REFLEKSI KASUS
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY. S USIA 22 TAHUN DENGAN SPOTTING
DI RST dr SOEPRAOEN MALANG
Disusun untuk memenuhi persyaratan kelulusan
Pada Stase Keluarga Berencana
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan ITSK RS dr Soepraoen
Disusun oleh
RIFZUL MAULINA
NIM : 23072064
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
INSTITUT TEKNOLOGI, SAINS DAN KESEHATAN RS dr SOEPRAOEN
TAHUN 2023/2024
LEMBAR PENGESAHAN
REFLEKSI KASUS
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY. S USIA 22 P1 Ab0 TAHUN DENGAN SPOTTING
DI RST dr SOEPRAOEN MALANG
OLEH
RIFZUL MAULINA
NIM 23072064
Pembimbing Lahan Pembimbing Institusi
(Bdn. Yuly Setyorini [Link]) Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link]
NIDN 0705098801
Mengetahui,
Ketua Prodi Kebidanan Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan
Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link]
NIDN 0705098801
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas Akhir stase Keluarga Berencana. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan
kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwasanya laporan refleksi kasus ini jauh dari sempurna.
Oleh karena itu kami menerima kritik dan saran yang membangun agar pembuatan
makalah kami dapat lebih baik lagi dimasa yang mendatang. Dalam kesempatan ini
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kolonel (Ckm) Arief Efendi, [Link]., SH (Adv), [Link].,Ners.,MM.,[Link]
selaku Rektor Institut Teknologi, Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen
2. Dr. Ardhiles Wahyu Kurniawan [Link].,Ners.,[Link] selaku Dekan Fakultas
Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen
3. Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link] selaku Kepala Prodi Sarjana Kebidanan dan
Pendidikan Profesi Bidan, ITSK RS dr Soepraoen
4. [Link] Veronika [Link].,[Link] selaku Pembimbing Institusi ITSK RS dr
Soepraoen
5. Bdn. Yuly Sulistyorini [Link] selaku pembimbing lahan praktek di RS dr
Soepraoen
6. Ny S yang sudah bersedia untuk menjadi klien dalam kasus stase keluarga
berencana ini
Semoga laporan refleksi kasus ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi salah
satu sumber informasi yang layak diketahui terutama generasi muda sekarang ini.
Malang, November 2023
(Penulis)
LAPORAN REFLEKSI KASUS
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY.S USIA 22 TAHUN P1Abo DENGAN SPOTTING
DI RS dr SOEPRAOEN MALANG
Oleh:
Nama Mahasiswa : Rifzul Maulina
NIM : 23706903
Stase : Keluarga Berencana
Pembimbing Institusi : Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link]
(Kronologi)
Pada hari Senin, 07 Maret 2023 merupakan hari pertama saya menempuh praktik
pendidikan profesi bidan di stase KB yang bertempat di RST dr Soepraoen. Di RS tidak
banyak kasus yang saya temui pada masa KB. Pada tanggal 23 Maret 2023 saya
bertemu dengan seorang akseptor KB yang datang mengatakan ingin melakukan
penyuntikan KB.
Dari hasil anamnesa Ibu mengatakan mengeluarkan bercak darah dari alat
kelaminnya sejak tanggal 05 Maret 2023. Ibu mengatakan saat ini tidak mempunyai
penyakit seperti Hipertensi, Asma, HIV/AIDS, TBC, DM dan mengatakan dahulu dan
keluarga pasien tidak pernah menderita penyakit menurun seperti hipertensi, DM dan
riwayat penyakit menular seperti hepatitis, TBC dan HIV/AIDS, dan tidak ada riwayat
penyakit degeneratif seperti tumor, kanker pada organ reproduksi.
Status perkawinan sah, nikah satu kali umur 20 tahun dengan suami umur 25
tahun lamanya 1 tahun dengan anak 1 orang. Riwayat menstruasi sebelum
menggunakan kontrasepsi menarche umur 15 tahun, siklusnya 28 hari, lamanya 5 hari,
banyaknya 3x ganti pembalut per hari, teratur, darahnya encer, warnanya merah segar
dan terdapatnya nyeri haid pada hari pertama menstruasi dan keputihan jika mendekati
menstruasi.
Sesudah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan ibu mengatakan siklus
haidnya tidak teratur, lama menstruasi 18 hari, banyaknya 2x ganti pembalut pada 2 hari
pertama dan pada hari selanjutnya hanya beberapa tetes
Saat dilakukan pemeriksaan, keadaan umum pasien baik hanya saja didapatkan
bercak darah pada kemaluannya. Setelah itu saya menjelaskan bahwa spotting
merupakan hal yang wajar yang terjadi akibat efek samping KB
(Alasan)
Saya mempersilahkan pasien untuk masuk ruangan pemeriksaan dan menjaga
privasinya. Setelah itu, pasien diukur tanda tanda vitalnya (tekanan Darah, Nadi,
Respirasi, Suhu) serata dilakukan pemeriksaan terkait pengeluaran pervaginam pasien.
Setelah dilakukan pemeriksaan di dapatkan keadaan pasien baik hanya saja
terdapat pengeluaran pervaginam berupa darah sedikit. Pemahaman saya selama ini
pada kasus yang dialami pasien hanya terbentuk dari pengetahuan teori yang saya
dapatkan selama kuliah dari dosen pengajar dan studi literatur dari jurnal dan artikel
tentang efek samping spotting pada akseptor KB. Penilaian saya terhadap kondisi pasien
tersebut memiliki keadaan umum yang baik hanya saja sedang mengalami spotting. Hal
tersebut cukup membuat saya tertarik dengan kasus ini.
(Analisis)
Diagnosa pada kasus ini Asuhan Kebidanan KB pada Ny S usia 22 tahun P 1Ab0
akseptor lama KB suntik 3 bulan dengan spotting yang dalam keadaan umum baik
sudah dilakukan sesuai dengan teori dan jurnal yang menjadi refernsi penanganan
asuhan ini.
Pasien datang dengan tujuan melakukan penyuntikan ulang KB 3 bulan agar
tidak terjadi kehamilan, namun pasien mengeluh mengalami spotting. Dalam
pemeriksaan KB ini saya melakukan anamnese, pemeriksaan fisik, melakukan
penyuntikan KB dan memberikan konseling tentang efek samping KB suntik. Setelah
dilakukan pemeriksaan dan penyuntikan KB, pasien sekarang tahu bahwa dirinya
sedang mengalami spotting.
(Penalaksanaan)
Pada kasus ini Ny S usia 22 tahun ingin melakukan penyuntikan KB tetapi
mengeluh mengeluarkan bercak darah sejak tanggal 05 Maret yang berdasarkan teori
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi hormonal jenis suntikan yang dibedakan menjadi
dua macam yaitu DMPA (depo medroksiprogesterone asetat0 dan kombinasi. Suntik
DMPA berisi depot medroksiprogesterone asetat yang diberikan dalam suntikan tunggal
150 mg/ml secara intramuscular (IM) setiap 12 minggu (Baziad, 2002 dalam Susilawati,
2012)
Menurut BKKBN (2003) efek samping pemanfaatan suntik DMPA merupakan
gangguan haid, serta penambahan berat badan, kekeringan vagina, menurunkan libido,
meningkatkan gangguan emosi, sakit kepala, nervotaksiis dan jerawat. Gangguan haid
yang sering ditemukan berupa siklus haid yang memendek ataupun memanjang,
pendarahan baik banyak maupun sedikit, perdarahan yang tidak teratur ataupun
pendarahan bercak (spotting), tidak haid sama sekali (amenore). (Herawati,2021)
Kerugian alat kontrasepsi suntik 3 bulan menurut Everett (2008) yaitu :
Kerugian alat kontrasepsi suntik 3 bulan menurut Everett (2008) yaitu :
perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak atau amenore, keterlambatan kembali
subur sampai satu tahun, depresi, berat badan meningkat, galaktore, setelah diberikan
tidak dapat ditarik kembali, dapat berkaitan dengan osteoporosis, emosi, sakit kepala,
jerawat, nevositas pada pakaian jangka panjang, efek suntikan pada kanker payudara.
(Pinem, 2014)
Pasien mengatakan sesudah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan ibu
mengatakan siklus haidnya tidak teratur, lama menstruasi 18 hari, banyaknya 2x ganti
pembalut pada 2 hari pertama dan pada hari selanjutnya hanya beberpa tetes. Hal
tersebut sesuai dengan teori spotting adalah perdarahan inter-menstrual yang jumlahnya
sedikit sekali sehingga tidak memerlukan pemakaian tampon atau kain atau kasa
pembalut (Hartanto, 2015)
Disebabkan karena penurunan kadar estrogen yang menyebabkan terhambatnya
pembentukan endometrium dan menimbulkan perdarahan yang tidak teratur sama
sekali, penyebab lain stres psikologi serta komplikasi dan pemakaian alat kontrasepsi
(Irianto, 2015)
Saat dilakukan pemeriksaan, keadaan umum pasien baik hanya saja didapatkan
bercak darah pada kemaluannya. Setelah itu saya menjelaskan bahwa spotting
merupakan hal yang wajar terjadi akibat efek samping KB. Sesuai dengan
penatalaksanaan kasus spotting menurut Saifuddin (2006) adalah:
1) Jelaskan bahwa perdarahan ringan sering ditemukan terutama pada tahun
pertama. Bila tidak ada masalah dan klien tidak hamil, tidak diperlukan tindakan
apapun
2) Bila klien tetap saja mengeluh masalah perdarahan dan ingin melanjutkan
pemakaian KB dapat diberikan pil kombinasi satu siklus, atau ibuprofen 3x800
mg selama lima hari. Terangkan pada klien bahwa akan terjadi perdarahan
setelah pil kombinasi habis
3) Bila terjadi perdarahan lebih banyak dari biasa, berikan 2 tablet pil kombinasi
untuk 3-7 hari dan kemudian dilanjutkan dengan satu siklus pil kombinasi, atau
dapat juga diberikan 50mg etinilestradiol, atau 1,25 mg estrogen equenkonjugasi
14-21 hari. (Satimah, 2019)
DAFTAR PUSTAKA
Hartanto, H. (2015). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan
Herawati, E (2022). Penetalaksanaan Spotting Pada Akseptor Lama KB Suntik 3 Bulan
di BPM Bd Eliryani., [Link] di Kab. Blega Bangkalan. STIKES Ngudi
Husada
Irianto, K. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana. Bandung: Alfabeta. 2015. Gangguan
Reproduksi. Bandung: Alfabeta
Pinem, Saroha (2014). Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info
Media
Satimah. (2019). Asuhan Kebidanan keluarga Berencana Pada Ny M Akseptor KB
Implan dengan Spotiing di Puskesmas keling II Jepara