0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan51 halaman

Prinsip dan Fitur Mesin Diesel

Diunggah oleh

hanif faisal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan51 halaman

Prinsip dan Fitur Mesin Diesel

Diunggah oleh

hanif faisal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC

DIESEL ENGINE
AGS
AGS
§ Invented by Rudolf Diesel
§ Filled for a patent in 1894
§ First successful run in
1897
§ Engine proved that fuel
could be ignited without a
spark.
§ Early Uses: pipelines,
electric and water plants, Rudolf Diesel
automobiles

AGS
Prinsip Kerja
Dasar Kerja Diesel Engine.
Sejumlah komponen bekerja sama mengubah energi panas
menjadi energi mekanis. Pemanasan udara melalui kompresi,
digabungkan dengan injeksi bahan bakar menghasilkan
pembakaran, menciptakan gaya untuk menjalankan engine.
Saat dikabutkan, bahan bakar terbakar dengan mudah dan
dengan efisien terbakar dengan cepat, dalam proses yang
teratur untuk menghasilkan tenaga panas.

Udara + Bahan Bakar + Panas = Pembakaran


Pembakaran ditentukan oleh tiga hal, yaitu:
v Volume udara
v Jenis bahan bakar yang digunakan
v Jumlah campuran bahan bakar dan udara
AGS
Ruang Bakar terbentuk atas:
üCylinder liner
üPiston
üIntake valve
üExhaust manifold
üCylinder head
Bila udara dimampatkan maka suhu akan naik,,
panas yang dihasilkan semakin tinggi. Dengan
tekanan yang tepat, suhu yang dihasilkan akan
mencapai titik nyala bahan bakar. Maka engine
diesel memiliki nilai kompresi yang tinggi. Faktor
lain yang berpengaruh adalah bahan bakar

AGS
Baik engine petrol maupun engine diesel adalah
engine Internal Combustion (IC) yang bekerja dengan
dua maupun empat langkah.
Perbedaan utama antara keduanya adalah masuknya
bahan bakar ke dalam ruang bakar dan cara
pembakarannya. Walaupun rancangan dasarnya
serupa, namun fitur engine dan karakteristik
performanya jauh berbeda.

AGS
Perbandingan enjin bensin dan enjin disel
Petrol / Gas
Fitur Diesel engine
engine
Diesel Oil Distilate /
Bahan Bakar Petrol atau Gas
solar
Pemasukan bahan bakar ke silinder

Bagaimana injektor Karburator atau injektor

Di mana Ruang bakar Inlet port

Kapan Akhir langkah kompresi Selama langkah

Rasio kompresi 14 : 1 - 24 : 1 7 : 1 - 11 : 1

Tekanan kompresi 3150 – 3850 kPa 770 – 1400 kPa

Suhu kompresi 425 – 5500 C Sampai 2500 C


Panas daru udara
Pembakaran Busi / electric Spark
bertekanan
RPM Maksimum 2000 - 4000 RPM 4000 - 7500 RPM
Sedikit bervariasi selama Banyak bervariasi
Torque
range kecepatan selama range kecepatan
Thermal Efficiency 35 - 40 % 25 - 30 %
Volume campuran udara
Kontrol Kecepatan Hanya Bahan Bakar
& bahan bakar
AGS
Ruang bakar disel engine
Ruang bakar yang terdapat pada enjin disel sangat penting dalam usaha
kesempurnaan proses pembakaran yang terjadi pada akhir langkah kompresi.
Proses pembakaran harus terjadi secepat mungkin sehingga dapat dicegah delay
period yang besar. Ruang bakar akan sangat tergantung dari desain engine
khususnya desainkepala silinder, torak maupun katup

Jumlah bahan bakar


juga penting karena
semakin banyak bahan
bakar semakin besar
tenaga yang dihasilkan.
Bila disemprotkan ke
ruang tertutup, dengan
udara yang mencukupi,
sejumlah bahan bakar
dapat menghasilkan
panas dan gaya yang
besar.

Ruang bakar
AGS
Pada kedua jenis engine, pembakaran
menghasilkan energi panas, menyebabkan gas
yang terperangkap dalam ruang bakar
mengembang dan mendorong piston ke bawah
dan menggerakkan komponen-komponen
mekanikal lainnya. Piston dan connecting rod
bergerak naik turun yang disebut gerakan
reciprocating. Connecting rod memutar
crankshaft yang mengubah gerakan reciprocating
(lurus) menjadi gerak putar (rotation). Itulah
proses merubah energi panas hasil pembakaran
menjadi energi yang dapat melakukan kerja

AGS
Prinsip kerja
disel 4 langkah

Engine diesel siklus 4-langkah memiliki siklus kerja yang


teratur. Engine tipe ini populer digunakan karena
memiliki kelebihan masalah polusi gas buang yang dapat
dikendalikan dengan baik. Pengecualian , penggunaan
enjin 2 langkah masih digunakan oleh beberapa pabrik
untuk aplikasi kecepatan putaran tinggi.
Berikut langkah kerja engine diesel
AGS
1. Langkah
Hisap

Siklus dimulai dengan langkah isap. Intake valve


membuka dan exhaust valve menutup. Piston
mulai bergerak turun, menghasilkan tekanan vakum
pada cylinder. Udara terhisap masuk ke cylinder.
Crankshaft berputar 180°, dan exhaust valve tetap
menutup.
AGS
2. Langkah
kompresi
Intake valve menu-
tup, menyekat ruang
bakar. Piston berge-
rak naik sampai titik teratas pada cylinder, yang disebut Titik
Mati Atas (TMA) atau top dead center(TDC). Tekanan
udara yang terperangkap dalam cylinder akan naik dan
suhunya menjadi panas yang akan digunakan untuk
membakar bahan bakar yang akan disemprotkan oleh
injektor. Crankshaft sudah berputar sejauh 360°, atau satu
putaran penuh (putaran pertama).
AGS
3. Langkah
Usaha
Intake dan exhaust valve tetap menutup untuk menyekat ruang
bakar. Bahan bakar disemprotkan beberapa derajat sebelum titik
mati atas pada langkah kompresi. Panas dari udara yang ditekan
akan menyalakan bahan bakar, sehingga proses pembakaran
dimulai. Energi panas, yang dihasilkan pembakaran, bekerja
mendorong piston kebawah dan mulailah langkah tenaga. Hal ini
menyebabkan connecting rod berputar sebesar 180o, artinya
sekarang crankshaft telah berputar satu setengah putaran sejak
siklus dimulai.
AGS
4. Langkah
Buang
Exhaust stroke merupakan
langkah terakhir dari siklus.
Exhaust valve membuka,
piston bergerak naik dan
mendorong gas hasil pembakaran keluar dari cylinder. Beberapa
derajat sebelum titik mati atas, exhaust valve menutup, intake
valve membuka dan siklus dimulai lagi. Crankshaft berputar dua kali
180° untuk proses satu kali siklus.

Mengingat satu siklus terdiri dari empat langkah piston, maka siklus
ini disebut siklus 4-langkah. Urutan dimana berlangsung langkah
power atau pembakaran disebut firing order. Sebagai contoh, firing
order untuk engine 3406E adalah 1-5-4-6-2-3, dengan urutan
cylinder no 1 di depan dan nomor 6 di bagian belakang engine.
AGS
Salah satu perbedaan antara engine diesel
dengan engine gas atau engine bensin yang juga
menggunakan prinsip engine 4 langkah adalah
tidak diperlukannya busi / spark plug

Bahan bakar
disemprotkan
oleh injektor

Campuran bahan
bakar dan udara
dibakar
menggunakan api
dari busi
AGS
Rancangan ruang
bakar berbeda

Ruang bakar
disel dan bensin

AGS
Engine diesel menghasilkan kerja
lebih besar pada RPM rendah
Normalnya engine diesel beroperasi pada 800 –2200 rpm
dan menghasilkan torsi dan tenaga lebih besar untuk
melakukan kerja karena cylinder engine diesel hanya terisi
udara, sementara engine gas ataupun bensin terisi dengan
campuran udara dan bahan bakar. Karenanya, engine bensin
ataupun gas mengandung oksigen yang relatif sedikit dan
hanya bisa membakar bahan bakar sedikit saja dibandingkan
ukuran yang sama pada engine diesel.
Umumnya engine diesel lebih effisien bahan bakar untuk
menghasilkan tenaga dibandingkan engine bensin namun
lebih berat karena harus bertahan pada suhu dan tekanan
yang tinggi.
AGS
Istilah Effisiensi Dan Fisika
Terdapat tiga kategori utama terminologi untuk menjelaskan
engine:
1. Gerakan benda dan pengaruh dari gerakan (fisik)
2. Tenaga yang dihasilkan
3. Effisiensi engine (pengukuran)
Istilah Fisika yaitu:

v Gesekan
Sejumlah gaya tertentu diperlukan agar benda dapat meluncur
pada benda lainnya. Hambatan terhadap
gerakan ini disebut gesekan. Bila bebannya Gesekan
meningkat, hambatan juga naik. Sebagai
contoh, untuk menggerakkan benda yang
berat diperlukan usaha yang lebih besar
dibandingkan untuk menggerakkan benda
yang ringan.
AGS
Kondisi permukaan yang saling bersentuhan juga akan
membuat perbedaan maka diperlukan sistem pelumasan.
Lapisan oli (oil film) yang terdapat diantara komponen
yang bergerak menjaga untuk memperkecil pergesekan.
Tujuannya agar engine menjadi tahan lama, juga
menurunkan drag (hambatan, penahanan) pada engine
sehingga memungkinkan untuk menghasilkan tenaga
yang lebih besar.
Gesekan terjadi antara piston dan dinding cylinder saat
piston bergerak naik turun. Gesekan akan menghasilkan
panas yang merupakan salah satu faktor penyumbang
keausan dan kerusakan komponen yang paling besar.
AGS
Torque / Torsi
Saat engine hidup, pembakaran berlangsung, akan
menyebabkan piston pada cylinder bergerak turun yang
mendorong connecting rod dan menyebabkan
crankshaft berputar. Gaya putar atau puntir yang
dihasilkan crankshaft disebut torsi (torque).

Torsi juga dapat dihitung berdasarkan kapasitas beban


yang dapat diangkat oleh engine. Torsi dan horsepower
yang dihasilkan engine saling berhubungan antara satu
dengan lainnya.

AGS
Terminology Pengukuran Engine
Effisiensi yang dimiliki engine tertentu dinyatakan
dalam persen dari aktual tenaga yang dihasilkan disebut
break horse power (BHP) berbanding dengan tenaga yang
dihasilkan engine secara teoritis disebut indicator horse
power (IHP).

Performa engine dinilai dengan membandingkan


tenaga keluaran engine dan atau effisiensi engine. Ini bisa
dihitung menggunakan beberapa cara. Spesifikasi dari
pabrik pembuat harus diketahui terlebih dahulu untuk
memahami pengaruh faktor-faktor ini pada performa
engine. Beberapa spesifikasi dasar yang dibuat oleh pabrik
yang mempengaruhi performa engine adalah; Bore;
Stroke; Displacement; dan Compression ratio
AGS
Bore

Bore adalah garis tengah (diameter) bagian dalam suatu


cylinder pada engine. Satuan yang digunakan biasanya
millimeter atau inch. Ukuran bore, bersama dengan jarak
langkah piston, dapat menentukan volume udara yang
tersedia untuk pembakaran. Normalnya, semakin besar bore,
maka engine akan semakin bertenaga.
AGS
Langkah torak / piston
AGS
v Stroke / Langkah
Titik Mati Atas (TMA) atau Top Dead Center (TDC)
merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan posisi
piston saat pada posisi paling atas pada cylinder. Beberapa
kejadian pada engine mengacu pada posisi crankshaft,
diukur dalam derajat sebelum atau sesudah titik mati atas.
Titik Mati Bawah (TMB) atau Bottom Dead Center
(BDC)merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan
posisi piston saat berada pada posisi paling bawah pada
cylinder

AGS
Langkah atau stroke (L) adalah istilah yang digunakan
untuk menjelaskan jarak perjalanan piston pada cylinder.
Langkah piston dihitung sebagai perbedaan antara posisi
piston saat di TMA dengan TMB, dan besarnya langkah di
tentukan oleh rancangan crankshaft.
Langkah piston dihitung dalam satuan millimeter atau inch.
Semakin panjang langkah piston semakin banyak udara yang
masuk kedalam cylinder, sehingga akan lebih banyak bahan
bakar yang bisa dibakar dan tenaga yang dihasilkan engine
pun semakin besar

AGS
Engine Displacement

Displacement dalam Bahasa Indonesia diartikan


sebagai volume enjin yang dinyatakan dalam in³,
cm³(cc) atau Liter
AGS
Compression Ratio

Perbandingan kompresi (compression ratio)

AGS
Cylinder displacement dan volume ruang bakar
menentukan compression ratio (perbandingan
kompresi) dari engine. Untuk menghitung
perbandingan kompresi, digunakan rumus berikut

Atau:

AGS
Perbandingan kompresi untuk engine diesel adalah antara
11:1 sampai 22:1, lebih besar dari perbandingan kompresi
untuk engine bensin atau pun gas yang biasanya sekitar 8:1
sampai 11:1. Engine diesel menggunakan perbandingan
kompresi lebih tinggi untuk meningkatkan tekanan pada ruang
bakar agar dapat memproduksi temperatur yang tinggi
karenak rancangan dasar pengapiannya berdasarkan tekanan
kompresi. Dengan tekanan yang lebih tinggi akan didapat
suhu udara dan bahan bakar yang lebih tinggi pula. Secara
umum suhunya bisa mencapai kira-kira 1000o F (± 5370 C) dan
akan menyebabkan bahan bakar menyala tanpa harus
menggunakan busi.

AGS
Agar mendapatkan tenaga yang diharapkan, engine diesel
memerlukan udara yang banyak. Tekanan atmosfer, suhu
udara dan kelembaban udara memegang peranan penting
dalam karakteristik performa engine.
Tekanan atmosfer mendorong udara masuk kedalam ruang
bakar dan tekanan atmosfer adalah tekanan udara disekeliling
kita. Tekanan atmosfer di pantai lebih tinggi dan lebih padat
dibandingkan dengan tekanan udara di puncak gunung.
Sehingga terdapat molekul udara yang lebih banyak yang
memungkinkan bahan bakar terbakar secara sempurna pada
engine diesel, sehingga kita dapatkan tenaga yang lebih besar.
Alasan ini mengapa engine lebih bertenaga bila dioperasikan
di daerah operasi dataran rendah.

AGS
Kelembaban udara juga merupakan faktor
penting pada pembakaran engine diesel.
Kelembaban udara merupakan persentase jumlah
uap air yang terdapat pada udara. Semakin tinggi
kelembaban udara berarti semakin banyak uap
airnya dan semakin sedikit oksigennya. Sehingga
pembakaran menjadi kurang effisien dan tenaga
menjadi berkurang

AGS
v Effisiensi
Tenaga aktual yang dihasilkan engine selalu lebih rendah
dibandingkan dengan tenaga secara teoritis.

v Volumetric
Efficiency didefinisikan sebagai kemampuan engine dalam
mengisikan udara kedalam cylinder saat langkah isap
dibandingkan dengan cylinder yang diisi penuh dengan udara
karena tekanan atmosfer. Karena udara harus ditekan
kedalam cylinder oleh tekanan atmosfer, maka cylinder tidak
akan pernah terisi penuh 100%.

AGS
v Mechanical Efficiency
Merupakan perbandingan BHP dengan IHP.

v Thermal Efficiency
Merupakan tingkat seberapa besar kemampuan
engine merubah energi udara dengan fuel
menjadi energi panas yang akan menyebabkan
piston memutarkan crankshaft
AGS
v Fuel Efficiency
Didefinisikan dalam beberapa cara. Umumnya dinyatakan
dalam kilometer per liter (Km/L), liter per 100 Km atau mil per
galon (mpg). Ini digunakan untuk menjelaskan effisiensi bahan
bakar engine pada aplikasi jalan raya seperti truck.
Effisiensi bahan bakar dapat dinyatakan dalam liter per jam
atau gallon per jam pada rated speed (kondisi beban penuh).
Effisiensi bahan bakar dapat pula dinyatakan dalam „brake specific
fuel consumption‟ (BSFC). BSFC didefinisikan sebagai jumlah bahan
bakar per satuan tenaga dan waktu. BSFC engine dapat dinyatakan
dalam:

AGS
Sistem Pendinginan Enjin
Engine diesel tergantung pada sistem pendingin
untuk dapat mencapai performa maksimum dan
usia pakai. Sistem pendingin bertanggung jawab
menjaga suhu agar selalu berada pada suhu
operasi karena engine hanya akan beroperasi
optimum pada suhu operasinya.
Masalah pada sistem pendingin meliputi
kebocoran kecil, keluhan pada konsumsi bahan
bakar, keausan engine yang cepat atau
kerusakan yang parah secara tiba-tiba. Bila aliran
pendingin pada engine berhenti, maka beresiko
munculnya kerusakan yang signifikan pada engine

AGS
Tambahan kipas,
umumnya
digerakkan oleh
tali kipas
terletak dekat
radiator
berguna untuk
menambah
aliran udara
1. Water pump
sehingga
4. Temperatur regulator dan
2. Oil cooler Rumahnya pemindahan
3. Lubang-lubang 5. Radiator panas lebih baik.
pada engine block 6. Radiator cap
dan cylinder head 7. Hose serta pipa-pipa
penghubung

AGS
Komponen–Komponen Sistem Pendingin

a). Water Pump

b). Oil cooler

AGS
c). Jacket Water

d). Water Temperatur Regulator

e). Penyerap dan pemindah


panas / radiator

AGS
f). Fan (Kipas)

g. Radiator Cap

AGS
Karakteristik Sistem Pendingin
Air banyak digunakan sebagai media sistem pendingin
karena mudah didapat dan merupakan pemindah panas
yang baik. Setiap sumber air mengandung endapan
kotoran yang tidak dibutuhkan, kotoran dapat
menimbulkan asam dan tumpukan deposit yang dapat
mengurangi umur sistem pendingin. Air yang dapat
dipergunakan sebagai cairan pendingin adalah yang tidak
mengandung kotoran yang berlebihan dan berada pada
batas tertentu seperti pada tabel dibawah ini.

AGS
Faktor yang mempengaruhi sistem
pendingin
1. Faktor lingkungan -- Pada saat temperatur daerah
sekeliling engine (ambient temperatur) tinggi, maka
temperatur cairan pendingin naik karena jumlah panas
yang dipindahkan dari radiator ke udara sekitar menjadi
berkurang. Ketinggian operasi suatu engine dari
permukaan laut berpengaruh terhadap pendinginan.

2. Faktor kondisi operasi -- Mengoperasikan engine pada


kondisi lug atau torque converter stall dalam waktu lama
dapat menyebabkan (overheating). Overload menimbulkan
panas yang berlebihan, Fenomena ini terjadi karena pada
kondisi engine lug menyebabkan kecepatan engine turun
sehingga dalam kondisi yang bersamaan kecepatan kipas
(fan) dan water pump juga turun yang mengurangi aliran
udara ke radiator dan panas yang dapat dipindahkan ke
udara sedikit.
AGS
Kelebihan dan keuntungan
komponen sistem pendingin
KEUNTUNGAN
Pendingin Air Pendingin Udara
üMudah ditemukan üMudah ditemukan
üPanas jenis – tinggi üKonstruksi sederhana
üPendinginan merata
ü Tidak berkarat
üstationer & bergerak
üSuara halus
KERUGIAN

üKonstruksi kompleks üPanas jenis – kecil


üTendensi berkarat üMengeluarkan suara
üPerlengkapan tambahan üPendingin tidak merata
üLebih berat üMesin bergerak
AGS
FUNGSI PELUMAS

Sealing BAHAN PELUMAS


Cooling Hewan  lemak atau gajih
Cleaning Tumbuh tumbuhan  biji
Washing jarak, buah kelapa
Power etc. Hasil tambang  minyak
mineral

AGS
PENGETAHUAN
PELUMAS Kelebihan Minyak
Suhu operasi luas Mineral
Untuk mesin industri &
kendaraan Kemampuan lain :
Murah
Sifat fisika & kimia kecil Sebagai diterjen
Tidak merusak gasket & Anti oksidasi
seal Peningkatan viskositas baik
Umur panjang Anti karat, busa, denyit,
Gesekan rendah dengking
Pengantar panas yang baik Pelindung korosi
Tahan tekanan ekstrim

AGS
PENGETAHUAN PELUMAS

Terminology

Total base Flash point


number (TBN)
Cloud point
Keasaman
Viscositas Pour point
Aditif Corosivitas
Oksidasi Grafitasi spesifik
Emulsifikasi Panas jenis

AGS
Sistem Pelumasan Engine
Minyak pelumas engine
ü Pelumasan bagian yang bergerak untuk mengurangi gesekan,
ü Membantu pendinginan komponen. Alirannya yang teratur
pada sistem pelumasan menyentuh berbagai bagian yang
bergerak. Oli menyerap panas pada komponen-
komponenyang mengalami gesekan
ü Bahan penyekat, misalnya pada ring torak oli berfungsi
sebagai penyekat akhir,
ü Membersihkan enjin dengan melepaskan karbon dan
kotoran-kotoran lainnya
ü Mengurangi keausan, serta akibat lain dari gesekan alami
yang terjadi di antara komponen-komponen bergerak dari
enjin

AGS
.

Tentang Minyak pelumas


Ø Minyak pelumas terlalu kental, akan mengalir lambat.
Menjadi penyekat yang baik, tetapi tidak memungkinkan
bagian enjin bergerak lancar. Maka enjin akan sulit
dinyalakan.
Ø Minyak pelumas terlalu encer, maka pelumasan komponen
tidak memadai, lapisan film rusak sehingga mengakibatkan
cepatnya keausan.
Ø Karena minyak pelumas akan makin encer jika panas dan
mengental jika dingin, maka viskositas minyak pelumas enjin
menjadi sangat penting. Minyak pelumas harus cukup encer
agar enjin dapat dinyalakan dengan cepat dan lancar serta
cukup kental untuk menahan temperatur yang tinggi.

AGS
Ø Sebagai Pelumas, Oli engine menghasilkan lapisan tipis
sebagai pelindung antara komponen komponen yang bergerak
pada engine. Lapisan tipis ini (oil film) akan mengurangi
gesekan, keausan dan panas pada engine.
Ø Sebagai Pendingin Pembakaran yang berlangsung pada engine
menghasilkan panas yang sangat tinggi, khususnya pada piston.
Ø Sebagai Pembersih, untuk membawa kotoran atau
kontaminan ini dari komponen-komponen yang bergerak,
sehingga nantinya kotoran-kotoran ini dapat dipisahkan dari oli
oleh filter.
Ø Sebagai Penyekat, menghasilkan lapisan tipis antara ring
piston dan dinding cylinder.

AGS
Additif pada oli engine
v Detergent untuk menjaga oli tetap bersih
v Anti-wear agents mengurangi gesekan
v Dispersants menjaga contaminant mengendap
v Alkalinity agents mengontrol kadar keasaman oli
v Oxidation inhibitors mencegah oli dari oksidasi
ketika terkena udara
v Pour point suppressants menjaga cairan oli pada
temperatur rendah dan mencegah
pengkristalan seperti lilin pada minyak oli
v Viscosity improvers menjaga oli berubah
menjadi terlalu encer pada temperatur yang
tinggi
AGS
Komponen
sistem
pelumasan

1. Oil pan atau sump


2. Oil pick-up tube dan suction bell
3. Oil pump 6. Oil filter dengan bypass valve
4. Oil pressure relief valve 7. Oil gallerie (penyuplai oli ke engine)
5. Oil cooler dengan bypass valve 8. Piston cooling jet
9. Crankcase breather, line dan pipe
AGS
AGS

Anda mungkin juga menyukai