0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan25 halaman

Hukum Newton dan Percepatan Benda

Dokumen ini membahas tentang hukum Newton tentang gerak, termasuk definisi gaya dan jenis-jenisnya serta contoh soal penerapannya. Dokumen ini juga menjelaskan tiga hukum Newton beserta contoh penerapannya.

Diunggah oleh

dede
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan25 halaman

Hukum Newton dan Percepatan Benda

Dokumen ini membahas tentang hukum Newton tentang gerak, termasuk definisi gaya dan jenis-jenisnya serta contoh soal penerapannya. Dokumen ini juga menjelaskan tiga hukum Newton beserta contoh penerapannya.

Diunggah oleh

dede
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kurikulum 2013 Revisi

Kelas X
FISIKA
Hukum Newton
tentang Gerak

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.

1. Memahami Hukum I, II, dan III Newton.


2. Memahami definisi gaya dan jenis-jenisnya.
3. Dapat menyelesaikan masalah terkait Hukum Newton tentang gerak.
4. Dapat menerapkan Hukum Newton tentang gerak dalam kehidupan sehari-hari.

Gerak adalah perubahan kedudukan suatu benda terhadap titik acuan. Titik acuan
sendiri dapat berupa titik awal posisi benda, titik tempat pengamat, atau suatu posisi
lain yang dijadikan acuan. Oleh karena gerak bergantung terhadap titik acuan, maka
gerak bersifat relatif.

Secara sederhana, gerak dapat diartikan sebagai perubahan posisi. Ilmu fisika yang
mempelajari tentang gerak dengan memperhatikan aspek penyebabnya disebut
Dinamika. Pembahasan tentang dinamika akan berhubungan dengan gaya sebagai
penyebab gerak, serta konsep hukum Newton yang menyertainya.

A. Hukum I, II, dan III Newton


1. Hukum I Newton (Hukum Kelembaman)
“Setiap benda akan diam atau bergerak lurus beraturan jika resultan gaya yang
bekerja pada benda tersebut sama dengan nol”.

ΣF = 0
2. Hukum II Newton
“Besarnya percepatan yang dialami suatu benda berbanding lurus dengan gaya yang
bekerja terhadap benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massa bendanya”.

ΣF = ma dengan ΣF ≠ 0 dan a ≠ 0

Contoh Soal 1

Sebuah benda bermassa 20 kg berada di atas lantai datar yang licin. Apabila gaya
sebesar 50 N bekerja pada benda dengan arah mendatar, maka tentukan besarnya
percepatan dan kecepatan benda saat t = 4 sekon.

Pembahasan:
Diketahui:
m = 20 kg
F = 50 N
v0 = 0
t=4s
Ditanya: a dan v (t = 4 s) = ...?

Dijawab:
Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:

ΣF = ma

a=
∑F =
50
= 2,5 m/s2
m 20

Oleh karena a = 2,5 m/s², maka dengan menggunakan rumus kecepatan pada GLBB,
diperoleh:

v = v0 + at
= 0 + 2,5(4)
= 10 m/s

Jadi, percepatan dan kecepatan benda saat t = 4 s akibat pengaruh gaya berturut-
turut adalah 2,5 m/s² dan 10 m/s.

Hukum Newton tentang Gerak 2


Contoh Soal 2

Akibat pengaruh gaya F, sebuah benda yang massanya 5 kg bergerak dengan


percepatan 3 m/s². Berapakah besarnya gaya F yang bekerja pada benda tersebut?

Pembahasan:
Diketahui:
m = 5 kg
a = 3 m/s²

Ditanya: F =…?

Dijawab:
Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:

ΣF = ma

=5·3

= 15 N

Jadi, besarnya gaya F yang bekerja pada benda tersebut adalah 15 N.

3. Hukum III Newton


“Setiap ada gaya aksi yang bekerja pada suatu benda, maka akan timbul gaya reaksi
yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.”

Faksi = - Freaksi

Pada gambar di samping, beberapa


contoh pasangan gaya aksi-reaksi
adalah sebagai berikut.
• T1 dan T1'
• T2 dan T2'
• w dan w'

Gambar 1. Pasangan gaya aksi-reaksi

Sifat-sifat gaya aksi – reaksi antara lain: sama besar, terletak dalam satu garis kerja,
berlawanan arah, dan bekerja pada dua benda yang berlainan.

Hukum Newton tentang Gerak 3


B. Gaya dan Jenis-Jenisnya
Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang dapat mengubah kecepatan benda.
Gaya dapat menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi diam,
benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Selain mengubah kecepatan
benda, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya plastisin yang akan berubah
bentuk setelah ditekan. Gaya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

1. Gaya Berat
Gaya berat adalah gaya yang dimiliki suatu benda akibat pengaruh percepatan
gravitasi dengan arah selalu tegak lurus menuju pusat bumi.


Gambar 2. Gaya berat pada bidang datar dan miring

Keterangan:
w = gaya berat (N);
m = massa (kg); dan
g = percepatan gravitasi (m/s2).

Contoh Soal 3

Perhatikan gambar berikut!

Sebuah benda bermassa 2 kg berada pada bidang miring licin dengan sudut θ= 60° .
Tentukanlah berat benda terhadap sumbu X dan sumbu Y. (g = 10 m/s²)

Pembahasan:
Diketahui :
m = 2 kg

Hukum Newton tentang Gerak 4


θ = 60°
g = 10 m/s²
Ditanya: wx dan wy = ...?

Dijawab:
Berat benda terhadap sumbu X:
w x = w sinθ
= mg sinθ
= 2 ⋅ 10 ⋅ sin60°
1
= 20 ⋅ 3
2
= 10 3 N

Berat benda terhadap sumbu Y:

wy = w cos θ
= mg cos θ
= 2·10·cos 60°
1
= 2·10·
2
= 10 N

Jadi, berat benda terhadap sumbu X dan sumbu Y berturut-turut adalah 10 3 N dan
10 N.

2. Gaya Normal
Gaya normal adalah gaya penyeimbang yang bekerja pada dua permukaan benda
yang bersentuhan dan arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh.

(a) (b)

Gambar 3. Gaya normal pada bidang datar dan miring

Gaya normal pada bidang datar (gambar a) di atas adalah:

Hukum Newton tentang Gerak 5


ΣFy = 0
⇔N−w=0
⇔N=w

Gaya normal pada miring (gambar b) di atas adalah:

ΣFy = 0
⇔ N − w cos θ = 0
⇔ N = w cos θ

Gaya normal pada bidang datar di bawah adalah:

ΣFy = 0
⇔N–F–w=0
⇔N=w+F

Contoh Soal 4

Perhatikan gambar berikut!

Sebuah benda bermasa 5 kg mendapat gaya dorong sebesar 10 N. Tentukanlah besar


gaya normal benda tersebut!

Pembahasan:
Diketahui :
m = 5 kg
F = 10 N

Ditanya: N = …?

Dijawab:

Hukum Newton tentang Gerak 6


Mula-mula, tentukan berat benda tersebut.

w = m·g
= 5·10
= 50 N

Berdasarkan hukum I Newton, diperoleh:

ΣFy = 0
⇔N – w – F = 0
⇔N = w + F
⇔N = 50 + 10
⇔N = 60 N

Jadi, besarnya gaya normal benda tersebut adalah 60 N.

3. Gaya gesek
Gaya gesek adalah gaya yang timbul akibat kekasaran dua permukaan benda yang
saling bersentuhan. Komponen gaya gesek selalu sejajar dengan bidang sentuh dan
arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak. Oleh karena itu, gaya gesek bersifat
menghambat gerak benda. Gaya gesek dibedakan menjadi 2, yaitu gaya gesek statis
dan gaya gesek kinetis.

a. Gaya gesek statis


Gaya gesek statis merupakan gaya gesek yang bekerja pada sebuah benda diam
atau tidak bergerak. Selama gaya pendorong/ penarik benda kurang dari gaya
gesek statisnya, maka benda akan tetap diam atau tidak bergerak. Besarnya gaya
gesek statis dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
fs = μs· N fs = gaya gesek statis (N);
ms = koefisien gesekan statis (0 < ms < 1); dan
N = gaya normal (N).

b. Gaya gesek kinetis


Gaya gesek kinetis merupakan gaya gesek yang bekerja pada sebuah benda yang
sedang bergerak dengan percepatan (GLBB). Gerak benda ini terjadi karena gaya
pendorong/ penarik lebih dari gaya gesek statis maksimumnya. Besarnya gaya
gesek kinetis dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
fk = μk· N fk = gaya gesek kinetis (N);
μs > μs mk = koefisien gesekan kinetis (0 < mk < 1); dan
N = gaya normal (N).

Hukum Newton tentang Gerak 7


Contoh Soal 5

Sebuah benda bermassa 1,5 kg dikenai gaya seperti pada gambar berikut.

μk = 0,4 dan μs = 0,5

Jika g =10 m/s², maka tentukanlah percepatan benda! ( 3 = 1,7


1,7)

Pembahasan:
Diketahui:
m = 1,5 kg
g = 10 m/s²
μk = 0,4
μs = 0,5
F = 10 N

Ditanya = a ... ?

Dijawab:
Mula-mula, uraikan gaya-gaya yang bekerja pada benda.

Pada sumbu Y:

ΣFy = 0
⇔ N = w – F sin 60°
⇔ N = m·g – F sin 60°
⇔ N = 1,5 · 10 – 10(0,5 3 )
⇔ N = 15 – 8,5
⇔ N = 6,5 N

Pada sumbu X:

Hukum Newton tentang Gerak 8


fk = μk · N = 0,4 (6,5) = 2,6 N
fs = μs · N = 0,5 (6,5) = 3,25 N
 1
F cos60° = 10 ⋅   = 5 N
2

Ternyata gaya mendatar F cos 60º lebih besar dari pada gaya gesek statis (fs) sehinga
dapat diketahui bahwa benda dalam keadaan bergerak. Dengan demikian, gaya
gesek yang bekerja adalah gaya gesek kinetis.

Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:

ΣF = ma
⇔ F cos 60° – fk = m·a
⇔ 5 – 2,6 = 1,5a
⇔ 2,4 = 1,5a
2, 4
⇔a=
1,5
⇔ a = 1,6 m/s2

Jadi, percepatan benda adalah 1,6 m/s2.

Contoh Soal 6

Perhatikan gambar berikut.

Sebuah balok bermassa 2 kg berada pada bidang miring seperti gambar di atas.
Jika koefisien gesek statis dan kinetis antara balok dan bidang berturut-turut adalah
0,3 dan 0,1, maka tentukan apakah benda tersebut bergerak? Jika iya, berapakah
percepatan benda? (g = 10 m/s², 3 =1,7)
= 1,7

Pembahasan:
Diketahui:
m = 2 kg
g = 10 m/s²

Hukum Newton tentang Gerak 9


μS = 0,3
μk = 0,1

Ditanya: benda bergerak atau tidak?


jika bergerak, nilai a = …?

Dijawab:
Mula-mula, uraikan gaya-gaya yang bekerja pada benda.
Pada sumbu Y:

ΣFy = 0
N-
⇔ N −wwcos
cosqθ== 00
NN
⇔ =w= wcos
cos30 °
30°
⇔N= mg
= mgcos
cos3030°
°
= 2= .10
⇔N (0,5 3))
2·10(0,5
==
⇔N 1717NN

Pada sumbu X:

w sin 30° = mg sin 30°


1
= 2 ⋅ 10 ⋅
2
==10
10NN

fs = μs·N = 0,3(17) = 5,1 N


fk = μk·N = 0,1(17) = 1,7 N

Nampak bahwa w sin 30º > fₛ , artinya benda bergerak dan gaya gesek yang bekerja
pada benda adalah gaya gesek kinetis. Dengan demikian, percepatan benda tersebut
dapat ditentukan berdasarkan hukum II Newton berikut.

ΣF = m·a
⇔w sin 30° – fk = ma
⇔10 – 1,7 = 2·a
⇔ 8,3 = 2a

Hukum Newton tentang Gerak 10


8,3
⇔a=
2
⇔ a = 4,15 m/s2

Jadi, benda tersebut bergerak menuruni bidang miring dengan percepatan 4,15
m/s².

4. Gaya Tegang Tali


Gaya tegang tali adalah gaya yang bekerja pada tali sebagai gaya aksi-reaksi.
Perhatikan gambar berikut.

Gambar 4. Gaya tegang tali

T1 dan T2 dan merupakan pasangan gaya aksi reaksi.

Contoh Soal 7

Tiga buah benda dihubungkan dengan tali seperti gambar berikut.

Berdasarkan gambar tersebut, tentukan gaya tegang tali 1!

Pembahasan:
Diketahui:
m1 = 2 kg
m2 = 3 kg
m3 = 5 kg
F = 30 N

Ditanya: T1 =…?

Dijawab:
Mula-mula, tentukan percepatan yang bekerja pada benda. Berdasarkan hukum II
Newton, diperoleh:

Hukum Newton tentang Gerak 11


ΣF = m·a
⇔ 30 = (2 + 3 + 5)a
⇔ 10a = 30
⇔ a = 3 m/s²

Tinjau benda 1 (m = 2 kg)

ΣF = m1a
= 2(3)
=6N

Jadi, besarnya tegangan tali 6 N.


SUPER “Solusi Quipper”

m1
T1 = ×F
mtotal
2
= × 30
10
=6N

Latihan Soal

1. Jika koefisien gesek yang berlaku pada sistem berikut ini adalah 0,2, maka berapakah
gaya F yang diperlukan untuk menarik keluar balok B sehingga bergerak dengan
percepatan 2 m/s²?

Pembahasan:
Diketahui:
mA = 1 kg
mB = 4 kg
μ = 0,2
a = 2 m/s²

Ditanya: gaya minimum, F = …?

Hukum Newton tentang Gerak 12


Dijawab:
Mula-mula, uraikan gaya-gaya yang bekerja pada balok B.

fAB = μ·NA fBD = μ·NAB


= μ·mA·g = μ·(mA + mB)·g
= 0,2·1·10 = 0,2·5·10
= 2 N = 10 N

Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:

ΣF = mBa
⇔ F − fAB − fBD = mBa
⇔ F − 2 − 10 = 4·2
⇔ F − 12 = 8
⇔ F = 20 N

Jadi, besarnya gaya minimum untuk mengeluarkan balok B sehingga bergerak dengan
percepatan 2 m/s² adalah 20 N.

2. Perhatikan sistem gerak pada katrol berikut!

μ = 0,1

Jika m1 = 3 kg dan m2 = 1 kg maka tentukan gaya tegang talinya!

Pembahasan:
Diketahui:
m1 = 3 kg
m2 = 1 kg
μ = 0,1

Ditanya: T = ...?

Hukum Newton tentang Gerak 13


Dijawab:
Mula-mula, uraikan gaya-gaya yang bekerja pada benda.

f1 = μ·N
= 0,1·3·10
=3N

Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:


ΣFF==m·a
m.a
w2 −⇔f1 w m1f1+=m(m
= 2(− )a+ m2)a
2 1

1.10⇔ = (3−+31)=a (3 + 1)a


− 31·10
10⇔− 310= −4a
3 = 4a
7
⇔ a= = 1,75 m/s2
4

Tinjau benda 2 (m = 1 kg)

ΣF = m2·a
⇔ w2 – T = m2 . a
⇔ 1·10 – T = 1 (1,75)
⇔ T = 10 – 1,75
⇔ T = 8,25 N

Jadi, gaya tegang talinya adalah 8,25 N.

3. Seseorang bemassa 60 kg berada di dalam sebuah lift yang bergerak ke atas dengan
percepatan 1,5 m/s². Jika percepatan gravitasi 10 m/s², maka gaya desakan kaki orang
tersebut (N) pada lantai adalah ....

Pembahasan:
Diketahui:
m = 60 kg
a = 1,5 m/s²
g = 10 m/s²

Ditanya: N = ...?

Hukum Newton tentang Gerak 14


Dijawab:
Permasalahan pada soal dapat digambarkan sebagai berikut.

Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:

ΣF = m·a
⇔ N – w = m·a
⇔ N = w + m·a
⇔ N = m·g + m·a
⇔ N = m (g + a)
⇔ N = 60 (10 + 1,5)
⇔ N = 690 N

Jadi, gaya desakan kaki orang tersebut (N) pada lantai adalah 690 N.

Ketika lift bergerak ke atas, desakan kaki pada lantai menjadi lebih besar
sehingga gaya normal dapat dirumuskan sebagai berikut.

N = m (g + a)
= 60(10 + 1,5)
= 690 N

4. Dua benda dihubungkan dengan tali kemudian digantung pada katrol licin seperti
sistem berikut.

Jika sistem bergerak dengan percepatan 2 m/s² dan benda M sedang turun, maka

Hukum Newton tentang Gerak 15


massa benda M adalah ....
Pembahasan:
Diketahui:
m1 = 3 kg
m2 = M
a = 2 m/s²

Ditanya: M = ...?

Dijawab:
Mula-mula, uraikan gaya-gaya yang bekerja pada benda.

Berdasarkan hukum II Newton, diperoleh:

ΣF = m·a
⇔ w2 – w1 = (m1 + m2)a
⇔ (m2 – m1)g = (m1 + m2)a
⇔ (M – 3) 10 = (3 + M)2
⇔ 10M – 30 = 6 + 2M
⇔ 8M = 36
36
⇔=M = = = 4,5
M 4,5 kg
kg
8

Jadi, massa benda M adalah 4,5 kg.

Percepatan sistem dari dua benda yang dihubungkan dengan tali, kemudian
digantung pada katrol licin dirumuskan sebagai berikut.

(m2 − m1 )
a= g
(m1 + m2 )

Hukum Newton tentang Gerak 16


Jika a = 2 m/s2, m1 = 3 kg, dan g = 10 m/s2, maka nilai m2 (M) adalah

(m2 − m1 )
a= g
(m1 + m2 )
(M − 3)
⇔2= ⋅ 10
(3 + M )
⇔ 6 + 2M = 10M − 30
⇔ 36 = 8M
⇔ M = 4,5 kg

D. Penerapan Hukum Newton tentang Gerak dalam Kehidupan


Sehari-hari
Pada bagian sebelumnya, kamu telah mempelajari Hukum I, II, dan III Newton. Selain
itu, kamu juga telah mempelajari gaya berat, gaya normal, gaya gesek, dan gaya tegang
tali. Pada bagian ini, kamu akan mempelajari penerapan Hukum Newton tentang gerak
dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penerapan Hukum I Newton adalah saat kita
naik kendaraan. Ketika kendaraan direm mendadak, tubuh otomatis akan terdorong
ke depan. Untuk Hukum II Newton, contoh penerapannya adalah saat kita mendorong
barang. Ketika barang yang didorong ringan, tenaga yang dibutuhkan hanya sedikit.
Akan tetapi, ketika barang yang didorong berat, tenaga yang dibutuhkan jauh lebih
banyak. Sementara itu, penerapan Hukum III Newton adalah ketika seorang penyelam
melakukan penyelaman. Kaki dan tangan penyelam akan mendorong air ke belakang
(gaya aksi), sehingga badan penyelam terdorong ke depan (gaya reaksi). Selain contoh-
contoh tersebut, masih banyak contoh lainnya. Beberapa di antaranya adalah sebagai
berikut.
1. Lift
Perhatikan gambar berikut.

Gambar 5. Lift

Pernahkan kamu menaiki lift? Apa yang kamu rasakan saat lift bergerak naik
(dipercepat ke atas) atau turun (dipercepat ke bawah)? Saat lift bergerak naik, badan
kita akan terasa lebih berat. Namun sebaliknya, saat lift bergerak turun, badan kita

Hukum Newton tentang Gerak 17


akan terasa lebih ringan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Untuk menjelaskannya,
dapat digunakan konsep Hukum II Newton berikut.

ΣF = m·a

Mari kita tinjau tiga keadaan, yaitu saat lift diam, lift bergerak ke atas, dan lift bergerak
ke bawah.
a. Lift diam
Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6. Lift diam

Saat lift diam, tidak ada percepatan yang berpengaruh. Ini berarti, nilai a = 0. Hal ini
juga berlaku saat lift bergerak dengan kecepatan konstan. Persamaannya adalah
sebagai berikut.

ΣF = m·a
⇔ N − w = m·(0)
⇔N=w

Oleh karena N = w, maka ketika berada di lift yang diam atau bergerak dengan
kecepatan konstan, kita tidak akan merasakan perubahan berat.
b. Saat lift bergerak ke atas
Perhatikan gambar berikut!

Gambar 7. Lift bergerak ke atas

Saat lift bergerak ke atas, lift dapat dipercepat atau diperlambat. Jika dipercepat,

Hukum Newton tentang Gerak 18


nilai a positif (+) dan jika diperlambat, nilai a negatif (-). Persamaannya adalah
sebagai berikut.

Lift dipercepat ke atas:

ΣF = m·a
⇔ N − w = ma
⇔ N = w + ma
⇔ N = mg + ma
⇔ N = m(g + a)

Oleh karena N > w, maka ketika lift dipercepat ke atas, badan kita akan terasa lebih
berat.

Lift diperlambat ke atas:

ΣF = m(−a)
⇔ N − w = m(−a)
⇔ N = w + m(−a)
⇔ N = mg − ma
⇔ N = m(g − a)

Oleh karena N < w, maka ketika lift diperlambat ke atas, badan kita akan terasa
lebih ringan.

c. Saat lift bergerak ke bawah


Perhatikan gambar berikut.

Gambar 8. Lift bergerak ke bawah

Saat lift bergerak ke bawah, lift juga dapat dipercepat atau diperlambat. Jika
dipercepat, nilai a positif (+) dan jika diperlambat, nilai a negatif (-). Persamaannya
adalah sebagai berikut.

Hukum Newton tentang Gerak 19


Lift dipercepat ke bawah:

ΣF = m(−a)
⇔ w − N = ma
⇔ N = w − ma
⇔ N = mg − ma
⇔ N = m(g − a)

Oleh karena N < w, maka ketika lift dipercepat ke bawah, badan kita akan terasa
lebih ringan.

Lift diperlambat ke bawah:

ΣF = m(−a)
⇔ w − N = m(−a)
⇔ N = w − m(−a)
⇔ N = mg + ma
⇔ N = m(g + a)

Oleh karena N > w, maka ketika lift diperlambat ke bawah, badan kita akan terasa
lebih berat.

2. Katrol
Katrol adalah pesawat sederhana yang berbentuk roda dan bergerak berputar pada
porosnya. Katrol biasanya digunakan untuk membantu mengambil air di sumur,
menaikkan bendera, menarik peti kemas di pelabuhan, dan sebagainya.

Gambar 9. Seorang anak mengambil air di sumur

Sistem gerak benda pada katrol ternyata dapat ditinjau dengan menggunakan Hukum
II Newton. Dengan hukum tersebut, kita dapat mengetahui percepatan benda atau
tegangan tali yang digunakan.

3. Bidang Miring
Pernahkah kamu ikut orang tuamu memarkir kendaraanya saat di mal? Apakah
kamu merasa deg-degan ketika melewati turunan atau tanjakan menuju parkiran?

Hukum Newton tentang Gerak 20


Kamu tidak perlu khawatir, karena pembuatan turunan atau tanjakan tersebut sudah
diperhitungkan dengan sangat baik.

Gambar 10. Turunan atau tanjakan

Turunan atau tanjakan merupakan contoh bidang miring dalam kehidupan sehari-
hari. Sistem gerak benda pada turunan atau tanjakan ternyata juga dapat ditinjau
dengan menggunakan Hukum II Newton. Dengan hukum tersebut, kita dapat
mengetahui gaya gesek antara ban kendaraan dan permukaan bidang miring, sudut
kemiringan bidang miring, percepatan kendaraan, dan sebagainya.

Contoh Soal 12

Sebuah benda yang bermassa 8 kg diletakkan di atas bidang miring seperti pada
gambar. Jika benda tersebut tepat akan bergerak, koefisien gesek statis antara benda
dan bidang miring adalah …. (g = 10 m/s2)

A. 0,6
B. 0,65
C. 0,75
D. 0,8
E. 0,85

Hukum Newton tentang Gerak 21


Pembahasan
Diketahui:
m = 8 kg
� = 37ο
g = 10 m/s2

Ditanya: μs=…?

Pembahasan:
Diagram gaya dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.

Mula-mula, tentukan gaya normal benda.

Oleh karena benda tidak bergerak secara vertikal, maka:

ΣFy = 0
⇔ N − wy = 0
⇔ N − w cos θ = 0
⇔ N − mg cos 37° = 0
⇔ N − (8)(10)(0,8) = 0
⇔ N = 64 N

Kemudian, tentukan nilai koefisien gesek statisnya.

Oleh karena benda tepat akan bergerak, maka:

ΣFx = 0
⇔ wx − fs = 0
⇔ w sin θ − Nμs = 0
⇔ mg sin 37° − (64)μs = 0
⇔ (8)(10)(0,6) − 64μs = 0
⇔ 48 − 64μs = 0
⇔ 64μs = 48
48
⇔ μs =
64
⇔ μs = 0,75

Hukum Newton tentang Gerak 22


Selain dengan menggunakan cara tersebut, nilai koefisien gesek statisnya juga dapat
ditentukan dengan cara SUPER berikut.

µ s = tanθ
= tan 37°
= 0,75

Jadi, benda tersebut akan tepat bergerak jika nilai koefisien gesek statis antara benda
dan bidang miring adalah 0,75.

Jawaban: C

Contoh Soal 13

Seseorang menarik poros katrol dengan gaya sebesar 20 N seperti pada gambar.
Massa benda A dan B berturut-turut adalah 3 kg dan 5 kg. Jika katrol tidak mengalami
gesekan dan massa tali serta katrol diabaikan, gaya normal maksimum pada benda
B agar benda B tidak bergerak adalah …. (g = 10 m/s2)

A. 3 N
B. 5 N
C. 20 N
D. 30 N
E. 50 N

Hukum Newton tentang Gerak 23


Pembahasan
Diketahui:
F = 20 N
mA = 3 kg
mB = 5 kg
g = 10 m/s2

Ditanya: NB= ...?

Pembahasan:
Diagram gaya dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.

Tinjau benda B:

Hukum Newton tentang Gerak 24


Agar benda B tidak bergerak, maka:

ΣFy = 0
⇔ wB − NB − TB = 0

Gaya normal pada benda B akan maksimum jika TB= 0.

⇔ wB − NB − TB = 0
⇔ mBg − NB − 0 = 0
⇔ (5)(10) = NB
⇔ NB = 50 N

Jadi, gaya normal maksimum pada benda B agar benda B tidak bergerak adalah 50 N.

Jawaban: E

Hukum Newton tentang Gerak 25

Anda mungkin juga menyukai