0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Manajemen Nyeri Non-Invasif Pasca Melahirkan

Diunggah oleh

Dwiky Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Manajemen Nyeri Non-Invasif Pasca Melahirkan

Diunggah oleh

Dwiky Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

EPIDENCE BASED PRACTICE KEPERAWATAN

Dosen Pengampu: Dewi Indah Sari, [Link], [Link]

DISUSUN OLEH

Ester Natasya P2790522012


Gita Wulandari P2790522013

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG
POLITKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN
2022
ANALISIS JURNAL DNGAN METODE PICO

MANAJEMEN NYERI NON INVASIVE PADA IBU POST PARTUM DENGAN


PENDEKATAN EVIDENCE BASED PRACTICE (Non Invasive Pain Management in Post
Partum Mother with Evidence Based Practice Approach)

A. ANALISIS JURNAL
1. Judul pnlitian
“Manajemen Nyeri Non Invasive Pada Ibu Post Partum Dengan Pendekatan Evidence
Based Practice”
2. peneliti
Nikmatur Rohmah
3. ringkasan jurnal
Nyeri adalah sensasi tidak nyaman yang dikeluhkan oleh sebagian besar ibu nifas,
dalam kasus nyeri berkepanjangan, risiko post partum blues lebih tinggi. Penggunaan
bukti berbasis Metode praktik memberikan kesempatan yang lebih besar bagi perawat
dan tenaga medis untuk berpikir lebih kritis dalam mengambil keputusan dan dalam
melakukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien masalah dan
keunikan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan manajemen nyeri non-invasif
pada post ibu bersalin melalui pendekatan evidence based practice. Metode: Ini
adalah studi kasus, dilakukan pada klien Ny. A P1-1 A0 post sectio caesarea hari ke-1
karena ada indikasi suspek penangkapan sekunder disproporsi cepalo pelvis.
Pengambilan data dilakukan di ruang bersalin dr. Soebandi Rumah Sakit Umum
Daerah. Menggunakan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Analisis data
dilakukan melalui analisis deskriptif. Hasil: Melalui perawatan yang cermat, diketahui
bahwa lokasi dan penyebaran nyeri yang umumnya terlihat di punggung pasien
selama kontraksi di rahim, terjadi di sekitar bahu ketika praktik berbasis bukti
diterapkan. Prinsip dasarnya penerapan intervensi untuk nyeri non invasif
berdasarkan bukti – praktik dasar adalah: kulit stimulasi dan distraksi, sedangkan area
pemijatan ditetapkan pada wajah, sedangkan media distraksiadalah interaksi dengan
bayi. Evaluasi pada praktik berbasis bukti menunjukkan bahwa rasa sakit berkurang
ke skala 2, sedangkan wajah dan mobilisasi menjadi lebih rileks. Diskusi: Pijat
dimaksudkan untuk merangsang produksi endorfin dan dinorfin yang memainkan
peran penting untuk memblokir rasa sakit transmisi melalui sistem kontrol keturunan.
Interaksi dengan bayi dimaksudkan untuk berfungsi sebagai media pengalih perhatian
untuk mendominasi impuls yang masuk ke dalam sistem kendali ascendant, yang
selanjutnya dapat menutup gerbang pemancar rasa sakit. Kedua intervensi diharapkan
berhasil sinergis dalam mengurangi nyeri, karena nyeri post partum dapat hilang lebih
cepat bila lebih dari satu teknik diterapkan. Dengan demikian, untuk mengurangi
nyeri pasca melahirkan, pijat wajah dan interaksi dengan bayi sebagai perawatan non-
invasif adalah penting, masing-masing.
4. tujuan penelitian
tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen nyeri non invasive pada ibu post
partum dengan pendekatan evidence based practice.

B. PEMBAHASAN ANALISIS JURNAL DENGAN METODE PICO


1. Potien/population/problem
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Uji yang di gunakan format
pengkajian
Desain yang diunakan studi kasus dengan wawancara, observsi, dan pemeriksaan
fisik, sampel pada peneliian ini dilakukan pada klien Ny. A P1-1 A0 post sectio
caesarea hari ke-1 karena ada indikasi suspek penangkapan sekunder disproporsi
cepalo pelvis.
2. Intervention/Treatment
Pada peneliian ini intervensi yang diberikan adalah identifi kasi fakta (evidence) yang
diperlukan, mengkaji kebutuhan perubahan dalam layanan praktik, melihat dan
mengevaluasi fakta melalui literature dan hasil penelitian terkait, memutuskan dan
mendesain rencana strategis, implementasi, dan evaluasi. Asuhan diberikan pada
klien Ny A. P1-1 A0 post SC hari ke 1 atas indikasi suspect cepalo pelvis disproporsi
secondary arrest. Tempat pengambilan data di Ruang Kandungan RSUD dr. Soebandi
Jember. Waktu yang digunakan untuk memberikan asuhan adalah 4 hari.
3. Comperation intervention/Treatment
1) Jurnal “Manajemen Nyeri Non Invasive Pada Ibu Post Partum Dengan
Pendekatan Evidence Based Practice”
Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan rancangan evidence
based, intervensi yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah identifi kasi fakta
(evidence) yang diperlukan, mengkaji kebutuhan perubahan dalam layanan praktik,
melihat dan mengevaluasi fakta melalui literature dan hasil penelitian terkait,
memutuskan dan mendesain rencana strategis, implementasi, dan evaluasi. Asuhan
diberikan pada klien Ny A. P1-1 A0 post SC hari ke 1 atas indikasi suspect cepalo
pelvis disproporsi secondary arrest. Tempat pengambilan data di Ruang Kandungan
RSUD dr. Soebandi Jember. Waktu yang digunakan untuk memberikan asuhan
adalah 4 hari. Melalui perawatan yang cermat, diketahui bahwa lokasi dan
penyebaran nyeri yang umumnya terlihat di punggung pasien selama kontraksi di
rahim, terjadi di sekitar bahu ketika praktik berbasis bukti diterapkan. Prinsip
dasarnya penerapan intervensi untuk nyeri non invasif berdasarkan bukti – praktik
dasar adalah: kulit stimulasi dan distraksi, sedangkan area pemijatan ditetapkan pada
wajah, sedangkan media distraksiadalah interaksi dengan bayi. Evaluasi pada praktik
berbasis bukti menunjukkan bahwa rasa sakit berkurang ke skala 2, sedangkan wajah
dan mobilisasi menjadi lebih rileks. Diskusi: Pijat dimaksudkan untuk merangsang
produksi endorfin dan dinorfin yang memainkan peran penting untuk memblokir rasa
sakit transmisi melalui sistem kontrol keturunan. Interaksi dengan bayi dimaksudkan
untuk berfungsi sebagai media pengalih perhatian untuk mendominasi impuls yang
masuk ke dalam sistem kendali ascendant, yang selanjutnya dapat menutup gerbang
pemancar rasa sakit. Kedua intervensi diharapkan berhasil sinergis dalam mengurangi
nyeri, karena nyeri post partum dapat hilang lebih cepat bila lebih dari satu teknik
diterapkan. Dengan demikian, untuk mengurangi nyeri pasca melahirkan, pijat wajah
dan interaksi dengan bayi sebagai perawatan non-invasif adalah penting, masing-
masing.
2) Komprosi penelitian ini dengan jurnal tersebut adalah penelitian ini menghungkan
intervensi Pelaksanaan yang dilakukan pada hari selasa tanggal 22 April 2008
pukul 09.30 WIB langkah pertama yaitu meletakkan kedua ibu jari dengan posisi
saling berhadapan diantara kedua alis pasien, langkah kedua melakukan masase
secara perlahan kearah luar sampai di pelipis, berikan sedikit tekanan pada
pelipis, lakukan sebanyak 3–5 kali, langkah ketiga yaitu menekan dengan ringan
(dapat disesuaikan dengan keadaan pasien) pada tulang di pangkal hidung. Tekan
3–5×, kemudian masase sepanjang os nasal kanan dan kiri sampai os zigomaticus,
lakukan sebanyak 3–5 kali, langkah berikutnya memasase daerah mandibula
sebanyak 3–5 kali, selanjutnya memberikan tekanan agak kuat di seputar kepala
bagian atas, akhiri dengan memberikan tekanan pada kepala bagian belakang,
lakukan sebanyak 3–5 kali dan langkah masase terakhir yaitu dilakukan pada
punggung bagian atas yang diakhiri dengan tekanan pada bahu, lakukan sebanyak
3–5 kali.
3) Fokus utama pelaksanaan pasien-pasien pada ibu post partum pemberian massage
4. Outcome
Pijat dimaksudkan untuk merangsang produksi endorfin dan dinorfin yang
memainkan peran penting untuk memblokir rasa sakit transmisi melalui sistem
kontrol keturunan. Interaksi dengan bayi dimaksudkan untuk berfungsi sebagai media
pengalih perhatian untuk mendominasi impuls yang masuk ke dalam sistem kendali
ascendant, yang selanjutnya dapat menutup gerbang pemancar rasa sakit. Kedua
intervensi diharapkan berhasil sinergis dalam mengurangi nyeri, karena nyeri post
partum dapat hilang lebih cepat bila lebih dari satu teknik diterapkan. Dengan
demikian, untuk mengurangi nyeri pasca melahirkan, pijat wajah dan interaksi dengan
bayi sebagai perawatan non-invasif adalah penting, masing-masing.
Dapat disimpulkan Evidence based pada kasus yang sesuai dengan teori antara lain
posisi tubuh yang dipertahankan, gerakan hati-hati, dan ekpresi wajah tegang.
Sedangkan tekanan darah, nadi, pernafasan tidak mengalami perubahan, diaforesis
tidak terjadi. Lokasi dan luas penyebaran nyeri pada umumnya terjadi pada saat
kontraksi uterus dan dirasakan di punggung, tetapi pada evidence based dirasakan
pada bahu, kebutuhan perubahan yang prioritas pada evidence based adalah nyeri,
intervensi nyeri non invasive yang ditetapkan berdasarkan evidence based adalah
masase pada wajah dan bahu dengan pertimbangan pemetaan area nyeri serta
interaksi dengan bayi, prinsip pelaksanaan manajemen nyeri pada evidence based
sesuai dengan konsep teori yaitu prinsip stimulasi kutaneus dan distraksi. Namun
pada evidence based terdapat perbedaan pada area masase dan media distraksi. Area
masase dipilih pada wajah dan media distraksi yang digunakan adalah interaksi
dengan bayi, Evaluasi pada evidence based didapatkan bahwa nyeri dapat berkurang
menjadi skala 2, wajah dan mobilisasi menjadi lebih rileks

Anda mungkin juga menyukai