0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan57 halaman

Pengantar Akuntansi Sewa dan Aset

Diunggah oleh

hitme.meira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan57 halaman

Pengantar Akuntansi Sewa dan Aset

Diunggah oleh

hitme.meira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

!

Referensi
• Intermediate Accounting - IFRS Edition,
Kieso & Weygandt. John Wiley & Sons. IFRS 3rd Ed, 2018
• PSAK 73 “Sewa”
• IFRS 16 “Leases”
• Issues dalam Praktek
Djoemarma Bede, S.E.,MBA.,Ak

21-1
LEASING ENVIRONMENT
• Pengertian leasing menurut hukum Indonesia – Perpres RI No.9 Tahun 2009 :
“Sewa Guna Usaha (Leasing) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk
penyediaan barang modal baik secara Sewa Guna Usaha dengan hak opsi
(Finance Lease) maupun Sewa Guna Usaha tanpa hak opsi (Operating
Lease) untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha (Lessee) selama jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara angsuran”
" Hak opsi (finance lease)
" Tanpa hak opsi (operating lease)

• Pajak menggunakan istilah hukum (sewa


guna usaha)

21-2
LEASING ENVIRONMENT
• Aktivitas leasing dimulai di Amerika pada 1800an dengan objek kereta api.
• Lembaga leasing di Indonesia mulai ada tahun 1974 dan berkembang pesat
pada 1980an
• Leasing (bukan rental) adalah bentuk pembiayaan bisnis sebagai alternatif
dari pembiayaan tradisional yaitu kredit perbankan.
• Advantages
• Lebih fleksibel – pembiayaan dapat sampai 100%, sale & leaseback etc
• Persyaratan lebih ringan
• Biaya lebih murah

21-3
KONSEP YANG MELANDASI AKUNTANSI SEWA

• Substance Over Form


• Meskipun secara legal transaksi sewa tidak mengalihkan kepemilikan,
namun manfaat ekonomi dari penggunaan properti sewaan beralih
kepada penyewa.

Apakah substansi transaksi


Asset terjadi pengalihan manfaat? Expense

21-4 4
DEFINISI – PSAK 73/IFRS 16

Sewa (leases) adalah suatu perjanjian (kontrak) dimana pesewa (lessor)


memberikan hak kepada penyewa (lessee) untuk menggunakan suatu aset
selama periode waktu yang disepakati. Sebagai imbalannya, penyewa
melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada pesewa.

Penyewa (Lessee) Pesewa (Lessor)


• menggunakan • meminjamkan
• membayar imbalan • menerima imbalan

• aset spesifik
• dapat diidentifikasi
21-5
POKOK PENGATURAN – PSAK 73/IFRS 16

• Penyewa (lessee) mengkapitalisasi semua aset yang disewa (aset hak-guna/


right-of-use assets.
• mengakui sebagai aset dan liabilitas sewa pada laporan posisi keuangan
penyewa
• mengakui beban bunga atas liabilitas sewa dengan menggunakan metode
bunga efektif
• mengakui beban penyusutan atas aset hak-guna

• Pesewa (lessor) mengklasifikasikan sewanya sebagai sewa operasi atau sewa


pembiayaan dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda.
• sewa operasi (operating lease)
• sewa pembiayaan (finance lease)

21-6
21-7
PENGAKUAN

Seluruh aset sewa dan liabilitas sewa harus dicatat dalam laporan
posisi keuangan.
• Dapat dikecualikan untuk:
" sewa jangka-pendek, atau diakui sebagai beban sewa
" sewa yang aset pendasarnya dengan dasar garis lurus atau
bernilai rendah sistematik lain

• “dapat dikecualikan” artinya boleh memilih tidak menerapkan PSAK 73 yaitu


tidak mengakui sebagai aset tetapi langsung dicatat sebagai beban sewa.

• Jika terjadi modifikasi kontrak atau perubahan masa sewa, penyewa


mempertimbangkan sebagai sewa baru. la

21-8
m PSAK 73 pada
PENGECUALIAN PENGAKUAN

# Sewa jangka pendek


• 12 bulan atau kurang dan tidak mengandung opsi beli.

# Kriteria bernilai rendah


• Penyewa memperoleh manfaat dari penggunaan aset pendasar (underlying
assets),
• Aset pendasar tidak memiliki ketergantungan/interelasi yang tinggi dengan
aset lain,
• Bernilai rendah diukur dari nilai aset baru.
• Nilai rendah diukur secara absolut, tanpa memperhatikan materialitas
• Contoh : sewa laptop, furniture kantor

21-9
MENGIDENTIFIKASI SEWA

Kontrak merupakan, atau mengandung, sewa, jika memberikan hak untuk


mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
untuk dipertukarkan dengan imbalan
tidak
Ada aset identifikasian?
ya
Penyewa secara substansial tidak
mendapat manfaat ekonomik
dari penggunaan aset?
Hak untuk
ya
mengendalika
n Penyewa mengarahkan tidak
penggunaan aset?
ya

Kontrak mengandung sewa PSAK 73


21-10
ASET IDENTIFIKASIAN

Kriteria :
# Ditetapkan secara eksplisit atau implisit dalam kontrak
$ misal adanya nomor serial yang ditetapkan
# Pemasok tidak memiliki hak substitusi yang substantif
$ misal tidak ada aset alternatif yang tersedia atau manfaat menggantinya
tidak sebanding dengan biaya
# Secara fisik dapat diidentifikasi.
$ misal lantai dari suatu gedung.

21-11
ASET IDENTIFIKASIAN
Contoh :
Kontrak antara PT A dan PT X untuk 5 unit Kontrak mengandung sewa – PT A
kendaraan direksi dengan syarat2 sbb : menerapkan PSAK 73
• Merk Toyota Harrier 4th Generation 2020 • Ada aset identifikasian
matic, 4WD (MXUA85) • PT A memiliki hak menggunakan
• Jangka waktu 2 tahun noncancellable & kendaraan tanpa pembatasan selama
dapat diperpanjang 1 tahun. masa sewa
• PT A membayar Rp450 juta/bulan • Waktu lebih dari 12 bulan
• PT A dapat menggunakan kendaraan • PT X tidak memiliki hak substitusi
sesuai dengan keinginannya tanpa ada (mengganti) dengan tipe kendaraan
pembatasan jarak dan penggunaannya. lain
• PT X tidak dapat mengganti dengan tipe • Dr. Aset hak guna/Right-of-use assets
kendaraan lain. Cr. Liabilitas sewa/Lease liability
Cr. Kas/Cash

21-12
MEMISAHKAN KOMPONEN KONTRAK

KOMPONEN KONTRAK

SEWA JASA

PELANGGAN PEMASOK

Jika suatu kontrak sewa mengandung komponen nonsewa (misal jasa), maka
penyewa :
• Memisahkan komponen sewa dan nonsewa;
• Mengalokasikan imbalan dengan menggunakan harga tersendiri relatif;
• Jika harga tersendiri tidak tersedia, penyewa mengestimasi dengan
memaksimalkan penggunaan informasi yang dapat diobservasi.
21-13
MEMISAHKAN KOMPONEN KONTRAK
Contoh :
Kontrak antara PT A dan PT X untuk 5 unit
kendaraan direksi dengan syarat sbb :
Kontrak mengandung sewa dan jasa
• Merk Toyota Harrier 4th Generation 2020
• Harga harus dialokasikan untuk
matic, 4WD (MXUA85)
sewa dan jasa
• Jangka waktu 2 tahun noncancellable &
• Jika harga sewa saja Rp450 juta
dapat diperpanjang 1 tahun
maka jasa Rp50 juta.
• PT A membayar Rp500 juta/bulan
• PSAK 73 untuk sewa
• PT A dapat menggunakan kendaraan
• Beban untuk pemeliharaan (pesewa
sesuai dengan keinginannya tanpa ada menerapkan PSAK 72)
pembatasan jarak dan penggunaannya.
• Dr. Right-of-use assets
• PT X menanggung biaya pemeliharaan dan Dr. Expense
sopirnya & mengganti kendaraan hanya Cr. Lease liability
ketika dilakukan pemeliharaan. Cr. Cash

21-14
MASA SEWA

Entitas menentukan masa sewa sebagai periode sewa yang tidak dapat
dibatalkan (noncancelable), dan juga:
a) periode yang dicakup oleh opsi Contoh kasus dimuka, jika PT A
untuk memperpanjang sewa jika merasa pasti akan memperpanjang 1
penyewa cukup pasti untuk tahun (mengeksekusi opsi) maka
mengeksekusi opsi tersebut; dan masa sewa adalah 2 + 1 = 3.

b) periode yang dicakup oleh opsi Contoh :


untuk menghentikan sewa jika Kontrak 3 tahun, penyewa boleh
penyewa cukup pasti untuk tidak menghentikan sewa setelah 2 tahun.
mengeksekusi opsi tersebut.

21-15
MASA SEWA

Non-cancellable period

+
opsi untuk memperpanjang sewa jika
Masa Sewa = penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi
opsi tersebut

+
opsi untuk menghentikan sewa jika
penyewa cukup pasti untuk tidak
mengeksekusi opsi tersebut

21-16
PENGUKURAN SEWA

Aset Hak Guna Liabilitas Sewa

Nilai kini pembayaran


Biaya Perolehan sewa dengan Present value
(at Cost) menggunakan of annuity
tingkat bunga implisit

Aset tetap (PSAK 16) :


model biaya atau
Mengakui beban bunga
model revaluasian
dan pembayaran sewa,
dan mengukur kembali
Properti investasi jika terdapat
(PSAK 13) : perubahan kontrak
model biaya atau
model nilai wajar
21-17
PENGUKURAN AWAL – ASET HAK GUNA

Liabilitas sewa
+
Pembayaran sewa dimuka
+
Biaya Perolehan
Aset Hak Guna = Biaya langsung awal
+
Estimasi biaya
pembongkaran dan restorasi
-
Insentif sewa

21-18
PENGUKURAN AWAL – LIABILITAS SEWA

Liabilitas Sewa = Nilai kini pembayaran sewa

Pembayaran sewa tetap


Pembayaran sewa variabel
Pembayaran sewa = Jaminan nilai residu
Harga eksekusi hak opsi
Jika cukup pasti
Penalti karena mengakhiri sewa

didiskontokan dengan menggunakan suku bunga


implisit dalam sewa. Jika suku bunga implisit
tidak dapat ditentukan, gunakan suku bunga
pinjaman inkremental penyewa
21-19
PENGUKURAN AWAL
To illustrate the accounting for a lease, assume that CNH Capital (NLD) (a subsidiary of
CNH Global) and Ivanhoe Mines Ltd. (CAN) sign a lease agreement dated January 1,
2019, that calls for CNH to lease a backhoe to Ivanhoe beginning January 1, 2019.
• The term of the lease is five years. The lease agreement is non-cancelable, requiring
equal rental payments of €20,711.11 at the beginning of each year (annuity-due basis).
• The backhoe has a fair value at the commencement of the lease of €100,000, an
estimated economic life of five years, and a guaranteed residual value of €5,000.
(Ivanhoe expects that it is probable that the expected value of the residual value at the
end of the lease will be greater than the guaranteed amount of €5,000.)
• The lease contains no renewal options. The backhoe reverts to CNH Capital at the
termination of the lease.
• Ivanhoe’s incremental borrowing rate is 5 percent per year.
• Ivanhoe depreciates its equipment on a straight-line basis.
• CNH sets the annual rental rate to earn a rate of return of 4 percent per year; Ivanhoe
is aware of this rate.
21-20
PENGUKURAN AWAL

Ivanhoe computes the lease liability and the amount capitalized as a right-of-use
asset as follows:
Payment € 20,711.11
Present value factor (i=4%,n=5) x 4.62990 Present value of an annuity due of 1

PV of lease payments €95,890.35

Ivanhoe uses CNH's implicit interest rate of 4 percent instead of its incremental
borrowing rate of 5 percent because it is known to Ivanhoe.

Note : guaranteed residual value of €5,000 tidak


diperhitungkan karena nilai residual pada akhir sewa
diestimasi lebih tinggi dari nilai jaminannya.

21-21
PENGUKURAN AWAL

Ivanhoe records the finance lease on its books on January 1, 2019, as:

Aset hak guna / Right-of-use assets 95,890.35


Liabilitas sewa / Lease liability 95,890.35

Ivanhoe records the first lease payment on January 1, 2019, as follows.

Liabilitas sewa / Lease liability 20,711.11


Kas / Cash 20,711.11

21-22
PENGUKURAN SELANJUTNYA

Model biaya :
• Sesuai PSAK 16 Aset Tetap
• Periode penyusutan yang lebih pendek antara
Aset Hak Guna masa sewa dan masa manfaat (kecuali ada opsi beli)
• Penurunan nilai sesuai PSAK 48
Model revaluasian :
• Sesuai PSAK 16

Properti Investasi Model nilai wajar sesuai PSAK 13 Properti Investasi

Amortized cost – PSAK 71


Liabilitas sewa
• Menggunakan metode bunga efektif

21-23
SKEDUL AMORTISASI SEWA – ANNUITY DUE

21-24
ENTRIES PADA TANGGAL PELAPORAN

Entry to record accrued interest and depreciation expense at Dec. 31, 2019.

Beban bunga / Interest expense (75,179.24 x 4%) 3,007.17


Bunga ymh dibayar / Accured interest 3,007.17

Penyusutan / Depreciation exp 19,178.07


Akumulasi penyusutan /[Link] -
aset hak guna / Right-of-use asset (€95,890.35 ÷ 5) 19,178.07

21-25 LO 2
PENYAJIAN PADA TANGGAL PELAPORAN

Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Laporan Arus Kas


Aset hak-guna – disajikan Beban bunga atas Pembayaran kas untuk bagian
secara terpisah dari aset lain liabilitas sewa (biaya pokok liabilitas sewa – aktivitas
(atau dalam pos yang sama pendanaan) pendanaan
untuk aset pendasar serupa)

Liabilitas sewa Beban penyusutan aset Pembayaran kas untuk bagian


hak-guna bunga liabilitas sewa – konsisten
dengan penyajian untuk
pembayaran bunga lainnya

Beban sewa Pembayaran sewa jangka-pendek


dan bernilai rendah - aktivitas
operasi

21-26
PENYAJIAN PADA TANGGAL PELAPORAN
Aset Tidak Lancar
76,712.28
Aset hak-guna – net (95,890.35 - 19,178.07)
Liabilitas Jangka Pendek
Laporan posisi Liabilitas sewa yang akan jatuh tempo 17,703.94
keuangan Bunga ymh dibayar 3,007.17

Liabilitas Jangka Panjang


Liabilitas sewa pembiayaan 57,475.30

Beban
Laporan laba rugi Beban bunga – sewa 3,007.17
Penyusutan – aset hak guna 19,178.07

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Pembayaran sewa bernilai rendah -
Laporan arus kas
Arus kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran liabilitas sewa 20,711.11

21-27
PENGUNGKAPAN

Persyaratan pengungkapan (kuantitatif):


1. Beban penyusutan aset hak-guna
2. Beban bunga liabilitas sewa
3. Beban terkait sewa jangka-pendek
4. Beban terkait sewa aset bernilai-rendah
5. Beban terkait pembayaran sewa variabel yang tidak termasuk dalam
pengukuran liabilitas sewa
6. Penghasilan dari mensubsewakan aset hak-guna
7. Total arus keluar kas untuk sewa
8. Tambahan aset hak-guna
9. Keuntungan atau kerugian transaksi jual dan sewa-balik
10. Jumlah tercatat aset hak-guna pada akhir periode pelaporan berdasarkan
kelas aset pendasar

21-28
ENTRIES PADA TANGGAL PEMBAYARAN

Entry to reverse and record second lease payment due at Jan. 1, 2020.

Reversing entry :
Bunga ymh dibayar / Accured interest 3,007.17
Beban bunga / Interest expense 3,007.17

Payment due :
Liabilitas sewa / Lease liability 17,703.94
Beban bunga / Interest expense 3,007.17
Kas / Cash 20,711.11

21-29
EXPECTED RESIDUAL VALUE < GUARANTEED RESIDUAL VALUE

Assume in the earlier CNH/Ivanhoe example that it is probable that the residual value will
be €3,000 instead of the guaranteed amount of €5,000. If Ivanhoe estimates the residual
value of the backhoe at the end of the lease to be €3,000, Ivanhoe includes €2,000 as an
additional lease payment in determining the lease liability and right-of-use asset.

Payment € 20,711.11
Present value of an
Present value factor (i=4%,n=5) x 4.62990 annuity due of 1
PV of lease payments € 95,890.35
Probable residual value € 2,000,00 Present value of
PV factor (i=4,n=5) x .82193 a single sum
PV of probable residual value 1,643.86
Lease liability/right-of-use asset € 97,534.21

21-30
EXPECTED RESIDUAL VALUE < GUARANTEED RESIDUAL VALUE

Ivanhoe records the finance lease on its books on January 1, 2019, as:

Aset hak guna 97,534.21


Liabilitas sewa 97,534.21

Ivanhoe records the first lease payment on January 1, 2019, as follows.

Liabilitas sewa 20,711.11


Kas 20,711.11

21-31
EXPECTED RESIDUAL VALUE < GUARANTEED RESIDUAL VALUE

21-32
OTHER ISSUES

• Unguaranteed Residual Value


• Bargain Option /Hak Opsi

See Kieso, IFRS 3rd Ed, p.21-15 – 21-16

21-33
21-34
CLASSIFICATION OF LEASES BY THE LESSOR

SEWA PEMBIAYAAN

YA

mengalihkan
secara
INCEPTION Classification substantial
DATE Test risiko
dan
manfaat ?

TIDAK

SEWA OPERASI

21-35
CLASSIFICATION TEST

1. Must be non-
FINANCE cancelable, and
LEASE 2. Meet at least one
of the five tests

OPERATING
LEASE
21-36
PENGUKURAN AWAL

Pada tanggal permulaan kontrak, pesewa (lessor) mengakui piutang sewa pembiayaan
(lease receivable) dan mengkredit aset yang disewakan (aset pendasar) sebesar
investasi neto sewa aset yang disewakan, yaitu nilai kini pembayaran sewa yang belum
dibayar oleh pesewa ditambah nilai kini dari nilai residu aset yang tidak dijamin

Nilai Kini
Piutang Sewa Investasi Nilai Kini
Pembiayaan = Neto Sewa = Pembayaran + Nilai Residu
Sewa

Debet : Piutang Sewa Pembiayaan / Lease Receivable


Kredit : Aset / Asset

21-37
PENGUKURAN AWAL
Illustration: CNH Financial Services Corp. and Ivanhoe Construction sign a lease agreement dated
January 1, 2019, that calls for CNH to lease a backhoe to Ivanhoe beginning January 1, 2019. The
terms and provisions of the lease agreement, and other pertinent data, are as follows.
• The term of the lease is five years. The lease agreement is non-cancelable, requiring equal rental
payments at the beginning of each year (annuity-due basis).
• The backhoe has a fair value at the commencement of the lease of €100,000, an estimated
economic life of five years, and a guaranteed residual value of €5,000 (which is less than the
expected residual value of the backhoe at the end of the lease). Further, assume the underlying
asset (the backhoe) has an €85,000 cost to the dealer, CNH.
• The lease contains no renewal options. The backhoe reverts to CNH at the termination of the
lease.
• Collectibility of payments by CNH is probable.
• CNH sets the annual rental payment to earn a rate of return of 4 percent per year (implicit rate)
on its investment.

21-38
PENGUKURAN AWAL

Classification test :
• Kontrak non-cancelable, dan
• Nilai kini pembayaran sewa (€100,000) sama Finance lease
dengan nilai wajar (atau investasi neto) aset
pendasar (backhoe).

Perhitungan Pembayaran Sewa

Present value of a
single sum

Present value of an
annuity due of 1

21-39
PENGUKURAN AWAL
Perhitungan Piutang Sewa

Lease payment € 20,711.11 Present value of an


Present value factor (i=4%,n=5) x 4.62990 annuity due of 1

PV of lease payments € 95,890.35


Guaranteed residual value € 5,000,00 Present value of a
single sum
PV factor (i=4,n=5) x .82193
PV of guaranteed residual value 4,109.65
Lease Receivable €100,000.00

21-40
PENGUKURAN AWAL

The journal entries on January 1, 2019 :


1 Sales-Type Lease (Lessor as a dealer) :
Piutang sewa pembiayaan / Lease receivable 100,000
Penjualan / Sales revenue 100,000
PSAK 72
Biaya pokok penjualan / Cost of goods sold 85,000
Persediaan / Inventory 85,000

Kas / Cash 20,711.11


Piutang sewa pembiayaan / Lease receivable 20,711.11

21-41
PENGUKURAN AWAL

The journal entries on January 1, 2019 :


2 Direct financing (pembiayaan langsung) :
Piutang sewa pembiayaan / Lease receivable 100,000
Property, plant & equipment - Backhoe 100,000

Kas / Cash 20,711.11


Piutang sewa pembiayaan / Lease receivable 20,711.11

21-42
SKEDUL AMORTISASI SEWA – ANNUITY DUE

21-43
ENTRIES PADA TANGGAL PELAPORAN

Pengakuan piutang bunga sewa pada akhir tahun (accrual) :

Piutang bunga / Interest receivable 3,171.56


Pendapatan bunga / Interest revenue 3,171.56

Mereklasifikasi bagian piutang sewa yang akan jatuh tempo pada 1 jan :

Piutang sewa pembiayaan – bagian lancar 17,539.55


Piutang sewa pembiayaan 17,539.55
(Hanya untuk kepentingan pelaporan keuangan)

21-44
PENYAJIAN PADA TANGGAL PELAPORAN
Sales-type (Dealer)
Aset Lancar
Piutang sewa pembiayaan – bagian lancar 17,539.55
Laporan posisi Piutang bunga 3,171.56
keuangan
Aset Tidak Lancar
Piutang sewa pembiayaan 61,479.34

Penjualan 100,000.00
Beban pokok penjualan 85,000.00
Laporan laba rugi
Pendapatan keuangan
Pendapatan bunga – sewa pembiayaan 3,171.56

Arus kas dari Aktivitas Operasi


Laporan arus kas
Penerimaan sewa pembiayaan ke 1 20,711.11

21-45
PENYAJIAN PADA TANGGAL PELAPORAN
Direct Finance
Aset Lancar
Piutang sewa – bagian lancar 17,539.55
Laporan posisi Piutang bunga 3,171.56
keuangan
Aset Tidak Lancar
Piutang sewa 61,479.34

Pendapatan
Laporan laba rugi Pendapatan bunga – sewa pembiayaan 3,171.56

Arus kas dari Aktivitas Operasi


Laporan arus kas
Penerimaan sewa pembiayaan ke 1 20,711.11

21-46
MASA SEWA BERAKHIR

Ketika aset sewa dikembalikan pada akhir masa sewa 1 Januari 2024 :

Persediaan / Inventory 5,000


Piutang sewa / Lease receivable 5,000

21-47
GUARANTEED VS UNGUARANTED RESIDUAL VALUE

For unguaranteed residual value,


% Lessor mengakui pendapatan penjualan dan harga pokok penjualan hanya untuk
bagian aset yang pemulihannya terjamin.

% Baik pendapatan penjualan maupun harga pokok penjualan dikurangi dengan nilai
sekarang dari nilai sisa yang tidak dijamin.

% Laba kotor yang dihitung akan tetap sama dengan nilai residu yang dijamin

21-48
GUARANTEED VS UNGUARANTED RESIDUAL VALUE

E4,109.65 is
present value of the
unguaranteed
residual value

21-49
21-50
GUARANTEED VS
UNGUARANTED RESIDUAL VALUE

bunga
termasuk
21-51
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA BALIK

mengalihkan aset
PENJUAL - PENYEWA PEMBELI - PESEWA
menyewa aset

21-52
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA BALIK

Why do companies engage in sale-leaseback transactions?


1. The company can use the cash that otherwise would be tied up in property to
expand its operations. At the same time, it continues to use the property through
the lease term.
2. The company can structure the lease arrangement so issues such as repurchase
provisions, refinancing issues, and conventional financing costs are minimized.
3. The company may receive a tax advantage in that entire rental payments are tax-
deductible, whereas under a conventional financing, only interest and depreciation
can be deducted.

21-53
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA BALIK
Accounting Issue

Apakah pengalihan aset


SEWA memenuhi definisi PEMBIAYAAN
ya tidak
PSAK 73 penjualan sesuai PSAK 71
PSAK 72 ?

If control has passed from seller to buyer, If control has not passed from seller to
then a sale has occurred. buyer, the transaction is recorded as a
• Recognize gain or loss financing (“failed sale”).
• Derecognizing the underlying asset
• Accounts for the leaseback in accordance
Sales-type or direct financing
with lease accounting guidance

21-54
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA BALIK
Assume Stora Enso (FIN) sells one of its buildings having a carrying value of €580,000
(cost €800,000 less accum. depreciation €220,000) to Deutsche Bank (DEU) for
€623,110. It then leases the building back for €50,000 a year, for eight of the building’s 15
years of remaining economic life. The present value of these lease payments is equal to
€310,000, such that the lease is classified as an operating lease by Deutsche Bank.

Stora Enso (Seller – Lessee) :


Cash 623,110
Accumulated Depreciation—Buildings 220,000
Buildings 800,000
Gain on Disposal of Plant Assets (€623,110 − €580,000) 43,110

Right-of-Use Asset—Buildings 310,000


Lease Liability 310,000

21-55
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA BALIK

Deutsche Bank (Buyer – Lessor) ?

Latihan :
Cari kasus lengkap di Kieso dimana transaksi diakui sebagai finance lease dan
financing (pembiayaan) saja.

TERIMA KASIH

21-56
21-57

Anda mungkin juga menyukai