0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Pengaruh Pengawasan Infrastruktur Jalan

Makalah ini membahas pengaruh pengawasan pembangunan infrastruktur jalan daerah terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Pengawasan bertujuan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan efisien. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui peningkatan transportasi dan komunikasi.

Diunggah oleh

demianushendrik12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Pengaruh Pengawasan Infrastruktur Jalan

Makalah ini membahas pengaruh pengawasan pembangunan infrastruktur jalan daerah terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Pengawasan bertujuan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan efisien. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui peningkatan transportasi dan komunikasi.

Diunggah oleh

demianushendrik12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PENGAWASAN PEMERINTAHAN

PENGARUH PENGAWASAN PEMBANGUNAN


INFRASTRUKTUR JALAN DAERAH

Oleh.
DEMIANUS HENDRIK FIMBAY
D-4

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI


FAKULTAS MANAJEMEN PEMERINTAHAN
PRODI ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DAERAH
2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
menganugerahkan banyak nikmat sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
Pengawasan Pemerintahan ini dengan baik. Makalah ini berisi tentang hasil
mengenai " PENGARUH PENGAWASAN PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR JALAN DAERAH ”
Terima kasih kepada Bapak Dr. Irfan Setiawan, [Link]., [Link] selaku dosen
pengempu mata kuliah Pengawasan Pemerintahan yang telah memberikan tugas
ini dan terima kasih juga atas materi-materi yang diberikan di dalam kelas.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa hasil makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca sekalian. Akhir kata Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat untuk penulis khususnya, dan masyarakat Indonesia.

Sabtu, 20 April 2024

Penulis
.

ii
DAFTAR ISI

MAKALAH PENGAWASAN PEMERINTAHAN..............................................................................1


KATA PENGANTAR.............................................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................................iii
BAB I..................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.................................................................................................................................4
BAB II.................................................................................................................................................8
PEMBAHASAN....................................................................................................................................8
Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Desa.........................................................................8
KESIMPULAN...................................................................................................................................12
SARAN..............................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pengawasan pembangunan infrastruktur jalan daerah merupakan salah satu
aspek penting dalam meningkatkan kinerja dan kualitas jalan raya yang dibangun.
Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa proyek pembangunan
dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pengawasan
ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek pembangunan infrastruktur jalan
daerah berjalan dengan baik dan efisien, serta mengurangi kemungkinan
terjadinya masalah teknis atau kualitas yang tidak sesuai.
Pengawasan pembangunan infrastruktur jalan daerah merupakan bagian dari
sistem manajemen mutu yang dilaksanakan oleh seluruh unit kerja/satuan
kerja/unit pelaksana kegiatan di lingkungan bidang jalan dan jembatan. Fungsi
dasar pengawasan pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan mempunyai beberapa
wujud karakter, termasuk kendali mutu, jaminan mutu, kendali keselamatan, dan
pengamatan berkala.
Pengawasan preventif pada pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten
BBone sudah dikatakan maksimal, karena dinas PU sudah melakukan
pengawasan perencanaan kegiatan sesuai dengan standar
pelaksanaan/perencanaan dengan adanya kerja sama yang baik dengan
konsultan/penyedia barang jasa. Namun pada pengawasan represif pada
pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bone belum dikatakan maksimal,
karena terdapat masalah dalam pengumpulan data yang digunakan sebagai dasar
pengawasan, serta masalah jarak yang jauh dari daerah yang dikawas.
Pengawasan pembangunan infrastruktur jalan daerah mempunyai dampak positif
terhadap pembangunan jalan raya, yang akan mempermudah akses kendaraan dan
meningkatkan kinerja industri di sekitar jalan raya. Hal ini akan mempengaruhi
perekonomian masyarakat secara positif, karena akan mempermudah transportasi
dan komunikasi antar wilayah.
Kementerian Pekerjaan Umum khususnya Direktorat Jenderal Cipta
Karya mengambil inisiatif untuk mendukung Daerah untuk dapat mulai
menyiapkan perencanaan program yang dimaksud khususnya Bidang
PU/Cipta Karya melalui penyiapan Rencana Program Investasi Jangka
Menengah (RPIJM) sebagai embrio terwujudnya perencanaan program
infrastruktur yang lebih luas. Dengan adanya RPIJM tersebut, Daerah
dapat menggerakkan semua sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan
daerah, mendorong dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
penanggulangan kemiskinan serta mewujudkan lingkungan yang layak huni
( liveable ).
RPIJM yang disusun perlu memperhatikan aspek kelayakan program
dari masing-masing kegiatan dan kelayakan spasialnya sesuai scenario
pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang yang ada,

4
serta kelayakan social dan lingkungannya. Disamping itu RPIJM yang
akan disusun daerah harus mempertimbangkan kemampuan pendanaan dan
kapasitas kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan program investasi yang
telah disusun. Dengan demikian Rencana Program Investasi Jangka
Menengah Daerah diharapkan dapat mengakomodasikan dan merumuskan
kebutuhan pembangunan Daerah, secara spesifik, sesuai dengan
karakteristik dan potensi Daerah agar dapat mendorong pembangunan
ekonomi local, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas pelayanan
yang sesuai dengan kebutuhan nyata dapat dicapai.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang
memiliki batas wilayah, yang berwewenang untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-
istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk dapat mengembang amanat
Undang-Undang penyelenggaraan pemerintah daerah tersebut, maka
pemerintah membutuhkan dukungan dari aparatur pemerintah daerah yang
tangguh, profesional dan mampu bersaing secara global.
Dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional,
pemerintah memberikan perhatian yang sebesar-besarnya pada pembangunan
di pedesaan. Perhatian yang besar terhadap pedesaan itu didasarkan pada
kenyataan bahwa desa merupakan tempat berdiamnya sebagian besar
rakyat Indonesia. Kedudukan desa dan masyarakat desa merupakan dasar
landasan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Dalam teori pembangunan
desa yang merupakan pemanfaatan hasil pembangunan fisik desa yaitu
dengan membangun atau memperbaiki prasarana jalan desa akan menciptakan
atau memperbaiki kehidupan masyarakat desa. Dengan adanya
pembangunan prasarana jalan, masyarakat dapat menggunakan jalan
tersebut dengan berbagai kebutuhan yang mereka perlukan, seperti
malakukan mobilitas, pemasaran hasil pertaniannya, mengangkut hasil
pertanian agar lebih mudah dan lain-lain.
Secara umum Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi dalam
kehidupan bangsa, kedudukan dan peranan jaringan jalan pada hakikatnya
menyangkut hajat hidup orang banyak serta mengendalikan struktur
pengembangan wilayah pada tingkat nasional, terutama yang menyangkut
pewujudan perkembangan antardaerah yang seimbang dan pemerataan hasil-
hasil pembangunan, serta peningkatan pertahanan dan keamanan negara, dalam
rangka mewujudkan rencana pembangunan jangka panjang dan rencana
pembangunan jangka menengah menuju masyarakat Indonesia yang adil dan
makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kondisi ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan dalam kegiatan
kesejahteraan masyarakat, untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan,
ekonomi dan sosial salah satunya disebabkan oleh pembangunan
infrastruktur jalan untuk meningkatkan pendapatan penduduk desa dan

5
memperlancar mobiltas masyarakat. Melihat kondisi ini, peniliti berusaha
untuk mengungkapkan sebarapa besar pengaruh pembangunan infrastruktur
jalan terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Sehingga dapat terjawab bahwa
pembangunan infrastruktur jalan dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat di desa .

6
B. RUMUSAN MASALAH
1 Apakah terdapat pengaruh pembangunan infrastruktur jalan ?
2 Berapa besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat desa ?

C. TUJUAN
1 Untuk mengetahui pengaruh pembangunan infranstruktur jalan terhadap
kesejahteraan masyarakat Desa .
2 Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembangunan infrastruktur jalan
terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa .

D. MANFAAT
Makalah merupakan sebuah karya tulis ilmiah yang membahas tentang suatu
topik tertentu yang tercakup ke dalam ruang lingkup pengetahuan. Penulisan
makalah memiliki manfaat bagi Praja, dosen, dan pembaca. Berikut adalah
manfaat penulisan makalah:
1 Manfaat Bagi Praja: Membantu penulis meningkatkan pemikiran kritis, belajar
berpikir sistematis, belajar bertanggung jawab dengan sumber yang dicantumkan,
lebih peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar, dan dapat menambah
pengetahuan
2 Manfaat Bagi Dosen :Membantu dosen menilai kemampuan penulis dalam
mengorganisir informasi dan menyampaikan penelitian, serta membantu dosen
menilai kemampuan penulis dalam mengacu pada teori sebagai landasan berpikir
3 Manfaat Bagi Pembaca : Menjadi sumber penelitian selanjutnya, menambah ilmu
pengetahuan, dan membantu pembaca memahami permasalahan yang lebih dalam
.
Penulisan makalah juga membantu praja dalam meningkatkan keterampilan
penelitian, analisis, dan pemahaman mengenai suatu topik tertentu.

7
BAB II
PEMBAHASAN

Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Desa


1) Kebijakan Pembangunan Desa
Kebijakan pembangunan yang dilakukan baik dari proses perencanaan,
pelaksanaan juga pengawasannya partisifasi masyarakat memilki arti yang
sangat penting sehingga dapat memunculkan arah kebijakan yang tepat
sasaran dan berkelanjutan. Adapun arah kebuijakan pembangunan yang dapat
peneliti sajikan adalah merupakan permasalahan dan isu strategis yang
tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang
merupakan himpunan dari keseluruhan permasalahan yang ada yang berhasil
dituangkan dalam RPJMDesa.
Dari tahun 2014 Pemerintah Desa telah membuat kebijakan-kebijakan
bersama dengan badan perwakilan desa (BPD) dan masyarakat yang
diimplementasikan dalam bentuk program-program kegiatan yang
dilaksanakan hingga tahun 2017, baik program/kegiatan yang bersumber
dari Dana APBN, APBD I, APBD II, APBDES maupun swadaya murni
masyarakat, sebagaimana tertuang dalam hasil Musrembang dan APBDes
tahun 2014 yang meliputi program /kegiatan Fisik dan Non Fisik, dimana
program/ kegiatan tersebut dimunculkan sesuai dengan situasi dan kondisi
masyarakat Desa secara menyeluruh. Untuk lebih terarahnya pembangunan
yang akan dilaksanakan pemerintah desa mengadakan Musrembang dengan
melibatkan semua unsur dengan mekanisme :
a. Mengevaluasi rencana pembangunan sebelumnya yang tertuang dalam
Musrenbang kemudian mengangkat kembali jenis usulan yang belum
terealisasi serta menambah dengan usulan baru yang telah sisepakati
bersama.
b. Menentukan skala prioritas jenis usulan tentang pembangunan yang akan
dilaksanakan dan menentukan program jangka panjang, jangka menengah
dan jangka pendek kemudian menyesuaikan jalur pengusulan dan
pembiayaan baik melalui swadaya, APBDES, Pemerintah Kabupaten,
Propinsi ataupun APBN.
c. Mengatur Pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Sesuai dengan
Petunjuk Tekhnis Alokasi Dana Desa sehingga hasil kegiatan akan maksimal.

2) Potensi
Di dalam pelaksanaan program pembangunan desa tidak terlepas
dari kajian potensi dan masalah yang ada di desa. Adapun Potensi dan
permasalahan yang menjadi skala prioritas untuk 5 tahun kedepan sbb :
a. Potensi :
 Bidang Sarana Prasarana : luasnya lahan perkebunan, adanya material 17
Lokal

8
 Bidang Ekonomi : Adanya BUMDES, adanya Program SPP PNPM MP, adanya
Kelompok Usaha
 Bidang Sosial Budaya : adanya program pemberdayaan masyarakat, adanya
program raskin.
 Bidang pendidikan : tersedianya tenaga pengajar, adanya dana BOS, adanya
program beasiswa melalui PNPM-GSC.
 Bidang Kesehatan : tersedianya tenaga kesehatan dan kader posyandu
 Bidang Pemerintahan : tersedianya aparat dan perangkat desa, adanya dana
peningkatan kapasitas kelembagaan melalui ADD.

3) Masalah
a. Bidang Sarana Prasarana : masih adanya masyarakat yang belum memliki
listrik, kondisi jalan dusun yang masih rusak dan kondisi jaringan perpipaan
yang belum memadai, masih banyak rumah kumuh.
b. Bidang Ekonomi : masih tingginya tingkat pengangguran, keterampilan
masyarakat masih rendah, masih lemahnya kemampuan masyarakat untuk
mengakses modal usaha.
c. Bidang Sosial Budaya : belum adanya upaya pemberdayaan masyarakat
miskin, masih banyak masyarakat miskin yang belum terdaftar dalam
penerima raskin.
d. Bidang pendidikan : masih banyak anak yang tidak mampu dan putus
sekolah pada usia wajib belajar 9 tahun, belum ada gedung PAUD.
e. Bidang Kesehatan : masih kurangnya sarana dan prasarana posyandu,
kurangnya penyuluhan tentang PHBS, masih banyak masyarakat yang
belum menerima kartu BPJS
f. Bidang Pemerintahan : pengelolaan administrasi desa masih kurang, dan insentif
aparat desa masih kurang, kurang diberdayakan lembaga- lembaga Desa.

4) Strategi dan Pencapaian Pembangunan


Untuk mengatasi isu-isu strategis yang berkembang sampai 5 tahun
mendatang perlu dipertegas dengan langkah-langkah sebagai tindakan yang
diprioritaskan untuk mengatasi isu- isu,arah kebijakan dan strategi
pencapaian, ini berdasarkan hasil pengkajian sbb :
a. Keagamaan Agama merupakan pondasi utama dalam menjadikan
manusia bisa hidup damai dan tenteram karena melalui ajaran
agama manusia akan bisa bersyukur, saling meghargai, kasih
sayang serta segala hal yang sangat mendasar, dengan demikian
maka akan terjalin toleransi antar umat beragama sehingga program
pemerintah akan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan
harapan masyarakat. Di desa terdapat beberapa jenis agama
misalnya : Islam, Kristen,Hindu, Budha, dan konghucu dengan
prosentase terbesar adalah Islam, namun demikian kenyataannya
masyarakat dapat hidup rukun saling membaur serta saling bantu

9
membantu bila ada kegiatan kemasyarakatan, sehingga
perbedaan agama yang ada bukan menjadi suatu masalah tetapi
menjadi suatu yang dapat memberikan efek yang positif.
b. Kesehatan Dalam rangka Menindak lanjuti program yang
dilaksanakan pemerintah pusat maupun daerah kaitannya dengan
kesehatan masyarakat pemerintah Desa terus berkoordinasi dan
bekerjasama dengan PUSKESMAS dan PLKB Kecamatan dalam
rangka memberikan penyuluhan dan pembinaan serta pelayanan
kesehatan masyarakat. Untuk dimaklumi bahwa masyasrakat Desa
sebagian besar hidupnya dibawah garis kemiskinan sehingga
kebijakan pemerintah dalam rangka membantu meringankan beban
masyarakat miskin khususnya dibidang kesehatan adalah dengan
memberikan/menerbitkan Kartu JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan
Masyarakat)/ ASKESKIN yang kemudian ditindak lanjuti
dengan kebijakan Pemerintah desa dengan memberikan/
menerbitkan SKTM bagi masyarakat miskin yang terdaftar
sebagai masyarakat miskin tapi tidak mendapatkan Kartu
JAMKESMAS/ASKESKIN disamping kegiatan-kegiatan lain yang
kita laksanakan seperti Posyandu yaitu peningkatan kesehatan
lingkungan, peningkatan sarana dan prasarana penunjang
kesehatan masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat.
c. Pendidikan Pendidikan pada dasarnya dapat dilakukan melalui 2
(dua) jalur yaitu pendidikan formal dan pendidikan Non formal
dalam pendidikan non formal seperti sekolah SDN, SLTP, SLTA
sedangkan pendidikan non formal yaitu melalui paket, seperti Paket A ,
B dan C ini bertujuan untuk menuntaskan Buta Aksara serta untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa serta peningkatan kwalitas
sumberdaya manusia yang beriman, berbudi luhur, kreatif, inovatip,
berdisiplin dan bertanggung jawab. Adapun upaya-upaya yang
dilaksanakan masyarakat dengan pemerintah desa adalah :
 Bekerja dengan pengurus PKBM untuk melaksanakan
program- program pendidikan misalnya, Program Pengentasan
Buta Aksara, merancang pendirian PAUD dan lain- lain.
 Pendataan masyarakat Buta Aksara di Desa yang dilakukan enam
(6) dusun, bekerjasama dengan Kepala Dusun dan SPMD
d. Sosial Budaya Seiring kemajuan dan pencapaian hasil pembangunan
yang kini dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya,
dimana masih menyisakan masalah-masalah sosial yang harus
menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama, pengangguran
dan kemiskinan adalah problema sosial yang mendominasi diantara
problema- problema sosial yang ada, sehingga membuat Pemerintah
untuk mengambil langkah-langkah prepentif untuk
penanggulangan. Diantaranya berbagai upaya dilakukan dalam
rangka pengentasan kemiskinan tetapi sampai saat ini belum
menunjukkan hasil yang memuaskan hal ini disebabkan karena
berbagai kendala. Pemberdayaan dan pembinaan budaya diarahkan

10
pada pembinaan kelompok seni budayalocal yang saat ini sdh
mulai memudar sehingga sangat diperlukan perhatian semua pihak
untuk menjaga dan melestarikan budaya local agar warisan budaya
itu bisa disampai kepada generasi berikutnya.
e. Keamanan Pada umumnya kondisi keamanan dan ketertiban di Desa
selama tahun 2015 dan 2016, aman dan terkendali, Pemerintah
Desa selaku pemegang dan sekaligus penanggung jawab dari
sebuah kegiatan penyelenggaraan Pemeritahann di Desa terus
berusaha seoptimal mungkin dengan terus bekrerjasama dan
berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian, Pemerintah Kecamatan dalam
rangka memberikan pembinaan kepada masayarakat disamping
itu tetap mengoptimalkan peran dari Linmas desa dan kepala-kepala
dusun sebagai ujung tombak dalam memberikan pembinanaan dalam
rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga dengan kerjasama
dan partisipasi dari semua semua komponenen masyarakat serta
pihak-pihak yang terkait keamanan dan ketertiban di Desa dapat
terus terjaga disamping itu dengan adanya pembuatan pos
keamanan dimasing masing dusun dan diaktifkannya kembali
kegiatan Ronda Malam.

5) Tingkat Pencapaian

Tingkat pencapaian pelaksanaan pembangunan didesa baik yang didanai


oleh Bantuan Program Pemerintah Kabupaten, Provinsi ataupun Dana yang
bersumber dari Pusat secara umum telah selesai 100 % dilaksanakan sesuai
rencana kegiatan. Akan tetapi terkait dengan berbagai perencanaan yang
dilakukan dan ditetapkan oleh Pemerintah Desa yang tertuang dalam
Rencana Pembangunan Menengah Desa (RPJMDesa ) melalui Rencana
Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDesa) tahun 2013 yang selanjutnya
merupakan dasar usulan kejenjang lebih lanjut dalam hal ini Musrenbang
Kecamatan dan Kabupaten, akan tetapi usulan desa yang telah diusulkan pada
dasarnya ada yang terealisasi dan ada juga yang tidak dapat direalisasikan.

11
KESIMPULAN
Partisipasi masyarakat di Desa dan Kecamatana pada proses pembangunan
infrastruktur desa dan Jalan Desa pada khususnya yang dibagi dalam 3 tahap, yaitu
tahap persiapan, pelaksanaan dan pemeliharaan. Bentuk partisipasi masyarakat
dalam tahap persiapan berupa kehadiran dan ide atau pemikiran. Pada tahap
pelaksanaan bentuk partisipasi masyarakat berupa sumbangan tenaga, material dan
dana. Sementara pada tahap pemeliharaan, bentuk partisipasi hanya berupa
sumbangan tenaga. Aspek-aspek yang berhubungan dengan partisipasi yang
ditinjau dari jumlah keluarga sejahtera dan jenis Lalu pekerjaan dalam hal ini
tipe pertaniaan dan nelayan memiliki hubungan yang erat dengan partisipasi
masyarakat pada semua tahap, sementara tingkat pendidikan hanya berhubungan
dengan partisipasi masyarakat pada tahap persiapan.

SARAN
Pembangunan infrastruktur jalan perdesaan dengan pendekatan partisipatif
adalah mensejahtrakan masyarakat dan bukan bertujuan membantu pemerintah
dalam penyediaan dana. Tentunya dari hasil penelitian ini yang menyebutkan
bahwa tingkat kesejahtraan masyarakat merupakan salah satu penentu
sasaran kontribusi masyarakat, tidak menjadikan bahwa desa yang harus dibangun
lebih dulu adalah desa dengan tingkat kesejahtraan yang lebih tinggi, karena
tingkat partisipasinya juga tinggi. Seharusnya malah sebaliknya, agar pemerataan
pembangunan lebih dapat terasa. Selain itu juga dihasilkan bahwa faktor waktu
yang dimiliki oleh masyarakat juga ikut menentukan partisipasinya. Untuk itu
mungkin perlu dibuat mekanisme yang berbeda pada tarap pelaksanaan kegiatan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Purwatiningsih, A Ismani (2004). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Politik


Masyarakat dalam Pembangunan Desa. Jurnall Ilmiah Administrasi Publik FIA,
[Link]. No.2, 1-24
Kodoatie,R.J.“” [Link],.Rekaya sa,.’’Infrastruktur”. Yogyakarta : PustakaPelajar, 2003.
Mankiw, [Link]. 2003. Pengantar Ekonomi (Haris Munandar, Penerjemah).
Jakarta: Erlangga. Ndraha, Taliziduhu. “ Pembangunan Masyarakat ”. Jakarta: Rineka
Cipta, 2002. Jakarta.
Amrodin. 2010. Konsep Dasar Manajemen Strategik 2.1
[Link]/3013/3/1104034_Bab2.pdf. Grant, Robert. M. 1999. Analisis Strategi
Kontemporer: Konsep, Teknik, Aplikasi. Edisi kedua, Terjemahan Thomas Secokusumo.
Jakarta: Erlangga

13

Anda mungkin juga menyukai