DIKTAT PROGRAM KEAHLIAN GANDA
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
MODUL D - PROFESIONAL
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Oleh :
Omar Muhammad Altoumi Alsyaibani, [Link].
PPPPTK BBL MEDAN
PB SMK NEGERI 2 BANJARBARU
JL. NUSANTARA NO. 1 LOKTABAT SELATAN
KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN 70712
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
TUJUAN
1. Peserta mampu melakukan instalasi Web Server.
2. Peserta memahami konsep dasar virtualhost.
3. Peserta mampu melakukan konfigurasi virtualhost.
ALAT DAN BAHAN
A. Alat
1. PC / Laptop
B. Bahan
1. Software VirtualBox
2. ISO CD / DVD Debian Server
3. Virtual Machine yang sudah terinstal Debian server
DASAR TEORI
A. Web Server
Web server adalah sebuah penyedia layanan dengan protocol HTTP. Web
server juga dikenal dengan nama HTTP server, menyediakan kemampuan
untuk mengirimkan dokumen hyper-text kepada pengguna. Dokumen
hypertext itu nantinya digunakan untuk dijadikan tampilan. Web server
normal, berjalan di atas port 80. Versi aman dari web server, atau HTTPS
server, berjalan di atas port 443. HTTP server biasa, hanya menyediakan
akses ke file-file yang berada di dalam folder server HTTP.
HTTPS dilindungi dengan enkripsi sehingga data yang terkirim dijamin
keamanannya. Situs-situs web yang membutuhkan keamanan ekstra
seperti bank, transaksi, email, penyimpanan file menggunakan HTTPS.
Meskipun beberapa tidak menggunakan HTTPS, tapi mau tidak mau web-
web kritikal seperti itu harus menggunakan HTTPS demi mendapatkan
pelanggan. Ketika HTTP server melayani pengguna, kebanyakan data
yang dikirm berformat HTML. Tapi HTML sendiri bekerja kompak dengan
file dari format lainya, seperti CSS untuk mengatur tampilan, JS untuk
mengatur interaksi, dan tambahan-tambahan lainya seperti gambar.
Biasanya, ketika pengguna melakukan permintaan terhadap HTTP Server,
HTTP server membalas dengan menyediakan berkas asli yang ada di
server. Tapi, tidak harus seperti itu, sesuai dengan bagaimana HTTP
1
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
server itu diimplementasikan. HTTP server yang dinamis, apabila ingin
menambahkan fungsi-fungsi di sistemnya, bisa melalui dua cara. Yaitu
dengan pembuatan ulang software HTTP server, atau menggunakan
bahasa pemrograman di sisi server atau server side scripting. Dengan
menggunakan bahasa seperti ASP, atau PHP, maka HTTP server bisa
menyediakan fungsi yang berbeda-beda tanpa perlu menulis ulang kode
untuk software HTTP server itu sendiri.
HTTP server tidak serta merta hanya menyediakan data kepada
pengguna, HTTP server juga bisa meminta data dari pengguna baik
menggunakan form, ataupun dengan pengunggahan file. HTTP server
sekarang tidak hanya untuk menyediakan layanan melalui web server
yang berbentuk mesin besar. Sekarang, beberapa alat menggunakan
HTTP sebagai antar muka dengan pengguna, seperti router, printer,
webcam. Tapi di alat-alat kecil ini biasanya HTTP digunakan dalam
jaringan lokal saja.
B. Jenis Server HTTP
Ada dua jenis server HTTP, yaitu Kernel dan User. Versi kernel dari HTTP
server mempunyai kecepatan yang lebih karena langsung terintegrasi
dengan OS dan memang ditujukan untuk HTTP server. Sehingga
mempunyai akses langsung ke sumber daya tingkat bawah seperti
adaptor jaringan, buffer, atau memory.
Server HTTP jenis user lebih lama dan terbatas, karena mereka tidak
mempunyai akses langsung ke dalam hardware dan sumber daya tingkat
bawah. Mereka harus meminta dahulu kepada OS untuk sumber daya,
lalu mereka harus berbagi resource dengan aplikasi lainya. Pada sistem
Windows, bisa menggunakan IIS, atau di Linux menggunakan TUX.
C. Batas-Batas Web Server
Web server terbatas, dia mempunyai keterbatasan tentang berapa
jumlah pengguna yang bisa dilayani secara bersamaan. Karena itu
biasanya ada lebihd ari satu web server yang disediakan apabila jumlah
pengguna yang dilayani sangat besar.
Batas-batas web server ini dipengaruhi oleh beberapa faktor:
1. Konfigurasi Web Server
2. Jenis HTTP Request
3. Jenis Konten Dinamik atau Statik
4. Batas Hardware atau Software
2
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Ketika batas ini tercapai, maka web server akan mengalami macet dan
tidak responsif.
Biasanya, batas-batas ini tercapai ketika ada beberapa hal yang terjadi.
1. Banyaknya pengguna yang terhubung secara bersamaan. Ketika ada
pengguna yang terhubung secara bersamaan. Maka sumber daya dari
web server akan terbagi-bagi juga dalam saat yang bersamaan.
Proses input output memakan waktu yang lama, pembacaan file yang
berkali-kali dalam waktu yang tidak jauh berbeda akan membuat web
server kehilangan keseimbangan dan akhirnya tidak bisa
menyelesaikan permintaan.
2. Serangan DDOS atau Distributed Denial Of Service, membuat server
kewalahan melayani serangan tersebut. Akibatnya, pengguna lainya
tidak akan mendapatkan sumber daya yang diminta.
3. Adanya virus yang menyebar melalui jutaan komputer bisa
menghambat kinerja dari server. Apabila ada satu juta komputer
terinfeksi, maka mereka akan mencoba menyebar melewati jaringan
internet, dan salah satu layanan yang juga terkena serangan adalah
web server.
4. Jaringan yang lambat akan mengakibatkan server memrposes suatu
permintaan lebih lama daripada biasanya. Hal yang seperti ini
menyebabkan bottleneck, jadi ketika seharusnya server selesai
memproses, dia harus menunggu lama karena jaringanya lambat,
hinga akhirnya semua beban menumpuk dan server akhirnya down.
Beberapa cara juga bisa dilakukan untuk membuat batas-batas web
server tidak tercapai. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang
ada, dan kemampuan dari web server.
5. Mengatur trafik jaringan dengan membatasi sebuah permintaan
dengan firewall, dan juga memfilter permintaan HTTP yang buruk,
juga melakukan pengaturan bandwidth.
6. Web server harus menggunakan teknologi cache, sehingga resource
yang sama diminta berkali-kali tidak perlu melewati proses yang lama.
Apalagi melewati jalur IO yang padat dan lambat.
7. Menggunakan satu web server akan membuat sistem terbebani,
namun apabila menggunakan dua web server, maka server satunya
bisa beristirahat dan membebaskan sumber daya yang sudah
diproses, dan web server lainya mengerjakan beberapa dari tanggung
3
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
jawab web server satu. Memecah web server ini merupakan salah satu
cara yang sangat efektif, namun karena faktor biaya membuat lebih
dari web server bukanlah harga yang murah.
D. Protokol HTTP
Setiap permintaan HTTP mempunyai dua bagian, yaitu header dan
content. Header untuk permintaan dan header untuk pelayanan berbeda.
HTTP server hanya merespon apabila ada permintaan. Permintaan HTTP
diberikan melalui URL, juga metode HTTP yang digunakan.
Gambar 1. Header HTTP dari Client
Header pembuka HTTP, terdiri dari tiga bagian. Metode, URL, dan versi
HTTP. Method bisa berisi GET, POST, PUT, HEAD. URL bisa berisi alamat
sumber daya yang diminta, dan versi mengindikasikan versi protocol
HTTP (sekarang 1.1 saat ini ditulis) HTTP server melakukan respon yang
berbeda-beda seiring dengan perbedaan metode, url atau versi. Metode
GET, digunakan untuk mengambil data. Sedangkan metode POST,
digunakan untuk memasang data. Metode PUT, digunakan untuk
menaruh data, dan metode HEAD digunakan untuk meminta informasi.
Berbeda dengan header pembuka permintaan, header pembuka respon
bentuknya seperti ini.
4
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Gambar 2. Header HTTP dari Server
Setelah header pembuka, akan ada lagi header-header lainya. Header ini
berbentuk mapping, seperti kamus, dengan nama dan niainya. Header
berbentuk mapping ini jumlahnya lebih banyak. Tidak mengikuti pola
tertentu, dan diakhiri dengan baris kosong.
Gambar 3. Header Mapping
Gambar di atas merupakan struktur dari header mapping dari sisi
permintaan. Isinya tidak terbatas, bahkan kita bisa menambahkan
header sesuai dengan kebutuhan kita.
Fomat dari header mapping, mempunyai format
5
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
<nama_mapping> : <nilai_mapping>
Contoh –-> Connection: Keep-Alive
Gambar 4. Header Mapping
Contohnya, apabila di web server ada sebuah file dengan nama
[Link] ̧maka cara untuk mendapatkan file tersebut. Pengguna harus
mengirimkan kepada web server permintaan yang berbentuk seperti ini.
Gambar 5. Header HTTP
Dengan mengirimkan permintaan seperti di atas, maka server akan
merespon dengan bentuk seperti ini.
6
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Gambar 6. HTTP Respon
Setelah header mapping terakhir, ada satu baris kosong. Di bagian
header mapping permintaan juga ada baris kosong, namun tidak terlihat
karena pengguna yang meminta layanan tidak memberikan data apa-
apa.
E. Jenis HTTP Server
Tidak semua HTTP server bekerja dengan cara yang sama. Ada HTTP
server yang hanya menyediakan file statis, ada juga yang menyediakan
file dinamis. Selama aplikasi tersebut melayani permintaan sesuai
dengan aturan HTTP. Maka dia disebut dengan HTTP Server.
1. Staticlet
Staticlet adalah web server yang tidak begitu populer, kemampuanya
terbatas dan hanya bisa melayani pemberian file statis. Tidak bisa
dikonfigurasi, dan lebih berguna sebagai portal untuk membuat file
sharing satu arah berbasis HTTP.
2. Apache
Apache merupakan salah satu web server yang populer, dilengkapi
dengan kemampuan bahasa PHP, CGI (Perl, Python), juga konfigurasi
menggunakan file .ht. Apache bisa melakukan tugasnya dengan baik,
konfigurasinya juga banyak dan sangat mudah dipelajari.
3. Nginx
Nginx adalah salah satu web server yang bekerja dengan cepat. Nginx
menggunakan C++, salah satu bahasa yang bekerja dengan cepat.
7
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
4. IIS
IIS adalah web server dari Microsoft, kemampunya dalah dia mampu
menggunakan dan mengoptimalkan teknologi Microsoft seperti .NET,
ASP, WCF, Hyper-V, dll.
5. GlassFish
GlassFish adalah salah satu server yang menggunakan Java sebagai
platformnya. Java sendiri merupakan platform independen yang bisa
berjalan di berbagai paltform.
Lighttpd
F. Virtualhost
Virtualhost merupakan fitur yang ada pada web server yang bertujuan
agar sebuah web server dapat menampung beberapa situs, hanya
dengan satu web server. Hal ini cukup efisien selama situs-situs yang
ditampung tidak mendapat trafik yang sangat tinggi. Web server dapat
membedakan berbagai macam request situs ini dari domain yang
diminta. Setiap request yang diminta ke web browser akan dijawab
sesuai dengan domain yang dituju oleh client.
G. Apa itu Secure Socket Layer SSL (Pengayaan)
SSL adalah kependekan dari Secure Socket Layer yang merupakan suatu
protokol layer transport yang digunakan dalam koneksi Internet secara
aman. Jika anda menginginkan suatu koneksi komunikasi lewat internet
dengan cara yang secure, maka gunakan koneksi SSL.
SSL menawarkan tiga tingkat keamanan, yaitu:
1. Authentication: Memastikan bahwa data yang diterima berasal dari
seseorang yang tersurat .
2. Confidentiality: Melindungi data dari suatu usaha pembacaan oleh
penerima yang tidak berhak disepanjang perjalanannya.
3. Integrity: Memastikan bahwa pesan asli, tidak mengalami perubahan
dalam perjalanannya.
SSL dikembangkan oleh Netscape Communications agar bisa mengirim
data secara aman lewat internet. Jika anda pernah memperhatikan di
browser internet dengan menggunakan HTTPS, maka koneksi Internet ini
adalah menggunakan SSL yang umum digunakan pada suatu transaksi
online. Jadi HTTPS adalah suatu protokol untuk melakukan transfer data
yang terinkripsi melalui web.
8
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Perbedaan HTTPS dan HTTP
• HTTPS melakukan koneksi melalui port 443, sementara HTTP
menggunakan port 80
• HTTPS mengirim / menerima data dengan inkripsi lewat protocol
SSL, sementara HTTP mengirim data dengan plain text
Dalam transaksi online, mungkin Anda sering melihat online store (toko
online) anda menggunakan HTTPS dalam bertransaksi keuangan lewat
Internet. SSL beroperasi pada antara layer Application dan Transport
pada model OSI. SSL tidak bekerja secara transparent otomatis, karena
hanya bisa kalau memang protokol-protokol aplikasi secara explicit
memang diimplementasikan.
SSL menggunakan enkripsi public-key untuk maksud authentication dan
enkripsi symmetric key untuk enkripsi informasi yang dikirim. Untuk
public key, enkripsi SSL menggunakan algoritma enkripsi Rivest-Shamir-
Adleman (RSA), makanya bergantung pada implementasi dari public key
infrastructure (PKI) yang didukung. Integritas data dijamin dengan cara
mekanisme checking integritas yang disebut sebagai message
authentication code (MAC).
Proses Otentikasi
Suatu sesi SSL bermula saat suatu client dengan SSL-enabled meminta
suatu koneksi dengan server dengan SSL-enabled melalui TCP port 443,
yaitu port SSL. Hal ini akan menginisiasi suatu koneksi SSL antara client
dan server. Semua website yang menggunakan SSL mempunyai suatu
URL dengan awalan HTTPS. Server kemudian mengirimkan certificate
digital dan public key kepada client tersebut.
Client server kemudian melakukan negosiasi tingkat enkripsi mana yang
bisa diterima yang biasanya 40-bit, 56-bit, ataupun 128 bit keatas. Client
kemudian menghasilkan suatu secret session key yang kemudian di
enkripsi menggunakan public key dari server untuk kemudian
mengirimkan nya kepada server. Server kemudian melakukan dekripsi
secret session key tersebut menggunakan private key-nya. Dari poin ini
seterusnya, secret key cryptography dikenakan dan kemudian session
key digunakan untuk mengenkripsi semua pertukaran data antara client
dan server, memberikan suatu komunikasi private yang aman.
SSL ini tentunya tidak bebas dari masalah begitu saja. Semua transaksi
web dengan SSL akan menambah overhead pemrosesan pada server.
Terkadang menjadi dua kali lipat tingkat overhead prosessing-nya
dibanding tanpa menggunakan koneksi secure SSL. Dengan hardware
9
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
mesin yang sama, maka tingkat beban prosessing dengan menggunakan
SSL akan menjadi sangat berat dibanding tanpa SSL.
Disamping itu, SSL jadi sulit diimplementasikan dalam e-commerce yang
menggunakan web server farms dan server load balancers. Hal ini
mengingat SSL didesainn agar client menggunakan IP address yang sama
selama sesi berlangsung. Untuk mengatasi masalah ini, biasanya
digunakan hardware khusus yang disebut SSL Accelerators untuk
mengambil alih beban processing dan sesi cache kepada server-server
lain untuk meningkatkan performa.
PRASYARAT PRAKTIKUM
1. Pada PC Server sudah terkonfigurasi IP Address sesuai skenario.
2. PC client sudah terkoneksi dengan PC Server.
3. Pada PC client sudah terkonfigurasi IP DNS Server.
4. Pada PC Server sudah terinstal software bind9.
5. Pada PC Server sudah terkonfigurasi domain “[Link]” yang
diarahkan ke IP Address PC Server dan dua subdomain ([Link],
[Link]) yang juga diarahkan ke IP Address Server.
Di bawah ini adalah contoh konfigurasi subdomain pada file konfigurasi
forward Bind9.
10
Gambar 7. Konfigurasi subdomain
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
SKENARIO
Gambar 8. Skenario Praktikum
LANGKAH KERJA
A. Instalasi
1. Pada praktikum ini, software web server yang akan kita instal adalah
Apache2.
2. Untuk menginstal Apache2, gunakan perintah:
#apt-get install apache2
Gambar 9. Instalasi Apache2
11
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
3. Alright, langsung saja kita cek dari client menggunakan web browser.
Pada address bar web browser, ketik domain “[Link]”.
Gambar 10. Pengujian awal pada client
4. Jika pada browser Anda mendapat hasil seperti di bawah ini, silakan
baca kembali bagian prasyarat praktikum dan skenario praktikum.
Gambar 11. Tidak bisa menghubungi Web Server
B. Mengedit file index
1. Pada bagian ini, kita akan mengubah isi file html yang selalu
ditampilkan saat kita membuka domain web server menggunakan web
browser, tepatnya halaman yang berbunyi “It works!”.
12
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
2. File index ini berada di direktori “/var/www”.
Gambar 12. Masuk ke dalam direktori /var/www
3. Editlah file [Link] tersebut menggunakan teks editor kesayangan
Anda.
Gambar 13. Isi file [Link]
13
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
4. Nah, sekarang mari kita edit dan kita rapikan isi file [Link]
menjadi seperti di bawah ini.
Gambar 14. Mengedit isi file [Link]
5. Jika sudah selesai diedit, simpan lalu keluarlah dari teks editor.
6. Mari kita cek hasilnya pada web browser client. Refresh halaman index
pada web browser client. Jika berhasil, tampilannya mungkin mirip
seperti di bawah ini.
Gambar 15. Tampilan file [Link] setelah diedit
14
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
C. Menyiapkan virtualhost
1. Sesuai dengan skenario, kita akan membuat dua buah virtualhost
yang akan menggunakan subdomain [Link] dan
[Link].
2. Pertama-tama, kita buat dulu direktori untuk masing-masing
virtualhost di dalam direktori /var/www.
Gambar 16. Menyiapkan direktori untuk masing-masing virtualhost
3. Okay, berikutnya kita harus membuat file index untuk masing-masing
virtualhost. Anda dapat membuat file index ini secara manual
menggunakan bahasa html sederhana. Namun, pada praktikum kali ini
kita cukup menyalin saja file index yang sudah kita buat sebelumnya.
15
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Gambar 17. Menyalin file index
4. Untuk membedakan tampilannya dengan file index yang asli, mari kita
edit satu persatu file index yang barusan kita duplikat dimulai dari file
index virtualhost cabang. Editlah isinya menjadi seperti di bawah ini.
Gambar 18. Mengedit isi file index dari virtualhost cabang
5. Simpan file index virtualhost cabang. Next, kita edit juga file index dari
virtualhost tkj.
16
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Gambar 19. Mengedit file index dari virtualhost tkj
6. Simpan dan keluarlah dari file index.
7. Sampai pada tahap ini, persiapan kita untuk membuat virtualhost
sudah selesai.
D. Membuat virtualhost
1. Okay, pertama-tama kita masuk dulu ke dalam direktori utama
konfigurasi apache2 di /etc/apache2. Jika Anda cek menggunakan
perintah ls, di dalam direktori /etc/apache2 terdapat sebuah direktori
dengan nama sites-available. Di dalam direktori inilah disimpan file-
file konfigurasi untuk membuat virtualhost.
Gambar 20. Melihat isi direktori /etc/apache2
17
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
2. Okay, mari kita masuk ke dalam dalam direktori sites-available dan
kemudian mengecek isi direktorinya. Di dalamnya terdapat dua file
konfigurasi, yaitu default dan default-ssl.
3. Seperti pada langkah-langkah sebelumnya, kita juga akan
menduplikat saja file konfigurasi default untuk digunakan pada
masing-masing virtualhost.
Gambar 21. Menyalin file konfigurasi default
4. Mari kita pengeditan file konfigurasi dari yang tkj. Kurang lebih isi
filenya seperti di bawah ini.
Gambar 22. Isi file konfigurasi hasil salinan
18
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
5. Editlah isi file konfigurasi virtualhost tkj menjadi seperti di bawah ini.
Gambar 23. Mengedit file konfigurasi virtualhost tkj
6. Simpan dan keluarlah dari file konfigurasi. Okay, langkah berikutnya
adalah mengaktifkan virtualhost tkj dengan perintah a2ensite. Setelah
mengaktifkan virtualhost tkj, restartlah service apache2.
Gambar 24. Mengaktifkan virtualhost tkj
19
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
7. Okay... terakhir, kita lakukan pengujian pada web browser client
menggunakan subdomain tkj. Jika semua konfigurasi benar, hasilnya
kurang lebih akan jadi seperti di bawah ini.
Gambar 25. Menguji virtualhost tkj
8. Jika apa yang ditampilkan oleh web browser masih berupa tulisan “It
works!”, cek kembali konfigurasi-konfigurasi yang telah Anda lakukan
sebelumnya dengan teliti.
9. Berikutnya, kita juga akan mengedit file konfigurasi virtualhost
cabang. Ubahlah isi filenya menjadi seperti di bawah ini.
Gambar 26. Mengedit file konfigurasi virtualhost cabang
20
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
10. Simpan dan keluarlah dari file konfigurasi.
11. Sama seperti yang telah kita lakukan pada virtualhost tkj. Setelah
selesai mengedit file konfigurasi, kita harus mengaktifkan terlebih
dahulu virtualhost cabang dan kemudian me-restart service apache2.
Gambar 27. Mengaktifkan virtualhost cabang
12. Cek kembali hasil konfigurasi pada web browser client menggunakan
subdomain [Link].
Gambar 28. Pengujian konfigurasi virtualhost pada client
21
MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PPPPTK BBL MEDAN
PADA SERVER TINGKAT DASAR PB SMKN 2 BANJARBARU
INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER
Taking the first step is always the most difficult. But, once you take it,
everything else falls in place and you begin to wonder why
you were scared of taking that step
TUGAS
Buatlah tutorial langkah-langkah konfigurasi SSH Server baik dalam
bentuk video ataupun dalam bentuk dokumen yang disertai penjelasan!
DAFTAR PUSTAKA
Grinsing. 2012. Apa itu Secure Socket Layer SSL. [Link]
[Link]/apa-itu-secure-socket-layer-ssl. Diakses
pada tanggal 4 April 2012 pukul 17.18.
Siyamta. 2013. Administrasi Server. Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan: Malang.
22