Renovasi Interior PPBMN Kementerian ESDM
Renovasi Interior PPBMN Kementerian ESDM
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut, PPBMN perlu ditunjang
dengan pelayanan umum ataupun pelayanan yang terkait dengan operasional
kantor yang baik dan profesional. Pelayanan operasional perkantoran tersebut
perlu didukung ruang kantor yang ideal serta nyaman dan mendukung konsep
flexibel working space agar tercipta peningkatan kinerja dan produktifitas kerja
pelayanan BMN di Lingkungan Kementerian ESDM.
Penyesuaian ruang kerja ini dilakukan dengan mengubah konsep ruang kerja dari
desain tata ruang kantor existing yang tertutup (Cubicle Office) menjadi desain tata
ruang kantor bersama (Coworking Office) serta renovasi interior berupa fitting out
dan sarana perkantoran berupa mebeler atau furniture. Selain itu, perubahan
konsep ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan bekerja bagi para pegawai
PPBMN dan stakeholder yang berkunjung ke kantor PPBMN, sehingga secara
langsung dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas pegawai serta
meningkatkan kerjasama, komunikasi antar pegawai serta kolaborasi dalam
organisasi dan peningkatan efisiensi penggunaan peralatan kantor.
Pada saat ini, PPBMN menempati Gedung Slamet Bratana Lantai 6, yang
beralamat di Jalan Pegangsaan Timur No.1, Jakarta Pusat, dengan luas 1.424 m2.
Pada tahun 2023, renovasi telah dilakukan pada luasan 480 m2, selanjutnya
renovasi akan dilakukan pada luasan sisa sebanyak 944 m2. Sebagai informasi,
renovasi ruang kerja PPBMN dilakukan terakhir pada tahun 2012 sehingga ruang
kerja dan furniture PPBMN sudah mengalami keusangan dan penyusutan.
2
B. Maksud dan Tujuan
1. Umum
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi penyedia/pelaksana
konstruksi (kontraktor) renovasi interior yang memuat masukan, azas, kriteria,
keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan ke dalam
pelaksanaan konstruksi interior. Dengan penugasan ini diharapkan penyedia
jasa konstruksi renovasi interior dapat melaksanakan tanggungjawabnya
dengan baik untuk menghasilkan pekerjaan fisik yang memadai.
2. Khusus
• Memilih Pelaksana Pekerjaan Pengembangan Sarana Prasarana Ruang
Kerja atau renovasi interior Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara
Kementerian ESDM yang sesuai dengan Detail Engineering Design (DED)
dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) Spesifikasi Teknis yang telah
ditetapkan sebagai dasar acuan pada saat pelaksanaan proses
pembangunan pekerjaan fisik.
• Mendapatkan pelaksana pekerjaan yang mampu dan berkualitas dalam
mengerjakan pekerjaan yang diuraikan dalam ruang lingkup pekerjaan.
C. Dasar Hukum
3
10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor:
602/KPTS/M/2023 Tentang Batas Minimum Nilai Tingkat Komponen Dalam
Negeri Jasa Konstruksi
11. Surat Direktur Bina Penataan Bangunan Nomor CK 0402-Cb/3689 tanggal 18
Desember 2023 Hal Rekomendasi Rencana Pendanaan Renovasi Ruang
Kerja pada Pusat Pengelolaan BMN Kementerian ESDM.
12. Standar Nasional indonesia tentang Bangunan Gedung serta standar teknis
yang terkait antara lain:
a) Persyaratan, prinsip, dan peraturan harus sesuai dengan standar Edisi
terbaru Cipta Karya Pedoman (1995);
b) Ditetapkan dalam pedoman Pelaksanaan Sistem Perencanaan
Pengembangan Program dan Penganggaran (Buku Petunjuk Pelaksanaan
Sistem Perencanaan Program Penyusunan Dan Penganggaran – SP4);
c) Peraturan/kode untuk peraturan keselamatan dan api untuk bangunan
pendidikan.
13. Persyaratan teknis lainnya terkait pelaksanaan pembangunan sesuai dengan
peraturan perundang – undangan yang berlaku dan diterapkan di Indonesia
termasuk Peraturan daerah setempat tentang Bangunan Gedung.
E. Lokasi Pekerjaan
Gedung Ditjen EBTKE, Gedung Slamet Bratana Lantai 6, yang beralamat di Jalan
Pegangsaan Timur No.1, Menteng, Jakarta Pusat.
F. Lingkup Pekerjaan
4
pekerjaan) dan kualitas hasil pekerjaan, seperti yang tercantum dalam
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS);
4. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior harus mendapatkan pengawasan
dari penyedia jasa Konsultan Pengawas;
5. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior harus sesuai dengan ketentuan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta
Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3);
6. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior berupa fitting out ruangan dan
fasilitas perkantoran berupa mebeler/furniture sudah termasuk tahap
pemeliharaan konstruksi;
7. Pemeliharaan konstruksi renovasi interior adalah tahap uji coba dan
pemeriksaan atas hasil pelaksanaan konstruksi fisik. Pada masa
pemeliharaan ini penyedia jasa pelaksanaan konstruksi renovasi interior
berkewajiban memperbaiki segala cacat atau kerusakan dan kekurangan
yang terjadi selama masa konstruksi renovasi interior;
8. Dalam masa pemeliharaan semua peralatan yang dipasang di dalam Gedung
harus di uji coba sesuai dengan fungsinya. Apabila terjadi kekurangan atau
kerusakan yang menyebabkan peralatan tidak berfungsi, maka harus
diperbaiki sampai berfungsi dengan sempurna;
9. Apabila tidak ditentukan lain dalam kontrak kerja pelaksanaan konstruksi
bangunan Gedung Negara, masa pemeliharaan (retensi) konstruksi renovasi
interior adalah 180 (seratus delapan puluh) hari kalender terhitung sejak
serah terima pertama pekerjaan konstruksi;
10. Keluaran akhir yang harus dihasilkan pada tahap ini adalah :
a. Ruang Kerja dan ruang lainnya serta fasilitas perkantoran yang sesuai
dengan dokumen perencanaan untuk pelaksanaan konstruksi renovasi
interior;
b. Dokumen hasil Pekerjaan Konstruksi renovasi interior, meliputi :
• Gambar-gambar sebelum pelaksanaan (shop drawings) dan yang
sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings);
• Kontrak kerja pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior beserta
segala perubahan/addendumnya;
• Laporan harian, mingguan, bulanan yang dibuat selama
pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior;
• Berita acara perubahan pekerjaan, pekerjaan tambah/kurang, serah
terima I dan II, pemeriksaan pekerjaan, dan berita acara lain yang
berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior;
• Foto-foto dokumentasi yang diambil pada setiap tahapan kemajuan
pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior;
• Manual pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung, termasuk
petunjuk yang menyangkut pengoperasian dan perawatan peralatan
dan perlengkapan mekanikal-elektrikal bangunan.
5
G. Lingkup Pekerjaan Sesuai dengan Perencanaan dan Keluaran
6
kegiatan dan jenis laporan yang harus diperiksa dan diserahkan kepada
Konsultan Pengawas adalah :
1) Laporan Harian
Laporan harian ini harus dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan terhitung
setelah SPMK sebanyak 3 (tiga) eksemplar yang berisi antara lain: buku harian
yang memuat semua kejadian, perintah atau petunjuk yang penting dari
Konsultan Pengawas yang dapat pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan
konsekuensi keuangan, kelambatan penyelesaian pekerjaan dan tidak
terpenuhinya syarat teknis. Laporan Harian berisikan, antara lain :
a) Tenaga;
b) Bahan bangunan/material yang didatangkan, diterima atau tidak;
c) Peralatan yang berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan;
d) Kegiatan perkomponen pekerjaan yang diselenggarakan;
e) Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan;
f) Kejadian-kejadian yang berakibat menghambat pelaksanaan.
7
pemerintah dan lain- lain yang disyaratkan Undang-undang dan Peraturan
Pemerintah/Daerah yang berlaku.
K. Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Pelaksana pekerjaan berkewajiban untuk
menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan
kepada personil kegiatan/unit kerja Kuasa Pengguna Anggaran.
L. Spesifikasi Teknis
1) Umum
Untuk dapat memahami seluruh seluk beluk pekerjaan, kontraktor diwajibkan
mempelajari secara seksama seluruh gambar pelaksanaan beserta uraian
Pekerjaan dan Persyaratan Pelaksanaan seperti yang akan diuraikan di dalam
KAK maupun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Bila terdapat
ketidakjelasan dan/atau perbedaan – perbedaan dalam gambar dan uraian ini,
Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada Perencana/Konsultan
Pengawas untuk mendapatkan penyelesaian.
2) Lingkup Pekerjaan
Kontraktor menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat kerja yang
dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan ini serta mengamankan,
mengawasi dan memelihara bahan-bahan, alat kerja maupun hasil pekerjaan
selama masa pelaksanaan berlangsung sehingga seluruh pekerjaan dapat
selesai dengan sempurna.
a) Sarana Kerja
Kontraktor wajib memasukkan jadwal kerja dan mobilisasi, identifikasi dari
tempat kerja, nama, jabatan dan keahlian masing-masing anggota
pelaksana pekerjaan, serta inventarisasi peralatan yang digunakan dalam
melaksanakan pekerjaan ini. Kontraktor wajib menyediakan tempat
penyimpanan bahan/material yang aman dari segala kerusakan, kehilangan
dan hal- hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain. Semua sarana yang
digunakan harus benar-benar baik dan memenuhi persyaratan kerja,
sehingga kelancaran dan memudahkan kerja dapat tercapai.
b) Gambar-gambar dokumen
Dalam hal terjadi perbedaan dan/atau pertentangan dalam gambar-gambar
yang ada dalam uraian pekerjaan ini, maupun perbedaan yang terjadi akibat
keadaan di lapangan, Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada
Perencana/Konsultan Pengawas secara tertulis untuk mendapatkan
keputusan pelaksanaan setelah Konsultan Pengawas berunding terlebih
dahulu dengan Perencana.
8
Ketentuan tersebut di atas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk
memperpanjang waktu pelaksanaan. Semua ukuran yang tertera dalam
gambar adalah ukuran jadi, dalam keadaan selesai/terpasang. Kontraktor
diwajibkan memperhatikan dan meneliti terlebih dahulu semua ukuran yang
tercantum seperti ketinggian, lebar, ketebalan, luas penampang dan lain-lain
sebelum memulai pekerjaan.
Bila ada keraguan mengenai ukuran atau bila ada ukuran yang belum
dicantumkan dalam gambar, Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut
secara tertulis kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Pengawas
memberikan keputusan ukuran mana yang akan dipakai dan dijadikan
pegangan setelah berunding terlebih dahulu dengan Perencana.
c) Gambar-gambar pelaksana
Gambar-gambar pelaksana (shop drawing) adalah gambar – gambar,
diagram, ilustrasi, jadwal, brosur atau data yang disiapkan Kontraktor atau
Sub Kontraktor, Supplier atau Prosedur yang menjelaskan bahan – bahan
atau sebagian pekerjaan.
9
melampirkan keterangan tertulis mengenai setiap perbedaan dengan
Dokumen Kontrak jika ada hal – hal demikian.
10
dengan Dokumen Kontrak. Apabila diminta, Kontraktor sanggup
memberikan bukti – bukti mengenai hal – hal tersebut pada butir ini. Sebelum
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas, bahwa pekerjaan telah
diselesaikan dengan sempurna, semua pekerjaan tetap menjadi tanggung
jawab Kontraktor sepenuhnya.
f) Contoh-contoh material
Contoh-contoh material yang dikehendaki oleh Pemberi Tugas atau
wakilnya harus segera disediakan atas biaya Kontraktor, sehingga dapat
dianggap bahwa bahan atau pekerjaan tersebutlah yang akan dipakai dalam
pelaksanaan pekerjaan nanti. Contoh-contoh tersebut jika telah disetujui,
disimpan oleh Pemberi Tugas atau wakilnya untuk dijadikan dasar
penolakan bila ternyata bahan-bahan atau cara pengerjaan yang dipakai
tidak sesuai dengan contoh, baik kualitas maupun sifatnya substitusi.
Produk yang disebutkan nama pabrikan, material, peralatan, perkakas,
aksesoris yang disebutkan nama pabriknya dalam RKS, Kontraktor harus
melengkapi produk yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis, atau dapat
mengajukan produk pengganti yang setara, disertai data-data yang lengkap
untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Perencana sebelum
pemesanan.
Produk yang tidak disebutkan nama pabriknya, material, peralatan,
perkakas, aksesoris dan produk-produk yang tidak disebutkan nama
pabriknya di dalam Spesifikasi Teknis, Kontraktor harus mengajukan secara
tertulis nama negara dari pabrik yang menghasilkannya, katalog dan
selanjutnya menguraikan data yang menunjukkan secara benar bahwa
11
produk- produk yang dipergunakan adalah sesuai dengan Spesifikasi Teknis
dan kondisi proyek untuk mendapatkan persetujuan dari Pemilik/Perencana.
h) Koordinasi Pekerjaan
Untuk kelancaran pekerjaan ini, harus disediakan koordinasi dari seluruh
bagian yang terlibat didalam kegiatan proyek ini. Seluruh aktivitas yang
menyangkut dalam proyek ini, harus dikoordinir lebih dahulu agar gangguan
dan konflik satu dengan lainnya dapat dihindarkan. Melokalisasi/memerinci
setiap pekerjaan sampai dengan detail untuk menghindari gangguan dan
konflik, serta harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas untuk
mendapat persetujuan dari PPK.
12
pembuangan dan sebagainya di tempat pekerjaan, dan kerusakan-
kerusakan sejenis yang disebabkan operasi-operasi Kontraktor, dalam
arti kata yang luas. Itu semua harus diperbaiki oleh Kontraktor hingga
dapat diterima Pemberi Tugas;
4. Penjagaan dan perlindungan pekerjaan : Kontraktor bertanggung jawab
atas penjagaan, penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang
dianggap penting selama pelaksanaan Kontrak, siang dan malam.
Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap Kontraktor dan Sub
Kontraktor, atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan
atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan;
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan DIPA Satuan Kerja PPBMN, Total
perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan Renovasi ini sebesar
Rp3.488.522.000,-
O. Persyaratan Penyedia/Konstruksi
Pekerjaan Renovasi interior Ruang Kerja Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara
Tahun Anggaran 2024 terdiri dari Pekerjaan Standar dan Pekerjaan Non Standar
dikerjakan secara simultan dalam waktu yang bersamaan sehingga dibutuhkan
kualifikasi/kompetensi khusus sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan yang
dikerjakan. Untuk mendapatkan hasil Produk Bangunan beserta kelengkapan
lainnya yang berkualitas maka Penyedia Jasa Konstruksi yang akan mengerjakan
pekerjaan tersebut harus memiliki Kualifikasi dan Kompetensi dengan
persyaratan kualifikasi sebagai berikut :
13
1) Persyaratan Kualifikasi Administrasi :
a. Memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)/NIB yang masih
berlaku.
b. Memiliki Sertifikat Badan usaha (SBU) dengan kualifikasi Usaha Kecil,
yang masih berlaku dan diterbitkan oleh instansi yang berwenang, dengan
Subklasifikasi KT 007 (Pekerjaan Dekorasi dan Pemasangan Interior),
KBLI 43304 (Dekorasi Interior) atau Subklasifikasi PB 004, KBLI 43304
(Dekorasi Interior).
c. Nomor NPWP dengan status keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil
Konfirmasi Status Wajib Pajak valid (KSWP), serta telah memenuhi
kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahun 2022 atau terbaru).
d. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan
(apabila ada perubahan).
e. Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak menimbulkan
pertentangan kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan
dan/atau yang bertindak untuk dan atas nama Badan Usaha tidak sedang
dalam menjalani sanksi pidana, dan pengurus/pegawai tidak berstatus
Aparatur Sipil Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar
tanggungan Negara.
f. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan jasa sejenis dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah
maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi pelaku
usaha yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun.
2) Persyaratan Administrasi Teknis :
a. Menyampaikan jadwal pelaksanaan;
b. Menyampaikan rencana atau jadwal permintaan dan pengiriman material
dalam pelaksanaan pekerjaan;
c. Menyampaikan jadwal mobilisasi peralatan;
d. Menyampaikan program mutu terkait K3 dan sistem pengaturan lalu-lintas
proyek;
e. Memiliki personil yang akan ditugaskan dalam pelaksanaan pekerjaan,
dengan kulifikasi personil sebagai berikut :
Pengalaman
No Posisi Jabatan Jumlah SKA/SKT Minimal
Minimal
Pelaksana Pekerjaan
1 Pelaksana Proyek 1 Orang 2 Tahun
Interior Madya (Level 5)
Petugas
Minimal Sertifikat K3
2 K3/Keselamatan 1 Orang -
konstruksi
Konstruksi
14
Personil diatas, melampirkan :
1. Curiculum Vitae (CV) yang ditandatangani oleh Personil yang
bersangkutan dan diketahui oleh pihak yang sah mewakili Badan usaha;
2. Memiliki Sertifikat Keterampilan sesuai yang dipersyaratkan dan
dinyatakan dalam Surat Pernyataan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi
Kerja oleh pihak yang sah mewakili Badan Usaha;
3. Sertifikat Kompetensi Kerja untuk personil manajerial dibuktikan saat
Rapat Persiapan Penunjukan Penyedia (RPPP);
Nama Status
No Jumlah Kapasitas
Peralatan Kepemilikan
1 Generator Set 1 Unit 5-10 KW Sendiri/Sewa
2 Welding set 1 Unit Minimal 270 Ampere Sendiri/Sewa
3 Truk 1 Unit Kapasitas 3-4 Ton Sendiri/Sewa
Dengan Mesin
Pemotong
Workshop Kayu/Panel Saw,
4 1 Unit Sendiri/Sewa
Furniture mesin press HPL,
dan mesin-mesin
pendukung lainnya
15
3) Penjagaan keamanan bahan, material dan tenaga selama pelaksanaan
pekerjaan fisik;
4) Biaya asuransi tenaga kerja yang dipekerjakan dan biaya
pengobatan/santunan bila terjadi kecelakaan di areal pekerjaan;
5) Biaya Pembongkaran dan Pembersihan lahan sebelum dan sesudah
Pekerjaan selesai dan di serah terimakan (PHO).
6) Biaya pembuatan gudang material atau tempat tinggal para pekerja (bila di
butuhkan oleh pihak penyedia jasa, menjadi tanggung jawab dan biaya
penyedia jasa).
6) Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan
Dalam pelaksanaan pekerjaan Pengembangan Sarana Prasarana Ruang
Kerja Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, pekerjaan konstruksi harus
memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat –
syarat (RKS) yang terlampir pada dokumen pengadaan dan ketentuan lainnya
akan diatur dalam Surat Perjanjian Pekerjaan (Kontrak).
7) Penutup
Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini dibuat untuk dijadikan acuan dan
pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang sesuai dengan rencana.
Apriana Susaei
16