ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
KOMPETENSI DASAR 3.1 DAN 4.1
Dosen Pengampu :
Dra. Rosmaini, [Link]
Disusun Oleh:
Nama : Taufik Kusuma Panjaitan
NIM : 2231111031
Kelas : PBSI Reguler-B 2023
Mata Kuliah : Perencanaan Pemb Bahasa dan Sastra Indonesia
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Mei 2024
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TA 2023/2024
Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas/Semester VII (Semester I )
Kompetensi Dasar 3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita imajinasi)
yang di baca dan di dengar.
4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita imajinasi) yang di
dengar dan dibaca secara lisan, tulis, dan visual.
Materi Pokok Teks Narasi(cerita imajinasi)
Alokasi Waktu 4 x 40 Menit (2 jp)
[Link] Inti
K1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
K2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli (gotongroyong,
kerjasama, toleran,damai),santun,responsif,dan proaktif,sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
K3 Memahami,menerapkan,dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin Tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat minatnya untuk memecahkan masalah.
K4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret,dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan teori yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
[Link] Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
[Link] unsur-unsur teks narasi 3.3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur dalam
(cerita imajinasi) yang di baca dan di teks narasi (cerita imajinasi) yang
dengar. (C1) dibaca
dan didengar. (C1)
3.3.2 Menelaah struktur dan bahasa teks
narasi
(cerita imajinasi).(C4)
Kompetensi Dasar 4.3.1 Menceritakan kembali isi teks narasi
4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita imajinasi) yang dibaca atau di
(cerita imajinasi) yang di dengar dan Dengar. (C2)
dibaca secara lisan, tulis, dan visual.
4.3.2 Menyajikan isi teks narasi (cerita
imajinasi).(C2)
[Link] Pembelajaran
Dalam melaksanakan diskusi dan proses pembelajaran maka tujuan yang diharapkan tercapai yaitu,
1. Dengan membaca teks narasi (cerita imajinasi) siswa mampu mengidentifikasi unsur-unsur dalam
teks narasi (cerita imajinasi) dengan baik.
2. Dengan membaca teks narasi (cerita imajinasi) siswa mampu menelaah struktur dan bahasa teks
narasi (cerita imajinasi) dengan baik.
3. Dengan membaca teks narasi (cerita imajinasi) siswa mampu menceritakan kembali isi teks narasi
(cerita imajinasi) dengan baik.
4. Dengan membaca teks narasi (cerita imajinasi) siswa mampu menyajikan isi teks narasi (cerita
imajinasi) dengan baik.
[Link] Pembelajaran
Materi yang akan di bahas pada diskusi pembelajaran yaitu,
1. Pengertian teks narasi (cerita imajinasi)
2. Unsur-unsur teks narasi (cerita imajinasi)
3. Struktur dan kaidah kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi)
4. Menyajikan isi teks narasi (cerita imajinasi)
[Link] Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan Saintific
2. Model : Discovery Learning dan problem based learning
3. Metode : Metode diskusi, tanya jawab, ceramah dan penugasan.
[Link], Bahan, dan Sumber Belajar
Media/Alat : Buku pembelajaran, Proyektor, papan tulis dan spidol.
Bahan : Cerita fantasi berjudul “Belajar dengan Gajah Mada”.
Sumber : Kemendikbud.(2017).Bahasa Indonesia SMP/Mts Kelas [Link] Revisi
[Link] 43 s.d 73
[Link] Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 JP) (Saintific)
Tahapan Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Penilaian Waktu
Kegiatan awal 1. Guru masuk dan memberikan
salam kepada peserta didik.
2. Peserta didik menjawab dan
membalas salam dari guru.
3. Guru memimpin doa bersama
sebelum memulai proses Religius dan 10 Menit
pembelajaran. literasi peserta
4. Peserta didik berdoa bersama didik dalam
yang dipimpin oleh guru. mendengarka
5. Guru mendata kehadiran peserta n guru
didik sekaligus
6. Guru mengajak berbicara singkat
peserta didik dengan menanyakan
kabar.
7. Guru menanyakan pemahaman
peserta didik tentang materi
pelajaran yang telah dibahas di
pertemuan sebelumnya.
8. Guru menjelaskan kompetensi
yang akan dicapai pada
pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
9. Guru kemudian membentuk
kelompok belajar 3-4 peserta
didik dalam satu kelompok.
Kegiatan inti 1. Guru mengarahkan peserta didik
(Pelaksanaan membuka buku pelajaran masing-
pembelajaran tatap masing dan memberikan waktu
muka) 10 menit untuk membaca materi
pelajaran mengenai teks narasi
(cerita imajinasi). Kerja sama
2. Peserta didik bertanya kepada
guru mengenai materi yang sulit
dipahami.
3. Guru menjelaskan pertanyaan
setiap peserta didik.
4. Peserta didik mengumpulkan dan
memahami informasi yang
diperoleh dari guru mengenai teks Solidaritas 70 Menit
narasi(cerita imajinasi).
5. Guru memberikan contoh teks
narasi(cerita imajinasi) berjudul
“belajar dengan gajah mada”
kepada setiap kelompok
6. Peserta didik menganalisis unsur-
unsur pada teks cerita narasi
mulai dari struktur, tokoh, tema ,
latar, alur dan kebahasaan pada komunikasi
teks narasi yang berjudul “belajar
dengan gajah mada”
7. Guru mengarahkan setiap
kelompok untuk menampilkan
hasil diskusi setiap kelompok di
depan kelas.
8. Guru memberikan arahan kepada
setiap kelompok dalam
melaksanakan presentasi.
Kegiatan Akhir 1. Guru memberikan kesimpulan
(Penutup) akhir dari proses pembelajaran
mengenai teks narasi (cerita
imajinasi). Religius 10 Menit
2. Guru menanyakan kembali
pemahaman peserta didik.
3. Guru menutup proses
pembelajaran dengan doa yang
dipimpin oleh ketua kelas.
4. Peserta didik memberikan salam
kepada guru
Pertemuan Kedua (2 JP)
Tahapan Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Penilaian Waktu
Kegiatan Awal 1. Guru masuk dan memberikan
salam kepada peserta didik.
2. Peserta didik menjawab dan
membalas salam dari guru.
3. Guru memimpin doa bersama
sebelum memulai proses
pembelajaran.
4. Peserta didik berdoa bersama
yang dipimpin oleh guru.
5. Guru mendata kehadiran peserta
didik sekaligus mengisi daftar Religius dan 10 Menit
hadir. literasi peserta
6. Guru mengajak berbicara singkat didik
peserta didik dengan menanyakan
kabar.
7. Guru menanyakan pemahaman
peserta didik tentang materi
pelajaran yang telah dibahas di
pertemuan sebelumnya.
8. Guru kemudian membentuk
kelompok belajar 3-4 peserta
didik dalam satu kelompok yaitu
kelompok yang sama pada
pertemuan sebelumnya.
Kegiatan 1. Guru memberikan peserta didik
Inti(Pelaksanaan teks cerita yang berbeda setiap
pembelajaran tatap kelompok.
muka) 2. Guru memberikan waktu 15
menit kepada setiap peserta didik
untuk membaca teks cerita
tersebut.
3. Guru memberikan undian untuk
menentukan kelompok mana
yang akan maju pertama untuk Percaya Diri 70 Menit
menceritakan kembali teks yang
telah dibaca.
4. Peserta didik maju kedepan kelas
dan menceritakan kembali teks
narasi (cerita imajinasi) yang
telah dibaca secara berurutan
5. Guru memberikan arahan kepada
setiap kelompok untuk menulis
hasil cerita yang telah
disampaikan oleh kelompok
temannya.
6. Guru menilai kemampuan peserta
didik dalam bercerita.
7. Guru mengumpulkan hasil tulisan
peserta didik.
Kegiatan 1. Guru memberikan kesimpulan
Akhir(Penutup) akhir dari proses pembelajaran.
2. Menanyakan kembali
pemahaman peserta didik.
3. Guru menutup proses Religius 10 Menit
pembelajaran dengan doa yang
dipimpin oleh ketua kelas.
4. Peserta didik memberikan salam
kepada guru
[Link] Akhir Hasil Pembelajaran
Setelah melaksanakan pembelajaran maka penilaian akhir peserta didik yaitu,
1. Sikap
Penilaian sikap peserta didik didapatkan ketika proses pembelajaran berlangsung berupa keaktifan,
kerja sama, dan etika peserta didik.
Teknik : Observasi
Waktu : Saat pembelajaran berlangsung
Instrumen : Terdapat di lampiran IIA
2. Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilaksanakan dengan tes tertulis yang dilaksanakan secara lisan dengan
memberikan pertanyaan terhadap setiap peserta didik dan akan langsung dijawab oleh peserta didik
tersebut.
Teknik : Observasi
Waktu : Saat Pembelajaran Berlangsung
Instrumen : Terdapat di lampiran IIB
Contoh Pertanyaan,
a. Apa yang dimaksud dengan cerita fantasi?
b. Bagaimana cara menentukan tema,latar dan alur pada cerita?
c. Ciri-ciri cerita fantasi?
d. Apa kaidah kebahasaan cerita fantasi?
3. Keterampilan
Setiap peserta didik harus menulis satu contoh cerita fantasi berdasarkan pengalaman setiap peserta
didik minimal 2 lembar.
Teknik : Unjuk Kerja
Waktu : Saat Pembelajaran berlangsung.
Instrumen : Terdapat di lampiran IIC
MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TEKS NARASI
(CERITA IMAJINASI)
Nama Sekolah :
Jenjang : Sekolah Menengah Pertama
Tahun Ajaran : 2023/2024
Kelas/Semester : VII/Semester I
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
[Link] Teks Narasi (Cerita Imajinasi)
Sebuah pelajaran tentang nilai-nilai kehidupan dapat
dipetik dari berbagai cerita, salah satunya adalah cerita
imajinasi. Cerita imajinasi dapat dikategorikan ke dalam
teks narasi. Masih ingatkah anda tentang teks narasi?
Teks narasi merupakan suatu bentuk teks yang mengisahkan
suatu peristiwa atau kejadian yang disusun menurut urutan
peristiwa atau kejadian dan waktu dengan tujuan untuk
menciptakan kesan atau pengalaman kepada pembaca.
Teks narasi memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Berisi kisah atau cerita tentang peristiwa atau kejadian.
2. Memiliki unsur tokoh, peristiwa dan waktu.
3. Bisa bersifat fiksi maupun non fiksi.
4. Bertujuan menciptakan kesan atau pengalaman kepada pembacanya.
Teks narasi dapat dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu narasi eksositori dan narasi sugestif.
1. Narasi Ekspositoris
Jenis narasi ini mengisahkan serangkaian peristiwa yang benar-benar nyata dan terjadi (fakta). Logika
merupakan hal penting dalam narasi ini. Sasaran utamanya adalah raslo. Isinya menyampaikan. informasi
untuk memperluas pengetahuan pembaca. Narasi ini disebut juga narasi nonfiksi. Contohnya biografi,
autobiografi, dan riwayat perjalanan. Deskripsi ekspositoris menciptakan agar pembaca dapat mengenalinya
bila bertemu atau berhadapan dengan suatu objek. Misalnya deskripsi tentang keadaan. suatu ruang atau
tempat.
2. Narasi Sugestif
Jenis narasi Ini mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau Imajinasi pengarang sehingga bersifat fiktif.
Karangan ini berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui Imajinasi para
pembaca. Pengalaman atas objek itu harus menciptakan kesan atau Interpretasi. Rangkaian kata-kata yang
dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, atau watak objek tersebut diciptakan sugesti tertentu
pada pembaca. Dengan kata lain, deskripsi sugestif berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap
objek melalui imajinasi para pembaca. Narasi ini selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena
sasaran yang ingin dicapai adalah kesan terhadap peristiwa itu. Narasi ini disebut juga narasi fiksi.
Contohnya cerpen, novel, dongeng, dan sebagainya. Berdasarkan uraian diatas, tahukah anda perbedaan teks
narasi ekspositoris dengan narasi sugestif? Nah, pada pembelajaran ini siswa diajak untuk mempelajari jenis
narasi sugestif yaitu dongeng. Dongeng termasuk prosa lama yang cenderung bersifat imajinatif, didaktif,
anonim, dan bentuk serta isinya statis. Isi dongeng semata-mata hanya berdasarkan khayalan dan
disampaikan secara lisan. Ada beberapa jenis dongeng diantaranya seperti berikut:
1. Fabel, yaitu dongeng tentang binatang, misalnya Kancil yang Cerdik dan Anjing yang Rakus. 2.
Legenda, yaitu dongeng yang isinya dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam, misalnya Asal
usul Kota Banyuwangi dan Sangkuriong.
2. Sage, yaitu dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah, misalya Damarwulan dan Terjadinya
Kota Majapahit.
3. Mite, yaitu dongeng tentang dewa dewa atau makhluklain yang dianggap mempunyai sifat kedewaan
dan sakral, misalnya Cerita Gerhana, Nyi Roro kidul, dan Hikayat Sang Boma.
4. Epos, yaitu wiracarita atau dongeng kepahlawanan, misalnya Ramayana dan Mahabarata.
[Link]-unsur Teks Narasi
Teks narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan
kejadian/peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakan
dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap
pengenalan (apa, siapa, dan dimana kejadian terjadi), timbulnya
pertentangan dan penyelesaian /akhir cerita. Rangkalan cerita ini
disebut alur. Selain itu, teks narasi juga dibangun oleh unsur-
unsur teks, misalnya pada teks dongeng. Dongeng sebagai jenis
teks narasi memiliki unsur-unsur pernbangun sebagai berikut:
1. Tema
Tema merupakan gagasan yang mendasari terciptanya
suatu cerita atau narasi.
2. Tokoh dan Perwatakan
Sebuah teks narasi pasti ada tokohnya. Tokoh inilah yang menjadi pusat cerita dan yang menentukan
keberadaan unsur teks narasi lainnya. Setiap tokoh memiliki watak atau sifat. Berdasarkan
perwatakannya, ada tiga jenis tokoh yaitu protagonis, antagonis dan tritagonis.
3. Latar
Latar suatu teks narasi berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana yang terjadinya cerita. Ketiga
tersebut berkaitan satu sama lain.
4. Alur
Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam suatu teks narasi. Secara umum alur teks narasi
menggunakan tahap-tahap berikut;
a. Perkenalan, yaitu memperkenalkan tokoh utama.
b. Penampilan masalah, yaitu tokoh utama mulai menghadapi masalah
c. Klimaks (puncak ketegangan), yaitu konflik yang dihadapi tokoh utama mulai menurun.
d. Peleraian atau penyelesaian, yaitu konflik yang dihadapi tokoh utama selesai.
5. Amanat
Amanat merupakan pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca. Sebuah teks narasi pasti
mengandung amanat yang dapat dijadikan pelajaran hidup bagi pembacanya.
[Link] Teks Narasi (Cerita Imajinasi)
Pada dasarnya setiap cerita imajinasi tersusun atas struktur-struktur
pembangunnya. Salah satu jenis cerita imajinasi adalah dongeng. Adapun
struktur teks cerita dongeng sebagai berikut:
1. Orientasi/orientation atau perkenalan
Orientasi merupakan bagian paragraf pembuka yang
menggambarkan pengenalan karakter cerita. Pada bagian ini
disajikan pengenalan tokoh, tempat, dan waktu terjadinya cerita
(siapa atau apa, kapan, dan dimana)
2. Komplikasi/complication
Komplikasi merupakan bagian yang menyajikan munculnya
masalah dan pengembangan cerita. Pada bagian ini mulai muncul
masalah/konflik dan selanjutnya masalah konflik tersebut
berkembang.
3. Penyelesaian/resolution
Pada bagian penyelesaian atau resolusi, masalah/konflik yang muncul mulai ditemukan
[Link] dapat berupa kebaikan atau keburukan..
4. Koda
Koda merupakan bagian terakhir dari struktur teks cerita imajinasi. Koda berisi perubahan yang
terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Tidak semua cerita imajinasi
memiliki bagian koda, biasanya yang memuat koda adalah dongeng misalnya sage dan fabel.
[Link] Kebahasaan Teks Narasi (Cerita Imajinasi)
Teks narasi imajinasi, khususnya teks sage/mite, disamping tersusun atas beberapa struktur, juga
mengandung unsur kebahasaan untuk mengungkapkan cerita agar lebih luwes dan mudah dipahami
pembacanya. Adapun unsur kebahasaan dalam teks cerita sage/mite sebagai berikut:
1. Penggunaan kata kerja
Kata kerja adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses atau keadaan.
Ciri-ciri kata kerja sebagai berikut:
a. Umumnya menempati fungsi predikat dalam kalimat
b. Dapat didahului kata ingkar tidak.
c. Dapat didahului kata keterangan akon, sedang dan sudah.
d. Dapat dipakai dalam kalimat perintah, khususnya yang bermakna perbuatan.
e. Tidak dapat didahului kata poling.
2. Penggunaan kata sandang
Kata sandang adalah kata yang dipakai untuk membatasi kata benda. Kata sandang dapat
dikelompokan menjadi empat jenis. Kata sandang yang mendampingi kata benda dasar.
Contoh: si monyet, sang dewi, para guru, si boncel, sang pendekar.
3. Penggunaan keterangan waktu dan tempat
Di dalam teks cerita dongeng biasanya digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu
untuk menghidupkan suasana. Untuk keterangan tempat biasanya digunakan kata depan di dan
keterangan waktu biasanya digunakan kata depan pada atau kata yang menunjukan informasi waktu.
4. Penggunaan kata hubung
Kata hubung disebut juga kata sambung atau konjungsi. Kata hubung adalah kata tugas yang
menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata hubung antarklausa biasanya
terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata hubung antarkalimat terletak di awal kalimat
(setelah tanda titik, tanda seru, dan tanda tanya), dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal
paragraf.
5. Menggunakan kalimat langsung maupun tidak langsung.
Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraa
yang sama persis seperti apa yang dikatakan, Ciri-ciri kalimat langsung sebagai berikut
a. Pada kalimat langsung, kalimat petikan ditandai dengan tanga petik dua (")
b. Huruf pertama kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital
c. Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan tanda baca koma (,)
d. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di
depan kalimat langsung
e. Cara membaca pada kalimat kutipan yaitu intonasinya sedikit ditekan
E. Menceritakan Kembali Isi Teks Narasi
Sebuah teks cerita yang sudah dibaca dapat diceritakan
kembali isinya dengan bahasa atau kalimat sendiri.
Menceritakan kembali cerita yang dibaca perlu
memerhatikan beberapa hal dibawah ini:
1. Inti dari cerita harus tercakup secara keseluruhan
2. Urutan cerita harus disajikan secara urut dan padu
3. Tidak menghilangkan bagian penting dari
dongeng, sehingga dongeng/cerita tetap utuh,
4. Penggunaan pilihan kata yang menarik dan
kalimat efektif
Adapun langkah-langkah menceritakan kembali isi cerita yang dibaca sebagai berikut:
1. Membaca cerita dengan cermat dan teliti
2. Memahami isi cerita secara utuh dan menyeluruh
3. Memerhatikan urutan cerita serta unsur-unsur intrinsik cerita
4. Menulis kembali cerita dengan memerhatikan keutuhan dan kepaduan cerita, pemilihan kata yang
tepat serta penggunaan bahasa yang komunikatif dan menarik.
5. Menyampaikan cerita yang telah ditulis kembali dengan bahasa yarıg lugas agar mudah dipahami
oleh orang lain.
MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA IDONESIA TEKS NARASI
(CERITA IMAJINASI)
Nama Sekolah :
Jenjang : Sekolah Menengah Pertama
Tahun Ajaran : 2023/2024
Kelas/Semester : VII/Semester I
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi Pembelajaran di tampilkan melalui proyektor/infokus
Penilaian Pengetahuan
Evaluasi
Nama :
Kelas :
No. Absensi :
Berilah tanda silang pada pilihan A,B,C, dan D yang menurutmu tepat!!!
1. Teks yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian yang disusun menurut urutan peristiwa atau
kejadian dan waktu dengan tujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman kepada pembaca,
merupakan pengertian dari?
A. Teks eksplanasi
B. Teks prosedur
C. Teks Narasi(cerita imajinasi)/
D. Teks Observasi
E. Teks deskripsi
2. Wiracarita atau dongeng kepahlawanan sering disebut dengan?
A. Epos/
B. Mite
C. Sage
D. Fabel
E. Dongeng
3. Bagian yang menyajikan munculnya masalah dan pengembangan cerita merupakan pengertian dari?
A. Amanat
B. Komplikasi/
C. Koda
D. Orientasi
E. Resolusi
4. Berikut ini struktur teks narasi yang sesuai dan benar adalah
A. Orientasi-komplikasi-resolusi-koda/
B. Komplikasi-orientasi-koda-resolusi
C. Orientasi-resolusi-koda-komplikasi
D. Koda-komplikasi-resolusi-orientasi
E. Orientasi-koda-komplikasi-resolusi
5. Teks narasi terbagi menjadi dua yaitu?
A. Narasi Ekspositoris dan sugestif/
B. Narasi umum dan khusus
C. Narasi intrinsik dan ekstrinsik
D. Narasi ekspositoris dan ekstrinsik
E. Narasi sugestif dan khusus
Kunci Jawaban
1. C
2. A
3. B
4. A
5. A
Rubrik Penilaian Pengetahuan
1 soal = 20 poin
Pedoman Penilaian = jumlah benar x 20
Skor total = 100 poin
Nomor Soal Kunci Jawaban Skor
1 C 20
2 A 20
3 B 20
4 A 20
5 A 20
Jumlah Skor 100
Penilaian Keterampilan
Menyajikan isi teks narasi (cerita imajinasi)
Kegiatan :
1. Membaca teks narasi (cerita imajinasi) secara berkelompok
2. Menyajikan kembali isi teks narasi yang telah dibaca di depan kelas secara berkelompok
3. Menyajikan isi teks sesuai dengan pemahaman siswa
No Nama Kelompok Judul Teks Narasi (cerita Imajinasi)
1 Kelompok A Rembulan (negeri misteri dibalik pohon kenari)
2 Kelompok B Biru si peri hutan
3 Kelompok C Kupu-kupu sapu tangan
4 Kelompok D Taman si raksasa
5 Kelompok E Belajar dengan gajah mada
Rubrik Penilaian
No. Nama Judul Teks Narasi Aspek Penilaian Kriteria Penskoran
Kelompok (cerita Imajinasi)
1 Kelompok A Rembulan (negeri misteri [Link] 1=kurang baik
dibalik pohon kenari) [Link] Cerita 2=cukup baik
[Link] sama tim 3=baik
[Link] dalam Bercerita 4=sangat baik
2 Kelompok B Biru si peri hutan [Link] 1=kurang baik
[Link] Cerita 2=cukup baik
[Link] sama tim 3=baik
[Link] dalam Bercerita 4=sangat baik
3 Kelompok C Kupu-kupu sapu tangan [Link] 1=kurang baik
[Link] Cerita 2=cukup baik
[Link] sama tim 3=baik
[Link] dalam Bercerita 4=sangat baik
4 Kelompok D Taman si raksasa [Link] 1=kurang baik
[Link] Cerita 2=cukup baik
[Link] sama tim 3=baik
[Link] dalam Bercerita 4=sangat baik
5 Kelompok E Belajar dengan gajah [Link] 1=kurang baik
mada [Link] Cerita 2=cukup baik
[Link] sama tim 3=baik
[Link] dalam Bercerita 4=sangat baik
Belajar dengan Gajah Mada
Minggu pagi yang cerah Ardi, Handi, dan Dani berada di Candi Trowulan. Mereka merupakan siswa pilihan
dari sebuah SMP yang sedang melakukan tugas pengamatan untuk karya ilmiah remaja. Di tengah
keramaian orang yang sedang berwisata, mereka sibuk menyelesaikan laporannya. “Tolooong,“ tiba-tiba
terdengar suara Handi berteriak minta tolong. Dani dan Ardi yang berada tidak jauh dari tempat itu segera
berlari menghampiri. Betapa kagetnya mereka berdua
melihat Handi berada di sebuah lubang dan hanya kelihatan tangannya. Dengan reflek Ardi dan Dani
menarik berusaha menolong Handi. Tapi “Aaahh...! terdengar teriakan keras dan mereka bertiga terseret
masuk ke lubang itu. “Dimana kita??” Ardi bertanya sambil menatap tembok sekelilingnya yang
memancarkan kemilau keemasan.
“Tempat apa ini?” Handi dan Dani bertanya hampir bersamaan. Tiba-tiba, di hadapan mereka, muncul laki-
laki bertubuh kekar. “Kalian bertiga saya panggil untuk menemui leluhurmu!” laki-laki tegap itu berujar
dengan penuh wibawa. Ketiga anak itu terbelalak. “Sii aa .. pa Bapak?” sambil gemetar Handi
memberanikan diri untuk bertanya. “Aku yang berjanji tak akan makan buah palapa sebelum Nusantara
bersatu,” jawab laki-laki itu dengan mata tajam menatap ke arah tiga anak yang masih ketakutan itu.
“Gaajah Maada ...!” suara ketiganya seperti tercekat. “Ya benar akulah Gajah Mada yang sejak muda
berusaha keras berlatih untuk menjadi orang berguna,” suara laki-laki itu dengan sangat berwibawa. “Apa
yang sudah kamu lakukan untuk menyiapkan dirimu agar menjadi orang berguna,” mata laki-laki itu lekat
menatap Handi. Kemudian dia beralih memegang bahu Ardi dan Dani. “Saya berusaha menjadi juara kelas
dengan belajar tiap hari,” Ardi menjawab agak terbatabata. “Saya belajar tiap malam sehingga saya selalu
rangking satu di sekolah,” Handi menyahut. “Saya les semua mata pelajaran sehingga selalu mendapat
prestasi Matematika tertinggi di kelasku,” Dani menimpali jawaban teman-temannya. “Belum cukup, kalian
semua harus menambahkan jawaban lagi dengan benar untuk dapat dikembalikan ke tempat semula,” laki-
laki itu semakin mendekat. Ketiga anak itu berpikir keras untuk mengungkapkan hal terbaik apa yang telah
diperbuat selama ini. Setelah satu jam berpikir keras Handi membuka pembicaraan. “Saya selalu berusaha
untuk tidak terlambat datang ke sekolah dan menyelesaikan tugas tepat waktu,” Handi memulai mengajukan
ide. “Saya berusaha bekerja keras dan tidak mencontek waktu ujian,” kata-kata Ardi meluncur deras. “Saya
mendengarkan teman yang berbeda pendapat dan meresponnya dengan santun,” Dani bertutur dengan
lancar.
Selesai Dani menyelesaikan kalimatnya, terdengar dentuman keras. Buuuum...! Seakan ada yang
mengangkat mereka bertiga tiba-tiba sudah kembali berada di area Candi Trowulan tempat mereka
melakukan pengamatan. Ketiganya mengusap mata. Seakan tidak percaya mereka saling berangkulan.
“Benar kata Gajah Mada tadi...” Handi berucap lirih. “Iya kita tidak cukup hanya hanya dengan pintar” Ardi
berkata hampir tak terdengar. “Ya kita harus memiliki perilaku yang baik...” Dani berteriak lantang sambil
menyeret kedua temannya menuju area candi yang harus diamati. Mereka bertiga bertekad menyelesaikan
tugasnya tepat waktu. Seperti biasanya mereka bekerja keras untuk menghasilkan sebuah karya.
Lampiran III Instrumen penilaian Sikap, Pengetahuan, dan keterampilan.
[Link] Sikap
Nama Sekolah :
Tahun Ajaran : 2023/2024
Kelas/Semester : VII/Semester I
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Indikator
a. Membuka dan menutup pembelajaran dengan doa
b. Merespon salam dar bapak/ibu guru
c. Kepercayaan diri
d. Gotong royong
e. Kreatif
f. Berpikir kritis
g. Berani dan
h. Bertanggung jawab
No Nama Siswa Catatan perilaku Butir sikap Tindak Lanjut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
dst
[Link] Pengetahuan
Nama Sekolah :
Tahun Ajaran : 2023/2024
Kelas/Semester : VII/Semester I
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
No. Materi Pokok Soal Bentuk Soal Jawaban Skor Nilai
1 Teks Narasi Sebutkan unsur- Uraian Unsur-unsur 10
unsur pembangun teks
pembangun teks narasi adalah
narasi (Cerita tema, tokoh, latar,
imajinasi) laur, penokohan,
ysudut pandang
dan amanat.
2
3
4
5
dst
[Link] Keterampilan
Nama Sekolah :
Tahun Ajaran : 2023/2024
Kelas/Semester : VII/Semester I
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
No. Materi Pokok Soal Bentuk soal Indikator Penilaian Skor
1 Teks Narasi Buatlah 1 contoh Essay Jumlah kata, A=86-100
cerita imajinasi kebahasaan,imajinasi, B=76-85
tema dan alur C=60-75
2