Rencana Keselamatan Konstruksi Surabaya
Rencana Keselamatan Konstruksi Surabaya
Pekerjaan
ttd ttd
ttd
3
KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM
KESELAMATAN KONSTRUKSI
A.1 Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Internal
1. Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal
Memuat daftar isu internal dan eksternal yang mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan konstruksi dan ditandatangani oleh ahli teknik terkait dan
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
4
Tabel A-1. Contoh Identifikasi dan Penetapan Isu Eksternal dan Internal
DAFTAR IDENTIFIKASI ISU EKSTERNAL DAN INTERNAL
PAKET PEKERJAAN: INSTALASI SPAM
……………………….. ………………………..
(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)
5
Unit Keselamatan Konstruksi/UKK (Organisasi Pengelola SMKK)
a. Memuat bagan struktur organisasi yang dapat menjelaskan hubungan
koordinasi antara Pelaksana Konstruksi, Kantor Pusat dan pengelola
SMKK.
Tingkat
Perusahaan Direktur Utama
Nama
Direktur HSE
Nama
Tingkat Proyek
Pimpinan Tertinggi
Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi Pimpinan UKK
Proyek
Nama
Nama Nama
Pimpinan UKK
Nama
Garis Koordinasi
Garis Komando
6
Direktur HSE
Pimpinan UKK
Petugas Petugas
Keselamatan Tanggap Petugas P3K
Konstruksi Darurat
7
A.3 Komitmen Keselamatan Konstruksi
1. Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
Memuat Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi yang
ditandatangani oleh pimpinan tertinggi badan usaha.
Direktur
[tanda tangan],
8
[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan KSO]
[Nama Pimpinan KSO Penyedia] [Nama Wakil KSO Penyedia] [Nama Wakil KSO
Penyedia]
9
2. Lembar Kebijakan Keselamatan Konstruksi
Disahkan,
Surabaya, ….. Maret 2024
10
3. Tinjauan Pelaksanaan Komitmen
Memuat jadwal kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi
(level dari direktur hingga ke tingkat 1 level di bawah direktur) ke proyek.
Kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi ke proyek
sekurang-kurangnya 3 bulan sekali selama waktu pelaksanaan proyek.
Kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi dilakukan untuk
melihat konsistensi penerapan kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan
secara berkesinambungan, dengan melakukan di antaranya:
a. Kegiatan berdiskusi dengan pekerja tentang masalah-masalah
Keselamatan Konstruksi di Lapangan;
b. Memberikan solusi pemecahan terhadap masalah-masalah Keselamatan
Konstruksi di Lapangan;
c. Menegakkan kedisiplinan dengan melihat atas pelanggaran-
pelanggaran yang terjadi;
11
5) menentukan hal-hal yang perlu dikomunikasikan dan
bagaimana bentuk komunikasi yang akan dilakukan:
6) menentukan langkah-langkah pengendalian dan
penerapannya secara berhasil guna efektif;
7) menyelidiki kejadian, ketidaksesuaian dan menentukan
tindakan perbaikan.
12
PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Minggu ke
No Uraian Pekerjaan Bobot
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
4 PEKERJAAN BETON 59,2% 6,6% 6,6% 6,6% 6,6% 6,6% 6,6% 6,6% 6,6% 6,6%
Kumulatif Bobot Rencana 3,2% 5,7% 8,2% 10,6% 13,1% 19,7% 26,3% 32,9% 39,5% 46,1% 52,6% 59,2% 65,8% 72,4% 77,0% 81,6% 86,1% 91,3% 92,4% 93,5% 94,6% 95,7% 96,7% 97,8% 98,9% 100,0%
Selisih
13
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Peluang (IBPRP)
Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan
Konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi. IBPRP memuat hal-hal terkait pelaksanaan pekerjaan
konstruksi yang dibuat oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan disetujui oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Tahapan
aktivitas dalam IBPRP sesuai dengan pekerjaan rutin (sesuai dengan Work Breakdown Structure) dan pekerjaan non-rutin (pekerjaan yang tidak
terdapat pada Work Breakdown Structure).
Format IBPRP sekurang-kurangnya memuat:
a. Deskripsi Risiko;
b. Persyaratan Pemenuhan Kebutuhan;
c. Pengendalian Awal;
d. Penilaian Risiko Keselamatan Konstruksi;
e. Pengenalian Lanjutan;
f. Penilaian Sisa Risiko;
g. Keterangan.
14
Tabel B-2 Contoh Format Tabel IBPRP*
1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Pekerjaan Terkena Benda Luka, Permennaker No Pemasangan Kecil Administr N/A N/A N/A N/A
Pembersi tajam cidera 8/MEN/2010/ Rambu Hand 2 2 4 atif
han tentang Gloves dan
Lahan Terkena Alat Luka, lingkungan APD Training Hand
Kerja Manual Cidera Safety PPE :
Pakai Sarung
Tangan
Pemasangan
Rambu Hand
Gloves dan
Training Hand 2
2 4
Safety PPE :
Pakai Sepatu
Boot
2 Pekerjaan Tanah Galian bore Terjepit, Permenaker Prosedur Administr N/A N/A N/A N/A
3 5 15 Besar
pile meninggal 01/1980 pengoperasian atif
sedalam 12 alat berat
m Pt T-39-2000-A : Pasang rambu
Tata cara penggalian peringatan
pada pekerjaan bahaya 3 5 15
tanah
3 Pekerjaan Beton Tertusuk Cedera, RSNI 1726-2019 Pasang life line Administr N/A N/A N/A N/A
3 5 15 Besar
material besi meninggal Tata Cara atif
beton, Perencanaan Work at Height
terpeleset Ketahanan Permit sesuai
saat Gempa untuk prosedur
pengecoran Struktur
Bangunan Pemasangan
Gedung dan Scaffolding
nongedung.
SNI 1974-2011 :
Cara uji kuat
tekan beton
15
dengan benda
uji silinder
4 Pekerjaan Tertimpa Cedera Pemasangan Sedang Administr N/A N/A N/A N/A
3 2 6
Pasangan material, Rambu Hand atif
Dinding terkena Gloves dan
adukan Training Hand
semen Safety PPE :
Pakai Sarung
Tangan
Training
Tukang pakai
sarung tangan
kulit
5 Pekerjaan Kusen Terjepit dan Cedera Pemasangan Administr N/A N/A N/A N/A
2 2 4 Kecil
tertimpa Rambu Hand atif
material Gloves dan
Training Hand
Safety PPE :
Pakai Sarung
Tangan
6 Pekerjaan Terjepit dan Cedera Pemasangan Administr N/A N/A N/A N/A
1 2 2 Kecil
Instalasi kamar tertimpa Rambu Hand atif
Mandi material Gloves dan
Training Hand
Safety PPE :
Pakai Sarung
Tangan
7 Pekerjaan Baja Terjatuh saat Cedera, SNI 7860-2020 : Pasang life line Administr N/A N/A N/A N/A
3 5 15 Besar
dan Atap bekerja, Meninggal Ketentuan atif
Terjebit Baja seismik untuk Work at Height
bangunan Permit sesuai
gedung baja prosedur
struktural
(ANSI/AISC 341- Pemasangan
16, IDT) Scaffolding
ttd
(Nama Lengkap)
16
Tabel B-3 Penjelasan Tabel Contoh Format IBPRP
Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan rutin dan non-
rutin
Identifikasi Bahaya / Tipe : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya / tindakan bahaya sesuai dengan
Kecelakaan peraturan terkait
Dampak Bahaya : Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan tindakan bahaya
Kekerapan : Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Keparahan : Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bahaya
Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Tingkat Risiko : Perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan
Skala Prioritas : Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat risiko
(besar, sedang, dan kecil)
Perundangan atau Persyaratan : Acuan dalam melakukan pengendalian risiko
Lain
Pengendalian Risiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik mengurangi maupun menghilangkan
dampak bahaya yang timbul
Peluang : Nilai positif yang dapat dikembangkan berdasarkan dampak bahaya yang timbul
Perbaikan
17
Tingkat
Deskripsi Definisi
Kekerapan
Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 3 tahun terakhir
Dapat terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa
Hampir tidak pernah
1 kondisi tertentu
terjadi
Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 3 tahun terakhir
18
Skala Konsekuensi
Keselamatan
Tingkat
Manusia Lingkungan
Keparahan
(Pekerja & Peralatan Material
Masyarakat)
dunia; atau yang rusak total mendatangkan namun tidak adanya
dan mengakibatkan material baru yang keluhan dari pihak
1 orang cacat tetap pekerjaan berhenti membutuhkan masyarakat;atau
selama 1 minggu waktu 1 minggu
dan Terjadi kerusakan
mengakibatkan lingkungan yang
pekerjaan berhenti berhubungan dengan flora
dan fauna;atau
19
Skala Konsekuensi
Keselamatan
Tingkat
Manusia Lingkungan
Keparahan
(Pekerja & Peralatan Material
Masyarakat)
pekerja dengan perbaikan dan material baru yang yang mempengaruhi
penanganan mengakibatkan membutuhkan sebagian lingkungan
perawatan medis pekerjaan berhenti waktu kurang dari kerja;atau
rawat inap, selama lebih dari 1 1 minggu, namun
kehilangan waktu hari tidak Terjadi kerusakan sebagian
kerja mengakibatkan akses jalan di lingkungan
pekerjaan berhenti kerja
1 Terdapat insiden Terdapat satu Tidak Tidak mengakibatkan
yang peralatan yang mengakibatkan gangguan lingkungan
penanganannya rusak, memerlukan kerusakan
hanya melalui P3K, perbaikan dan material
tidak kehilangan mengakibatkan
waktu kerja pekerjaan berhenti
selama kurang dari
1 hari
20
LINGKUNGAN
PEKERJA PERALATAN MATERIAL PUBLIK
HIDUP
Kekerapan
Kekerapan
Kekerapan
Kekerapan
Kekerapan
NO PEKERJAAN BERESIKO IDENTIFIKASI BAHAYA
Dampak
Dampak
Dampak
Dampak
Dampak
Tingkat
Tingkat
Tingkat
Tingkat
Tingkat
Risiko
Risiko
Risiko
Risiko
Risiko
TR TR TR TR
TR =
K A = K A = K A = K A = K A
KXA
KXA KXA KXA KXA
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Mobilisasi dan Demobilisasi alat berat Kecelakaan lalu lintas 2 5 10 2 5 10 2 5 10 2 5 10 2 1 2
Peralatan dan bahan tenggelam saat mobilisasi 2 5 10 2 5 10 2 5 10 2 5 10 2 3 6
Tertimpa/ terjepit saat bongkar muat 2 3 6 2 2 4 2 2 4 2 3 6 2 1 2
Terluka akibat terkena sisi tajam alat kerja 2 2 4 2 1 2 2 1 2 2 2 4 2 1 2
2 Pembersihan Lokasi Tergores saat pembersihan lahan 2 3 6 2 1 2 2 1 2 2 3 6 2 1 2
Terperosok 2 2 4 2 3 6 2 3 6 2 2 4 2 3 6
Terkena Paparan Panas matahari 5 3 15 5 1 5 5 1 5 5 3 15 5 1 5
3 Pek. Pemasangan Bowplank Gangguan kesehatan akibat kondisi secara umum 2 5 10 2 1 2 2 1 2 2 5 10 2 1 2
4 Pek. Pengukuran Gangguan kesehatan akibat kondisi secara umum 2 5 10 2 1 2 2 1 2 2 5 10 2 1 2
5 Direksi Keet dan Gudang Bahan Terjatuh dari ketinggian 2 4 8 2 5 10 2 5 10 2 4 8 2 3 6
Terkena Paparan Panas Matahari 5 3 15 5 1 5 5 1 5 5 3 15 5 1 5
Kejatuhan alat/ material 2 1 2 2 5 10 2 5 10 2 1 2 2 3 6
Tertusuk paku/ besi beton/ kawat bendrat 2 3 6 2 1 2 2 1 2 2 3 6 2 1 2
Terkena/ terpukul alat kerja 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4
Tergores/ terluka 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Iritasi Pernapasan akibat debu/ semen/ pasir/ tanah 2 5 10 2 1 2 2 1 2 2 5 10 2 1 2
Tersengat aliran listrik 3 5 15 3 2 6 3 2 6 3 5 15 3 1 3
6 Penyedia Air Kerja Cidera tersandung instalasi pipa 4 2 8 4 2 8 4 2 8 4 2 8 4 1 4
Terkena Paparan Panas Matahari 5 3 15 5 1 5 5 1 5 5 3 15 5 1 5
7 Pembuatan Papan Nama Proyek Terkena/ terpukul alat kerja 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 1 2
Tergores/ terluka 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Terperosok ke lubang galian 3 1 3 3 5 15 3 5 15 3 1 3 3 1 3
Kejatuhan alat/ material 2 1 2 2 4 8 2 4 8 2 1 2 2 3 6
Iritasi Pernapasan akibat debu/ semen/ pasir/ tanah 2 5 10 2 1 2 2 1 2 2 5 10 2 1 2
Tertusuk paku 2 3 6 2 1 2 2 1 2 2 3 6 2 1 2
Terkena Paparan Panas Matahari 5 3 15 5 1 5 5 1 5 5 3 15 5 1 5
8 Pembongkaran Bangunan Lama Cidera akibat kejatuhan runtuhan 2 2 4 2 4 8 2 4 8 2 2 4 2 1 2
Kejatuhan alat/ material 2 1 2 2 4 8 2 4 8 2 1 2 2 3 6
Terkena/ terpukul alat kerja 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4
Iritasi Pernapasan akibat debu/ semen/ pasir/ tanah 2 5 10 2 1 2 2 1 2 2 5 10 2 1 2
Terkena Paparan Panas Matahari 5 3 15 5 1 5 5 1 5 5 3 15 5 1 5
9 Stake Out dan Positioning Tertusuk material 2 3 6 2 1 2 2 1 2 2 3 6 2 1 2
Terperosok/ terpeleset 2 5 10 2 4 8 2 4 8 2 5 10 2 3 6
Terkena Paparan Panas Matahari 5 3 15 5 1 5 5 1 5 5 3 15 5 1 5
21
II. PEKERJAAN BANGUNAN UTAMA
1 Pekerjaan Galian Terluka akibat terkena alat berat 3 3 9 3 1 3 3 1 3 3 3 9 3 3 9
Terluka akibat terkena sisi tajam alat kerja 2 2 4 2 1 2 2 1 2 2 2 4 2 2 4
Tergores alat kerja 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4
Terkena runtuhan dinding galian 2 3 6 2 4 8 2 4 8 2 3 6 2 3 6
2 Pekerjaan Urugan Tanah Tertimpa material timbunan 3 3 9 3 4 12 3 4 12 3 3 9 3 3 9
Tergores alat kerja 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4
3 Pekerjaan Borepile Terjepit material 3 3 9 3 2 6 3 2 6 3 3 9 3 1 3
22
12 Pekerjaan pemasangan atap Terjatuh/ tergelincir saat bekerja 3 4 12 3 5 15 3 5 15 3 4 12 3 3 9
Kejatuhan/ tertimpa material 3 2 6 3 4 12 3 4 12 3 2 6 3 3 9
Cedera tertusuk/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ tergores/ terpukul alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Paparan sinar UV matahari 5 2 10 5 1 5 5 1 5 5 2 10 5 1 5
PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL
1 Pekerjaan pemasangan genset Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ terbentur/ tergores alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terdapat percikan api dan menimbulkan kebakaran 3 5 15 3 3 9 3 3 9 3 5 15 3 3 9
2 Pekerjaan pemasangan panel Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ terbentur/ tergores alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terkena sengatan listrik 3 5 15 3 3 9 3 3 9 3 5 15 3 3 9
3 Pekerjaan pengkabelan Cedera terjepit/ terbentur/ tergores/ terlilit material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ tergores/ terbentur alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terkena sengatan listrik 3 4 12 3 3 9 3 3 9 3 4 12 3 1 3
5 Pekerjaan kabel tray, kabel feeder Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ terbentur/ tergores alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terkena sengatan listrik 3 4 12 3 3 9 3 3 9 3 4 12 3 2 6
6 Pekerjaan penangkal petir Cedera terjepit/terbentur/tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/terbentur/tergores alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terdapat percikan api dan menimbulkan kebakaran 3 5 15 3 3 9 3 3 9 3 5 15 3 1 3
Terjatuh/tergelincir saat bekerja 3 4 12 3 1 3 3 1 3 3 4 12 3 3 9
8 Pekerjaan Fire Alarm Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 5 20
Cedera terjepit/terbentur/tergores alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terkena sengatan listrik 3 4 12 3 3 9 3 3 9 3 4 12 3 1 3
Terjatuh/tergelincir saat bekerja 3 4 12 3 1 3 3 1 3 3 4 12 3 5 15
PEKERJAAN PLUMBING
1 Pekerjaan Instalasi Air Bersih Pekerja terjatuh dari ketinggian 2 4 8 2 5 10 2 5 10 2 4 8 2 4 8
Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ tergores/ terbentur alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
2 Pekerjaan Instalasi Air Kotor Pekerja tertimpa peralatan dari ketinggian 2 4 8 2 4 8 2 4 8 2 4 8 2 1 2
Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ tergores/ terbentur alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
3 Pekerjaan Instalasi Air Hujan Pekerja tertimpa peralatan dari ketinggian 2 4 8 2 4 8 2 4 8 2 4 8 2 1 2
Cedera terjepit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 1 4
Cedera terjepit/ tergores/ terbentur alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
III. PEKERJAAN JALAN DAN AREA PARKIR
1 Pekerjaan Jalan Terlindas saat pemadatan 3 5 15 3 5 15 3 5 15 3 5 15 3 5 15
Terluka akibat terkena sisi tajam alat kerja 3 2 6 3 3 9 3 3 9 3 2 6 3 2 6
Terluka akibat terkena alat berat 3 3 9 3 4 12 3 4 12 3 3 9 3 2 6
Tersiram/ terpecik material 3 3 9 3 2 6 3 2 6 3 3 9 3 1 3
2 Pekerjaan pemasangan Tol Gate Cedera terjpit/ terbentur/ tergores material kerja 4 2 8 4 1 4 4 1 4 4 2 8 4 3 12
Cedera terjepit/ tergores/ terbentur alat kerja 3 2 6 3 1 3 3 1 3 3 2 6 3 1 3
Terkena sengatan listrik 3 4 12 3 3 9 3 3 9 3 4 12 3 1 3
Total Tingkat Risiko 5475
Level Risiko 6,71
23
Tabel B-6 Penetapan Tingkat Risiko
Keparahan
Kekerapan 1 2 3 4 5 Keterangan
1 1 2 3 4 5
1-4 : Tingkat risiko kecil
2 2 4 6 8 10
5-12 : Tingkat risiko sedang
3 3 6 9 12 15
15-25 : Tingkat risiko besar
4 4 8 12 16 20
24
Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan dengan
berdasarkan kriteria penentuan tingkat risiko keselamatan.
Keterangan :
Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk
menentukan kebutuhan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Konstruksi dan/ atau Petugas Keselamatan Konstruksi pada pekerjaan
konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar
Jasa Konstruksi.
25
B.2 Rencana Tindakan (Sasaran dan Program)
1. Sasaran Umum dan Program Umum
Memuat tabel Sasaran Umum dan Program Umum berdasarkan identifikasi
bahaya, penilaian risiko yang bersifat umum. Sasaran umum terdiri dari
Sasaran Kinerja Keselamatan Kerja, Sasaran Kinerja Kesehatan Kerja,
Sasaran Kinerja Keamanan Lingkungan Kerja dan Sasaran Kinerja
Pengelolaan Lingkungan Kerja. Program umum adalah program kerja yang
bersifat umum untuk mencapai sasaran umum. Sasaran Umum dan
Program Umum sekurang-kurangnya berisi sebagai berikut:
26
Tabel B-8 Contoh Format Sasaran Khusus dan Program Khusus*
Pengenda Sasaran Program
lian
Risiko
No. (Sesuai Jadwal
Tolok Uraian Sumber Bentuk Indikator Penanggu
Kolom Uraian Pelaksan
ukur Kegiatan Daya Monitoring Pencapaian ng Jawab
Tabel 7 aan
IBPRP)
1. Pemasan Mencag Tidak Menetapka SDM dan Komunika Terdapat pengawa
gan ah terjadi n standar Peralata (dd/mm/ si Verbal rambu s
Rambu Cidera cedera rambu, n y yyy) dan Ceklis hand
Hand pada pada melakukan gloves
Gloves tangan tangan training,
dan dan
Training menyediak
Hand an hand
Safety gloves
PPE :
Pakai
Sarung
Tangan
2. Pemasan Mencag Tidak Menetapka SDM dan (dd/mm/y Komunika Terdapat pengawa
gan ah terjadi n standar Peralatan yyy) si Verbal rambu s
Rambu Cidera cedera rambu, dan Ceklis hand
Hand pada pada melakukan gloves
Gloves kaki kaki training,
dan dan
Training menyediak
Hand an sepatu
Safety boot
PPE :
Pakai
Sepatu
Boot
3. Prosedur Menceg Alat Uji alat dan SDM dan (dd/mm/y Disesuaika Alat pengawa
pengoper ah berfung SIO Peralatan yyy) n dengan berfungsi s
asian kecelak si SOP normal
alat aan dengan dan
berat kerja baik operator
alat sesuai memiliki
berat prosedu SIO
r
4. Pasang Menceg Life line Memasang Prsedur (dd/mm/y Komunika Life line Enginee
life line ah terpasa life line pemasan yyy) si Verbal terpasang rin g
pekerja ng pada lokasi gandan dan Ceklis
spesifikas
cedera sesua proyek
i lifeline
akibat standar
terjatu
h
5. Pemasan Untuk Harus Menetapka Gambar (dd/mm/y Gambar Gambar Enginee
gan pijakan ada n standar detail yyy) disetujui disetujui rin g
Scaffoldi selama standar scaffolding scaffoldi oleh oleh
ng dan
ng pemasa scaffoldi yang Engineer Engineer
spesifika
ngan ng sesuai si
atap
dan
pengec
oran
lantai 2
27
*Format tabel dapat mengikuti contoh.
28
DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Material
a. Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB)
Memuat Informasi terkait dengan pengendalian Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) berupa Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) dari
pemasok.
C.2 Kompetensi
a. Daftar Personil
Memuat daftar personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi. Kebutuhan personil disesuaikan dengan ketentuan yang
sebagai berikut:
1. Ahli K3 Konstruksi/Petugas Keselamatan Konstruksi:
a. Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi memiliki sertifikat:
29
- Ahli Utama K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan
sesuai dengan ketentuan batang tubuh;
- Ahli Madya K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan
sesuai dengan ketentuan batang tubuh;
- Ahli Muda K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai
dengan ketentuan batang tubuh;
- Petugas Keselamatan Konstruksi untuk Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi risiko kecil.
b. Jumlah Anggota Unit Keselamatan Konstruksi berdasarkan
tingkat risiko Keselamatan Konstruksi sesuai dengan Tabel 14.
2. Petugas Medis
Dibutuhkan petugas medis untuk pekerjaan konstruksi yang memiliki
risiko besar dan akses terbatas menuju fasilitas kesehatan.
3. Petugas P3K bersertifikat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Petugas peran kebakaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5. Pemberi aba-aba (flagman)
Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan atau pekerjaan yang
berhubungan dengan lalu lintas dibutuhkan 1 orang personil pemberi
aba-aba (flagman)
6. Petugas Keamanan (security) sesuai dengan kebutuhan
pengendalian risiko keamanan.
7. Supervisor perancah/ Teknisi perancah (scafolder)
8. Tukang las (welder)
Memiliki sertifikat tukang las (welder) berdasarkan jenis pekerjaan.
9. Juru Ikat (Rigger)
Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan dibutuhkan 1 orang
personil Juru Ikat (rigger) bersertifikat.
10. Operator
Terdapat bukti Surat Izin Operator (SIO) berdasarkan peralatan yang
dioperasikan.
11. Kepala tukang (mandor)
Terdapat bukti sertifikat kepala tukang (mandor) sesuai jenis
pekerjaan dan kebutuhan.
30
b. Sertifikat Personil
Memuat sertifikat personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi pada Tabel 12 Contoh Daftar Personil Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi.
C.3 Kepedulian
a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian
Keselamatan Konstruksi
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian
Keselamatan Konstruksi berdasarkan tingkat risiko yang
ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Ahli
Teknik Terkait. Prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan
kepedulian Keselamatan Konstruksi sekurang-kurangnya berisi:
a. Terdapat jadwal pelatihan dan sosialisasi SMKK kepada para
pekerja yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
b. Terdapat komitmen untuk mencegah perilaku tidak selamat dalam
rangka pencegahan kecelakaan.
c. Terdapat program pembinaan budaya Keselamatan Konstruksi
yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi untuk seluruh
tingkatan termasuk pekerja.
c. Pelatihan
Memuat jenis pelatihan yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan
pekerjaan konstruksi.
31
Berat
12 K3 Rigger Rigger
K3 Pekerjaan
13 Pekerja pengecoran
Pengecoran
14 Dst
*) Pelatihan disesuaikan dengan tuntutan program kerja pada table
sasaran dan program
C.4 Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya
melalui safety talk yang terdiri dari safety morning, toolbox
meeting/safety briefing, HSE meeting, safety induction dan secara tertulis
melalui sarana seperti spanduk, rambu, banner, billboard, sticker,
pamflet, majalah dinding, papan pengumuman, dll.
a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi
(safety induction)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan
Konstruksi (safety induction) yang ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi. Induksi Keselamatan Konstruksi (construction safety
induction) dilakukan untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah
tugaskan, tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait pada pelaksanaan
pekerjaan yang akan masuk ke dalam area Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi.
Untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan
mengenai komitmen dan kebijakan keselamatan konstruksi, risiko
dan bahaya yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan,
pengendalian risiko yang dapat dilakukan serta program penerapan
SMKK pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai
peraturan Keselamatan Konstruksi yang berlaku di loaksi
pekerjaan, prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, dan
menjelaskan area-area yang berbahaya.
32
Konstruksi dan/atau Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan
diikuti oleh seluruh Kepala Unit Kerja.
e. Prosedur dan/atau petunjuk kerja penerapan informasi bahaya-
bahaya
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja penerapan informasi
bahaya-bahaya sesuai tingkat risiko atas pekerjaan yang
dilaksanakan yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
33
f. Jadwal Program Komunikasi
Memuat jadwal program komunikasi sekurang-kurangnya sesuai
dengan ketentuan pada poin a – poin e.
34
OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
Nama
Nama
Nama
35
Tabel D-1 Contoh Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Keselamatan Konstruksi*
36
b. Struktur Organisasi Unit Keselamatan Konstruksi
Memuat bagan struktur organisasi Unit Keselamatan Konstruksi
beserta tugas dan tanggung jawabnya. Unit Keselamatan Konstruksi
yang sekurang-kurangnya terdiri dari unit kesiagaan tanggap darurat,
Pengawas Pekerjaan terkait alat berat, tim keamanan, serta hubungan
masyarakat terkait dampak sosial dan lingkungan
Nama
Security (masuk
Koordinator Tanggap Darurat harian) Koordinator Keselamatan Konstruksi
37
Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
Keterangan : Uraian langkah kerja tidak lebih dari 10 item
Dalam hal peninjauan kondisi dan tindakan harus melihat, mempertimbangkan unsur-unsur yang terkait bahan/material, orang, cara/metode/prosedur, alat, lingkungan.
2. Pengukuran dan pemasangan patok - Cidera ringan - Letak penetapan patok Pengawas pekerja
- Cara melakukan pemasangan patok yang benar
3. Pengecekan gambar kerja terhadap utilitas - Terdapat perbedaan gambar kerja - Pengecekan dengan alat pendeteksi bawah tanah/ GPR Pengawas pekerja
sesuai gambar (kondisi area/eksisting) dan eksisting; (ground penetrating radar)
- Utilitas bawah tanah;
- Tertabrak kendaraan; - Menggunakan Petugas Pengatur lalulintas, Rambu-rambu
- Pekerja berjalan di area aman
4. Penggalian - Tersetrum listrik - Memastikan pekerjaan galian sesuai gambar dan kondisi Pengawas pekerja, pemberi
- Pipa Gas Meledak eksisting kerja, HSE
- Tertimbun - Pemasangan turap
38
Dst.. Dst.. Dst.. Dst..
[TTD]
Anggota Tim: (…………………………..) (…………………………..) (…………………………..) (…………………………..)
Pengawas
KEHADIRAN KETERANGAN
NO NAMA DISKUSI (Menyetujui/Tidak
*Ceklis Menyetujui)
1 Pekerja 1
2 Pekerja 2
3 Pelaksana
4 Ahli K3 Konstruksi
5 Pengawas/Pengguna Jasa
Keterangan:
*Untuk pekerjan yang memerlukan perpanjangan waktu dengan kasus yang sama dengan hasil identifikasi dan pengendalian yang sama, maka dapat
diperpanjang satu kali perpanjangan.
- Ahli Teknik terkait merupakan Ahli Teknik sesuai bidangnya/ Penanggungjawab Proses.
- Pengendalian bersifat teknis, perlengkapan APK, APD, harus berdasarkan standar dan/atau Peraturan perundangan sesuai dengan tingkat risiko
hasil identifikasi bahaya.
39
Pengelolaan Keamanan Lingkungan Kerja
Melakukan kegiatan mendukung keandalan bangunan serta mendukung
terciptanya tempat, suasana, kegiatan, dan aset kerja yang aman dari
gangguan huru-hara dan anarkisme, tindak kriminal, termasuk tindak
terorisme di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi melalui cara:
a. Pengelolaan Pendukung Keandalan Bangunan
Mutu bahan
Material/bahan yang akan digunakan pada Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi harus melalui tahapan inspeksi yang dilakukan oleh
Petugas yang berwenang dan mendapat persetujuan oleh
Pengawas Pekerjaan.
Metode pekerjaan konstruksi
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sesuai dengan
tahapan pekerjaan konstruksi yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Teknik.
- Memuat Analisis Keselamatan Pekerjaan (AKP/JSA) yang
ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
Izin kerja (Permit to Work/PTW)
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan
izin kerja/PTW berdasarkan persyaratan Keselamatan
Konstruksi sesuai dengan tahapan Pekerjaan Konstruksi yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Izin
kerja harus dilengkapi dengan dokumen sebagai berikut:
Analisis keselamatan pekerjaan (AKP)/Job Safety Analysis
(JSA) yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja
berdasarkan persyaratan Keselamatan Konstruksi sesuai
lingkup pekerjaan dalam tahapan pekerjaan yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Teknik.
Lembar periksa yang telah ditandatangani oleh petugas yang
berwenang sesuai hasil inspeksi yang telah dilakukan.
- Memuat formulir izin kerja yang sekurang-kurangnya terdiri dari
3 lembar rangkap untuk didokumentasikan oleh masing-masing
unit terkait. Lembar asli (pertama) disimpan sebagai bagian dari
informasi terdokumentasi oleh Pengguna Jasa, lembar kedua
disimpan oleh Penyedia Jasa, lembar ketiga disimpan oleh
Pengawas Pekerjaan. Formulir izin kerja dibagi sesuai dengan
lingkup pekerjaan dalam tahapan Pekerjaan Konstruksi yang
ditandatangani oleh Unit Keselamatan Konstruksi diantaranya
adalah sebagai berikut:
pekerjaan panas (hot work) yaitu seluruh pekerjaan yang
berpotensi menghasilkan sumber api;
pekerjaan galian (excavation) yaitu untuk pekerjaan galian
yang akan dilakukan;
pekerjaan pengangkatan (lifting) yaitu untuk pekerjaan yang
menggunakan alat angkat;
pekerjaan di ruang terbatas (confined space) yaitu untuk
pekerjaan di dalam ruangan yang mungkin ventilasinya
secara alami kurang, mengandung gas mudah terbakar
dan/atau mengandung gas beracun;
40
pekerjaan menyelam (diving) yaitu untuk pekerjaan di bawah
permukaan air;
pekerjaan dingin (cold work) yaitu seluruh pekerjaan lain
yang tidak tercakup pada pekerjaan di atas;
pekerjaan di malam hari (working at night) yaitu jika terdapat
pekerjaan yang dilakukan melebihi jam kerja normal;
pekerjaan di ketinggian;
pekerjaan menggunakan perancah;
pekerjaan dengan menggunakan radiography (x-ray);
pekerjaan bertegangan listrik (electrical work); dan/atau
pekerjaan penggalian atau kedalaman (excavation work).
41
Memuat prosedur/petunjuk kerja penggunaan pesawat angkat &
angkut (alat berat) dan peralatan konstruksi lainnya yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Peralatan dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Seluruh alat berat dan perkakas
yang akan digunakan di area Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
harus lolos tahapan inspeksi yang dilakukan oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan memiliki sticker “Laik Operasi”.
42
[Contoh Prosedur/Instruksi Kerja]
Revisi Ke 00
Nomor Kode WBS dan Nama
Tanggal
Dokumen Pekerjaan
Revisi
Logo Perusahaan Tanggal
Tanggal, bulan, tahun Halaman 1 Dari …
Berlaku
INSTRUKSI KERJA PENGGALIAN
PENGGALIAN
Lampiran :
43
[Contoh Izin Kerja]
IJIN
Izin KERJA
Kerja
PEKERJAAN PENGGALIAN > 2M
Permintaan ijin kerja (diisi oleh pelaksana terkait pada lokasi kerjanya)
Diminta oleh : Nama Subkon : Jumlah personil:
Nama pesonil :
1. 5. 9.
2. 6. 10 .
3. 7. 11 .
4. 8. 12 .
Jenis pekerjaan : Pekerjaan diijinkan dimulai pada :
Lokasi pekerjaan : Tanggal : s/d
Peralatan yang digunakan : Mulai pukul :
Selesai pukul :
Catatan lain :
1 Apakah rencana kerja sudah didiskusikan ? 9 Apakah barikade/tanda peringatan sdh dipasang?
2 Apakah pekerja sdh dijelaskan bahaya yang 10 apakah perlu lampu penerangan?
ada? 11 Apakah ruang galian ckp utk ruang grk pekerja?
3 Apakah pekerja sdh pengalaman? 12 Apakah tangga, tali dan pengamanan lainnya sdh
4 Apakah peralatan yang digunakan sudah layak? tersedia?
5 Apakah jenis tanah sdh diketahui? 13 Apakah sdh ditunjuk petugas untuk mengawasi?
6 Apakah muka air tanah diketahui?Apakah ada 16 Apakah lokasi ada di area lalu lintas umum?
rembesan dalam galian? 17 Apakah jarak buang cukup aman ?
7 Apakah sdh dilakukan penyeledikan tanah?
8 Apakah ada jalur instalasi (listrik, gas, air)
dalam galian?Apakah sdh diamankan?
APD yang wajib dipakai :
Pengesahan
Pengesahan dan
dan penerimaan izinkerja
penerimaan ijin kerja
Pelaksana Ahli K3 Konstruksi
Petugas K3 Subkontraktor / Mandor
Nama : Nama : Nama :
44
c. Pengendalian Subkontraktor dan Pemasok
Memuat uraian pengendalian subpenyedia jasa dan pemasok dalam
mendukung pelaksanaan kontrak sesuai dengan kontrak yang telah
disetujui dan menjelaskan hubungan koordinasi antara subpenyedia
jasa/pemasok dengan penyedia jasa dalam rangka pengelolaan
keselamatan kerja. Penyedia Jasa harus memastikan bahwa di dalam
kontrak antara Penyedia Jasa dan Subkontraktor serta Pemasok telah
menganggarkan Biaya Penerapan SMKK.
Pengendalian pemasok
45
Pengelolaan Kesehatan Kerja
Melakukan kegiatan untuk untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi-
tingginya bagi tenaga kerja konstruksi dan masyarakat di sekitar lokasi
penyelenggaraan jasa konstruksi dengan melakukan pencegahan
gangguan kesehatan dan penyakit akibat melalui cara:
a. Pemeriksaan Kesehatan
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan
kerja mencakup: pemeriksaan kesehatan berkala, pemeriksaan
kesehatan khusus, pencegahan penyakit menular dan penyakit
akibat kerja yang ditandatangani oleh Ahli terkait dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Prosedur
dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan kerja sekurang-
kurangnya mencakup:
- Pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pekerja dilakukan sebelum
atau beberapa saat setelah memasuki masa kerja pertama kali
dan secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
- Terdapat klinik yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana
kesehatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi yang
memiliki risiko besar dan akses terbatas menuju fasilitas
kesehatan.
- Data yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan harus dicatat
dan disimpan untuk referensi.
- Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
Terdapat peralatan P3K dengan jumlah 1 kotak P3K untuk
setiap 25 pekerja dan ditempatkan di area yang mudah
dilihat dan dijangkau.
Isi kotak P3K sekurang-kurangnya sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
Isi kotak P3K harus diperiksa secara teratur dan harus dijaga
supaya tetap berisi (tidak boleh kosong).
- Pemberantasan penyakit menular dan berbahaya
Dilakukan identifikasi bahaya kesehatan dengan melakukan
tindakan pencegahan di antaranya:
Demam berdarah dengan melakukan kegiatan Fogging yang
berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.
HIV/AIDS dengan melakukan tindakan pencegahan melalui
sosialisasi sesuai peraturan yang ada.
Penyakit epidemik lainnya.
- Peningkatan kesegaran jasmani untuk menjamin kebugaran
pekerja.
- Perlindungan sosial tenaga kerja
Seluruh pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan;
46
Contoh
Nilai Peraturan
Jenis Periode
No Ambang perundang-
Pengukuran Pengukuran
Batas (NAB) undangan
1 Debu
2 Kebisingan
3 Getaran
4 Pencahayaan
5 Udara
6 Air
Gas
7
Berbahaya
Uji Emisi
8
Kendaraan
47
Tabel 16 Contoh Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja
Nomor Daftar Dokumen
No Disahkan oleh
Dokumen (Prosedur, Instruksi Kerja)
Mekanisme Organisasi
Prosedur dan/atau instruksi Direktur Utama
kerja yang menggambarkan Penyedia Jasa
hubungan kerja antara
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
dengan Kantor Pusat Penyedia
Jasa
Sumber Daya
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
penggunaan pesawat angkat & Peralatan dan Kepala
angkut (alat berat) dan Pelaksana Pekerjaan
peralatan konstruksi lainnya Konstruksi
Kepedulian
Prosedur dan/atau petunjuk Kepala Pelaksana
kerja peningkatan kepedulian Pekerjaan Konstruksi
Keselamatan Konstruksi dan Ahli Teknik terkait
berdasarkan tingkat risiko
Komunikasi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja induksi Keselamatan Keselamatan
Konstruksi (safety induction) Konstruksi dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja pertemuan pagi hari Keselamatan
(safety morning) Konstruksi dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja pertemuan kelompok kerja Keselamatan
(toolbox meeting) Konstruksi dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja Rapat Keselamatan Keselamatan
Konstruksi (construction safety Konstruksi dan Kepala
meeting) Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja penerapan informasi Keselamatan
bahaya-bahaya Konstruksi dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Informasi Terdokumentasi
Prosedur pengendalian dokumen Kepala Pelaksana
atas semua dokumen yang Pekerjaan Konstruksi
dimiliki
Pengelolaan Keselamatan Kerja
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja pelaksanaan pekerjaan Teknik
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja sistem keamanan bekerja Keselamatan
Konstruksi
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab
kerja sistem izin kerja Keselamatan
Konstruksi
Pengelolaan Kesehatan Kerja
Prosedur dan/atau petunjuk Ahli terkait dan Kepala
kerja pengelolaan kesehatan Pelaksana Pekerjaan
48
Nomor Daftar Dokumen
No Disahkan oleh
Dokumen (Prosedur, Instruksi Kerja)
49
Kesiap-siagaan dan Tanggap Terhadap Kondisi Darurat
a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja tanggap darurat
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja tanggap darurat sesuai
dengan sifat dan klasifikasi Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi yang
dikerjakan yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
50
EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Lembar Periksa
Memuat format lembar periksa lingkup pekerjaan, pesawat angkat
& angkut (alat berat), perkakas, bahan/material, lingkungan,
kesehatan, keamanan, dan lain-lain. Lembar periksa
ditandatangani pada satu periode waktu tertentu (harian,
mingguan, bulanan). Inspeksi terdiri dari berbagai macam bentuk
lembar periksa sekurang-kurangnya mencakup:
- Lingkup pekerjaan ditandatangani oleh ahli teknik terkait,
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Pesawat angkat & angkut (alat berat) ditandatangani oleh ahli
teknik terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Perkakas ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Bahan/material ditandatangani oleh ahli teknik terkait,
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan disetujui oleh
Pengawas Pekerjaan.
- Lingkungan (housekeeping, pencemaran, hygine) ditandatangani
oleh ahli terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Kesehatan ditandatangani oleh ahli terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
- Keamanan/security ditandatangani oleh ahli terkait,
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
c. Audit
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja audit internal yang
ditandatangani oleh ahli terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Wakil Manajemen. Audit internal dilakukan dan
51
ditetapkan secara berkala oleh Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
dengan melibatkan auditor independen. Audit internal dilakukan
sekurang-kurangnya 1 kali dalam 1 Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi dan/atau untuk pekerjaan konstruksi tahun jamak
mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.
ttd
(Nama Lengkap)
52
[Contoh Matriks Pemantauan, Pengukuran, Analisis dan Evaluasi Kinerja]
Aktivitas/
Parameter Peraturan Penanggung Prosedur/Instruksi
No. Kondisi Lokasi Frekuensi
Pantau/Ukur Terkait Jawab Kerja
Peralatan
1. Upaya Kualitas udara PP RI Area 1 tahun sekali Petugas [Isi nama dan
pemantauan ambien SO2, No.41/1999 proyek selama tahap Keselamatan nomor dokumen
lingkungan NO2, CO, HC, dan konstruksi Konstruksi prosedur/IK]
TSP lapangan
dst.
2. dst.
53
E.2 Tinjauan Manajemen
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja terkait pelaksanaan tinjauan
manajemen yang ditandatangani oleh ahli teknik terkait atau Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil Manajemen. Prosedur dan/atau
petunjuk kerja terkait pelaksanaan tinjauan manajemen memuat program
yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi.
Tinjauan manajemen dilakukan sekurang-kurangnya berdasarkan hasil
audit atau kecelakaan kerja pada pekerjaan konstruksi yang
menyebabkan fatality.
Elemen XX
TINJAUAN MANAJEMEN
[Isi Logo
Nomor
Perusahaan]
Revisi ke
Tanggal Berlaku
Hari/tanggal :
Waktu :
Tempat :
Peserta :
54
E.3 Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi
Memuat format tindakan perbaikan untuk pelaksanaan pekerjaan
konstruksi pada kontrak tahun jamak. Penyedia Jasa memastikan
program peningkatan kinerja keselamatan konstruksi berdasarkan
hasil Tinjauan Manajemen ditindaklanjuti pada pekerjaan konstruksi
yang akan datang.
Keterangan:
1. Pemeriksa (auditor) memberikan penilaian terhadap 4
(empat) uraian pada tabel di atas.
55