0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan2 halaman

SOP Penanganan Sindrome Koroner Akut

Dokumen ini membahas tentang Sindrome Koroner Akut (ACS) yang merupakan keadaan darurat jantung akibat iskemia miokard. Dokumen ini menjelaskan pengertian, tujuan, prosedur diagnosis dan tatalaksana awal pasien ACS di fasilitas kesehatan primer sebelum dirujuk ke fasilitas rujukan.

Diunggah oleh

Ami Bailusy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan2 halaman

SOP Penanganan Sindrome Koroner Akut

Dokumen ini membahas tentang Sindrome Koroner Akut (ACS) yang merupakan keadaan darurat jantung akibat iskemia miokard. Dokumen ini menjelaskan pengertian, tujuan, prosedur diagnosis dan tatalaksana awal pasien ACS di fasilitas kesehatan primer sebelum dirujuk ke fasilitas rujukan.

Diunggah oleh

Ami Bailusy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sindrome Koroner Akut (ACS)

No.
: SOP/ /UKP/23
Dokumen
No. Revisi :01
SOP
Tanggal
: 14 Agustus 2023
Terbit
Halaman : 1 dari 2
Sutriyanti Sartoso,SKM
PUSKESMAS
NIP.198305132011012007
SOAKONORA
Pengertian ACS asalah keadaan gawat darurat jantung dengan manifestasi klinis
perasaan tidak enak di dada atau gejala-gejala lain sebagai akibat dari
iskemia miokard.
Tujuan Agar dapat mendiagnosis dan memberikan tatalaksana pada kasus ACS
Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor
324.4/070/KAPUS/PKM/2023 Tentang Pelayanan Klinis.
Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.01.07/MENKES/1186/2022 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter
di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
Buku Bantuan Hidup Janjung Lanjut (ACLS) Perki 2021
Prosedur 1. Petugas menerima pasien
2. Petugas mengidentifikasi pasien
3. Petugas meanamnesa pasien apakah pasien merasakan nyeri dada
sebelah kiri seperti tertekan atau tertindih benda berat,apakah nyeri
menjalar ke dagu,leher,tangan,punggung,dan [Link]
pasien merasa sesak nafas,mual,muntah,nyeri epigastrium,keringat
dingin dan anxietas
4. Petugas memeriksa tanda tanda vital
pasien,kesadaran,tensi,nadi,suhu,respirasi rate
5. Petugas memonitor dan stabilkan Airway, Breathing, Circulation
pasien, dan siapkan diri untuk melakukan Resusitasi Jantung Paru
(RJP) dan defibrilasi (dirujuk ).
6. Petugas melakukan pemeriksaan fisik pasien,didapatkan pasien
gelisah,kelihatan pucat,hipertensi/hipotensi,dapat didengar suara
murmur dan gallop S3,Ronkhi basah disertai peningkatan vena
jugularis (JVP ) pada AMI yang disertai edema paru.,sering ditemukan
aritmia
7. Anamnesa dan pemeriksaan fisik dilakukan singkat dan terarah.
8. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang yaitu EKG
( Elektrokardiografi ) ,didapatkan ST Elevasi,ST Depresi atau T
inverted atau tanda iskemia lain.
9. Petugas menegakkan diagnosa berdasar anamnesa,pemeriksaan fisik
dan penunjang
10. Tatalaksana
 Beri Aspirin 160-320 mg
 Nitrogliserin sublingual atau spray (bila diperlukan dan tidak ada
kontraindikasi)
 Antinyeri yang sesuai
11. Evaluasi saturasi oksigen
12. Pasang akses intravena
13. Lengkapi ceklis fibrinolysis
14. Memberikan penjelasan pada pasien dan keluarga mengenai kondisi
dan prognosis penyakit pasien.
15. Segera dilakukan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat
Lanjut untuk mendapat penanganan reperfusi.

Unit Terkait Unit BP Umum


UGD / Ruang Tindakan

Anda mungkin juga menyukai