SENSOR THERMAL
Temperatur adalah ukuran panas atau dingin suatu benda. Kulit
manusia mampu merasakan apakah suatu benda panas atau dingin,
namun rasa panas atau dingin tersebut relatif terhadap
temperature kulit itu sendiri (tidak dapat teramati secara
kuantitatif).
Temperatur merupakan besaran relative, tergantung pada acuan
yang digunakan. Berbagai besaran temperatur menggunakan suatu
acuan sebagai harga dasarnya. Beberapa sifat fisika benda yang
digunakan sebagai acuan pengukuran temperatur dicantumkan
pada tabel di bawah.
Acuan Temperatur (oC)
Titik didih Hidrogen (H) -252.78
Titik didih Nitrogen (N) -195.81
Titik beku Air raksa (Hg) -38.87
Titik beku Air (H2O) 0
Titik didih Air (H2O) 100
Titik didih Sulfur (S) 444.60
Titik cair Perak (Ag) 950.5
Titik cair Emas (Au) 1063.0
Macam Prinsip Alat Ukur Temperatur
Besaran temperatur tidak diukur secara langsung. Ukuran temperatur
selalu berdasarkan perubahan sifat fisik benda tertentu akibat pengaruh
perubahan temperatur. Berbagai perubah yang digunakan sebagai
prinsip dasar suatu termometer, antar lain :
1. Perubahan dimensi benda, misalnya: Termometer bimetal,
berdasarkan perbedaan koefisien ekspansi dua buah plat logam yang
direkatkan.
2. Perubahan tegangan listrik, berdasarkan perbedaan sifat termoelektrik
dua buah bahan, misalnya : thermocouple.
3. Perubahan tahanan listrik suatu benda, misalnya : RTD dan
Thermistor.
4. Perubahan tekanan cairan dalam bulb, misalnya pressure termometer.
1. Bimetal
Bimetal adalah sensor suhu yang terbuat dari dua buah lempengan
logam yang berbeda koefisien muainya (α) yang direkatkan menjadi
satu. Prinsip kerjanya: Bila suatu logam dipanaskan maka akan terjadi
pemuaian, besarnya pemuaian tergantung dari jenis logam dan
tingginya temperatur kerja logam tersebut. Bila dua lempeng logam
saling direkatkan dan dipanaskan, maka logam yang memiliki koefisien
muai lebih tinggi akan memuai (pertambahan dimensi) lebih panjang
sedangkan yang memiliki koefisien muai lebih rendah memuai lebih
pendek. Oleh karena perbedaan reaksi muai tersebut maka bimetal
akan melengkung (defleksi) kearah logam yang muainya lebih rendah.
Logam A
Logam B
Bimetal sebelum Bimetal sesudah
dipanaskan dipanaskan
Untuk mendapatkan sensitivitas yang lebih besar, maka dipilih bahan A
yang mempunyai koefisien ekspansi besar dan bahan B mempunyai
koefisien ekspansi kecil. Contoh : bahan bimetal terbuat dari paduan
bahan invar (campuran besi-nikel) yang mempunyai koefisien ekspansi
kecil dengan bahan kuningan yang mempunyai koefisien ekspansi besar.
Spesifikasi Umum
Bimetal thermometer digunakan secara luas di dalam industri proses
sebagai indicator lokal dari temperatur proses. Skala pengukuran
dapat dibuat dari (- 100 ~ 1000 ) ºF. Skala pengukurannya adalah linier
terhadap range dan range akurasinya sekitar ± ½ ~ ± 2 % atau lebih
tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan
· Biaya pengadaan awal : rendah
· Tidak mudah rusak.
· Mudah dipasang dan diperbaiki.
· Akurasi : cukup baik
· Range temperature : cukup lebar
Kelebihan
· Terbatas pada pemasangan local
· Hanya sebagai indicator.
Kalibrasi dapat berubah jika ditangani dengan
kasar
2. Termistor
Termistor atau tahanan thermal adalah transduser semikonduktor
yang berkelakuan sebagai tahanan dengan koefisien tahanan
temperatur yang tinggi. Apabila terjadi perubahan temepatur,
maka akan thermistor akan mengalami perubahan nilai resistansi
pada keluarannya.
Thermistor terbagi 2 yaitu: PTC (Positive Temperature
Coefficient). Sensor PTC apabila membaca suhu naik maka
resistansi akan bertambah, dan bila suhu turun maka tahanan
akan berkurang. NTC (Negative Temperature Coefficient), pada
sensor NTC apabila terjadi kenaikan suhu, maka resistansi akan
berkurang dan sebaliknya jika suhu turun maka resistansi akan
bertambah.
Dalam operasinya termistor memanfaatkan perubahan resistivitas
terhadap temperatur, dan umumnya nilai tahanannya turun terhadap
temperatur secara eksponensial untuk jenis NTC ( Negative Thermal
Coeffisien). Hubungan Resistance - Temperature pada Thermistor dapat
dilakukan pendekatan dalam bentuk persamaan :
Dimana :
T = temperature (in kelvin)
TRef = reference temperature, umumnya pada temperature kamar
(25 °C; 77 °F; 298.15 K)
R = Resistance dari thermistor (Ω)
RRef = Resistance pada TRef
β = Konstanta kalibrasi tergantung pada thermistor material,
umumnya (3,000 ~ 5,000) K
Karakteristik Termistor
Thermistor adalah resistance thermometer, dimana hubungan antara
Resistance dan Temperature adalah sangat nonlinear. Resistance
berubah secara negatif dan tajam dengan suatu perubahan positif
didalam temperature, seperti ditunjukkan pada grafik di bawah.
Thermistor dengan koefisien positif (PTC, tidak baku)
Rangkaian pengkondisi sinyal
Untuk pengontrolan temperatur maka perlu mengubah tahanan menjadi
tegangan, berikut rangkaian dasar untuk mengubah resistansi menjadi
tegangan.
Cara lain untuk mengubah resistansi menjadi tegangan adalah dengan
teknik linearisasi.
Pendekatan linier akan diperoleh hasil seperti berikut.
Untuk teknik kompensasi temperatur menggunakan rangkaian penguat
jembatan lebih baik digunakan untuk jenis sensor resistansi karena rangkaian
jembatan dapat diatur titik kesetimbangannya.
Nilai tegangan outputnya adalah:
Atau:
Spesifikasi Umum
Sensor thermistor dapat mengukur temperatur dari –40 ~ 150 ± 0.35 °C (-40 ~
302 ± 0.63 °F). Bentuk dari thermistor probe dapat berbentuk bead, washer, disk dan
road seperti diperlihatkan pada gambar 3.33. Resistance operasi dari thermistor adalah
dalam range k Ohm, walaupun aktual resistance terbentang dalam Mega Ohm dan
Ohm.
Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan
· Accuracy tinggi ; ~±0.02 °C (±0.36°F). Lebih baik dari pada RTD dan lebih baik lagi dari pada
thermocouples.
· Sensitivity tinggi ; ~10. Lebih baik dari pada RTD dan lebih baik lagi dari pada thermocouples. Sebagai
hasilnya, kesalahan akibat kabel yang panjang dan self-heating adalah tidak berarti.
· Response time lebih pendek dari RTD, hamper sama dengan thermocouple.
· Stabilitas dan repeatability cukup baik.
· Ukuran lebih kecil dibanding thermocouple
Kekurangan
· Range temperature terbatas -100 ~ 150 °C (-148 ~ 302 °F).
· Hubungan Resistance - Temperature ; nonlinear, tidak sama dengan RTD
dimana mempunyai suatu hubungan yang sangat linier