0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Metode Komik untuk Menulis Cerita Inspiratif

Dokumen ini membahas penggunaan metode concept sentence dan media komik strip dalam meningkatkan kemampuan menulis teks cerita inspiratif siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode dan media tersebut dapat meningkatkan hasil belajar menulis siswa.

Diunggah oleh

Sriamelia ThaLib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Metode Komik untuk Menulis Cerita Inspiratif

Dokumen ini membahas penggunaan metode concept sentence dan media komik strip dalam meningkatkan kemampuan menulis teks cerita inspiratif siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode dan media tersebut dapat meningkatkan hasil belajar menulis siswa.

Diunggah oleh

Sriamelia ThaLib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Madaris: Jurnal Guru Inovatif

ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

P EN G G U N AAN M ETO D E C O N CE PT S EN TEN C E D AN M ED IA K O M IK


S TR IP D ALAM M EN IN G K A TKAN K EM AM P UAN M EN U LIS TEK S C ER ITA
INS P IR ATIF S ISW A

A lp in S u h a d i
Alpinsuhadi13@[Link]
MTsN 2 Aceh Utara

A bstra k
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa
dalam menulis teks cerita inspiratif dengan metode co n cep t se n tence dan
media komik strip. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX B MTsN 2
Aceh Utara yang berjumlah 22 siswa dengan sistem pembelajaran terbagi
atas dua shift. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (cla ssro o m
a ctio n re sea rch) dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan
teknik tes. Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap
siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (p la n nin g),
pelaksanaan tindakan (a ctin g), pengamatan, (o bse rvin g) dan refleksi
(re fle ctin g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode co n cep t
se nte nce dan media komik strip dapat meningkatkan kemampuan siswa
dalam menulis teks cerita inspiratif. Hal ini terlihat dari persentase
ketuntasan belajar siswa siklus I yang hanya 31.81% dan pada siklus II
menjadi 90.90% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa metode co n cep t se n ten ce dan media komik strip dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks cerita inspiratif.

Kata Kunci: menulis, teks cerita inspiratif, concept sentence, komik strip

A b s tra c t
T h is re se arch a im s to fin d o u t th e im p ro ve m en t o f stu d en ts' a bility to w rite
in spira tio nal sto ry te xts w ith co n cep t se n ten ce m e th ods a n d co m ic strip
m e d ia . T h e su b je ct o f th is stu dy w a s a stu d en ts’ o f cla ss IX B M T sN 2
N o rth A ceh w hich a m o u nte d to 2 2 stu de nts w ith a le a rn ing syste m d ivid ed
in to tw o sh ifts. T h is re se a rch is a cla ssro o m a ctio n re se arch w ith d ata
co lle ctio n te chn iq ues co n du cted w ith te st te ch niq ues. T h is re se a rch
p ro cedure is ca rrie d o u t a s m a n y a s tw o cycle s. E a ch cycle co n sists o f
fou r sta ge s, n a m e ly th e p la n nin g stag e , th e im p le m e n ta tio n o f a ctio n
(a ctin g), o b serva tion, (o b servin g) a n d re fle ction (re fle ctin g). T h e re su lts
sh ow e d th a t co n cep t se n ten ce m e th od s a nd co m ic strip m e d ia ca n
im p ro ve stu de n ts' a b ility to w rite in sp ira tiona l story te xts. T h is is se en fro m
the p e rcenta ge o f co m p le tio n o f stu de nt le a rn in g cycle I w hich is o n ly
3 1.8 1% a n d in cycle II to 9 0 .90 % w ith e xce lle nt ca teg o ry. T h u s, it ca n b e
co nclu d ed th at th e co n cep t se n ten ce m e th o d a nd co m ic strip m e d ia ca n
im p ro ve stu den ts' a b ility to w rite in sp ira tio na l sto ry te xts.

K e yw o rd s : w ritin g , in s pirin g s to ry te x t, c o nc e p t s en te nc e , c o m ic
s trip

78
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

A. PENDAHULUAN
Pelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 diajarkan dengan
konsep pembelajaran berbasis teks. Pembelajaran berbasis teks adalah
suatu konsep pembelajaran yang menuntun siswa dalam belajar dengan
menggunakan media teks. Salah satu teks yang diajarkan adalah teks
cerita inspiratif. Teks cerita inspiratif merupakan teks yang berisi cerita
yang dapat menginspirasi seseorang. Biasanya menyangkut keberhasilan
tokoh dalam menyelesaikan sesuatu (Sawali dkk, 2013: 201).
Pembelajaran teks ini di kelas IX sesuai dengan tuntutan kompetensi inti
yang tertuang dalam Permendikbud no. 24 tahun 2016, yaitu
mengungkapkan rasa simpati, empati, kepedulian, dan perasaan pibadi
dalam bentuk cerita inspiratif dengan memperhatikan struktur cerita dan
aspek kebahasaan.
Kegiatan menulis bagi siswa adalah suatu kegiatan yang
membutuhkan kemampuan yang kompleks, sehingga tidak jarang siswa
menganggap keterampilan menulis ini adalah suatu keterampilan yang
sulit. Dalam menulis siswa artinya dituntut untuk mampu menuangkan
buah pikiran mereka dalam bahasa tulis. Artinya dalam kegiatan menulis
siswa melibatkan berbagai kemampuan, mulai dari kemampuan
mengawali kalimat, merangkai kata, dan mengembangkan kalimat
menjadi sebuah paragraf yang utuh.
Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di kelas IX MTsN
2 Aceh Utara, menunjukkan bahwa adanya kesulitan-kesulitan yang
dihadapi oleh siswa dalam menuangkan gagasan-gagasan mereka dalam
bentuk tulisan. Hal ini dibuktikan dengan data bahwa dari 22 orang siswa,
hanya ada 4 siswa (18,18%) yang nilainya mencapai nilai KKM dan 18
siswa (81,82%) yang nilainya belum mencapai KKM dengan ambang
batas 75. Kesulitan ini khususnya terjadi pada kompetensi menuangkan
gagasan dalam bentuk cerita inspiratif. Kesulitan siswa dalam menulis
teks tersebut umumnya terletak pada kemampuan siswa memulai kalimat
awal paragraf dan mengembangkan paragaraf menjadi suatu cerita yang
utuh. Selain itu, siswa juga merasa kebingungan dengan alur cerita seperti

79
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

apa yang ingin mereka kembangkan dalam tulisan mereka. Dalam


mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa di atas, diperlukan metode
dan media yang tepat untuk merangsang pikiran siswa dalam merangkai
ide-ide mereka, salah satunya metode co n cep t se n ten ce. Metode C o n cep t
S en ten ce adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan
memberikan kartu-kartu yang berisi beberapa kata kunci kepada siswa,
kemudian kata -kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan
dikembangkan menjadi paragraf (Huda, 2013: 315). Diharapkan dengan
adanya pemberian kata kunci sebagai langkah awal siswa membuat
kalimat siswa mampu membuat kalimat dengan lebih mudah. Selain itu,
untuk merangsang pikiran siswa dalam mengembangkan alur, cara yang
dapat digunakan yaitu dengan menggunakan media komik strip. Komik
strip merupakan jenis komik yang hanya terdiri dari beberapa panel
gambar saja. Akan tetapi, jika dilihat dari segi isinya komik ini telah
mengungkapkan gagasan isi yang utuh. Dengan adanya panduan
pengembangan cerita dengan komik strip ini siswa diharapkan lebih
mudah dalam mengembangkan alur cerita dalam tulisannya. Berdasarkan
penjabaran di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan
kelas yang berjudul “P e ng gun a an M e to de C o n ce pt S e nte nce d a n M e d ia
K om ik S trip d a la m M e n in gkatkan K e m a m p u an M e n ulis T e ks C e rita
Insp ira tif S isw a”.
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini yaitu, (a)
Bagaimanakah proses pembelajaran dalam peningkatan kemampuan
menulis teks cerita inspiratif siswa kelas IX B MTsN 2 Aceh Utara dengan
menggunakan metode C o nce p t C e n ten ce dan media komik strip? (b)
Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa kelas IX B MTsN 2 Aceh
Utara dalam menulis teks cerita inspiratif dengan menggunakan metode
C o nce p t C e n ten ce dan media komik strip? Adapun tujuan dari penelitian
ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah proses pembelajaran dalam
peningkatan kemampuan menulis teks cerita inspiratif siswa kelas IX B
MTsN 2 Aceh Utara dengan menggunakan metode C o nce p t C e n tence
dan media komik strip? Selain itu untuk mengetahui bagaimanakah

80
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

peningkatan hasil belajar siswa kelas IX B MTsN 2 Aceh Utara dalam


menulis teks cerita inspiratif dengan menggunakan metode C o n ce pt
C e nte n ce dan media komik strip? Dengan adanya penelitian ini
diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran khususnya pada mata
pelajaran bahasa Indonesia mengenai penggunaan metode dan media
yang tepat dalam pembelajaran menulis teks, utamanya pada topic teks
cerita inspiratif.

B. K A J IA N T E O R I/K A J IA N P U S T A K A
Teks adalah media pembelajaran yang tidak dapat terpisahkan
dalam pelajaran bahasa Indonesia. Setiap kompetensi dasar dan
kompetensi inti dalam pelajaran ini selalu menuntut siswa untuk
menguasai berbabagai jenis teks. Salah satu jenis teks yang dipelajari
siswa kelas IX adalah teks cerita inspiratif. Menurut Sawali, dkk (2013:
201) teks cerita inspiratif merupakan cerita atau kisah masa lalu yang bisa
menginspirasi seseorang untuk melakukan hal yang sama, terutama
menyangkut keberhasilan dan kesuksesan tokoh-tokoh terdahulu. Di
dalam teks cerita inspiratif terkandung nilai-nilai yang dapat dicontoh oleh
pembacanya, sehingga melalui nilai-nilai yang disampaikan ini orang yang
membaca mendapatkan suatu inspirasi kehidupan. Sebagai suatu
karangan yang berbentuk narasi sugestif, menulis teks cerita inspiratif
bagi siswa memiliki tujuan agar altuiristik (A ltru stic p urp o se) bertujuan
untuk menyenangkan para pembaca, ingin menolong para pembaca
memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat
hidup para pembaca lebih mudah dan menyenangkan dengan karyanya
itu Hugo Hartig (dalam Tarigan, 2013: 25-26). Selain itu, dalam
pembelajaran teks cerita inspiratif ini diharapkan dapat terus
menumpuhkan dan melatih keterampilan siswa dalam mengembangkan
imajinasi dan proses berpikir kreatif mereka.
Mengarang tulisan yang berbentuk narasi tidak terlepas dari daya
nalar. Penalaran adalah suatu proses berpikir atau jalan pikiran kita pada
waktu menuangkan gagasan dalam sebuah tulisan (Jauhari, 2013: 34).

81
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

Daya nalar ini akan kita dapatkan untuk menulis ketika kita sebagai
penulis sudah tahu konsep dan alur tulisan seperti apa yang akan kita
kembangkan menjadi sebuah cerita. Seringkali orang merasakan kesulitan
dalam memulai menulis karena tidak tahu harus memulai dari mana
hingga daya nalarnyapun terhambat untuk menulis. Kesulitan untuk
memulai ini juga dirasakan oleh siswa-siswa pada saat mengerjakan
tugas mengarang mereka. Untuk mengatasi kesulitan untuk memulai
tulisan atau karangan diperlukan suatu teknik khusus bagi seorang guru
saat pelajaran mengarang. Guru harus memancing terlebih dahulu daya
nalar siswa dengan model pembelajaran atau media-media pembelajaran
yang tepat. Media yang digunakan ini bisa dijadikan siswa sebagai bekal
informasi awal bagi tulisan mereka. Menurut Sukino (2010: 16) salah satu
bekal bagi seorang penulis pemula adalah memiliki latar belakang
informasi. Dengan adanya latar belakang informasi ini seorang penulis
setidaknya memiliki konsep awal untuk mengembangkan daya nalar
mereka untuk memulai sebuah tulisan. Untuk mengembangkan daya nalar
ini dalam pembelajaran harus mengadirkan suatu metode yang mampu
mengembangkan daya nalar siswa. Metode C o n ce pt C e n tence adalah
metode mengajar yang menggunakan kata kunci sebagai acuan siswa
dalam mengembangkan kalimat. Metode ini digunakan agar
mempermudah anak didik untuk merangkai kalimat sesuai dengan arahan
dari konsep yang telah disediakan oleh guru. Selain itu pengunaan media
juga dapat mempengaruhi daya nalar seseorang dalam menulis teks,
salah satu media yang dapat digunakan adalah komik strip. Sebagai
media hiburan yang tersusun dari berbagai gambar, komik strip dapat
dijadikan suatu media pembelajaran. Gambar-gambar yang tersusun
dengan membentuk suatu alur yang runut membuat komik strip cocok
untuk dijadikan media saat pembelajaran menulis. Gambar-gambar pada
komik strip akan mampu mengatasi permasalahan bagi siswa yang
kesulitan dalam mengembangkan cerita. Menurut Sadiman, dkk. (2014:
29).

82
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

Penelitian mengenai peningkatan kemampuan siswa dalam


menulis teks inspiratif pernah dilakukan oleh Suciani (2017) yang berfokus
pada penggunaan metode co n cep t ce n ten ce dengan judul penelitian
“P e ne ra pan M o d e l P e m b e la ja ran K o op e ra tif T ip e Concept Sentence
U n tuk M e n in gka tkan K ete ra m p ila n M e n ulis S isw a p a da M a ta P e laja ra n
B ah a sa In do ne sia K e la s III d i M IN M iru k T a m a n A ce h B e sar”. Dari hasil
penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode
C o nce p t C e n ten ce keterampilan menulis siswa meningkat dengan tingkat
ketuntasan mencapai 90,90% yang sebelumnya hanya 42,42% siswa
yang tuntas. Dalam penelitian lainnya yang berfokus pada penggunaan
media komik strip pernah dilakukan oleh Lilis Mulyati (2016) dengan judul
penelitian “P e ng g una an M e d ia K o m ik S trip d ala m M e n in gkatkan
K ete ra m p ila n M e n ulis T e ks A n ekd ot d i S M K N e g eri 1 S u m e d a ng ”. Hasil
penelitiannya menyatakan bahwa dengan menggunakan media komik
strip kemampuan menulis teks anekdot siswa meningkat dengan tingkat
ketuntasan siswa mencapai 85% yang sebelumnya hanya mencapai 65%.
Dalam penlitian ini mencoba menggabungkan kedua konsep pada
penelitian sebelumnya yaitu penggunaan metode C o n ce pt C e n ten ce dan
media komik strip dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita
inspiratif siswa. Fokus penelitiannya adalah untuk melihat peningkatan
hasil belajar siwa setelah diterapkannya metode dan media tersebut
dalam pembelajaran.

C. M E T O D O L O G I P E N E L IT IA N
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (cla ssro o m a ctio n
re se arch) yang selanjutnya akan disingkat dengan PTK. Penelitian
tindakan kelas Menurut Trianto (2011:16), adalah suatu kegiatan
penelitian dengan mencermati sebuah kegiatan pembelajaran yang
diberikan tindakan, yang secara sengaja dimunculkan dalam sebuah kelas,
yang bertujuan memecahkan masalah atau meningkatkan mutu
pembelajarandi kelas tersebut. Sejalan dengan pendapat tersebut, Suyadi
(2012:22) menyatakan bahwa PTK merupakan pencermatan yang

83
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan
tujuan untuk memperbaiki profesinya sebagai guru, sehingga hasil belajar
peserta didik terus meningkat.
Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 2 Aceh Utara. Sekolah ini
adalah sekolah negeri yang di beralamat di Jalan Medan Banda Aceh KM
258, Uteuen Geulinggang, Aceh Utara. Subjek penelitian ini adalah siswa
kelas IX B MTsN 2 Aceh Utara yang berjumlah 22 siswa. Data yang
diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari siswa kelas IX B MTsN 2
Aceh Utara berupa hasil tes menulis teks cerita inspiratif. Adapun yang
menjadi alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Lembar kerja
peserta didik (LKPD) dan lembar kerja siswa secara individu.
Dalam penelitian ini ada beberapa aspek atau indikator yang
menjadi tolak ukur penilaian pada penulisan teks cerita inspiratif siswa,
yaitu kelengkapan struktur teks dan kelengkapan penggunaan ciri bahasa
pada teks yang berupa kalimat deskriptif, kalimat ekspresif, majas (repetisi,
perumpamaan, metafora). Kemudian keabsahan data dilakukan
pengecekan dengan menggunakan teknik triangulasi, yaitu mengecek
kembali data yang didapatkan dari hasil menulis siswa dengan melakukan
wawancara mengenai proses pembelajaran, observasi pembelajaran, dan
kuesioner mengenai perasaan siswa ketika pembelajaran setiap siklus
berlangsung.
Penelitian ini mengikuti langkah-langkah PTK yang dilaksanakan
sebanyak dua siklus. Siklus pertama dalam penelitian ini diawali dengan
tahap perencanaan tindakan, yaitu dengan membuat perencanaan.
Kegiatan tersebut meliputi menetapkan kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator pembelajaran materi ajar, dan alat evaluasi. Hal yang paling
penting dalam pembelajaran ini adalah mempersiapkan media, intrumen
tes, observasi kegiatan siswa.
Selanjutnya adalah tahap pelaksanaan tindakan, yaitu tahap
pelaksanaan RPP yang sudah dirancang oleh peneliti. Kegiatan
pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi dua sh ift pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini di awali dari kegiatan

84
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

pendahuluan selama 10 menit, dimulai dengan pendidik membuka


pembelajaran dengan berdoa bersama agar mendapat berkah dari Tuhan
Yang Maha Esa. Kemudian pendidik menyiapkan peserta didik dan
mengecek kehadiran peserta didik. Setelah itu pendidik menginformasikan
materi yang akan dipelajari yaitu tentang menulis teks cerita inspiratif. Lalu
pendidik melakukan apersepsi dengan menanyakan materi yang telah
dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan meminta peserta didik
mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari. Berikutnya pendidik
menyampaikan Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi, dan
tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Kemudian pendidik memotivasi
peserta didik dengan mengajukan pertanyaan tingkat tinggi guna
memancing peserta didik berpikir kritis tentang manfaat yang akan
diperoleh dari materi yang dipelajari.
Selanjutnya kegiatan inti selama 100 menit dimulai dengan
pendidik memberikan stimulus dengan meminta siswa membaca contoh
teks cerita inspiratif di buku paket siswa. Setelah itu pendidik
menyampaikan materi yang berkaitan dengan menulis cerita inspiratif.
Lalu peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dan pendidik
membagikan LKPD dan menjelaskan alur kegiatan yang akan
dilaksanakan. Selanjutnya, pendidik membagikan kata kunci dan komik
strip kepada setiap kelompok. Setelah itu, peserta didik secara
berkelompok diminta untuk mendiskusikan komik strip yang mereka
dapatkan dengan penuh tanggung jawab. Lalu peserta didik secara
berkelompok membuat kerangka cerita dari komik strip dan
mengembangkan kerangka yang telah mereka buat menjadi sebuah cerita
inspiratif secara utuh dengan menggunakan kata kunci. Setiap kelompok
mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas. Setelah itu pendidik
bersama peserta didik menilai hasil kerja setiap kelompok dan
menyampaikan hasil pembelajaran yang baru berlangsung secara jujur
dan santun. Kemudian pendidik melakukan evaluasi akhir dengan
membagikan komik strip yang baru dan meminta siswa menulis teks cerita
inspiratif secara individu berdasarkan komik strip yang mereka pilih.

85
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

Selanjutnya, pendidik bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran


yang baru berlangsung.
Terakhir, adalah kegiatan penutup selam 10 menit. Pada kegiatan
ini, peserta didik memberikan refleksi terhadap pembelajaran yang baru
berlangsung. Kemudian Pendidik me-re vie w materi pembelajaran yang
baru berlangsung untuk memberikan penguatan. Lalu, Pendidik
menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya. Selanjutnya,
pendidik bersama peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan
membaca doa.
Setelah pembelajaran siklus pertama selesai dilaksanakan, peneliti
dan guru kolaborator melakukan refleksi terhadap pelaksaan
pembelajaran pada siklus pertama. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
masukan-masukan dan perbaikan-perbaikan apa saja yang harus peneliti
lakukan pada siklus berikutnya. Beberapa tindakan perbaikan berupa
perbaikan pada saat pembentukan kelompok, melakukan pembimbingan
saat siswa berdiskusi dalam kelompok, membimbing siswa saat
mempresentasikan hasil kerja kelompok, memandu siswa menyimpulkan
materi dan pengolahan waktu pembelajaran.
Pada siklus dua kegiatan yang dilakukan adalah penyempurnaan
langkah-langkah pada siklus pertama. Perbaikan proses pembelajaran
yang dilakukan pada siklus ini lebih kepada pelaksanaan rekomendasi
guru kolaborator pada tahap refleksi sebagai tindakan penyempurnaan.
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus dua berjalan lebih baik daripada
siklus pertama. Siswa bekerja dalam kelompok secara kolaboratif dan
tugas dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh
peneliti.

86
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

D. PEM BAHASAN
1. H a sil
Setelah dilakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran didapatkan
hasil bahwasanya penggunaan pembelajaran konvensional dan klasikal
tidaklah efektif. Hal ini dapat disimpulkan dari hasil menulis siswa yang
masih sangat rendah dan masih banyak yang belum mencapai kriteria
ketuntasan. Berdasarkan penilaian tulisan siswa diperoleh hasil dari total
22 siswa, sejumlah 4 siswa atau 18.18% yang mencapai KKM (75).
Sementara itu, 18 siswa atau 81.82% diantaranya yang belum berhasil
mencapai KKM. Adapan hasil menulis siswa pada tahap pra siklus dapat
di lihat pada tabel berikut ini:

T a b el 1 . P res e n ta se H a s il P e n ca p a ian S isw a M e n u lis T e ks C e rita


In s pira tif P ra S ik lu s
P e ro leh a n h a sil b e laja r K e tu n tas a n (% )
P ra (K K M 7 5 )
S iklu s Nilai > 75 Nilai <75 Tuntas Tidak Tuntas
4 siswa 18 siswa 18.18% 81.82%

T a b el 2 . R e k a p itu la s i H a s il P en ila ia n M e n ulis T e k s C e rita In s p iratif


P ra S ik lu s
No K a te g ori Skor J u m lah R e s p o nd e n
1 Baik sekali 90-100 0
2 Baik 80-89 0
3 Cukup 75-80 4
4 Kurang 65-74 6
5 Kurang sekali 0-64 12
J u m la h 22
Setelah mendapatkan perolehan data nilai siswa yang masih
banyak mendapatakn nilai di bawah KKM, maka perbaikan proses
pembelajaran dilakukan pada siklus 1. Pada siklus ini pelaksanaan

87
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

pembelajaran dilakukan sesuai dengan perancangan pembelajaran yang


telah disusun oleh peneliti bersama guru kolaborator. Perbaikan
pembelajaran utamanya yaitu menggunakan metode C o n cep t C e n tence
dan media komik strip. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus ini sudah
lebih baik daripada sebelumnya. Siswa terlihat bersemengat dalam
mengamati gambar yang tersusun pada komik strip. Hasil pembelajaran
juga sudah lebih meningkat daripada sebelumnya. Bahkan ada beberapa
siswa yang sudah mendapatkan dengan kriteria baik sekali. Berdasarkan
penilaian tulisan siswa diakhir pembelajaran diperoleh hasil yaitu dari 22
siswa, sejumlah 7 siswa atau 31.81% yang lulus KKM (75). Sementara itu,
15 siswa atau 68.19% diantaranya yang belum berhasil mencapai KKM.

T a b el 3 . P res e n ta se H a s il P e n cap a ia n S is w a S ik lu s I
P ero le h a n h a s il b e lajar K e tu nta s a n (% )
(K K M 7 5 )
Siklus I
Nilai > 75 Nilai <75 Tuntas Tidak Tuntas
7 siswa 15 siswa 31.81% 68.19%

T a b el 4 . H a sil P e n ila ian M e nu lis T e ks C e rita In s piratif S ik lu s I


No K a te g ori Skor J u m lah R e s p o nd e n
1 Baik sekali 90-100 3
2 Baik 80-89 2
3 Cukup 75-80 2
4 Kurang 65-74 3
5 Kurang sekali 0-64 12
J u m la h 22

Dikarenakan masih banyak siswa yang belum mencapai kriteria


ketuntasan, maka dilaksanakanlah proses pembelajaran siklus II. Siklus II
dilaksanakan dengan perbaikan-perbaikan dan masukan dari guru
kolaborator pada saat proses refleksi. Setelah dilakukan tes menulis dan

88
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

dilakukan penilaian terhadap tulisan siswa diperoleh hasil dari total 22


siswa, sejumlah 20 siswa atau 90,90% yang mencapai KKM (75).
Sementara itu, 2 siswa atau 9,10% diantaranya yang belum berhasil
mencapai KKM.

T a b el 5 . P ers e n ta se H a s il B e la jar S is w a S ik lu s II
P e ro leh a n h a s il b e la jar (K K M 7 5 ) K e tu n tas a n
Siklus II Nilai >75 Nilai <75 Tuntas Tidak Tuntas
20 siswa 2 siswa 90,90% 9,10%

T a b el 6 . H a sil P e n ila ian M e nu lis T e ks C e rita In s piratif S ik lu s II


No K a te g ori Skor J u m lah R e s p o n de n
1 Baik sekali 90-100 9
2 Baik 80-89 10
3 Cukup 75-80 1
4 Kurang 65-74 2
5 Kurang Sekali 0-64 0
J u m lah 22
Dari tabel di atas terlihat terlihat bahwa kemampuan siswa menulis
teks cerita inspiratif dengan menggunakan metode C o n ce pt C e n te n ce dan
media komik strip menjadi lebih baik atau mengalami peningkatan.
Peningkatan ini bisa dilihat dengan meningkatkanya jumlah siswa yang
berhasil mencapai KKM yang sebelumnya hanya 7 siswa atau 31.81%
menjadi 20 siswa atau 90,90%. Jumlah siswa yang mendapat nilai di
bawah KKM juga berkurang, dari sebelumnya berjumlah 15 siswa atau
68.19% menjadi 2 siswa atau 9,10% Jumlah siswa yang mendapatkan
nilai baik sekali juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 3
siswa di siklus pertama meningkat menjadi 9 siswa di siklus kedua.
Berdasarkan hasil tes dari penelitian pada siklus I dan [Link]
belajar siswa secara presentase pada kompetensi menulis teks cerita
inspiratif yang telah dilakukan dengan dua siklus menunjukkan adanya

89
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus I, hasil belajar siswa yang
mencapai ketuntasan adalah 31.81% kemudian meningkat pada siklus II
menjadi 90,90%. Hal tersebut menunjukkan bahwa, penggunaan metode
C o nce p t C e n te n ce dan media komik strip memberikan dampak positif
bagi kemampuan siswa dalam aspek pelajaran menulis teks cerita
inspiratif. Perbandingan hasil belajar siswa antara siklus I dan Siklus II
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

T a b el 7 . D a ta P e rb an d ing a n H a s il B e la ja r S isw a A n ta r S ik lu s
K e g iatan P e ro leh a n h a s il K e tu nta s a n (% )
b e lajar
Nilai >75 Nilai <75 Tuntas Tidak tuntas
Pra Siklus 4 siswa 18 siswa 18.18% 81.81%
Siklus I 7 siswa 15 siswa 31.81% 68.19%
Siklus II 20 siswa 2 siswa 90,90% 9,10%

2 . P em b a h a san
Berdasarkan paparan di atas, diperoleh hasil tes dari penelitian
pada siklus I dan II. Hasil belajar siswa secara presentase pada
kompetensi menulis teks cerita inspiratif yang telah dilakukan dengan dua
siklus menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus I,
hasil belajar siswa adalah 31.81% kemudian meningkat pada siklus II
menjadi 90,90%. Hal tersebut menunjukkan bahwa, penggunaan model
pembelajaran C o n ce pt S e nte nce dan media komik strip memberikan
dampak positif bagi kemampuan siswa dalam aspek pelajaran menulis
teks cerita inspiratif. Hal tersebut, sejalan dengan penelitian sebelumnya
yang pernah dilakukan oleh Suciani (2017) yang berfokus pada
penggunaan metode co n cept se n ten ce dengan judul penelitian
“P e ne ra pan M o d e l P e m b e la ja ran K o op e ra tif T ip e Concept Sentence
U n tuk M e n in gka tkan K ete ra m p ila n M e n ulis S isw a p a da M a ta P e laja ra n
B ah a sa In d on esia K e la s III d i M IN M iru k Tam an A ce h B e sar”.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa dengan

90
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

menggunakan metode C o n ce pt S e nte nce keterampilan menulis siswa


meningkat dengan tingkat ketuntasan mencapai 90,90% yang sebelumnya
hanya 42,42% siswa yang tuntas. Selanjutnya, penelitian Annisa Jayanti
Gusman (2018) yang berjudul “P e ng aru h M e d ia F ilm T e rh a da p
K ete ra m p ila n M e n ulis N a ra si C e rita Insp ira tif S isw a K ela s IX S M P N e g eri
1 0 K o ta S u kab u m i T a h un P e la jara n 2 0 17 /20 1 8 ”. Dari hasil penelitiannya
peneliti menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa
dalam menulis teks cerita inspiratif setelah menggunakan media film
pendek, dengan rata-rata nilai siswa 78 meningkat 10 poin dari sebelum
menggunakan media film pendek yang rata-rata nilai siswa hanya 68.
Penelitian lainnya yang hasilnya sejalan atau mendukung hasil penelitian
ini yaitu penelitian sebelumnya yang berfokus pada penggunaan media
komik strip yang dilakukan oleh Lilis Mulyati (2016) dengan judul
penelitian “P e ng g una an M e d ia K o m ik S trip d ala m M e n in gkatkan
K ete ra m p ila n M e n ulis T e ks A n ekd ot d i S M K N e g eri 1 S u m e d a ng ”. Hasil
penelitiannya menyatakan bahwa dengan menggunakan media komik
strip kemampuan menulis teks anekdot siswa meningkat dengan tingkat
ketuntasan siswa mencapai 85% yang sebelumnya hanya mencapai 65%.
Berdasarkan keseluruhan tindakan yang telah dilakukan, baik pada
siklus I maupun di siklus II menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari
keseluruhan aspek yang dinilai. Hasil belajar siswa menunjukkan angka
peningkatan hasil menulis siswa yang sangat baik. Dari hasil penilaian
yang didapatkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa
dalam menulis teks cerita inspiratif dapat meningkat dengan
menggunakan metode pembelajaran C o n ce pt S e nte nce dan media komik
strip.

91
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

E. PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dibahas
sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran
C o nce p t S e nte nce dan media komik strip dapat menjadi alternative
pembelajaran bagi guru dalam meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
pada materi menulis cerita inspiratif. Hal ini ditunjukkan oleh
meningkatnya hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran
dilaksanakan. Pada siklus I siswa yang tuntas hanya berjumlah 7 orang
siswa atau hanya 31,81% sedangkan 15 siswa atau 68,19% siswa belum
tuntas. Namun pada siklus II bertambah jumlah siswa yang tuntas
meningkat menjadi 20 siswa atau meningkat menjadi 90.90% dan 9 di
antaranya mendapat nilai dengan kategori sangat baik. Sedangkan siswa
yang belum tuntas hanya 2 siswa atau 9.10%. Berdasarkan proses dan
hasil yang telah peneliti dapatkan selama penelitian ini, maka hendaknya
guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat menggunakan metode
pembelajaran C o n cep t S e nte nce dan media komik strip sebagai alternatif
media pembelajaran untuk memberikan stimulus kepada siswa pada saat
pembelajaran masa pandemi dimana raung gerak murid dan guru menjadi
terbatas. Selain itu, hendaknya dalam proses pembelajaran seorang guru
harus bisa mengerti masalah apa yang dihadapi siswa saat proses
pembelajaran dan mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah
belajar siswa tersebut.

92
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 2716-4489 edisi khusus ISOE, Januari 2022: hal. 78-93

F. DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. (2000). M e d ia P e m b e la ja ra n. Jakarta: PT Rajagrafindo
Persada.
Bukhari, [Link]. (2010). K ete ra m p ila n B e rb ah asa M e m b a ca d a n M e n ulis.
Banda Aceh: Pena.
Gusman, Annisa Jayanti. (2018). P e ng aru h M e d ia F ilm T e rh a da p
K e te ram pilan M e n ulis N a ra si C e rita In sp ira tif S isw a K e la s IX S M P
N e g eri 1 0 K o ta S u kab u m i T a hun P e la jara n 2 01 7 /20 18 . Skripsi.
Huda, Miftahul. (2013). M o d el-M od e l P e ng a jara n d a n P em b e la ja ran .
Jakarta: Pustaka Pelajar
Mahmud, Saifudin dan Muhammad Idham. (2008). S tra teg i B e la jar
Mulyati, Lilis. (2016). Penggunaan Media Komik Strip dalam
Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Anekdot di SMK Negeri
1 Sumedang. R iksa B a ha sa, Vol 2 No 2, November 2016.
Sadiman, Arief S, dkk., (2002). M e d ia p e ndid ikan p e ng ertia n,
p e ngem b a n ga n, d a n p e m a n fa ata nn ya . Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Sofeny, Daniar. (2019). Comparison of effectiveness of cluster mapping,
Flow charting, and double/triple entry On teaching writing skill.
L ITE R A , Volume 18, Nomor 1, Maret 2019.
Suciani. (2017). P e ne ra pan M o d el P e m b e la ja ra n K oo p era tif T ip e C o n cep t
S e nte nce U n tu k M e ningka tkan K e tera m p ila n M e n u lis S isw a p ad a
M a ta P e la jara n B a ha sa In do ne sia K e la s III d i M IN M iru k T a m a n
A ce h B e sar. Skripsi. Aceh: UIN Ar-Raniry.
Suprijono, Agus. (2010). Cooperative Learning, T e ori & A p lika si P A IK E M .
Jakarta: Pustaka Pelajar.
Suyadi. (2010). P a nd u an P e ne litia n T in d aka n K ela s. Yogyakarta: Diva
Press.
Tarigan, Henry Guntur. (2013). M e n ulis se b aga i S u atu K e tera m p ila n
B e rb ahasa . Angkasa: Bandung.
Trianto, Agus, dkk. (2008). B u ku S isw a B ah a sa Ind o nesia S M P /M T s
K e la s IX , Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Trianto. (2011). P a nd uan L en g kap P e ne litia n T in d aka n K e la s. Jakarta:
Prestasi Pustakarya.

93

Anda mungkin juga menyukai