MAKALAH
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN
Nama Dosen Pengampu: Muhammad Ali Imron, M. Pd
Mata kuliah: kepemimpinan pendidikan sd
Nama Kelompok 2
1. Eki Febri Ningsih (22042811028)
2. Figo Fransisco (22042811037)
3. Sely Meliana (22042811107)
4. Shal Sabila Aulita Putri (22042811110)
5. Sasi Marlina (22042811106)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MERANGIN
2023
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas terselesaikan
Makalah tentang karakteristik kepemimpinan. Shalawat bernada salam kami
sanjung kepada kepangkuan nabi besar Muhammad SAW, dengan adanya
Rasulullah, kita dibimbing dan dibawa dari jaman Jahiliyah menuju Jaman
yang penuh ilmu dan pengetahuan ini. Makalah ini kami buat berdasarkan
referensi penunjang. Kami juga berterimakasih kepada bapak Muhammad Ali
Imron, [Link] selaku dosen pembimbing, yang sebagaianya telah mendidik kita
dan juga semua terutama para Pembacanya. Kami sangat menyadari bahwa
penulisan dan pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan
ringkasan ini kedepan.
Akhir kata, wassalamualaikum Wr. Wb.
Tambang baru, 14, september, 2023
Kelompok 2
ii
DAFTAR ISI
Contents
KATA PENGANTAR..................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................ii
BAB I............................................................................................................................1
PENDAHULUAN........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................2
1.3 Tujuan...........................................................................................................................2
PEMBAHASAN...........................................................................................................3
2.1 Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pendidikan.....................................................3
2.2 Model Atau Jenis Kepemimpinan...............................................................................4
2.3 Fungsi Kepemimpinan Dalam Pendidikan.................................................................6
BAB III.........................................................................................................................9
PENUTUP....................................................................................................................9
3.1 Kesimpulan...................................................................................................................9
3.2 Saran.............................................................................................................................9
DAFATAR PUSTAKA..............................................................................................10
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kepemimpinan merupakan masalah yang penting bagi suatu kelompok atau
organisasi kelembagaan. Hal ini dikarenakan pemimpin merupakan salah satu
faktor yang sangat berpengaruh bagi keberhasilan suatu organisasi atau lembaga
tersebut mencapai tujuan. Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai
kemampuan untuk mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang
harus dilaksanakan. Kepemimpinan bisa juga diartikan sebagai kekuatan atau
kemampuan untuk menggerakkan orang dan mempengaruhi orang.
Kepemimpinan dalam pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha
mempengaruhi personal di lingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar
mereka melalui usaha kerja sama dan mau bekerja dengan penuh tanggung jawab
dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Pemimpin dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi disebut
rektor. Ia memiliki peranan penting karena mampu mempengaruhi,
mengkoordinasi, membimbing dan mengarahkan serta mengawasi semua
personalia dalam hal yang ada kaitannya dengan kegiatan yang dilaksanakan
sehingga dapat tercapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Sebagai
pemimpin, rektor harus mampu mendorong semangat dan kepercayaan diri dosen,
staf dan mahasiswa/i dalam melaksanakan tugas masing-masing. Perubahan
Perguruan Tinggi yang efektif dalam ranah menuju perubahan yang terstruktur
dan sistematis memang diperlukan kerjasama tim dan kepemimpinan yang baik.
Selain membutuhkan pemimpin yang bersungguh-sungguh dan berkreatifitas
tinggi juga diperlukan model-model pengembangan yang perlu digunakan untuk
perubahan lembaga Perguruan Tinggi, khususnya STAIN menjadi IAIN Palangka
Raya yang sesuai kriteria dan masalah-masalah yang dihadapi.
iv
Para ahli persoalan kepemimpinan menyimpulkan bahwa perilaku pemimpin
ketika mempengaruhi anggotanya terhadap pelaksanaan kerjanya dan kriteria-
kriteria lain sangat dipengaruhi oleh situasi yang tidak tetap. Pentingnya situasi
telah banyak diakui oleh para ahli sangat memberikan pengaruh yang berarti
terhadap gaya kepemimpinan yang ditampilkan seorang pemimpin pada saat
mempengaruhi anggotanya.3Perguruan Tinggi sebagai jenjang akhir dari sistem
pendidikan formalmempunyai peranan yang absolut sehingga diperlukan sistem
dan perubahan yang kontemporer untuk menciptkan lulusan yang berkualitas
sesuai dengan tujuan dari Perguruan Tinggi tersebut. Dalam upaya perubahan
perguruan tinggi diperlukan pemimpin yang visioner, dosen yang berkualitas
sesuai dengan background knowledge, sarana dan prasarana akademik yang
cukup memadai, sehingga proses belajar mengajar yang dilakukan oleh perguruan
tinggi berlangsung dengan baik dan lancar dan sekaligus minat masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana karakteristik kepemimpinan dalam pendidikan?
b. Apa saja jenis model kepemimpinan?
c. Fungsi kepemimpinan dalam pendidikan?
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui karakteristik kepemimpinan dalam pendidikan
b. Untuk mengetahui jenis model kepemimpinan
c. Unutk mengetahui fungsi kepemimpinan dalam pendidikan
v
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pendidikan
Secara garis besar, setiap orang yang terpilih menjadi seorang pemimpin,
maka bisa dikatakan orang tersebut memiliki kelebihan yang dimilikinya. Oleh
karena itu menjadi seorang pemimpin haruslah mempunyai karakteristik yang
baik. Karakteristik kepemimpinan dalam pendidikan menurut Mujami Qomar
adalah sebagai berikut:
a. Mempunyai knowledge dan skill yang memadai. Hal tersebut digunakan
untuk mengelola dan mengendalikan lembaga yang di handle nya.
b. Memfungsikan keistimewaan yang dimilikinya dibandingkan orang lain
c. Memahami kebiasaan-kebiasaan para bawahannya
d. Bermuamalah dengan baik, lemah lembut, dan memberikan kasih sayang
kepada bawahannya
e. Selalu bermusyawarah dengan bawahannya dan selalu meminta pendapat
ketika dihadapkan kepada suatu pilihan
f. Memiliki pengaruh dan kekuatan dalam memberikan arahan
g. Selalu bersedia mendengarkan nasihat dan bersikap tidak sombong kepada
siapapun
h. Memiliki wibawa dan kharisma yang khas Karakteristik tersebut akan
tercapai jika seorang pemimpin memiliki sifat
sebagai berikut:
1) Jujur
2) Bisa dipercaya
3) Memiliki kecerdasan
4) Konsisten
5) Mempunyai hati yang bersih
6) Baik terhadap sesama serta bijak dalam menghadapi sebuah masalah.
vi
Sedangkan menurut Sharplin, bahwa kepemimpinan yang baik memiliki
beberapa kriteria, yaitu: didalam kepemimpinan pendidikan, yaitu:
a. Penyingkapan diriPenyingkapan diri disini maksudnya adalah
bagaimana seorang pemimpin mampu mempresentasikan arah tujuan
yang positif dan cerah
b. Mempunyai wawasan (knowledge)
c. Tanggung jawab
d. Agen of Change
e. Pengembang
Dari kutipan-kutipan di atas, dapat simpulkan bahwa menjadi seorang
pemimpin harus memiliki karakteristik yang khas dan bisa menyesuaikan
dengan sosial maupun diri sendiri, sehingga nantinya karakteristik tersebut
akan memberikan pengaruh terhadap sikap dan sebuah kebijakan yang
diambil.
2.2 Model Atau Jenis Kepemimpinan
Model ataupun jenis kepemimpinan dapat dilihat melalui bermacam-macam
sudu pandang ketika pemimpin tersebut sedang bertugas dalam organisasi. Sebab
jenis kepemimpinan tersebut merupakan pola yang ditunjukkan oleh pemimpin
tersebut yang dipengaruhi oleh beberapa factor seperti nilai-nilai, persepsi,
asumsi, kepribadian dan sebagainya. Berikut model/jenis kepemimpinan:
a. Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Pertama mendengar mengenai pemimpin otokratis yang paling
terpikirkan utama ialah sifatnya yang dictator, bertindak ketat, kerja keras,
sungguh-sungguh. Pemimpin otokratis melakukan pekerjaan sesuai pada
kebijakan yang berlaku secara ketat dan perintah-perintahnya yang harus
ditaati. Tetapi, hampir semua ilmuan yang tau segi kepemimpinan otokratik
berkata bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dilihat memiliki
karakteritik yang cenderung negatif. Pemimpin yang otokratik adalah pribadi
vii
yang memiliki sifat egois. Pemimpin yang otoriter akan memperlihatkan sikap
yang menonjolkan “ke-aku-an-nya”, antara lain dalam bentuk: cenderung
menyamakan para bawahannya dengan alat-alat yang ada didalam ruangan,
seperti mesin. Sehingga hal tersebut mengakibatkan menurunkan harkat dan
martabat para bawahannya.
Secara umum kepemimpinan otokratis memiiki ciri-ciri antara lain:
1) Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan absolute yang wajibd
ipatuhi
2) Berperan menjadi pemimpin satu-satunya
3) Berambisi untuk menguasai semua hal
4) Menetapkan sendiri perintah dan kebijakan untuk dilaksanakan para
bawahannya
5) Semua pujian serta komentar kepada para bawahannya dilontarkan
dilakukan secara eksekutif
6) Bertujuan untuk berkuasa secara pasti
7) Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat, dan kaku.
b. Demokratis (Democratic)
Bahasa lain dari pemimpin demokratis ialah pemimpin modernis dan
partisipatif. Dalam kesehariannya pemipin ini selalu merasa menjadi anggota
dari kelompok serta bersama-sama untuk bertanggung jawab dalam
melaksanakan tujuannya. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha untuk
menghargao hasil dan potensi anggotanya, member masukan terhadap hasil
kerja anggota yang tidak sesuai dan selalu memotivasi anggotanya. Gaya
kepemimpinan demokratis merupakan gaya pemimpin yang memberikan
wewenang secara menyeluruh kepada para anggotanya. Setiap terdapat
permasalahan selalu diselesaikan dengan cara musyawarah Bersama dan
selalu memberikan informasi mengenai apapun terhadap bawahannya
(komunikasi terbuka). Pada umumnya ciri-ciri dari jenis kepemimpinan ini
viii
ialah: membuka peluang besar bagi anggota/ bawahannya untuk
mengembangkan potensi, mengutamakan musyawarah Bersama, menetapkan
keputusan dengan kepentingan organisasi, Bersama-sama memajukan diri,
anggota dan organisasi, dan lainnya. tua. Pemimpin seperti ini kebapakan,
sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Pemimpin yang memiliki sifat ini
selalu mengedepankan kebersamaan. Ciri yang bisa ditunjukkan salah satunya
ialah sifat kebapakan yang menjadi pengaruh dalam korelasi antara pemimpin
dan kelompok. Tujuannya untuk memberikan perlindungan dan memberikan
arahan seperti layaknya seorang bapak kepada anaknya dengan sifat-sifat
sebagai berikut:
1) Anggapan mereka kepada bawahannya adalah sebagai manusia yang belum
dewasa
2) Memiliki sifat yang over protektif dengan dalih ingin melindungi
3) Keputusan yang diambil cenderung dilakukan sendiri, sehingga para
bawahannya jarang diberikan kekuasaan untuk mengambil sebuah
keputusan Para bawahannya hampir tidak pernah diberikan kesempatan
untuk mencari tau, serta berinisiatif
c. Militeristik
Jenis kepemimpinan militeristik memiliki tipe yang hampir sama dengan
tipe kepemimpinan otokratis. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan
militeristik adalah:
1) Senantiasa menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat
otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana,
2) Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan,
3) Kegiatan yang dilakukan selalu berlebihan, seperti upacara-upacara
2.3 Fungsi Kepemimpinan Dalam Pendidikan.
Fungsi kepemimpinan dalam pendidikan yakni guna mendayagunakan guru,
staff karyawan, siswa dan masyarakat untuk mendukung segala kegiatan yang ada di
ix
sekolah. Menurut M.I Anwar, dalam mewujudkan tujuan Kepemimpinan di sekolah
memerlukan tiga fungsi utama yaitu:
a. Merumuskan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang jelas menjadikan
sebuah pedoman atau acuan sebelum merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan
dilaksanakan sehingga tetap bisa fokus pada sesuatu yang ingin dicapai.
b. Mendayagunakan warga sekolah meliputi guru, staff karyawan, siswa dan
masyarakat. Warga sekolah memiliki perannya masing-masing namun memiliki
keterkaitan satu sama yang lain sehingga jika ada salah satu peran yang tidak
memainkan perannya maka akan mengganggu program pendidikan.
Terbangunnya kerjasama warga sekolah yang baik akan menentukan
keberhasilan sekolah.
c. Membangun lingkungan sekolah yang dinamis, harmonis dan nyaman. Pemimpin
harus mampu menghadirkan budaya islami dan suasana yang aman di sekolah.
Lingkungan yang baik dan mendukung dapat mempengaruhi etos kerja warga
sekolah. Dengan lingkungan yang baik diharapkan masing-masing tenaga
pendidikan dapat bekerja dengan produktif tanpa adanya keterpaksaan maka hasil
kerjanya bisa memuaskan.
Fungsi pemimpin pendidikan dalam kelompok, sebagai berikut
1. Pemimpin mampu menciptakan suasana persaudaraan dan kerjasama
kelompok
2. Mengorganisir bawahannya dengan memberi bantuan dan rangsangan dalam
mengambil keputusan
3. Pemimpin menganalisis situasi dan membantu menetapkan prosedur
pekerjaan yang paling efektif
4. Bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan kerjasam kelompok
5. Mampu mempertahankan dan mengembangkan eksistensi organisasi
Fungsi pemimpin pendidikan yang lain yakni :
1. Mampu membangun suasana kerja sama yang baik
x
2. Mampu mengatur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan
3. Menyusun prosedur kerja dan menganalisis kondisi sekolah untuk
4. Bertanggung jawab dalam menghadapi segala kasus yang ada baik dalam
kelompok atau sekolah serta mampu memberikan solusi yang bijak dan adil
demi kelancaran program pendidikan Keahlian pemimpin dalam pendidikan
membutuhkan keterampilan bagaimana ia dapat mempengaruhi rekan kerja
atau bawahannya. Pemimpin melalukan pendampingan untuk meningkatkan
kelebihan yang dimiliki bawahannya, memberi arahan untuk bekerja sesuai
dengan syariat islam. Perubahan mendasar berangkat dari budaya organisasi
mengenai bagaimana masing-masing individu dalam memahami peran dan
pekerjaannya dalam pendidikan.
xi
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kemajuan pada suatu system kemasyarakatan tidak lepas dari adanya
pengaruh suatu kepemimpinan seorang pemimpin yang memiliki dan menerapkan
prisip, fungsi, serta memiliki tujuan dari suatu kepemimpinan itu sendiri.
Pemimpin merupakan jembatan tercapainya suatu tujuan organisasi atau lembaga.
Upaya yang dilakukan untuk menjadi pemimpin yang baik harus memiliki
karakteristik atau gayayang dapat memberikan kepercayaan pada sebuah
kepemimpinan yang dapat menyesuaikan dengan keadaan sosial dan masyarakat,
yang mana nantinya seorang pemimpin tersebut dapat memberikan pengaruh
terhadap segala sikap dan kebijakan yang akan diambil. Karena pada dasarnya
seorang pemimpin itu haruslah bisa memberikan pengaruh kepada masyarakat
atau (leadership influence).
3.2 Saran
Penulis menyadari bahawa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak
kesalahan dalam penulisan kalimat, penulis mengharapkan saran yang dapat
membangun
xii
DAFATAR PUSTAKA
Astuti, P. (Bandung). Kepemimpinan Pendidikan. Jurnal OSF.
Athoillah, A. (2010). Dasar-dasar Manajemen. Bandung: Pustaka Setia.
Doni, P. (2020). Kepemimpinan Pendidikan. Jurnal OSF.
Duryat, M. (2016). Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Inul, F. (2020). Hubungan Kepemimpinan dengan Lembaga Pendidikan.
PRODU
xiii