0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan16 halaman

Renovasi Interior PPBMN Kementerian ESDM

Diunggah oleh

Xeniel Assesment
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan16 halaman

Renovasi Interior PPBMN Kementerian ESDM

Diunggah oleh

Xeniel Assesment
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)/


TERM OF REFERENCE (TOR)

PENGADAAN RENOVASI INTERIOR


DAN FASILITAS PERKANTORAN PPBMN

PUSAT PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA


SEKRETARIAT JENDERAL
TAHUN ANGGARAN 2024
A. Latar Belakang

Pusat Pengelolaan BMN (PPBMN) melaksanakan pengelolaan Barang Milik


Negara (BMN) di Kementerian ESDM yang bertanggung jawab kepada Menteri
melalui Sekretaris Jenderal. Pengelolaan BMN Kementerian ESDM terdiri dari
BMN yang diperoleh dari APBN Kementerian ESDM dan perolehan lainnya yang
sah, antara lain BMN yang berasal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak
dan Gas Bumi (KKKS) dan BMN yang berasal dari Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara (PKP2B).

Dalam melaksanakan tugas dimaksud, Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara


menyelenggarakan beberapa fungsi antara lain penyusunan kebijakan teknis,
rencana dan program pengelolaan BMN, manajemen pelayanan
BMN/pengelolaan BMN (pelaksanaan penggunaan, penatausahaan,
pemindahtanganan penghapusan, pemanfaatan, pemusnahan, pembinaan,
pengamanan, pemeliharaan, serta pengawasan dan pengendalian BMN),
pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan BMN, penyiapan
penetapan dan pelaksanaan pemantauan evaluasi Objek Vital Nasional sektor
ESDM, serta pelaksanaan administrasi Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut, PPBMN perlu ditunjang
dengan pelayanan umum ataupun pelayanan yang terkait dengan operasional
kantor yang baik dan profesional. Pelayanan operasional perkantoran tersebut
perlu didukung ruang kantor yang ideal serta nyaman dan mendukung konsep
flexibel working space agar tercipta peningkatan kinerja dan produktifitas kerja
pelayanan BMN di Lingkungan Kementerian ESDM.

Penyesuaian ruang kerja ini dilakukan dengan mengubah konsep ruang kerja dari
desain tata ruang kantor existing yang tertutup (Cubicle Office) menjadi desain tata
ruang kantor bersama (Coworking Office) serta renovasi interior berupa fitting out
dan sarana perkantoran berupa mebeler atau furniture. Selain itu, perubahan
konsep ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan bekerja bagi para pegawai
PPBMN dan stakeholder yang berkunjung ke kantor PPBMN, sehingga secara
langsung dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas pegawai serta
meningkatkan kerjasama, komunikasi antar pegawai serta kolaborasi dalam
organisasi dan peningkatan efisiensi penggunaan peralatan kantor.

Pada saat ini, PPBMN menempati Gedung Slamet Bratana Lantai 6, yang
beralamat di Jalan Pegangsaan Timur No.1, Jakarta Pusat, dengan luas 1.424 m2.
Pada tahun 2023, renovasi telah dilakukan pada luasan 480 m2, selanjutnya
renovasi akan dilakukan pada luasan sisa sebanyak 944 m2. Sebagai informasi,
renovasi ruang kerja PPBMN dilakukan terakhir pada tahun 2012 sehingga ruang
kerja dan furniture PPBMN sudah mengalami keusangan dan penyusutan.

2
B. Maksud dan Tujuan
1. Umum
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi penyedia/pelaksana
konstruksi (kontraktor) renovasi interior yang memuat masukan, azas, kriteria,
keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan ke dalam
pelaksanaan konstruksi interior. Dengan penugasan ini diharapkan penyedia
jasa konstruksi renovasi interior dapat melaksanakan tanggungjawabnya
dengan baik untuk menghasilkan pekerjaan fisik yang memadai.

2. Khusus
• Memilih Pelaksana Pekerjaan Pengembangan Sarana Prasarana Ruang
Kerja atau renovasi interior Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara
Kementerian ESDM yang sesuai dengan Detail Engineering Design (DED)
dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) Spesifikasi Teknis yang telah
ditetapkan sebagai dasar acuan pada saat pelaksanaan proses
pembangunan pekerjaan fisik.
• Mendapatkan pelaksana pekerjaan yang mampu dan berkualitas dalam
mengerjakan pekerjaan yang diuraikan dalam ruang lingkup pekerjaan.

C. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;


2. Undang Undang No. 28 Tahun 2002 tentang BangunanGedung;
3. Undang Undang No. 29 Tahun 2002 tentang PenyelenggaraanJasa
Konstruksi;
4. Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2005 tentang PeraturanPelaksanaan
UndangUndang No. 28 Tahun 2002 tentangBangunan Gedung;
5. Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
dan Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan
perubahan – perubahannya;
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 22/PRT/M/2018 Tentang Pembangunan Bangunan Gedung
Negara;
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar
dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia;
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2021 Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan Konstruksi;
9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pedoman
Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
Dan Perumahan Rakyat.

3
10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor:
602/KPTS/M/2023 Tentang Batas Minimum Nilai Tingkat Komponen Dalam
Negeri Jasa Konstruksi
11. Surat Direktur Bina Penataan Bangunan Nomor CK 0402-Cb/3689 tanggal 18
Desember 2023 Hal Rekomendasi Rencana Pendanaan Renovasi Ruang
Kerja pada Pusat Pengelolaan BMN Kementerian ESDM.
12. Standar Nasional indonesia tentang Bangunan Gedung serta standar teknis
yang terkait antara lain:
a) Persyaratan, prinsip, dan peraturan harus sesuai dengan standar Edisi
terbaru Cipta Karya Pedoman (1995);
b) Ditetapkan dalam pedoman Pelaksanaan Sistem Perencanaan
Pengembangan Program dan Penganggaran (Buku Petunjuk Pelaksanaan
Sistem Perencanaan Program Penyusunan Dan Penganggaran – SP4);
c) Peraturan/kode untuk peraturan keselamatan dan api untuk bangunan
pendidikan.
13. Persyaratan teknis lainnya terkait pelaksanaan pembangunan sesuai dengan
peraturan perundang – undangan yang berlaku dan diterapkan di Indonesia
termasuk Peraturan daerah setempat tentang Bangunan Gedung.

D. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa


- K/L/D/I : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
- Satker/SKPD/UPTD : Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara
- Pejabat Pembuat Komitmen : Apriana Susaei

E. Lokasi Pekerjaan

Gedung Ditjen EBTKE, Gedung Slamet Bratana Lantai 6, yang beralamat di Jalan
Pegangsaan Timur No.1, Menteng, Jakarta Pusat.

F. Lingkup Pekerjaan

1. Penyusunan kontrak kerja sesuai dengan perundang-undangan yang


berlaku;
2. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior dilakukan berdasarkan dokumen
tender yang telah disusun oleh konsultan perencana dengan segala
tambahan dan perubahannya pada saat penjelasan pekerjaan/aanwizing,
serta ketentuan teknis (pedoman dan standar teknis) yang dipersyaratkan;
3. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior dilakukan sesuai dengan: kualitas
masukan (bahan, tenaga dan alat), kualitas proses (tata cara pelaksanaan

4
pekerjaan) dan kualitas hasil pekerjaan, seperti yang tercantum dalam
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS);
4. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior harus mendapatkan pengawasan
dari penyedia jasa Konsultan Pengawas;
5. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior harus sesuai dengan ketentuan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta
Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3);
6. Pelaksanaan konstruksi renovasi interior berupa fitting out ruangan dan
fasilitas perkantoran berupa mebeler/furniture sudah termasuk tahap
pemeliharaan konstruksi;
7. Pemeliharaan konstruksi renovasi interior adalah tahap uji coba dan
pemeriksaan atas hasil pelaksanaan konstruksi fisik. Pada masa
pemeliharaan ini penyedia jasa pelaksanaan konstruksi renovasi interior
berkewajiban memperbaiki segala cacat atau kerusakan dan kekurangan
yang terjadi selama masa konstruksi renovasi interior;
8. Dalam masa pemeliharaan semua peralatan yang dipasang di dalam Gedung
harus di uji coba sesuai dengan fungsinya. Apabila terjadi kekurangan atau
kerusakan yang menyebabkan peralatan tidak berfungsi, maka harus
diperbaiki sampai berfungsi dengan sempurna;
9. Apabila tidak ditentukan lain dalam kontrak kerja pelaksanaan konstruksi
bangunan Gedung Negara, masa pemeliharaan (retensi) konstruksi renovasi
interior adalah 180 (seratus delapan puluh) hari kalender terhitung sejak
serah terima pertama pekerjaan konstruksi;
10. Keluaran akhir yang harus dihasilkan pada tahap ini adalah :
a. Ruang Kerja dan ruang lainnya serta fasilitas perkantoran yang sesuai
dengan dokumen perencanaan untuk pelaksanaan konstruksi renovasi
interior;
b. Dokumen hasil Pekerjaan Konstruksi renovasi interior, meliputi :
• Gambar-gambar sebelum pelaksanaan (shop drawings) dan yang
sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings);
• Kontrak kerja pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior beserta
segala perubahan/addendumnya;
• Laporan harian, mingguan, bulanan yang dibuat selama
pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior;
• Berita acara perubahan pekerjaan, pekerjaan tambah/kurang, serah
terima I dan II, pemeriksaan pekerjaan, dan berita acara lain yang
berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior;
• Foto-foto dokumentasi yang diambil pada setiap tahapan kemajuan
pelaksanaan konstruksi fisik renovasi interior;
• Manual pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung, termasuk
petunjuk yang menyangkut pengoperasian dan perawatan peralatan
dan perlengkapan mekanikal-elektrikal bangunan.

5
G. Lingkup Pekerjaan Sesuai dengan Perencanaan dan Keluaran

Dalam pelaksanaan pekerjaan, penyedia melaksanakan pekerjaan sesuai dengan


rincian pekerjaan yang tercantum pada Gambar Perencanaan, Bill of Quantity
(BoQ) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat –
syarat (RKS)/Spesifikasi Teknis. Keluaran yang diminta dari kontraktor pelaksana
pada penugasan ini adalah sebagai berikut :
1. Metode Pelaksanaan Program Kerja, Alokasi Tenaga Kerja dan Konsep
Pelaksanaan Pekerjaan;
2. Time Schedule/S-Curve (per item pekerjaan) untuk pelaksanaan pekerjaan;
3. Program Mutu dan Program K3 terkait pelaksanaan pembangunan fisik
renovasi interior;
4. Dokumen Berita Acara Pre-Construction Meeting (PCM)
5. Membuat Mutual Check (MC-0) pekerjaan Gedung maksimal 14 hari
setelah kontrak;
6. Mengajukan Shop Drawing pada setiap tahapan pekerjaan yang
dilaksanakan;
7. Membuat Laporan Harian yang berisikan tentang :
a) Tenaga Kerja;
b) Bahan yang didatangkan, diterima atau tidak;
c) Peralatan yang berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan;
d) Kegiatan per komponen pekerjaan yang diselenggarakan;
e) Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan;
f) Kejadian – kejadian yang berakibat menghambat pekerjaan.
8. Membuat Laporan Mingguan, sebagai resume Laporan Harian (Kemajuan
Pekerjaan, Tenaga dan Hari Kerja) dan Laporan Bulanan;
9. Mengajukan Berita Acara Kemajuan Fisik Pekerjaan untuk pembayaran
termin;
10. Membuat Surat Permintaan Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara
Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang (Jika ada tambahan atau
pengurangan pekerjaan);
11. Membuat Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan;
12. Membuat Berita Acara Penyerahan Kedua Pekerjaan;
13. Membuat Berita Acara Pernyataan Selesainya Pekerjaan; dan
14. Membuat Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As Built Drawing).

H. Pelaporan dan Pelaksanaan


Setiap jenis laporan harus disampaikan kepada Kuasa Pengguna
Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen untuk dibahas guna mendapatkan
persetujuan sesuai dengan lingkup pekerjaan, jadwal tahapan pelaksanaan

6
kegiatan dan jenis laporan yang harus diperiksa dan diserahkan kepada
Konsultan Pengawas adalah :
1) Laporan Harian
Laporan harian ini harus dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan terhitung
setelah SPMK sebanyak 3 (tiga) eksemplar yang berisi antara lain: buku harian
yang memuat semua kejadian, perintah atau petunjuk yang penting dari
Konsultan Pengawas yang dapat pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan
konsekuensi keuangan, kelambatan penyelesaian pekerjaan dan tidak
terpenuhinya syarat teknis. Laporan Harian berisikan, antara lain :
a) Tenaga;
b) Bahan bangunan/material yang didatangkan, diterima atau tidak;
c) Peralatan yang berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan;
d) Kegiatan perkomponen pekerjaan yang diselenggarakan;
e) Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan;
f) Kejadian-kejadian yang berakibat menghambat pelaksanaan.

2) Laporan Pelaksanaan (Mingguan dan Bulanan)


Laporan Pelaksanaan, sebagai resume laporan harian (kemajuan pekerjaan,
tenaga dan hari kerja) terhitung 7 (tujuh) hari setelah dimulainya kerja oleh
kontraktor (7 (tujuh) hari kerja setelah SPMK ditandatangani) sebanyak 3 (tiga)
rangkap dan berisi antara lain :
a) Review terhadap rencana kerja Kontraktor;
b) Resume laporan harian (kemajuan pekerjaan, tenaga dan hari kerja)
selama seminggu/sebulan tersebut;
c) Gambaran/penjelasan secara garis besar kondisi lokasi proyek;
d) Monitor masalah teknis dilapangan;
e) Permasalahan non-teknis yang dihadapi;
f) Monitor Kendali Mutu;
g) Pemeriksaan Gambar Kerja;
h) Foto-foto kemajuan pekerjaan dibuat secara bertahap sesuai kemajuan
pekerjaan;
i) Rencana kerja, metode dan jadwal pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.

I. Produk Dalam Negeri

Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor harus mengutamakan penggunaan produksi


dalam negeri. Produk luar negeri boleh dipakai atau digunakan selama produksi
dalam negeri tidak dapat digunakan.

J. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan


Perhitungan volume berpedoman kepada peraturan yang berlaku, antara lain:
regulasi nasional maupun internasional yang mengatur standar umum bangunan

7
pemerintah dan lain- lain yang disyaratkan Undang-undang dan Peraturan
Pemerintah/Daerah yang berlaku.

K. Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Pelaksana pekerjaan berkewajiban untuk
menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan
kepada personil kegiatan/unit kerja Kuasa Pengguna Anggaran.

L. Spesifikasi Teknis
1) Umum
Untuk dapat memahami seluruh seluk beluk pekerjaan, kontraktor diwajibkan
mempelajari secara seksama seluruh gambar pelaksanaan beserta uraian
Pekerjaan dan Persyaratan Pelaksanaan seperti yang akan diuraikan di dalam
KAK maupun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Bila terdapat
ketidakjelasan dan/atau perbedaan – perbedaan dalam gambar dan uraian ini,
Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada Perencana/Konsultan
Pengawas untuk mendapatkan penyelesaian.

2) Lingkup Pekerjaan
Kontraktor menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat kerja yang
dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan ini serta mengamankan,
mengawasi dan memelihara bahan-bahan, alat kerja maupun hasil pekerjaan
selama masa pelaksanaan berlangsung sehingga seluruh pekerjaan dapat
selesai dengan sempurna.
a) Sarana Kerja
Kontraktor wajib memasukkan jadwal kerja dan mobilisasi, identifikasi dari
tempat kerja, nama, jabatan dan keahlian masing-masing anggota
pelaksana pekerjaan, serta inventarisasi peralatan yang digunakan dalam
melaksanakan pekerjaan ini. Kontraktor wajib menyediakan tempat
penyimpanan bahan/material yang aman dari segala kerusakan, kehilangan
dan hal- hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain. Semua sarana yang
digunakan harus benar-benar baik dan memenuhi persyaratan kerja,
sehingga kelancaran dan memudahkan kerja dapat tercapai.

b) Gambar-gambar dokumen
Dalam hal terjadi perbedaan dan/atau pertentangan dalam gambar-gambar
yang ada dalam uraian pekerjaan ini, maupun perbedaan yang terjadi akibat
keadaan di lapangan, Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada
Perencana/Konsultan Pengawas secara tertulis untuk mendapatkan
keputusan pelaksanaan setelah Konsultan Pengawas berunding terlebih
dahulu dengan Perencana.

8
Ketentuan tersebut di atas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk
memperpanjang waktu pelaksanaan. Semua ukuran yang tertera dalam
gambar adalah ukuran jadi, dalam keadaan selesai/terpasang. Kontraktor
diwajibkan memperhatikan dan meneliti terlebih dahulu semua ukuran yang
tercantum seperti ketinggian, lebar, ketebalan, luas penampang dan lain-lain
sebelum memulai pekerjaan.

Bila ada keraguan mengenai ukuran atau bila ada ukuran yang belum
dicantumkan dalam gambar, Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut
secara tertulis kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Pengawas
memberikan keputusan ukuran mana yang akan dipakai dan dijadikan
pegangan setelah berunding terlebih dahulu dengan Perencana.

Kontraktor tidak dibenarkan mengubah dan atau mengganti ukuran – ukuran


yang tercantum di dalam gambar pelaksanaan tanpa sepengetahuan
Konsultan Pengawas. Bila hal tersebut terjadi, segala akibat yang akan ada
menjadi tanggung jawab Kontraktor baik dari segi biaya maupun waktu.

Kontraktor harus selalu menyediakan dengan lengkap masing - masing 3


(tiga) salinan, segala gambar - gambar, spesifikasi teknis, addendum, berita
- berita perubahan dan gambar- gambar pelaksanaan yang telah disetujui di
tempat pekerjaan. Dokumen- dokumen ini harus dapat dilihat Konsultan
Pengawas setiap saat sampai dengan serah terima kesatu. Setelah serah
terima kesatu, dokumen-dokumen tersebut akan didokumentasikan oleh
Pemberi Tugas.

c) Gambar-gambar pelaksana
Gambar-gambar pelaksana (shop drawing) adalah gambar – gambar,
diagram, ilustrasi, jadwal, brosur atau data yang disiapkan Kontraktor atau
Sub Kontraktor, Supplier atau Prosedur yang menjelaskan bahan – bahan
atau sebagian pekerjaan.

Contoh-contoh adalah barang – barang yang disediakan Kontraktor untuk


menunjukkan bahan, kelengkapan dan kualitas kerja. Ini akan dipakai oleh
Konsultan Pengawas untuk menilai pekerjaan, setelah disetujui terlebih
dahulu oleh Konsultan Perencana. Kontraktor akan memeriksa,
menandatangani persetujuan dan menyerahkan dengan segera semua
gambar – gambar pelaksanaan dan contoh – contoh yang disyaratkan dalam
Dokumen Kontrak atau oleh Konsultan Pengawas.

Gambar – gambar pelaksanaan dan contoh – contoh harus diberi tanda –


tanda sebagaimana ditentukan Konsultan Pengawas. Kontraktor harus

9
melampirkan keterangan tertulis mengenai setiap perbedaan dengan
Dokumen Kontrak jika ada hal – hal demikian.

Dengan menyetujui dan menyerahkan gambar – gambar pelaksanaan atau


contoh – contoh, dianggap Kontraktor telah meneliti dan menyesuaikan
setiap gambar atau contoh tersebut dengan Dokumen Kontrak. Konsultan
Pengawas dan Perencana akan memeriksa dan menolak atau meyetujui
gambar – gambar pelaksanaan atau contoh – contoh dalam waktu sesingkat
– singkatnya, sehingga tidak mengganggu jalannya pekerjaan dengan
mempertimbangkan syarat – syarat dalam Dokumen Kontrak dan syarat –
syarat keindahan.

Kontraktor akan melakukan perbaikan – perbaikan yang diminta Konsultan


Pengawas dan menyerahkan kembali segala gambar-gambar pelaksanaan
dan contoh – contoh sampai disetujui. Persetujuan Konsultan Pengawas
terhadap gambar – gambar pelaksanaan dan contoh – contoh, tidak
membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya atas perbedaan dengan
Dokumen Kontrak, apabila perbedaan tersebut tidak diberitahukan secara
tertulis kepada Konsultan Pengawas dan Perencana, tidak boleh
dilaksanakan sebelum ada persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas
dan Perencana.

Gambar – gambar pelaksanaan atau contoh – contoh harus diserahkan


kepada Konsultan Pengawas dalam 2 (dua) salinan, Konsultan Pengawas
akan memeriksa dan mencantumkan tanda – tanda ‘Telah Diperiksa Tanpa
Perubahan” atau “Ditolak”. Satu salinan dipegang oleh Konsultan Pengawas
untuk arsip, sedangkan yang kedua dikembalikan kepada Kontraktor untuk
dibagikan atau diperlihatkan kepada Sub Kontraktor atau yang bersangkutan
lainnya.

Sebutan katalog atau barang cetakan, hanya boleh diserahkan apabila


menurut Konsultan Pengawas hal – hal yang sudah ditentukan dalam
katalog atau barang cetakan tersebut sudah jelas dan tidak perlu diubah.
Barang cetakan ini juga harus diserahkan dalam 2 (dua) rangkap untuk
masing – masing jenis dan diperlukan sama seperti butir di atas. Contoh –
contoh yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis harus diserahkan kepada
Konsultan Pengawas dan Perencana.

d) Jaminan Bahan dan perlengkapan


Kontraktor menjamin pada Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas, bahwa
semua bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan adalah sama sekali baru,
kecuali ditentukan lain, serta Kontraktor menyetujui bahwa semua pekerjaan
dilaksanakan dengan baik, bebas dari cacat teknis dan estetis serta sesuai

10
dengan Dokumen Kontrak. Apabila diminta, Kontraktor sanggup
memberikan bukti – bukti mengenai hal – hal tersebut pada butir ini. Sebelum
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas, bahwa pekerjaan telah
diselesaikan dengan sempurna, semua pekerjaan tetap menjadi tanggung
jawab Kontraktor sepenuhnya.

e) Nama Pabrik/Merek yang Ditentukan


Apabila pada Spesifikasi Teknis ini disebutkan nama pabrik/merek dari satu
jenis bahan/komponen, maka Kontraktor menawarkan dan memasang
sesuai dengan yang ditentukan. Jadi tidak ada alasan bagi Kontraktor pada
waktu pemasangan menyatakan barang tersebut sudah tidak terdapat lagi
dipasaran ataupun sukar didapat dipasaran.
Untuk barang – barang yang harus diimport, segera setelah ditunjuk sebagai
pemenang, Kontraktor harus sesegera mungkin memesan pada agennya di
Indonesia. Apabila Kontraktor telah berusaha untuk memesan namun pada
saat pemesanan bahan/merek tersebut tidak/sukar diperoleh, maka
Perencana akan menentukan sendiri alternatif merek lain dengan spesifikasi
minimum yang sama.
Setelah 1 (satu) bulan menunjukkan pemenang, Kontraktor harus
memberikan kepada Pemberi Tugas fotocopy dari pemesanan material yang
diimport pada agen ataupun Importir lainnya, yang menyatakan bahwa
material – material tersebut telah dipesan (order import).

f) Contoh-contoh material
Contoh-contoh material yang dikehendaki oleh Pemberi Tugas atau
wakilnya harus segera disediakan atas biaya Kontraktor, sehingga dapat
dianggap bahwa bahan atau pekerjaan tersebutlah yang akan dipakai dalam
pelaksanaan pekerjaan nanti. Contoh-contoh tersebut jika telah disetujui,
disimpan oleh Pemberi Tugas atau wakilnya untuk dijadikan dasar
penolakan bila ternyata bahan-bahan atau cara pengerjaan yang dipakai
tidak sesuai dengan contoh, baik kualitas maupun sifatnya substitusi.
Produk yang disebutkan nama pabrikan, material, peralatan, perkakas,
aksesoris yang disebutkan nama pabriknya dalam RKS, Kontraktor harus
melengkapi produk yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis, atau dapat
mengajukan produk pengganti yang setara, disertai data-data yang lengkap
untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Perencana sebelum
pemesanan.
Produk yang tidak disebutkan nama pabriknya, material, peralatan,
perkakas, aksesoris dan produk-produk yang tidak disebutkan nama
pabriknya di dalam Spesifikasi Teknis, Kontraktor harus mengajukan secara
tertulis nama negara dari pabrik yang menghasilkannya, katalog dan
selanjutnya menguraikan data yang menunjukkan secara benar bahwa

11
produk- produk yang dipergunakan adalah sesuai dengan Spesifikasi Teknis
dan kondisi proyek untuk mendapatkan persetujuan dari Pemilik/Perencana.

g) Material dan Tenaga Kerja


Seluruh material yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus baru atau
dipersyaratkan lain, dan material harus tahan terhadap iklim tropis. Seluruh
pekerjaan harus dilaksanakan dengan cara yang benar dan setiap pekerja
harus mempunyai keterampilan yang memuaskan, di mana latihan khusus
bagi pekerja sangat diperlukan dan Kontraktor harus melaksanakannya.
Kontraktor harus melengkapi Surat Sertifikat yang sah untuk setiap personil
ahli yang menyatakan bahwa personal tersebut telah mengikuti latihan-
latihan khusus ataupun mempunyai pengalaman-pengalaman khusus dalam
bidang keahlian masing-masing.
Klausul disebutkan kembali apabila dalam Dokumen Lelang ini ada klausul-
klausul yang disebutkan kembali pada butir lain, maka ini bukan berarti
menghilangkan butir tersebut tetapi dengan pengertian lebih menegaskan
masalahnya. Jika terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau
terhadap Spesifikasi Teknis, maka diambil sebagai patokan adalah yang
mempunyai bobot teknis dan/atau yang mempunyai bobot biaya paling
tinggi. Pemilik proyek dibebaskan dari patent dan lain-lain untuk segala
“claim” atau tuntutan terhadap hak-hak khusus seperti patent dan lain-lain.

h) Koordinasi Pekerjaan
Untuk kelancaran pekerjaan ini, harus disediakan koordinasi dari seluruh
bagian yang terlibat didalam kegiatan proyek ini. Seluruh aktivitas yang
menyangkut dalam proyek ini, harus dikoordinir lebih dahulu agar gangguan
dan konflik satu dengan lainnya dapat dihindarkan. Melokalisasi/memerinci
setiap pekerjaan sampai dengan detail untuk menghindari gangguan dan
konflik, serta harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas untuk
mendapat persetujuan dari PPK.

i) Perlindungan Terhadap Orang, Harta benda dan Pekerjaan


Perlindungan terhadap milik umum :
1. Kontraktor harus menjaga alur pintu keluar masuk kantor dari alat-alat
mesin, bahan-bahan bangunan dan sebagainya
2. Orang-orang yang tidak berkepentingan : Kontraktor harus melarang
siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan
dengan tegas memberikan perintah kepada ahli tekninya yang bertugas
dan para penjaga;
3. Perlindungan terhadap bangunan yang ada : Selama masa-masa
pelaksanaan Kontrak, Kontraktor bertanggung jawab penuh atas segala
kerusakan bangunan yang ada, utilitas, jalan-jalan, saluran-saluran

12
pembuangan dan sebagainya di tempat pekerjaan, dan kerusakan-
kerusakan sejenis yang disebabkan operasi-operasi Kontraktor, dalam
arti kata yang luas. Itu semua harus diperbaiki oleh Kontraktor hingga
dapat diterima Pemberi Tugas;
4. Penjagaan dan perlindungan pekerjaan : Kontraktor bertanggung jawab
atas penjagaan, penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang
dianggap penting selama pelaksanaan Kontrak, siang dan malam.
Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap Kontraktor dan Sub
Kontraktor, atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan
atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan;

J) Peraturan Hak Paten

Kontraktor harus melindungi Pemilik (Owner) terhadap semua “claim” atau


tuntutan, biaya atau kenaikan harga karena bencana, dalam hubungan
dengan merk dagang atau nama produksi, hak cipta pada semua material
dan peralatan yang dipergunakan dalam proyek ini, iklan Kontraktor tidak
diijinkan membuat iklan dalam bentuk apapun di dalam sempadan (batas)
site atau di tanah yang berdekatan tanpa seijin dari pihak Pemberi Tugas.

M. Jangka Waktu Pelaksanaan


Jangka waktu pelaksanaan dibagi 2 bagian :
a) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan fisik renovasi interior adalah selama 120
(Seratus Dua Puluh) hari kalender, terhitung sejak ditandatanganinya
SPMK;
b) Jangka waktu pemeliharaan pekerjaan fisik selama 180 (Seratus Delapan
Puluh) hari kalender, terhitung sejak ditanda tanganinya BAST 1 (PHO).

N. Biaya yang diperlukan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan DIPA Satuan Kerja PPBMN, Total
perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan Renovasi ini sebesar
Rp3.488.522.000,-

O. Persyaratan Penyedia/Konstruksi
Pekerjaan Renovasi interior Ruang Kerja Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara
Tahun Anggaran 2024 terdiri dari Pekerjaan Standar dan Pekerjaan Non Standar
dikerjakan secara simultan dalam waktu yang bersamaan sehingga dibutuhkan
kualifikasi/kompetensi khusus sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan yang
dikerjakan. Untuk mendapatkan hasil Produk Bangunan beserta kelengkapan
lainnya yang berkualitas maka Penyedia Jasa Konstruksi yang akan mengerjakan
pekerjaan tersebut harus memiliki Kualifikasi dan Kompetensi dengan
persyaratan kualifikasi sebagai berikut :

13
1) Persyaratan Kualifikasi Administrasi :
a. Memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)/NIB yang masih
berlaku.
b. Memiliki Sertifikat Badan usaha (SBU) dengan kualifikasi Usaha Kecil,
yang masih berlaku dan diterbitkan oleh instansi yang berwenang, dengan
Subklasifikasi KT 007 (Pekerjaan Dekorasi dan Pemasangan Interior),
KBLI 43304 (Dekorasi Interior) atau Subklasifikasi PB 004, KBLI 43304
(Dekorasi Interior).
c. Nomor NPWP dengan status keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil
Konfirmasi Status Wajib Pajak valid (KSWP), serta telah memenuhi
kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahun 2022 atau terbaru).
d. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan
(apabila ada perubahan).
e. Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak menimbulkan
pertentangan kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan
dan/atau yang bertindak untuk dan atas nama Badan Usaha tidak sedang
dalam menjalani sanksi pidana, dan pengurus/pegawai tidak berstatus
Aparatur Sipil Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar
tanggungan Negara.
f. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan jasa sejenis dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah
maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi pelaku
usaha yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun.
2) Persyaratan Administrasi Teknis :
a. Menyampaikan jadwal pelaksanaan;
b. Menyampaikan rencana atau jadwal permintaan dan pengiriman material
dalam pelaksanaan pekerjaan;
c. Menyampaikan jadwal mobilisasi peralatan;
d. Menyampaikan program mutu terkait K3 dan sistem pengaturan lalu-lintas
proyek;
e. Memiliki personil yang akan ditugaskan dalam pelaksanaan pekerjaan,
dengan kulifikasi personil sebagai berikut :

Pengalaman
No Posisi Jabatan Jumlah SKA/SKT Minimal
Minimal
Pelaksana Pekerjaan
1 Pelaksana Proyek 1 Orang 2 Tahun
Interior Madya (Level 5)
Petugas
Minimal Sertifikat K3
2 K3/Keselamatan 1 Orang -
konstruksi
Konstruksi

14
Personil diatas, melampirkan :
1. Curiculum Vitae (CV) yang ditandatangani oleh Personil yang
bersangkutan dan diketahui oleh pihak yang sah mewakili Badan usaha;
2. Memiliki Sertifikat Keterampilan sesuai yang dipersyaratkan dan
dinyatakan dalam Surat Pernyataan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi
Kerja oleh pihak yang sah mewakili Badan Usaha;
3. Sertifikat Kompetensi Kerja untuk personil manajerial dibuktikan saat
Rapat Persiapan Penunjukan Penyedia (RPPP);

3) Persyaratan Peralatan Utama


Penyedia menyiapkan peralatan utama/peralatan tukang terkait renovasi.
Untuk peralatan milik sendiri menyampaikan bukti kepemilikan milik sendiri,
atau untuk kepemilikan sewa/beli melampirkan bukti pembayaran sewa/beli,
atau untuk perlatan yang berupa sewa melampirkan surat perjanjian sewa
beserta bukti kepemilikan atau penguasaan peralatan dari pemberi sewa.

Nama Status
No Jumlah Kapasitas
Peralatan Kepemilikan
1 Generator Set 1 Unit 5-10 KW Sendiri/Sewa
2 Welding set 1 Unit Minimal 270 Ampere Sendiri/Sewa
3 Truk 1 Unit Kapasitas 3-4 Ton Sendiri/Sewa
Dengan Mesin
Pemotong
Workshop Kayu/Panel Saw,
4 1 Unit Sendiri/Sewa
Furniture mesin press HPL,
dan mesin-mesin
pendukung lainnya

4) Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK)


Penyedia menyiapkan penjelasan manajemen resiko serta
penjelasan rencana tindakan sesuai tabel jenis pekerjaan dan identifikasi
resiko seperti format dibawah ini :

No Jenis/Tipe Pekerjaan Identifikasi Resiko


1 Pekerjaan Ceiling/Plafond Percikan api dan terjatuh

5) Daftar Pekerjaan Yang Merupakan Tanggungjawab Penyedia dan Sudah


Masuk Dalam Total Harga Penawaran
Segala biaya yang ditimbulkan dalam penyelesaian pekerjaan sudah
termasuk didalam perhitungan Harga Penawaran yang disampaikan oleh
Penyedia Jasa meliputi antara lain:
1) Penutup ruangan atau partisi gypsum sementara berikut pintu masuk area
kerja guna membatasi antara area kerja dengan area publik.
2) Biaya yang ditimbulkan dan peralatan yang dibutuhkan saat Commisioning
Test;

15
3) Penjagaan keamanan bahan, material dan tenaga selama pelaksanaan
pekerjaan fisik;
4) Biaya asuransi tenaga kerja yang dipekerjakan dan biaya
pengobatan/santunan bila terjadi kecelakaan di areal pekerjaan;
5) Biaya Pembongkaran dan Pembersihan lahan sebelum dan sesudah
Pekerjaan selesai dan di serah terimakan (PHO).
6) Biaya pembuatan gudang material atau tempat tinggal para pekerja (bila di
butuhkan oleh pihak penyedia jasa, menjadi tanggung jawab dan biaya
penyedia jasa).
6) Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan
Dalam pelaksanaan pekerjaan Pengembangan Sarana Prasarana Ruang
Kerja Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, pekerjaan konstruksi harus
memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat –
syarat (RKS) yang terlampir pada dokumen pengadaan dan ketentuan lainnya
akan diatur dalam Surat Perjanjian Pekerjaan (Kontrak).
7) Penutup
Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini dibuat untuk dijadikan acuan dan
pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang sesuai dengan rencana.

Jakarta, Mei 2024


Pejabat Pembuat Komitmen

Apriana Susaei

16

Anda mungkin juga menyukai