Efektivitas Metode Langsung Bahasa Arab
Efektivitas Metode Langsung Bahasa Arab
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh
lebih dari dua ratus juta umat manusia (Ghazzani, 1992). Bahasa Arab digunakan secara
resmi oleh kurang lebih 20 negara. Bahasa arab juga merupakan bahasa kitab suci dan
tuntunan agam islam sedunia. Maka dari itu, tentu saja bahasa Arab merupakan bahasa
yang paling besar signifikasinya bagi ratusan jutaan muslim sedunia, baik yang
Bahasa adalah sebagai alat komunikasi dan penghubung dalam pergaulan manusia
sehari-hari, baik antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat dan
individu dengan Tuhan.2 Peranan bahasa Arab bagi umat Islam khususnya sangat
penting, karena bahasa merupakan kunci pembuka bagi pemahaman dan studi islami dari
sumber-sumber aslinya (Al Qur’an dan Hadits), maka tidak salah jika dikatakan bahwa
sebagai tujuan yaitu untuk menghasilkan ahli bahasa Arab dan sastra Arab serta pengajar
dianggap oleh sebagian peserta didik sebagai bahasa yang sulit, bahkan memandangnya
1
Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pembelajarannya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), hlm. 1
2
Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi Pembelajaran Agama dan Bahasa Arab, (Jakarta: Raja
Grafindo Persada, 1997), hlm. 187
3
Umar Asasuddin Sokah DID TEFL, Problematika Pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris: Suatu
TinjauanTeoritis, (Yogyakarta: CV. Cahaya, 1982), hlm. 136
4
A. Akrom Malibary, Pembelajaran Bahasa Arab di Madrsah Aliyah, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1978),
hlm. 2
menjadi momok. Hal ini merupakan tantangan yang harus segera dicari solusinya. Disini
B. Rumusan Masalah
Zainuddin?
3. Apa saja faktor penghambat yang dihadapi guru dan peserta didik dalam pembelajaran
bahasa Arab yang menggunakan metode langsung tersebut dan apa solusinya?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui efektivitas mengajar guru dan efektivitas belajar murid dalam
2. Untuk mengetahui faktor penghambat yang dialami oleh guru dan peserta didik dalam
D. Manfaat Penelitian
Islam.
E. Tinjauan Pustaka
metodologi pembelajaran bahasa asing, karena masalah ini bila diteliti tidak akan ada
apa yang pernah ditulis oleh DR. Mulyanto Sumardi dengan judul ” Pembelajaran
Bahasa Asing: Sebuah Tinjauan dari Segi Metodologi”, di dalamnya membahas berbagai
macam metode pembelajaran bahasa asing dan sedikit sejarah tentang metode
pembelajaran. Prof. Dr. Azhar Arsyad dengan bukunya “Bahasa Arab dan Metode
kedudukan bahasa Arab dan berbagai macam metode alternatif dalam pembelajaran
bahasa Arab. Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab yang ditulis oleh Dra. Juwairiyah
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
Efektivitas dalam suatu kegiatan berkenaan dengan sejauh mana apa yang
direncanakan dapat terlaksana. Bila ada 10 jenis kegiatan yang direncanakan dan
tercapai hanya 4 kegiatan, maka efektivitas kegiatan tersebut masih belum memadai.
Demikian pula bila ada 10 tujuan yang dinginkan dan tercapai hanya 5 tujuan, maka
Di dalam bidang pendidikan, efektivitas ini dapat ditinjau dari 2 segi yaitu
efektivitas mengajar guru dan efektivitas belajar murid. Efektivitas mengajar guru
dapat dilaksanakan dengan baik. Sedangkan efektivitas belajar murid terkait dengan
tujuan yang telah dirumuskan, maka kita dapat menentukan dua kriteria yang bersifat
umum yaitu criteria ditinjau dari sudut prosesnya dan kriteria ditinjau dari sudut hasil
yang dicapai. Kriteria dari sudut proses menekankan kapada pengajaran sebagi suatu
proses haruslah merupakan interaksi dinamis sehingga siswa, sebagai subjek yang
belajar mampu mengembangkan potensinya melalui belajar sendiri, dan tujuan yang
telah ditetapkan tercapai secara efektif. Sedangkan kriteria dari segi hasil atau produk
menekankan kepada tingkat penguasaan tujuan oleh siswa baik dari segi kualitas
maupun kuantitas.
5
Henyat Soetopo dan Wasty Sumanto, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta: Bina Aksara, 1989)
hlm. 50-51
Untuk mengukur keberhasilan pengajaran dari sudut prosesya, dapat dikaji
melibatkan siswa secara sistematik ataukah suatu proses yang dipersiapkan bersifat
c. Apakah proses pengajaran dapat melibatkan semua siswa dalam kelas atau hanya
dapat diukur dari jumlah siswa yang berhasil mencapai seluruh tujuan belajar dalam
waktu yang telah ditentukan. Spesifikasi jumlah tersebut dinyatakan dalam jumlah
b. 66 – 79 : Baik
6
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru
Grasindo, 2002), hlm. 34--37
7
Mudlofir, Teknologi Instruksional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990) hlm. 145-146
c. 56 – 65 : Cukup baik
d. 40 – 55 : Kurang
b. 66 – 79 : Efektif
c. 56 – 65 : Cukup efektif
d. 40 – 55 : Kurang efektif
berperilaku tertentu. Dalam pembelajaran ada kesengajaan. Hal ini merupakan ciri
khas suatu pembelajaran. Pembelajaran terjadi setelah usaha tertentu dibuat untuk
pembelajaran di sekolah terjadi apabila terdapat interaksi antara peserta didik dengan
lingkungan belajar yang diatur oleh pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran”.9
operasionalisasi dari kurikulum pembelajaran dalam bidang studi bahasa Arab yaitu
segala kegiatan berpegang pada ukuran, norma atau nilai yang diyakini sebagai suatu
yang baik. Agama, filsafat hidup, pandangan terhadap seseorang dan masyarakat,
8
A. Tresna Sastrawijaya, Pengembangan Program Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), hlm. 14
9
15 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar… , hlm. 10
pembelajaran, sekaligus juga merupakan dasar bertindak, menilai dan berpikir bagi
Dasar pembelajaran bahasa Arab berangkat dari agama, karena kitab suci
agama Islam adalah Al Qur’an yang menggunakan bahasa Arab. Jadi, sebagai seorang
muslim harus mengetahui bahasa kitab sucinya. Selain itu, bahasa Arab juga
faktor siswa, faktor guru, faktor tujuan, faktor bahan (materi), faktor metode, faktor
media dan faktor evaluasi. Dalam hal ini, penulis akan memfokuskan pembahasan
metode sangat banyak maka seorang guru akan berhasil untuk mencapai tujuan jika
pendekatan (approach), sebab metode adalah sebuah rencana yang menyeluruh yang
berhubungan dengan penyajian materi pelajaran secara teratur dan tidak saling
bertentangan dan didasarkan atas suatu pendekatan. Untuk itu, dalam mempelajari
metode pembelajaran bahasa Arab kita harus mengetahui pendekatan yang digunakan
dalam pembelajaran itu sendiri, karena pendekatan yang digunakan akan sangat
10
Imansyah Alipandie, Didaktik Metodik Pendidikan Umum, (Surabaya: Usaha Nasional), hlm. 52
Dalam pembelajaran bahasa Arab, kita mengenal adanya 2 pendekatan yang
pendekatan yang dimaksudkan agar dalam pembelajaran bahasa, kita harus melihat
bahwa bahasa itu adalah suatu yang tunggal atau utuh, bukan sebagai bagian-bagian
sendiri terdiri dari berbagai aspek, baik gramatika, morfologi, sintaksis, semantik,
masing-masing.11
Langsung (Direct Method) dan Metode Audio Lingual (Aural Oral Approach),
sedangkan Nazhariyyatul Furu’ tentu saja sangat relevan kalau dalam proses
Reading Method.12
Metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai
tujuan. Jika metode yang digunakan tepat, maka semakin efektif pencapaian tujuan
tersebut.
pelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab, di mana guru langsung menggunakan
bahasa Arab sebagai bahasa pengantar tanpa menggunakan bahasa peserta didik dalam
11
Syamsuddin Asrofi, Pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Agama: Telaah Kritits dalam Perspektif
Metodologis, Jurnal Al-Arabiyah Jurusan PBA Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Volume 1 No 1,
Yogyakarta 2004, hal: 66
12
Ibid, hal: 66
pembelajaran. Metode ini dikatakan metode langsung karena selama pelajaran, guru
menggunakan bahasa asing yang diajarkan serta berasumsi bahwa proses belajar
bahasa asing sama dengan belajar bahasa ibu, yaitu dengan menggunakan bahasa
secara langsung dan intensif dalam berkomunikasi dan dengan menyimak dan
Metode ini muncul akibat dari ketidakpuasan terhadap hasil pengajaran bahasa
berkomunikasi aktif diantar mereka. Untuk itu, mereka membutuhkan cara baru
belajar bahasa kedua, karena metode yang ada dirasa tidak praktis dan tidak efektif.
Maka pendekatan-pendekatan baru mulai dicetuskan oleh para ahli bahasa di Jerman,
Inggris, Perancis dan lain- lain, yang membuka jalan bagi lahirnya metode baru yang
disebut metode langsung. Diantara para ahli itu adalah Francois Gouin (1880-1992)
seorang guru bahasa latin dari Perancis yang mengembangkan metode berdasarkan
pengamatannya pada penggunaan bahasa ibu oleh anak-anak. Metode ini memperoleh
popularitas pada awal abad ke-20 di Eropa dan Amerika. Pada waktu yang sama,
metode ini juga digunakan untuk pengajaran bahasa Arab, baik di negeri Arab maupun
Labay El-Yunusi dan Rahmah Labay El- Yunusiah, Diniyah Putra (1915) dan Diniyah
Putri (1923) dan Ustradz Mahmud Yunus, Normal School (1931) kemudian
Gontor Ponorogo. Dalam sistem pengajaran ini, pelajaran agama pada tahun pertama
13
Ahmad Fuad Effendy, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: Misykat, 2004), hlm. 35-36
diberikan sebagai dasar dan dengan bahasa Indonesia. Sementara itu, sebagian besar
perhatian siswa dicurahkan kepada pelajaran bahasa Arab dengan metode langsung.
Pada tahun kedua, ilmu tata bahasa Arab (Nahwu Sharaf) mulai diberikan dalam
bahasa Arab dengan metode induktif, disamping latihan intensif qira’ah, insaya’ dan
muhadatsah. Pelajaran agama juga disajikan dalam bahasa Arab. Dalam nasa belajar
enam tahun (pasca sekolah dasar), seorang lulusan perguruan Islam modern ini telah
mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab, lisan dan tulis serta mampu membaca
”Pembelajaran Bahasa Asing (Sebuah Tinjauan dari Segi Metodologi) adalah sebagai
berikut:
peraga), baik alat peraga langsung, tidak langsung (benda tiruan) maupun
14
Ibid…, hlm. 24
15
Mulya Sumardi, Pembelajaran Bahasa Asing (Sebuah Tinjauan dari Segi Metodologi),(Jakarta: Bulan
Bintang, 1974), hlm. 33
a. Materi pelajaran terdiri dari buku teks yang berisi daftar kosa kata dan
pola tanya jawab terencana dalam pola interaksi yang bervariasi dengan
e. Guru dan peserta didik sama-sama aktif, tapi guru berperan memberikan
bahasa”.
asli.
16
Ahmad Fuad Effendy, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab…, hlm.36-38
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Untuk memperoleh data-data yang valid, metode penelitian yang penulis gunakan
adalah:
keterangan penelitian.
a. Observasi
mengamati suatu fenomena yang diteliti, misalnya perilaku seseorang, bahasa yang
mengenai letak geografis, situasi dan kondisi pondok pesantren Al muhsin dan
Zaenuddin
b. Wawancara
berdirinya, fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab pengurus, profil guru
c. Dokumentasi
17
Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data mengenai sejarah
berdirinya, struktur organisasi, daftar guru, jadwal kuliah, daftar santriwan dan
d. Kuisioner
Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data-data yang bersumber dari
peserta didik di kelas khusus (Mustawal Ula) Pondok Pesantren Syaikh Zaenuddin
yaitu mengenai tanggapan peserta didik terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan
Metode ini digunakan untuk menganalisa data kualitatif, data yang bukan
berupa angka yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang
dilakukan dengan cara induktif dan deduktif. Induktif adalah menarik cara berpikir
cara menarik kesimpulan yang berangkat dari fakta yang bersifat umum dan bertitik
tolak dari pengetahuan yang umum itu hendak menilai sesuatu yang bersifat khusus.
Metode ini digunakan untuk menganalisa data yang berupa angka, yaitu hasil
Relatif.
Adapun rumusnya :
P= f x 100%
N
18
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Jakarta: Andi Offset,1998), hal. 3
P : Prosentase jawaban responden
N : Jumlah responden.19
yaitu:
ΣfX
Mx ═
N
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
19
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), hlm. 43
20
Ibid, hlm. 84
1. Efektivitas mengajar guru ketika menggunakan metode langsung dalam
pembelajaran bahasa Arab di kelas Mustawal Ula cukup baik. Hal tersebut dapat
Hal ini dapat dibuktikan dengan silabus pembelajaran bahasa Arab di kelas
tersebut.
b. Guru selalu memotivasi peserta didik agar selalu belajar bahasa Arab baik di
c. Proses pengajaran belum melibatkan semua siswa di kelas tersebut, akan tetapi
menghambat pembelajaran.
f. Peserta didik dapat menerima materi yang disampaikan guru. Hal ini
dibuktikan dari hasil angket yang menunjukkan bahwa (80%) peserta didik
dapat memahami pelajaran yang diberikan (20% faham dan 60% cukup
paham).
2. Efektivitas belajar murid dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas Mustawal Ula
yang menggunakan metode langsung juga baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil
(nilai) ujian, mencapai rata-rata 75, 5. Berdasarkan kriteria yang lazim digunakan di
a. Peserta didik harus senantiasa menambah perbendaharaan kosa kata baru setiap
artinya dalam kamus bahasa Arab atau langsung menanyakannya kepada guru
materi pelajaran tidak terlalu cepat (pelan dan jelas) sehingga mudah dipahami.
DAFTAR PUSTAKA
Abror, Indal, Mengukir Prestasi di Jalur Khusus, Yogyakarta:Pendi Pontren Depag RI, 2007.
dalam Perspektif Metodologis”, Jurnal Al-Arabiyah Jurusan PBA Fakultas Tarbiyah UIN
Arsyad, Azhar, Bahasa Arab dan Metode Pembelajarannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2003.
Bahri, Syaiful Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta,
1996.
Fuad, Ahmad Effendy, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: Misykat, 2004.
Malibary, Akrom., Pembelajaran Bahasa Arab di Madrsah Aliyah, Jakarta: PT. Bulan Bintang,
1978.
Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
Sudjana, Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Grasindo, 2002.
Sumardi, Mulya, Pembelajaran Bahasa Asing (Sebuah Tinjauan dari Segi Metodologi).
Yusuf, Tayar dan Syaiful Anwar, Metodologi Pembelajaran Agama dan Bahasa Arab. Jakarta:
Zainuddin, Muhadi, Buku Panduan Pondok Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin, Yogyakarta:
2001.