0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan15 halaman

Menghadapi Bullying di Sekolah

Diunggah oleh

dodikirana79
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan15 halaman

Menghadapi Bullying di Sekolah

Diunggah oleh

dodikirana79
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DREAM SPACE

Sutradara : Arga Aditor


Asisten Sutradara : Gita Jawza. R
Penulis Naskah Skenario : Suci Aulia. A, Fadhilah Maulida. W
Editor dan Publikasi : M. Rian. F, Desanda Rizky. S
MUA dan Wardrobe : Rayya. F. R, Laura. P. Z, Melani Oktaviancha, Nur Azizah
Kameramen : Nayla Dwihani. A, Septiyan Ramadhan. N. F
DOP : Bayu Rizky. S
Manajer lokasi : Devita Dwi. Y, Zahra Aulia. R
Artistik : Zahra Naila. S, Nadya Frida. S
Clapper : Yusuf Apriyatno
Aktor : Menyesuaikan

NASKAH FILM PENDEK


“TERJADI LAGI…”
Sinopsis:
Dalam naskah drama "Terjadi Lagi…" menceritakan seorang siswi yang pernah menjadi
korban bully di tahun sebelumnya ( saat SMP ). Ia harus menghadapi situasi yang sulit saat
pelaku yang membullynya tahun lalu, kembali membullynya di hari pertama tahun ajaran
baru ( saat SMA). Tetapi ia berusaha untuk tidak menunjukan lukanya, walaupun sudah
merasa sangat lelah dengan semua yang telah terjadi, bahkan merasa sendirian dan tak
berdaya. Namun, ditengah semua itu, ia memiliki satu teman dari SMP yang selalu
mendukung dan berani menegur pelaku saat membullynya. Guru pun turut campur dalam
situasi tersebut dan menegur pelaku serta memberikan pengertian tentang pentingnya
menghormati teman teman. Pelaku menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada
korban. Akhirnya, dengan dukungan teman teman sekelas dan bimbingan guru, korban dan
pelaku berjanji untuk menjaga hubungan yang baik dan tidak melakukan Bullying lagi.

1
Scene 1. Ext. SMA N 02 Brebes. (pagi) (10 detik)
Camera establish SMA N 02 Brebes secara keseluruhan
Sound effect: Menyesuaikan
Cut to:

Scene 2. Ext. Koridor kelas. (pagi) (…detik)


Cast : Rheina
Rheina berjalan menyusuri lorong-lorong kelas, mencari ruang kelasnya berada. Setelah
sampai didepan kelas, ia pun segera masuk.
Camera long shot from lorong-lorong kelas move to close up Rheina yang sedang berjalan
menyusuri lorong-lorong kelas mencari ruang kelasnya dan setelah sampai didepan kelas, ia
masuk ke dalam kelas.
Cut to:

Scene 3. Int. Dalam kelas. (pagi) (…detik)


Cast : Rheina, Audy
Rheina yang segera masuk kelas dan melihat sekeliling kelas untuk mencari tempat duduk,
dan Rheina melihat Audy yang dulu sering membully nya dan kini sekelas dengannya
Camera close up to: Pintu kelas, kemudian Rheina masuk ke dalam kelas
Camera move to long shot to sekeliling kelas (pov: mata Rheina)
Cut to:

Flashback on
Scene 4. Int. Dalam kelas SMP . (siang) (…detik)
Cast : Rheina, dan Audy
Sound effect: Bel menandakan jam Pelajaran selesai
Pembelajaran di kelas telah selesai, Rheina dan teman-temannya ingin pergi ke kantin.
Camera long shot from dalam kelas move to close up Rheina dan teman temannya yang
pergi keluar kelas

2
Scene 5. Ext. Diluar kelas SMP. (siang) (…detik)
Pada saat berjalan menuju kantin tiba tiba pandangan Rheina teralihkan oleh seorang gadis
yang Tengah duduk sendiri. Reina menghampiri gadis tersebut.
Dialog:
Rheina : "Hai nama kamu siapa? kamu ga pergi ke kantin?"
Audy : "Engga, aku gapunya temen disini dan gatau arah kantin."
Rheina : "Oh ya? kalau gitu kamu mau jadi temenku ga? nama aku Rheina.”
(Rheina dan Audy berjabat tangan)
Audy : "Aku Audy."
Rheina : "Salam kenal audi, ayo kita ke kantin bareng."
Audy : “Boleh.”
Cut to:

Scene 6. Ext. Koridor Kelas. (siang) (…detik)


Shoot disertai teks
Teks:
Rheina dan Audy menjadi teman baik tetapi itu tak bertahan lama. sikap Audi yang awalnya
seperti biasa lama-lama berubah.
(dilorong) saat Audy melihat Rheina bermain dengan temannya yang lain, Audy merasa
marah. Audy menghampiri Rheina yang sedang bersama teman barunya dengan langkah
kaki yang bergema.
Dialog:
Audy : "Rheina! kamu kenapa main sama dia sih? kamu udah ga mau temenan sama aku
lagi?" (ucap audy seraya menarik lengan Rheina).
Rheina : "Aku masih mau temanan sama kamu Audy, dia juga temen aku."
Audy semakin marah mendengar jawaban Rheina.
Audy : "Kamu kan udah temenan sama aku jadi kamu gaboleh punya temen lain selain
aku!"
Rheina : "Kamu ngomong apasih Audy? aku kan berhak temenan sama siapa aja."
Bantah Rheina dan pergi meninggalkan Audy sendirian di lorong.
Cut to:

3
Scene 7. Ext. Sekitar kelas (siang) (…detik)
Sound effect: Computer keyboard
Teks:
setelah kejadian itu Rheina tidak pernah lagi berbicara dengan Audy. setelah kelas 9 Audy
memiliki teman baru dan mulai menghasut teman-temannya untuk ikut membully Rheina
agar Rheina merasakan penderitaannya saat Audy ditinggalkan oleh Rheina. teman-
temannya pun setuju untuk membully Rheina, berbagai macam tindakan bullying diterima
oleh Rheina. saat itu Rheina hanya pasrah tanpa perlawanan sampai hari kelulusan tiba.
Cut to:

Flashback 0ff

Scene 8. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)


Cast : Rheina, Audy, Tania, Ana
Camera close up to wajah Rheina
Rheina meilihat kearah Audy, dan teman Audy yang melihatnya pun langsung
membicarakan Rheina
Camera close up to Audy, Tania, Ana
Dialog:
Tania : “Eehh liat deh (mata tania yang melirik ke arah Rheina), daritadi gw perhatiin dia
liatin kita terus.”
Ana : “Iya sih, ko ngeliatin kita terus, kayaknya dia ngeliatin lo Dy.”
Audy menoleh ke arah Rheina. Camera close up to Audy
Rheina yang sadar Audy melihatnya pun langsung berjalan dengan cepat menuju tempat
duduk paling belakang.
Camera move to long shot to Rheina yang sedang berjalan dengan cepat menuju tempat
duduk paling belakang.
Cut to:

4
Scene 9. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)
Cast: Audy, Tania, Ana
Audy yang sadar dengan kehadiran Rheina bahkan mengetahui dirinya yang sekelas
dengannya pun langsung membicarakan tentang Rheina kepada teman barunya.
Camera close up to Audy, Tania, Ana yang sedang membicarakan Rheina

Scene 10. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)


Cast: Rheina, Audy, Tania, Ana
Setelah membicarakan Rheina, Audy, Tania, dan Ana menghampirinya
Dialog:
Camera close up to Rheina, Audy, Tania, Ana
Audy menghampiri Rheina
Audy : “Oh ya guys kenalin ini Rheina, temen SMP ku dulu, dia anaknya penurut lhoo…”
Ana : “Oohh jadi si culun ini Namanya Rheina”
Tania : “ Lumayan nih, babu baru”
Audy : “Kok bisa yaa kita sekelas lagi”
Camera close up to reaksi Rheina.
Cut to:

Scene 11. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)


Cast: Rheina, Audy, Tania, Ana
Dialog:
Camera close up to Rheina, Audy
Audy : “Sekarang kok pake kacamata?, kenapa?, dulu juga ngga”
Rheina : “Iya ngga apa apa” (lirih Rheina)
Audy : “Kok lo sekarang jadi diem banget sih?, lo masih inget kejadian waktu itu?,
baperan!, jadi orang kok baperan!
Rheina teriak
Rheina : “Stop! Aku gamau diperlakukan kayak gini lagi!
Dan teman-teman yang berada di kelas melihat ke arah mereka berempat, suasana pun
menjadi hening dan bel menandakan jam pelajaran akan dimulai pun berbunyi

5
Sound effect: Bel menandakan jam pelajaran akan dimulai berbunyi

Scene 12. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)


Cast: Rheina, Hera, Audy, Tania, Ana, Guru
Audy, Tania, dan Ana Kembali ke tempat duduknya masing-masing dengan kesal. Lalu Hera
pun datang dan duduk di samping Rheina. Tidak lama guru datang untuk memulai sambutan
tahun ajaran baru.
Cut to:

Scene 13. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)


Cast: seluruh murid kelas, Guru
Seorang Guru yang memberikan sambutan
Camera long shot from murid kelas
Camera close up to Guru yang sedang memberikan sambutan
Dialog:
Guru : “Baiklah kita mulai tahun ajaran baru ini dengan semangat yang posistif. Semoga kita
semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat belajar anak-anak!
Camera long shot from seluruh murid kelas
Murid kelas menjawab secara kompak
Murid kelas: “Baik Bu…”
Cut to:

Scene 14. Int. Dalam kelas (siang) (…detik)


Camera establish koridor kelas dan jam Pelajaran pun selesai
Sound effect: Bel jam pelajaran berakhir
Cut to:

Scene 15. Ext. Kelas (siang) (…detik)

6
Camera long shot from depan kelas move to close up seluruh siswa kelas keluar untuk
pulang.
Cut to:

Scene 16. Int. Kelas (siang) (…detik)


Cast: Rheina, Hera
Camera long shot form seluruh ruangan kelas move to close up rheina dan hera di mejanya.
Dialog:
Hera : “Rheina keluar bareng yuk“
Rheina : “Ayo“
Cut to:

Scene 17. Ext. Di loby (siang) (…detik)


Cast: Rheina, Hera
Camera long shot form depan kelas move to close up rheina dan hera yang sedang berjalan
keluar.
Dialog:
Rheina : “Oh iya botol aku ketinggalan di kelas“
Hera : “Yaudah ambil dulu gih, aku tunggu disini“
Cut to:

Scene 18. Ext. diluar kelas (siang) (…detik)


Cast: Rheina
Camera long shot form depan kelas melihatkan rheina yang sedang berlari menuju kelas
untuk mengambil botolnya.
Cut to:

Scene 19. Int. kelas (siang) (…detik)

7
Cast: Rheina, Audy, Tania, Ana
Camera long shot form kelas move to close up rheina yang sedang mengambil botolnya dan
ingin keluar.

Lalu tiba tiba rheina dihadang ana saat akan keluar kelas
Dialog:
Ana : “Heh culun sini lo ikut gw!”
Rheina : “k-kemana?”
Ana : “Udah gausah banyak ngomong, sini ikut gw”
Cut to:

Scene 20. Ext. Koridor dekat toilet (siang) (…detik)


Cast: Rheina, Ana
Camera long shot from Lorong dekat toilet dengan memperlihatkan Rheina yang sedang
diseret
Dialog:
Ana : “Udah sini cepet!”
Rheina : “Ga mauu, aku mau pulang!” (teriaknya)
Camera move to clouse up to Ana dan Rheina
Dialog:
Rheina : “Aku mau dibawa kemana?”
Ana : “Udah sih tinggal ikut, apa susahnya?”
Ana pun menyeret Rheina samp eke depan toilet.
Cut to:

Scene 21. Int. Depan bilik toilet (siang) (…detik)


Cast: Rheina, Audy, Tania, Ana
Ana menyeret dan mendorong Rheina sampai terjatuh di pojok depan bilik toilet lalu Audy
dan Tania langsung datang dan menghampiri Rheina yang sudah terjatuh
Camera long shot from Rheina, Audy, Tania, Ana
Dialog:

8
Camera move to clouse up Rheina yang jatuh karna di dorong
Rheina : “Aaww”
Camera move to clouse up Audy, Tania, Ana yang sedang membully Rheina
Ana : “Lebay banget si lo”
Tania : “Lo tau kan kesalahan lo itu apa?
Camera move to clouse up wajah Rheina
Rheina : “Eee-emang salah aku apa?”
Camera move to clouse up Audy, Tania, Ana
Ana : “Lo itu udah malu-maluin kita di kelas tadi pagi!, dan gara-gara lo kita jadi bahan
omongan di kelas!”
Tania : “Lo pikir dengan lo mempermalukan kita, kita bakal diem aja?”
Audy : “Sekarang lo harus terima akibatnya”
(Adegan bully fisik terhadap Rheina)
Sound effect: Menyesuaikan adegan bully
Cut to:

Scene 22. Int. Depan bilik toilet dan masuk ke bilik toilet (siang) (…detik)
Cast: Rheina, Audy, Tania Ana
Audy, Tania, dan ana menyeret Rheina ke dalam bilik toilet dan menguncinnya dari luar bilik
toilet, sehingga Rheina terkunci di dalam bilik toilet
Camera long shot from Audy, Tania, Ana yang sedang menyeret Rheina
Camera move to clouse up Audy yang sedang mengunci pintu toilet
Camera long shot from Audy, Tania, Ana yang pergi meninggalkan toilet tersebut
Cut to:

Scene 23. Int. Dalam bilik toilet (siang) (…detik)


Cast: Rheina
Rheina yang berteriak meminta tolong sembari menggedor-gedor pintu toilet dari dalam
Camera move to clouse up Rheina yang meminta tolong dalam bilik toilet
Cut to:

9
Scene 24. Ext. Di loby (siang) (…detik)
Cast: Hera
Hera yang kebingungan karena Rheina tak kunjung datang pun segera menghampirinya ke
kelas.
Dialog:
Camera move to clouse up Hera
Hera : “Rheina mana yaa?, ngambil botol ko lama banget”
Hera : “Coba deh aku susul”
Camera long shot from Hera yang berjalan ke arah kelas
Cut to:

Scene 25. Ext. Depan kelas (siang) (…detik)


Cast: Hera
Hera datang ke kelas dan tidak menemukan keberadaan Rheina
Camera (pov: mata Hera)
Dialog:
Camera long shot from Hera melihat keadaan kelas
Hera : “Lho ko sepi, Rheina kemana ya?”
Hera : “Masa sih dia pulang duluan?”
Hera pun melihat trio pembully keluar dari toilet, lalu dia menanyakan keberadaan Rheina
kepada mereka
Hera : ”Eh kalian liat Rheina ga?”
Audy : ”Si culun itu? Ya mana gw tau, cari aja sono” (Audy menjawabnya lalu ia pergi)
Hera : ”Yaudah kalo gitu “
Cut to:

Scene 26. Ext. Koridor dekat toilet (siang) (…detik)


Cast: Hera
Hera yang mencari keberadaan Rheina di sekitar kelas, dan tak lama mendengar suara
teriakan minta tolong dari toilet.
Dialog:

10
Rheina : “Tolong… siapapun yang diluar tolong aku!”
Hera : “I-itu bukannya suara Rheina?
Hera yang segera menuju ke sumber suara itu
Cut to:
Scene 27. Int. Depan bilik toilet (siang) (…detik)
Cast: Hera, Rheina
Hera masuk ke dalam toilet dan segera mencari Rheina
Dialong:
(suara gedoran pintu dari salah satu bilik toilet)
Hera : “Rheina? Itu kamu didalam?”
Rheina : “Siapapun tolong aku, aku terkunci didalam”
Hera : “Rheina, ini aku Hera”
Rheina : “Hera tolong aku!”
Hera : “Tunggu sebentar Rheina, aku coba cari pertolongan”
Hera segera lari keluar dan meminta bantuan
Cut to:

Scene 28. Ext. Koridor depan bilik toilet (siang) (…detik)


Cast: Hera, Aldo
Hera berlari dari toilet dan melihat Aldo yang sedag berjalan dari koperasi menuju ke loby
Dialog:
Hera : “Aldo! Tolong Rheina! Dia kekunci di toilet”
Aldo : “Kenapa bisa sampai kekunci?”
Hera : “Aku juga ngga tau kenapa Rheina bisa sampai kekunci di toilet”
Aldo : “Yasudah nanti saja kita tanyakan ke Rheina, sekarang kita tolongin Rheina dulu”
Cut to:

Scene 29. Int. Depan bilik toilet (siang) (…detik)


Cast: Hera, Aldo, Rheina

11
Hera dan Aldo segera menghampiri Rheina yang sedang terkunci didalam bilik toilet, dan
Aldo yang berusaha untuk mendobrak pintu toilet tersebut.
Dialog:
Aldo : “Rheina kamu menggir dulu, pintunya mu aku dobrak”
Rheina : “Oke oke oke…” (sembari terisak tangis)
Sound effect: Suara dobrakan pintu (brraakk, brraakk, brraaakkk)
Pintu toilet pun terbuka
Dialog:
Aldo : “Kamu ngga apa apa Rheina?”
Hera : “Ada yang sakit ngga?”
Rheina : “Aku ngga apa apa ko”
Hera : “Kok kamu bisa sampai kekunci didalam sih?”
Rheina hanya terduduk diam dan merenung
Aldo : “Yasudah kita bawa Rheina dulu ke depan kelas”
Cut to:

Scene 30. Ext. Depan kelas (siang) (…detik)


Cast: Hera, Aldo, Rheina
Hera dan Aldo langsung menenangkan Rheina di depan kelas
Dialog:
Hera : “Siapa yang udah ngunci kamu di toilet?”
Aldo : “Apa yang sebenarnya terjadii?”
Hera : “Kok jadi berantakan gini?”
Rheina: “Aku baik-baik aja ko”
Aldo : “Yauda kalo gitu aku anterin pulang yaa?”
(Rheina mengangguk pelan, mengiyakan ajakan Aldo)
Cut to:

12
Scene 31. Ext. Koridor (siang) (…detik)
Rheina, Hera, dan Aldo pun berjalan menuju gerbang dan Aldo mengantar Rheina pulang
Camera long shot from Rheina, Hera, dan Aldo yang berjalan menyusuri koridor

Scene 32. Ext. Koridor (siang) (…detik)


Hera pun berinisiatif untuk mencari tahu apa penyebab Rheina terkunci di dalam toilet
Dialog:
Camera move to clouse up Hera
Hera : “Kenapa yaa Rheina bisa kekunci di dalam toilet, mana penampilannya jadi berntakan
banget lagi, aku harus cari tau siapa yang ngelakuin hal ini sama Rheina”
Hera : “Oh iya, tadi aku liat Audy keluar dari toilet, pasti ada yang ga beres nih sama
mereka”
Hera : “Apa aku cek CCTV aja ya?”
Cut to:

Scene 33. (…detik)


Teks:
Hera pun segera mengecek rekaman CCTV, Setelah mengetahui dan mendapatkan bukti
siapa pelakunya, keesokannya Hera segera melaporkan hal ini kepada guru BK.
Lalu Audy, Tania, dan Ana di panggil ke ruang BK.
Cut to:

Scene 34. Int. Ruang BK (pagi) (…detik)


Cast: Audy, Tania, Ana, Guru
Semuanya pun duduk di hadapan guru BK
Dialog:
Ibu Ayu : “kalian tau tidak mengapa ibu memanggil kalian kesini?”
Audy dkk : “tidak tau bu”
Ibu Ayu : “apa benar kalian membuli Rheina?”
Mereka bertiga terdiam menunduk malu
Ibu Ayu : “ayo jawab ”

13
Ibu Ayu : “kenapa kalian diam saja”
Tania : “engga,kita nggak ngelakuin itu”
Ibu Ayu : “ibu sudah punya buktinya untuk apa lagi kalian mengelak”
Ibu Ayu : “Kalian ini, baru masuk sudah membuat masalah”
Mereka bertiga pun terdiam
Ibu Ayu : “kelakuan kalian ini sangat memalukan,apa alasan kalian membuli Rheina?”
Ibu Ayu : “punya salah apa Rheina ke kalian, keliatannya Rheina itu anak yang baik”
Audy dkk : “maaf ibu…”
Ibu Ayu : “kalian itu seharusnya minta maaf ke Rheina bukan ke saya”
Ibu Ayu : “Sekali lagi!! Kenapa kalian membully Rheina?”
Mereka tidak menjawab
Ibu Ayu : “jika kalian masih bersikeras tidak mau menjawab,ibu akan memberikan hukuman
yang lebih berat”
Ibu Ayu : “yasudah jika itu mau kalian,kalian ibu skors 2 minggu”
Mereka bertiga terkejut
Ibu Ayu : “Keputusan ibu sudah bulat kalian tidak bisa menolaknya”
Ibu Ayu : “sudah, keluar kalian dari ruangan saya”

Scene 35. Ext. Depan Ruang BK (pagi) (…detik)


Cast: Audy, Tania, Ana
Mereka pun keluar dari ruang BK dengan perasaan yang jengkel dan terpaksa harus
menerima hukuman yang diberikan
Dialog :
Audy : “Gara-gara Rheina kita jadi dihukum seperti ini, pasti ada yang ngelaporin ke Bu Ayu”
Ana : “Yasudah mau bagaimana lagi”
Tania : “Kita terima aja hukuman ini”
Ana : “Iya, dari pada balas dendam ke Rheina, nanti kita kena hukuman lagi”
Cut to:

14
Scene 36. Int. Dalam kelas (pagi) (…detik)
Mereka bertiga pun berangkat Kembali ke sekolah setelah 2 minggu diskors, dan mereka
pun menyadari kesalahan yang mereka perbuat, lalu mereka meminta maaf kepada Rheina.
Teks:
Setelah diskors 2 minggu, mereka bertiga pun Kembali ke sekolah
Cast: Audy, Tania, Ana, Rheina, Hera
Mereka bertiga pun menghampiri Rheina dan meminta maaf dan menyesali perbuatannya
Dialog:
Audy, Tania, dan Ana pun tertunduk menyesal atas kesalahannya
Audy : “Rheina… kita mau ngomong sama kamu”
Ana : “Iya Rheina…”
Tania : “Kita ganggu kamu ngga?”
Rheina : “Ng- ngga kok, mau ngomong apa?”
Audy : “Kita mau minta maaf sama kamu Rheina”
Tania : “Iya… kita udah jahat sama kamu”
Ana : “Kita sadar bahwa yang kita lakuin itu salah”
Rheina : “Aku udah maafin kalian kok” sembari tersenyum
Ana : “Beneran kamu udah maafin kita?”
Audy : “Iya, aku juga udah jahat banget sama kamu dari kita SMP”
Rheina : “Iya aku uda bener-bener maafin kalian kok, soal itu juga udah aku lupain”
Audy dkk : “Makasii ya Rheina uda mau maafin kita”
Audy : “Eemm, kalo gitu kamu mau ngga temenan sama kita?”
Rheina : “Mau dong, sama Hera juga kan?”
Audy : “Iya boleh dong”

Akhirnya mereka pun berteman dengan baik dan saling mengsuport satu sama lain tanpa
adanya perdebatan lagi.

Teks:
Dalam cerita ini, pesan pentingnya adalah “Pentingnya menghormati dan mendukung satu
sama lain dalam lingkungan sekolah”

15

Anda mungkin juga menyukai