SATUAN ACARA PENYULUHAN
ASMA
Dosen Pengampu :
Heny Ekawati, [Link].,Ns., [Link]
Disusun Oleh :
Merisa Dwi Oktavia
2302013802
2C
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Penyuluhan Penyakit Asma
Tempat : Balai Desa Sukodadi
Tanggal : Senin, 27 Mei 2024
Waktu : 09.00 WIB
Peserta/Sasaran : Remaja dan Dewasa
Jumlah : 20 Peserta
Tujuan Umum : Setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan pasien dan keluarga
mengetahui tentang penyakit asma
TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan pasien dan keluarga mengetahui tentang
penyakit asma
2. Tujuan Khusus :
Pada akhir pertemuan, peserta dapat :
1. Mengetahui tentang penyakit Asma
2. Mengetahui penyebab penyakit Asma
3. Mengetahui tanda dan gejala dari Penyakit Asma
Metode : Ceramah
Media : Leaflet
KEGIATAN
No Tahap Kegiatan
1. Pembukaan (4 menit) -Salam perkenalan
-Menjelaskan maksud dan tujuan
2. Pelaksanaan (10 menit) Menjelaskan tentang :
-Pengertian penyakit Asma
-Penyebab penyakit Asma
-Tanda dan gejala penyakit Asma
-Jenis – jenis asma
-Cara mengatasi dan mencegah penyakit Asma
-Pengobatan Asma
3. Penutup (6menit) -Tanya jawab
-Salam penutup
I. Materi penyuluhan “ASMA”
A. Definisi Asma
Asma adalah masalah Kesehatan yang terjadi pada system pernapasan, tepatnya organ
paru-paru. Asma membuat penderitanya kesulitan bernapas karena peradangan dan
penyempitan di saluran pernapasan. Pengidap asma memiliki saluran pernapasan yang
lebih sensitive. Ketika paru-paru mengalami iritasi, saluran pernapasan menyempit
sehingga udara yang masuk dalam paru-paru menjadi terbatas.
B. Penyebab Terjadinya Asma
Hingga kini penyebab utama asma belum diketahui secara pasti. Tetapi kondisi ini paling
sering disebabkan oleh debu, asap, rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik,
infeksi virus sampai paparan zat kimia.
C. Tanda dan gejala Asma
Seseorang yang mengidap asma bisa mengalami beragam gejala, seperti:
Sesak dada
Batuk, terutama pada malam atau dini hari
Sesak napas
Mengi, yang menyebabkan suara siulan saat mengeluarkan napas
Pola gejala pada setiap pengidap asma pun bisa berbeda. Meski begitu, pola gejala yang
paling umum yaitu:
Datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama
Mulai atau memburuk dengan infeksi virus, seperti pilek
Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau hiperventilasi karena tertawa atau
menangis
Lebih buruk di malam hari atau di pagi hari
D. Jenis-jenis Asma
Mengenal berbagai jenis asma:
a. Asma Alergi
Asma alergi adalah jenis asma yang paling umum terjadi. Jenis ini dipicu oleh reaksi
alergi terhadap substansi tertentu, seperti serbuk sari, bulu hewan, makanan tertentu,
ataupun debu.
Gejala yang kemungkinan timbul termasuk kesulitan untuk bernapas, nafas berbunyi
(mengi), batuk, dan rasa sesak di dada.
b. Asma Non-Alergi
Pada asma non-alergi gejalanya tidak dipicu oleh reaksi alergi, tetapi oleh factor lain
seperti infeksi saluran pernapasan (misalnya flu atau pilek), aktivitas fisik, udara
dingin, kelembapan, polusi, asap, stress, serta bau semprotan yang kuat. Asma non-
alergi dapat terjadi pada siapa saja, termasuk orang yang tidak memiliki riwayat
alergi.
Gejala yang timbul kesulitan bernafas, mengi, batuk, dan rasa sesak di dada.
c. Asma Okupasional
Asma okupasional adalah jenis asma yang terjadi karena pekerjaan. Salah satu ciri
khasnya adalah asma baru muncul pada usia dewasa dan gejalanya cenderung pulih
saat sedang tidak bekerja. Asma okupasional terjadi ketika seseorang terpapar bahan-
bahan tertentu di tempat kerja. Bahan-bahan ini berupa debu kayu, serbuk sari, bahan
kimia, atau zat-zat lainnya.
Gejala asma okupasional dapat memburuk saat berada ditempat kerja
d. Asma Berat atau Sulit Dikendalikan
Penyakit asma berat juga dikenal sebagai asma sulit dikendalikan, adalah jenis asma
yang tidak merespons dengan baik terhadap pengobatan asma yang standar. Penderita
asma berat mungkin mengalami serangan asma lebih sering dan lebih parah,
meskipun mereka telah mengikuti pengobatan yang tepat. Asma berat dapat
memengaruhi kualitas hidup penderita secara signifikan dan memerlukan pendekatan
pengobatan yang lebih intensif.
e. Asma Eosinofilik
Asma eosinofilik adalah jenis asma yang ditandai dengan peningkatan jumlah
eosinofil (jenis sel darah putih) dalam saluran udara. Eosinofilik adalah sel yang
terlibat dalam reaksi alergi dan peradangan. Untuk mengetahui jumlah eonisinofil
salam saluran udara, biasanya dilakukan tes darah atau tes dahak.
Gejala yang timbul kesulitan bernafas, mengi, batuk, dan rasa sesak di dada.
E. Cara mengatasi dan mencegah penyakit Asma
Cara mengatasi kambuhnya asma:
1. Duduk dengan postur tegak
2. Tarik napas dalam dan Panjang
3. Tetap tenang
4. Segera hindari penyebab asma
5. Minum secangkir kopi atau teh hangat
6. Cari pelega pernapasan yang dibawa penderita
7. Seger acari pertolongan medis
Cara mencegah penyakit asma:
1. Mewaspadai timbulnya gejala asma
2. Hindari pemicu asma
3. Jaga kebersihan lingkungan
4. Jalani vaksinasi flu dan pneumonia secara teratur
5. Atur pola hidup sehat
6. Turunkan berat badan bila menderita obesitas
7. Mengelola stress dengan baik
F. Pengobatan
Pengobatan asma dapat dilakukan dalam jangka pendek atau jangka Panjang. Berikut ini
adalah penjelasan masing-masing metode beserta pengobatannya:
1. Pengobatan Jangka Pendek
Metode pengobatan jangka pendek bertujuan untuk secara cepat meredakan serangan
asma saat sedang terjadi dan mencegah kekambuhan gejala. Ada tiga jenis obat yang
dapat digunakan pada metode ini, yaitu:
a. Inhaler short-acting beta2-agonist
b. Kortikosteroid oral atau infus
c. Obat antikolinergik
2. Pengobatan Jangka Panjang
Pengobatan jangka Panjang bertujuan untuk meredakan gejala dengan mengurangi
peradangan dan mencegah penyempitan saluran pernapasan. Metode ini dilakukan
dengan mengonsumsi obat-obatan secara rutin, seperti:
a. Kortikosteroid dalam bentuk hirup atau pil
b. Obat biologis bentuk suntik, seperti omalizumab, mepolizumab, reslizumab, dan
benralizumab
c. Obat modifikasi leukotriene, seperti montelukast, zafirlukast, dan zileuton
d. Stabilisator sel mast, seperti cromolyn
e. Imunoterapi, dalam bentuk hirup, tablet, atau sirup
f. Inhaler bronkodilator
G. Makanan yang dianjurkan untuk penderita Asma:
1. Sayur-sayuran hijau kecuali daun singkong, daun melinjo dan melinjo
2. Buah-buahan kecuali buah durian
3. Ikan laut tidak asin terutama ikan laut air dalam seperti kakap dan tuna
4. Telur boleh dikonsumsi maksimal 2 butir dalam 1 minggu dan diutamakan putih
telurnya saja
5. Daging ayam (kecuali kulit, jerohan, dan otak karena mengandung banyak lemak)
H. Makanan yang perlu dihindari
1. Telur
2. Susu
3. Kacang
4. Kerang
5. Makanan instan
6. Anggur atau bir
7. Udang
8. Acar
9. Makanan berlemak
10. Minuman dengan pemanis buatan
I. Pengobatan tradisional
Berikut ini beberapa pilihan obat asma tradisional dari bahan alami:
1. Jahe
2. Bawang putih
3. Bawang merah
4. Kafein
5. Madu
6. Menghirup aromaterapi
7. Daun basil
J. Pengesahan
Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Asma yang dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Telah disahkan oleh dosen pembimbing
Lamongan, ………. 2024
Praktikan Pembimbing Akademik
…………………. ……………………….
DAFTAR PUSTAKA
Informasi Umum Penyakit Asma – Direktorat P2PTM ---- htpp;//[Link]-informasi-
penyakit-umum
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1023/Menkes/SK/XI/2008 tentang Pedoman Pengendalian
Penyakit Asma. Diakses pada 2021
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Diseases and Conditions. Asthma.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Diakses pada 2021. Asma: pedoman diagnosis &
penatalaksanaan di Indonesia
Yunita, d. T. (2022, Mei 24). Pertolongan Tanpa Obat Saat Asma Kambuh Mendadak