PENELITIAN TINDAKAN KELAS
M. Ihsan Dacholfany
SABTU, 5 Maret 2017
SMP IT DARUL HIKMAH PASIR SAKTI
LAMPUNG TIMUR
Penelitian Tindakan Kelas dlm bahasa
Inggrisnya Clasroom action research mulai
berkembang sejak perang dunia ke dua, saat ini
PTK sedang berkembang dgn pesatnya di
negara-negara maju seperti Inggris, Amerika,
Australia, dan Canada.
PTK : suatu bentuk kajian yg bersifat reflektif
oleh pelaku tindakan, untuk meningkatkan
kemantapan rasional dari tindakan-tinakan
mereka dlm melaksanakan tugas, memperdalam
pemahaman terhadap tindakan-tindakan yg
dilakukan, serta memperbaiki dimana praktek-
praktek pembelajaran dilaksanakan.
UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN-TUJUAN TSB ,
PTK MELAKSANAKAN PROSES PENGKAJIAN
SPIRAL PTK
Plan Reflektif Action/Observation Reflective
Action/Observation Reflective Action/Observation
KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1. AN INQUIRY ON PRACTICE FROM WITHIN
Karakteristik pertama dari PTK : kegiatannya dipicu oleh
permasalahan praktis yg dihayati guru dlm pembelajaran
di kelas. Oleh sebab itu PTK bersifat practice driven dan
Action driven, dgn maksud PTK berujuan memperbaiki
secara praktis, langsung – disini, sekarang/ sering
disebut dgn penelitian praktis (practical inquiry). Hal ini
bermakna PTK memusatkan perhatian pada
permasalahan spesifik konstekstual.
Peran pengajar LPTK pada tahap awal : menjadi sounding
board (pemantul gagasan) bagi guru yg menghadapi
permasalahan dlm pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
(B) A COLLABORATIVE EFFORT BETWEEN
SCHOOL TEACHERS AND TEACHER EDUCATORS
Karena pengajar LPTK tidak memiliki akses langsung,
maka PTK diselenggarakan secara colaboratif dgn
guru yang kelasnya menjadi kancah PTK.
Karena yg memiliki kancah: guru sehingga para pengajar
LPTK yg berminat melakukan PTK tidak memiliki akses
kepada kancah dlm peran sebagai praktisi.
Oleh sebab itu ciri kolaboratif hrs secara konsisten
tertampilkan sebagai kerja sama kesejawatan dlm
keseluruhan tahapan penyelenggaraan PTK, mulai dari
identifikasi permasalahan, serta diagnosis keadaan,
perancangan tindakan perbaikan, sampai dgn
pengumpulan & analisis data serta reflektisi mengenai
temuan dan penyusunan laporan.
(C) REFLECTIVE PRACTICE MADE PUBLIC.
Keterlibatan pengajar LPTK dalam PTK bukanlah sbg ahli
pendidikan yg tengah mengemban fungsi sbg pembina
guru sekolah menengah atau sbg pengembang pendidikan
(missionary approach), melainkan sbg sejawat, di samping
sbg pendidik calon guru yg seyogyanya memiliki
kebutuhan untuk belajar dlm rangka mengakrabi lapangan
demi peningkatan mutu kinerjanya sendiri.
Dlm hubungan ini guru yg berkolaborasi dlm PTK hrs
mengemban peran ganda sbg praktisi yg dlm pelaksanaan
penuh keseharian tugas-tugasnya jg sekaligus secara
sistematis meneliti praksisnya sendiri.
Apabila ini terlaksana dengan baik maka akan terbina
kultur meneliti dikalangan guru, & merupakan suatu
langkah strategis dlm profisionalisme jabatan guru.
Hal ini etika profesi dlm bentuk penyedia jasa
borongan utuk membuatkan daftar angka kredit dlm
proses kenaikan pangkat fungsional guru yg
menggejala akhir-akhir ini dapat diakhiri.
III. PROSEDUR PELAKSANAAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
Prosedur penelitian tindakan kelas merupakan proses
pengkajian melalui sistem berdaur dari berbagai
kegiatan pembelajaran
1) Pengembangan fokus masalah penelitian
2) Perencanaan tindakan perbaikan
3) Pelaksanaan tindakan perbaikan, observasi
dan interpretasi
4) Analisis dan refleksi
Perencanaan tindak lanjut (lihat gambar 1 & 2).
Secara rinci, prosedur pelaksanaan LPTK dpt digambarkan
Dlm pelaksanaannya, PTK diawali dgn kesadaran akan adanya
permasalahan yg dirasakan kurang pas / mengganggu, yg dianggap
menghalangi pencapaian tujuan pend sehingga ditengarai telah
berdampak kurang baik terhadap proses /hasil belajar pserta didik,
/implementasi sesuatu program sekolah
Di mulai dari kesadaran mengenai adanya
permasalahan tersebut, yg besar kemungkian
masih tergambarkan secara kabur, guru – baik
sendiri maupun dalam kolaborasi dgn dosen /
pengajar LPTK yg menjadi mitranya kemudian
menetapkan fokus permasalahan secara lebih
tajam jk perlu dgn mengumpulkan tambahan
data lapangan secara lebih sistematis dan atau
melakukan kajian pustaka yg relevan.
Pada gilirannya, dgn perumusan permasalahan yg
lebih tajam itu dpt dilakukan diagnosis
kemungkinan-kemungkinan penyebab
permasalahan secara lebih cermat, sehingga terbuka
peluang untuk menjajagi alternatif-alternatif
tindakan perbaikan yg diperlukan.
Alternatif mengatasi permasalahan yg dinilai
terbaik, kemudian diterjemahkan menjadi program
tindakan perbaikan yg akan dicobakan. Hasil
percobaan tindakan perbaikan yg dinilai &
direfleksikan dgn mengacu kepada kreteria-kreteria
perbaikan yg dikehendaki, yg telah ditetapkan
sebelumnya.
Hasil percobaan tindakan perbaikan yg dinilai & direfleksikan
dgn mengacu kepada kreteria-/ciri-ciri sbg berikut
1. Penetapan Fokus/Masalah Penelitian, yang meliputi:
a. Merasakan adanya masalah
b. Identifikasi Masalah PTK
c. Analisis Masalah
d. Perumusan masalah
2. Perencanaan Tindakan, yang meliputi:
a. Formulasi solusi dalam bentuk hipotesis tindakan
b. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan
c. Persiapan Tindakan
3. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi-Interpretasi
a. Pelaksanaan Tindakan
b. Observasi dan Interpretasi
c. Diskusi balikan (review discussion)
4. Analisis dan Refleksi
a. Analisis Data
b. Refleksi
5. Perencanaan Tindak lanjut
a. Prosedur Observasi
b. Beberapa Tindakan
FORMAT USULAN PTK
1. JUDUL
Judul PTK hendaknya menyatakan dgn akurat & padat
permasalahan serta bentuk tindakan yg dilakukan
peneliti sebagai upaya pemecahan masalah.
[Link] BELAKANG
Dalam latar belakang permasalahan hendaknya diuraikan
urgensi penanganan permasalahan yg diajukan melalui PTK.
Untuk itu hrs ditunjukkan fakta2 yg mendukung, baik yg
berasal dari pengamatan guru selama ini maupun dari kajian
pustaka. Dukungan berupa hasil penelitian terdahulu,
apabila ada, akan lebih baik mengokohkan argumentasi
mengenai urgensi serta signifikansi permasalahan yg akan
ditangani melalui PTK yang diusulkan.
3. PERMASALAHAN
Permasalahan yg diusulkan untuk ditangani melalui
PTK dijabarkan secara lebih rinci dlm bagian ini. Masalah
hendaknya diangkat dari masalah keseharian di sekolah yg
memang layak d& perlu diselesaikan melalui PTK.
Uraian permasalahan yg ada hendaknya didahului oleh
identifikasi masalah, yg dilanjutkan dgn analisis masalah
diikuti refleksi awal sehingga permasalahan yg perlu
ditangani itu nampak menjadi lebih jelas. Dgn kata lain,
bagian ini dikunci dgn perumusan masalah tsb. Dlm bagian
ini, sosok PTK hrs secara konsisten tertampilkan.
4. CARA PENYELESAIAN MASALAH
Dalam bagian ini dikemukakan cara yg diajukan untuk
penyelesaian masalah yg dihadapi. Alternatif penyelesaian
yg diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yg
mantap yg bertolak hasil analisis masalah.
Di samping itu, hrs terbayangkan kemungkinan
kemanfaatan hasil pemecahan masalah dlm rangka
pembenahan/atau peningkatan implementasi
pembelajaran/atau berbagai program sekolah lainnya.
Jg hrs dicermati bahwa artikulasi kemanfaatan PTK
berbeda dari kemanfaatan penelitian formal.
5. TUJUAN PENELITIAN DAN
PEMANFAATAN PENELITIAN
Tujuan PTK hendaknya dirumuskan secara
jelas. Paparkan sasaran antara dan akhir tindakan
perbaikan. Perumusan tujuan hrs konsisiten dgn
hakekat permasalahan yg dikemukakan dlm
bagian2 sebelumnya. Dgn sendirinya artikulasi
tujuan PTK berbeda dari tujuan formal. Pencapaian
tujuan hendakya dpt diverifikasikan /
diidentifikasikan
. Dlm hubungan ini, perlu dipaparkan secara
spesifik keuntungan yg dijanjikan, khususnya bagi
peserta didik,bagi guru pelaksana PTK, rekan guru
lainnya / pengajar LPTK.
6. KERAGKA TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Pada bagian ini diuraikan landasan substantif dalam arti
teoritik dan/atau metodologik yg dipergunakan peneliti dalam
menentukan alternatif tindakan yg akan diimplementasikan.
Untuk keperluan itu, dlm bagian ini diuraikan kajian terhadap
baik pengalaman peneliti pelaku PTK sendiri yg relevan
maupun pelaku PTK lain. Argumentasi logik & teoritik
diperlukan guna menyusun kerangka konseptual yg disusun
itu hipotesis tindakan dirumuskan.
7. RENCANA PENELITIAN
[Link] Penelitian dan karakteristik Subyek
Penelitian
b. Variabel yang diselidiki.
c. Rencana Tindakan
d. Data dan Cara Pengumpulannya
e. Indikator Kinerja
f. Tim Peneliti dan Tugasnya
8. JADWAL PENELITIAN
Jadwal penelitian disusun dalam metriks yang
menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir.
9. RENCANA ANGGARAN
Anggaran disesuaikan dengan tempat, waktu,
jumlah peneliti dan lainnya.
IF u need ADVICE, message me.
If u need FRIEND, call me.
If u need HELP, e-mail me.
If u need MONEY, nomor yg anda tuju
tidak dapat dihubungi. terima kasih.
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA
MOHON MAAF ATAS KEKURANGGANNYA
WASSALAMU’ALAIKUM WB WR
DAN SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA
M Salam Sejahtera
Face Book : mihsandacholfany@[Link]
I
H
S Hp : 0812-130-22488
A
N
Aktif : Sebagai Guru dan Motivator
D
A
C Pendidikan : PP Gontor, S-1 : Univ Indonesia
H dan IPRIJA, S-2 :Univ Kebangsaan Malaysia,
O S-3 : Uninus Bandung.
L
F Motto : Jika ada kemauan , pasti ada jalannya
A Buatmu dirimu Bahagia dan Sukses
N
Y