Sistem Informasi Manajemen
Diskusi 2
Bagaimanakah perkembangan sistem informasi yang anda ketahui?Jelaskan menurut pemahaman
saudara!
Jawab :
Sistem Informasi (SI) telah mengalami perkembangan yang signifikan selama beberapa dekade
terakhir, terutama dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Perkembangan pesat dalam sistem informasi saat ini telah menghadirkan berbagai dampak positif
dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis, pendidikan, kesehatan, dan
masyarakat pada umumnya.
Berikut adalah beberapa contoh perkembangan yang dapat diamati:
1) Efisiensi Operasional: Sistem informasi yang canggih memungkinkan perusahaan untuk
meningkatkan efisiensi operasional mereka. Dengan otomatisasi proses bisnis, penggunaan
algoritma cerdas, dan analisis data yang canggih, perusahaan dapat mengidentifikasi area-area
di mana mereka dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya.
2) Inovasi Produk dan Layanan: Perusahaan dapat menggunakan sistem informasi untuk
mengembangkan produk dan layanan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Data yang dikumpulkan dari sistem informasi dapat memberikan wawasan berharga tentang
preferensi pelanggan, tren pasar, dan peluang inovasi.
3) Koneksi Global: Sistem informasi yang terhubung secara global memungkinkan kolaborasi
dan komunikasi antara individu dan organisasi di seluruh dunia. Ini memfasilitasi pertukaran
pengetahuan, transfer teknologi, dan kolaborasi lintas batas yang dapat mempercepat
perkembangan dalam berbagai bidang.
4) Peningkatan Akses Informasi: Dengan sistem informasi, akses terhadap informasi menjadi
lebih mudah dan cepat. Ini memungkinkan individu untuk mendapatkan pengetahuan dan
pendidikan secara mandiri, serta membantu profesional dalam membuat keputusan yang lebih
baik dan lebih terinformasi.
5) Peningkatan Pelayanan Kesehatan: Sistem informasi telah membawa perubahan positif dalam
sektor kesehatan dengan memungkinkan pengumpulan, penyimpanan, dan analisis data medis
yang lebih efisien. Ini dapat meningkatkan diagnosis, pengobatan, dan manajemen penyakit,
serta memfasilitasi komunikasi antara penyedia layanan kesehatan dan pasien.
6) Peningkatan Kualitas Pendidikan: Dalam pendidikan, sistem informasi telah memungkinkan
pengembangan platform pembelajaran digital, sumber daya pendidikan yang dapat diakses
secara online, dan penilaian yang terkomputerisasi. Ini memungkinkan siswa untuk belajar
secara mandiri, memperoleh akses ke sumber daya pendidikan yang lebih luas, dan
memungkinkan guru untuk mempersonalisasi pengajaran mereka.
Meskipun perkembangan ini membawa banyak manfaat, ada juga beberapa tantangan yang harus
diatasi, seperti masalah privasi data, keamanan informasi, dan kesenjangan digital. Namun, secara
keseluruhan, perkembangan sistem informasi telah membawa perubahan positif yang signifikan dalam
cara kita bekerja, belajar, dan hidup.
Diskusi 3
Jelaskan menurut pemahaman Saudara mengenai tipe-tipe keputusan manajemen!
Jawab :
Berikut Keputusan manajemen dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa yaitu:
- Keputusan Programmed: Keputusan ini berkaitan dengan situasi yang terjadi secara berkala
dan rutin, dan biasanya dapat diprediksi. Manajer dapat menetapkan aturan, prosedur, atau
kebijakan untuk mengatasi keputusan semacam ini. Keputusan ini sering kali didasarkan pada
pengalaman masa lalu atau standar industri yang telah ditetapkan. Contohnya termasuk
keputusan pembelian rutin, penjadwalan karyawan, dan proses produksi standar.
- Keputusan Non-programmed: Keputusan non-programmed melibatkan situasi yang tidak
terjadi secara teratur dan tidak dapat diprediksi dengan mudah. Keputusan semacam ini sering
kali kompleks dan memerlukan analisis mendalam serta pemikiran kreatif. Manajer harus
mengembangkan solusi yang unik untuk mengatasi masalah yang tidak biasa atau baru.
Contoh keputusan non-programmed termasuk keputusan untuk memasuki pasar baru,
meluncurkan produk baru, atau menangani krisis yang tak terduga.
- Keputusan Strategis: Keputusan strategis adalah keputusan tingkat tinggi yang mempengaruhi
arah keseluruhan organisasi dalam jangka panjang. Keputusan ini sering kali melibatkan
evaluasi lingkungan eksternal dan internal, serta menetapkan visi, misi, dan tujuan
perusahaan. Keputusan strategis membentuk landasan untuk keputusan taktis dan operasional
lebih lanjut. Contoh keputusan strategis termasuk penetapan arah bisnis jangka panjang,
perencanaan pertumbuhan perusahaan, dan alokasi sumber daya untuk mendukung inisiatif
strategis.
Dengan memahami perbedaan antara tiga tipe keputusan ini, manajer dapat mengembangkan
pendekatan yang sesuai untuk menghadapi berbagai situasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Sumber dan referensi : BMP EKMA 4434, [Link]
[Link],
[Link]
[Link]
Diskusi 4
Bagaimanakah sistem-sistem informasi di level menengah dalam pengendalian dan pengambilan
keputusan?
Jawab :
Sistem Informasi di level menengah dalam pengendalian dan pengambilan keputusan biasanya fokus
pada pengelolaan operasional dan taktis di suatu organisasi. Sistem-sistem ini dirancang untuk
menyediakan informasi yang diperlukan bagi manajer level menengah untuk memonitor kinerja,
mengelola sumber daya, dan membuat keputusan yang relevan. Berikut adalah beberapa contoh
sistem informasi yang biasanya digunakan di level menengah:
1) Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems - DSS): DSS menyediakan informasi,
alat analisis, dan model untuk membantu manajer level menengah dalam mengambil keputusan
yang kompleks dan tidak terstruktur. DSS dapat memperhitungkan berbagai faktor, memungkinkan
pengguna untuk melakukan simulasi, analisis sensitivitas, dan membangun skenario untuk
mendukung proses pengambilan keputusan.
2) Sistem Pendukung Manajemen (Management Support Systems - MSS): MSS mencakup berbagai
sistem yang membantu manajer dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian kegiatan operasional di tingkat menengah. Ini termasuk sistem perencanaan sumber
daya perusahaan (Enterprise Resource Planning - ERP), sistem manajemen inventaris, sistem
manajemen produksi, dan sebagainya.
3) Sistem Pelaporan Manajemen (Management Reporting Systems): Sistem ini menyajikan informasi
terstruktur dan teragregasi kepada manajer level menengah untuk memantau kinerja,
mengidentifikasi tren, dan membuat laporan yang diperlukan bagi manajemen. Laporan-laporan ini
dapat mencakup laporan keuangan, laporan kinerja operasional, laporan analisis biaya, dan
sebagainya.
4) Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems - EIS): Meskipun EIS biasanya
digunakan oleh manajer tingkat atas, informasi yang disediakan oleh sistem ini juga dapat
bermanfaat bagi manajer level menengah. EIS menyediakan tampilan ringkasan dari kinerja
organisasi, tren pasar, dan informasi strategis lainnya yang relevan untuk mendukung pengambilan
keputusan di tingkat manajemen.
5) Sistem Analisis Kinerja (Performance Analysis Systems): Sistem ini membantu manajer level
menengah untuk menganalisis kinerja departemen, tim, atau individu dalam mencapai tujuan dan
target yang telah ditetapkan. Sistem ini dapat mencakup pengukuran kinerja, analisis varian, dan
pemantauan real-time terhadap kinerja operasional.
Sistem-sistem ini bekerja bersama untuk memberikan informasi yang relevan, tepat waktu, dan akurat
kepada manajer level menengah, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam
menjalankan tugas-tugas operasional dan taktis mereka.
Sumber dan referensi : BMP EKMA 4434, [Link]
Diskusi 5
Jelaskan yang Saudara ketahui mengenai perancangan sistem!
Jawab :
Perancangan sistem adalah proses yang terstruktur untuk menciptakan atau mengembangkan sistem
yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Ini melibatkan identifikasi kebutuhan,
analisis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi sistem secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa
aspek yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan sistem:
1. Identifikasi Kebutuhan:
Langkah awal dalam perancangan sistem adalah mengidentifikasi kebutuhan organisasi atau
pengguna akhir. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang tujuan sistem, persyaratan
fungsional dan non-fungsional, serta batasan yang mungkin ada.
2. Analisis Sistem:
Tahap ini melibatkan analisis yang mendalam tentang proses bisnis atau masalah yang ingin
dipecahkan oleh sistem. Ini termasuk pemetaan aliran kerja, mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan, dan menentukan persyaratan sistem.
3. Perancangan Sistem:
Pada tahap ini, solusi untuk memenuhi persyaratan sistem dikembangkan. Ini melibatkan
pemilihan teknologi yang sesuai, desain arsitektur sistem, antarmuka pengguna, database, dan
algoritma yang diperlukan.
4. Implementasi:
Setelah perancangan selesai, sistem harus diimplementasikan. Ini melibatkan pengembangan
perangkat lunak, konfigurasi perangkat keras, pengujian sistem, dan integrasi dengan sistem yang
sudah ada jika diperlukan.
5. Pengujian dan Evaluasi:
Setelah implementasi, sistem harus diuji secara menyeluruh untuk memastikan bahwa itu berfungsi
sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian melibatkan pengujian fungsionalitas, kinerja,
keamanan, dan kesesuaian. Setelah itu, evaluasi dilakukan untuk menilai apakah sistem memenuhi
tujuan awal dan apakah ada area yang memerlukan perbaikan.
6. Pemeliharaan dan Peningkatan:
Sistem harus dipelihara secara teratur untuk memastikan bahwa itu tetap sesuai dengan perubahan
kebutuhan dan teknologi. Ini melibatkan pemecahan bug, peningkatan kinerja, dan penambahan
fitur baru sesuai kebutuhan.
Perancangan sistem merupakan proses yang kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam
tentang kebutuhan bisnis dan teknologi yang tersedia. Dengan pendekatan yang terstruktur dan
berorientasi pada pengguna, perancangan sistem dapat menghasilkan solusi yang efektif dan efisien
untuk masalah yang dihadapi organisasi atau pengguna.
Sumber dan referensi : BMP, [Link]
%20dan%20Perancangan%20Sistem%20Informasi%20Point%20Of%20Sales%20pada%20CV.
%20Sanjaya%20Abadi%[Link]
Diskusi 6
Jelaskan mengenai perangkat lunak dalam pemahaman saudara!
Jawab :
Perangkat Lunak atau software merupakan kumpulan beberapa perintah yang dieksekusi oleh mesin
komputer dalam menjalankan pekerjaannya. perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin
komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya.
erangkat lunak ada untuk memfasilitasi berbagai tugas. Ini bisa berupa perangkat lunak aplikasi
seperti Microsoft Word, Adobe Photoshop, atau perangkat lunak sistem seperti Windows, macOS,
atau Linux. Aplikasi membantu pengguna melakukan tugas-tugas spesifik, sementara sistem operasi
bertanggung jawab atas manajemen sumber daya komputer dan menyediakan antarmuka untuk
aplikasi dan pengguna.
Proses pengembangan perangkat lunak adalah proses yang kompleks yang melibatkan analisis
kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan perangkat lunak. Ada berbagai
metodologi pengembangan seperti waterfall, agile, dan DevOps yang digunakan untuk mengelola
proses ini.
Perangkat lunak telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berkomunikasi. Dari sistem perbankan
dan perhotelan hingga media sosial dan hiburan digital, perangkat lunak memainkan peran kunci
dalam hampir setiap aspek kehidupan modern.
Pemahaman yang mendalam tentang perangkat lunak melibatkan pengetahuan yang luas tentang
konsep-konsep dasar seperti algoritma, struktur data, paradigma pemrograman, serta pemahaman
praktis tentang proses pengembangan dan manajemen proyek perangkat lunak. Ini adalah bidang yang
terus berkembang, yang menawarkan peluang tak terbatas untuk inovasi dan kemajuan.
Sumber dan referensi : BMP EKMA 4434, [Link]
Diskusi 7
Jelaskan mengenai field pada jenjang data pada sistem informasi manajemen!
Jawab :
Pada jenjang data dalam sistem informasi manajemen (SIM), "field" merujuk pada bagian terkecil
dari sebuah data yang menyimpan informasi spesifik tentang entitas atau objek tertentu. Field juga
sering disebut sebagai kolom dalam tabel basis data atau atribut dalam konteks entitas.
Contohnya, dalam konteks sistem informasi manajemen di sebuah perusahaan, sebuah entitas seperti
"karyawan" bisa memiliki berbagai field yang menyimpan informasi tentang karyawan tersebut,
seperti:
1) Nama: Field ini akan menyimpan nama lengkap karyawan.
2) Nomor Karyawan: Field ini akan menyimpan nomor identifikasi unik untuk setiap karyawan.
3) Tanggal Lahir: Field ini akan menyimpan tanggal lahir karyawan.
4) Posisi/Jabatan: Field ini akan menyimpan jabatan atau posisi yang dipegang oleh karyawan.
5) Departemen: Field ini akan menyimpan informasi tentang departemen di mana karyawan
tersebut bekerja.
6) Gaji: Field ini akan menyimpan informasi tentang gaji atau upah karyawan.
Setiap field memiliki tipe data yang sesuai, misalnya, field "Tanggal Lahir" akan memiliki tipe data
tanggal, sedangkan field "Gaji" akan memiliki tipe data numerik. Selain itu, setiap field dapat
memiliki batasan atau aturan tertentu yang mengatur nilai yang dapat disimpan di dalamnya,
misalnya, batasan pada format tanggal atau batasan pada rentang nilai untuk gaji.
Penggunaan field dalam sistem informasi manajemen memungkinkan pengorganisasian data secara
terstruktur dan efisien. Dengan menggunakan field, data dapat dengan mudah diakses, dimanipulasi,
dan dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen
perusahaan.
Sumber dan referensi : BMP EKMA 4434,
[Link]
Diskusi 8
Bagaimanakah kaitannya perkembangan antara e-commerce dan e-business? Jelaskan!
Jawab :
Perkembangan e-commerce dan e-business memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi
dalam ekosistem bisnis online. Berikut adalah beberapa cara di mana keduanya saling terkait:
- E-commerce sebagai Bagian dari E-business: E-commerce merupakan bagian dari e-business. E-
commerce terutama berfokus pada transaksi jual beli barang dan jasa secara online, sementara e-
business mencakup seluruh aspek operasional bisnis yang menggunakan teknologi informasi,
seperti manajemen rantai pasokan, pemasaran, dan layanan pelanggan.
- Teknologi sebagai Penggerak Utama: Perkembangan teknologi informasi menjadi penggerak
utama bagi kedua bidang ini. Kemajuan teknologi dalam infrastruktur internet, sistem
pembayaran online, keamanan transaksi, dan aplikasi mobile telah mendorong pertumbuhan dan
inovasi dalam e-commerce dan e-business.
- Peningkatan Efisiensi Bisnis: E-commerce dan e-business sama-sama bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi bisnis. Melalui e-commerce, perusahaan dapat mengoptimalkan proses
penjualan, distribusi, dan layanan pelanggan secara online. Di sisi lain, e-business
memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis
internal dan eksternal, meningkatkan produktivitas dan responsibilitas.
- Peningkatan Pengalaman Pengguna: Perkembangan e-commerce dan e-business bertujuan untuk
meningkatkan pengalaman pengguna. Melalui e-commerce, konsumen dapat dengan mudah
menemukan, membandingkan, dan membeli produk atau layanan secara online. Di sisi lain, e-
business dapat menyediakan pengalaman pelanggan yang lebih terpersonalisasi melalui analisis
data, pelacakan perilaku, dan layanan pelanggan berbasis digital.
Referensi : Riggins, F. J., & Rhee, H. (2017). A model and empirical investigation of e-commerce
adoption in developing countries. Information Systems Research, 28(2), 288-307.