BAB.
V
PENDEKATAN DAN METODELOGI
4.1. Uraian Umum
Sesuai dengan acuan yang tercantum dalam Dokumen dan Kerangka Acuan Kerja
(KAK) maka dalam menyiapkan rencana kerja pekerjaan belanja jasa konsultasi
perencanaan arsitektur-jasa desain Arsitektural jasa perencanaan rehab gedung
puskeswan,peternakan dan aula dan jasa perencanaan rehab gedung skretariat dan pagar
pada Kegiatan Tersebut, Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Bungo Tahun
Anggaran 2024, Perlu adanya metodologi pelaksanaan dan rencana kerja yang mantap,
ekonomis, tepat guna dan solusinya dapat diandalkan serta dipertanggungjawabkan. Oleh
karena itu dalam pelaksanakan pekerjaan ini Consultant telah menyiapkan metode-metode
yang akan digunakan yang dituangkan dalam Metodologi Pelaksanaan. Bagian ini
merupakan penjelasan umum tentang metoda pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan,
yang memberikan arahan kualitatif terhadap cara-cara pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan. Dalam penjelasan metodologi pelaksanaan, dibahas lingkup tahapan kegiatan
secara umum, yang dimulai dari tahap awal hingga penyelesaian akhir pekerjaan. Rencana
kerja merupakan penjelasan lebih rinci dari metoda pelaksanaan, yang memuat arahan-
arahan kuantitatif kegiatan, sehubungan dengan tahapan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
4.2. Pendekatan
Untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan teknis Dam Parit yang ”Full Design” sangat
diperlukan tenaga-tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yang betul-betul mampu dalam
bidangnya masing-masing, yang tergabung dalam satu tim yang solid dan memiliki
kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang harus dihadapi. Dalam
melaksanakan pekerjaan Perencanaan Teknis yang ”Full Design” tersebut, akan dilaksanakan
konsultan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah
digariskan oleh pemberi tugas Kegiatan Pekerjaan belanja jasa konsultasi perencanaan
arsitektur-jasa desain Arsitektural jasa perencanaan rehab gedung puskeswan,peternakan
dan aula dan jasa perencanaan rehab gedung skretariat dan pagar, Dinas Peternakan dan
perikanan Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2024.
Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk memberikan layanan jasa konsultansi berupa
Survey Investigasi dan Design (SID) terhadap pekerjaan Perencanaan Teknis Rehabilitasi
Puskesmas, pada Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2024.
Sedangkan tujuan utama pelaksanaan pekerjan ini adalah untuk pembantu pemerintah
dalam hal ini Dinas peternakan dan perikanan kabupaten bungo dalam melaksanakan
pekerjaan belanja jasa konsultasi perencanaan arsitektur-jasa desain Arsitektural jasa
perencanaan rehab gedung puskeswan,peternakan dan aula dan jasa perencanaan rehab
gedung skretariat dan pagar pada Kegiatan Pekerjaan belanja jasa konsultasi perencanaan
arsitektur-jasa desain Arsitektural jasa perencanaan rehab gedung puskeswan,peternakan
dan aula dan jasa perencanaan rehab gedung skretariat dan pagar, Dinas Peternakan dan
perikanan Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2024. Konsultan membantu pembuatan
gambar, perhitungan volume dan biaya pelaksanaan, pembuatan spesifikasi teknis, dan
dokumen lelang, dimana hasil pekerjaan tersebut digunakan sebagai pedoman dalam
V-1
pelaksanaan pekerjaan agar dapat menghasilkan suatu pekerjaan konstruksi/bangunan
yang berkualitas, efektif, dan efisien, serta memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam
Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang konstruksi.
Untuk mencapai tujuan tersebut Konsultan dalam hal ini Consultant akan melaksanakan
tugas dengan langkah-langkah sebagai berikut :
A. Pendekatan Operasional
Konsultan akan memberikan jasa-jasa teknik secara efesien dan efektif dengan
organisasi dan staffing, cara kerja dan sistem komunikasi, seperti diuaraikan di berikut ini.
1. Organisasi dan Staffing
Konsultan akan mengorganisasikan suatu tim proyek yang terintregrasi dengan
pembagian tugas menurut bidang/spesialiasinya. Setiap anggota dari tim proyek
yang diusulkan merupakan tenaga yang cakap (qualified) dalam bidang desain
maupun supervisi pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi, saluran dan
bangunan air lainnya.
2. Modulus Kerja
Agar pelaksanaan dapat berjalan secara sistematis maka bila diperlukan dapat
selalu berkonsultasi dengan pemberi kerja. Untuk pekerjaan khusus yang tidak dapat
ditangani di lapangan, maka akan dibantu oleh tenaga ahli yang ada, tentunya
dengan persetujuan Direksi. Konsultan akan memanfaatkan semua data dan
informasi yang diperoleh dari pengumpulan data proyek-proyek sejenis lainnya,
yang telah dikerjakan.
3. Sistem Komunikasi
Ketua tim konsultan akan memikul tanggung jawab keseluruhan terhadap aktivitas
semua anggota tim proyek. Ia akan memperhatikan sepenuhnya prosedur-prosedur
yang ada pada Dinas peternakan dan perikanan kabupaten bungo, karena ketua
Tim yang ditunjuk merupakan profesional yang telah banyak melakukan supervisi
pekerjaan-pekerjaan engineering service terhadap proyek-proyek di lingkungan
Provinsi Jambi.
B. Pendekatan Teknis
Hasil yang baik hanya dapat dijamin bila Disain dan tahap pelaksanaan fisik yang
benar dengan penerapan peraturan, kode-kode dan standar-standar resmi, yang telah
tercantum dalam dokumen kontrak ataupun berpedoman dengan pengalaman yang
diperoleh dari proyek-proyek lain yang sejenis. Disamping itu penentuan tahapan-
tahapan yang jelas, melakukan pertimbangan-pertimbangan terhadap kondisi lokasi
proyek dengan sebaik-baiknya akan tercipta kondisi kerja yang sistimatis dan efisien.
1. Peraturan-Peraturan, Kode-kode dan Standart-standart
Dalam melaksanakan Survey Investigasi dan Design Konsultan akan mengikuti
peraturan-peraturan, kode-kode dan standar-standar yang berlaku yang telah
tercantum dalam dokumen kontrak ataupun yang diterbitkan dan digunakan
secara umum di Indonesia, atau yang dapat diterapkan dalam desain proyek
dengan persetujuan melalui diskusi dengan pemberi kerja.
Peraturan-peraturan yang banyak digunakan antara lain adalah sebagai berikut :
- Standar Nasional Indonesia (SNI)
- Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 29/1986 mengenai Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan.
- Undang-undang dan peraturan mengenai pajak, pajak penghasilan (PPh),
pajak pertambahan nilai (PPN).
V-2
- FIDIC International Standard Forms and IEC Manuals masing-masing untuk
pekerjaan sipil dan pekerjaan lain untuk syarat-syarat umum dalam kontrak dan
dokumen lelang.
- Standar untuk uji bahan : ASTM, JIS, ACI dan lain-lain untuk desain pekerjaan sipil
dan ASTM, JIS, IEC, SPLN, AWS dan lain-lain untuk desain dam/bendungan.
- Standar Satuan Harga Bahan dan Upah yang dikeluarkan oelh Pemerintah
daerah setempat.
2. Pengalaman di Proyek-proyek Sejenis
Konsultan akan melaksanakan pemberian jasa-jasa teknik berdasarkan
pengetahuan dan pengalaman para tenaga ahli dan tenaga teknis yang
mereka peroleh dari proyek sejenis seperti telah disebut secara singkat dalam
uraian tersebut di atas.
4.3. Metodologi
Usulan teknis penyedia jasa mengenai pendekatan dalam metodologi ini dimaksudkan
untuk menggambarkan pandangan dan pemahaman mengenai bangunan , serta konsep,
cara dan rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh penyedia jasa.
A. Pendekatan Teknis
Pendekatan Teknis dilakukan untuk penyusunan perancangan fisik bangunan dengan
mengunakan metode teknik design bangunan dan struktur bangunan agar dihasilkan
gambar Rencana Bangunan serta detail gambar rencana bangunan dengan
memperhatikan fungsi, organisasi kerja, sirkulasi, keamanan serta keselarasan dengan
lingkungan sekitar sehingga dapat tercapai hasil perancangan yang optimal.
B. Survey Investigasi dan Design (SID)
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu disusun metode palaksanaan yang simpel dan
efektif mengingat dari jumlah kegiatan maupun jenis yang cukup beragam, sehingga
akan dapat memudahkan penyelesaian pada setiap masalah.
Bagian-bagian penting pekerjaan perencanaan yang tercakup dalam proyek ini
meliputi sebagai berikut :
1. Mobilisasi, Pengumpulan Data dan Review Data
2. Survey Pendahuluan/Reconnaissance survey dan Survey Lapangan
3. Perhitungan dan Perencanaan Teknis
4. Membantu dalam penyusunan dan Pembuatan dokumen Lelang
5. Pelaporan
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan ini, konsultan telah menyusun jadwal
pelaksanaan pekerjaan sebagai mana terlihat pada lampiran. jadwal pelaksanaan
pekerjaan meliputi rincian penjabaran pendanaan atau pembiayaan sesuai nilai
kontrak. Sedangkan jadwal pelaksanaan asistensi rutin ke project officer akan
disepakati bersama kemudian secara bertahap.
Tahapan dan metode pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan
dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Mobilisasi, Pengumpulan Dan Review Data
Setelah konsultan ditunjuk untuk menangani pekerjaan ini, mobilisasi akan segera
dilaksanakan yang meliputi mobilisasi personil inti dan peralatan pokok yg diperlukan.
Mobilisasi personil lainnya akan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
V-3
Koordinasi dan pembahasan pelaksanaan pekerjaan akan segera dilakukan dengan
pemberi tugas guna tercapainya koordinasi kerja yang baik antar berbagai pihak yang
terlibat dalam penanganan pekerjaan ini.
Berbagai data pendukung untuk pekerjaan ini akan dikumpulkan dan segera di review
oleh tim konsultan.
2. Survey Lapangan
Setelah selesai review data pendukung, team perencana konsultan akan melakukan
survey pendahuluan pada lokasi-lokasi yang telah ditetapkan. Dari hasil survey ini
diharapkan dapat diadakan penajaman atas rencana kerja yang telah disusun agar
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya dapat dilakukan secara efektif.
Untuk pelaksanaan survey ini konsultan membentuk suatu team survey yang terdiri dari
beberapa personil, dimana personil tersebut mempunyai pengalaman yang cukup.
Bersama-sama pepimpin kegiatan, team konsultan berkonsultansi dengan pengguna
jasa untuk mendiskusikan segala hal yang bersangkutan dengan bangunan yang
ditangani. Konsultan akan mengumpulkan sebanyak mungkin data-data yang
diperlukan untuk penentuan langkah-langkah design.
Data-data yang diperlukan sebagai berikut :
Data mengenai kondisi sarana konstruksi yang akan dibangun atau diperbaiki.
Bahan-bahan yang tersedia yang dapat menentukan jenis konstruksi yang paling
menguntungkan.
Data-data lain yang dianggap penting.
Usulan lainnya dari Penyelenggaraan pekerjaan
a) Survey Pendahuluan
Dalam tahap pelaksanaan survey pendahuluan, konsultan harus berusaha
semaksimal mungkin untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data yang
diperlukan untuk langkah perencanaan selanjutnya.
Hal-hal yang telah dilakukan mencakup pekerjaan sebagai berikut :
Menyiapkan peta dasar sebelum kelapangan untuk menetukan trase saluran
titik awal dan titik akhir trase saluran secara garis besar, dengan menunjukan
beberapa alternatife serta dimintakan persetujuan dari Project Officer.
Pada saat penijauan Lapangan Team Leader Harus mempersiapkan Draft
alinyemen horizontal dan vertical dan daerah-daerah yang tidak dapat
memenuhi standar perencanaan geometric yang dibuktikan dengan
pembuatan draft alinyemen horizontal dan vertical.
Mempelajari daerah sekitar lokasi rencana trase Saluran dari segi Geografis,
social ekonomi secara umum.
Menganalisa secara visual keadan tanah dasar pada daerah rencana trase
saluran
Mengumpulkan data yg berkaitan dg kemungkinan diperlukanya pemasangan
jembatan, Gorong-gorong dan bangunan lainya ; serta perkiraan dimensi.
Membuat foto dokumentasi lapangan pada lokasi- lokasi penting untuk seluruh
kegiatan survey pendahuluan
Membuat laporan lengkap perihal seluruh kegiatan diatas, dan memberikan
saran- saran yang diperlukan untuk pekerjhaan kontruksi dengan
memperbandingkan alternative trase Saluran yang diambil.
Mengumpulkan informasi data harga satuan dan biaya hidup sehari-hari.
Membuat peta sumber material (Quarry) yang dsiperlukan untuk pelaksanaan
perkerjaan kontruksi depositnya.
V-4
Dari survey pendahuluan ini maka konsultan dapat menyusun rencana kerja secara
rinci, mengusulkan metode survey, penyelidikan dan perencanaan yang akan
ditetapkan, dan mengidetifikasi masalah-masalah yang akan timbul. Semua hasil
survey pendahuluan dilaporkan dalam laporan pendahuluan, dilengkapi pula
dengan foto-foto dokumentasi. Hasil survey pendahuluan akan menjadi dasar untuk
dikonsultasikan kepada Project Officer dalam diskusi guna persiapan rinci langkah-
langkah pekerjaan perencanaan selanjutnya, dengan terlebih dahulu menyusun
rencana kerja rinci pelaksanaan survey.
b) Survey Lapangan/Pengambilan Data Lapangan
Konsultan akan melakukan beberapa jenis survey lapangan, yang selanjutnya akan
menganalisa data lapangan sesuai dengan jenis pekerjaan fisik atau kriteria
penanganan full design.
Survey Kondisi Lokasi Rencana
Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan data umum mengenai
kondisi dari lokasi rencana Rehab pekerjaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan
dengan metoda yang disederhanakan, yaitu cukup mengamati langsung dan
mencatat kondisi lokasi.
Pemeriksaan Lokasi Sumber Material
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai bahan-
bahan yang dapat dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada
masing-masing bagian Saluran yang akan dikerjakan. Informasi yang harus
diperoleh dan dicatat dalam formulir adalah sebagai berikut :
- Jenis bahan/Material yang ada, misalnya pasir, kerikil, tanah timbunan, batu.
- Lokasi Quarry setiap jenis bahan berikut perkiraan jumlah serta perkiraan
harga satuan tiap jenis bahan.
- Perkiraan jarak pengangkutan bahan Quarry ke base camp proyek
- Peta Lokasi Quarry berikut keterangan lokasinya (km,Sta)
- Data yang diperoleh dicatat dalam formulir.
Survey Topografi
Pengukuran topografi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data topografi
yang cukup untuk kebutuhan perencanaan dan dilakukan pada daerah yang
direlokasikan atau Saluran baru.
Detail dari pengukuran ini adalah sebagai berikut :
Pengukuran poligon dengan keteltian 1 : 10.000 dan patok-patok permanen
harus dipasang dengan interval tidak lebih dari 500 m serta dapat terlihat
dengan mudah. Pengukuran jarak dapat dilkukan secara langsung atau
menngunakan titik-titik sementara dan bantuan alat ukur elektronis.
Pengambilan Contoh Tanah & Test
Pengambilan contoh tanah bertujuan untuk penyelidikan tanah dikerjakan
dengan cara Distturbed sample dengan jumlah yang disesuaikan dengan
kebutuhan. Pelaksanaan Test di laboratorium dimaksudkan untuk mendapatkan
data-data yang digunakan dalam perhitungan perencanaan.
3. Analisa Data Lapangan dan Harga Satuan
Konsultan akan mengumpulkan sebanyak mungkin data yang diperlukan untuk
penentuan langkah-langkah desain. Data-data yang diperlukan adalah :
Data Topografi, kondisi Tanah dan Lingkungan
Bahan bahan yang tersedia yang dapat menentukan macam konstruksi yang
paling menguntungkan.
V-5
Data lain yang diperlukan dan dianggap penting.
Usulan lainnya dari Dinas peternakan dan perikanan kabupaten bungo.
Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, konsultan harus mengadakan analisa
data dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Analisa Data tanah dan lingkungan
Penentuan unique section, yaitu suatu seksi Saluran yang menpunyai karakteristik
seragam dalam beberapa fariabel design.
mempelajari kemungkinana pemakaian tipe bahan/material yang sesuai untuk
suatu daerah tertentu.
Melakukan disain dan menyiapkan gambar kerja (Shop Drawing) berupa denah,
penampang/typical & gambar lainn menurut metoda yg telah ditetapkan diatas.
Menyiapkan gambar-gambar khusus/ gambar lain yang diperlukan untuk setiap
bagian saluran tertentu.
Menganalisa hasil desain sehingga diperoleh hasil disain yang optimal dan selalu
memperhatikan batasan-batasan dalam biaya proyek.
Menganalisa dan menghitung volume pekerjaan ikutan (side work)
Setelah data lapangan dianalisa, selanjunya dilakukan pengumpulan dan analisa
Harga Satuan. Tujuan dari pengumpulan data ini adalah untuk analisa harga satuan
upah serta material yang berlaku di lokasi proyek, pekerjaan ini meliputi :
Pengumpulan data harga satuan dari instansi yang berwenang di
kabupaten/kota yang bersangkutan.
Pengamatan harga-harga material serta alat-alat Bantu yang akan digunakan
saat pelaksanaan langsung dilapangan.
4. Perhitungan Dan Plotting Hasil Pengukuran
a. Perhitungan Rencana
Dalam tahap ini, konsultan akan melaksanakan proses sebagai berikut :
Perhitungan perencanaan yang berkaitan pekerjaan tersebut.
Penyusunan konsep detail perencanaan bangunan tersebut untuk selanjutnya
diminta persetujuan pemberi tugas.
Pembuatan perencanaan akhir, dilakukan setelah konsep tersebut dalam butir
“2” mendapat persetujuan pemberi tugas dengan mencantumkan koreksi-
koreksi dan saran yang diberikan oleh pemberi tugas.
Konsep Detail Perencanaan, antara lain menyangkut kondisi akhir yang akan
dicapai, jenis atau teknik yang dipakai, perhitungan volume pekerjaan dan
biaya yang diperlukan, penyiapan gambar-gambar teknis, gambar layout dan
potongan serta pembuatan dokumen lelang.
Semua perencanaan akan mengikuti ketentuan-ketentuan yg tersebut dlm KAK.
b. Konsep Detail Perencanaan
Dalam proses ini konsultan menentukan semua kesimpulan hasil survey lapangan
dari semua bagian kegiatan.
Laporan konsep detail perencanaan
Konsultan wajib membuat dan menyampaikan kepada pemberi tugas laporan
yang berisi kesimpulan dan saran atas semua bagian perencanaan, terutama
yang menyangkut hal-hal sebagai berikut :
1. Sketsa detail lokasi bangunan dan evaluasi hasil survey pendahuluan.
2. Untuk perhitungan harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan/
pengamatan yang telah dilakukan.
V-6
3. Bangunan / Konstruksi
- Plans serta potongan-potongan seperti pada butir 1 dan 2 diatas
- Denah, tampak, potongan memanjang dan melintang.
- Detail – deatail bagunan.
- Jadwal pelaksanaan
- Dan lain-lain.
c. Perhitungan volume
Survey Investigasi dan design ( SID ) Dam Parit, Penyusunan Dan Pengumpulan
Data/Informasi Kebutuhan Dokumen Perencanaan, meliputi beberapa pekerjaan
sebagai berikut :
Pekerjaan Pendahuluan dan Mobilisasi
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan Beton
Pekerjaan Akhir dan lain-lain
d. Perkiraan Biaya
Supaya didapat perkiraan biaya yang tetap dan sesuai maka konsultan akan
menyiapkan analisa harga satuan dari setiap jenis pekerjaan berdasarkan faktor-
faktor, material, peralatan, sosial, pajak, overhead dan keuntungan yang didapat
dari keterangan-keterangan daerah setempat. Perkiraan yang didapat dari analisa
ini dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya atau pekerjaan-pekerjaan
sejenis di daerah itu, bila terjadi perbedaan maka akan dicari sebabnya dan
diadakan penelitian kembali hingga didpt harga yg sesuai utk pekerjaan tersebut.
Perkiraan biaya pembebasan tanah (ROW) akan dibuat berdasarkan harga satuan
yg ditentukan pemerintah utk setiap jenis penggunaan tanah (kalau ada).
Dokumen-dokumen yang akan disiapkan adalah sebagai berikut :
- Analisa harga satuan.
- Perkiraan biaya untuk masing-masing cara pelaksanaan.
- Jumlah pekerjaan dari setiap cara pelaksanaan yang bersangkutan.
e. Penyerahan konsep detail perencanaan
Semua dokumen detail perencanaan sementara meliputi antara lain :
- Gambar rencana,Rencana anggaran biaya & Spesifikasi Teknis.
Penyerahan konsep detail perencanaan harus sudah diserahkan dalam rangkap
satu kepada pemberi tugas sesuai dg jadwal waktu, persetujuan pemberi tugas
atas pengajuan konsep detail perencanaan akan diberikan selambat-lambatnya 10
hari setelah penerimaan detail perencanaan sementara yg dimaksud.
5. Laporan dan Dokumen Lelang
Dokumen Lelang
Dokumen lelang terdiri dari Instruksi kepada peserta lelang, syarat-syarat umum,
spesifikasi dan Gambar Rencana.
Bekerjasama dengan Panitia leleng Konsultan akan menyiapkan dokumen lelang
rencana kerja dan syrat-syarat serta surat pejanjian untuk setiap pembagian
pelaksanaan yang telah ditetapkan.
1. Dokumen lelang & Kontrak
Dokumen ini pada dasarnya merupakan tanggung jawab panitia pemberi
pekerjaan, dalam hal ini penyedia jasa sifatnya hanya membantu dalam
penyusunannya.
V-7
2. Spesifikasi Teknis Dan Gambar rencana
Dokumen lelang yang berisikan spesifikasi Gambar rencana ini merupakan
tanggung jawab dari penyedia jasa. Gambar rencana akan dibuat di atas kertas
A4 Atau A3 dengan standard atau yang telah disetujui oleh Pengguna Jasa.
6. Penyerahan laporan dan Fhoto Dokumentasi (Hasil Pekerjaan)
Semua laporan hasil pekerjaan harus dijilid rapi dan diberi sampul sesuai dengan
standar Cipta Karya, Ukuran-ukurannya sebagai berikut :
Untuk buku ukuran kertas adalah F4 atau A4.
Untuk gambar rencana adalah A3 atau A4.
Adapun bentuk dan isi dari laporan yang diserahkan dari hasil pekerjaan belanja jasa
konsultasi perencanaan arsitektur-jasa desain Arsitektural jasa perencanaan rehab
gedung puskeswan,peternakan dan aula dan jasa perencanaan rehab gedung
skretariat dan pagarpada Kegiatan Pekerjaan belanja jasa konsultasi perencanaan
arsitektur-jasa desain Arsitektural jasa perencanaan rehab gedung
puskeswan,peternakan dan aula dan jasa perencanaan rehab gedung skretariat dan
pagar adalah seperti yang akan diuraikan pada ” BAB. X ” Usulan Teknik ini.
Selain laporan konsultan juga akan menyerahkan fhoto dokumentasi. Pekerjaan ini
dimaksudkan untuk mendapatkan antara lain dokumentasi mengenai keadaan medan
dari kegiatan yang bersangkutan serta proses pekerjaan lapangan yang dilakukan
konsultan. Konsultan harus dapat memilih dan kemudian mengambil photo-photo
pada bagian – bagian penting yang diperkirakan akan banyak membantu dalam
pemikiran perencanaan. Sedapat mungkin mengambil photo adalah sedemikian rupa
sehingga keadaan sekitarnya dapat terambil gambarnya.
V-8