RPP Pembelajaran Ikatan Kimia Kelas X
RPP Pembelajaran Ikatan Kimia Kelas X
A. Kompetensi Inti
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,
dan proaktif; sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah.
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
[1]
3.5.5 Menganalisis proses terbentuknya ikatan kovalen
(tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga serta
kovalen koordinasi).
3.5.6 Merumuskan senyawa yang terbentuk ke dalam
senyawa ion atau kovalen.
3.5.7 Menganalisis perbedaan ikatan kovalen polar dan
kovalen nonpolar
3.5.8 Menganalisis proses pembentukan ikatan logam
serta sifat-sifat fisika logam
3.5.9 Membandingkan ikatan ion dan kovalen ditinjau
dari sifat fisika berdasarkan eksperimen
sederhana
B. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima
elektron dan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia, memprediksi
proses terbentuknya ikatan ion, dan menyimpulkan senyawa yang berikatan ion dalam
kehidupan sehari-hari melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) serta
pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) dengan menggali
informasi dari berbagai sumber belajar (Literasi), penyelidikan sederhana dan mengolah
informasi, diharapkan peserta didik dapat terlibat secara aktif selama proses belajar mengajar
berlangsung, memiliki sikap jujur, ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan, dan
bertanggungjawab (PPK) dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran
dan kritik (Komunikasi), serta dapat menganalisis dengan teliti dan menyajikan data hasil
pengamatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta dapat
memecahkan permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari (Kompetensi Abad 21 - 4C,
TPACK, HOTS).
[2]
C. Materi Pembelajaran
1. Faktual : Keberadaan senyawa di alam dalam kondisi stabil dengan ikatan ion
diantaranya garam dapur dan sodium floride dalam pasta gigi
2. Konseptual : Ikatan ion (ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik
elektrostatis antara ion positif dan ion negatif)
3. Prosedural : Langkah-langkah proses pembentukan ikatan ion
4. Metakognitif : Senyawa yang berikatan ion yang digunakan dalam kehidupan seperti
pemanfaatan NaCl pada proses pengawetan
E. Media/Alat Pembelajaran
1. Media : Video pembelajaran dan power point.
2. Alat : LCD proyektor, Laptop.
F. Sumber Belajar
1. Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk Kelas X SMA/MA Kelompok Peminatan IPA Edisi
Revisi. Jakarta: Erlangga
2. Modul pembelajaran
3. Video pembelajaran
[3]
Seperti mengetahui senyawa apa saja dalam kehidupan
seharihari yang ternyata berikatan ion.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Fase 1 : Orientasi Peserta Didik Pada Masalah
1. Guru menyajikan masalah dengan menampilkan gambar pasta
gigi dan kolam renang pada slide PPT
[4]
5. Guru mengarahkan siswa untuk membuka LKPD yang telah
diberikan dan memberikan petunjuk dalam pengisian LKPD.
[5]
2. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan pembelajaran.
3. Guru dan siswa berdoa untuk menutup pembelajaran
(Religius)
4. Guru mengucapkan salam penutup untuk mengakhiri
pembelajaran (Religius).
H. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Pengetahuan : Test Tertulis
b. Penilaian Keterampilan : Non Test
c. Penilaian Sikap : Non Test
2. Bentuk Penilaian
a. Tes tertulis : Pilihan Ganda
b. Unjuk kerja : Lembar Penilaian Diskusi dan Presentasi
c. Sikap : Lembar Observasi Afektif
3. Instrumen penilaian : Terlampir
4. Alat Penilaian : Soal terlampir
[6]
BAHAN AJAR DAN LKPD
A. Identitas Modul
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi Pembelajaran : Ikatan Kimia
B. Kompetensi Dasar
3. 4 . Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan
ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat .
4. 4 . Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik
senyawa ion dan senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat fisika .
2
Garam dapur (NaCl) merupakan contoh dari
senyawa yang dibentuk secara ikatan ion. Apakah
yang dimaksud dengan ikatan ion? Apakah perbedaan
antara ikatan ion dan ikatan kovalen? Anda akan
3
F. Materi Pembelajaran
Pada modul ini, kita akan bersama - sama mempelajari materi yang meliputi:
Kegiatan Belajar Ikatan Ion
1. Kestabilan Atom
a. Pembentukan Ion
b. Penggunaan Pasangan Elektron Bersama
2. Ikatan Ion
a. Pembentukan Ikatan Ion
b. Sifat Senyawa Ion
4
KEGIATAN BELAJAR
IKATAN ION
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat men ganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan
menerima elektron dan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur
gas mulia , memprediksi proses terbentuknya ikatan ion , dan menyimpulkan
senyawa yang berikatan ion dalam kehidupan sehari - hari m elalui model
pembelajaran Problem Based Learning ( PBL) serta pendekatan TPACK
( Technological, Pedagogical, Content Knowledge ) dengan menggali informasi
dari berbagai sumber belajar (Literasi), penyelidikan sederhana dan mengolah
informasi, diharapkan peserta didik dapa t terlibat secara aktif selama proses
belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap jujur, ingin tahu, teliti dalam
melakukan pengamatan, dan bertanggungjawab (PPK) dalam menyampaikan
pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik (Komunikasi), ser ta
dapat menganalisis dengan teliti dan menyajikan data hasil pengamatan untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keratif serta dapat memecahkan
permasalahan yang ada di kehidupan sehari - hari ( Kompetensi Abad 21 - 4C,
TPACK, HOTs ).
5
Air di kolam renang biasanya
ditambahkan kalsium klorida agar tidak
bersifat korosif dan merusak struktur
logam di kolam. Bagaimana senyawa
kalsium klorida dapat dalam air pada
kolam renang terbentuk? Untuk menjawab
pertanyaan - pertanyaan tersebut, marilah
Gambar 3. Kolam renang
kita mulai membahas tentang ikatan ion. Sumber: [Link]
B. Kestabilan Atom
Selain gas mulia, hampir semua unsur yang ada di alam terdapat sebagai
senyawa (gabungan dua unsur atau lebih yang terikat secara ikatan kimia). Semua
ini menunjukkan bahwa di alam unsur - unsur tidak stabil dalam keadaan unsur
bebas. Ketidakstabilan unsur - unsur ini ada hubungannya dengan konfigurasi
elektron yang dimilikinya.
Pada 1916, G.N. Lewis dan Langmuir menyatakan bahwa unsur - unsur gas
mulia sukar berikatan dengan unsur lain maupun dengan unsur sejenis seba b elektron
valensinya sudah penuh. Konfigurasi elektron valensi gas mulia sebanyak 8 elektron
( oktet), kecuali helium 2 elektron (duplet), seperti ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Konfigurasi Elektron Unsur - Unsur Gas Mulia
6
konfigurasi elektron gas mulia. Suatu atom d apat mencapai konfigurasi elektron gas
mulia dengan cara melepaskan elektron valensi, menangkap elektron, atau
menggunakan bersama elektron valensi membentuk pasangan elektron.
1. Pembentukan Ion
Dalam pembentukan ion, suatu atom akan melepas atau mengikat elektron.
Atom - atom yang mempunyai energi ionisasi rendah, misalnya atom - atom dari
unsur golongan IA dan IIA dalam sistem periodik unsur, akan mempunyai
kecenderungan untuk melepaskan elektronnya, sedangkan atom - atom yang
mempunyai afinitas elektron yang b esar, misalnya atom - atom unsur golongan
VIA dan VIIA dalam sistem periodik unsur, akan cenderung mengikat elektron.
Contoh pembentukan senyawa Natrium Fluorida (NaF) yang mana natrium
adalah unsur logam dan fluor unsur non logam
a. Pembentukan ion positif
Ion positif terbentuk ketika suatu atom melepaskan elektron
Contoh 1 :
Contoh 2:
Unsur 2 2 s2 2 p6 3 s2 3 p1, mempunyai
13Al: 1s elektron valensi tiga, sesuai
kaidah oktet unsur ini akan stabil dengan cara melepaskan 3e tersebut
membentuk ion Al 3+ .
3+ + 3e
Al → Al
1 s2 2 s 2 2 p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne)
7
Konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat ialah 10Ne: 2 8. Konfigurasi Ne
dapat dicapai dengan cara menerima satu elektron.
9F (2 7) + e –
→ F – (2 8)
Contoh 2:
Unsur 8O: 1s 2 2 s2 2 p4, mempunyai elektron valensi 6, sesuai kaidah oktet
unsur ini akan stabil dengan cara menyerap 2e membentuk ion O 2- .
2-
O + 2e → O
1 s2 2 s 2 2 p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne)
Jadi untuk mencapai kestabilan, atom - atom yang energi ionisasinya rendah
akan melepaskan elektron sedangkan atom - atom yang afinitas elektronnya tinggi
akan mengikat elektron.
Pada saat atom - atom membentuk ikatan, hanya elektron - elektron pada kulit
terluar yang berperan yaitu elektron valensi.
2. Penggunaan Pasangan Elektron Bersama
Jika masing - masing atom sukar untuk melepa skan elektron (memiliki
keelektronegatifan tinggi), maka atom - atom tersebut cenderung menggunakan
elektron secara bersama dalam membentuk suatu senyawa. Cara Ini merupakan
peristiwa yang terjadi pada pembentukan ikatan kovalen. Misalnya atom fluorin
dan fl uorin, keduanya sama - sama kekurangan elektron, sehingga lebih cenderung
memakai bersama elektron terluarnya.
Pasangan elektron yang dibentuk oleh atom - atom yang berikatan dapat
berasal dari kedua atom yang bergabung atau dapat pula berasal dari salah satu
atom yang bergabung.
C. Ikatan Ion
Ikatan ion (elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik -
menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena kedua ion
tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Ikatan ion terbentuk
antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima
elektron (non logam). Atom yang melepas elektron berubah menjadi ion positif,
sedangkan atom yang menerima elektron menjadi ion negatif. Antara ion - ion yang
berlawanan muatan ini, terjadi tarik - me narik (gaya elektrostatik) yang disebut ikatan
8
ion.
1. Pembentukan Ikatan Ion
Atom - atom yang menyerahkan elektron valensinya kepada atom pasangannya
yang bermuatan positif disebut kation . Adapun atom - atom yang menerima
elektron yang bermuatan negatif disebut anion . Ion positif dan ion negatif yang
terbentuk, selanjutnya akan saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis
membentuk senyawa netral.
Contoh:
Pembentukan ikatan ion pada senyawa kalsium klorida ( CaCl 2)
20Ca: 2 8 8 2
17Cl: 2 8 7
2+ + 2e -
Ca → Ca
(2 8 8 2) (2 8 7)
Dua atom Cl masing - masing akan mengikat sebuah elektron yang dilepas atom
Ca tersebut, sehingga terbentuk dua buah ion Cl - dengan konfigurasi elektron
seperti gas mulia Ar.
Cl + e - -
→ Cl
(2 8 7) (2 8 8)
Selanjutnya, sebuah ion Ca 2+ akan tarik - menarik dengan 2 ion Cl - membentuk
senyawa netral CaCl dengan persamaan: Ca 2+ + 2Cl - → CaCl
2 2.
9
2. Sifat Senyawa Ion
Beberapa sifat senyawa ion antara lain:
a. Kristal keras tetapi rapuh
Apabila senyawa ion dipukul, maka
akan terjadi pergeseran posisi ion
negatif dan ion positif, dari yang
semula selang - seling menjadi
berhadapan langsung.
1
D. Diskusi Kelompok
Terlampir di dalam LKPD
Rangkuman
1. Atom - atom bergabung menjadi senyawa yang lebih stabil dengan mengeluarkan
energi. Atom - atom bergabung karena adanya gaya tarik - menarik antara dua atom.
Gaya tarik - menarik antar atom inilah yang disebut ikatan kimia.
2. Setiap atom cenderung untuk mempunyai susunan elektron yang stabil seperti gas
mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima elektron, atau menggunakan
pasangan elektron secara bersama - sama. Pada saat membentuk ikatan kimia, s etiap
atom yang bergabung harus memenuhi aturan duplet atau oktet.
3. Ikatan ion (elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik -
menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena kedua ion
tersebut memilki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Ikatan ion terbentuk
antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima
elektron (non logam).
EVALUASI
Test Sumatif
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!
1. Unsur - unsur golongan gas mulia di alam cenderung terdapat dalam keadaan stabil
sehingga unsur - unsur yang lain cenderung akan saling berikatan agar menyerupai
unsur golongan gas mulia. Unsur 19 K terdapat pada golongan alkali akan menjadi
stabil dengan kecen derungan …
A. Melepas kan sebuah elektron dan membentuk ion K −
1
2. Suatu unsur X memiliki jumlah proton 8, jumlah elektron 8 dan jumlah neutron 8.
Jika ingin mencapai kestabilan seperti unsur – unsur gas mulia, langkah terbaik yang
harus dilakukan unsur tersebut adalah …
A. Melepaskan 1 buah elektron sehingga bermuatan + 1
B. Men erima 2 buah elektron sehingga bermuatan –2
C. Melepaskan 2 buah elektron sehingga bermuatan + 2
D. Menerima 1 buah electron sehingga bermuatan –1
E. Memasangkan dua elektron dengan dua elektron lain
3. Unsur - unsur di alam cenderung saling berikatan membentuk senyawa agar stabil
seperti gas mulia. Senyawa yang terbentuk jika 15 A berikatan dengan 20B
C. A 2B
D. A 2B 3
E. A 3B 2
4. Atom unsur X mempunyai nomor atom 20 dan atom unsur Y mempunya i konfigurasi
elektron 2 8 18 7, rumus kimia senyawa dari gabungan kedua unsur tersebut adalah
…
A. X Y
B. X Y 2
C. X 2Y
D. X 2Y 2
E. X 2Y 4
5. Senyawa yang satu ini pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, senyawa yang tersusun
dari unsur X dan Y ialah garam yang hampir setiap hari kita temui. Karakteristik unsur
X merupakan logam dan Y adalah unsur nonlogam. Satu elektron dari unsur X akan
di tarik oleh unsur Y hingga terbentuk gaya tarik elektrostatis antara X dan Y yang
akhirnya membentuk senyawa XY. Senyawa ini merupakan contoh bahwasanya
dalam reaksi kimia, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. X dan Y yang merupakan
dua unsur yang begitu s angat beracun dan berbahaya bagi manusia, namun ketika
1
bergabung menjadi senyawa yang sangat bermanfaat, bahkan dibutuhkan sekali oleh
manusia.
Berdasarkan karakteristik unsurnya, dapat disimpulkan bahwa XY merupakan
senyawa …
A. NaCl
B. CaCl 2
C. MgF
D. NaF
E. K 2S
1
DAFTAR PUSTAKA
Materi Kimia. 2017. “ Cara Menggambar Struktur Lewis Suatu Senyawa Kimia dengan
Mudah ” [Link] a - menggamba r - struktu r - lewi s- suat u-
senyaw a - kimi a- denga n- mudah / diakses tanggal 24 September 2021 pukul 19.24
Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia 1: SMA/MA Untuk kelas X Semester 1 dan 2.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendi dikan Nasional
Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk Kelas X SMA/MA Kelompok Peminatan IPA Edisi
Revisi. Jakarta: Erlangga
Sunarya, Yayan. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 1: Untuk Kelas X SMA/MA.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
1
KISI-KISI SOAL TES PENGETAHUAN
Tingkat
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Nomor Soal
Pengetahuan
3.5. Membandingkan Menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima elektron dan
1 C4
ikatan ion, ikatan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia
kovalen, ikatan kovalen Menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima elektron dan
2 C4
koordinasi, dan ikatan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia
logam serta kaitannya Memprediksi proses terbentuknya ikatan ion 3 C5
dengan sifat zat.
Memprediksi proses terbentuknya ikatan ion 4 C5
5 A 20
dapat dan Y adalah unsur nonlogam. Satu elektron dari
menyimpulkan unsur X akan ditarik oleh unsur Y hingga terbentuk
senyawa yang gaya tarik elektrostatis antara X dan Y yang akhirnya
berikatan ion dalam membentuk senyawa XY. Senyawa ini merupakan
kehidupan sehari- contoh bahwasanya dalam reaksi kimia, banyak
kemungkinan yang bisa terjadi. X dan Y yang
hari
merupakan dua unsur yang begitu sangat beracun dan
berbahaya bagi manusia, namun ketika bergabung
menjadi senyawa yang sangat bermanfaat, bahkan
dibutuhkan sekali oleh manusia.
Berdasarkan karakteristik unsurnya, dapat disimpulkan
bahwa XY merupakan senyawa …
A. NaCl
B. CaCl2
C. MgF
D. NaF
E. K2S
KETERANGAN :
Kriteria Skor
No. Indikator
1 2 3
Menunjukkan
Kesiapan mengikuti Terlambat melebihi 5 Terlambat hadir perilaku disiplin
1
pelajaran menit maksimal 5 menit hadir tepat waktu
di
Perhatian pada saat guru
Memperhatikan Memperhatikan
memberikan motivasi Memperhatikan
2 dengan sikap dengan sikap
belajar/ apersepsi jika ditegur guru
santai serius
Keaktifan mengajukan
Tidak pernah 1 kali bertanya/ 2 kali bertanya/
3 pertanyaan/memberikan
bertanya/menjawab menjawab menjawab
penjelasan
Tidak pernah 1 kali 2 kali
Keaktifan menanggapi
menanggapi jawaban menanggapi menanggapi
4 jawaban peserta didik
peserta didik yang jawaban peserta jawaban peserta
yang lain
lain didik yang lain didik yang lain
Membuat catatan saat
Tidak membuat Membuat catatan Membuat catatan
5 guru memberikan
catatan cukup lengkap lengkap dan rapi
penguatan konsep
Tidak membuat Membuat Membuat
Keaktifan saat menarik
6 kesimpulan sama kesimpulan satu kesimpulan lebih
kesimpulan
sekali kali dari satu kali
LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN
Materi : Ikatan Kimia
Skor Aspek Yang Dinilai
Nama Peserta Total
No. Penguasaan Penggunaan Kepercayaan
Didik Kerjasama Suara Skor
materi media diri
1 ADEN PRATAMA P. 3 3 3 2 2 13
2 ADIN AL KHAFID H. - - - - - -
3 A. ANDRIANTO - - - - - -
4 ANDRA AJI 3 3 3 3 3 15
MADANI
5 ANJAR CHOIRUL U 2 2 3 2 3 12
6 ARDHA SYAFI'UL Z 3 2 3 2 3 13
7 ARIL TUAJI AKBAR 2 3 3 2 3 13
8 ARIYA BAGUS S. 3 2 3 2 3 13
9 DANA RAHADI - - - - - -
10 DAVIS FIRMAN M. 3 2 3 3 3 14
11 DIKY CANDRA M. - - - - - -
12 DIMAS SETIAWAN 3 3 3 3 3 15
13 DWI PRASTYO 3 3 3 3 3 15
14 EKA RAHARJA NUR 2 2 3 3 2 12
15 AVIN MULYONO 2 2 3 3 3 13
1 EZI ARDIANSAH 3 3 3 2 2 13
2 FADKHUR ROHMAN - - - - - -
3 FARID SUGIANTO - - - - - -
4 IRVAN H. 3 3 3 3 3 15
5 M AMIRUDIN 2 2 3 2 3 12
6 M. ARBETH P 3 2 3 2 3 13
7 M NUR ALFIAN 2 3 3 2 3 13
8 M. ANANG M. 3 2 3 2 3 13
9 M APRELIAN - - - - - -
10 M. NUR IKSAN A 3 2 3 3 3 14
11 M RIYAN F. - - - - - -
12 M MIFTAKHUL U. 3 3 3 3 3 15
13 MOCH RIFKI N. 3 3 3 3 3 15
14 [Link] EFENDI 2 2 3 3 2 12
15 MOCH. ALIF AJI L. 2 2 3 3 3 13
KRITERIA PENILAIAN:
ASPEK
SKOR
YANG
DINILAI 1 2 3 4
Kerjasama Tidak Sangat individual, Kurang Bekerjasama
dalam sesama bekerjasama hanya bekerjasama dengan baik
anggota dengan baik bekerjasama dengan dengan
kelompok dengan anggota dengan satu kelompoknya temantema
kelompok orang nnya dan
menjadi fasilitator
bagi
kelompoknya
Penguasaan Tidak bisa Tidak Kurang Menguasai materi
materi menguasai materi menguasai menguasai materi dengan
materi dan dan tidak baik dan
presentasi membaca buku tersusun,
berisi kutipan tidak
teori yang dengan membaca
dibacakan buku
Penggunaan Presentasi secara Presentasi secara Presentasi lisan Presentasi lisan
media lisan saja dan lisan dan didukung didukung
tidak menggunakan penggunaan penggunaan
menggunakan tambahan tulisan power point power point
media apapun di ms. word namun tidak ada terdapat
tabel/gambar/ tabel/gambar/
foto/animasi foto/animasi
Kepercayaan Tidak percaya diri Kurang percaya Kurang percaya Percaya diri dan
diri sehingga tidak diri sehingga diri tetapi bisa dapat
dapat tidak bisa menyampaikan menyampaikan
menyampaikan menyampaikan materi cukup materi dengan
materi materi dengan baik baik
baik
Suara Suara terdengar Suara terdengar, Suara terdengar, Suara terdengar,
namun pelafalannya jelas pelafalannya jelas pelafalannya jelas
pelafalannya hanya di bagian hanya di bagian dari awal sampai
tidak jelas dari awal atau akhir, awal atau akhir, akhir, dan tempo
awal sampai akhir dan tempo bicara dan tempo bicara bicara sedang
dan tempo bicara
cepat sedang
sangat
cepat