0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan28 halaman

RPP Pembelajaran Ikatan Kimia Kelas X

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang ikatan kimia. Materi yang diajarkan meliputi ikatan ion, kovalen, dan logam serta kaitannya dengan sifat zat. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan problem based learning dan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

Diunggah oleh

ila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan28 halaman

RPP Pembelajaran Ikatan Kimia Kelas X

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang ikatan kimia. Materi yang diajarkan meliputi ikatan ion, kovalen, dan logam serta kaitannya dengan sifat zat. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan problem based learning dan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

Diunggah oleh

ila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Sekolah : SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X / Gasal
Materi Pokok : Ikatan Kimia
Alokasi Waktu : 2 JP x 45 menit (2 kali pertemuan)

A. Kompetensi Inti
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,
dan proaktif; sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah.
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.5. Membandingkan ikatan ion, 3.5.1 Menganalisis unsur yang mempunyai
ikatan kovalen, ikatan kovalen kecenderungan menerima elektron dan
koordinasi, dan ikatan logam melepas elektron untuk mencapai
serta kaitannya dengan sifat zat kestabilan seperti unsur gas mulia
3.5.2 Memprediksi proses terbentuknya ikatan
ion
3.5.3 Menyimpulkan senyawa yang berikatan ion
dalam kehidupan sehari-hari
3.5.4 Menganalisis struktur Lewis dalam proses
pembentukan ikatan kovalen.

[1]
3.5.5 Menganalisis proses terbentuknya ikatan kovalen
(tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga serta
kovalen koordinasi).
3.5.6 Merumuskan senyawa yang terbentuk ke dalam
senyawa ion atau kovalen.
3.5.7 Menganalisis perbedaan ikatan kovalen polar dan
kovalen nonpolar
3.5.8 Menganalisis proses pembentukan ikatan logam
serta sifat-sifat fisika logam
3.5.9 Membandingkan ikatan ion dan kovalen ditinjau
dari sifat fisika berdasarkan eksperimen
sederhana

4.5. Merancang dan melakukan 4.5.1 Mempresentasikan hasil diskusi tentang


percobaan untuk menunjukkan pembentukan ikatan ion dan
karakteristik senyawa ion dan senyawasenyawa yang berikatan ion dalam
senyawa kovalen berdasarkan kehidupan sehari-hari
beberapa sifat fisika 4.5.2 Merancang dan melakukan eksperimen untuk
menunjukkan karakteristik senyawa ion dan
senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat
fisika
4.5.3 Mempresentasikan hasil eksperimen untuk
menunjukkan karakteristik senyawa ion dan
senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat
fisika

B. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima
elektron dan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia, memprediksi
proses terbentuknya ikatan ion, dan menyimpulkan senyawa yang berikatan ion dalam
kehidupan sehari-hari melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) serta
pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) dengan menggali
informasi dari berbagai sumber belajar (Literasi), penyelidikan sederhana dan mengolah
informasi, diharapkan peserta didik dapat terlibat secara aktif selama proses belajar mengajar
berlangsung, memiliki sikap jujur, ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan, dan
bertanggungjawab (PPK) dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran
dan kritik (Komunikasi), serta dapat menganalisis dengan teliti dan menyajikan data hasil
pengamatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta dapat
memecahkan permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari (Kompetensi Abad 21 - 4C,
TPACK, HOTS).

[2]
C. Materi Pembelajaran
1. Faktual : Keberadaan senyawa di alam dalam kondisi stabil dengan ikatan ion
diantaranya garam dapur dan sodium floride dalam pasta gigi
2. Konseptual : Ikatan ion (ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik
elektrostatis antara ion positif dan ion negatif)
3. Prosedural : Langkah-langkah proses pembentukan ikatan ion
4. Metakognitif : Senyawa yang berikatan ion yang digunakan dalam kehidupan seperti
pemanfaatan NaCl pada proses pengawetan

D. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : TPACK
2. Model : Problem Based Learning (PBL)
3. Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan

E. Media/Alat Pembelajaran
1. Media : Video pembelajaran dan power point.
2. Alat : LCD proyektor, Laptop.

F. Sumber Belajar
1. Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk Kelas X SMA/MA Kelompok Peminatan IPA Edisi
Revisi. Jakarta: Erlangga
2. Modul pembelajaran
3. Video pembelajaran

G. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan 2 JP (2 x 30 menit)


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Orientasi:
1. Guru memberi salam pembuka dan mengajak peserta didik
untuk berdoa sebelum memulai pembelajaran. (Religius)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
3. Guru mengecek kesiapan peserta didik untuk belajar
Apersepsi:
4. Guru memberikan apersepsi tentang materi prasyarat yaitu
Pendahuluan hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik unsur. 5 menit
Guru memberikan 3 buah unsur 10Ne, 11Na , dan 17Cl, dan
meminta peserta didik untuk menuliskan konfigurasi unsur
serta menentukan elektron valensinya. (TPACK) Motivasi:
5. Guru memberikan motivasi mengenai kaitan pembelajaran
kestabilan unsur dalam kehidupan sehari-hari dengan
memberikan gambaran manfaat mempelajari ikatan ion.

[3]
Seperti mengetahui senyawa apa saja dalam kehidupan
seharihari yang ternyata berikatan ion.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Fase 1 : Orientasi Peserta Didik Pada Masalah
1. Guru menyajikan masalah dengan menampilkan gambar pasta
gigi dan kolam renang pada slide PPT

Perhatikan gambar berikut:


Gambar pasta gigi
Kalian pasti selalu menggosok gigi minimal 2 kali dalam
sehari, saat mengosok gigi selain sikat gigi yang diperlukan
ada juga pasta gigi. Nah di dalam pasta gigi terdapat senyawa
yang dapat memutihkan gigi dan menguatkan struktur gigi.
Gambar kolam renang
Selain tawas yang biasa digunakan untuk penjernihan air
dalam kolam renang, biasa juga ditambahkan senyawa
kalsium klorida agar air dalam kolam renang tersebut tidak
bersifat korosif, selain itu untuk mengurangi erosi pada beton
Inti dan merusak struktur logam di dalam kolam renang tersebut. 50 menit
2. Guru menuntun siswa untuk mengemukakan pertanyaan
berdasarkan wacana orientasi masalah yang telah disajikan.
Pertanyaan yang diharapkan dapat dikemukakan oleh siswa:
“bagaimana senyawa dalam pasta gigi itu berikatan?”
“bagaimana senyawa kalsium klorida pada kolam renang
dapat terbentuk?” (pemecahan masalah, rasa ingin tahu dan
berpikir kritis)

Fase 2 : Mengorganisasikan Peserta Didik Untuk Belajar


1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.
(Kolaborasi)
2. Guru memberikan materi bahan ajar dan LPKD ikatan ion.
3. Guru menampilkan video pembelajaran tentang
kecenderungan suatu unsur mencapai kestabilan (TPACK)
dengan link youtube
[Link]
4. Guru menampilkan video pembelajaran tentang proses
pembentukan ikatan ion (TPACK) dengan link youtube
[Link]

[4]
5. Guru mengarahkan siswa untuk membuka LKPD yang telah
diberikan dan memberikan petunjuk dalam pengisian LKPD.

Fase 3 : Membimbing Penyelidikan Individu/ Kelompok


1. Peserta didik diarahkan untuk berdiskusi tentang
kecenderungan unsur mencapai kestabilan berdasarkan video
yang sudah ditampilkan (bertanggungjawab, kolaborasi)
2. Peserta didik diarahkan untuk aktif berdiskusi tentang
pembentukan ikatan ion berdasarkan video yang sudah
ditampilkan (bertanggungjawab, kolaborasi)
3. Guru memberikan motivasi kepada tiap kelompok peserta
didik agar serius dalam mengerjakan LKPD yang diberikan.

Fase 4 : Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya


1. Guru memberi kesempatan kepada kelompok peserta didik
untuk menyajikan hasil diskusi kelompoknya masing-masing.
2. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi
berdasarkan LKPD yang sudah dikerjakan.
3. Guru memfasilitasi peserta didik untuk saling berkomentar
terkait penyajian hasil diskusi yang telah dipresentasikan.
4. Guru mengajak peserta didik mengapresiasi kelompok yang
telah mempresentasikan hasil diskusi mereka dengan
memberikan applause. (santun). (Comunication,
Collaboration, Critical Thinking – 4C)

Fase 5 : Menganalisis dan Mengevaluasi


1. Guru bersama-sama dengan peserta didik mendiskusikan
tentang ikatan ion berdasarkan data yang telah disampaikan
dari LKPD dan poin-poin penting yang muncul dalam
pembelajaran.
2. Guru menanyakan kembali pertanyaan pada orientasi masalah
“bagaimana senyawa tersebut berikatan?” dan “bagaimana
kalsium klorida dapat terbentuk?”
3. Peserta didik diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang
diberikan.
4. Guru memberikan penguatan materi terkait ikatan ion.
5. Untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah
dipelajari, guru membagikan soal evaluasi materi ikatan ion.
(TPACK)
1. Refleksi : guru dan peserta didik mereview hasil pembelajaran
tentang ikatan ion. Selanjutnya memotivasi peserta didik
Penutup untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang 5 menit
sudah dipelajari. (HOTS)

[5]
2. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan pembelajaran.
3. Guru dan siswa berdoa untuk menutup pembelajaran
(Religius)
4. Guru mengucapkan salam penutup untuk mengakhiri
pembelajaran (Religius).

H. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Pengetahuan : Test Tertulis
b. Penilaian Keterampilan : Non Test
c. Penilaian Sikap : Non Test
2. Bentuk Penilaian
a. Tes tertulis : Pilihan Ganda
b. Unjuk kerja : Lembar Penilaian Diskusi dan Presentasi
c. Sikap : Lembar Observasi Afektif
3. Instrumen penilaian : Terlampir
4. Alat Penilaian : Soal terlampir

Mengetahui Jombang, 17 Juli 2021


Kepala
SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto Guru Mata Pelajaran Kimia

Moh. Rofi’i, S. Ag, S.E, M.M Ilaikah, S. Pd


NBM. 1302 7697 819083 NBM : 1306 8416 1243409

[6]
BAHAN AJAR DAN LKPD

A. Identitas Modul
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi Pembelajaran : Ikatan Kimia

B. Kompetensi Dasar
3. 4 . Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan
ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat .
4. 4 . Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik
senyawa ion dan senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat fisika .

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Ikatan Ion
3. 5 .1 Menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima elektron dan
melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia
3. 5 .2 Memprediksi proses terbentuknya ikatan ion
3 .5 .3 Menyimpulkan senyawa yang berikatan ion dalam kehidupan sehari-hari
4.5.1 Mempresentasikan hasil diskusi tentang pembentukan ikatan ion dan
senyawa - senyawa yang berikatan ion dalam kehidupan sehari - hari

D. Deskripsi Singkat Materi


Unsur - unsur biasanya ditemukan di alam dalam kea daan tidak stabil dan
unsur - unsur tersebut cenderung untuk membentuk senyawa yang lebih stabil.
Pembentukan senyawa ini terjadi melalui ikatan kimia. Ikatan kimia yang terdapat
dalam senyawa dapat berupa ikatan ion atau ikatan kovalen .

2
Garam dapur (NaCl) merupakan contoh dari
senyawa yang dibentuk secara ikatan ion. Apakah
yang dimaksud dengan ikatan ion? Apakah perbedaan
antara ikatan ion dan ikatan kovalen? Anda akan

Gambar 1. Garam dapur mengetahuinya setelah mempelajari konsep ikatan


Sumber : [Link] kimia di dalam bab ini .

E. Petunjuk Penggunaan Modul


Agar modul ini dapat digunakan dengan baik dan mudah dipahami, ikuti
langkah - langkah berikut ini:
1. Berdoalah terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran.
2. Bacalah identitas, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, dan deskripsi singkat
materi yang terdapat pada modul .
3. Bacalah dan cermati dengan teliti setiap sub - sub materi untuk benar - benar
memahami intisari dari materi yang dijabarkan.
4. Diskusikan dengan teman Anda u ntuk memecahkan masalah pada materi yang
dianggap sulit.
5. Perbanyak literasi yang berhubungan dengan materi dari referensi lain
( media/ buku cetak , video pembelajaran, atau internet ) .
6. K erjakan lah tugas mandiri, soal Latihan, dan evaluasi y ang terdapat pada m odul
ini.
7. Jangan membuka kunci jawaban sebelum menyelesaikan tugas/l atihan
soal /evaluasi .
8. Jika capaian hasil pembelajaran Anda = 70 maka Anda dapat melanjutkan ke
tahap pembelajaran berikutnya dan begitu pula sebaliknya jika < 70 maka Anda
harus mempelajar i kembali materi dalam modul ini.
9. Isilah instrumen penilaian diri sebagai bahan refleksi untuk mengetahui sejauh
mana Anda memahami materi dalam modul ini.

3
F. Materi Pembelajaran
Pada modul ini, kita akan bersama - sama mempelajari materi yang meliputi:
Kegiatan Belajar Ikatan Ion
1. Kestabilan Atom
a. Pembentukan Ion
b. Penggunaan Pasangan Elektron Bersama
2. Ikatan Ion
a. Pembentukan Ikatan Ion
b. Sifat Senyawa Ion

4
KEGIATAN BELAJAR
IKATAN ION

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat men ganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan
menerima elektron dan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur
gas mulia , memprediksi proses terbentuknya ikatan ion , dan menyimpulkan
senyawa yang berikatan ion dalam kehidupan sehari - hari m elalui model
pembelajaran Problem Based Learning ( PBL) serta pendekatan TPACK
( Technological, Pedagogical, Content Knowledge ) dengan menggali informasi
dari berbagai sumber belajar (Literasi), penyelidikan sederhana dan mengolah
informasi, diharapkan peserta didik dapa t terlibat secara aktif selama proses
belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap jujur, ingin tahu, teliti dalam
melakukan pengamatan, dan bertanggungjawab (PPK) dalam menyampaikan
pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik (Komunikasi), ser ta
dapat menganalisis dengan teliti dan menyajikan data hasil pengamatan untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keratif serta dapat memecahkan
permasalahan yang ada di kehidupan sehari - hari ( Kompetensi Abad 21 - 4C,
TPACK, HOTs ).

K alian pasti selalu menggosok gigi


minimal 2 kali dalam sehari, saat
mengosok gigi selain sikat gigi yang
diperlukan ada juga pasta gigi. Nah
senyawa apa yang terdapat di dalam
kandungan pasta gigi? Senyawa ini
selain untuk memutihkan gigi tetapi
Gambar 2. Pasta gigi
Sumber: [Link] juga dapat menguatkan st r uktur gigi.
Lalu, bagaimana senyawa itu dapat terbentuk?

5
Air di kolam renang biasanya
ditambahkan kalsium klorida agar tidak
bersifat korosif dan merusak struktur
logam di kolam. Bagaimana senyawa
kalsium klorida dapat dalam air pada
kolam renang terbentuk? Untuk menjawab
pertanyaan - pertanyaan tersebut, marilah
Gambar 3. Kolam renang
kita mulai membahas tentang ikatan ion. Sumber: [Link]

B. Kestabilan Atom
Selain gas mulia, hampir semua unsur yang ada di alam terdapat sebagai
senyawa (gabungan dua unsur atau lebih yang terikat secara ikatan kimia). Semua
ini menunjukkan bahwa di alam unsur - unsur tidak stabil dalam keadaan unsur
bebas. Ketidakstabilan unsur - unsur ini ada hubungannya dengan konfigurasi
elektron yang dimilikinya.
Pada 1916, G.N. Lewis dan Langmuir menyatakan bahwa unsur - unsur gas
mulia sukar berikatan dengan unsur lain maupun dengan unsur sejenis seba b elektron
valensinya sudah penuh. Konfigurasi elektron valensi gas mulia sebanyak 8 elektron
( oktet), kecuali helium 2 elektron (duplet), seperti ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Konfigurasi Elektron Unsur - Unsur Gas Mulia

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suatu atom yang memiliki


konfigurasi elektron serupa dengan gas mulia akan stabil. Dengan kata lain, unsur -
unsur yang memiliki konfigurasi elektron tidak mirip dengan konfigurasi elektron
gas mulia tidak stabil. Ber dasarkan hal itu, Lewis menyatakan bahwa unsur - unsur
selain gas mulia dapat mencapai stabil dengan cara bersenyawa dengan unsur lain
atau unsur yang sama agar konfigurasi elektron dari setiap atom itu menyerupai

6
konfigurasi elektron gas mulia. Suatu atom d apat mencapai konfigurasi elektron gas
mulia dengan cara melepaskan elektron valensi, menangkap elektron, atau
menggunakan bersama elektron valensi membentuk pasangan elektron.
1. Pembentukan Ion
Dalam pembentukan ion, suatu atom akan melepas atau mengikat elektron.
Atom - atom yang mempunyai energi ionisasi rendah, misalnya atom - atom dari
unsur golongan IA dan IIA dalam sistem periodik unsur, akan mempunyai
kecenderungan untuk melepaskan elektronnya, sedangkan atom - atom yang
mempunyai afinitas elektron yang b esar, misalnya atom - atom unsur golongan
VIA dan VIIA dalam sistem periodik unsur, akan cenderung mengikat elektron.
Contoh pembentukan senyawa Natrium Fluorida (NaF) yang mana natrium
adalah unsur logam dan fluor unsur non logam
a. Pembentukan ion positif
Ion positif terbentuk ketika suatu atom melepaskan elektron
Contoh 1 :

11Na: 2 8 1 ( mempunyai elektron valensi 1)


Gas mulia terdekat ialah 10Ne: 2 8. Jika dibandingkan dengan atom Ne, maka
atom Na kelebihan satu elektron. Untuk memperoleh kestabilan, dapat
dicapai dengan cara melepaskan satu elektron.
+
11Na (2 8 1) → Na (2 8) + e –

Contoh 2:
Unsur 2 2 s2 2 p6 3 s2 3 p1, mempunyai
13Al: 1s elektron valensi tiga, sesuai
kaidah oktet unsur ini akan stabil dengan cara melepaskan 3e tersebut
membentuk ion Al 3+ .

3+ + 3e
Al → Al
1 s2 2 s 2 2 p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne)

b. Pembentukan ion negatif


Ion negatif terbentuk ketika suatu atom menerima elektron. Sebuah atom
cenderung menerima elektron apabila memiliki elektron terluar 4, 5, 6, atau
7 elektron dibandingkan konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat.
Contoh 1 :

9F: 2 7 ( mempunyai elektron valensi 7)

7
Konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat ialah 10Ne: 2 8. Konfigurasi Ne
dapat dicapai dengan cara menerima satu elektron.

9F (2 7) + e –
→ F – (2 8)
Contoh 2:
Unsur 8O: 1s 2 2 s2 2 p4, mempunyai elektron valensi 6, sesuai kaidah oktet
unsur ini akan stabil dengan cara menyerap 2e membentuk ion O 2- .
2-
O + 2e → O
1 s2 2 s 2 2 p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne)

Jadi untuk mencapai kestabilan, atom - atom yang energi ionisasinya rendah
akan melepaskan elektron sedangkan atom - atom yang afinitas elektronnya tinggi
akan mengikat elektron.
Pada saat atom - atom membentuk ikatan, hanya elektron - elektron pada kulit
terluar yang berperan yaitu elektron valensi.
2. Penggunaan Pasangan Elektron Bersama
Jika masing - masing atom sukar untuk melepa skan elektron (memiliki
keelektronegatifan tinggi), maka atom - atom tersebut cenderung menggunakan
elektron secara bersama dalam membentuk suatu senyawa. Cara Ini merupakan
peristiwa yang terjadi pada pembentukan ikatan kovalen. Misalnya atom fluorin
dan fl uorin, keduanya sama - sama kekurangan elektron, sehingga lebih cenderung
memakai bersama elektron terluarnya.
Pasangan elektron yang dibentuk oleh atom - atom yang berikatan dapat
berasal dari kedua atom yang bergabung atau dapat pula berasal dari salah satu
atom yang bergabung.

C. Ikatan Ion
Ikatan ion (elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik -
menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena kedua ion
tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Ikatan ion terbentuk
antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima
elektron (non logam). Atom yang melepas elektron berubah menjadi ion positif,
sedangkan atom yang menerima elektron menjadi ion negatif. Antara ion - ion yang
berlawanan muatan ini, terjadi tarik - me narik (gaya elektrostatik) yang disebut ikatan

8
ion.
1. Pembentukan Ikatan Ion
Atom - atom yang menyerahkan elektron valensinya kepada atom pasangannya
yang bermuatan positif disebut kation . Adapun atom - atom yang menerima
elektron yang bermuatan negatif disebut anion . Ion positif dan ion negatif yang
terbentuk, selanjutnya akan saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis
membentuk senyawa netral.
Contoh:
Pembentukan ikatan ion pada senyawa kalsium klorida ( CaCl 2)

20Ca: 2 8 8 2

17Cl: 2 8 7

Atom Ca akan melepaskan 2 elektronnya menjadi ion Ca 2+ dengan konfigurasi

seperti gas mulia Ar.

2+ + 2e -
Ca → Ca

(2 8 8 2) (2 8 7)

Dua atom Cl masing - masing akan mengikat sebuah elektron yang dilepas atom
Ca tersebut, sehingga terbentuk dua buah ion Cl - dengan konfigurasi elektron
seperti gas mulia Ar.
Cl + e - -
→ Cl
(2 8 7) (2 8 8)
Selanjutnya, sebuah ion Ca 2+ akan tarik - menarik dengan 2 ion Cl - membentuk
senyawa netral CaCl dengan persamaan: Ca 2+ + 2Cl - → CaCl
2 2.

Gambar 4 : Pembentukan CaCl 2


Sumber: Maretong

9
2. Sifat Senyawa Ion
Beberapa sifat senyawa ion antara lain:
a. Kristal keras tetapi rapuh
Apabila senyawa ion dipukul, maka
akan terjadi pergeseran posisi ion
negatif dan ion positif, dari yang
semula selang - seling menjadi
berhadapan langsung.

Gambar 5. Kristal garam


Sumber: CNN Indonesia

b. Mempunya titik lebur dan titik didih yang tinggi


Karena memiliki gaya elektrostatis yang kuat yang ditimbulkan antara ion
positif dan ion negatif.
c. Mudah larut dalam air
Pada saat kristal senyawa ion
dimasukkan ke dalam air, maka
molekul - molekul air akan
menyusup di antara ion positif dan
ion negatif sehingga gaya tarik -
menarik elektrostatis dari ion
Gambar 6. G aram yang dilarut dalam air
positif dan ion negatif akan Sumber: SehatQ
melemah dan akhirnya pecah.
d. Dapat menghantarkan arus listrik
Ion positif dan ion negatif apabila bergerak dapat
membawa muatan listrik. Apabila senyawa ion
terpecah menjadi ion positif dan ion negatif serta
dapat bergerak secara leluasa, maka senyawa ion
dalam keadaan cair dan larutan dapat
menghantarkan listrik karena ion - ionnya dapat
bergerak bebas. Akan tetapi, dalam keadaan
Gambar 7. Daya hantar listrik padat, senyawa ion tidak dapat menghantarkan
Sumber: Ilmu Kimia
listrik karena ion - ion tidak da pat bergerak.

1
D. Diskusi Kelompok
Terlampir di dalam LKPD

Rangkuman

1. Atom - atom bergabung menjadi senyawa yang lebih stabil dengan mengeluarkan
energi. Atom - atom bergabung karena adanya gaya tarik - menarik antara dua atom.
Gaya tarik - menarik antar atom inilah yang disebut ikatan kimia.
2. Setiap atom cenderung untuk mempunyai susunan elektron yang stabil seperti gas
mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima elektron, atau menggunakan
pasangan elektron secara bersama - sama. Pada saat membentuk ikatan kimia, s etiap
atom yang bergabung harus memenuhi aturan duplet atau oktet.
3. Ikatan ion (elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik -
menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena kedua ion
tersebut memilki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Ikatan ion terbentuk
antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima
elektron (non logam).

EVALUASI

Test Sumatif
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!
1. Unsur - unsur golongan gas mulia di alam cenderung terdapat dalam keadaan stabil
sehingga unsur - unsur yang lain cenderung akan saling berikatan agar menyerupai
unsur golongan gas mulia. Unsur 19 K terdapat pada golongan alkali akan menjadi
stabil dengan kecen derungan …
A. Melepas kan sebuah elektron dan membentuk ion K −

B. Me ngikat sebuah elektron dan membentuk ion K −

C. Melepas kan sebuah elektron dan membentuk ion K +

D. Mengikat sebuah elektron dan membentuk ion K +

E. M embentuk pasangan bersama

1
2. Suatu unsur X memiliki jumlah proton 8, jumlah elektron 8 dan jumlah neutron 8.
Jika ingin mencapai kestabilan seperti unsur – unsur gas mulia, langkah terbaik yang
harus dilakukan unsur tersebut adalah …
A. Melepaskan 1 buah elektron sehingga bermuatan + 1
B. Men erima 2 buah elektron sehingga bermuatan –2
C. Melepaskan 2 buah elektron sehingga bermuatan + 2
D. Menerima 1 buah electron sehingga bermuatan –1
E. Memasangkan dua elektron dengan dua elektron lain
3. Unsur - unsur di alam cenderung saling berikatan membentuk senyawa agar stabil
seperti gas mulia. Senyawa yang terbentuk jika 15 A berikatan dengan 20B

mempunyai rumus kimia …


A. AB
B. AB 2

C. A 2B
D. A 2B 3
E. A 3B 2
4. Atom unsur X mempunyai nomor atom 20 dan atom unsur Y mempunya i konfigurasi
elektron 2 8 18 7, rumus kimia senyawa dari gabungan kedua unsur tersebut adalah


A. X Y
B. X Y 2
C. X 2Y
D. X 2Y 2

E. X 2Y 4

5. Senyawa yang satu ini pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, senyawa yang tersusun
dari unsur X dan Y ialah garam yang hampir setiap hari kita temui. Karakteristik unsur
X merupakan logam dan Y adalah unsur nonlogam. Satu elektron dari unsur X akan
di tarik oleh unsur Y hingga terbentuk gaya tarik elektrostatis antara X dan Y yang
akhirnya membentuk senyawa XY. Senyawa ini merupakan contoh bahwasanya
dalam reaksi kimia, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. X dan Y yang merupakan
dua unsur yang begitu s angat beracun dan berbahaya bagi manusia, namun ketika

1
bergabung menjadi senyawa yang sangat bermanfaat, bahkan dibutuhkan sekali oleh
manusia.
Berdasarkan karakteristik unsurnya, dapat disimpulkan bahwa XY merupakan
senyawa …
A. NaCl
B. CaCl 2
C. MgF
D. NaF
E. K 2S

Kunci Jawaban Test Sumatif


1. C
2. B
3. D
4. B
5. A

1
DAFTAR PUSTAKA

Materi Kimia. 2017. “ Cara Menggambar Struktur Lewis Suatu Senyawa Kimia dengan
Mudah ” [Link] a - menggamba r - struktu r - lewi s- suat u-
senyaw a - kimi a- denga n- mudah / diakses tanggal 24 September 2021 pukul 19.24

Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia 1: SMA/MA Untuk kelas X Semester 1 dan 2.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendi dikan Nasional

Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk Kelas X SMA/MA Kelompok Peminatan IPA Edisi
Revisi. Jakarta: Erlangga

Sunarya, Yayan. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 1: Untuk Kelas X SMA/MA.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

1
KISI-KISI SOAL TES PENGETAHUAN

Mata Pelajaran : Kimia


Sekolah/Jenjang : SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto
Kelas/Semester : X/Gasal
Pokok Bahasan : Ikatan Kimia
Bentuk Soal : Pilihan Ganda

Tingkat
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Nomor Soal
Pengetahuan
3.5. Membandingkan Menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima elektron dan
1 C4
ikatan ion, ikatan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia
kovalen, ikatan kovalen Menganalisis unsur yang mempunyai kecenderungan menerima elektron dan
2 C4
koordinasi, dan ikatan melepas elektron untuk mencapai kestabilan seperti unsur gas mulia
logam serta kaitannya Memprediksi proses terbentuknya ikatan ion 3 C5
dengan sifat zat.
Memprediksi proses terbentuknya ikatan ion 4 C5

Menyimpulkan senyawa yang berikatan ion dalam kehidupan sehari-hari 5 C5


BUTIR SOAL TES PENGETAHUAN

Mata Pelajaran : Kimia


Sekolah/Jenjang : SMK
Kelas : X (Sepuluh)
Pokok Bahasan : Ikatan Ion
Bentuk Soal : Pilihan Ganda (Lima Pilihan
Jawaban)
Nomor Tingkat Kunci
Kompetensi Dasar Indikator Soal Butir Soal Skor
Soal Pengetahuan Jawaban
3.5. Membandingkan Disajikan data Unsur-unsur golongan gas mulia di alam cenderung
ikatan ion, ikatan nomor atom dan terdapat dalam keadaan stabil sehingga unsur-unsur
kovalen, ikatan lambang unsur, yang lain cenderung akan saling berikatan agar
kovalen peserta didik dapat menyerupai unsur golongan gas mulia. Unsur 19K
koordinasi, dan menganalisis cara terdapat pada golongan alkali akan menjadi stabil
ikatan logam unsur tersebut dengan kecenderungan …
serta kaitannya untuk mencapai A. Melepaskan sebuah elektron dan membentuk
1 ion K− C4 C 20
dengan sifat zat. kestabilan seperti
unsur gas mulia B. Mengikat sebuah elektron dan membentuk ion
K−
C. Melepaskan sebuah elektron dan membentuk
ion K+
D. Mengikat sebuah elektron dan membentuk ion K+
E. Membentuk pasangan bersama
Disajikan data Suatu unsur X memiliki jumlah proton 8, jumlah
jumlah proton, elektron 8 dan jumlah neutron 8. Jika ingin mencapai
elektron dan kestabilan seperti unsur-unsur gas mulia, langkah
neutron suatu terbaik yang harus dilakukan unsur tersebut adalah …
2 C4 B 20
unsur, peserta didik A. Melepaskan 1 buah elektron sehingga bermuatan
dapat menganalisis +1
cara unsur tersebut

untuk mencapai B. Menerima 2 buah elektron sehingga bermuatan –


kestabilan seperti 2
unsur gas mulia C. Melepaskan 2 buah elektron sehingga bermuatan
+2
D. Menerima 1 buah electron sehingga bermuatan –
1
E. Memasangkan dua elektron dengan dua elektron
lain
Berdasarkan data Unsur-unsur di alam cenderung saling berikatan
nomor atom 2 buah membentuk senyawa agar stabil seperti gas mulia.
unsur, peserta didik Senyawa yang terbentuk jika 15A berikatan dengan 20B
dapat memprediksi mempunyai rumus kimia …
senyawa yang A. AB
3 C5 D 20
terbentuk dari B. AB2
gabungan dua C. A2B
unsur D. A2B3
E. A3B2
Berdasarkan data Atom unsur X mempunyai nomor atom 20 dan atom
konfigurasi elektron unsur Y mempunyai konfigurasi elektron 2 8 18 7,
2 buah unsur, rumus kimia senyawa dari gabungan
peserta didik dapat kedua unsur tersebut adalah …
memprediksi A. XY
4 C5 B 20
senyawa yang B. XY2
terbentuk dari C. X2Y
gabungan dua D. X2Y2
unsur E. X2Y4
Disajikan narasi Senyawa yang satu ini pasti sudah tak asing lagi di C5
yang berisi telinga kita, senyawa yang tersusun dari unsur X dan Y
karakteristik unsur. ialah garam yang hampir setiap hari kita temui.
Siswa Karakteristik unsur X merupakan logam

5 A 20
dapat dan Y adalah unsur nonlogam. Satu elektron dari
menyimpulkan unsur X akan ditarik oleh unsur Y hingga terbentuk
senyawa yang gaya tarik elektrostatis antara X dan Y yang akhirnya
berikatan ion dalam membentuk senyawa XY. Senyawa ini merupakan
kehidupan sehari- contoh bahwasanya dalam reaksi kimia, banyak
kemungkinan yang bisa terjadi. X dan Y yang
hari
merupakan dua unsur yang begitu sangat beracun dan
berbahaya bagi manusia, namun ketika bergabung
menjadi senyawa yang sangat bermanfaat, bahkan
dibutuhkan sekali oleh manusia.
Berdasarkan karakteristik unsurnya, dapat disimpulkan
bahwa XY merupakan senyawa …
A. NaCl
B. CaCl2
C. MgF
D. NaF
E. K2S

Penilaian soal tes pengetahuan :

Jumlah skor jawaban benar


Nilai akhir = ×100
Jumlah skor maksimum
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN KEAKTIFAN SISWA

Materi: Ikatan Kimia


Indikator
No. Nama Peserta Didik Skor Keterangan
1 2 3 4 5 6
1 ADEN PRATAMA PUTRA 3 3 1 2 2 2 13 Baik
2 ADIN AL KHAFID H. - - - - - - - -
3 AHMAD ANDRIANTO - - - - - - - -
4 ANDRA AJI MADANI 3 3 2 2 2 2 14 Baik
5 ANJAR CHOIRUL UMAM 3 3 1 2 2 2 13 Baik
6 ARDHA SYAFI'UL ZUSNI 3 3 2 2 2 2 14 Baik
7 ARIL TUAJI AKBAR 3 3 1 2 2 2 13 Baik
8 ARIYA BAGUS SETIAWAN 3 3 2 2 2 2 14 Baik
9 DANA RAHADI - - - - - - - -
10 DAVIS FIRMAN M. 3 3 2 2 2 2 14 Baik
11 DIKY CANDRA M. - - - - - - - -
12 DIMAS SETIAWAN 3 3 2 2 2 2 14 Baik
13 DWI PRASTYO 3 3 2 2 2 2 14 Baik
14 EKA RAHARJA NUR R. 3 3 2 2 2 2 14 Baik
15 AVIN MULYONO 3 3 2 2 2 2 14 Baik
1 EZI ARDIANSAH 3 3 1 2 2 2 13 Baik
2 FADKHUR ROHMAN - - - - - - - -
3 FARID SUGIANTO - - - - - - - -
4 IRVAN HARDIANSYAH 3 3 2 2 2 2 14 Baik
5 M AMIRUDIN 3 3 1 2 2 2 13 Baik
6 M. ARBETH PRASETYO 3 3 2 2 2 2 14 Baik
7 M NUR ALFIAN 3 3 1 2 2 2 13 Baik
8 MUHAMMAD ANANG M. 3 3 2 2 2 2 14 Baik
9 MOHAMMAD APRELIAN - - - - - - - -
10 M. NUR IKSAN AFANDI 3 3 2 2 2 2 14 Baik
11 M RIYAN FERDIANSYAH - - - - - - - -
12 M MIFTAKHUL UMAR 3 3 2 2 2 2 14 Baik
13 MOCH RIFKI N. 3 3 2 2 2 2 14 Baik
14 [Link] EFENDI 3 3 2 2 2 2 14 Baik
15 MOCH. ALIF AJI L. 3 3 2 2 2 2 14 Baik

KETERANGAN :

ASPEK YANG DINILAI

1. Kesiapan mengikuti pelajaran


2. Perhatian pada saat guru memberikan motivasi belajar/ apersepsi
3. Keaktifan mengajukan pertanyaan/memberikan penjelasan 4. Keaktifan menanggapi
jawaban peserta didik yang lain
5. Membuat catatan saat guru memberikan penguatan konsep
6. Keaktifan saat menarik kesimpulan

RUBRIK OBSERVASI PENILAIAN KEAKTIFAN SISWA

Kriteria Skor
No. Indikator
1 2 3

Menunjukkan
Kesiapan mengikuti Terlambat melebihi 5 Terlambat hadir perilaku disiplin
1
pelajaran menit maksimal 5 menit hadir tepat waktu
di
Perhatian pada saat guru
Memperhatikan Memperhatikan
memberikan motivasi Memperhatikan
2 dengan sikap dengan sikap
belajar/ apersepsi jika ditegur guru
santai serius
Keaktifan mengajukan
Tidak pernah 1 kali bertanya/ 2 kali bertanya/
3 pertanyaan/memberikan
bertanya/menjawab menjawab menjawab
penjelasan
Tidak pernah 1 kali 2 kali
Keaktifan menanggapi
menanggapi jawaban menanggapi menanggapi
4 jawaban peserta didik
peserta didik yang jawaban peserta jawaban peserta
yang lain
lain didik yang lain didik yang lain
Membuat catatan saat
Tidak membuat Membuat catatan Membuat catatan
5 guru memberikan
catatan cukup lengkap lengkap dan rapi
penguatan konsep
Tidak membuat Membuat Membuat
Keaktifan saat menarik
6 kesimpulan sama kesimpulan satu kesimpulan lebih
kesimpulan
sekali kali dari satu kali
LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN
Materi : Ikatan Kimia
Skor Aspek Yang Dinilai
Nama Peserta Total
No. Penguasaan Penggunaan Kepercayaan
Didik Kerjasama Suara Skor
materi media diri
1 ADEN PRATAMA P. 3 3 3 2 2 13
2 ADIN AL KHAFID H. - - - - - -
3 A. ANDRIANTO - - - - - -
4 ANDRA AJI 3 3 3 3 3 15
MADANI
5 ANJAR CHOIRUL U 2 2 3 2 3 12
6 ARDHA SYAFI'UL Z 3 2 3 2 3 13
7 ARIL TUAJI AKBAR 2 3 3 2 3 13
8 ARIYA BAGUS S. 3 2 3 2 3 13
9 DANA RAHADI - - - - - -
10 DAVIS FIRMAN M. 3 2 3 3 3 14
11 DIKY CANDRA M. - - - - - -
12 DIMAS SETIAWAN 3 3 3 3 3 15
13 DWI PRASTYO 3 3 3 3 3 15
14 EKA RAHARJA NUR 2 2 3 3 2 12
15 AVIN MULYONO 2 2 3 3 3 13
1 EZI ARDIANSAH 3 3 3 2 2 13
2 FADKHUR ROHMAN - - - - - -
3 FARID SUGIANTO - - - - - -
4 IRVAN H. 3 3 3 3 3 15
5 M AMIRUDIN 2 2 3 2 3 12
6 M. ARBETH P 3 2 3 2 3 13
7 M NUR ALFIAN 2 3 3 2 3 13
8 M. ANANG M. 3 2 3 2 3 13
9 M APRELIAN - - - - - -
10 M. NUR IKSAN A 3 2 3 3 3 14
11 M RIYAN F. - - - - - -
12 M MIFTAKHUL U. 3 3 3 3 3 15
13 MOCH RIFKI N. 3 3 3 3 3 15
14 [Link] EFENDI 2 2 3 3 2 12
15 MOCH. ALIF AJI L. 2 2 3 3 3 13

KRITERIA PENILAIAN:

Rentang Jumlah skor :


16 – 20 : Sangat Baik
11 – 15 : Baik
6 – 10 : Cukup
< 5 : Kurang
RUBRIK PENILAIAN DISKUSI DAN PRESENTASI KELOMPOK

ASPEK
SKOR
YANG
DINILAI 1 2 3 4
Kerjasama Tidak Sangat individual, Kurang Bekerjasama
dalam sesama bekerjasama hanya bekerjasama dengan baik
anggota dengan baik bekerjasama dengan dengan
kelompok dengan anggota dengan satu kelompoknya temantema
kelompok orang nnya dan
menjadi fasilitator
bagi
kelompoknya
Penguasaan Tidak bisa Tidak Kurang Menguasai materi
materi menguasai materi menguasai menguasai materi dengan
materi dan dan tidak baik dan
presentasi membaca buku tersusun,
berisi kutipan tidak
teori yang dengan membaca
dibacakan buku
Penggunaan Presentasi secara Presentasi secara Presentasi lisan Presentasi lisan
media lisan saja dan lisan dan didukung didukung
tidak menggunakan penggunaan penggunaan
menggunakan tambahan tulisan power point power point
media apapun di ms. word namun tidak ada terdapat
tabel/gambar/ tabel/gambar/
foto/animasi foto/animasi
Kepercayaan Tidak percaya diri Kurang percaya Kurang percaya Percaya diri dan
diri sehingga tidak diri sehingga diri tetapi bisa dapat
dapat tidak bisa menyampaikan menyampaikan
menyampaikan menyampaikan materi cukup materi dengan
materi materi dengan baik baik
baik
Suara Suara terdengar Suara terdengar, Suara terdengar, Suara terdengar,
namun pelafalannya jelas pelafalannya jelas pelafalannya jelas
pelafalannya hanya di bagian hanya di bagian dari awal sampai
tidak jelas dari awal atau akhir, awal atau akhir, akhir, dan tempo
awal sampai akhir dan tempo bicara dan tempo bicara bicara sedang
dan tempo bicara
cepat sedang
sangat
cepat

Anda mungkin juga menyukai