0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan38 halaman

Implementasi 5S di PT Pulau Sambu

Dokumen ini berisi ringkasan pelatihan 5S yang dilaksanakan di PT Pulau Sambu (Kuala Enok). Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang konsep 5S dan cara menerapkannya secara berurutan mulai dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu hingga Shitsuke.

Diunggah oleh

fernandfernand629
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan38 halaman

Implementasi 5S di PT Pulau Sambu

Dokumen ini berisi ringkasan pelatihan 5S yang dilaksanakan di PT Pulau Sambu (Kuala Enok). Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang konsep 5S dan cara menerapkannya secara berurutan mulai dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu hingga Shitsuke.

Diunggah oleh

fernandfernand629
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

Pulau Sambu
(Kuala Enok)

5S Implementation
Dibuat Oleh: 5S
Comittee

1
No. Waktu (WIB) Kegiatan Metode PIC
1. 09.00-09.15 WIB Pre Test Tes Tertulis HRD
2. 09.15-09.30 WIB Pembukaan Presentasi Trainer
-Tujuan Pelatihan
- Latar Belakang 5S
3. 09.30-10.15 WIB Definisi 5S dan padanan bahasa Presentasi & Trainer & Trainee
menonton video
4. 10.15-10.30 WIB Coffee break - -
5. 10.30-12.00 WIB Alur proses & simulasi contoh Presentasi & Trainer & Trainee
penerapan 5S praktik
6. 12.00-13.00 WIB Isoma - -
7. 13.10-13.20 WIB Ice Breaking - -
8. 13.20-13.45 WIB Video penerapan 5S Menonton video Trainer & Trainee
9. 13.45-15.15 WIB - Keuntungan penerapan 5S Presentasi Trainer
- Kerugian tidak menerapkan 5S
10. 15.00-15.15 WIB Coffee break - -
11. 15.15-15.45 WIB Objek 5S Presentasi Trainer
12. 15.45-16.30 WIB - Praktik simulasi 5S berkelompok Praktik dan Trainer & Trainee
- Tanya Jawab dan Diskusi diskusi

13. 16.30-16.50 WIB Post-Test Tes Tertulis HRD


2
Tujuan Pelatihan
 Peserta pelatihan memiliki pengetahuan dan pemahaman
mengenai 5S.

 Peserta pelatihan mampu mendukung penerapan 5S di PT


Pulau Sambu (Kuala Enok) sesuai fungsinya di departemen.

3
Latar Belakang
Implementasi TQM dicetuskan oleh Deming setelah fenomena
pertumbuhan ekonomi Jepang pasca PD II.

Total Quality Management (TQM) merupakan paradigma baru


dalam menjalankan bisnis yang berupaya memaksimumkan daya
saing organisasi melalui fokus pada kepuasan konsumen,
keterlibatan seluruh karyawan, dan perbaikan secara
berkesinambungan atas kualitas produk, jasa, manusia, proses dan
lingkungan organisasi (Krajewski and Ritzman, 2006).

Langkah penting Total Quality Management Jepang:


Konsep 3M (Muda = Pemborosan, Muri = Beban yang berlebihan,
Mura = Tidak Merata) , 5S, PDCA-Kaizen, Konsep 5W + 1H, dll)

4
Apa itu 5S ???

Super 5S adalah:
Suatu cara (metode) untuk mengatur/mengelola tempat kerja
menjadi tempat kerja yang efisien, rapi, bersih, produktif, dan
menumbuhkan tanggungjawab dan rasa memiliki area kerja,
pada akhirnya akan menjadi pembentukan budaya kerja.

Video : [Link]
5
5S Terdiri dari:
1. Seiri (Ringkas) : Membuang atau menyingkirkan barang-
barang yang tidak diperlukan di tempat
kerja.
2. Seiton (Rapi) : Menempatkan barang pada tempatnya.
3. Seiso (Resik) : Menjaga segala sesuatu tetap bersih di
lingkungan kerja.
4. Seiketsu (Rawat) : Menjaga tempat kerja agar selalu
Ringkas, Rapi, dan Resik. Jadi Seiketsu
ini merupakan standarisasi setelah
menerapkan S3.
5. Shitsuke (Rajin) : Membiasakan melakukan sesuatu dengan
tepat dan sesuai prosedur yang benar
(disiplin diri).
6
Padanan Bahasa 5S
Jepang~Indonesia~Inggris

7
Alur proses dalam penerapan 5S

Dalam pelaksanaan 5S harus dilakukan secara berurutan dari


S1-S5.
8
Seiri (Ringkas)
Prinsip Memisahkan segala sesuatu yang diperlukan
Seiri dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari
(Ringkas) tempat kerja. Mengetahui benda mana yang
tidak digunakan, mana yang akan disimpan,
serta bagaimana cara menyimpannya supaya
dapat mudah diakses terbukti sangat berguna
bagi perusahaan.

Manfaat yang didapat dalam penerapan ringkas:


Mengetahui jumlah fisik barang yang terdapat di lingkungan
kerja
Tidak ada barang yang berlebihan di tempat kerja
9
Seiri (Ringkas)

Bagaimana standar ringkas dapat terjaga?


Pastikan barang-barang yang terdapat di area kerja
Penetapan kategori dengan menggunakan tanda
Penjadwalan aktivitas ringkas

Langkah mudah dalam menerapkan ringkas


Daftar barang dan jumlahnya
Pemberian tanda khusus dengan kriteria pemilahan
Pembuatan jadwal ringkas
10
Contoh Seiri (Ringkas)

11
Seiton (Rapi)
Prinsip Menyimpan barang sesuai dengan tempatnya.
Seiton
(Rapi) Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat
kita meletakkan barang dan mendapatkannya
kembali pada saat diperlukan dengan mudah.
Misalnya dengan pembuatan masterlist dokumen
ataupun masterlist spare part. Perusahaan tidak
boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana
benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat
waktu dalam memperoleh barang tersebut.

12
Seiton (Rapi)
Manfaat yang didapat dalam penerapan rapi:

Lingkungan kerja menjadi tertata


Terciptanya kemudahan, kecepatan, dan ketepatan
pengambilan barang ketika diperlukan

Standar yang harus dijaga dalam penerapan rapi:


Lay Out
Lebel

Garis-garis batas

13
Seiton (Rapi)

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menerapkan rapi:

Melakukan pembuatan desain/lay out ruangan atau


tempat kerja
Pemberian lebel terhadap semua barang yang ada di
tempat kerja.
Membuat garis batas di tempat kerja.

14
Contoh Seiton (Rapi)

15
Seiso (Resik)
Prinsip Membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/
Seiso peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat
(Resik)
debu, kotoran dan bau. Kebersihan harus
dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang
mulai dari pimpinan hingga pelaksana/operator
yang ada.

Manfaat yang didapat dalam penerapan resik:


Menciptakan lingkungan yang bersih
Menghindari produk dari kontaminasi
Menumbuhkan rasa nyaman untuk
pekerja
16
Seiso (Resik)
Standar yang harus dijaga dalam menerapkan resik
Terpenuhinya Alat Kebersihan
Andanya Penaggung Jawab
Kegiatan resik terjadwal

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menerapkan resik:

Membuat daftar alat kebersihan


Adanya penanggung jawab kebersihan
Pembuatan jadwal kebersihan
17
Contoh Seiso (Resik)

18
Seiketsu (Rawat)
Prinsip Mempertahankan hasil yang telah dicapai
Seiketsu pada (Ringkas, Rapi, Resik) sebelumnya
(Rawat) dengan membakukannya (Standarisasi). Prinsip
ini dapat berjalan apabila dilaksanakan oleh
semua karyawan yang ada di lingkungan kerja.

Manfaat yang didapat dalam penerapan rawat:


Peralatan menjadi berumur lebih lama
Perusahaan dapat berkompetisi dengan
perusahaan lain
19
Seiketsu (Rawat)
Standarisasi yang yang dapat dijaga untuk aktivitas rawat:
Pembuatan standarisasi setiap pekerjaan rawat (Ringkas, Rapi,
Resik) membuat para karyawan menjalankan kegiatan-kegiatannya
secara seragam atau terjadi kesamaan antara karyawan yang satu
dengan yang lain.

Langkah-langkah dalam menerapkan rawat di lingkungan kerja:


Pembuatan standarisasi pekerjaan 3R
(Ringkas, Rapi, Resik).
Mengkomunikasikan standar yang
Ada kepada karyawan.
20
Contoh Seiketsu (Rawat)

21
Shitsuke (Rajin)
Prinsip Terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk
Shitsuke menjaga dan meningkatkan apa yang sudah
(Rajin) dicapai. Rajin di tempat kerja berarti
pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja.
Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan
prima setiap saat. Prinsip rajin di tempat kerja
adalah “lakukan apa yang harus dilakukan dan
jangan melakukan apa yang tidak boleh
dilakukan”.

22
Shitsuke (Rajin)
Manfaat penerapan rajin
Pribadi-pribadi yang berdisiplin.
Menjadikan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke)
sebagai budaya.

Apa yang dapat menjadi standar dalam rajin?


Penerapan rajin dapat menjadi terhambat apabila tidak ada tindak
lanjut dari manajemen. Tindak lanjut ini dapat berupa bentuk
teladan dari atasan untuk bersama-sama melaksanakan standar-
standar yang telah dibuat juga dapat berupa bentuk penghargaan
terhadap karyawan yang menjadi teladan 5R (ringkas, rapi, resik,
rawat, rajin).
23
Shitsuke (Rajin)
Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam Shitsuke/
Rajin:
Komitmen bersama
Teladan atasan
Komunikasi di lingkungan kerja

24
Contoh Shitsuke (Rajin)

25
[Link]

[Link]

[Link]

26
Keuntungan penerapan 5S

1. Membuat area kerja jadi lebih bersih, rapi, aman, dan


menyenangkan
2. Meminimalisasi waktu yang terbuang untuk mencari alat kerja,
material, dan dokumen
3. Semangat tinggi dan Sifat kerja yang positif
4. Meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja
5. Mencegah kerusakan mesin karena peralatan selalu bersih dan
terawat, sehingga membuat peralatan jadi lebih awet dan
tahan lama.
6. Mengurangi bahkan menghilangkan potensi bahaya atau apa
saja yang menjadi penyebab umum terjadinya kecelakaan kerja.

27
Kerugian tidak menerapkan 5S:
1. Suasana dan kegiatan kerja berantakan, kotor, dan terganggu
2. Peralatan kantor dan lokasi kerja yang kotor dan berserakan
3. Semangat kerja menurun.
4. Sulit meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas
kerja.
5. Potensi kerusakan peralatan tinggi.
6. Kecelakaan kerja tinggi

28
Objek 5S
Objek menurut KBBI adalah:
~ hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan
atau
~ benda, hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk
diteliti, diperhatikan dan sebagainya.

Objek 5S Objek/benda yang digunakan di dalam area


kerja dan akan diaudit setiap bulan. Audit 5S
dibedakan menjadi 2 (dua) kategori yaitu:
kantor dan lapangan.

29
Objek 5S
Standar Objek 5S yang ada di di PT Pulau Sambu (Kuala Enok)
adalah sbb:
A. Katagori Kantor
Untuk katagori kantor terdiri dari 6 objek, antara lain:
1. Lantai Setiap objek yang berada di atas lantai selain
meja, rak lemari dan kelistrikan.
Contoh: kursi, tong sampah (organik, an
organik, B3, logam, dan medis) dan lain-lain.

30
Objek 5S
2. Langit- Setiap objek yang berada atau terpasang di
langit langit-langit .
Contoh: kipas angin, lampu, Exhaust
fan dan lain-lain.

3. Dinding Setiap objek yang berada atau terpasang di


dinding termasuk dinding BRC.
Contoh: pintu, jendela, teralis kaca, AC,
stop kontak, kipas angin
dinding, pigura, papan
informasi, dan lain-lain.

31
Objek 5S
4. Meja Setiap objek yang berada di meja dan di
atas meja.
Contoh: komputer, printer, CPU,
kalkulator, stavol, dan lain-
lain.
5. Rak dan Setiap objek yang berada di rak & lemari.
Lemari Contoh: pigura, dokumen, dan lain- lain.

6. Kelistrikan Merupakan instalasi listrik yang meliputi


panel, kabel, kWh, dan travo.

32
Objek 5S
B. Katagori Lapangan
Untuk katagori lapangan terdiri dari 8 Objek,
antara lain:
1. Lantai Setiap objek yang berada diatas
lantai selain meja, rak lemari dan
kelistrikan.
Contoh: kursi, tong sampah, dan
lain-lain.
2. Langit-langit Setiap objek yang berada atau
terpasang di langit-langit
Contoh: kipas angin, lampu,
exhaust fan, dan
lain-
lain. 33
Objek 5S
3. Dinding Setiap objek yang berada atau terpasang di
dinding termasuk dinding BRC.
Contoh: pintu, jendela, teralis kaca, AC,
dan lain-lain.
4. Toilet Setiap objek yang berada di dalam toilet.
Contoh: ember, lampu, tempat alat
kebersihan dan lain- lain.

5. Tool dan Setiap objek yang berada di tool dan di rak


Spare Parts spare part.

34
Objek 5S
6. Mesin Setiap objek yang berkaitan dengan
input proses dan output merupakan
bagian dari objek mesin.
Contoh: tanki, silo, conveyor,
mesin bubut, pipa, dan
lain-
7. Sarana Setiap objek yang
lain. merupakan fasilitas
umum umum.
Contoh: tiang lampu, taman, parit,
dan tempat sampah.

8. Kelistrikan Merupakan instalasi listrik yang meliputi


panel, kabel, kWh dan travo.

35
Perubahan TEMPAT KERJA akan
membawa perubahan PERILAKU,
sehingga menjadi suatu KEBIASAAN,
dan lama kelamaan kebiasaan akan
menjadi SIKAP dan akhirnya menjadi
suatu BUDAYA.

36
37
38

Anda mungkin juga menyukai