Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor
Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor
INTRODUCTION
HSSE CORPORATE
• Pekerjaan kita tidaklah urgent selama kita tidak
mampu melaksanakannya secara aman.
• Kinerja HSE yang bagus tidak terjadi dengan
sendirinya melainkan akibat dari hasil kepedulian dari
seluruh bagian operasi perusahaan baik yang terlibat
langsung maupun tidak langsung.
• Kinerja operasi & HSE juga tergantung dari kinerja
kontraktor.
HSSE CORPORATE
• Penggunaan tenaga kontraktor meningkat sangat
tajam dalam bisnis Pertamina.
• Peraturan dan pengawasan di bidang Keselamatan
Kerja semakin ketat. (Peraturan dan Perundangan
MIGAS dan DEPNAKER).
• Tujuan yang harus dicapai bukan hanya apa yang
dikerjakan tetapi bagaimana mengerjakanya secara
best practices.
• Partnerships and teamwork antara pemberi kerja
dan kontraktor akan lebih baik bila para pihak
memahami apa yang dibutuhkan pihak lainya.
HSSE CORPORATE
70%
dari pekerja yang bekerja di 80%
Pertamina (perkantoran &
Unit) bukanlah pekerja
Pertamina, mereka adalah
dari total biaya pemeliharaan
Pertamina digunakan untuk
90%
pekerja dari kontraktor kita. menyewa kontraktor.
Dari kasus kecelakaan dan
insiden HSE yang berkaitan
dengan bisnis Pertamina
menimpa kontraktor.
HSSE CORPORATE
• International Best Practices
• Perundangan dan Peraturan Keselamatan Kerja MIGAS
• Undang-undang keselamatan kerja
• Komitmen Pimpinan perusahaan untuk mematuhi
Peraturan Pemerintah
• Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Pertamina
• KPI Direksi dan Pimpinan Operasi Pertamina
HSSE CORPORATE
• PERATURAN KESELAMATAN KERJA TAMBANG (Lembaran
Negara 1930 NO. 341).
• UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN
2003 TENTANG KESELAMATAN KERJA.
• PERATURAN PEMERINTAH NO. 11 TAHUN1979 Tentang :
Keselamatan Kerja Pada Pemurnian Dan Pengolahan Minyak
Dan Gas Bumi.
HSSE CORPORATE
HSSE CORPORATE
Dalam rangka mempercepat sasaran perusahaan menuju World Class “National Oil Company” dan sesuai dengan
ketentuan yang telah diatur dalam Undang-undang Keselamatan Kerja No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
dan Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan PT Pertamina (Persero) yang telah ditanda
tangani Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada tanggal 11 Pebruari 2009 maka kami selaku penanggung jawab
operasional perusahaan menyadari bahwa pencapaian Safety Excellence dan Nil Insiden adalah sangat penting bagi
perusahaan, Oleh karena itu kami menyatakan komitmen untuk :
[Link] dan menjadi model dalam melaksanakan nilai-nilai HSE yang dapat dirasakan oleh seluruh pekerja.
[Link] progres program yang berkaitan dengan Aspek HSE secara rutin.
[Link] prioritas pertama untuk pekerjaan yang berkaitan dengan perbaikan Unsafe Condition & Unsafe
Behavior.
[Link] Inspeksi lapangan secara reguler dan menghentikan operasi bila ditemukan kondisi tidak aman.
[Link] para pekerja dan mitra kerja agar mampu melaksanakan pekerjaan sesuai standar dan teknologi yang
aman.
Jakarta, 7 April 2009
HSSE CORPORATE
Dalam rangka mempercepat sasaran Perusahaan menuju World Class “National Oil Company” dan sesuai dengan
ketentuan yang telah diatur dalam Undang-undang Keselamatan Kerja No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan
Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan PT PERTAMINA (PERSERO) yang telah ditanda
tangani Direktur Utama PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 11 Pebruari 2009 maka kami selaku Mitra
Kerja/Kontraktor di lingkungan Kantor Pusat Pertamina menyatakan komitmen kami dan seluruh pekerja yang berada
dibawah pengawasan kami sebagai berikut :
[Link] semua peraturan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (HSE) di Lingkungan PT Pertamina
(Persero).
[Link] prosedur yang tercantum dalam surat ijin Kerja Aman.
[Link] peralatan kerja yang sesuai dan memenuhi standar keselamatan.
[Link] semua risiko dan tindakan pencegahan sebelum memulai pekerjaan.
[Link] Safety talk setiap akan memulai suatu pekerjaan & melaksanakan GoodHouse Keeping.
[Link] alat pelindung diri sesuai standar yang ditetapkan oleh PERTAMINA.
[Link] segera semua kondisi tidak aman untuk segera ditindak lanjuti sehingga menegah insiden.
[Link] sangsi jika melanggar peraturan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan yang berlaku di
PERTAMINA.
Jakarta, 7 April 2009
Waluyo
HSSE CORPORATE
• Fax PTH. Direktur Umum & SDM No. 988/I00000/2009-S0 tanggal
4 Desember 2009 tentang Penerapan Sistem Manajemen HSE
Kontraktor (CSMS) untuk seluruh kegiatan Operasi Pertamina.
• Fax Direktur Umum No. 207/C000000/2010-S0 tanggal 19
Februari 2010 tentang Pengukuran Budaya Dan Inisiatif Program
HSE.
• Fax Direktur Umum No. 270 /I000000/2010-S0 tanggal 7 Juni 2010
tentang Peningkatan Kewaspadaan Aspek HSE Di Seluruh Wilayah
Operasi Pertamina Dan Anak Perusahaan.
HSSE CORPORATE
• Fax Direktur Umum No. 013/I00000/2011-S0 tentang Penegasan
Penerapan Perangkat Pendukung Implementasi CSMS di Unit
Operasi & Anak Perusahaan Pertamina.
• Himbauan dari Direktur Utama tentang Peningkatan
Kewaspadaan Atas Terjadinya Insiden Di Seluruh Wilayah Operasi
Pertamina Dan Anak Perusahaan.
• Pengarahan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada
Townhall Meeting tentang safety di Jakarta tanggal 11 Juni 2010.
• Memorandum Dewan Komisaris No. 246/K/DK/2010 tanggal 16
Juni 2010 tentang Upaya-Upaya Untuk Meningkatkan Keselamatan
Kerja (safety).
HSSE CORPORATE
• Pedoman No. A-001/I00200/2011-S0 Rev. 2 tentang HSSE
Management System.
• Pedoman No. A-004/I00200/2011-S0 Rev. 2 tentang Contractor Safety
Management System.
• SK No. Kpts-51/C00000/2010-S0 tentang Manajemen Pengadaan
Barang / Jasa.
• SK No. Kpts-34/C00000/2010-S0 tentang Manajemen Kinerja Penyedia
barang / Jasa.
HSSE CORPORATE
MANAJEMEN KINERJA PENYEDIA BARANG / JASA
SK NO : 34/C00000/2010-S0
Seluruh aspek HSE yang disyaratkan dalam proses pengadaan barang dan
jasa diatur dalam SK No. 51/C00000/2010-S0 serta pemantauan pencapaian
kinerja HSE Kontraktor diatur dalam SK No. 34/C00000/2010-S0.
Revisi pedoman HSE Kontraktor No. A-
002/100400/2003-S0 Rev-01 menjadi No. A-
004/I00200/2011-S0 Rev. 02 tentang
Pedoman Contractor Safety Management
(CSMS). Dalam pedoman tersebut diatur
tentang :
Sertifikasi • CSMS
GSI/AT/SI • Induction
Note: Hanya yang teburuk untuk setiap kategory yang diambil dalam perhitungan faktor pengurang
Faktor penalti
NOA Cases
1 2-3 4-5 >5
Faktor penalti
HSE
NoA B 85% 85%
GCG
C 100% 80%
compliance
GCG
Auditor D 100% 100%
opinion
HSSE CORPORATE
Tiga lapisan dari proteksi untuk menurunkan potensial dari Incident atau kehilangan.
– Plant: perangkat keras Engineering, control systems, physical layouts.
– Processes : management systems untuk mengidentifikasi, control and mitigasi
Resiko, dan mendorong perbaikan operasi yang berkelanjutan.
– People : Kemampuan dari kecakapan memimpin, pengetahuan dan pengalaman
yang sesuai, dan kebudayaan organisasi yang dibuat.
accident
hazard
or loss
people’s
physical generic behaviors
controls procedures systems
HSSE CORPORATE
Hierarchy of control – Bias towards hardware/inherent safety & reducing the scope for human error – multi barrier
defence
Effective
Relief and Operations Supervision Audit & Self Active & Passive Rescue & Investigation &
Blowdown Learning from Procedures Regulation Communication Fire Protection Recovery Lessons
/ Leadership
System the Past Learned
HAZARD
HAZARD REALIZATION
Normal
Hydrocarbon
Loss of
containment
Ignition
Explosion
Multiple fatalities
and injuries
•Inventory
Inadequate
increased
HAZID skills
•Proximity •Operate •Faulty •Failure to •Active & •Emergency
Lack of
of non- outside high level recognize •No effective passive fire response by site
underpinnin
essential envelop alarm not hazard to handover protection and external
g knowledge
personnel •No fail- between authorities
reported trailers from Failure to
to hazard •No up to safe start-up shifts •Hospitalization
follow
•Flare not date relief shutdown •People not •Unit alarm
procedures
used study - •No mass notified of start- not sounded
design balance •Previous •Procedure up •Access & escape
basis or incidents s not •Multiple •Confusion •Pre-start-up route diversity
& upsets followed over who was review not •No / incomplete
unclear attention sources of •Access to scene
•Capacity not •Steps not in charge performed MOC‟s for trailer
to other ignition in
of reported signed off •No •Procedural siting
data adjacent areas
•Admin. •Use of •Blowdown
blowdown •Lost verification on compliance not
drum rather „local procedures in checked drum modified
process
exceeded than ISD practices‟ use •Supervisor without rigorous
control
solutions •Absent from offsite MOC
•Hierarchy unit at critical •No interventions
of control times •Inadequate KPI‟s
not for process
applied safety
HSSE CORPORATE
60
KECELAKAAN FATAL 2009 (s.d. Juni):
Ringan
HULU HILIR
50
Sedang - MEDCO - PT Pertamina UPMS III
Berat - PT Pertamina - PT Pertamina LPG
Pangkalan Susu Filling Plant Makassar
Fatal
Jumlah Kecelakaan
40
30
20
10
0
Hulu Hilir Hulu Hilir Hulu Hilir Hulu Hilir Hulu Hilir
2005 2006 2007 2008 s.d. Juni 2009
Ringan 13 16 12 18 60 16 32 32 3 19
Sedang 2 1 6 2 31 5 11 2 9 6
Berat 4 0 5 0 6 3 7 1 5 0
Fatal 5 0 1 1 6 3 5 4 2 2
HSSE CORPORATE
DATA INCIDENT
2008
2009
2010
HSSE CORPORATE
2012 2011 2010 2009 2008 2007
FIRE FIRE
DIREKTORAT FIRE
FATALI FIRE FATALI FIRE FATALI SPIL FATALI FIRE/ SPIL FATALI / SPIL FATAL /
SPILL SPILL /EXP SPILL
TY /EXPL TY /EXPL TY L TY EXPL L TY EXP L ITY EXP
L
L L
UPSTREAM (PEP) 1 3 4 1 1 4
UPSTREAM (PGE) 1
UPSTREAM (PDSI) 2
UPSTREAM (PHE)
REFINING 2 1 1 2 1 3 1 1 1
M&T 1 1 2 1 2 1 1 1
GENERAL & HR
TOTAL 1 6 1 6 2 4 2 1 5 3 1 5 1 2
HSSE CORPORATE
No. INSIDEN PENYEBAB DASAR
UP IV – Cilacap. Fatalitis: "Kebakaran di Fin-Fan Unit 11 Analisa bahaya (Job Safety Analysis)
1
E 50 GH FOC I Area 10“, pada tanggal 9 Maret 2008 sebelum pekerjaan tidak memadai.
UP IV: Seorang kontraktor Tenggelam dilaut, pekerjaan Seleksi dan pengawasan kontraktor
2
SPM, 13 Des 2008 substandar
Analisa bahaya (Job Safety Analysis)
3 UP II: Kebakaran tangki, 15 Des 2008
sebelum pekerjaan tidak memadai.
Pemeliharaan & Safety awareness
4 P&N: Kapal Pendopo terbakar di Indramayu, 27-1-08
tidak memadai
P&N: Kapal MT Cendrawasih terbakar di perairan Pemeliharaan & Safety awareness
5
Jogyakarta, 5-3-08 tidak memadai
UBEP Jambi: Fatalities, pekerja meninggal saat bekerja Analisa bahaya (Job Safety Analysis)
6
dengan peralatan listrik. sebelum pekerjaan tidak memadai.
HSSE CORPORATE
LAPORAN KEJADIAN (NOA)
Tahun 2008
Kerugian
No. Kejadian Tanggal
Fatality Kebakaran Tumpahan Minyak Kerugian Property
I PENGOLAHAN
UP IV - Cilacap
1 Kecelakaan kerja "Kebakaran di Fin- 9 Maret 2008 3
Fan Unit 11 E 50 GH FOC I Area 10"
UP IV - Cilacap
2 13 Desember 2008 1
Pelaksanaan pekerja di SPM
- 1 (satu) tangki collapse
UP II - Dumai
3 15 Desember 2008 - Perincian total kerugian
Kebakaran tangki TK 105
dalam proses penghitungan
JUMLAH 4
III EP/Hulu
UBEP Jambi
Kecelakaan terjadi pada saat korban
akan mengoperasikan kembali pompa
1 yang macet/trip off di sumur KAS - 142 30 Maret 2008 1
UBEP Jambi, dalam keadaan cuaca
hujan lebat. Namun penyebab
kecelakaan masih menung
2 Talisman 1
Technical Assistance Contract
Pertamina - Korea Development
(Poleng), Ltd
3 27 Mei 2008 1
Seorang tenaga experties (Specialist
for Diving Operation) pada saat
melompat dari Crew Boat ke Wo
JUMLAH 3
HSSE CORPORATE
II PEMASARAN & NIAGA
UPMS IV - Semarang Minyak Solar tumpah ± 65%
1 23 Januari 2008
Kecelakaan Gerbong Ketel di Kalioso, Solo dr 1 RTW
- 1 (satu) unit kapal
Kapal MT Pendopo terbakar di UP VI
2 27 Januari 2008 terbakar Total Kerugian
Balongan
+/- USD 4,575 juta
UPMS V - Surabaya
Kecelakaan Lalu Lintas (mobil tangki yang
3 9 Februari 2008 12.500 liter avtur tumpah
mengangkut produk avtur tujuan ke Bandara
Abdurrahman Saleh terguling) di Malang
UPMS V - Surabaya
Kecelakaan Lalu lintas (mobil penumpang
umum bertabrakan dengan sepeda motor,
4 11 Februari 2008 1
kemudian sepeda motor terjatuh ke kanan dan
tertabrak mobil tangki yang sedang menuju
Depot Camplong)
Kapal MT. Cedrawasih /P3005 terbakar di
5 perairan Jogjakarta (pelayaran dari Surabaya 5 Maret 2008 2 Estimasi Rp. 17 Miliyar
menuju Cilacap)
UPMS VII - Makasar
6 Kecelakaan Pekerja MT Mangun Jaya (Crew 2 April 2008 1
berenang di laut depot Bau-bau)
UPMS V - Surabaya
Kecelakaan Lalu lintas (mobil panther yang
melaju dari arah berlawanan dengan mobil
7 16 Oktober 2008 1
tangki mengalami pecah ban sehingga oleng
ke arah mobil tangki disaat bersamaan
menabrak sepeda mtor yang sedang melaju
JUMLAH 5
HSSE CORPORATE
LAPORAN KEJADIAN (NOA)
Tahun 2009
Kerugian
No. Kejadian Tanggal
Fatality Kebakaran Tumpahan Kerugian
I PENGOLAHAN Minyak Property
1 Proyek Balongan 3-Sep-09 1
III HULU
PT. PGE (Lokasi Area Proyek Pertamina
Geothermal Energy (PGE) Lumut Balai,
1 6-Mar-09 1
Muara Enim) Operator crane tertimpa
Crane yang roboh
PT. PDSI (Lapangan Rantau NAD -
Sumbagut), Derrickman terpukul skid
2 13-Apr-09 1
pipe mud tank, lokasi RNT -DE2, sumur
P-396
3 PT. PDSI (Lapangan Jambi) 8-Jun-09 1
HSSE CORPORATE
LAPORAN KEJADIAN (NOA)
Tahun 2010
Kerugian
No. Kejadian Tanggal Tumpahan Kerugian
Fatality Kebakaran
Minyak Property
I PENGOLAHAN
Kontraktor terjatuh dari unit furnace yang sedang
1 diperbaiki di RU V Balikpapan. Akibatnya meninggal 26-Jan-10 1
dunia di tempat kejadian.
III HULU
Kontraktor tersengat listrik ketika sedang
memperbaiki (pengisian freon) AC outdoor unit yang
1 berada pada kantilever (duct) di main office Field 3-Feb-10 1
Rantau PT Pertamina EP Region Sumatra. Akibatnya
meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
4 orang kontraktor meninggal dan 1 orang kontraktor
dirawat, diduga kehabisan napas dalam tangki ketika
sedang dilakukan drain tangki yang berisi fluida
2 31-May-09 1
untuk mempersiapkan tangki yang akan digunakan
untuk mixing acid (persiapan fracturing by acid job)
di Field Subang PT Pertamina EP Region Jawa
Korban tertimpa surge tank cementing unit saat
3 mixing cement untuk cementing job. Akibatnya 9-Jun-10 1
meninggal dunia.
Tersengat listrik pada pekerjaan pengelasan outlet
4 31 Aug -10 1
gate valve pada pipa di Bak Oil Catcher
HSSE CORPORATE
LAPORAN KEJADIAN (NOA)
Tahun 2011
Kerugian
No. Kejadian Tanggal Tumpahan Kerugian
Fatality Kebakaran
Minyak Property
I PENGOLAHAN
Kebakaran 3 Tanki (31T2, 31T3, 31T7) yang berisi HOMC 2 April
1 1
di RU IV Cilacap. 2011
Jatuh dari ketinggian 20 meter saat melepas baut flange
7 April
2 inlet Reaktor C-5-01B pada pekerjaan Turn Arround di RU 1
2011
V Balikpapan.
Fatality pada pekerjaan Sludge Oil Recovery (SOR) Pada
13-Sep-
3 pelaksanaan Pekerjaan Cleaning Tanki Crude no. 38 T 1
2011
103
III HULU
1 orang crew tertimpa A Frame/A-Leg derrick mast 30 – Jan -
1 1
kanan pada pekerjaan Rig Up (Set Up A Frame). 11
Fatality pada kegiatan well service NKL 966 saat
2 2 Mei 2011 1
pekerjaan back off sucker rod. Safety wheel patah.
Tenggelam(fatality) 16
3 SaatMelakukanKegiatanBentangKabelGeophone Desember 1
Seismic 2011
HSSE CORPORATE
LAPORAN KEJADIAN (NOA)
Tahun 2012
Kerugian
No. Kejadian Tanggal Tumpahan Kerugian
Fatality Kebakaran
Minyak Property
I PENGOLAHAN
III HULU
Dahi kiri korban luka memar dan lecet terpukul kayu pengungkit pipa
1 11 April 1
yang bergerak tiba-tiba .
HSSE CORPORATE
• Pemberi kerja harus bertanggung jawab terhadap
keselamatan pekerjanya.
• Terhadap pekerjaan yang dialihkan kepada pihak
lain/perusahaan lain:
”Perlindungan kerja dan syarat-syarat kerjanya,
sekurang-kurangnya sama pada perusahaan pemberi
kerja”. (UU NO. 13 tahun 2003 tentang Ketenaga
Kerjaan ).
• Setiap pekerja yang menjadi bawahan dari Pengusaha
atau Kepala Teknik yang ditunjuk menjadi pimpinan
atau ditunjuk untuk melakukan pengawasan.
HSSE CORPORATE
• Mengevaluasi kinerja & program HSE kontraktor.
• Menginformasikan potensi bahaya ke kontraktor :
kebakaran, ledakan, paparan zat beracun, peratiran
keselamatan yang dimiliki.
• Mengembangkan / mengimplementasikan
petunjuk kerja aman.
• Mengevaluasi kinerja kontraktor.
HSSE CORPORATE
• Memberikan arahan terhadap bahaya dari pekerjaan
yang dilaksanakan.
• Setiap pekerja harus mengikuti petunjuk keselamatan
& peraturan HSE di lokasi kerja.
• Memastikan setiap pekerja telah dilatih berdasarkan
petunjuk kerja yang dibutuhkan.
• Memastikan setiap pekerja telah memahami bahaya
pekerjaannya : kebakaran, paparan zat beracun.
• Memastikan pemahaman pekerja yang diperoleh dari
pelatihan telah didokumentasikan, dievaluasi dan
diverifikasi.
HSSE CORPORATE
ZERO
TARGET
INCIDENT
HSSE CORPORATE
PATOLOGIKAL REAKTIF PROAKTIF GENERATIF
KALKULATIF (Independent)
(Patological) (Reactive) (Interdependent)
(Dependent)
• Melihat ke depan • Kinerja HSE merupakan
Para pekerja benar2 Safety dilihat secara Perusahaan nyaman dng • Mengambil langkah untuk indikator “good
tidak peduli safety serius, menjadi perhatian sistem manajemen HSE mencegah insiden
HSE dibiarkan sendiri khusus dan spesifik yang berlaku dan business performance”
sebelum terjadi
setelah terjadi suatu berorientasi pada jumlah • Mereka menset standar
sebagaimana adanya • Seluruh tenaga kerja
insiden yang sudah dicapai yang sangat tinggi lebih
HSE hanya Orang2 berpendapat
terlibat secara praktek
Sudah diimplementasikan • Orang murni bertindak dari sekedar memenuhi
digerakkan oleh UU bahwa anda harus faham secara sukses dan secara hati2 dan peduli standar minimum
dan peraturan bahwa di tempat kami pemimpin berbicara
Orang2 berpendapat berbeda dengan di
terhadap HSE • Mereka memandang
tentang pentingnya safety • Pemimpin memberlakukan
: “tentu saja kita tempat lain dari sisi kegagalan sebagai
Fokus pada pemenuhan safety sebagai nilai dan
dapat insiden, ini risikonya lebih rendah peraturan sesuatu yang harus
pertimbangan semua
adalah bisnis yang Manajemen frustasi dan Kebiasaan untuk diperbaiki dan bukan
keputusan bisnis
berpendapat : “kita hanya mengumpulkan statistik untuk diblame
mempunyai risiko”. • Menciptakan lingkungan
akan mengerjakan apa Kontraktor sudah
Berita buruk yang bisa kita anggap
yang memotivasi untuk
dihindari & diabaikan
dimasukkan dalam record mematuhi aturan safety
TAKE OFF
bisa dikerjakan”, safety
Kabar buruk dibiarkan & Kabar buruk sudah
• HSE adalah sesuatu yang (World Class
nyata. Orang benar2
disembunyikan diterima, tetapi masih Company)
ZERO ACCIDENT dirasakan tidak nyaman,
terlibat, percaya &
bertanggungjawab
A heresy Banyak audit & • Tenaga kerja mengerti apa
ZERO ACCIDENT rekomendasi yang perlu yang diharapkan manajer,
A Dream dilaksanakan dan sebaliknya, manajer
selalu membuat pesan
ZERO ACCIDENT safety.
A Goal ZERO ACCIDENT
A Choice
•Kebijakan HSE
•HSE Committee
1. Kepemimpinan HSE & •Safety Walk and Talk (SWAT)
•HSE KPI
Ownership
•Kampanye HSE
2. Peningkatan Budaya
•Pelatihan mengembangkan budaya
Safety
safety
3. Revitalisasi Pusdiklat •Intervensi penggunaan APD
HSE S. Gerong •SWAT
4. Penerapan Contractor •Perbaikan Pusdiklat HSE S. Gerong
Safety Management •Program Kursus HSE Mandatori
System •Sosialisasi CSMS
5. Investigasi Insiden •Implementasi CSMS di Unit Operasi & AP
HSSE CORPORATE
RISK MATRIX HSSE 2012
5. Management of Change
& Permit System
6. Competency
7. Keterlibatan Pekerja.
8. Emergency
Preparedness
9. Audit
Probability
CSMS PROCESS CONTRACTOR MANAGEMENT SYSTEM
RISK ASSESSMENT REQUEST FOR CONTRACT
PRE-QUALIFICATION PRE-QUALIFICATION
TENDERING PROCESS :
BID EVALUATION
HSSE CORPORATE
Kontrak Pekerjaan
Memenuhi Tidak
Syarat
Ya
Pelaksanaan Pekerjaan
Memenuhi Tidak
Syarat
Ya
Evaluasi Hasil Akhir
Pekerjaan
Mengulang
Prakualifikasi
Memenuhi Tidak
Syarat
Penghargaan
Ya Dicoret dari Daftar
(Reward)
Kontraktor Pertamina
(Black List)
HSSE CORPORATE
Contracted
Work
C
Risk Assessment Pre Qualification
Selection
Contract
S
M
Award
Final Evaluation
S
Contractor
Data Bank
HSSE CORPORATE