RKS Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Ciangir
RKS Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Ciangir
I. SPESIFIKASI UMUM
Pasal 1
Lingkup Pekerjaan
1. Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
Nama Pekerjaan : Rehabilitasi Sedang / Berat Ruang Kelas SDN Ciangir
Lokasi Pekerjaan : Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya
2. Jenis pekerjaan beserta uraian volume Pekerjaan dapat dipelajari pada Spesifikasi Teknis,
RAB dan Gambar Rencana yang dijadikan pedoman untuk membuat penawaran.
3. Volume dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Analisa Satuan Pekerjaan bersifat
mengikat.
4. Bila terjadi perbedaan antara gambar dan ketidaksesuaian antara penjelasan gambar dan
bestek, maka bestek yang mengikat pekerjaan ini.
5. Jika diperlukan untuk kejelasan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka Kontraktor harus
membuat gambar detail (Shop Drawing) yang disetujui oleh Direksi sebelum pekerjaan
tersebut dilaksanakan.
6. Apabila pada saat pembangunan / pelaksanaan pekerjaan terhadap perubahan pada
bagian kontruksi, maka Kontraktor harus membuat revisi yang disahkan oleh Direksi.
Pasal 2
Penjelasan Umum
1. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor / Pelaksana wajib mempelajari terlebih dahulu
dengan saksama Gambar Kerja, Rencana Kerja dan Syarat-syarat beserta Berita Acara
Penjelasan Pekerjaan.
Kontraktor / Pelaksana diwajibkan melaporkan kepada staff pegawai dari Direksi
Pekerjaan, setiap ada perbedaan ukuran dari gambar-gambar, termasuk antara gambar
dan RKS untuk mendapatkan persetujuan. Bila tidak, maka akibat dari kelalaian tersebut
dalam hal ini akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari pihak Kontraktor.
2. Penyerahan Lapangan / Area / Tempat Pekerjaan akan diserahkan kepada Kontraktor
segera sesudah dikeluarkannya Surat Penunjukan Keputusan (SPK), dalam keadaan
Pasal 3
Jadwal Rencana Kerja
Paling lambat 1 (satu) minggu setelah diterimanya Surat Penunjukan Keputusan (SPK),
Kontraktor diharuskan mengajukan :
a. Jadwal Pelaksanaan (time schedule) secara terinci yang digambarkan diagram blok
(barchart),
b. Jadwal Pengadaan Tenaga Kerja
c. Jadwal Pengadaan Bahan dan Peralatan Kerja,
d. Jadwal waktu penyerahan Shop Drawing serta contoh bahan / peralatan.
Bahan-bahan yang tersebut diatas harus mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas, sebagai
dasar / patokan Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan dan wajib mengikutinya.
Pasal 4
Penentuan Ukuran
1. Kontraktor wajib memberitahukan kepada Direksi Pekerjaan, sebagian pekerjaan yang
akan dimulai untuk dicek terlebih dahulu ketentuan peil-peil dan ukurannya.
2. Kontraktor diwajibkan senantiasa mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dalam tiap
pekerjaan dan segera melaporkan secara tertulis kepada Direksi Pekerjaan. Setiap
terdapat selisih / perbedaan ukuran untuk diberikan keputusan pembetulannya. Tidak
dibenarkan kontraktor membetulkan sendiri kekeliruan tersebut tanpa persetujuan
Direksi Pekerjaan.
3. Kontraktor betanggung jawab atas tempat pelaksanaan pekerjaan menurut peil-peil dan
ukuran yang ditentukan dalam gambar kerja.
4. Mengingat setiap kesalahan selalu akan mempengaruhi bagian-bagian pekerjaan
selanjutnya, maka ketepatan peil dan ukuran tersebut mutlak perlu diperhatikan
sungguh-sungguh. Kelalaian kontraktor dalam hal ini tidak akan ditolerir dan Direksi
Pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas berhak untuk membongkar pekerjaan atas
biaya kontraktor.
Pasal 6
Keselamatan Kerja
1. Kecelakaan yang timbul selama pekerjaan menjadi beban Kontraktor.
2. Kontraktor diwajibkan menyediakan kotak P3K yang berisi sesuai kebutuhan, lengkap
dengan petugas yang telah terlatih dalam hal pertolongan pertama.
3. Kecelakaan-kecelakaan yang timbul akibat bencana alam, segala pembiayaan menjadi
beban Kontraktor.
4. Pelaksana diwajibkan menyediakan alat pemadam kebakaran.
5. Kontraktor diwajibkan memperhatikan kesehatan keryawan-karyawannya.
6. Sejauh tidak disebutkan dalam RKS ini, maka Kontaktor harus mengikuti semua ketentuan
umum lainya yang dikeluarkan oleh Jawatan Instansi Pemerintah Casu Quo (CQ)
Undang-undang Kesehatan Kerja dan lain sebagainya termasuk semua perubahan-
perubahan yang berlaku.
Pasal 7
Pengamanan
1. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang terjadi di lapangan
mengenai:
a. Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat kelalaian / kecerobohan yang disengaja
ataupun tidak.
b. Penggunaan sesuatu yang keliru atau salah.
c. Kehilangan-kehilangan bagian alat-alat/bahan-bahan yang ada di daerahnya.
2. Terhadap suatu kejadian sebagaimana disebut di atas, Kontraktor harus melaporkan
kepada Direksi Pekerjaan dalam waktu paling lambat 24 (dua puluh empat) jam untuk
diusut dan diselesaikan persoalannya lebih lanjut.
3. Untuk mencegah kejadian-kejadian tersebut diatas, Kontraktor harus mengadakan
Pasal 8
Pengawasan
1. Setiap saat Direksi Pekerjaan harus dapat dengan mudah mengawasi, memeriksa, dan
menguji setiap bagian pekerjaan, bahan, dan peralatan.
2. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan Direksi
Pekerjaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan tersebut jika diperlukan harus
segera dibongkar sebagian atau seluruhnya, dan semua biaya yang diakibatkan tersebut
adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor.
3. Jika kontraktor perlu melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja normal sehingga
diperlukan pengawasan oleh Direksi Pekerjaan. Permohonan oleh Kontraktor untuk
mengadakan pemeriksaan tersebut harus dengan surat, disampaikan kepada Direksi
Pekerjaan. Biaya pengawasan tambahan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di
Depnaker.
4. Wewenang dalam memberikan keputusan yang ada ditangan petugas-petugas Direksi
Pekerjaan adalah terbatas pada soal-soal yang jelas tercantum / dimaksudkan di dalam
gambar-gambar RKS dan Risalah Penjelasan. Penyimpangan haruslah seijin Pemilik
Proyek.
Pasal 9
Pemeriksaan dan Penyediaan Bahan dan Barang
1. Bila di dalam RKS disebutkan nama dan pabrik pembuatan dari suatu bahan dan barang,
maka ini dimaksudkan menunjukan standar minimal mutu / kualitas bahan dan barang
yang digunakan.
2. Setiap barang dan bahan yang akan digunakan harus disampaikan kepada Direksi
Pekerjaan oleh Kontraktor untuk mendapatkan persetujuan Pengguna Jasa. Waktu
penyampaiannya dilaksanakan jauh sebelum pekerjaan dimulai.
3. Setiap usulan yang tidak sesuai petunjuk RKS, serta gambar-gambar dan risalah
penjelasan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pengguna Jasa.
4. Contoh-contoh dan barang yang akan digunakan dalam pekerjaan harus diajukan dan
diadakan Kontraktor atas biaya Pelaksanaan, dan setelah disetujui oleh Pengguna Jasa
Pasal 1
Peraturan Umum
1. Kontraktor harus mentaati dengan tertib segala peraturan hukum yang berlaku dan
semua syarat-syarat yang berhubungan dengan pelaksanaan dari pekerjaan sejauh tidak
bertentangan dengan peraturan atau persyaratan yang dikeluarkan oleh jawatan
kesehatan kerja.
2. Apabila ada beberapa hal dari persyaratan umum yang dituliskan kembali dalam
dokumen tender ini, berarti hanya meminta perhatian khusus dan tidak menghilangkan
hal-hal lainnya dari persyaratan umum yang ada. Tetapi apabila ada ketentuan yang
berlainan, maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen tender ini.
Pasal 2
Surat Perjanjian Kontrak
1. Untuk melaksanakan pekerjaan, pemberi tugas dan Kontraktor akan membuat surat
perjanjian kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
2. Pada surat perjanjian kontrak dilampirkan dokumen sebagai berikut :
a. Jaminan pelaksanaan;
b. Surat perintah kerja;
c. Seluruh dokumen penawaran untuk pekerjaan ini beserta lampiran-lampirannya;
d. Berita acara rapat pemberian penjelasan pekerjaan;
e. Dokumen tender beserta lampirannya dan gambar-gambar.
Pasal 3
Dokumen Tender, Gambar dan Petunjuk
1. Apabila dianggap perlu, kontraktor harus membuat gambar kerja (shop drawing)
pelaksanaan untuk pekerjaan ini. Gambar-gambar tersebut sebelum dilaksanakan harus
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pengawas lapangan.
2. Kontraktor bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanan pekerjaan menurut ukuran-
ukuran yang tercantum dalam gambar kerja dan RKS ini.
3. Kontraktor wajib mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan segera memberi tahu
kepada pengawas lapangan apabila terdapat perbedaan ukuran antara gambar-gambar
maupun yang terdapat dilapangan.
4. Kontraktor wajib mengadakan pemeriksaan menyeluruh terhadap gambar yang ada.
Pasal 1
Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Sedang / Berat Ruang Kelas adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan;
2. Pekerjaan Struktur;
3. Pekerjaan Pasangan Bata, Plesteran dan Lantai;
4. Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela;
5. Pekerjaan Pengecatan;
6. Pekerjaan Pemberesan.
Pasal 2
Pekerjaan Persiapan
1. Pekerjaan Papan Nama Proyek
a. Penyedian barang / jasa wajib membuat papan nama pekerjaan sesuai ketentuan
yang berlaku dengan persetujuan pengguna barang / jasa.
b. Papan nama pekerjaan menggunakan bahan Bender.
c. Papan nama dipasang pada tempat yang jelas dan mudah dibaca.
2. Pekerjaan Uitzet / Pengukuran
a. Ukuran-ukuran pokok dan ukuran tinggi (elevasi) telah ditetapkan dalam gambar
rencana.
b. Jika terdapat perbedaan antara gambar utama dengan gambar perincian, maka yang
mengikat adalah ukuran-ukuran pada gambar utama atau sesuai persetujuan dari
Direksi Pekerjaan.
c. Sebagai ukuran pokok, titik 0,00 disesuaikan dengan ukuran gambar rencana.
d. Dengan ketentuan tersebut, Kontraktor, Perencana, Direksi Pekerjaan, dan Konsultan
Pengawas agar menetapkan patok titik 0,00 tersebut di lapangan yang dibuat dari
patok beton yang sifatnya permanen dan dipelihara selama pelaksanaan
pembangunan atau tanda lainnya yang bersifat permanen selama pelaksanaan
pekerjaan.
e. Penetapan ukuran dan sudut siku-siku tetap dijaga dengan menggunakan alat
Waterpass dan Theodolit atau berpedoman pada bangunan yang telah ada.
Pasal 3
Pekerjaan Struktur
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan / peralatan dan alat bantu
yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik.
b. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan struktur bangunan yaitu:
- Pekerjaan Balok Praktis
2. Persyaratan Bahan
a. Semen Portland :
Harus memakai semen portland tipe II atas persetujuan Direksi lapangan dan harus
memenuhi SNI 2049-2015. Semen yang telah mengeras sebagian / seluruhnya tidak
dibenarkan untuk digunakan. Penyimpanan semen Portland harus diusahakan
sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai
terangkat dari tanah dan tumpukan sesuai dengan syarat penumpukan semen .
b. Pasir beton :
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan bahan organis,
lumpur dan sebagainya, dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang
dicantumkan dalam SNI 2847-2013.
c. Koral Beton / Split :
Digunakan Koral yang bersih, bermutu baik, tidak berpori serta mempunyai gradasi
Pasal 4
Pekerjaan Pasangan Bata, Plesteran, dan Lantai
1. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan plesteran 1PC : 5 PS dan acian pada seluruh dinding
bata seperti yang dijelaskan dalam gambar pelaksanaan.
2. Persyaratan Bahan
a. Pasir
- Semua pasir yang dipakai untuk pekerjaan struktur dengan spesifikasi ini harus pasir
alam yang berasal dari Gunung Berapi yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
- Tempat penimbunan penyimpanan harus bersih dari sampah organik, sampah
kimia, bebas dari banjir serta tidak terkontaminasi dengan bahan lainnya, seperti air
laut/garam dan lain-lainnya yang akan menurunkan mutu pasangan batu.
b. Semen dan air sesuai syarat yang ditentukan pada Pasal Pasangan Bata.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Bersihkan permukaan dinding batu bata dari noda-noda debu, minyak, cat dan bahan-
bahan lain yang dapat mengurangi daya ikat plesteran agar benar-benar siap untuk
Pasal 6
Pekerjaan Pengecatan
1. Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengecatan dinding seperti yang dinyatakan dalam gambar dan
petunjuk Konsultan Pengawas, antara lain :
a. Pengecatan seluruh dinding bangunan bagian luar seperti dalam gambar dan petunjuk
Konsultan Pengawas.
b. Pengecatan dinding bangunan bagian dalam seperti dalam gambar dan petunjuk
Konsultan Pengawas.
2. Pesyaratan bahan
a. Pengecatan Dinding baru, Ex Dulux
3. Syarat-syarat pelaksanaan
a. Pekerjaan harus dilaksanakan dengan cara “full system” sesuai dengan ketentuan
pabrik.
b. Sebelum dilakukan pengecatan pada permukaan dinding tersebut, maka harus
diperhatikan permukaan plesterannya dari :
- Profil yang diminta sesuai dengan gambar sudah dilakukan, berdasarkan peil-peil
yang ditentukan.
- Permukaan plesteran harus datar dan sempurna sesuai dengan pola yang telah
ditentukan.
- Permukaan plesteran telah diberi lapisan aci dengan hasil yang rata dan halus.
Pasal 7
Pekerjaan Pemberesan
Sebelum diadakan Serah Terima Pekerjaan, Kontraktor pelaksana wajib membersihkan semua
bagian Pekerjaan. Terutama Pembongkaran Stagger yang masih terpasang, pembesihan
semua Bekas tumpahan cat areal pengecatan, lantai dinding, pintu / jendela, dan lain-lain.
Kontraktor Pelaksana juga harus membersihkan barang bekas dan peralatan kerja. Semua sisa
material yang tidak digunakan lagi harus dibawa ke luar dari lingkungan pekerjaan, sehingga
halaman benar-benar bersih dan rapih. Adapun pelaksanaan pembersihan :
1. Pada saat penyelesaian Pekerjaan, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan bersih dan
siap untuk dipakai Pemilik. mengembalikan bagian-bagian dari tempat kerja yang tidak
diperuntukkan dalam Dokumen Kontrak ke kondisi semula.
2. Pada saat pembersihan akhir, semua pekerjaan struktur saluran harus diperiksa ulang
untuk mengetahui kerusakan fisik yang mungkin ditemukan sebelum pembersihan akhir.
Lokasi yang diperkeras di tempat kerja dan semua lokasi diperkeras untuk umum yang
bersebelahan langsung dengan tempat kerja harus disikat sampai bersih.
3. Permukaan lainnya harus dibersihkan dan semua kotoran yang terkumpul kemudian
dibuang.
4. Barang bongkaran atau material yang masih digunakan seperti bekas kayu kuda-kuda
harus disimpan dengan rapih dan ditempatkan sesuai persetujuan owner.