0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan38 halaman

Kebijakan Pendidikan Apoteker Spesialis

Surat Keputusan ini menetapkan Naskah Akademik Program Studi Apoteker Spesialis Anak. Naskah Akademik ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan spesialis anak dan pengaturan hak serta kewajiban para pihak terkait pendidikan tersebut.

Diunggah oleh

assajadda lizikri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan38 halaman

Kebijakan Pendidikan Apoteker Spesialis

Surat Keputusan ini menetapkan Naskah Akademik Program Studi Apoteker Spesialis Anak. Naskah Akademik ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan spesialis anak dan pengaturan hak serta kewajiban para pihak terkait pendidikan tersebut.

Diunggah oleh

assajadda lizikri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.

17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

SURAT KEPUTUSAN
No. 016/SK/KIFI/2023

TENTANG
NASKAH AKADEMIK PROGRAM STUDI APOTEKER SPESIALIS ANAK

Menimbang :
a. Naskah Akademik yang merupakan acuan dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan dan
peraturan dalam rangka pengembangan program profesi Apoteker Spesialis Anak dengan
tujuan untuk mengatur hak dan kewajiban para pihak dalam penyelenggaraan Pendidikan
setara Spesialis Anak dan pendayagunaan Spesialis Anak.
a. Berdasarkan pertimbangan poin a, maka diperlukan pembuatan Naskah Akademik untuk
program studi Apoteker Spesialis Anak.
Mengingat :
a. Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Nomor : Kep.
065/[Link]/1822/VIII/2019 Tentang Susunan Kepengurusan Kolegium Ilmu Farmasi
Indonesia Ikatan Apoteker Indonesia.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
pasal 51 ayat (1) Untuk mengembangkan cabang disiplin ilmu dan standar pendidikan
Tenaga Kesehatan, setiap organisasi profesi dapat membentuk Kolegium masing-masing
Tenaga Kesehatan, ayat (2) Kolegium masing-masing Tenaga Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) merupakan badan otonom di dalam Organisasi Profesi dan ayat (3)
Kolegium masing-masing Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertanggung jawab kepada Organisasi Profesi
c. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia pasal 25 ayat (4) Apabila dianggap perlu,
pengurus dapat membentuk Dewan, Badan, Komite, Tim atau Panitia untuk mendukung
tugas dan fungsi pengurus.
d. Ikatan Apoteker Indonesia telah melaksanakan pertemuan terkait pembentukan Kolegium
dimaksud dengan Komite Farmasi Nasional, Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi
Indonesia dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia pada tangal 17 November 2015 bertempat
di Bandung.

Menetapkan : NASKAH AKADEMIK PROGRAM STUDI APOTEKER SPESIALIS ANAK


PERTAMA : Menetapkan Naskah Akademik yang terlampir sebagai Naskah Akademik
Program Studi Apoteker Spesialis Anak
KEDUA : Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dibetulkan
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 18 Juni 2023

Ketua KIFI,

Prof. Dr. apt. Keri Lestari, [Link].


NA : 27041969032596

1
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Lampiran SK Nomor 016/SK/KIFI/2023 tanggal 18 Juni 2023


NASKAH AKADEMIK PROGRAM STUDI APOTEKER SPESIALIS ANAK

NASKAH AKADEMIK
PROGRAM APOTEKER SPESIALIS
NEONATUS DAN ANAK

1
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Anak adalah aset bangsa dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang akan
menentukan masa depan bangsa dan negara kita. Oleh karena itu, perhatian dan harapan yang
besar perlu diberikan kepada anak. Setiap orang dewasa, masyarakat dan pemerintah
berkewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak anak sejak anak masih di
dalam kandungan, memenuhi kebutuhan dasar anak dalam bentuk asih (kebutuhan fisik biologis
termasuk pelayanan kesehatan), asah (kebutuhan kasih sayang dan emosi), dan asuh (kebutuhan
stimulasi dini) agar anak bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Penyediaan layanan kesehatan anak yang berkualitas merupakan salah satu upaya untuk
memenuhi hak anak.
Masa neonatus dan anak merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang
sangat pesat. Anak bukan “versi mini” dari orang dewasa sehingga penggunaan obat untuk anak
merupakan hal khusus yang terkait dengan perbedaan laju perkembangan organ, sistem enzim
yang bertanggung jawab terhadap metabolisme, dan ekskresi obat. Regimen dosis pada pasien
anak tidak dapat disederhanakan hanya berdasarkan berat badan atau luas permukaan tubuh
pasien yang diperoleh dari ekstrapolasi data pasien dewasa. Bioavalaibilitas, farmakokinetik,
farmakodinamik, efikasi, dan informasi tentang efek samping dapat berbeda secara bermakna
antara pasien anak dan pasien dewasa karena adanya perbedaan usia, fungsi organ, dan status
penyakit.
Beberapa faktor yang mempengaruhi optimalisasi pelayanan obat pada pasien Anak
adalah sebagai berikut:
1. Minimnya penelitian tentang penggunaan obat, serta data-data farmakokinetik,
farmakodinamik, efikasi dan keamanan obat untuk neonatus dan anak-anak membuat
dokter maupun apoteker mengalami kesulitan untuk menilai suatu regimen terapi yang
diberikan untuk anak. Beberapa obat diketahui tidak aman diberikan pada neonatus dan
anak, contohnya adalah grey baby syndrome sebagai akibat pemberian kloramfenikol dan
Reye’s Syndrome akibat pemberian aspirin dengan dosis berlebih.

2
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

2. Beberapa dokter menggunakan acuan/guideline terapi dari negara lain, sedangkan


beberapa obat dalam panduan terapi tidak tersedia di Indonesia, sehingga harus dipikirkan
alternatifnya
3. Banyak obat yang diresepkan untuk neonatus dan anak- anak tidak tersedia dalam bentuk
sediaan yang dikehendaki, maka banyak diresepkan obat racikan. Beberapa obat tidak
dapat diracik, seperti obat dengan formulasi khusus (sustained release, modified release),
obat yang didesain untuk pecah di usus (enteric coated), dan obat-obat kemoterapi
(karsinogen).
4. Keterbatasan akses dan volume cairan yang dapat diberikan pada pasien neonatus dan
anak, menjadikan pemberian obat-obat intravena memerlukan keahlian dan metode
khusus, termasuk pengetahuan mengenai keamanan, stabilitas, kompatibilitas, dan
interaksi obat.
5. Kerumitan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat pada pasien neonatus dan
anak. Anak-anak tidak menyukai rasa obat (sebagian besar obat mempunyai rasa yang
kurang enak), kesulitan menelan, rasa bosan bila meminum obat dalam jangka waktu yang
lama, kesulitan dalam penggunaan sediaan khusus seperti inhalasi, tetes mata, salep dan
lain-lain perlu mendapat pendampingan dan pengawasan orang dewasa.

Kekhususan dan kompleksnya pelayanan obat pada pasien neonatus dan anak, membuat
apoteker harus mampu menilai dan mengambil keputusan profesional untuk masalah tersebut.
Oleh karena itu, diperlukan pendidikan dan keahlian khusus bagi apoteker yang memberikan
pelayanan pasien neonatus dan anak melalui program spesialisasi apoteker neonatus dan anak di
Indonesia.

1.2 Identifikasi Masalah


1. Belum ada pendidikan formal yang menghasilkan apoteker spesialis neonatus dan anak di
Indonesia.
2. Belum adanya kerangka hukum (legal framework) bagi perumusan ketentuan atau pasal-
pasal dalam Rancangan Peraturan Perundang-undangan tentang Pendidikan Apoteker
Spesialis Neonatus dan Anak di Indonesia.
3. Kurangnya pemahaman segenap pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya
pemerintah dan organisasi profesi lain tentang apoteker spesialis neonatus dan anak.

3
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

4. Terbatasnya pengembangan organisasi profesi apoteker yang berfokus pada pelayanan


obat neonatus dan anak.
5. Tingginya angka kematian neonatal (15 per 1.000 kelahiran hidup dari target 7 per 1.000
kelahiran hidup), angka kematian bayi (24 per 1.000 kelahiran hidup dari target 12 per
1.000 kelahiran hidup), dan angka kematian balita 32 per 1.000 kelahiran hidup dari target
25 per 1.000 kelahiran hidup.3

1.3 Tujuan Penyusunan Naskah Akademik Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak
Naskah akademik ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan berbagai
kebijakan yang terkait dengan sistem pendidikan serta pengembangan organisasi profesi bagi
Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak di Indonesia.
Naskah akademik ini merupakan dasar untuk menetapkan berbagai peraturan dan
kebijakan. Peraturan dan kebijakan tersebut bertujuan untuk mengatur hak-hak dan kewajiban-
kewajiban para pihak dalam penyelenggaraan pendidikan setara Apoteker Spesialis Neonatus
dan Anak dan pendayagunaan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak.
Naskah Akademik ini diharapkan dapat:
1. Digunakan sebagai bahan dan landasan dalam menyusun pola pengembangan pendidikan
Apoteker spesialis neonatus dan anak di Indonesia.
2. Memberikan kerangka hukum (legal framework) bagi perumusan ketentuan atau pasal-
pasal dalam Rancangan Peraturan Perundang-Undangan tentang Pendidikan Apoteker
Spesialis Neonatus dan Anak di Indonesia.
3. Memberikan pemahaman bagi segenap pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya
pemerintah dan organisasi profesi lain tentang apoteker spesialis neonatus dan anak.
4. Meningkatkan pengakuan profesi apoteker di jenjang keahlian spesialis neonatus dan anak
oleh profesi kesehatan lain dalam tim klinik, edukasi, penelitian maupun manajemen.
5. Ikut serta dalam program pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi

1.4 Metode Penyusunan Naskah Akademik Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak
Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan naskah akademik ini adalah metode
deskriptif-analitis dengan langkah-langkah berikut:
1. Studi kepustakaan berupa kajian dan review terhadap berbagai data dan informasi yang
dimuat dalam peraturan perundang-undangan, dokumen negara, buku, majalah ilmiah,

4
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

publikasi nasional dan internasional yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan


tinggi farmasi dan praktik kefarmasian khususnya neonatus dan anak;
2. Konsultasi pakar/publik untuk memperoleh fakta dan data terkait pendidikan farmasi
khususnya neonatus dan anak;
3. Analisis data dan informasi menggunakan metode deskriptif-analitis, disajikan dalam
bentuk narasi;
4. Penyusunan naskah akademik.

Daftar Pustaka:

1. Kementerian Kesehatan RI. 2009. Pedoman Pelayanan Kefarmasian untuk Pasien Pediatri.
2. Pusdatin Kemenkes RI. 2014. Kondisi Pencapaian Program Kesehatan Anak Indonesia.
3. Kementerian Kesehatan RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Online.
[Link]
indonesia/[Link]

5
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

BAB II
KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIK
APOTEKER SPESIALIS NEONATUS DAN ANAK

3.1 Kajian Teoritis


3.1.1 Latar Belakang Berkembangnya Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak di
Indonesia
Anak adalah investasi suatu negara yang merupakan aset bangsa. Anak berhak
mendapatkan perhatian khusus dalam masa tumbuh kembangnya. Masalah kesehatan anak
merupakan masalah bersama bagi tenaga kesehatan tak terkecuali tenaga kefarmasian. Dengan
semakin tingginya tuntutan mengenai keselamatan pasien, dan semakin berkembangnya ilmu
pengetahuan, tantangan yang dihadapi pada asuhan kefarmasian pasien anak juga meningkat.
Asuhan kefarmasian perlu dikembangkan untuk menciptakan pengobatan yang aman dan
waspada terhadap efek samping yang timbul dari pemakaian obat yang dapat berpengaruh pada
tumbuh kembang anak.
Anak bukanlah manusia dewasa yang berukuran kecil. Pada usia anak memiliki karakter
yang unik, dimana banyak obat yang dosisnya sangat individual. Selain itu usia dan kondisi
pasien juga mempengaruhi sistem tubuh yang dapat merubah profil farmakodinamik dan
famakokinetik obat, seperti metabolisme, fungsi ginjal, volume distribusi dan ikatan protein.
Penggunaan obat pada anak sangat rumit dan rawan kesalahan. Beberapa langkah
diperlukan dalam menghitung, memverifikasi, menyiapkan, dan memberikan dosis yang aman.
Oleh karena itu, dibutuhkan apoteker yang kompeten serta terampil dalam memberikan terapi
yang optimal pada anak - anak.

3.1.2 Definisi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


Apoteker spesialis neonatus dan anak adalah apoteker yang sudah menempuh pendidikan
spesialis farmasi klinik bidang neonatus dan anak, serta mendapat pengakuan dari kolegium
pengampu.

3.1.3 Peran Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak

6
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Apoteker spesialis neonatus dan anak memiliki peran yang sangat penting untuk
memastikan bahwa pasien mendapatkan terapi yang optimal. Peran penting apoteker spesialis
neonatus dan anak diantaranya:
1. Pengkajian resep atau instruksi terapi pasien neonatus dan anak (pemilihan terapi yang
aman dan efektif pada pasien neonatus dan anak, perhitungan dosis obat sesuai dengan usia
serta tumbuh kembang neonatus dan anak)
2. Penelusuran riwayat pengobatan pasien neonatus dan anak (termasuk riwayat kelahiran)
3. Rekonsiliasi obat saat admisi, transfer, dan pulang pada pasien neonatus dan anak
4. Pelayanan informasi obat pasien neonatus dan anak
5. Konseling penggunaan obat pasien neonatus dan anak (kepatuhan penggunaan obat,
takaran obat, cara pemberian)
6. Visite pasien neonatus dan anak
7. Pemantauan terapi obat (efek terapi, efek samping, kadar obat dalam darah) pasien
neonatus dan anak
8. Evaluasi penggunaan obat pada pasien neonatus dan anak
9. Pelayanan dispensing sediaan obat neonatus dan anak termasuk sediaan steril
10. Pelayanan home care pasien neonatus dan anak.
11. Pelayanan terapi cairan dan nutrisi pasien neonatus dan anak.
12. Penelitian formulasi obat pasien neonatus dan anak.

3.2 Kajian Terhadap Praktik Penyelenggaraan, Kondisi yang Ada, serta Permasalahan
yang Dihadapi Masyarakat
3.2.1 Kajian terhadap Pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak di Beberapa
Negara
Pendidikan apoteker spesialis anak dan neonatus di luar negeri berupa Residency
Program selama satu atau dua tahun pada berbagai fasilitas kesehatan untuk melakukan riset
sekaligus praktek kerja. Penempatannya di pediatrik umum, perawatan intensif neonatus
(NICU), perawatan intensif anak (PICU), penyakit infeksi anak, penyakit keganasan pada anak,
kegawatdaruratan anak, dan nutrisi anak.

3.2.2 Kajian Terhadap Kondisi yang Ada serta Permasalahan yang Dihadapi
Masyarakat

7
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Sampai saat ini, permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan obat adalah terbatasnya
bentuk sediaan obat yang sesuai untuk pasien neonatus dan anak, off-label, unlicensed,
terbatasnya penelitian obat pada pasien neonatus dan anak, kurangnya pemahaman tentang
penggunaan obat yang tepat dan rasional, penggunaan obat bebas yang berlebihan dan kurangnya
pengetahuan tentang penyimpanan obat yang benar.
Selain itu neonatus dan anak belum bisa menyampaikan keluhan yang dirasakan terkait
pengobatan yang dijalani, sehingga dibutuhkan keterampilan untuk menggali informasi tentang
respon terapi obat pada anak. Pendidikan apoteker spesialis anak dan neonatus dimaksudkan
untuk menjawab tantangan tersebut.

3.3 Kajian Implikasi Sistem Baru Terhadap Aspek Kehidupan Masyarakat


Pada pelayanan neonatus dana anak harus mengutamakan prinsip keselamatan pasien dan cost
effectiveness dengan melaksanakan kendali mutu dan kendali biaya. Untuk tercapainya tujuan
ini apoteker mempunyai peranan yang sangat penting. Terkait hal tersebut apoteker harus
mempunyai kompetensi yang kuat, baik dalam pelayanan produk maupun pelayanan klinisnya.
Untuk memenuhi kompetensi ini maka diperlukan suatu pendidikan apoteker spesialis neonatus
dan anak.

3.3.1 Pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


Ilmu Kesehatan anak merupakan bidang yang memiliki kekhasan tersendiri dimana pasien
neonatus dan anak mengalami tumbuh kembang karakter yang unik, banyak obat yang dosisnya
sangat individual. Selain itu usia dan kondisi pasien juga mempengaruhi sistem tubuh yang dapat
merubah profil farmakodinamik dan famakokinetik obat, seperti metabolisme, fungsi ginjal,
volume distribusi dan ikatan protein.

[Link] Program Studi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


Program pelayanan kesehatan anak baik upaya peningkatan kelangsungan hidup maupun
peningkatan kualitas hidup merupakan dasar yang harus dimiliki oleh fasilitas pelayanan
kesehatan. Pelayanan kefarmasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem
pelayanan Kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada keselamatan pasien, penyediaan
sediaan farmasi, alat Kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang aman dan bermutu.
Salah satunya adalah pelayanan neonatus dan anak yang memerlukan apoteker yang memiliki

8
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

kompetensi yang kuat. Program Pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak diharapkan
dapat menghasilkan Apoteker Spesialis yang memiliki keahlian dalam pelayanan kefarmasian
khususnya pada pasien neonatus dan anak.

3.3.2 Pemenuhan Kebutuhan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak pada Masa Transisi
[Link] Definisi Masa Transisi
Masa transisi adalah masa persiapan pendirian Program Studi Apoteker Spesialis
Neonatus dan Anak di Indonesia dan menyesuaikan Program Pendidikan Apoteker
Spesialis Neonatus dan Anak bagi para apoteker yang telah berpraktik lebih dari 5 tahun
di Pelayanan Neonatus dan Anak, dengan tujuan membuat percepatan program
pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak sesuai kebutuhan nasional.

[Link] Strategi Pemenuhan Kebutuhan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak pada masa
Transisi
Untuk memenuhi kebutuhan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak di masa
transisi akan dilaksanakan program konversi. Program ini memungkinkan transformasi
apoteker yang telah berpraktik di bidang pelayanan kesehatan neonatus dan anak dalam
jangka waktu tertentu dilakukan pemutihan menjadi Apoteker Spesialis Neonatus dan
Anak. Pemutihan dilakukan melalui mekanisme Recognition of Previous Learning (RPL)
dengan mempertimbangkan fortofolio, riwayat praktik, pelatihan dan pendidikan setelah
menjadi apoteker yang bekerja di Pelayanan Kesehatan Anak dari calon yang
mengajukan diri untuk mendapat gelar sebagai Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak.
Yang menjadi pertimbangan untuk menentukan strategi konversi adalah :
a. Metode utama untuk program konversi adalah RPL.
b. Institusi Pendidikan Ilmu Farmasi menjadi pusat penyelenggaraan program konversi.
b. RPL bukan hanya mencakup rencana pelatihan, namun juga riwayat praktik, riwayat
pendidikan serta riwayat penelitian.
c. Proses verifikasi dan validasi data apoteker yang berminat untuk mengikuti program
konversi akan dilaksanakan oleh Sub Kolegium Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
d. Apoteker yang diperbolehkan mendaftar adalah apoteker yang memiliki Surat Tanda
Registrasi Apoteker (STRA) dari Komite Farmasi Nasional (KFN) dan Surat Ijin
Praktik Apoteker (SIPA).

9
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

e. Praktisi yang dinyatakan lulus diharuskan mengikuti ujian khusus terkait pelayanan
kesehatan neonatus dan anak di RS yang ditunjuk

3.3.3 Perhimpunan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


Seluruh Apoteker di Indonesia bernaung di bawah satu organisasi profesi yaitu Ikatan
Apoteker Indonesia (IAI), dimana IAI memiliki beberapa perhimpunan yang disebut sebagai
himpunan seminat yang dibentuk sesuai dengan tempat bekerjanya. Salah satu himpunan seminat
yang dibentuk adalah Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI). HISFARSI
mempunyai beberapa bidang salah satunya adalah bidang farmasi klinik. Bidang farmasi klinik
membawahi peer group apoteker spesialis salah satunya peer group apoteker spesialis neonatus
dan anak. Pembentukan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak bertujuan untuk meningkatkan
keahlian profesi apoteker, identifikasi dan pengakuan keahlian apoteker dalam praktik klinik
bidang pelayanan kesehatan neonatus dan anak, menciptakan kesempatan bagi apoteker dan
menyiapkan profesi untuk perubahan ke depan dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan
terpadu dan lebih profesional.

3.3.4 Kolegium Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


Program pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak diampu oleh Kolegium
Neonatus dan Anak. Majelis Kolegium ini merupakan forum diskusi yang mengarahkan dan
mengkoordinasikan program spesialisasi yang diselenggarakan oleh kolegium agar dapat
mencapai hasil yang optimal.
Tugas Kolegium:
a. Menentukan jenis pendidikan lanjutan Apoteker Spesialis
b. Menentukan Standar Pendidikan
c. Menentukan Standar Kompetensi dan tingkatan kompetensi
d. Menjaga baku mutu Pendidikan
e. Menetapkan akreditasi Institusi Pendidikan dan rumah Sakit
f. Melakukan evaluasi akhir terhadap kompetensi peserta didik melalui ujian nasional.

10
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

BAB III
EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
TERKAIT

Bab ini memuat hasil kerja kajian terhadap Peraturan Perundang-undangan terkait yang
memuat kondisi hukum yang ada, kaitan Undang-Undang dan Peraturan baru dengan Peraturan
Perundang-undangan pada lembaga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta
harmonisasi secara vertikal dan horizontal. Evaluasi dan analisis tentang peraturan perundang-
undangan yang terkait dengan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak sebagai berikut:
No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan
undangan Analisis
A. Yang berhubungan dengan hak anak untuk sehat dan mendapatkan pelayanan
Kesehatan
1. Undang-undang Dasar 1945. Melindungi anak dengan Pelayanan kesehatan
Pasal 28 B ayat (2): melaksanakan salah satu yang baik dan
“Setiap anak berhak atas kewajiban negara dalam bermutu bagi anak
kelangsungan hidup, tumbuh menyediakan kehidupan yang
dan berkembang serta berhak layak termasuk menyediakan Jaminan Kesehatan
atas perlindungan dari pelayanan kesehatan yang memberikan peluang
kekerasan dan diskriminasi.” baik kepada seluruh anak
Pasal 28 H ayat (1): mendapatkan
“Setiap orang berhak hidup Dengan adanya Jaminan pelayanan kesehatan
sejahtera lahir dan batin, Kesehatan yang merupakan yang layak
bertempat tinggal, dan Jaminan Sosial, diharapkan
mendapatkan lingkungan seluruh anak sejak dalam
hidup yang baik dan sehat kandungan, bayi, balita
serta berhak memperoleh hingga remaja; termasuk anak
pelayanan kesehatan”. dengan disabilitas bisa
2. Undang-undang Republik mendapatkan pelayanan
Indonesia Nomor 36 tahun kesehatan.
2009 tentang Kesehatan:

11
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan


undangan Analisis
Pasal 5 ayat (2):
“Setiap orang mempunyai
hak dalam dalam
memperoleh pelayanan
kesehatan yang aman,
bermutu dan terjangkau.”
3. Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 44 Tahun
2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional (SJSN).
Pasal 1 ayat (1):
“ Jaminan sosial adalah salah
satu bentuk perlindungan
sosial untuk menjamin
seluruh rakyat agar dapat
memenuhi kebutuhan dasar
hidupnya yang layak.”
4. Undang-undang Republik Mempermudah akses Penyelenggaraan
Indonesia Nomor 44 Tahun masyarakat untuk pelayanan
2009 Tentang Rumah Sakit mendapatkan pelayanan pengobatan dan

12
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Pasal 4: kesehatan pemulihan kesehatan


“Rumah Sakit mempunyai sesuai dengan
tugas memberikan pelayanan Memberikan perlindungan standar pelayanan
kesehatan perorangan secara terhadap keselamatan pasien, rumah sakit
paripurna.” masyarakat, lingkungan
rumah sakit dan sumber daya Pemeliharaan dan
manusia di rumah sakit peningkatan
kesehatan
Meningkatkan mutu dan perorangan melalui
mempertahankan standar pelayanan kesehatan
pelayanan rumah sakit yang paripurna
tingkat kedua dan
Memberikan kepastian ketiga sesuai
hukum kepada pasien, kebutuhan medis
masyarakat, sumber daya
manusia rumah sakit, dan Penyelenggaraan
Rumah Sakit. pendidikan dan
pelatihan sumber
daya manusia dalam
rangka peningkatan
kemampuan dalam
pemberian pelayanan
kesehatan

Penyelenggaraan
penelitian dan
pengembangan serta
penapisan teknologi
bidang kesehatan
dengan
memperhatikan etika

13
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan


undangan Analisis
ilmu pengetahuan
bidang kesehatan

B. Yang Berhubungan dengan Pelayanan Farmasi


5. Undang-undang Republik Menjamin ketersediaan Ketersediaan
Indonesia Nomor 44 Tahun sediaan farmasi dan alat perbekalan farmasi
2009 Tentang Rumah Sakit kesehatan yang bermutu, secara cukup dan
Pasal 15 bermanfaat, aman dan berkualitas
Kefarmasian terjangkau
Ketersediaan
6. Peraturan Pemerintah Nomor Pelayanan sediaan farmasi di fasilitas dalam usaha
51 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit harus mengikuti penjaminan mutu
Pekerjaan Kefarmasian standar pelayanan kefarmasian

14
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan


undangan Analisis
Pasal 2: kefarmasian
Peraturan Pemerintah ini Ketersediaan
mengatur Pekerjaan Pengelolaan alat kesehatan, fasilitas dan bahan
Kefarmasian dalam sediaan farmasi, dan bahan untuk produksi
pengadaan, produksi, habis pakai di Rumah Sakit
distribusi atau penyaluran, harus dilakukan oleh Instalasi Pengelolaan
dan pelayanan sediaan Farmasi sistem satu pintu perbekalan farmasi
farmasi. secara baik dan
Memberikan perlindungan dapat dipertanggung
Pekerjaan Kefarmasian kepada pasien dan jawabkan
sebagaimana dimaksud pada masyarakat dalam
ayat (1) harus dilakukan oleh memperoleh dan/atau Sumber daya
tenaga kesehatan yang menetapkan farmasi dan jasa manusia yang
mempunyai keahlian dan kefarmasian. berkualitas
kewenangan untuk itu.
Pasal 3: Mempertahankan dan Sistem dan tata kerja
“Pekerjaan Kefarmasiaan meningkatkan mutu
dilakukan berdasarkan pada penyelenggaraan Pekerjaan
nilai ilmiah, keadilan, Kefarmasian sesuai dengan
kemanusiaan, keseimbangan, perkembangan ilmu
dan perlindungan serta pengetahuan dan teknologi
keselamatan pasien atau serta peraturan perundang-
masyarakat yang berkaitan undangan.
dengan Sediaan Farmasi yang
memenuhi standar dan Memberikan kepastian
persyaratan keamanan, mutu, hukum bagi pasien,
dan kemanfaatan.

15
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan


undangan Analisis
7. Peraturan Menteri Kesehatan masyarakat dan Tenaga
Republik Indonesia Nomor Kefarmasian.
72 Tahun 2016 Tentang
Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit
Pasal 1 ayat (3) :
Pelayanan kefarmasian
adalah suatu pelayanan
langsung dan bertanggung
jawab kepada pasien yang
berkaitan dengan Sediaan
Farmasi dengan maksud
mencapai hasil yang pasti
untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien
C. Yang Berhubungan dengan Apoteker Spesialis Anak
8. Undang-undang Republik Menjamin tumbuh kembang Memastikan
Indonesia Nomor 35 Tahun anak secara optimal sesuai kebutuhan sumber
2014 Tentang Perubahan dengan potensi yang dimiliki daya manusia yang
Atas Undang-Undang Nomor mempunyai
23 Tahun 2002 Tentang Melibatkan partisipasi Anak kompetensi dan
Perlindungan Anak Usia Sekolah dan Remaja di kewenangan sesuai

16
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan


undangan Analisis
Pasal 44 ayat (1): bidang kesehatan perundang-undangan
“Pemerintah dan Pemerintah dibidang kesehatan
Daerah wajib menyediakan Menjamin terpenuhinya hak Anak
fasilitas dan kesehatan anak dengan
menyelenggarakan upaya memperhatikan siklus hidup Terpenuhinya
kesehatan yang komprehensif kebijakan dan
bagi anak agar setiap Anak Menjamin tersedianya regulasi dengan
memperoleh derajat pelayanan kesehatan yang mendapatkan
kesehatan yang optimal sejak komprehensif bagi Anak dan perizinan dan
dalam kandungan.” Remaja sertifikasi dari
9. Peraturan Menteri Kesehatan Lembaga terkait
Republik Indonesia Nomor Mempersiapkan menjadi
25 Tahun 2014 Tentang orang dewasa yang sehat,
Upaya Kesehatan Anak produktif, baik sosial maupun

17
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Peraturan/Perundang - Tujuan Evaluasi dan


undangan Analisis
Pasal 1 ayat (9): ekonomi
“ Upaya Kesehatan Anak
adalah setiap kegiatan Menjamin Agar Anak Usia
dan/atau serangkaian Sekolah dan Remaja
kegiatan yang dilakukan mendapatkan pendidikan
secara terpadu, terintegrasi kesehatan melalui sekolah
dan berkesenimbungan untuk maupun luar sekolah
memelihara dan
meningkatkan derajat Memberikan perlindungan
kesehatan anak dalam bentuk kepada Anak dalam
pencegahan penyakit, memperoleh pelayanan
pengobatan penyakit, dan kesehatan yang bermutu,
pemulihan kesehatan oleh aman, dan bermanfaat
Pemerintah, pemerintah
daerah dan/atau masyarakat. Memberikan kepastian
hukum bagi Anak, orang
tua/keluarga, tenaga
kesehatan, dan fasilitas
pelayanan kesehatan.

18
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

BAB IV
LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS DAN YURIDIS

4.1 Landasan Filosofis


Pelayanan kefarmasian bertujuan untuk menjamin kualitas perawatan pasien dalam hal
pelayanan dan penggunaan obat. Hal ini termasuk menyediakan asuhan kefarmasian untuk setiap
pasien sesuai kebutuhannya sambil meningkatkan efisiensi penggunaan berbagai fasilitas
maupun pelayanan kesehatan. Selain itu, pelayanan kefarmasian juga menyediakan obat-obatan
yang telah melalui sistem kontrol kualitas yang memastikan faktor keamanan, efektivitas, dan
penggunaanya secara ekonomi. Pelayanan kefarmasian termasuk didalamnya pelayanan
kesehatan neonatus dan anak, merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan yang berbasis
pharmaceutical care.
Dalam melakukan pelayanan kefarmasian di pelayanan kesehatan neonatus dan anak,
seorang apoteker tidak hanya membutuhkan kemampuan menyiapkan obat, namun juga
kemampuan farmasi klinis khusus pasien neonatus dan anak seperti melakukan konseling obat
yang diberikan dengan pendekatan khusus (kepatuhan penggunaan obat, takaran obat, cara
pemberian), pengkajian resep atau instruksi terapi pasien sesuai dengan usia serta tumbuh
kembang, penelusuran riwayat pengobatan termasuk riwayat kelahiran, rekonsiliasi obat saat
admisi, transfer, dan pulang, pelayanan informasi obat, visite pasien, pemantauan terapi obat
(efek terapi, efek samping, kadar obat dalam darah), evaluasi penggunaan obat, pelayanan
dispensing sediaan obat termasuk sediaan steril, pelayanan home care, pelayanan terapi cairan
dan nutrisi pasien neonatus dan anak.
Pembelajaran farmasi klinis mengikuti Filosofi belajar empat pilar UNESCO (The Four Pi
of Learning - UNESCO) yaitu:
1. “Learning to know”: kemampuan pembelajar untuk memahami alam, manusia dan
lingkungannya, kehidupannya, serta merasakan “senangnya” mengetahui, menemukan dan
memahami suatu proses (knowledge, cognitive). Pada dasarnya pilar ini meletakkan dasar
belajar sepanjang hayat.
2. “Learning to do”: keterampilan untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam
praktik/kehidupan sehari-hari, belajar memecahkan masalah dalam berbagai situasi, serta
belajar bekerja sama dalam tim, mengambil inisiatif, dan mengambil risiko (practice,
psychomotoric, attitudes).

19
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

3. “Learning to life together” mengacu pada kemampuan memahami diri sendiri dan orang
lain, mengembangkan empati, respek dan apresiasi terhadap orang lain dalam
berkehidupan bersama, menghargai perbedaan nilai dan budaya, kesediaan untuk
menyelesaikan konflik melalui dialog, serta kemampuan untuk bekerjasama (team work,
collaboration, growing interdependence).
4. “Learning to be” mengacu pada pengembangan kepribadian individu (pembelajar) secara
utuh melalui penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai yang kondusif untuk
pengembangan kepribadian, dalam dimensi intelektual, moral, kultural, maupun fisik
(experience, affective, attitude, behavior).

Keempat pilar pembelajaran ini saling mendukung satu sama lain sehingga tidak bisa
dipisah- pisahkan. Oleh karena itu keempat pilar ini diaplikasikan sebagai prinsip dasar dan
diintegrasikan ke dalam setiap bidang pembelajaran. FIP Council (2000) merekomendasikan
program pendidikan sarjana farmasi (first degree education programmes) harus memberikan
ilmu-ilmu dasar (natural sciences), ilmu farmasetika (pharmaceutical sciences), dan ilmu
kesehatan (healthcare sciences) secara seimbang untuk membangun landasan esensial bagi
kemampuan menjalankan praktik kefarmasian dalam lingkup pelayanan kesehatan bersama
profesi kesehatan lainnya. FIP Education Taskforce (2010) mengidentifikasi empat area
kompetensi pelayanan kefarmasian yaitu Pharmaceutical care competencies, Pharmaceutical
public health competencies, Organisation dan management competencies, dan Professional/
personal competencies.

4.2 Landasan Sosiologis


4.2.1 Pemerataan Pelayanan
Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang
diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai tingkatan upaya pelayanan kesehatan yang
terjangkau dan bermutu. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pada pasal 5,
ayat (2) Undang- Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menetapkan bahwa setiap
orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan
terjangkau. Selain itu, saat ini masyarakat mengalami peningkatan kesadaran akan tingkat
kesehatan. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tenaga
kesehatan, termasuk apoteker.

20
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Perkembangan pelayanan kefarmasian pada neonatus dan anak menuntut perkembangan


kompetensi apoteker di bidang farmasi klinis untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan di
pelayanan kesehatan neonatus dan anak bersama- sama dengan dokter dan tenaga kesehatan
lainnya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sangat terkait dengan
ketersediaan sarana dan tenaga Apoteker, Apoteker Spesialis, termasuk Apoteker Spesialis
Neonatus dan Anak.

4.2.2 Pemerataan Pendidikan


Dengan terbitnya UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
PP 51 tentang Pekerjaan Kefarmasian, selanjutnya dilakukan penataan kembali tentang
pendidikan Apoteker dan pentingnya pendidikan Apoteker Spesialis Klinis, Apoteker Spesialis
Khusus dan Apoteker Spesialis Layanan Primer di Indonesia. Dalam upaya mencapai
pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di pelayanan neonatus dan anak,
diperlukan adanya penyebaran pedan percepatan kenaikan jumlah Apoteker Spesialis Klinis,
Apoteker Spesialis Khusus dan Apoteker Spesialis Layanan Primer. Hal ini dimungkinkan
dengan sistem pendidikan profesional yang non formal, yang berjenjang dan terstruktur.

4.2.3 Peran Pemerintah dalam Pendidikan Apoteker


Peran Komite Farmasi Nasional (KFN) diharapkan secepatnya menindaklanjuti penetapan
peraturan/ketentuan tentang beberapa aspek yang terkait dalam pendidikan lanjutan Apoteker
Spesialis Neonatus dan anak. Dalam hal ini, KFN berperan mengesahkan standar pendidikan dan
standar kompetensi, memberikan kewenangan kepada Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI)
terkait perencanaan, pengelolaan, pengoordinasian serta pengembangan program spesialis
tersebut. KIFI merupakan forum diskusi, dan bertugas mengarahkan dan mengkoordinasikan
program spesialis yang diselenggarakan oleh Kolegium agar dapat mencapai hasil yang optimal
untuk kesehatan seluruh masyarakat.

4.3 Landasan Yuridis


Landasan hukum Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak adalah:
1. Undang-undang Dasar 1945:
- Pasal 28 B ayat (2):

21
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
- Pasal 28 H ayat (1):
Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan
lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan
2. Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
- Pasal 5 ayat (2): Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan
yang aman, bermutu dan terjangkau.
- Tingkatan upaya pelayanan kesehatan yang terkait dengan kompetensi Apoteker tertuang
dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 108. Pasal 23
ayat (1) menyatakan bahwa tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan; dan pada ayat (2) ditetapkan bahwa kewenangan untuk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan
sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Lebih lanjut pada pasal 24 ayat (1)
ditetapkan juga bahwa tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 harus
memenuhi kode etik, standar profesi, hak penggunaan pelayanan kesehatan, standar
pelayanan, dan standar prosedur operasional. Kemudian pada ayat (2) dinyatakan bahwa
ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diatur oleh organisasi profesi.

22
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

BAB V
JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP
MATERI MUATAN PERATURAN

5.1 Jangkauan
Naskah akademik Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak ini disusun agar dapat
melahirkan peraturan yang dapat menjangkau berbagai pihak yang berkepentingan dengan
keberadaan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak, baik pihak perguruan tinggi di bawah
Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai penghasil Apoteker Spesialis
Neonatus dan Anak maupun rumah sakit dan lembaga lainnya sebagai tempat pelayanan
lulusan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak. Naskah akademik ini diharapkan dapat
menjadi acuan dalam merumuskan berbagai kebijakan yang terkait dengan sistem pendidikan
dan profesi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak di Indonesia.

5.2 Arah Pengaturan Peraturan


Naskah akademik ini dibuat untuk menjadi dasar penetapan peraturan dan kebijakan.
Peraturan dan kebijakan tersebut bertujuan untuk mengatur hak dan kewajiban para pihak yang
terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan setara Spesialis Neonatus dan Anak serta
pendayagunaan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak. Para pihak tersebut antara lain:
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Institusi Perguruan Tinggi, Kementerian
Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, rumah sakit sebagai tempat praktik
peserta didik, serta organisasi profesi.
Selain membuat peraturan, perlu juga diatur tindakan yang dapat merugikan kebijakan
pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak. Peraturan dan Kebijakan Apoteker
Spesialis Neonatus dan Anak harus memuat hal-hal penting, yaitu:
a. Pengaturan tentang Pendirian Program Studi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak di
Perguruan Tinggi
b. Jaminan perlindungan hukum bagi penyelenggara pendidikan Apoteker Spesialis
Neonatus dan Anak, bagi tempat diselenggarakannya pendidikan Apoteker Spesialis
Neonatus dan Anak, serta bagi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak itu sendiri, baik
saat masih menjadi peserta didik maupun saat sedang menjalankan perannya sebagai
Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak ketika lulus nanti.

23
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

c. Pengaturan tentang kewajiban pemerintah, peran organisasi profesi, dan peserta didik,
serta sebagai Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak setelah menyelesaikan
pendidikannya.
d. Pengaturan mengenai standar kompetensi dan kewenangan pelayanan kesehatan yang
boleh dilakukan oleh Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak serta sanksi yang diberikan
apabila pelayanan dilakukan di luar kewenangan dan kompetensinya.
e. Diakuinya Organisasi Profesi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak.
f. Pengaturan tentang pendidikan termasuk standar sumber daya yang harus dipenuhi untuk
dapat menyelenggarakan Pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak.
g. Penetapan indikator pencapaian tujuan diselenggarakannya pendidikan Apoteker
Spesialis Neonatus dan Anak di Indonesia.
h. Dalam penyusunan peraturan yang terkait dengan spesialisasi Neonatus dan Anak perlu
diperhatikan berbagai pedoman dan peraturan yang sudah ada sehingga seluruhnya dapat
berjalan sinergis mendukung optimalisasi implementasi kebijakan spesialisasi Neonatus
dan Anak sehingga pelayanan kesehatan dapat terselenggara dengan baik yang pada
akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

5.3 Kondisi yang Diinginkan


Dengan dibentuknya peraturan dan kebijakan spesialisasi Neonatus dan Anak ini
diharapkan:
a. Pendidikan Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak mampu menghasilkan tenaga
spesialis yang siap bekerja di rumah sakit.
b. Pelayanan kesehatan Neonatus dan Anak di Indonesia meningkat, kepuasan pelanggan
meningkat dan angka kematian bayi menurun.
c. Pelayanan kesehatan yang sifatnya promotif dan preventif mampu meningkatkan
kemandirian masyarakat dalam mengatasi berbagai faktor risiko dan permasalahan
kesehatan neonatus dan anak.
d. Semakin banyak penelitian dan pengembangan pelayanan farmasi spesialis Neonatus dan
Anak.

24
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

BAB VI
KURIKULUM PROGRAM STUDI APOTEKER SPESIALIS NEONATUS DAN
ANAK

6.1 Profil Program Studi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


Program Studi Apoteker Neonatus dan Anak dibentuk dengan tujuan untuk
meningkatkan asuhan kefarmasian terkait neonatus, bayi dan anak- anak dengan memajukan
pengembangan probadi apoteker dan pelayanan kefarmasian yang didedikasikan untuk
melayani pasien dengan populasi khusus.

6.2 Kompetensi Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak


6.2.1 Kompetensi Utama
Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
1 Profesionalisme Mampu bekerja di bidang keahlian Keterampilan dalam pemahaman
pokok farmasi klinis neonatus dan tentang terapi obat pada neonatus
anak yang spesifik dan kompleks dan anak
serta memiliki kompetensi kerja
yang minimal setara dengan standar
kompetensi profesi yang berlaku
secara nasional/internasional

Pengkajian resep atau instruksi


terapi pasien neonatus dan anak
(pemilihan terapi yang aman dan
efektif pada pasien neonatus dan
anak, perhitungan dosis obat
sesuai dengan usia serta tumbuh
kembang neonatus dan anak)

Penelusuran riwayat pengobatan


pasien neonatus dan anak
(termasuk riwayat kelahiran)
Rekonsiliasi obat saat admisi,
transfer, dan pulang pada pasien
neonatus dan anak
Pelayanan informasi obat pasien
neonatus dan anak
Konseling penggunaan obat
pasien neonatus dan anak
(kepatuhan penggunaan obat,
takaran obat, cara pemberian)
Visite pasien neonatus dan anak

25
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
Pemantauan terapi obat (efek
terapi, efek samping, kadar obat
dalam darah) pasien neonatus dan
anak
Evaluasi penggunaan obat pada
pasien neonatus dan anak
Pelayanan dispensing sediaan
obat neonatus dan anak termasuk
sediaan steril
Pelayanan home care pasien
neonatus dan anak.
Pelayanan terapi cairan dan nutrisi
pasien neonatus dan anak.
Penelitian formulasi obat pasien
neonatus dan anak.
2 Profesionalisme Mampu membuat keputusan yang Keterampilan dalam membuat
independen dalam menjalankan rekomendasi berdasarkan
pekerjaan profesinya berdasarkan informasi yang relevan
pemikiran logis, kritis, sistematis,
kreatif, dan komprehensif;
3 Profesionalisme Mampu melakukan evaluasi secara Keterampilan dalam evaluasi
kritis terhadap hasil kerja dan pelayanan farmasi klinis pada
keputusan yang dibuat dalam neonatus dan anak
melaksanakan pekerjaan profesinya
baik oleh dirinya sendiri, sejawat
atau system institusinya;
4 Komunikasi Mampu mengomunikasikan hasil Keterampilan komunikasi efektif
Efektif kajian maupun rekomendasi kepada
penerima layanan kefarmasian baik
pasien dan tenaga kesehatan dalam
rangka pelayanan farmasi klinis
pada pasien neonatus dan anak
Keterampilan komunikasi
terapetik dengan pasien atau
pendamping pasien
Keterampilan komunikasi dengan
tenaga kesehatan
Keterampilan komunikasi secara
non verbal

26
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
5 Komunikasi Mampu mengomunikasikan karya Keterampilan dalam menyusun
Efektif inovasi yang bermanfaat bagi karya ilmiah
pengembangan profesi,
kewirausahaan, dan kemaslahatan
manusia, yang dapat
dipertanggungjawabkan secara
ilmiah dan etika profesi, kepada
masyarakat umum melalui berbagai
bentuk media;

6 Mawas Diri dan Mampu meningkatkan keahlian Keterampilan mengevaluasi diri


Pengembangan keprofesiannya pada bidang farmasi yang berkelanjutan dan
Profesi klinik pada neonatus dan anak peningkatan kinerja pribadi dalam
secara mandiri atau melalui pelayanan farmasi klinik pada
pelatihan dan pengalaman kerja neonatus dan anak
dengan mempertimbangkan
kemutakhiran bidang profesinya di
tingkat nasional, regional, dan
internasional;

7 Mawas Diri dan Mampu memimpin suatu tim kerja Keterampilan personal,
Pengembangan untuk memecahkan masalah baik interpersonal dan kerja sama tim
Profesi pada bidang pelayanan farmasi yang penting untuk
klinis neonatus dan anak, maupun kepemimpinan efektif dalam
masalah yang lebih luas dari bidang penyediaan pelayanan
profesinya; kefarmasian pada pasien neonatus
dan anak.
8 Mawas Diri dan Mampu bekerja sama dengan Keterampilan Terkait
Pengembangan profesi lain yang sebidang maupun Interprofessional Collaboration
Profesi yang tidak sebidang dalam
menyelesaikan masalah pekerjaan
yang kompleks yang terkait dengan
bidang profesinya
9 Landasan Mampu bekerja berdasarkan Keterampilan terkait farmakologi
Ilmiah Ilmu pemahaman farmakologi dan dan farmakodinamik pasien
Farmasi, farmakodinamik pasien neonatus neonatus dan anak
Homedik, dan anak
Biomedik,
Humaniora, dan
Kesehatan
Masyarakat
10 Landasan Mampu menginterpretasikan data Mampu menginterpretasi hasil
Ilmiah Ilmu pemeriksaan penunjang pasien pemeriksaan laboratorium yang
Farmasi, neonatus dan anak terkait dengan pengobatan pada
Homedik, pasien neonatus dan anak
Biomedik,
Humaniora, dan
Kesehatan
Masyarakat

27
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
11 Landasan Mampu melakukan tindakan Keterampilan terkait Promosi
Ilmiah Ilmu preventif dan promosi kesehatan Kesehatan dan Edukasi Kesehatan
Farmasi, neonatus dan anak neonatus dan anak
Homedik,
Biomedik,
Humaniora, dan
Kesehatan
Masyarakat
12 Landasan Mampu melakukan proses Kemampuan terkait diseminasi
Ilmiah Ilmu preceptorship pengetahuan dan preceptorship
Farmasi, (pembimbingan) kepada
Homedik, mahasiswa, apoteker lain, TTK,
Biomedik, maupun sejawat profesi lain
Humaniora, dan terkait pelayanan farmasi klinik
Kesehatan pasien neonatus dan anak
Masyarakat
13 Pengelolaan Mampu mendokumentasikan, Keterampilan pengelolaan dan
Praktik menyimpan, mengaudit, pendokumentasian data hasil kerja
Kefarmasian mengamankan, dan menemukan
kembali data serta informasi untuk
keperluan pengembangan hasil
kerja profesinya.
14 Pengelolaan Mampu menjamin Mutu dan Keterampilan terkait Penjaminan
Praktik Keselamatan Pasien Mutu dan Keselamatan Pasien
Kefarmasian
15 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami obat obatan yang di
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam gunakan pada penyakit jantung
tatalaksana kasus kardiovaskular anak anak (diuretik, ACEi,
pada pasien neonatus dan anak aspirin, digoxin, beta-blocker,
inotropik dan antikoagulan)
16 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami mekanisme kerja,
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam karakteristik obat dan manajemen
tatalaksana kasus penyakit terapi nyeri, psikosomatik pada
muskuloskeletal dan sendi pada penyakit muskuloskeletal dan
pasien neonatus dan anak sendi pada neonatus dan anak
Memahami mekanisme kerja,
karakteristik dan penggunaan
klinis PCA, NCA, epidural pada
penyakit muskuloskeletal dan
sendi pada remaja
17 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami patofisiologi dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam pengobatan konjuntivitis
tatalaksana kasus penyakit mata
pada pasien neonatus dan anak
18 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami manajemen terapi
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam otitis media, dan alerghi rhinitis
tatalaksana kasus penyakit telinga,

28
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
hidung dan tenggorokan pada
pasien neonatus dan anak
19 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami penyebab, dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam pengobatan pada eksim, psoriasis,
tatalaksana kasus penyakit kulit acne dan kutu rambut
pada pasien neonatus dan anak
20 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami patofisiologi, faktor
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam resiko, mekanisme kerja obat,
tatalaksana kasus penyakit sistem karakteristik pengobatan pada
endokrin pada pasien neonatus dan diabetes
anak
Memahami patofisiologi dan
manajemen ketoasidosis diabetes
Memahami patofisiologi, faktor
resiko, mekanisme kerja obat,
karakteristik obat pada gangguan
tiroid
21 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami karakteristik dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam penggunaan berbagai jenis akses
tatalaksana terapi parenteral pada vena perifer / sentral
pasien neonatus dan anak
22 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami penilaian status
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam nutrisi/gizi
tatalaksana gizi dan metabolik pada
pasien neonatus dan anak
Memahami penyesuaian dosis
obat berdasarkan status
nutrisi/gizi.
Mampu memahami perubahan
kebutuhan nutrisi pada neonatus
dan anak termasuk kebutuhan
vitamin dan mineral
23 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami patofisiologi dasar
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam dan faktor resiko terjadi
tatalaksana kasus penyakit sistem konstipasi dan GERD
gastrointentinal pada pasien
neonatus dan anak
Memahami mekanisme aksi,
karakteristik dan penggunaan
klinis perawatan untuk
konstipasi/sembelit dan GERD
Memahami dampak diet pada
penyerapan dan interaksi dengan
obat obatan

29
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
Memahami patofisiologi,
manajemen terapi mual muntah,
mekanisme kerja, karakteristik
dan penggunaan klinis obat
antiemetik, prokinetik, pencahar
dan antidiare
Memahami patofisiologi dasar
dan pilihan manajemen terapi
penyakit radang usus (Crohn,
Colitis ulserativa)
Memahami patofisiologi dan
manajemen terapi
Memahami patofisiologi dan
faktor resiko terjadinya PUD, H.
pylori dan dyspepsia
24 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Mampu memahami dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam memonitoring adanya penurunan
tatalaksana kasus penyakit hati pada fungsi pada hati
pasien neonatus dan anak
Memahami efek obat pada fungsi
hati
25 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Mampu menafsirkan hasil FBC
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam atau darah lengkap
tatalaksana kasus penyakit
hematologi pada pasien neonatus
dan anak
Memahamami patofisiologi dan
manajemen terapi pada gangguan
fungsi hati
Mampu melakukan penyesuaian
dosis pada gangguan fungsi hati
Memahami patofisiologi
neutropenia, pemantauan dan
manajemen terapi nya
Mampu mengidentifikasi obat
obat yang berdampak pada
neutropenia
Memahami gejala dan menajemen
Sickle Cell Disease
Memahami patofisiologi dan
manajemen terapi pada penyakit
kelainan darah (hemofilia,
thalasemia, anemia)
26 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Mampu memahami patofisiologi
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam penyakit autoimun.
tatalaksana kasus alergi dan
imunologi pada pasien neonatus
dan anak

30
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
Mampu menidentifikasi potensi
reaksi alergi.
27 Mawas Diri dan Mampu menjalankan praktik Bertakwa kepada Tuhan Yang
Pengembangan profesi yg berbudi luhur Maha Esa dan mampu
Profesi menunjukkan sikap religius
Menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan dalam menjalankan
tugas berdasarkan agama, moral,
dan etika
Berkontribusi dalam peningkatan
mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan
kemajuan peradaban berdasarkan
Pancasila
Berperan sebagai warga negara
yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa
tanggungjawab pada negara dan
bangsa
Menghargai keanekaragaman
budaya, pandangan, agama dan
kepercayaan, serta pendapat atau
temuan orisinal orang lain
Bekerja sama dan memiliki
kepekaan sosial serta kepedulian
terhadap masyarakat dan
lingkungan
Taat hukum dan disiplin dalam
kehidupan bermasyarakat dan
bernegara
Menginternalisasi nilai, norma
dan etika akademik
Menunjukkan sikap
bertanggungjawab atas pekerjaan
di bidang keahliannya secara
mandiri
Menginternalisasi semangat
kemandirian, kejuangan, dan
kewirausahaan.
28 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami gejala, faktor resiko
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam penyakit, mekanisme obat,
tatalaksana kasus infeksi pada karakteristiknya pada CAP dan
pasien neonatus dan anak HAP
Memahami gejala, faktor resiko
penyakit, mekanisme obat,
karakteristiknya pada ISK

31
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
Memahami gejala, faktor resiko
penyakit, mekanisme obat,
karakteristiknya pada Meningitis
Memahami gejala, faktor resiko
penyakit, mekanisme obat,
karakteristiknya pada HAIs
termasuk MRSA
Memahami pedoman untuk
pencegahan dan penegndalian
infeksi
Memahami patofisiologi,
pencegahan faktor resiko
influenza
Memahami mekanisme kerja,
karakteristik dari antivirus,
antijamur
Memahami dan mampu
mendeskripsikan proses terjadi
resistensi antimikroba
Mampu memahami infeksi pada
kulit, manajemen luka
29 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami patofisiologi dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam terapi pada anak dengan HIV
tatalaksana kasus HIV pada pasien
neonatus dan anak
Memiliki strategi pengobatan
untuk mencegah penularan HIV
30 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami dan melakukan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam monitoring fungsi ginjal
tatalaksana kasus gangguan ginjal (akut/kronis)
pada pasien neonatus dan anak
Memahami mekanisme kerja obat,
karakteristik dan penggunaan
diuretik
Mempu mengidentifikasi obat
yang memiliki efek penurunan
fungsu ginjal
Mampu melakukan dan
mengidentifikasi obat yang perlu
dilakukan penyesuaian dosis
terkait fungsi ginjal
Memahami tentang kebutuhan
dan manajemen cairan pada
neonatus dan anak anak

32
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
31 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami patofisiologi dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam manajemen terapi penyakit
tatalaksana kasus penyakit sistem pernafasan (asma akut, asma
pernafasan pada pasien neonatus kronis, croup dan bronkiolitis)
dan anak
Memahami mekanisme Kerja
dana karakteristikobat pada
pengobatan sistem pernafasan
(asma akut, asma kronis, croup
dan bronkiolitis)
Mampu mendemontrasikan teknik
inhaler yang tepat pada semua
usia anak anak
Mampu menginterpretasikan hasil
analisa gas darah
Memahami patofiologi,
mekanisme kerja obat,
karakteristik dan faktor resiko
pada pengobatan TB, dan
MDRTb
Memahami patofisiologi, faktor
resiko, mekanisme, karekateristik
dan pengobatan alergi
32 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami gejala, patofisiologi,
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam manajemen terapi, mekanisme
tatalaksana kasus penyakit sistem obat, karakteristik obat pada
saraf pusat pada pasien neonatus epilepsi dan status epileptikus
dan anak
Memahami gejala, patofisiologi,
manajemen terapi, mekanisme
obat, karakteristik obat pada
ADHD, depresi
Mampu membuat rekomendasi
pengobatan pada gangguan sistem
saraf pusat
33 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami farmakologi dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam pilihan pengobatan untuk sedasi
tatalaksana anestesi pada pasien
neonatus dan anak
34 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami strategi
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam meminimalkan resiko keracunan
tatalaksana terkait toksikologi pada pada masa anak anak
pasien neonatus dan anak
35 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memiliki pemahaman tentang
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam prinsip perawatan dan terapi
tatalaksana perawatan paliatif dan paliatif pada anak
akhir kehidupan pada pasien
neonatus dan anak

33
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
Memberikan pelayanan home
care.
36 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami mekanisme kerja dan
Profesi efektifisitas farmakoterapi dalam faktor resiko imunosupresan
tatalaksana penyakit keganasan dan
imunosupresi pada pasien neonatus
dan anak
Mengetahui cara memantau anak
yang menggunakan
imunosupressan
Menunjukkan kemampuan untuk
mengoptimalkan terapi pada anak
anak setelah transplantasi organ
Memahami prinsip pengobatan
tumor pada anak
Memahami prinsip manajemen
terapi pada keganasan (ALL,
AML, retinoblastoma,
osteosarcoma, dll)
Mampu melakukan pemantauan
dan penyesuaian dosis kemoterapi
pada anak
Mampu melakukan Monitoring
ESO
Mampu melakukan telaah
regimen kemoterapi.
37 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami jadwal vaksin dasar
Profesi efektifisitas farmakoterapi produk (sesuai IDAI)
dan vaksin imunologi pada pasien
neonatus dan anak
Memahami peran imunoglobulin
pada manusia
38 Keterampilan Mampu mengoptimalkan Memahami pemahaman secara
Profesi efektifisitas farmakoterapi pada menyeluruh dan tatalaksana
pasien neonatus dan anak perizinan obat untuk anak anak
dan penggunaan obat off label /
tidak berizin, obat emergensi.
Memahami isu isu seputar
formulasi dan eksipien
extemporaneous (racikan)
Memiliki pemahaman tentang
komunikasi dengan anak dan
pengasuh. Mampu berkomunikasi
dengan semua usia anak anak dan
pengasuh

34
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

Area
No Kompetensi Inti Ketrampilan
Kompetensi
Memiliki pemahaman tentang
masalah pemberian obat kepada
anak
Memiliki pemahaman tentang
bagaimana komunikasi
mempengaruhi terkait kepatuhan
minum obat pada anak anak
Memahami perkembangan fisik
(tumbuh kembang), psikologis
dan sosial anak.
Mampu menggambarkan
perubahan farmakkokinetik dan
farmakodinamik pada anak anak
Memahami perkembangan
metabolism dan pengaruhnya
terhadap penggunaan obat pada
anak
Memahami faktor faktor yang
harus diperhitungkan saat
pemberian dosis pada anak anak
yang kelebihan berat badan

6.2 Struktur Kurikulum


No. Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS
Semester 1
1 Dasar Pada pasien neonatus dan anak 2
2 Jurnal reading 1
3 Asuhan kefarmasian pada penyakit Jantung, 2
4 Asuhan kefarmasian pada penyakit Hati dan Ginjal 2
5 Terapi Parenteral, Gizi dan Metabolik 2
6 Stase 3
Total 12
Semester 2
1 Asuhan kefarmasian pada penyakit Pencernaan 2
(Gastroinstestinal)
2 Asuhan kefarmasian pada penyakit Paru dan 2

35
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

No. Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS


endokrin
3 Asuhan kefarmasian pada penyakit Sistem Saraf 2
Pusat
4 Jurnal reading 1
5 Asuhan kefarmasian pada penyakit terapi Nutrisi dan 2
Darah, Kehamilan,
Stase 3
Total 12
Semester 3
1 Asuhan kefarmasian pada penyakit Infeksi, HIV, 2
Toksikologi, Perawatan Intensif
2 Jurnal reading 1
3 Asuhan kefarmasian pada penyakit Penyakit 2
Mukoloskleletal dan sendi
4 Asuhan kefarmasian keganasan, Imunosupresi, alergi 2
dan imunologi
5 Stase 3
6 Seminar Usul Penelitian 2
Total 12
Semester 4
1 Seminar Hasil Penelitian 2
2 Tesis 3
3 Karya Ilmiah (Jurnal, minimal jurnal Nasional 1
Terakreditasi)
Total 6
Total SKS 42

6.3 Metode Pembelajaran


Metode pembelajaran yang dilaksanakan pada prodi Apoteker Spesialis Neonatus dan
Anak meliputi kegiatan akademik maupun aktivitas professional diantaranya:
1. Pembacaan jurnal
2. Menghadiri perkuliahan pada program pascasarjana
3. Berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah
36
Sekretariat : Jl. Wijaya Kusuma No.17, Tomang, Jakarta 14440 Telp 021-56962581 Faks 021-5671800

4. Diskusi dan tutorial


5. Memberikan tutorial kepada mahasiswa program sarjana
6. Publikasi di jurnal bereputasi
7. Tugas dan praktik

6.4 Metode Evaluasi


Metode evaluasi pembelajaran pada program Apoteker Spesialis Neonatus dan Anak
dilaksanakan dengan metode evaluasi multi disiplin meliputi:
1. Pertanyaan pilihan ganda, essay tulis dan oral
2. Presentasi kasus
3. Review jurnal
4. Evaluasi logbook
5. OSCE
6. Ujian sidang
7. Thesis
8. Karya ilmiah

Penentuan kelulusan dilakukan secara nasional dengan Uji kompetensi Apoteker


Spesialis Neonatus dan Anak oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 18 Juni 2023

Ketua KIFI,

Prof. Dr. apt. Keri Lestari, [Link].


NA : 27041969032596

37

Anda mungkin juga menyukai