SATUAN ACARA PENYULUHAN
“TERAPI BERMAIN MEWARNAI”
DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 :
1. Novita sri mulyati (G0A022023)
2. Faradhila syifa anisa (G0A022024)
3. Lia nor aeni (G0A022025)
4. Aning aprilia karindra (G0A022026)
5. Shofwatun nur (G0A022027)
6. Elys nur hidayah (G0A022028)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN
TERAPI BERMAIN MEWARNAI SAMBIL BERNYANYI
Mata kuliah : Keperawatan Anak
Topik/pokok bahasan : Terapi Bermain
Suptopik/subpokok bahasan : Mewarnai sambil bernyanyi
Tanggal : Jumat, 17 Mei 2024
Waktu : 10.00-11.00
Tempat : Ruang bermain Nakula 2
A. Pendahuluan
Perawatan di rumah sakit merupakan pengalaman yang penuh
dengan hal baru: lingkungan baru, orang-orang asing, kebiasaan baru, dan
kegiatan baru. Selain itu beberapa kondisi juga menyebabkan
ketidaknyamanan, antara lain: nyeri dan perlukaan, pembatasan aktifitas,
menjalankan program terapi yang traumatik. Situasi ini mengharuskan
perawat mampu melakukan pengkajian yang spesifik sebagai dampak
hospitalisasi. Diagnosis keperawatan yang diidentifikasi juga seharusnya
mampu mendiskripsikan dengan teliti seluruh respon yang terjadi selama
proses adaptasi hospitalisasi (Rohmah, 2018).
Hospitalisasi biasanya memberikan pengalaman yang menakutkan
bagi anak. Semakin muda usia anak, semakin kurang kemampuannya
beradaptasi, sehingga timbul hal yang menakutkan. Semakin muda usia
anak dan semakin lama anak mengalami hospitalisasi maka dampak
psikologis yang terjadi salah satunya adalah peningkatan kecemasan yanng
berhubungan erat dengan perpisahan dengan saudara atau teman-temannya
dan akibat pemindahan dari lingkungan yang sudah akrab dan sesuai
dengannya (Wong, 2009).
Untuk itu, anak memerlukan media yang dapat mengekspresikan
perasaan tersebut dan mampu bekerjasama dengan petugas kesehatan
selama dalam perawatan. Media yang paling efektif adalah melalui
kegiatan permainan. Permainan yang terapeutik didasari oleh pandangan
bahwa bermain bagi anak merupakan aktivitas yang sehat dan diperlukan
untuk kelangsungan tumbuh kembang anak dan memungkinkan untuk
dapat menggali dan mengekspresikan perasaan dan pikiran anak,
mengalihkan perasaan nyeri dan relaksasi. Dengan demikian, kegiatan
bermain harus menjadi bagian integral dan pelayanan kesehatan anak di
rumah sakit (Brennan, 1994 dalamWulandaridanErawati, 2016).
B. Teori terapi bermain
1. Definisi terapi bermain
Bermain adalah salah satu aspek penting dari kehidupan anak dan
salah satu alat paling penting untuk menatalaksanakan stres karena
hospitalisasi menimbulkan krisis dalam kehidupan anak, dan karena
situasi tersebut sering disertai stress berlebihan, maka anak-anak perlu
bermain untuk mengeluarkan rasa takut dan cemas yang mereka alami
sebagai alat koping dalam menghadapi stress. Bermain sangat penting
bagi mental, emosional dan kesejahteraan anak seperti kebutuhan
perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada saat
anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).
2. Tujuan permainan
a. Untuk melanjutkan tumbuh kembang yang normal pada saat
sakit. Pada saat sakit anak mengalami gangguan dalam
pertumbuhan dan perkembangannya.
b. Mengekspresikan perasaan, keinginan dan fantasi serta ide-
idenya. Permainan adalah media yang sangat efektif untuk
mengekspresikan berbagai perasaan yang tidak menyenangkan.
c. Mengembangkan kreativitas dan permainan akan menstimulasi
daya pikir, imajinasi dan fantasinya untuk menciptakan sesuatu
seperti yang ada dalam pikirannya.
d. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan
di rawat di rumah sakit.
e. Mengurangi tingkat kecemasan atau ketakutan yang dirasakan
oleh anak-anak akibat hospitalisasi.
3. Jenis permainan
Mewarnai, menempel gambar, bermain ular tangga, dan
melipat kertas origami. Berdasarkan kategori bermain jenis
permainan menempel dan menyusun merupakan bermain aktif.
Dalam bermain aktif, kesenangan timbul dari apa yang dilakukan
anak, apakah dalam bentuk kesenangan bermain alat misalnya
mewarnai gambar, melipat kertas origami, puzzle, donatsusun dan
menempel gambar.
Klasifikasi bermain merupakan permainan keterampilan (skill
play). Permainan ini akan menimbulkan keterampilan anak,
khususnya motorik kasar dan halus. Misalnya, anak akan terampil
akan memegang benda-benda kecil, memindahkan benda dari satu
tempat ke tempat lain dan akan terampil dalam mencocokkan
gambar sesuai dengan imajinasi. Jadi keterampilan tersebut
diperoleh melalui pengulangan kegiatan permainan yang
dilakuksan. Pada permainan ini anak diajarkan mewarnai gambar.
4. Terapi Bermain Mewarnai sambil bernyanyi
Permainan yang cocok diterapkan untuk anak usia 3-6 tahun
salah satunya adalah permainan yang akan menstimulus gerakan
jari-jari anak dan tangan anak. Mewarnai adalah proses memberi
warna pada suatu media. Mewarnai gambar diartikan sebagai
proses memberi warna pada media yang sudah bergambar.
Mewarnai gambar merupakan terapi permainan yang kreatif untuk
mengurangi stress dan kecemasan serta meningkatkan
komunikasi pada anak
C. Tujuan
1. Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan
sangat terapeutik (sebagai permainan penyembuh/"therapeutic
play").
2. Dengan bereksplorasi menggunakan gambar, anak dapat
membentuk, mengembangkan imajinasi dan bereksplorasi dengan
ketrampilan motorik halus.
3. Mewarnai gambar juga aman untuk anak usia toddler, karena
menggunakan media kertas gambar dan crayon.
4. Anak dapat mengeskpresikan perasaannya atau memberikan pada
anak suatu cara untuk berkomunikasi, tanpa menggunakan kata.
5. Sebagai terapi kognitif, pada anak menghadapi kecemasan karena
proses hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan stress,
kognitifnya tidak akurat dan negative.
6. Bermain mewarnai gambar dapat memberikan peluang untuk
meningkatkan ekspresi emosinal anak, termasuk pelepasan yang
aman dari rasa marah dan benci.
7. Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan
metode penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama
dirawat di rumah sakit.
D. Sasaran
Pasien anak di Ruang Nakula (Jumlah anak 1-5orang dan didampingi
orang tua)
E. Strategi Pelaksanaan
1. Metode : Metode yang dilakukan pada terapi bermain ini adalah
dengan melakukan pengarahan kepada anak agar mereka dapat
menggambar dengan baik sesuai dengan objek yang
terdapat dalam gambar
2. Media :
crayon
Kertas gambar
F. Pelaksnaan Kegiatan Terapi Bermain (Mewarnai dan
menyanyi)
No Waktu Kegiatan Peserta
1. 5 menit Pembukaan: Menjawab
- Membuka kegiatan dengan salam
mengucapkan salam Mendengarkan
- Memperkenalkan diri Memperhatikan
- Menjelaskan tujuan dari terapi
bermain
- Kontrak waktu anak dan orang
tua
2. 20 - Menjelaskan tata cara Memperhatikan
menit pelaksanaan bermain kepada Bertanya
anak Antusias saat
- Memberikan kesempatan pada menerima
anak untuk bertanya, jika peralatan
belum jelas Memulai untuk
- Membagikan kertas gambar mewarnai
dan crayon gambar
- Fasilitator mendampingi anak Menjawab
memberikan motivasi pada pertanyaan
anak Mendengarkan
- Menanyakan pada anak
apakah telah selesai
menggambar
- Memberitahu anak bahwa
waktu yang diberikan telah
selesai
- Memberikan pujian kepada
anak
3. 10 Evaluasi : Menceritakan
menit - Memotivasi anak untuk Gembira
menyebutkan apa yang Gembira
diwarnai
- Mengumumkan nama anak
yang dapat mewarnai dengan
contoh
- Membagikan reward kepada
seluruh peserta
4. 5 menit Terminasi: Memperhatikan
- Memberikan motivasi dan Gembira
pujian kepada seluruh anak Mendengarkan
yang telah mengikuti program Menjawab
terapi bermain salam
- Mengucapkan terimakasi
kepada anak dan orang tua
- Mengucapkan salam penutup
G. KRITERIA EVALUASI
1. Evalusi Struktur
a. Anak hadir di ruangan 1-5 orang.
b. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruang Nakula 2
c. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi
dilakukan sebelumnya
2. Ealuasi Proses
a. Anak antusias dalam kegiatan mewarnai gambar
b. Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir
c. Tidak terdapat anak yang rewel atau malas untuk mewarnai
gambar
DAFTAR PUSTAKA
Afriani. 2004. AlatdanJenisPermainan. Jakarta : PT Gramedia.
Rohmah, Nikmatur. (2018).Terapi Bermain. LPPM Universitas Muhammadiyah
Jember, Cetakan Pertama, September 2018.
Wulandari, D &Erawati, M. [Link] Ajar
[Link] :PustakaPelajar
Wong, Donna L. 2009. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta. EGC.