“THEODOLITE DALAM GEOMATIKA “
Disusun oleh :
MUHAMMAD HANIF LUBIS (2207210128)
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2024
DAFTAR ISI
BAB I...............................................................................................................................................3
PENDAHULUAN..........................................................................................................................3
1.1 Latar belakang................................................................................................................3
BAB II.............................................................................................................................................4
PEMBAHASAN.............................................................................................................................4
2.1 Peralatan Utama.............................................................................................................4
2.1.1 Theodolit...........................................................................................................................4
2.2 Bagian Alat – Alat Beserta Fungsinya Dari Theodolit....................................................5
2.3 Macam / Jenis Theodolit.....................................................................................................5
2.4 Syarat – Syarat Theodolite..................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pengukuran luas merupakan pengukuran yang sering dilakukan didalam pekerjaan sebelum
perencanaan desain dilakukan, karena perhitungan dan informasi luas merupakan salah satu
informasi yang dibutuhkan untuk mendesain perencanaan dari hasil pengukuran dilapangan
Pengukuran wilayah yang tidak luas, bisa dilakukan menggunakan patok dan meteran.
Sedangkan pengukuran wilayah dalam skala luas dibutuhkan peralatan yang dapat menjangkau
jarak tersebut. Alat yang umumnya dipakai adalah theodolite, total station, dan GPS.
(Tribhuwana, 2018)
Theodolite adalah instrument / alat yang dirancang untuk pengukuran sudut yaitu
sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan
dengan sudut vertical. Di dalam pekerjaan – pekerjaan yang berhubungan dengan ukur
tanah, theodolit sering digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi,
maupun pengamatan matahari (PRATAMA, 2021)
Theodolite juga merupakan alat pengukuran luas untuk menentukan sudut yang dibentuk
antara dua titik pada saat pengukuran, titik koordinat dalam suatu wilayah dapat diperoleh
dengan bantuan theodolite. Penggunaan theodolite memungkinkan untuk berpindah tepat guna
mendapatkan data yang akurat
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peralatan Utama
Peralatan utama yang digunakan dalam ilmu ukur tanah adalah theodolit dan waterpass.
2.1.1 Theodolit
Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang
digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut
mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang
hanya memiliki sudut mendatar saja. Di dalam theodolit sudut
yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik).
Di dalam pekerjaan – pekerjaan
yang berhubungan dengan ukur
tanah, theodolit sering digunakan dalam bentuk
pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun
pengamatan matahari. Theodolit juga bisa berubah
fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar bila
sudut verticalnya dibuat 90º.
Dengan adanya teropong pada
theodolit, maka theodolit dapat dibidikkan kesegala arah. Di
dalam pekerjaan bangunan gedung, theodolit sering
digunakan untuk menentukan sudut siku-siku pada
perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolit juga dapat
digunakan untuk menguker ketinggian suatu bangunan
bertingkat. (surta, 2015)
2.2 Bagian Alat – Alat Beserta Fungsinya Dari Theodolit
Fungsi dari bagian-bagian yang terdapat pada pesawat theodolit adalah sebagai berikut :
1. Teropong, berfungsi untuk membidik obyek pengukuran pada pengukuran
poligon maupun situasi (membidik rambu/jalon).
2. Visier, berfungsi untuk alat bantu bidikan kasar untuk mempercepat bidikan
obyek.
3. Klem teropong, berfungsi untuk mengunci teropong terhadap sumbu II
(terkunci pada arah vertikal).
4. Alat pelindung lingkaran vertikal, berfungsi untuk melindungi skala
vertikal.
5. Sekrup pengatur fokus teropong, berfungsi untuk memperjelas obyek yang
dibidik.
6. Sekrup pengatur ketajaman benang, berfungsi untuk memperjelas benang
pada lensa (benang atas, benang tengah, benang bawah).
7. Lensa okuler (pengamat), berfungsi untuk mengamati obyek bidik dan
mengamati bacaan benang (pada rambu ukur).
8. Dudukan lampu, berfungsi untuk menempatkan lampu apabila sinar
matahari kurang terang (cuaca gelap).
9. Sekrup penggerak halus vertikal, berfungsi menempatkan bacaan benang
pada obyek (rambu) secara halus.
10. Reflektor, berfungsi untuk memantulkan cahaya menuju mikroskop bacaan
sudut vertikal dan horisontal (pada theodolit digital bagian ini tidak ada).
2.3 Macam / Jenis Theodolit
Macam Theodolit berdasarkan konstruksinya, dikenal dua macam yaitu:
1. Theodolit Reiterasi ( Theodolit sumbu tunggal )
Dalam theodolit ini, lingkaran skala
mendatar menjadi satu dengan kiap,
sehingga bacaan skala mendatarnya tidak
bisa di atur.
Theodolit yang di maksud adalah theodolit
type T0 (wild) dan type DKM-2A (Kem)
2. Theodolite Repitisi
Konsruksinya kebalikan dari theodolit
reiterasi, yaitu bahwa lingkaran
mendatarnya dapt diatur dan dapt
mengelilingi sumbu tegak.
Akibatnya dari konstuksi ini, maka bacaan
lingkaran skala mendatar 0º, dapat
ditentukan kearah bdikan / target myang
dikehendaki. Theodolit yang termasuk ke
dakm jenis ini adalah theodolit type TM 6
dan TL 60-DP (Sokkisha ), TL 6-DE
(Topcon), Th-51 (Zeiss).
3. Theodolite Elektro Optis
Dari konstruksi mekanis sistem susunan
lingkaran sudutnya antara theodolite optis
dengan theodolite elektro optis sama.
Akan tetapi mikroskop pada pembacaan
skala lingkaran tidak menggunakan system
lensa dan prisma lagi, melainkan
menggunkan system sensor. Sensor ini
bekerja sebagai elektro optis model (alat
penerima gelombang elektromagnetis).
Hasil pertama system analogdan kemudian
harus ditransfer ke system angka digital. Proses penghitungan secara otomatis akan
ditampilkan pada layer (LCD) dalam angka decimal.
2.4 Syarat – Syarat Theodolite
Syarat – syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap
dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sbb:
Sumbu kesatu benar – benar tegak / vertical.
Sumbu Kedua haarus benar – benar mendatar.
Garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.
Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu.
DAFTAR PUSTAKA
PRATAMA, R., 2021. MEDAN, UMA.
surta, 2015. macam - macam alat ukur survei pemetaan. [Online]
Available at: [Link]
[Link]
[Accessed 2015].
Tribhuwana, A., 2018. LOGIKA, pp. 58-64.