Show Cause Meeting (SCM) dan
Pemutusan Kontrak
Yang Harus Difahami Oleh
PPK dan Penyedia
TIDAK SEMUA PEK/PROYEK
YG TERLAMBAT HRS DDILAKUKAN
RAPAT PEMBUKTIAN Pek terlambat krn
KETERLAMBATN / SHOW CAUSE
MEETIG Peristiwa kopensasi
EXTENTION
TIME
Indikasi
Pek terlambat krn
keterlambatan
Perub Pek, DED,
yg hrs dikenali
Kead Kahar
oleh PPK
Pek terlambat krn
SCM
Kinerja penyedia
SHOW CAUSE MEETING (RAPAT PEMBUKTIAN)
Show Cause Meeting (SCM) atau Rapat Pembuktian
merupakan istilah dalam proyek konstruksi.
Show Cause Meeting (SCM) diadakan oleh PPK atau
diperintahkan oleh KPA.
Diadakan dikarenakan adanya kondisi kontrak kerja
yang dinilai kritis dan berpotensi menyebabkan
waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan shedule
PERPANJANGAN WAKTU vs PEMBUKTIAN
KETERLAMBATAN
• Tidak selalu keterlambatan harus dilakukan rapat
pembuktian keterlambatan oleh PPK
• PPK harus benar-benar memastikan apakah Penyedia/
Kontraktor dlm melaksnkn pekerjn Konstruksi mengalami
keterlambatan disebabkan oleh kinerjanya dan bukan
karena faktor terjadinya peristiwa kompensasi atau bukan
krn adanya perubhn pek ?
• Jika atas dasar fakta jawabnya ya , maka PPK segera
lakukan SCM dan Kontraktor diminta menyajikan skenario
bgmn melakukan percepatan pelaksn unt meniadakan
keterlambatan , lewat test case
Materi rapat test case/ uji coba
1. Direksi Teknis persiapkan materi unt rapat
pembahasan;
2. Evaluasi keterlambatan realisasi fisik sesuai
jadual;
3. Evaluasi faktor penyebab keterlambatan;
4. Bahas dan sepakati besaran kemajuan fisik
yg harus dicapai dan jenis pekerjaan yg
harus dilaksanakan penyedia jasa dlm
periode tertentu/ periode uji coba (Test Case);
PERPANJANGAN WAKTU vs SCM
DLM HAL PEKERJAAN TERLAMBAT DAN PERLU MENDAPAT
PERPANJANGAN WAKTU, PERPANJAG WAKTU DAPAT DIBERIKAN
TERHADAP HAL HAL DIBAWAH INI
1. Pekerjaan tambah
2. Perubahan desain
3. Keterlambatan yang disebabkan pengguna jasa
4. Masalah yang timbul diluar pengendalian penyedia jasa
5. Keadaan kahar
Catatan
Semua jaminan harus disesuaikan masa berlakunya menurut waktu dalam
amandemen kontrak
Adalah keterlambatan pek
Akibat peristiwa
Keterlambatan kompensasi
Pekerjan yang tidak
Dapat di lakukan
SCM
Bbrp peristiwa kompensasi
yg harus dikendalikan PPK
dan/atau Konsulan Was/MK
Peristiwa kompensasi
Minimal ada 8 peritiwa
dapat menyebabkan
pekerjaan terlambat kompensasi yg dapat claim oleh
penyedia yang hrs dikendalikan
Minimal 8 peristiwa yg harus
dikendalikan PPK atau Konsulta Was/MK
1. Pengguna Jasa (PJ) ubah jadwal pekerjaan yg dapat pengaruhi
pelaksn pekerjaan;
2. Terlambat Membayar kpd Penyedia;
3. PJ tidak memberi DED, spek tek dan/atau instruksi sesuai jadwal
yg dibutuhkan
4. Penyedia blm bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal.;
5. PJ instruksikan kpd Penyedia untuk lakukan uji tambahan yg
setelah dilakskn uji tidak ditemukan krusak/gagal/penyimp;
6. PJ perintahkn penundaan pelaksn pekerjaan;
7. PJ perintahkan unt atasi kondisi unforeseen yg disebabkan/tidak
disebabkan oleh PJ; atau
8. Ketent lain dalam SSKK.
Penyedia berhak menyampaikan
claim Kepada PJ
Akibat peristiwa
Kompensasi
Baik Dalam Bentuk Ganti Waktu
Maupun Ganti Rugi Biaya Akibat
Peristiwakompensasi
Kriteria keterlambatan yg dapat di Show Cause
Meeting (SCM)
Jika Penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal,
maka PJ harus memberikan peringatan secara tertulis atau
memberlakukan ketentuan kontrak kritis.
Periode I renc fisi 0% - 70%,
terlambat dgn selisih antara realisasi fisik dgn renc > 10%
Periode II rencana fisik 70% - 100%, terlambatan dgn selisih
antara realisasi fisik dgn renc > 5%;
Periode III rencana fisik 70% - 100%, terlambat dgn selisih
antara realisasi fisik dgn rencana < 5% dan akan lampaui TA
berjalan
GAMBARAN kETERLAMBATAN PEKERJAAN
100
90
80
DAPAT DI SHOW CAUSE MEETING
BILA SDH MASUK DLM KRITERIANYA
70
60
50
40
= deviasi
keterlambatan
30
Keterlambatan
20
10
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Realisasi Pelaksanaan Pek bulan ke
5
1. Penanganan kontrak kritis dilakukan dengan rapat
pembuktian (show cause meeting/SCM).
2. Saat Kontrak dinyatakan kritis, PJ brdasarkn laporan dari
Pengawas Pekerjaan memberikan peringatan secara tertulis
kpd Penyedia dan selanjutnya PJ menyelenggrkn Rapat
Pembuktian (SCM) Tahap I
3. Dlm SCM Tahap I, PJ Pengawas Pekerjaan dan Penyedia
membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yg
harus dicapai oleh Penyedia dlm periode waktu tertentu (uji
coba pertama/test case) yg dituangkan dlm Berita Acara
SCM Tahap
4. Dlm SCM Tahap I, PJ, Pengawas Pekerjaan dan
Penyedia membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yg harus dicapai oleh Penyedia
dalam periode waktu tertentu (uji coba
pertama/test case) yg dituangkan dlm Berita
Acara SCM Tahap I
5. Bila Penyedia gagal pada uji coba I, maka PJ
terbitkan Surat Peringatan Kontrak Kritis I dan
harus dilakuan SCM Tahap II yg membahas dan
menyepakati besaran progres fisik yg harus dicapai
oleh Penyedia dlm waktu tertentu (test case II yg
masuk dlm BA SCM II.
6. Bila Penyedia gagal pada uji coba II, maka PJ
terbitkan Surat Peringatan Kontrak Kritis II dan harus
dilakukan SCM III yg membahas dan sepakati
besaran kemajuan fisik yg harus dicapai oleh
Penyedia dlm waktu tertentu (test case III) masuk dlm
BA SCM III.
7. Bila Penyedia gagal pada uji coba III, maka
PJ terbitkan Surat Peringatan Kontrak Kritis III
dan PJ dpt melakukan putus Kontrak sec
sepihak dgn kesampingkan Psl 1266 & 1267
KUH-Per.
[Link] uji coba berhasil, namun
pada pelaksanaan pekerjaan
selanjutnya Kontrak dinyatakan
kritis lagi maka berlaku
ketentuan SCM dari awal.
PEMBERIAN KESEMPATAN
PJ menilai bhw Penyedia
mampu selesaikan pekerjaan,
PJ dpt memberikan kesempatan
kpd Penyedia unt menyelesaikn
Bila penyedia gagal pekerjaan
menyelsaikan
pekerjaan
pada akhir masa
pelaksn
Pemberian kesempatan kpd
Penyedia unt selesaikan
pekerjn dimuat dlm Adendum
Kontrak, maks 50 hr kal
Dalam Adendum kontrak pemberian kesempatan
diatur ketentuan2 :
1) Waktu pemberian kesempatan penyelesaian
pekerjaan;
2) Pengenaan sanksi denda keterlambatan.
3) Perpanjangan masa laku Jaminan Pelaksanaan;
dan
4) Sumber dana untuk biaya penyelesaian sisa
pekerjaan yg akan dilanjutkan ke Tahun Anggaran
berikutnya dari DIPA/DPA Tahun Anggaran
berikutnya, bila pemberian kesempatan
melampaui Tahun Anggaran
Lama waktu pemberian kesempatan :
1. Pemberian kesempatan kpd
Penyedia menyelesaikan pekerjaan
s/d 50 hari kalender, sejak akhir
Masa Pelaksanaan.
2. Pemberian kesempatan pekerjaan
dapat melampaui Tahun Anggaran.
Sekian dan terima kasih