PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KARO
Jalan Pane No. 2
PEMATANGSIANTAR
Email : [Link]@[Link]
KERANGKA ACUAN
PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN
PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE
I. PENDAHULUAN
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2-7 hari disertai dengan manifestasi
perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang
ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura,
hipoalbuminemia). Dapat disertai gejala-gejala tidak khas seperti nyeri kepala, nyeri otot
dan tulang, ruam kulit, atau nyeri belakang bola mata.
Tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD
berat. Ada yang hanya bermanifestasi demam ringan yang akan sembuh dengan sendirinya
atau bahkan ada yang sama sekali tanpa gejala sakit (asimtomatik). Sebagian lagi akan
menderita demam dengue saja yang tidak menimbulkan kebocoran plasma dan
mengakibatkan kematian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebarluasan DBD antara lain : Perilaku
masyarakat, perubahan iklim (climate change) global, pertumbuhan ekonomi, ketersediaan
air bersih. Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang spesifik. Cara yang dapat
dilakukan saat ini dengan menghindari atau mencegah gigitan nyamuk penular DBD.
Oleh karena itu upaya pengendalian DBD yang penting pada saat ini adalah melalui
upaya pengendalian nyamuk penular dan upaya membatasi kematian karena DBD. Atas
dasar itu maka upaya pengendalian DBD memerlukan kerja sama dengan program dan
sektor terkait juga peran serta masyarakat.
II. LATAR BELAKANG
Perkembangan penyakit DBD di wilayah Pematangsiantar ada kecenderungan naik
turun namun kasusnya selalu ada setiap tahunnya, tetapi kasus kematian tidak ada. Kasus
DBD di kecamatan Pematangsiantar merupakan kasus yang endemis karena setiap tahun
terjadi kejadian kasus DBD.
Penemuan dan penanganan kasus DBD di kecamatan Siantar selatan sejalan dengan
Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat puskesmas dilaksanakan untuk menurunkan
prevalensi Kasus DBD.
III. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Umum
Terwujudnya individu dan masyarakat yang mampu mencegah dan melindungi diri
dari DBD melalui optimalisasi kegiatan PSN 3M Plus dan kebersihan lingkungan
bebas DBD.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD
b. Mencegah terjadinya penularan kasus DBD
c. Menentukan tindakan penanggulangan kasus DBD
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
NO KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN
1 Penyuluhan DBD -Melakukan sosialisasi dan penyuluhan
tentang penyakit DBD.
2 Pemantauan dan pengendalian vektor -Melakukan pemeriksaan jentik
-Pemberian bubuk abate
3 Pelacakan kasus DBD -Mendeteksi dini kasus DBD
-Mencari penderita/tersangka lain
disekitar rumah penderita
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN DAN SASARAN
A. Cara melaksanakan kegiatan
1. Penyuluhan DBD
Dilaksanakan sesuai jadwal dan permintaan masyarakat yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya penykit
dan kematian akibat penyakit DBD sehingga masyarakat mau melakukan tindakan
pencegahan.
2. Pemantauan dan pengendalian vektor
Pemeriksaan jentik dilaksanakan setiap 2 bulan sekali baik dirumah masyarakat
ataupun yang di tempat-tempat umum/sekolah. Pemberian bubuk abate dilakukan
sesuai kebutuhan, yaitu sebelum masa penularan terutama pada wilayah yang ada
kasus DBD dan pada saat kasus DBD meningkat.
3. Pelacakan kasus DBD
Pelacakan kasus dilaksanakan dengan cara mendeteksi dini kasus DBD dengan cara
PE pada setiap kasus DBD, untuk mengetahui potensi dan penularan DBD lebih
lanjut serta tindakan penanggulangan yang perlu dilakukan di wilayah sekitar
tempat penderita.
B. Sasaran
Seluruh masyarakat di wilayah Puskesmas Karo
VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
NO. KEGIATAN JADWAL PELAKSANA
1 PE
2 Survei Jentik
VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi kegiatan dilaksanakan sebulan sekali dan dinyatakan KLB bila jumlah
kasus DBD dua kali lipat atau lebih dari periode lalu pada tempat yang sama atau kematian
kasus DBD lebih dari 1%, dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar tiap
sebulan sekali.
VIII. PENCATATAN DAN PELAPORAN
Hasil kegiatan pengendalian dan pemberantasan DBD dicatat dalam buku register
kasus DBD dan direkap dalam buku bantu rekap kasus DBD dan dilaporkan setiap bulan
dengan menggunakan blangko laporan kasus penyakit DBD.
Diketahui
Kepala Puskesmas Karo Pelaksana Kegiatan
Nurlian Tianny Sinaga Skep Ners
NIP. 19750622 200312 2 003 Herdina Siburian
Nip.1968 0823 198903 2006