0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan8 halaman

Sumbatan Parsial pada Saluran Napas

Dokumen ini membahas prosedur penanganan sumbatan benda asing pada saluran pernapasan untuk dewasa dan bayi, baik yang sadar maupun tidak sadar. Prosedur meliputi evaluasi, manuver Helimlich dan CPR, serta tindak lanjut pengawasan.

Diunggah oleh

Rizky Salsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan8 halaman

Sumbatan Parsial pada Saluran Napas

Dokumen ini membahas prosedur penanganan sumbatan benda asing pada saluran pernapasan untuk dewasa dan bayi, baik yang sadar maupun tidak sadar. Prosedur meliputi evaluasi, manuver Helimlich dan CPR, serta tindak lanjut pengawasan.

Diunggah oleh

Rizky Salsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSEDUR SBA

SUMBATAN BENDA ASING

Oleh :

Silvia Dwi Rahayu

20613396

Praktikum Laboratorium Keperawatan Dasar

Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Ponorogo

2021/2022
Lembar Pengesahan Pembimbing

Nama : Silvia Dwi Rahayu

Judul : Prosedur SBA (Sumbatan Benda Asing)

Tanggal : Rabu, 27 April 2022

Disusun untuk memenuhi tugas praktikum laboratorium Keperawatan Dasar di Laboratorium


Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Pembimbing Penyusun

Fillia Icha S, [Link].,Ns.,[Link] Silvia Dwi Rahayu


Resume

1. Pengertian
Benda asing dalam suatu organ merupakan benda yang berasal dari luar
tubuh maupun dari dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada. Benda asing
yang berasal dari luar tubuh dikenal dengan benda asing eksogen yang biasanya
masuk melalui hidung atau mulut. Sedangkan yang berasal dari dalam tubuh dikenal
dengan benda asing endogen (Yunizaf, 2012)
Benda asing eksogen contohnya seperti biji-bijian, tulang, jarum, paku,
peniti, kelereng, manik, pluit, batu, dll (Yunizaf, 2012). Sementara itu, benda
asing endogen berupa sekret kental, bekuan darah, krusta membran difteri, cairan
amnion, dan mekonium (Klarisa & Elvie, 2014). Benda-benda asing yang sering
ditemukan biasanya makanan, mainan, dan peralatan rumah tangga yang
berukuran kecil. Pada orang dewasa berupa bahan atau makanan yang tidak dapat
dicerna, seperti biji buah-buahan, gigi palsu, tulang ikan, atau potongan daging
yang melekat pada tulang, sedangkan pada anak-anak yang paling sering adalah
uang logam (Kornia dkk., 2013).
2. Tujuan
1. Mengenal dan mendiagnosis benda asing pada saluran napas
2. Mampu memberikan pengobatan benda asing pada saluran napas
3. Mampu memberikan penyuluhan mengenai benda asing pada saluran napas
3. Klasifikasi
Sumbatan jalan nafas
1. Sumbatan jalan nafas atau airway obstruction adalah tersumbat nya saluran
pernapasan akibat benda asing atau penyempitan saluran karena berbagai aspek
2. Klasifikasi sumbatan jalan napas berdasarkan derajat sumbatan, Sumbatan jalan
napas dibagi atas:
- Sumbatan total
- Sumbatan Parsial
3. Sumbatan jalan napas dapat terjadi parsial atau total dimana dapat menghalangi
udara masuk ke dalam paru Sumbatan jalan napas parsial hanya menyumbat
sebagian dari jalan napas
- Masih ada pertukaran udara
- Korban masih sadar dan dapat batuk sekeras-kerasnya
4. Indikasi
Indikasi penanganan tersedak dapat terjadi pada bayi, anak, dewasa hingga lansia.
Kejadian tersedak ditandai dengan onset yang tiba-tiba, gangguan pernapasan yang
terkait dengan batuk, kesulitan untuk bernapas atau berbicara, stridor, sianosis,
menggenggam atau menggapai tenggorokan (dikenal juga sebagai ‘tanda tersedak
universal’), tidak ada tanda-tanda penyakit lainnya, dan biasanya ada petunjuk seperti
riwayat makan atau bermain dengan barang-barang kecil segera sebelum timbulnya
gejala).
Jika obstruksi jalan napas korban parsial, korban mungkin masih dapat berbicara,
batuk, dan bernapas.[1,2] Kejadian tersedak dapat terjadi pada keadaan disaksikan
atau tidak disaksikan. Kejadian tersedak yang disaksikan sangat mudah untuk dikenali
dan pada kejadian tersedak yang tidak disaksikan pasien kerap tidak dapat bercerita
apa yang telah terjadi. Misalnya, pada saat kejadian tersedak anak sedang bermain,
dapat dicurigai bahwa kemungkinan terbesarnya adalah terjadinya sumbatan jalan
napas oleh mainan atau pada orang dewasa ketika sedang makan terjadi kejadian
tersedak, dapat dicurigai bahwa terjadi kejadian tersedak.
5. Kontraindikasi
Kontraindikasi absolut penanganan tersedak prosedur abdominal thrust adalah pada
anak kurang dari 1 tahun. Beberapa kontraindikasi relatif penanganan tersedak
prosedur abdominal thrust adalah pada wanita hamil dan pasien obese
Sebelum prosedur bronkoskopi dilakukan, perlu adanya penilaian manfaat-risiko pada
masing-masing kasus. Jika risiko lebih besar daripada manfaat, maka bronskoskopi
tidak dianjurkan
6. SOP Asuhan Persalinan Normal

PROSEDUR SBA
SUMBATAN BENDA ASING

LANGKAH SBA DEWASA SADAR


Korban Tanyakan: “Apakah anda tersedak?”
sadar Korban mengiyakan dengan mengangguk. Penolong menawarkan
bantuan: “Saya dapat membantu”
Evaluasi
Manuver Berdiri dibelakag korban. Letakkan satu tungkai diantara kedua
Helimlich tungkai korban Tentukan landmark:
(Ukuran 1. Lingkaran lengan pada dada dibawah ketiak korban
Tubuh Biasa) 2. Buat kepalan tangan
3. Letakkan sisi ibu jari kepala tangan ke pertengahan tulang
dada korban
4. Genggam kepalan tangan dengan tangan yang lain dan
berikan hentakan ke belakang
5. Periksa bilamana benda asing keluar setiap rangkaian 5
chest thrust
6. Ulangi hentakan sampai benda asing keluar atau korban tida
sadar

LANGKAH SBA DEWASA TIDAK SADAR


Evaluasi Ketika korban tida sadar. Lakukan langkah-langkah berikut:
1. Posisikan korban ditempat datar dan keras
2. Evaluasi respon korban
3. Panggil ambulan 118
A: Airway Buka jalan napas: Head Tilt-Chin lift
(Jalan Napas) Periksa jalan napas dan keluarkan semua benda asing yang terlihat
B: Breathing Periksa pernapasan: Melihat, mendengarkan, merasakan (sekitar 10
(Pernapasan) detik) Bila tida ada napas, berikan ventilasi (yang pertama)
Bila jalan napas tersumbat, reposisi kepala korban Berika ventilasi
(yang kedua)
Bila jalan napas masih tersumbat, keluarkan sumbatan dengan:
1. Melakukan 30 kompresi dada (landmark da teknik serupa
dengan RJP dewasa) Ulangi langkah A bila benda asing
terlihat
2. Keluarkan dengan jari, lanjutkan ke B
3. Lakukan 2 kali ventilasi, dan bila mana masih tersumbat
ulangi usaha mengeluarkan sumbatan dengan 30 kompresi
dada
Ulangi langkah-langkah tersebut sampai jalan napas tidak
tersumbat (ventilasi berhasil)
C: Evaluasi nadi dan tanda-tanda sirkulasi korban tiap 5 sikluss RJP
Circulation 30:2 Bila nadi tidak teraba (nadi sulit dievaluasi dan korban tidak
(Sirkulasi) menunjukkan tanda- tanda sirkulasi, dianggap sebaia henti jantung)
lanjutkan RJP 30:2Bila nadi teraba, periksa pernapasan korban
Rescue Bila tidak ada napas lakukan rescue breathing dengan hitungan:
Breathing tiup, satu ribu, dua ribu, tiga ribu, empat ribu, tiup
Berikan 12 kali tiupan tiap menit Ulangi langkah evaluasi setelah 1
menit
Posisi Bila napas ada dan adekuat, letakkan korban pada posisi recovery.
Recovery Monitor nadi,
tanda-tanda sirkulasi dan pernapsan tiap beberapa menit

LANGKAH SBA BAYI SADAR


Bayi Sadar Evaluasi tanda-tanda obstruksi jalan napas total (tersedak)
Evaluasi 1. Respon bayi
2. Buka jalan napas; Head Tilt-Chin :ift
3. Periksa jalan napas dan keluarkan semua benda asing yang
terlihat
4. Periksa pernapasan: Melihat, mendengarkan, merasakan
5. Bila tidak ada napas, berikan ventilasi (pertama)
6. Bila jalan napas tersumbat, reposisi kepala
7. Berikan ventilasi (kedua)
8. Bila jalan napas bayi tetap tersumbat, usahakan
membebeaksna sumbatan jalan napas dengan segera
Blackblow & Letakkan kepala dan tubuh bayi diantara kedua lengan anda dengan
Chest Thrust menggunakan manuver Sandwich
1. Tundukkan kepala bayi da letakkan lengan anda pada paha
2. Jaga agar kepala bayi lebih rendah dari badannya
3. Lakukan 5 back blow dengan kuat menggunakan tumit
telapak tangan diantara dua tulang belikat
4. Tahan kepala dan badan bayi diantara kedua lengan anda
dengan manuver Sandwich setelah melakukan 5 backblow
5. Jaga agar kepal bayi lebih renah dari badannya
6. Berikan 5 chest thrust pada separuh bawah sternum (tulang
dada) sambil menghitung dengan keras 1,2,3,4,5 (landmark
untuk chest thrust sma dengan RJP bayi)
Evaluasi Periksa bilamana benda asing keluar setiap selesai satu rangkaian 5
back blow dan 5 chest thrust
Keluarkan dengan jari kelingking andabila benda asing terlihat
dimulut
1. Bila benda asing dapat dikeluarkan, evaluasi nai, tanda-
tanda sirkulasi da pernapasan
2. Bila jalan napas tetap tersumbat dan bayi masih sadar,
ulangi rangkaian 5 back blow da 5 chest thrust sampai
benda asing keluar atau bayi tida sadar

LANGKAH SBA BAYI TIDAK SADAR


Evaluasi Ketika korba tida sadar. Lakukan langkah-langkah berikut:
1. Posisikan korban ditempat datar dan keras
2. Evaluasi respon korban
3. Panggil ambulan 118
A: Airway Buka jalan napas: Head Tilt-Chin lift
(Jalan Napas) Periksa jalan napas dan keluarkan semua benda asing yang terlihat
B: Breathing Periksa pernapasan: Melihat, mendengarkan, merasakan (sekitar 10
(Pernapasan) detik) Bila tida ada napas, berikan ventilasi (yang pertama)
Bila jalan napas tersumbat, reposisi kepala bayi Berika ventilasi
(yang kedua)
Bila jalan napas masih tersumbat, keluarkan sumbatan dengan:
1. Melakukan 30 kompresi dada (landmark dan teknik serupa
dengan RJP bayi)
Ulangi langkah A
Bila benda asing terlihat:
2. Keluarkan dengan jari, lanjutkan ke B
3. Lakukan 2 kali ventilasi, dan bilamana masih tersumbat
ulangi usaha mengeluarkan sumbatan dengan 30 kompresi
dada
Ulangi langkah-langkah tersebut sampai jalan napas tidak
tersumbat (ventilasi berhasil)
C: Evaluasi nadi dan tanda-tanda sirkulasi korban tiap 5 sikluss RJP
Circulation 30:2 Bila nadi tidak teraba (nadi sulit dievaluasi dan korban tidak
(Sirkulasi) menunjukkan tanda- tanda sirkulasi, dianggap sebaia henti jantung)
lanjutkan RJP 30:2 Bila nadi teraba, periksa pernapasan korban
Rescue Bila tidak ada napas lakukan rescue breathing dengan hitungan:
Breathing tiup, satu ribu, dua ribu, tiga ribu, empat ribu, tiup
Berikan 12 kali tiupan tiap menit Ulangi langkah evaluasi setelah 1
menit
Posisi Bila napas ada dan adekuat, letakkan korban pada posisi recovery.
Recovery Monitor nadi, tanda-tanda sirkulasi dan pernapsan tiap beberapa
menit

Anda mungkin juga menyukai