......................................................................................... 20
D.3 Tabel ................................................................................................................... 22
D.4 Grafik .................................................................................................................. 26
D.5 Memeriksa Duplikasi Input Data ........................................................................ 30
D.6 Ukuran Pemusatan Data ..................................................................................... 32

Modul Process / Pengolahan ii


Diklat Statistik Sektoral

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah
mengamanatkan bahwa terdapat pembagian urusan di tingkat pusat, provinsi, dan
kabupaten/kota. Urusan tersebut merupakan urusan pemerintah konkuren yang terdiri dari
urusan wajib dan urusan pilihan. Salah satu urusan wajib non-pelayanan dasar yang harus
dilaksanakan oleh pemerintah daerah adalah urusan statistik.
Sementara itu, Undang-undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, telah
membedakan penyelenggaraan statistik menjadi tiga, yaitu statistik dasar, statistik sektoral,
dan statistik khusus. Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),
statistik sektoral oleh instansi pemerintah selain BPS, sedangkan statistik khusus
diselenggarakan oleh masyarakat baik perorangan maupun lembaga/perusahaan. Dengan
demikian, penyelenggaraan urusan statistik pada pemerintah daerah merupakan
penyelenggaraan urusan statistik sektoral.
Berdasarkan Peraturan Presiden no. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, BPS
tidak hanya menjadi penyelenggara statistik dasar, tetapi juga sebagai pembina statistik.
Oleh sebab itu, BPS perlu menyiapkan sumber daya yang memadai untuk mendukung
penyelenggaraan statistik sektoral. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan
peningkatan kemampuan sumber daya manusia pada penyelenggaraan statistik sektoral.
Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral oleh perangkat
daerah, diperlukan pengetahuan bisnis proses penyelenggaraan statistik. Dalam hal ini,
perlu disusun bahan-bahan ajar yang mudah dipahami dan dilaksanakan oleh penyelenggara
urusan statistik di provinsi dan kabupaten/kota.
Modul Process/Pengolahan ini sebagai salah satu bagian dari modul-modul lainnya
mengenai proses bisnis penyelenggaraan kegiatan statistik yang dirancang untuk
peningkatan kemampuan penyelenggara statistik sektoral, khususnya dalam
Process/Pengolahan data dalam penyelenggaraan statistik. Modul ini mengantarkan para
peserta untuk memahami cara-cara dalam tahapan Process/Pengolahan penyelenggaraan

Modul Process / Pengolahan 1


Diklat Statistik Sektoral

statistik. Di samping itu, modul ini digunakan sebagai pedoman bagi fasilitator dalam
mendesain praktikum atau penerapan dalam perencanaan kegiatan statistik.
B. Deskripsi Singkat
Modul pengolahan data ini merupakan pengantar untuk lebih memahami proses
pengolahan dari data mentah menjadi informasi dengan cakupan materi pembelajaran yaitu
Arti dan konsep pengolahan data, Pengolahan data secara manual, dan Pengolahan data
dengan komputer. Pada bagian akhir modul telah dilengkapi suplemen yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca.
Materi Paket Program Statistik membahas tentang pengolahan data statistik dengan
menggunakan software Ms. Excel yang bertujuan untuk mempermudah interpretasi suatu
informasi yang dijelaskan dengan perhitungan statistik.

C. Hasil Belajar (Tujuan Pembelajaran)


Setelah membaca modul ini peserta pelatihan dapat mengerti dan mampu
melakukan proses pengolahan data, dengan menggunakan paket program Excel.

D. Indikator Hasil Belajar


Setelah mempelajari modul ini secara tuntas, peserta diharapkan dapat:
a. Menjelaskan pengertian data dan informasi
b. Memahami proses pengolahan data
c. Melakukan pengolahan data dengan menggunakan Ms. Excel

E. Materi Pokok
Materi dan submateri pokok yang dibahas dalam modul ini adalah:
1. Pengertian data dan informasi Persiapan data
a. Pengertian data
b. Pengertian statistik
c. Pengertian informasi
d. Kegunaan data dan Statistik
2. Proses Pengolahan data

Modul Process / Pengolahan 2


Diklat Statistik Sektoral

a. Melakukan Pengintegrasian data


b. Melakukan klasifikasi
c. Melakukan Pemeriksaan, Pengkodean, dan Penginputan

3. Pengolahan data dengan Ms. Excel


a. Entri data
b. Validasi data
c. Tabel
d. Grafik
e. Memeriksa duplikasi data
f. Ukuran pemusatan data

F. Manfaat
Berbekal hasil belajar pada Modul Process/Pengolahan ini, peserta diharapkan
mampu menerapkan dan mereplikasi tata cara pengolahan data pada unit kerja masing-
masing. Pada akhirnya, diharapkan juga dapat meningkatkan kinerja instansinya.

Modul Process / Pengolahan 3


Diklat Statistik Sektoral

BAB II
DATA, STATISTIK, DAN INFORMASI

Sebelum pembahasan mengenai statistik secara lebih lanjut, perlu adanya


pemahaman/pengertian terhadap data , informasi, dan statistik terlebih dahulu. Dalam
penggunaan biasa istilah data dan informasi sering dipertukarkan, pada hal sesungguhnya
secara konsep berbeda. Demikian juga data, statistik dan informasi sering dianggap sama
saja. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih pas berikut ini diberikan konsep/ pengertian
dari istilah–istilah tersebut.

A. Arti dan Pengertian Data


Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, data berarti sekumpulan keterangan yang
benar atau nyata. Keterangan tersebut bisa berupa angka, huruf, simbol ataupun gambar.
Demikian juga dalam kamus wikipedia ([Link] data disebutkan
sebagai catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal
dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data
berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Dari sudut pandang bisnis, data
bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)
yang terjadi. Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu
kejadian yang kita hadapi .
Kata data bisa berarti juga fakta mentah dan tidak terukur, yang bila diolah akan
menjadi suatu informasi. Atau dengan kata lain tujuan mendasar dari pengumpulan dan
pengolahan data adalah untuk menghasilkan informasi. Meskipun data merupakan bahan
utama informasi, namun perlu diingat tidak semua data relevan dan tepat waktu untuk
menghasilkan informasi.
Contoh:
a. Data umur peserta diklat statistik sektoral: 28, 30, 24, 25, 25, 26, 27, 28, 31, 31,
24, 27, 29, 29, 30, 31, 28, 29, 25, 23, 26, 27, 25, 24, 23.
b. Data nilai ujian komprehensif dari peserta diklat fungsional statistik terampil
angkatan I: 89, 87, 90, 93, 94, 94, 95, 82, 80, 76, 80, 90, 100, 92, 90, 98, 80, 83,
78, 77, 90, 96, 86, 87, 80.

Modul Process / Pengolahan 4


Diklat Statistik Sektoral

B. Arti dan Pengertian Statistik


Kata statistik sering menimbulkan bayangan akan angka dalam tabel atau grafik –
grafik. Kata statistik berasal dari bahasa latin ”status” yang dalam bahasa inggris berarti
”state” yang diartikan dalam bahasa indonesia sebagai ”pernyataan” (Johnson and
Bhattacharya, 2007). Memang dalam pengertian awam statistik bersinonim dengan data,
dimana dalam bahasa inggris disebut dengan statistic. Statistik dalam hal ini juga biasa
dikenal dengan informasi, karena telah melalui proses pengolahan, analisis dan penyajian
yang tepat dan menjadi bermakna.
Statistik juga berarti nama suatu ilmu, yaitu ilmu yang berkaitan dengan data, yang
kalau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah statistics. Dalam modul ini selanjutnya
kata statistik diartikan sebagai produk kegiatan statistik, khususnya pengumpulan,
pengolahan data, meringkas dan menginterpretasikan sampai pada pengambilan keputusan
(Johnson and Bhattacharya, 2007). Apakah suatu statistik sudah berupa informasi?
Jawabanya bisa subyektif, tergantung kebutuhan khusus pengguna sendiri, karena suatu
tabel statistik mungkin sudah merupakan informasi bagi A tetapi belum bagi B (sebab masih
perlu diolah lagi).
Sedangkan yang dimaksud dengan data statistik adalah deskripsi numerik dari aspek
kuantitatif sesuatu. Namun demikian tidak semua diskripsi numerik adalah data statistik,
dikatakan data statistik jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a) Harus dalam bentuk agregat (seperti: jumlah, rata-rata, proporsi dan
persentase).
b) Perubahan karakteristik fenomena yang diteliti disebabkan oleh sejumlah
kekuatan yang bekerja secara simultan. Contoh: perubahan yang terjadi pada
tingkat penjualan, kualitas produk, jumlah penduduk, dsbnya.
c) Diperoleh dengan cara pencacahan/pengukuran atau diestimasi berdasarkan
standar akurasi yang memadai.
d) Harus dikumpulkan secara sistematik bagi maksud/tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.

Modul Process / Pengolahan 5


Diklat Statistik Sektoral

e) Fakta harus dapat dibandingkan, misalnya perbandingan antar waktu bagi fakta
yang sama. Fakta (data) yang sama diperoleh dengan cara dan pengukuran yang
sama pula dan hanya waktu pelaksanaan pengukuran/pencacahan yang
berbeda. Sebagai contoh: Jumlah impor beras Indonesia tahun 2013
dibandingkan dengan data yang sama untuk tahun 2012.

C. Arti dan Pengertian Informasi


Informasi berbeda secara mendasar dengan data. Informasi adalah hasil agregasi
atau pengolahan data yang akan meningkatkan pengetahuan dan wawasan pengguna
informasi. Data dapat menjadi informasi setelah dilakukan pemilihan, pengurutan, analisis
dan interpretasi yang tepat dan relevan dengan masalah yang [Link] utama
informasi (statistik) adalah memberikan penjelasan atau keterangan, mengurangi adanya
banyak pilihan/alternatif dan meningkatkan kepastian. Suatu keputusan yang berlandaskan
informasi akan lebih bijaksana.

Contoh:
Pusdiklat BPS baru saja menyelenggarakan diklat statistik sektoral. Diklat diikuti
oleh 25 peserta dengan umur yang relatif muda, yaitu rata-rata umur peserta diklat baru
mencapai 27 tahun. Hasil ujian komprehensif menunjukkan nilai rata-rata yang cukup bagus
yaitu 87,48. Namun demikian ada 3 orang peserta yang dinyatakan lulus bersyarat karena
memperoleh nilai komprehensif dibawah 80.

D. Kegunaan Data dan Statistik


Setelah memahami arti dan pengertian data dan statistik, tentunya perlu diperluas
wawasan tentang manfaat dan kegunaannya sehingga dapat lebih dipahami tentang konsep
dasar statistik sebagai bahan pembelajaran berikutnya. Guna memahami kegunaan data dan
statistik, di dalam bagian ini akan diuraikan tentang jenis dan kegunaan data dan statistik
secara singkat.

Modul Process / Pengolahan 6


Diklat Statistik Sektoral

D.1. Jenis Data


Seperti telah diuraikan sebelumnya, data merupakan sekumpulan angka, huruf atau
simbol/gambar, Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara
memperolehnya, waktu pengumpulannya dan skala datanya sebagai berikut.
a. Menurut sifatnya
Berdasarkan sifatnya, data dapat dibedakan menjadi:
• Data Kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner
Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau
gaya kepemimpinan, dll.
• Data Kuantitatif, data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya
pendapatan, dll.

b. Menurut waktu pengumpulannya


Data dapat dikumpulkan pada beberapa waktu yang berbeda, maka data
berdasarkan waktu pengumpulannya dapat dibedakan sebagai:
• Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a
point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu
tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.
• Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke
waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/ kegiatan selama periode
tersebut. Misalnya, perkembangan uang beredar, harga 9 macam bahan pokok
penduduk.

c. Menurut cara memperolehnya


Menurut cara memperolehnya, data terdiri dari:
• Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri
oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan
untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview,
observasi.

Modul Process / Pengolahan 7


Diklat Statistik Sektoral

• Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/
dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan
oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data
dokumentasi dan arsip-arsip resmi.

d. Menurut sumbernya data


Bila dilihat dari sudut pandang suatu organisasi, menurut sumbernya data dibedakan
menjadi (Supranto, 1990)
• Data Internal: data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang
menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan,
jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
• Data Eksternal: data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat
menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu
organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu
perusahaan.

e. Menurut skala data


Bila dilihat dari skala data, maka jenis-jenis data dapat terbagi antara lain:
• Data Nominal: data yang diperoleh dengan cara katagorisasi atau klasifikasi.
Data Nominal tidak dapat dilakukan operasi matamatika (X, +, - atau : ).
Misalnya, jenis pekerjaan diklasifikasikan dalam pegawai negeri (kode 1) ,
pegawai swsta (kode 2 ) dan wiraswata (kode 3). Dari contoh itu, tidak mungkin
3-2=1 (wiraswasta –pegawai negeri = pegewai swasta).
• Data Ordinal: data yang diperoleh dengan cara katagorissi atau klasifikasi, tetapi
diantara data tersebut terdapat hubungan. Data Ordinal juga tidak bisa
dilakukan operasi matamatika.
Misalnya, kepuasan pelanggan, diklasifikasikan sebagai: sangat puas (diberi
tanda 1), Puas (diberi tanda 2), Cukup puas (diberi tanda 3), Tidak puas(diberi
tanda 4), dan Sangat tidak puas (diberi tanda 5). Posisi 1 lebih tinggi dibanding

Modul Process / Pengolahan 8


Diklat Statistik Sektoral

posisi 2, Tidak mungkin 1+2=3 (yang berarti sangat puas ditambah puas = cukup
puas
• Data Interval: data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak antar
dua titik pada skala, sudah diketahui. Berbeda dengan skala ordinal, dimana
jarak dua titik tidak diperhatikan (seperti berapa jarak antara puas dan tidak
puas, yang sebenarnya menyangkut perasaan orang saja)
Misalnya, temperatur ruangan. Bisa diukur dalam Celsius, atau Fahrenheit,
dengan masing-masing punya skala sendiri. Untuk air membeku dan mendidih:
Celcius pada 0° C sampai 100° C. Sakala ini jelas jaraknya, bahwa 100-0=100.
Fahreinheit pada 32° F sampai 212°F. Skala ini jelas jaraknya, 212-32=180
• Data Rasio: adalah data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak
dua titik pada skala sudah diketahui, dan mempunyai titik nol yang absolut. Ini
berbeda dengan skala interval, dimana tak ada titik nol mutlak/absolut. Seperti
titik 0°C tentu beda dengan titik 0°F. atau pergantian tahun pada system
kalender Masehi (setiap 1 Januari) berbeda dengan pergantian tahun Jawa,
China dan lainnya. Sehingga tak ada tahun baru dalam artian diakui oleh semua
kalender sebagai tahun baru.
Misalnya, jumlah buku di kelas: Jika 5, berarti ada 5 buku. Jika 0, berarti taka da
buku (absolut 0). Tidak ada kategorisasi atau pemberian kode. Bisa dilakukan
operasi matematika. Missal: 100 cm + 35 cm = 135 cm; 5 mangga + 2 mangga = 7
mangga.

D.2. Kegunaan Statistik di Berbagai Sektor


Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, statistik banyak
diterapkan dalam berbagai sektor, baik di sektor bisnis, ekonomi, pertanian, industri,
maupun sosial, politik dan pertahanan/keamanan. Di sektor pemerintahan misalnya,
statistik digunakan sebagai alat pengambil keputusan dalam rangka macam tujuan
pembangunan, diantaranya adalah untuk mengetahui jumlah dan karakteristik penduduk
yang dilakukan melalui kegiatan sensus penduduk.

Modul Process / Pengolahan 9


Diklat Statistik Sektoral

Dari kegiatan statistik ini dapat diperoleh beberapa gambaran penduduk


diantaranya: jumlah penduduk, tingkat pendidikan, penyebaran penduduk, ketenagakerjaan
dan karakteristik sosial budaya lainnya. Perkembangan harga (dalam bidang ekonomi) juga
dapat diketahui dengan data statistik yang dikumpulkan secara sampel melalui survei, yaitu
Survei Harga Konsumen yang dilakukan secara harian, mingguan dan bulanan sehingga
dapat menghasilkan angka inflasi.
Dalam rangka mendukung pembangunan nasional dan wilayah, maka statistik daerah
sangat diperlukan sebagai bahan penyusunan perencanaan daerah dan nasional, sebagai
bahan pemantauan pelaksanaan pembangunan, dan selanjutnya sebagai bahan evaluasi
hasil pembangunan. Ada kata pepatah membangun itu sulit, tapi lebih sulit lagi membangun
tanpa data, karena suatu perencanaan dan kebijakan tidak akan bermanfaat dan tepat
sasaran kalau tidak didukung dengan adanya data yang akurat.
Dengan perkembangan ekonomi nasional dan global saat ini, data dan statistik juga
dirasakan semakin penting peranannya dalam pembangunan sektor ekonomi. Sebagai
contoh dengan berkembangnya bisnis asuransi dan valuta asing, maka teori probabilitas
(hitung peluang) menjadi dasar pemikiran para pelaku usaha di bidang ini. Dalam sektor
industri dan perdagangan, data statistik tentang besarnya kepemilikan modal dan asset
perusahaan, penggunaan faktor produksi, hasil produksi dan pemasaran merupakan faktor
penting untuk ditelaah demi kemajuan perkembangan bisnis atau indutri dan perdagangan
yang lebih luas lagi.
Soetjipto (2007) mengatakan bahwa ada empat alasan mengapa statistik itu
penting dalam dunia bisnis, yaitu pertama karena statistik digunakan sebagai catatan
kegiatan usaha dan keterangan lain yang berkaitan dengan kegiatan usahanya; kedua
karena data statistik merupakan bagian penting dalam laporan bisnis/usahanya; ketiga
karena statistik sebagai alat kontrol yang memberikan informasi kuantitatif bagi direksi
dalam melakukan pengendalian operasional usaha/bisnis; dan keempat karena statistik
sebagai dasar pengambilan keputusan yang telah memperhitungkan faktor resiko. Untuk
pengembangan bisnis biasanya dilakukan dahulu survei pasar untuk menggali infromasi
tentang pangsa pasarnya, siapa target pembelinya, seberapa besarnya, kapan dan dimana
cocok dipasarkannya. Survei yang dilakukan tentunya harus mengikuti prosedur yang benar

Modul Process / Pengolahan 10


Diklat Statistik Sektoral

bersarkan tehnik pengumpulan data yang tepat, diolah dengan cara yang tepat dan benar
serta dianalisis sesuai kebutuhan dengan menggunakan kaidah-kaidah statistik yang ada.
Penerapan ilmu statistik lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak
pendapat atau pooling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum). Sudah sering kita
dengar dan baca dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, sering ada pooling tentang
prediksi hasil pilkada, atau bahkan untuk melihat hasilnya secara cepat dilakukan
perhitungan cepat hasil pemilu atau quick count dari para calon kepala daerah.
Dengan dasar perhitungan angka-angka indeks dapat dikembangkan berbagai
indikator baru yang sedang aktual saat ini seperti Indeks Kualitas Hidup Manusia, Indeks
Pembangunan Manusia, Indeks Pemberdayaan Gender, Indeks Kebahagiaan, Indeks
Demokrasi Indonesia dan lain-lainnya. Semua indikator tersebut dapat memberikan
gambaran perkembangan keadaan ekonomi, sosial dan politik antar wilayah maupun antar
waktu.
Dengan berbagai jenis data tersebut diatas, tentunya banyak sekali kegunaan dari
data yang telah dikumpulkan, karena dengan data dapat diperoleh gambaran tentang suatu
keadaan yang sedang menjadi perhatian. Secara rinci kegunaan data adalah sebagai berikut:
i. Sebagai dasar untuk penyusunan perencanaan kegiatan.
ii. Perencanaan yang baik dan tepat harus didasari dengan data yang akurat,
karena bila data yang digunakan sebagai dasar perencanaan tidak
menggambarkan keadaan yang sebenarnya maka perencanaannya juga
menjadi tidak tepat.
iii. Sebagai dasar pembuatan keputusan dalam memecahkan masalah.
iv. Setiap masalah tentu ada penyebabnya, untuk melihat penyebab terjadinya
masalah maka dapat diidentifikasi faktor-faktornya melalui data-data yang
berhubungan dengan permasalahan yang sedang diperhatikan.
v. Sebagai alat kontrol/pengendalian dalam pelaksanaan suatu kegiatan yang
telah direncanakan.
vi. Dengan adanya data yang berupa pemantauan pelaksanaan suatu kegiatan,
maka dapat diketahui sejauh mana pelaksanaan sesuai dengan perencanaan
yang telah disusun.

Modul Process / Pengolahan 11


Diklat Statistik Sektoral

vii. Sebagai bahan evaluasi hasil suatu kegiatan.


viii. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, maka diperlukan data yang dapat
menggambarkan sejauh mana pelaksanaan kegiatan itu telah berhasil
dilaksanakan atau gagal dalam mencapai tujuannya.

E. Syarat data dan data statistik yang baik


Dalam memanfaatkan data dan statistik dalam berbagai sektor, maka data dan
statistik yang dapat digunakan adalah data dan statistik yang memiliki kualitas yang baik,
dalam hal menilai apakah kualitas data dan statistik baik atau tidak, maka faktor-faktor yang
dapat menjadi penilaian adalah sebagai berikut:
a. Objektif
Data yang objektif berarti bahwa data harus sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya (as it is). Contoh data yang tidak objektif adalah Rp.5.000,- yang dikatakan
dengan harganya Rp.7.500,- karena dalam kuitansi tertulis Rp.7.500,- tersebut adalah data
yang tidak objektif.
b. Representatif (mewakili)
Data statistik harus mewaki kelompok objek yang di amati. Misalnya data rata-rata
produksi padi di daerah A yang hanya diwakili oleh rata-rata produksi dari sawah yang subur
saja. Data ini tidak mewakili rata-rata (atau gambaran umum) produksi padi di daerah A
yang sesungguhnya.
c. Bergalat (error) kecil
Suatu data yang baik bila mempunyai tingkat kesalahan yang kecil, yaitu beda yang
kecil dari nilai yang sesungguhnya (true value). Kesalahan tersebut berupa kesalahan
sampling (sampling error) (bila data tersebut berdasarkan pengamatan sebagian sampel)
atau kesalahan bukan sampling (non-sampling error) (yang dapat terjadi baik data
berdasarkan sampel atau berdasarkan pengamatan keseluruhan).
d. Tepat waktu (Timeliness).
Apabila data akan dipergunakan untuk melakukan perencanaan, pengendalian atau
evaluasi, maka syarat data yang tepat waktu ini penting sekali agar bisa bermanfaat,
misalnya dalam pengendalian kegiatan maka sempat dilakukan penyesuaian dalam

Modul Process / Pengolahan 12


Diklat Statistik Sektoral

pelaksanaan kegiatan kalau ada kesalahan atau penyimpangan di dalam implementasi. Data
yang tersedia tetapi tidak pada saat diperlukan tentunya kurang bermanfaat.
e. Relevan.
Data yang dikumpulkan harus ada hubungannya dengan masalah yang akan
diselesaikan. Misal, pemerintah ingin menanggulangi korban banjir di suatu daerah maka
yang perlu dicatat adalah data dari mereka yang terkena korban banjir di daerah tersebut,
bukan data dari penduduk lain.
f. Reliabel.
Data yang reliabel adalah data yang dapat diandalkan, yaitu data yang berkualitas
yang dikumpulkan dan diolah dan disajikan mengikuti kaidah-kaidah statistik.

F. Pengertian Variabel
Sebuah variabel (peubah) adalah sebuah karakteristik, angka, atau kuantitas dari
unit pengamatan yang dapat diukur atau dihitung. Sebuah variabel dapat juga disebut
sebagai sebuah butir data (data item). Disebut variabel atau peubah karena nilainya dapat
bervariasi antar unit pengamatan atau berubah-ubah dari suatu unit pengamatan ke unit
pengamatan lain, dan juga dapat berubah antar waktu. Umur, berat, tinggi, pendapatan,
tempat lahir, pandangan terhadap program pemerintah, misalnya, merupakan contoh
variabel yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Jelas bahwa variabel ini nilainya bisa berbeda-beda antar unit pengamatan dan juga
bisa berubah antar waktu. Suatu unit pengamatan, misal individu, bisa diukur satu
variabelnya saja, misal umur, atau bisa dihitung banyaknya teman yang dimiliki. Jadi ada
variabel yang nilainya bisa diperoleh berdasarkan pengukuran (measurement) dan ada pula
yang bisa diperoleh melalui penghitungan (counting). Jenis-Jenis variabel, dapat diuraikan
sebagai berikut:
a. Variabel Kontinu
Variabel yang memiliki nilai sembarang, baik berupa nilai bulat maupun pecahan,
diantara dua nilai tertentu atau variabel yang mengambil seluruh nilai dalam suatu interval.
Contoh: berat badan, tinggi, luas, pendapatan, dsb. Berat badan dapat ditulis 45 kg;
15 kg; atau 52,125 kg.

Modul Process / Pengolahan 13


Diklat Statistik Sektoral

b. Variabel Diskrit
Konsep yang nilainya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimal di
belakang koma. Variabel Diskrit ini sering juga disebut sebagai variabel kategori. Bila dalam
satu variabel tersebut mempunyai dua kategori saja maka variabel tersebut dinamakan
variabel dikhotom.
Contoh dikhotom seperti: Jenis kelamin Laki-laki, Perempuan;Status perkawinan Kawin,
tidak kawin. Adapun contoh Politom yaitu Tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, PT Jumlah
Anak 1, 2, 3, 4.
c. Variabel Dependen dan Independen
Variabel independen (independent variable) adalah tipe variabel yang menjelaskan atau
mempengaruhi variabel yang lain. Variabel dependen (dependent variable) adalah tipe
variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Kedua tipe variabel ini
merupakan kategori variabel penelitian yang paling sering digunakan dalam penelitian
karena mempunyai kemampuan aplikasi yang luas.
Contoh, ada hubungan antara konsumsi dan pendapatan, di mana dengan bertambahnya
pendapatan, konsumsi juga akan bertambah, maka Konsumsi merupakan variabel dependen
(terikat dengan pendapatan), sedanglan Pendapatan adalah variabel independen (variabel
bebas)
d. Variabel Moderator dan Random
Variabel moderator merupakan variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan
memperlemah) hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel Moderator
disebut juga variabel independen kedua. Sedangkan untuk menggambarkan hasil-hasil
percobaan sebagai nilai-nilai numerik secara sederhana kita menggunakan apa yang disebut
sebagai variabel acak/variabel random. Jadi variabel acak dapat didefinisikan sebagai
deskripsi numerik dari hasil percobaan.
Contoh, variabel yang mempengaruhi kebutuhan(demand) terhadap ikan (Y) adalah harga
ikan (X1), pendapatan (X2), dan harga daging (X3). Ketiga variabel tersebut adalah variabel
utama. Jika umur (X4) juga berpengaruh, tetapi bukanlah sebagai penyebab utama, maka
umur (X4) ini lah yang disebut dengan variabel moderator. Disamping variabel tertentu yang
nyata mempengaruhi variabel dependen, masih terdapat variabel lain yang tidak

Modul Process / Pengolahan 14


Diklat Statistik Sektoral

dimasukkan dalam persamaan hubungan di atas. Variabel ini dinamakan variabel random,
dan pengaruhnya dapat dilihat berdasarkan error yang timbul dalam mengadakan estimasi.
e. Variabel Aktif
variabel bebas yang dimanipulasikan oleh peneliti. Contoh variabel ini adalah, jika peneliti
memanipulasikan metode mengajar, cara menghukum mahasiswa, maka metode mangajar
dan cara menghukum, adalah variabel aktif, karena variabel ini dapat dimanipulasikan
f. Variabel Atribut
Variabel yang tidak dapat atau sukar untuk dimanipulasi. Variabel atribut umumnya
merupakan karakteristik manusia seperti intelegensia, jenis kelamin, status sosial,
pendidikan, sikap, dan sebagainya.

Modul Process / Pengolahan 15


Diklat Statistik Sektoral

BAB III
PROSES PENGOLAHAN DATA

Tahapan proses atau pengolahan data menentukan seberapa jauh tingkat akurasi
dan ketepatan data statistik yang dihasilkan. Tahap ini mendeskripsikan persiapan data
sebelum data tersebut dianalisis dan didiseminasikan sebagai output. Pada tahap ini, data
yang digunakan merupakan data final hasil pengumpulan data.
A. Melakukan Integrasi Data
Integrasi data adalah aktivitas yang bertujuan menggabungkan data yang berasal
dari dua atau lebih sumber data. Dengan kata lain, data hasil pengumpulan data yang
disimpan secara terpisah akan digabungkan sebelum diolah lebih lanjut. Data dalam hal ini
bisa berupa dokumen hasil pencacahan atau dalam bentuk lain sesuai dengan tools yang
digunakan dalam pengumpulan data. Data yang digabungkan dapat berasal dari sumber
internal dan eksternal.
Data internal adalah data yang diperoleh dari dalam organisasi penyelenggara
kegiatan statistik, sedangkan data eksternal adalah data yang diperoleh dari luar organisasi
penyelenggara kegiatan statistik.
Data yang telah diintegrasikan lalu dicatat dalam suatu daftar penerimaan data
oleh unit kerja yang melaksanakan penerimaan data. Kegiatan penerimaan data meliputi:
1. Menerima data dari petugas lapangan/pengumpul data;
2. Memeriksa kelengkapan jumlah data;
3. Membuat laporan perkembangan penerimaan [Link] Jenis Data
B. Melakukan klasifikasi
Pengklasifikasian atau pengelompokkan dokumen (batching) merupakan proses
pengelompokan dokumen hasil pengolahan. Pengelompokan dapat dilakukan menurut jenis
dokumen dan wilayah, misalnya dokumen dikelompokkan menurut desa atau kecamatan.
Dokumen yang telah dikelompokkan lalu disimpan dengan menyusun dokumen pada
tempat penyimpanan dan pengelolaan dokumen agar mudah diambil apabila diperlukan
pada tahapan pemeriksaan, pengkodean, dan penginputan data serta mudah pula
dikembalikan ke tempat penyimpanan semula.

Modul Process / Pengolahan 16


Diklat Statistik Sektoral

Kegiatan penyimpanan dokumen meliputi:


• Menyusun dokumen pada tempat penyimpanan sehingga dokumen mudah
dicari;
• Menyiapkan dan memberikan dokumen kepada petugas editing/coding dan
petugas data entry;
• Menerima dan menyimpan kembali dokumen dari petugas editing/coding
dan petugas data entry.

C. Melakukan Pemeriksaan, Pengkodean, dan Penginputan


Editing merupakan proses pemeriksaan pada isian dokumen hasil pencacahan
dengan memperhatikan kaidah-kaidah editing yang telah ditetapkan. Hasil editing sangat
mempengaruhi kualitas data dan proses pengolahan selanjutnya.
Berbagai informasi yang sekiranya meragukan seharusnya sudah dapat dideteksi
sejak dilakukan editing sehingga akan memperlancar kegiatan pengolahan selanjutnya.
Proses editing meliputi pemeriksaan:
1. Kelengkapan pengisian
Dokumen hasil wawancara harus terisi lengkap sesuai daftar pertanyaan yang ada.
Setiap pertanyaan yang diajukan harus mempunyai jawaban, sekalipun jawaban itu
berbunyi “TIDAK TAHU” atau “TIDAK ADA PENDAPAT” atau “”TIDAK MENJAWAB”. Apabila
terdapat jawaban yang kosong, kemungkinan pewawancara lupa menanyakan pertanyaan
tersebut atau lupa menulis jawabannya. Jawaban yang kosong akan menimbulkan
kebingungan dalam pengkodean (coding).
Ketidaklengkapan isian akan menyebabkan kurangnya informasi yang dibutuhkan.
Oleh karena itu tahap awal pada pemeriksaan dokumen adalah memeriksa kelengkapan
isian, sehingga pertanyaan yang belum terisi dapat dilengkapi oleh pengumpul data, jika
memungkinkan dilakukan kunjungan ulang ke sumber data.
2. Kejelasan isian (dapat dibaca)
Kejelasan isian dokumen juga harus diperhatikan, baik isian yang berbentuk tulisan
maupun yang berbentuk angka. Ketidakjelasan tulisan maupun angka dapat menyebabkan
kesalahan informasi yang diperoleh. Tulisan yang buruk atau acak-acakan atau sukar dibaca

Modul Process / Pengolahan 17


Diklat Statistik Sektoral

dapat mempersulit pengolahan data. Kejelasan isian termasuk juga kejelasan makna
jawaban. Pewawancara perlu menuliskan jawaban dengan pola kalimat yang lengkap, jelas,
logis, serta sistematis mengikuti pola subjek, predikat, obyek, dan keterangan.
3. Kesalahan isian
Kesalahan isian merupakan hal yang harus dihindari seperti dalam kesalahan kode
(laki-laki berkode 1, namun ditulis kode 2 yang merupakan kode untuk perempuan). Selain
itu, data harus dicatat dalam satuan-satuan sesuai yang diinginkan dalam kuesioner.
Kesalahan satuan akan mengakibatkan kesalahan data yang dihasilkan termasuk kesalahan
dalam analisis data. Sebagai contoh apabila data mengenai luas tanah ditetapkan untuk
diukur dalam satuan hektar;
maka jangan sampai pada kuesioner ditulis lagi dalam satuan ukuran lain
(meterpersegi, kubik, atau lainnya).
4. Konsistensi isian dan relevansi jawaban
Konsistensi isian merupakan kondisi isian dokumen sesuai pertanyaan yang terkait
satu dengan lainnya. Petugas harus memeriksa apakah isian jawaban suatu pertanyaan
konsisten dengan isian jawaban pertanyaan lain. Ini juga harus diperhatikan. Apakah
jawaban-jawaban responden yang dicatat pewawancara cukup logis dan sesuai antara
jawaban di pertanyaan yang satu dengan jawaban lain di pertanyaan yang lain.
Penyebabnya mungkin saja responden berusaha menutup-nutupi sesuatu atau
boleh jadi pewawancara kurang kritis, kurang teliti mencatat jawaban atau bahkan malas
untuk menanyakan lebih lanjut. Jawaban responden yang ada pada dokumen sering kali
tidak atau kurang berkaitan dengan persoalan sebenarnya. Hal ini dapat terjadi apabila
pewawancara kurang cakap merumuskan pertanyaan yang diajukan.
5. Kewajaran isian
Kewajaran isian juga harus diperiksa walaupun isian yang kurang wajar belum dapat
dipastikan data tersebut salah. Pemeriksaan kewajaran ini dilakukan sebagai informasi awal
bahwa isian ini harus dikonfirmasi kebenarannya. Biasanya peneliti membuat suatu batasan
kewajaran data dengan membuat suatu range nilai setiap variabel. Namun demikian ada
kalanya pada suatu wilayah tertentu dapat terjadi diluar range tersebut. Misalnya harga

Modul Process / Pengolahan 18


Diklat Statistik Sektoral

suatu barang berkisar 5000 – 9000 per unit, tetapi di suatu wilayah dapat terjadi harga
diatas 9000 yang disebabkan karena barang di wilayah tersebut langka.
Petugas editing perlu teliti dalam memeriksa kelengkapan, kewajaran, dan
konsistensi antar rincian satu dengan rincian yang lainnya. Jika menemui kejanggalan isian,
dapat melaporkan ke pengawas editing agar dapat diambil tindakan seperlunya atau
mengembalikan dokumen tersebut ke petugas lapangan agar diperbaiki.
Setelah proses editing, maka tahap berikutnya adalah penyandian dokumen
Penyandian (coding) merupakan kegiatan mengubah data berbentuk huruf menjadi data
berbentuk angka/bilangan. Pengkodean data dilakukan untuk memberikan kode yang
spesifik pada respon jawaban responden untuk memudahkan proses pencatatan data.
Misalnya untuk variabel pekerjaan dilakukan coding 1 = Pegawai Negeri, 2 = Wiraswasta, 3 =
Pegawai Swasta dan 4 = Pensiunan. Jenis kelamin: 1 = Pria dan 2 = Wanita, dan sebagainya.
Kegunaan dari coding adalah untuk mempercepat pada saat input data dan mempermudah
pada saat analisis data. Setelah proses pemeriksaan dan pengkodean data secara individu
untuk setiap dokumen dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah memasukan data ke
aplikasi input data yang telah dibangun pada tahap implementasi dan telah sesuai dengan
kaidah validasi instrumen pengumpulan data. Dalam melakukan input data, sebaiknya
dibentuk koordinator dan petugas/operator kegiatan input data. Ketersediaan komputer PC
menjadi dasar penetapan jumlah operator input data.
D. Pengolahan data dengan Ms. Excel
D.1. Entri Data
Pada Microsoft Excel kita bisa membuat aplikasi sederhana untuk entri data dalam bentuk
form. Dengan format form tampilan akan lebih menarik karena hanya muncul satu kolom yang
awalnya berasal dari beberapa kolom.
Langkah detailnya :Sebelum membuat form, tampilkan dahulu icon form lewat Customize
Quick Access Toolbar.

Modul Process / Pengolahan 19


Diklat Statistik Sektoral

Langkah selanjutnya, buat field-field data apa saja yang kita butuhkan.

Kemudian blok sel range tersebut dan klik icon form. Dan hasilnya seperti gambar di bawah
ini.

Dari form yang sudah dibuat maka kita akan lebih mudah saat melakukan proses entri data.

D.2. Validasi Data di Excel


Salah satu fitur yang sering digunakan dalam penyajian laporan adalah validasi data.
Validasi data dapat diterapkan untuk semua tipe data yang diolah Excel. Kita dapat menerapkan
aturan-aturan tertentu sesuai kebutuhan untuk memberlakukan validasi data.

Modul Process / Pengolahan 20


Diklat Statistik Sektoral

Untuk mengaktifkan validasi data dapat menggunakan menu Data>Data Validation.


Langkah Detailnya :
Blok sel-sel yang akan diterapkan validasi data. Pada menu Data Tools, klik Data Validation.

Pada tab Settings pilih Whole Number, isi batas nilai yang dikehendaki pada kolom
minimum dan maksimum.

Kemudian klik di tab Error Alert, isikan pesan jika terjadi tidak valid data dan akhiri dengan
menekan tombol OK.

Modul Process / Pengolahan 21


Diklat Statistik Sektoral

Untuk mencoba validasi data yang diterapkan, isi misalkan dengan nilai negatif kemudian
tekan Enter.

Pesan bahwa nilai yang dimasukkan tidak valid akan muncul. Tekan tombol Retry untuk
merubah nilai yang valid.

D.3. Tabel
a. Jenis Tabel
Membuat tabel, membuat garis pembatas/bingkai, sebenarnya kita telah belajar membuat
tabel, tapi pada bagian ini kita akan membuat tabel dengan memanfaatkan fasilitas yang telah
disediakan oleh Excel yang dikenal dengan Autoformat. Dengan fasilitas ini, Excel telah menyediakan

Modul Process / Pengolahan 22


Diklat Statistik Sektoral

berbagai macam format tabel, kita tinggal memilih dan memanfaatkannya saja. Berikut cara
menggunakan fasilitas ini :
Blok range data yang akan dibuat tabelnya. Pilih menu Format As Table.

Klik salah satu model tabel yang diinginkan.

Klik OK untuk menutup jendela ini. Maka range yang disorot tadi akan diubah sesuai
dengan tabel yang anda pilih.

Modul Process / Pengolahan 23


Diklat Statistik Sektoral

b. Pivot Tabel
Pivot Table adalah sebuah tabel interaktif yang dalam waktu singkat mampu menampilkan
ringkasan data dalam jumlah yang besar. Pivot Table bukan hanya memutar sumbu tabel, tetapi
mampu melakukan kalkulasi setiap item yang dibutuhkan menggunakan cara dan perhitungan sesuai
pilihan kita.
Untuk mengaktifkan pivot tabel dapat menggunakan menu Insert>Pivot Tabel.

Langkah-langkah menggunakan fasilitas ini :


Blok range data yang akan dibuat tabel pivotnya. Pilih menu Insert > Pivot Table >
PivotTable. Kemudian pilih hasil tabel pivot akan ditempatkan.

Modul Process / Pengolahan 24


Diklat Statistik Sektoral

Kemudian pilih field yang akan ditempatkan pada Columns Labels, Row Labels dan Values.

Hasil pengaturan dari pivot tabel di atas adalah sebagai berikut:

Modul Process / Pengolahan 25


Diklat Statistik Sektoral

D.4. Grafik
Grafik merupakan bentuk penyajian lain dari data sehingga akan mudah dimengerti ketika
seseorang menganalisa suatu data. Selain dalam bentuk tabel, laporan juga dapat disajikan dalam
bentuk grafik. Grafik pada Excel dapat disajikan dalam banyak bentuk dengan sudut elevasi dan
perputaran yang kita dapat atur sesuai kebutuhan. Disamping itu, langkah-langkah di dalam
pembuatan grafik sudah disediakan Excel dalam 4 langkah Wizard. Cara mengaktifkannya wizard
tersebut adalah klik icon Chart atau klik menu Insert – Chart.
a. Jenis Grafik
Salah satu fungsi unggul dalam Microsoft Excel adalah kita dapat melihat hasil tabel diubah
menjadi ke dalam grafik dengan cepat. Microsoft Excel menyediakan berbagai macam bentuk grafik
yang mencakupi Line, XY, Column, Bar, Batang, Area, Stock, dan sebagainya. Grafik dapat dilihat
dalam menu INSERT sebagai berikut.

Setelah klik tombol , maka akan muncul menu sebagai berikut :

Setelah masuk ke Insert Chart, maka silakan pilih jenis grafik yang anda inginkan sesuai
selera anda. Jika sudah terpilih jenis Chart yang anda inginkan, silakan klik OK. Namun, karena

Modul Process / Pengolahan 26


Diklat Statistik Sektoral

membuat grafik perlu sebuah tabel data untuk menampilkan grafiknya. Sehingga, silakan ikuti
latihan berikut ini.
Latihan 1
Ketiklah tabel dibawah ini dalam worksheet baru anda! Simpan dengan nama file
[Link].

Contoh Hasil a). adalah sbb :

Latihan 2
Ketiklah tabel berikut dan simpan dengan nama Anda.

Modul Process / Pengolahan 27


Diklat Statistik Sektoral

Laporan Penyewaan Buku


300

Jumlah
JANUARI
200
100 FEBRUARI
0
MARET
APRIL

Gambar. Grafik Dari Data Tabel

b. Pivot Grafik
Microsoft excel menyediakan fasilitas untuk membuat grafik pada form dengan Pivot
Chart. Sebelum membuat grafik kita harus membuat table sebagai data source grafik, Langkah
detailnya sebagai berikut:
Blok range data yang akan dibuat grafik pivotnya. Pilih menu Insert > PivotTable >
PivotChart. Kemudian pilih hasil grafik pivot akan ditempatkan.

Kemudian pilih field yang akan ditempatkan pada Legends Fields (Series), Axis Fields
(Categories) dan Values.

Modul Process / Pengolahan 28


Diklat Statistik Sektoral

Hasil pengaturan dari grafik pivot di atas adalah sebagai berikut:

Kita bisa mengubah type grafik dengan klik bagian grafik yang mau diformat kemudian klik
Change Chart Type pada PivotChart Tools tab Design.

Modul Process / Pengolahan 29


Diklat Statistik Sektoral

Untuk mengatur layout untuk setiap bagian grafik misalnya Title, Categori Axis, atau plot
area, klik bagian grafik yang mau diformat, kemudian pada PivotChart Tools tab Layout. Akan muncul
dialog untuk mengatur bagian yang terpilih.

Hasil akhir untuk grafik seperti di bawah:

D.5. Memeriksa Duplikasi Input Data


Dalam menginput data, tidak jarang terjadi duplikat entri. Dengan adanya duplikat entri
akan mengakibatkan hasil analisis menjadi tidak baik, sehingga pengolah data harus
mengindentifikasi adanya dulpikat entri. Berikut ini cara untuk mengindentifikasi adanya duplikat
entri.
Pilih kolom yang akan diidentifikasi.
Pada menu Home, klik Conditional Formating -> Highligt Cell Rules -> Duplicate Values

Modul Process / Pengolahan 30


Diklat Statistik Sektoral

Pada penjelasan diatas, hanya akan menampilkan data-data yang terjadi duplikat dengan
diberikan highlight tetapi tidak menghapus data yang duplikat. Dalam proses analisis data, perlu
untuk tidak menyertakan data yang duplikat, sehingga data yang duplikat harus dihapus. Berikut ini
cara untuk menghapus data yang duplikat.
• Klik Filter Advanced pada menu Data
• Pilih kolom yang akan diperiksa duplikat entrinya pada isian List range dan centang
Unique records only
• Setelah itu klik tombol OK,

Modul Process / Pengolahan 31


Diklat Statistik Sektoral

D.6. Ukuran Pemusatan Data


Terdapat beberapa ukuran dalam analisis ukuran pemusatan data. Pada modul ini hanya
akan dibahas ukuran rata-rata, modus, dan median yang dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.
a. Rata-rata
Pilih sel yang kosong, ketikkan =AVERAGE().

Modul Process / Pengolahan 32


Diklat Statistik Sektoral

Didalam tanda kurung diisikan kolom yang akan dihitung rata-ratanya.


b. Modus
Pilih sel yang kosong, ketikkan =MODE().
Didalam tanda kurung diisikan kolom yang akan dihitung modusnya.
C. Median
Pilih sel yang kosong, ketikkan =MEDIAN().
Didalam tanda kurung diisikan kolom yang akan dihitung mediannya.

Modul Process / Pengolahan 33


Diklat Statistik Sektoral

Modul Process / Pengolahan

Penyusun
Budi Subandriyo, [Link]., [Link]

Eko Yulian, [Link]., [Link]

Edisi Pertama

Oktober, 2019

Pusat Pendidikan dan Pelatihan


Badan Pusat Statistik
Jakarta
Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Badan Pusat Statistik

Jalan Raya Jagakarsa No.70, Jakarta Selatan, 12620

[Link] (021) 7873781 - 83

pusdiklat@[Link] (021) 7873955

Common questions

Didukung oleh AI

High-quality statistical data must be objective, meaning it accurately reflects reality without biases; representative, indicating it accurately mirrors the surveyed population; reliable, consistently yielding the same results under similar conditions; and valid, measuring exactly what it purports to measure. Good data quality also means being systematically collected with established procedures to ensure comparability over time. Such characteristics are vital for credible analysis and decision-making .

Microsoft Excel supports data processing and analysis by providing comprehensive tools for data entry, validation, tabulation, and graphical representation. Excel allows users to create forms for streamlined data entry, perform data validation to ensure input accuracy, create tables and pivot tables for dynamic data analysis, and generate various types of charts for visual data presentation. These features enable detailed and insightful data analysis compliant with statistical requirements .

Data refers to raw, unprocessed facts and figures without context. Information is data that has been processed and organized in a way that adds meaning, relevance, and understanding, thereby increasing the user's knowledge. Data becomes information through selection, ordering, analysis, and interpretation that are pertinent to specific issues. Information is used to explain or reduce uncertainty in decision-making .

The document outlines that market surveys should follow correct procedures, employ appropriate data collection techniques, and apply rigorous analysis consistent with statistical standards. These methodologies are critical in developing business strategies, such as identifying market share, understanding customer demographics and preferences, and determining suitable market entry points, thereby reducing risk and supporting informed decision-making .

Statistical education and capacity building play a crucial role in enhancing statistical sector management by equipping individuals with the necessary skills to process, analyze, and interpret data effectively. Training modules, such as those involving data processing with Excel, enable practitioners to replicate data handling methods in their workflows, thereby improving the accuracy and reliability of sectoral statistics. Ultimately, this leads to improved decision-making and operational efficiency within government agencies .

According to Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 on Statistics, the management of statistics is categorized into three types: basic statistics, sectoral statistics, and special statistics. Basic statistics are managed by the Badan Pusat Statistik (BPS), sectoral statistics by government agencies other than BPS, and special statistics by the community, including individuals and private organizations. Consequently, managing statistical affairs at the regional government level falls under sectoral statistics .

A proper data coding process is crucial as it transforms qualitative data into quantitative formats by assigning numerical values to responses. This process simplifies data entry and analysis, making it easier to perform statistical operations and visualizations. Coding aids in reducing input error and enhances efficiency in data handling, which is essential for accurate data analysis and subsequent decision-making processes .

Statistical indices provide quantifiable measures of socio-economic conditions, such as the Human Development Index, Gender Empowerment Index, and Happiness Index. These indices allow for the assessing and comparing socio-economic, political, and environmental status across different regions and over time, assisting policymakers in evaluating progress and creating focused interventions to improve societal well-being .

Under Perpres No. 39 Tahun 2019 about Satu Data Indonesia, BPS's role extends beyond organizing basic statistics to also fostering statistical activities. BPS is responsible for preparing adequate resources to support sectoral statistics, which includes enhancing human resource capabilities within sectoral statistics management .

The main components of data validation and editing include consistency, relevance, and fairness of responses, as well as the absence of duplication. Consistency ensures that responses align logically with one another; relevance ensures that answers relate to posed questions; fairness examines whether responses are within a reasonable range; and duplication must be checked to ensure each entry is unique. These steps are crucial in validating data to prevent errors during analysis .

Anda mungkin juga menyukai