HOUSE-TREE-
PERSON
JOHN N. BUCK (1948)
ADMINISTRASI TEST
• Instruksi tes gambar HTP
Berikan kertas a4 80 gram, posisi horizontal,
pinsil Hard black
Instruksi: gambarlah Rumah, Pohon dan Orang
dalam satu kesatuan cerita
(ingat prinsip PRIMARY THINKING)
JN. Buck: menciptakan HTP untuk
mengukur
Self perception and attitudes anak terhadap suatu
keadaan
RUMAH: menggugah perasaan anak terhadap keluarga
POHON: menampakan perasaan akan kekuatan/kelemahan diri
ORANG: menampakan konsep diri anak
REPRESENTASI DARI:
Metaphor/simbol/image untuk menginterpretasikan
kepribadian:
RUMAH: merefleksikan aspek fisik dari relasi sekitar
POHON: human development-> individu merefleksikan
proses pertumbuhannya
ORANG: refleksi dari fungsi self/ego
Interptestasi HTP
• Tree: sama dengan intepetasi Charkes Koch
• Person: sama dengan DAP
• House: intepretasi khusus dari jarak, ukuran dan
bagian-bagian dari rumah
HOUSE
- Normal: diharapkan ada tembok tertutup, atap, pintu
(satu), jendela (satu), cerobong asap (rumah di wilayah 4
musim)
- Representasi RUMAH SUBJEK, RUMAH MASA LALU,
RUMAH HARAPAN, ATAU KOMBINASI DARI SEMUA
(BUCK, 1948)
- Impresi dari persepsi diri subjek
- Refleksi : Persepsi seseorang terhadap dirinya dalam
situasi rumah.
HOUSE
- Bila tidak ada detail yang dimaksud pada gambar
subjek usia lebih dari 6 tahun dan intellegensi
rata-rata merupakan indikasi dari
➢ Incipient (awal dari) intellectual deterioration
atau Kemunduran intelektual yang baru jadi
➢ Severe emotion disturbance atau Gangguan
emosi yang parah (Buck, 1955)
HOUSE→SIZE – DISTANCE
- Very large : great frustration by restricting environment,
tension, irritability, hostility, aggression tendencies, DM:
overcompensatory or fantasy
- Very small : withdraw tendencies, inadequate feelings,
rejection of the home and home life, regressive tendencies,
possible neurotic or schizofrenic condition
- very distant : feeling of inaccessibility, desire to withdraw,
feeling of rejection, or rejecting behavior, home situation
beyond subject’s ability to handle
UKURAN → RUMAH – JARAK
• Sangat besar : frustrasi hebat dengan membatasi lingkungan,
ketegangan, mudah tersinggung, permusuhan, kecenderungan
agresi, DM: kompensasi berlebihan atau fantasi.
• Sangat kecil : kecenderungan menarik diri, perasaan tidak
memadai, penolakan terhadap rumah dan kehidupan rumah
tangga, kecenderungan regresif, kemungkinan kondisi neurotik
atau skizofrenia.
• Sangat jauh : perasaan tidak dapat dijangkau, keinginan untuk
menarik diri, perasaan ditolak, atau perilaku menolak, situasi
rumah di luar kemampuan subjek untuk menanganinya
• Sangat dekat: perasaan kehangatan antarpribadi, tidak ada
hambatan psikologis.
• Perspektif: pandangan mata keatas-kebawah : perasaan
ditolak dan tidak bahagia di rumah. Pandangan sekilas:
keunggulan. Muluk-muluk, penolakan terhadap rumah yang
digambar, merasa melampaui ikatan rumah pada umumnya
(mungkin disertai depresi)
• RUMAH →BAGIAN
• Dinding: diri sendiri, ego (kuat, lemah, rentan)
• Atap: hati nurani dan rasa bersalah yang menyertainya atau
kendali atas fantasi (ditekankan)
• Cerobong asap: ditekankan: kekhawatiran berlebihan
terhadap kehangatan psikologis, kekhawatiran terhadap
kekuasaan, kekhawatiran terhadap pengaktifan kreativitas,
kekhawatiran seksual terhadap maskulinitas (cerobong asap
dengan asap)
• Pintu: aksesibilitas keluar masuk rumah
• Jendela: keterbukaan dan keinginan untuk bersentuhan
dengan lingkungan
• Kamar: identifikasi dengan ruangan tertentu, pengalaman
positif/negatif yang terkait dengan ruangan
• Rana atau pematik potret (close shutter): penarikan ekstrim
• Langkah dan jalan setapak: menyambut interaksi sosial, (jalan
setapak panjang) menjaga jarak jangkauan
• Semburan hujan dan selokan: peningkatan pertahanan (hujan
yang ditekankan dan diperkuat)
SIMBOL UNTUK DIAGNOSIS DIBAGI DALAM:
• Patoformik: tanda mencurigai bahwa subjek yang
menunjukkannya akan cenderung berperilaku menyimpang
dalam area yang diwakili secara langsung atau simbolis oleh
tanda tersebut hingga tingkat yang mungkin mengganggu
kemampuan subjek untuk menyesuaikan diri dengan mudah
dan memuaskan. Tanda patoformik dianggap sebagai indikasi
kemungkinan adanya “titik bahaya” dalam diri seseorang –
bahaya tersebut bisa bersifat potensial atau aktual.
• Patologis: tanda menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku
jauh lebih besar daripada patoformik dan lebih mungkin
terjadi secara langsung dan serius.
• Patognom: tanda menyiratkan adanya ketidaksesuaian
kepribadian yang sangat serius dan aktif
Daftar bacaan
Erickson, Marilyn. (1982). Child psychopathology 2nd edition. Prentice-Hall, Inc,
Englewood Cliffs
Gillespie, Jacquelyn. (1994). The projective use of mother and child drawings, a
manual for clinicians. Brunner/Mazel Publisher. New York
Jolles, Isaac .(1971). A catalog for the qualitative interpretation of the HTP. Dicetak
terbatas untuk kalangan Fak. Psikologi UNPAD
Kinget, Marian. (1952). The drawing completion test. Grune&Stratton, Inc. New York
Koch, Charles. (1952). The tree test. Hans Huber Publisher Berne
Kohnstamm, Geldolph A and Mary Klevjord Rothbart. (1989). Temprament in
childhood. John Willey & Sons. London
Royce, Joseph R and Arnold Powell. (1983). Theory of personality and individual
defferences, factors, systems and processes. Prentice Hall, Ins. Englewood cliffs
Sattler, jerome. (1988). Assesment of children, 3rd edition. Jerome M Sattler
Punlisher. San Diego
Semeonoff, Boris. (1976). Projective technique. John Willey & Sons. London
Werner, heinz (1948). Comparative psychology of mental development. International
University Press, Ins. New York
KASUS R
Laki-laki, usia 21 tahun anak ke 2 dari 3 bersaudara (P, L, P).
Mogok kuliah (semula cuti satu semester) satu tahun. Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri. Tidak mau kuliah lagi. Merasa tidak
mampu mengikuti pelajaran. Frustrasi karena tidak bisa
konsentrasi bila belajar terutama bila membaca buku teks.
Sudah mencoba beberapa cara dan teknik belajar tetapi merasa
tidak berhasil Kakak P sarjana Sastra Inggris, sudah bekerja di
perusahaan swasta sebagai sekretaris Adik P SMA kelas 3. Ibu
tidak bekerja. Ayah Pegawai Negeri Kepala Kantor Pajak di satu
wilayah. Ayah menuntut berprestasi karena dia anak laki laki dari
keluarga suku Batak.
Gambar DAP 1
Gambar DAP 2
BAUM
HTP
THANKS!
20