Analisis Pasar Kimia Farma 2023
Analisis Pasar Kimia Farma 2023
Anggota:
- Jevon Setiawan | 2702367832
- Muhammad Pandu Wiranegara | 2702390040
- Sammy Barent | 2702216942
Market Analysis
1. Who are the customers?
- Rumah sakit dan klinik apotek
Rumah sakit dan Kimia Farma melakukan kerja sama, dimana keduanya
melakukan kolaborasi seperti melakukan pengembangan dan peningkatan layanan dalam
menangani penyakit, pemanfaatan laboratorium medis, dan lainnya. Seperti pada 21
September 2022, dimana Kimia Farma dan Pertamedika IHC (Indonesia Healthcare
Corporation) melakukan nota kesepahaman dalam menjalin kerja sama, Saat ini Kimia
Farma memiliki 410 klinik kesehatan, sedangkan Pertamedika IHC memiliki 75 Rumah
Sakit serta 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia. (Wendiyanto Saputro, 2022)
- Pihak Pemerintahan
Kimia Farma mengadakan kerjasama dengan pihak pihak pemerintahan, seperti
Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, BUMN dan institusi pemerintah lainnya.
Dimana pada tahun 2020 sendiri Kimia Farma dan pemerintahan mencengah penyebaran
Coronavirus Disease-19 (COVID-19) dengan memberikan akses terhadap pemerintah
berupa vaksin-vaksin, alat kesehatan, perbekalan kesehatan, dan produk kesehatan.
(Tempo, 2020)
- Individual
Sebagai individu tentunya kita mencari obat-obatan, perbekalan kesehatan, dan
produk kesehatan ketika kita membutuhkan-nya.
Tingkat kepuasan terendah adalah pelayanan resep dilakukan tepat waktu dengan
standar waktu yang pasti sesuai dengan yang dijanjikan dengan tingkat kepuasan 86,99
%., hal ini menunjukkan bahwa Apotek Kimia Farma yang diteliti lambat dalam
menangani resep tidak seperti yang dijanjikan baik tertulis maupun tidak tertulis.
(Mas’ud, 2009)
2. Dexa Medica:
o Dexa Medica adalah perusahaan farmasi yang terkemuka di Indonesia, dengan
fokus pada pengembangan dan pemasaran obat-obatan, suplemen, dan produk
kesehatan lainnya.
o Dexa Medica dikenal karena inovasi dalam penelitian dan pengembangan produk
baru, serta strategi pemasaran yang agresif.
o Perusahaan ini juga memiliki jaringan distribusi yang kuat, memungkinkan
produk-produknya dapat diakses oleh banyak konsumen di seluruh Indonesia.
o Dexa Medica sering kali menempati posisi yang kuat di pasar farmasi Indonesia
dalam beberapa kategori produk.
- Weaknesses
PT Kimia Farma juga menghadapi beberapa kelemahan. Salah satunya adalah
kurangnya fokus pada pemasaran digital dan penggunaan SEO sebagai strategi
pertumbuhan. Meskipun PT Kimia Farma telah memiliki platform online, mereka masih
perlu melakukan pembaruan dan perbaikan agar mampu bersaing dengan pesaing di pasar
global.
- Opportunities
Digitalisasi telah membuka peluang baru bagi perusahaan farmasi, termasuk PT
Kimia Farma. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, PT Kimia Farma dapat
memperluas jangkauan mereka melalui pemasaran online yang lebih agresif dan strategi
SEO yang efektif. Dalam hal ini, fokus pada kata kunci yang relevan seperti “obat-obatan
berkualitas,” “produk kesehatan terbaik,” dan “layanan farmasi terpercaya” dapat
membantu mendongkrak peringkat mereka di mesin pencari.
Selain itu, PT Kimia Farma juga dapat memanfaatkan kekuatan merek yang
dimiliki, dengan mempromosikan perkembangan terbaru dalam penelitian dan
pengembangan produk mereka. Mengedukasi masyarakat tentang manfaat obat-obatan
dan produk kesehatan mereka melalui konten informatif dan berkualitas dapat membuat
PT Kimia Farma menjadi otoritas di industri farmasi.
- Threats
PT Kimia Farma juga menghadapi ancaman dalam industri yang sangat
kompetitif ini. Banyak pesaing yang telah lebih dulu menggunakan strategi SEO dengan
baik untuk mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari. Untuk itu, PT Kimia Farma
harus mempercepat upaya mereka dalam memperbarui situs web mereka untuk menjadi
SEO-friendly dan merancang konten yang mengedepankan kata kunci yang sesuai
dengan tren di industri farmasi.
Selain itu, meningkatnya popularitas penjualan obat secara online juga menjadi
ancaman bagi PT Kimia Farma yang masih bergantung pada penjualan melalui gerai
fisik. Jika tidak segera diatasi, hal ini dapat mengurangi pangsa pasar PT Kimia Farma di
era digital ini. (Weta, 2023)
15. Are there subtitute products being sold within the existing segments?
o Pasar Industri Kesehatan: Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada data
terkait penjualan pesaing di pasar industri kesehatan. Namun, Kimia Farma
memiliki kekuatan dalam pasar industri kesehatan karena mereka memiliki
jaringan apotek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki
penguasaan pasar sebesar 19% dari total penjualan apotek di seluruh Indonesia
o Pasar Kecantikan: Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada data terkait
penjualan pesaing di pasar kecantikan. Namun, Kimia Farma memiliki kekuatan
dalam pasar kecantikan karena mereka memiliki produk-produk kecantikan yang
terjamin mutu, yang dapat dijual melalui apotek-apotek mereka
o Pasar Nutrisi: Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada data terkait
penjualan pesaing di pasar nutrisi. Namun, Kimia Farma memiliki kekuatan
dalam pasar nutrisi karena mereka memiliki produk suplemen kesehatan dan
vitamin yang terjamin mutu, yang dapat dijual melalui apotek-apotek mereka
o Pasar OTC (Over the Counter): Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada
data terkait penjualan pesaing di pasar OTC. Namun, Kimia Farma memiliki
kekuatan dalam pasar OTC karena mereka memiliki produk obat yang dapat
dijual tanpa resep dokter, yang dapat dijual melalui apotek-apotek mereka.
(Yolandha, 2023)
Technical Feasibility
1. Lead strategy or Lag Strategi
Kimia Farma merupakan gabungan dari Lead strategy or Lag strategy dimana:
o Lead Strategy:
Kimia Farma berusaha untuk membuat langkah antisipasi dengan
membangun pabrik-pabrik untuk mengolah dan produksi obat-obat.
Kimia Farma berusaha untuk melakukan kerjasama dengan beberapa
perusahaan (kompetitor dan anak perusahaan) untuk membantu menyuplai
obat-obatan.
o Lag Strategy:
Kimia Farma memiliki beberapa obat pengembangan yaitu Obat Etikal
(lingkaran merah dan huruf K warna hitam), Kimia Farma sendiri sudah
memproduksi 100 lebih produk obat etikal seperti Lipidef, Merokaf,
Avicov Favipiravir, Tecavir, Alergine, Kimoxil, dan lainnya bisa
didapatkan di apotek di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, berikut Capital Cost yang dikeluarkan Kimia Farma antara lain:
Liabilitas Jangka Pendek
Hutang Jangka Pendek Rp 4.304,59 miliar
Hutang Usaha Rp 1.095,29 miliar
Hutang Pihak Ketiga Rp 269,02 miliar
Hutang Jangka Panjang Rp 2.103,71 miliar
Hutang Bank Rp 2.073,82 miliar
Hutang Pembiayaan Rp 2.650 juta
Konsumen
Liabilitas Jangka Panjang
Hutang Bank Rp 1.544,14 miliar
Hutang Pembiayaan Rp 3.549 juta
Konsumen
Saham (Investasi)
Modal Saham Rp 555.400 juta
Laba Ditahan
Saldo Laba Rp [Link]
Saldo Laba Goodwill Rp 41.639.454
Total Capital Costs ± Rp [Link]
3. How much capacity needed to handle the raw material? How is the proximity to raw
materials and market
Nama Pabrik Lokasi Hasil Olahan Produksi
PT Sinkona Jl. Raya Ciater Subang - Garam Kina
Indonesia Lestari KM 171, Subang - Jawa - Minyak Atsiri
Barat 41281
Fasilitas Produksi Jl Rawa Gelam V No 1 - Produk Non-Betalaktam
PT Kimia Farma Kawasan Industri (Tablet, Tablet Salut, Kapsul,
Tbk Plant Jakarta Pulogadung , Jakarta Sirup ataupun Suspensi, Salep
13930 - (021) 460 9354 Krim, dan Ampul Injeksi)
- Produk Betalaktam (Tablet
dan Kapsul)
- Produk Antiretroviral
(Kapsul, Tablet, dan Tablet
Salut)
- Produk Narkotika &
Psikotropika (Tablet, Kapsul,
Sirup ataupun Suspensi, dan
Injeksi)
Fasilitas Produksi Jl Raya Banjaran KM 16 - Produk Non-Betalaktam
PT Kimia Farma 16 Banjaran, Kab (Tablet, Tablet Salut, Kapsul,
Tbk Plant Bandung, Jawa Barat - Granul Pharma, dan Sirup
Banjaran (022)594 40095 ataupun Suspensi)
- Produk Herbal (Cairan Obat
Dalam, Cairan Obat Luar,
Granul Kapsul, dan Tablet
Salut)
- Produk Psikotropika (Tablet)
Fasilitas Produksi Desa Jombok, - Produk Non-Betalaktam
PT Kimia Farma Kecamatan Kesamben, (Cairan Obat Luar, Kapsul
Tbk Plant Kabupaten Jombang , Lunak, Salep ataupun Salep
Watudakon Jawa Timur 61301 - Krim, Salep ataupun Salep
(0321) 397 3002 Krim Steril dan Suppositoria)
- Produk Herbal (Cairan Obat
Luar)
- Produk Yodium dan Garam
Yodium
Fasilitas Produksi Jl Simongan No 169 - Produk Bedak
PT Kimia Farma Semarang 50147, Jawa - Produk Castor Oil
Tbk Plant Tengah - (024)760 4060 - Produk Minyak Makan
Semarang
Fasilitas Produksi Jl. Simongan 131, - Produk Betalaktam Penisilin (
PT Phapros Tbk Semarang 50148 - (024) Serbuk Injeksi, Sirup Kering
Semarang 762 5484 dan Tablet)
- Produk Betalaktam Non-
Penisilin (Serbuk Injeksi)
- Produk Non-Betalaktam
( Salep ataupun Krim, Sirup
Botol, Sirup Sachet, Serbuk
Sachet, Tablet ataupun Tablet
Salut, Kapsul, Serbuk Injeksi,
Cairan Injeksi)
Fasilitas Produksi Jl. Cargo Taman II No.9 Alat Kesehatan (Kehamilan
Denpasar Denpasar Utara - (0361) Love Tes, IGG/IGM Test)
907 4101
PT Kimia Farma Jl. Angsana Raya Blok A - Bahan Baku Obat dan High
Sungwun 006 – 01 Delta Silicon 1 Function Chemical
Pharmacopia Lippo Cikarang – Bekasi,
Sumber: (Kimia Farma, 2022)
Untuk kapasitas yang diperlukan sebanyak 10 pabrik, 1234 apotek, 419 klinik kesehatan,
72 klinik laboratorium, 8 optik, dan 3 klinik kecantikan yang tersebar di seluruh
Indonesia. Untuk kesediaan bahan baku maka Kimia Farma harus bersiap dan mengatur
bagaimana alur bahan baku berjalan, seperti contoh PT Kimia Farma Tbk Plant
Watudakon merupakan pabrik satu satunya di Indonesia yang mengolah Yodium, dan
Jombang sendiri terdapat tambang yang menghasilkan Yodium yang nanti-nya akan
diolah di pabrik Watudakon (Kimia Farma, n.d.)
6. How is the production process? (Hint: You can use the process flow diagram to
illustrate the company’s production process)
Sumber: (Mahfudz, 2016)
7. Is the plant layout already satisfies the 9 criterias of production facilities (see slide 23
on PPT session 3)
a. Minimization of material-handling costs
Kasus diambil pada tahun 2019 di PT Kimia Farma Tbk Plant Bandung,
untuk perencanaan penurunan, hasil penelitian didapatkan perencanaan dengan
total costs sebesar Rp 33.240.750 namun seharusnya dapat ditekan dengan
penggunaan metode Distribution Requirement Planning (DRP) sehingga total
costs sebesar Rp 24.885.359 ataupun penurunan sebesar 25,1% (Shellawati, 2019)
Jadi apakah PT Kimia Farma telah memenuhi 9 kriteria dalam produksi fasilitas?
Bisa jadi, karena dengan level PT Kimia Farma sebagai Perusahaan BUMN dan
merupakan perusahaan yang besar, seharusnya Kimia Farma mampu mengurusi
manajemen layout pabrik.
Medbiz
Aplikasi yang membantu dalam menganalisa
penjualan dan Analisa stok di Kimia Farma
Trading & Distribution.
Principal Dashboard
ACTION (Activity Monitoring Solution) adalah
sistem otomatisasi yang digunakan sales untuk
mengelola dan mengotomatisasi tugas terkait
dengan penjualan. Action memiliki fitur antara
lain:
- Manajemen lead
- Manajemen kontak
- Manajemen peluang
- Manajemen aktivitas
ACTION (Activity - Data stok dan katalog produk
Monitoring Solution) - Penjualan
Transport Management System adalah sistem
aplikasi yang membantu dalam fungsi
perencanaan transportasi, layanan logistic,
penjadwalan kendaraan dan alokasi, pemantauan
dan kontrol pengiriman, serta analisis kinerja tim
hantaran dengan optimal.
Transport Management
System
9. Is there any local support and product support? How is the availability and quality of
the raw material?
Kimia Farma memiliki dukungan lokal dan dukungan produk seperti:
o Kelompok tani di Blitar dan Bali disalurkan dana oleh Kimia Farma sebesar Rp
748.000.000 dimana untuk dimanfaatkan untuk penanaman lahan tanaman nilam
sebesar 21,3 Ha untuk penjualan minyak atsiri sebesar Rp 1.783.637,03 (Kimia
Farma, 2022)
o Program Bina Industri Desa di Desa Petani Tempuyung, dimana dari program
Creating Shared Value (CSV) memberdayakan tanaman tempuyung sebagai
bahan baku Batugin Sirup (Kimia Farma, 2022)
o Pada tanggal 4 Oktober 2022, Kimia Farma meresmikan Gedung Laboratorium
Medis Kimia Farma cabang Ambon, yang ditandatangani oleh Gubernur Maluku
Murad Ismail, DPR RI Hendrik Lewerissa, dan Direktur Utama PT. Kimia Farma
Diagnostika drg. Ardhy Nugrahanto Wokas (Redaksi KlikMaluku, 2022)
Tentunya dengan beberapa support dari lokal maupun produk, Kimia Farma
memiliki dukungan yang kuat dari pemerintah maupun masyarakat, hanya saja tidak
ada informasi yang memadai mengenai kualitas bahan baku mentah di internet
10. Are the suppliers reliable?
Supplier Bahan Baku Obat Produk Supplier
- PT Indofarma Tbk Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
- PT Merck Tbk Bahan Baku Obat Paten
- PT Kalbe Farma Tbk Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
- PT Sanofi-Aventis Indonesia Bahan Baku Obat Paten
- PT Boehringer Ingelheim Bahan Baku Obat Paten
Indonesia
- PT Interbat Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
- PT Kimia Farma Sungwun Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
Pharmacopia
Supplier Bahan Penunjang
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Kertas Kemasan untuk Obat
- PT Etiket Prima Label untuk Obat
- PT Mulitpack Sejahtera Kemasan Plastik untuk Obat
- PT Trimegah Karya Menyediakan Alat Tulis dan
Perlengkapan Kantor
Supplier Alat Kesehatan
- PT Siemens Healthcare Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Diagnostik
- PT GE Healthcare Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Penunjang
Medis
- PT Phillips Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Fisioterapi
- PT Osaki Electric Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Fisioterapi
- PT Mindray Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Monitoring
Pasien
11. How much is the operational cost and what are the details?
Menurut Terralogiq, operational cost adalah biaya yang dibutuhkan usaha (biaya
maintenance dan administrasi) demi menunjang operasional bisnis sehari-hari,
operational cost sendiri dibagi menjadi COGS (Cost of Goods Sold) yang mencakup
biaya yang dikeluarkan untuk menunjang biaya produksi ataupun barang dan SG&A
(Selling, General, and Administrative) yang mencakup biaya di luar produksi seperti
biaya sewa hingga biaya gaji karyawan (Panatagama, 2023)
12. Does the facility has efficient system to use the energy?
Menurut laporan, energi yang Kimia Farma gunakan sebagai berikut:
Plant Jenis Energi Energi (Gigajoule) tahun 2022
Plant Listrik (kWh) 28.970,2
Jakarta Solar (liter) 3.571,73
Compressed 15,93
Natural Gas
(m³)
Total 32.557,86
Plant Listrik (kWh) 36.293,21
Banjaran Solar (liter) -
Compressed 21.972,88
Natural Gas
(sm³)
Total 58.266,09
Plant Listrik (kWh) 1.916,54
Semarang Marine Fuel 3.351,91
Oil (liter)
Solar (liter) 14.87
Total 5.283,32
Plant Rapid 490,27
Test (Bali)
Total 490,27
Plant Listrik (kWh) 6.998
Watudakon Solar (liter) 3.297
Total ±106.892,54
Dengan asumsi bahwa 5 plant (pabrik) Kimia Farma tercatat bahwa selama 2022
membutuhkan 106.892,54 Gigajoule, naik dibandingkan pada tahun 2021 sebesar
99.500,91 Gigajoule memiliki cara untuk mengatur dan menjaga efisiensi dan
efektivitas dari energi yang digunakan terus menerus untuk memproduksi kebutuhan
obat maupun alat medis, berikut efisiensi energi yang dilakukan Kimia Farma antara
lain:
o Penggunaan sensor gerak pada sistem penerangan ruangan.
o Penggunaan lapu meon ke lampu LED.
o Mengganti lampu jalan dari menggunakan Listrik sebesar 80 Watt menjadi tenaga
surya, dimana bisa menghemat sebesar Rp 5.172.470 / tahun.
o Optimalisasi pengoperasian Heating Ventilation Air Conditioning (HVAC) dimana
biasanya pengoperasiannya 2,5 jam sebelum operasional produksi menjadi 15
menit sembelum produksi dan menghemat penggunaan Listrik sebesar Rp
68.050.000 / tahun.
o Penggunaan jenis AC yang menggunakan hydrocarbon yang menurunkan
konsumsi Listrik dari 28 kWh menjadi 24,6 kWh untuk kompresor AC 1 PK, dan
menghemat penggunaan Listrik sebesar Rp 6.760.000 / tahun.
o Pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (solar) boiler dengan menginaktifkan
boiler kapasitas 5 ton yang diganti menjadi boiler 3 ton, 200 kg dan 400 kg
o Dll
13. What is the source of water and how much does it require for production?
Menurut data, penggunaan air yang digunakan oleh Kimia Farma adalah sebagai
berikut:
Plant Sumber Air Penggunaan air
Plant Air PDAM 42,21 Megaliter
Jakarta
Plant Air Tanah 37,3 Megaliter
Banjaran Air PDAM 0,17 Megaliter
Plant Air Tanah 17,963 Megaliter
Semarang
Plant Air Tanah 09,695 Megaliter
Rapid Test
(Bali)
Plant Air Permukaan 39,53 Megaliter
Watudakon
Total ±145,97 Megaliter
Per 31 Desember 2022, Kimia Farma telah menggunakan air sebanyak 145,97
megaliter, turun dari penggunaan pada tahun 2021 yaitu 158,75 megaliter. (Kimia
Farma, 2022)
14. Is there any quantity of spare parts to keep in stock during operation?
Diambil dari laporan keuangan Kimia Farma, Pada tanggal 31 Desember 2022,
jumlah persediaan Kimia Farma mencapai Rp3.176,95 miliar, naik Rp485,99 miliar
atau 18,06% dibandingkan dengan tahun 2021 yang sama sebesar Rp2.690,96 miliar.
Peningkatan ini terjadi karena peningkatan pembelian barang jadi di retail untuk
memenuhi produk Pareto dan untuk memastikan level stok tetap stabil di akhir tahun.
(Kimia Farma, 2022)
8. Kualifikasi Ulang
Pada tahap ini, kualifikasi ulang digunakan untuk mengevaluasi
terkait fasilitas, aspek penunjang, peralatan, dan sistem secara teratur dan
lakukan penilaian jika ada perubahan kecil yang terjadi pada equipment.
Sumber: (Kezia V Krisanti, 2022)
16. How is the building permits, labor laws, taxation, and government policies that relates
to the operation of the business?
a. Building Permits
Beberapa bangunan memiliki izin yang sudah disahkan dan memiliki
kejelasan hukum, berikut adalah izin bangunan PT Kimia Farma Tbk:
1. Didirikan pada tanggal 16 Agustus 1971 berdasarkan Akta Pendirian
berdasarkan No. 18 oleh Soelaeman Ardjasasmita, S.H. tetapi diubah
dengan Akta No. 18 tanggal 11 Oktober 1971.
2. Pengesahan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. JA5/184/21 tanggal 14 Oktober 1971.
3. Pendaftaran berdasarkan buku registrasi No. 2888 dan No. 2889 tanggal
20 Oktober 1971 oleh Kantor Pengadilan Negeri Jakarta.
4. Pengumuman-nya oleh Berita Negara Republik Indonesia No. 90,
tambahan No. 508 tanggal 9 November 1971.
5. Perubahan Anggaran Dasar terakhir direvisi dengan Akta Notaris No.15
tanggal 31 Januari 2020 oleh Mochamad Nova Faisal, S.H., [Link].
6. Pencatatan Perubahan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
[Link] 2020 tanggal 28 Februari 2020.
b. Labor Laws
PT Kimia Farma Tbk mengikuti Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 11
Tahun 2020 mengenai Grup Kimia Farma harus memberikan imbalan pensiun
sekurang-kurangnya seperti imbalan pensiun yang diatur oleh UU No 11 Tahun
2020, selain itu Kimia Farma dan entitas anak (KFA dan KFTD) memberikan
imbalan kerja berupa uang penghargaan ketika karyawan mengundurkan diri,
meninggal, sakit/cacat ataupun mencapai usia dini/normal yang besarnya
tergantung dari masa kerja masing-masing karyawan, sesuai yang tercantum
dalam Kesepakatan Kerja Bersama antara Grup dan Serikat Pekerja Kimia Farma
(Kimia Farma, 2022)
c. Taxation
Kimia Farma berkontribusi kepada negara yang diwujudkan melalui
pemenuhan kewajiban Perusahaan sebagai wajib pajak dan sebagai
pemotong/pemungut pajak. Total pajak yang disetorkan untuk tahun 2022 adalah
sebesar Rp521.906 juta. atau meningkat sebesar 8,27% dibandingkan dengan
tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp482.011 juta (Kimia Farma, 2022)
17. How is the EIA (Environmental Impact Assessment) being implemented in the
business?
PT Kimia Farma Tbk memiliki beberapa pemeriksaan mengenai Environmental
Impact Assesment, berikut adalah beberapa data yang menunjang pertanyaan tersebut:
a. Screening
Memeriksa dan memantau rutin emisi dan ambien pada titik pantau yang
sudah ditentukan, pada hal ini berikut data emisi karbon dan data pengelolaan
limbah B3 dan Non B3 dari 5 plant pabrik PT Kimia Farma Tbk:
Plant Jumlah Emisi Karbon
Plant Jakarta 276.076,8 CO2e
Plant Banjaran 8.842,44 CO2e
Plant Semarang 801,83 CO2e
Plant Rapid Test (Bali) -
Plant Watukadon 223.525,768 CO2e
Total 509.246,84 ton CO2e
e. Auditing
i. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air limbah selama tahun 2022
diperoleh hasil bahwa pabrik Kimia Farma telah memenuhi baku mutu
dari seluruh parameter yang diukur . Dengan demikian, selama tahun
2022, tidak terdapat dampak terhadap lingkungan dan insiden
ketidakpatuhan terhadap batas pembuangan air limbah Perseroan
ii. Program penanaman pohon ini mengurangi cemaran karbon dioksida
dengan perkiraan sebesar 0,02 ton/tahun.
iii. Hingga akhir tahun 2022, Kimia Farma tidak memiliki insiden
tumpahan yang signifikan, baik limbah cair, bahan bakar minyak,
bahan atau zat kimia yang lain, yang berdampak signifikan bagi
lingkungan dan masyarakat.
iv. Terkhusus pengelolaan dan pemusnahan limbah B3, Kimia Farma
bekerjasama dengan pihak ketiga jasa pengolahan limbah B3 dengan
melakukan proses seleksi serta audit terkait legalitas dan proses bisnis
terkait pengelolaan sampah sesuai dengan peraturan pemerintah yang
berlaku dan memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan.
S
umber: (Kimia Farma, 2022)
Su
mber: (Kimia Farma, 2022)
Kimia Farma | Struktur Organisasi Perusahaan
8. How does the company identify problems associated with their personnel and how does
they address them?
o Mengidentifikasi Masalah Kepegawaian di Kimia Farma:
Tinjauan Kinerja: Melakukan tinjauan kinerja secara teratur dapat
membantu mengidentifikasi kesenjangan kinerja, kekurangan
keterampilan, atau masalah perilaku yang memerlukan perhatian.
Mekanisme Feedback Karyawan: Survei anonim, kotak saran, atau
wawancara exit interview dapat memberikan wawasan berharga
tentang masalah karyawan, ketidakpuasan, atau area yang perlu
ditingkatkan.
Observasi Manajerial: Atasan langsung dapat mengamati perilaku
karyawan, kualitas pekerjaan, dan potensi masalah yang
memerlukan intervensi.
Analisa Metrik dan Data: Melacak metrik utama seperti
ketidakhadiran, tingkat turnover, atau keluhan pelanggan dapat
menyoroti potensi masalah.
Pelaporan Internal: Sistem bagi karyawan untuk melaporkan
misconduct (pelanggaran), perilaku tidak etis, atau masalah
keselamatan dapat membantu mengidentifikasi masalah sejak dini.
o Menangani Masalah Kepegawaian di Kimia Farma
Pelatihan dan Pengembangan: Jika kesenjangan keterampilan
teridentifikasi, Kimia Farma dapat menawarkan program pelatihan,
kesempatan mentorship, atau penggantian biaya pendidikan untuk
membantu karyawan mengembangkan keterampilan yang
dibutuhkan.
Rencana Peningkatan Kinerja (PIP): Untuk masalah kinerja yang
terdokumentasi, Kimia Farma mungkin menerapkan PIP yang
menguraikan tujuan spesifik, timeline peningkatan, dan potensi
konsekuensi jika tidak dipatuhi.
Tindakan Disiplin: Dalam kasus pelanggaran serius atau
pelanggaran kebijakan, Kimia Farma mungkin memiliki proses
disiplin yang ditetapkan yang dapat mengarah pada peringatan,
skorsing, atau pemutusan hubungan kerja.
Resolusi Konflik: Kimia Farma mungkin menawarkan proses
resolusi konflik internal untuk memediasi perselisihan di tempat
kerja dan meningkatkan komunikasi.
Inisiatif Keterlibatan Karyawan: Berinvestasi pada kesejahteraan
karyawan, program penghargaan, dan mendorong lingkungan kerja
yang positif dapat membantu mengurangi masalah seperti moral
yang rendah atau disengagement (kurangnya keterikatan).
Selain gaji pokok, karyawan tetap Kimia Farma akan mendapat BPJS Kesehatan
& Ketenagakerjaan, tunjangan transportasi dan makan siang gratis. Benefit yang
diberikan kepada karyawan dapat berbeda-beda tergantung pada posisi, level, dan kinerja
karyawan.
(Kimia Farma, 2022)
12. How much is the training cost and recruitment expenses?
14. What are the contributing factors to motivate employees are being implemented in the company?
Insentif jangka panjang merupakan insentif yang didasarkan atas pencapaian kinerja
jangka panjang. Rencana insentif jangka panjang mempunyai dasar pemikiran bahwa kinerja
jangka panjang perusahaan tercermin oleh pertumbuhan nilai dari saham atau target-target jangka
panjang perusahaan lainnya. Insentif jangka panjang bermanfaat dalam rangka menjaga loyalitas
dan memberikan motivasi kepada Direksi dan karyawan untuk menigkatkan kinerja atau
produktivitasnya yang akan berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan dalam jangka
Panjang
Kimia Farma juga memberikan perhargaan kepada pegawai mereka sebagai bentuk
apresiasi mereka, selain untuk menghargai para karyawan, hal ini juga dilakukan untuk menajda
loyalitas karyawan tersebut.
Referensi
Adyta Husein E, N. A. (2011, Oktober 1). Sistem Manajemen Penanggulangan Kebakaran (SOP) Studi
Kasus di Pt. Kimia Farma Plant Jakarta. Retrieved from Scribd:
[Link]
Alfareji Febrian Hanom, N. P. (2024, Febuari 1). Public Relations Campaign PT. Kimia Farma Tbk Dalam
Meningkatkan . E-Journey Nalanda, 2. Retrieved from
[Link]
BINUS University Accounting. (2015, Maret 9). Retrieved from BINUS University :
[Link]
Bio Farma Group. (n.d.). Retrieved from [Link]
kaef#:~:text=Saat%20ini%20Kimia%20Farma%20dan,Optik%20dan%203%20Klinik
%20Kecantikan.
Kezia V Krisanti, A. S. (2022). KUALIFIKASI PERALATAN DAN MESIN DI INDUSTRI FARMASI. Farmaka, 31-
34.
Kimia Farma. (n.d.). Kimia Farma Trading & Technology. Retrieved from [Link]
Kimia Farma. (n.d.). Plant Fasilitas Produksi Watukadon, Jawa Timur. Retrieved from Kimia Farma Toll
Manufaktur: [Link]
timur/
Latifah, L. (2022, April 14). Tribun News. Retrieved from Tribun News:
[Link]
farma-di-mudikkimiafarmacoid-simak-ini-syaratnya
M. Fithrul Mubarok, M. (2017). Top 10 Perusahaan Farmasi Terbesar Indonesia Terbaru. Retrieved from
[Link]
[Link]
Mas’ud, M. (2009). Majalah Ilmu Kefarmasian. Analisis Tingkat K Analisis Tingkat Kepuasan P epuasan
Pelanggan T elanggan Terhadap P erhadap Pelayanan,
[Link]
Redaksi KlikMaluku. (2022, Oktober 4). Klik Kesehatan. Retrieved from Klik Maluku:
[Link]
laboratorium-medis-kimia-farma-ambon
Shellawati, M. N. (2019). Analisis Pengendalian Persediaan Terhadap Produk Fast Moving dengan
Metode Distribution Requirement Planning (DRP) untuk Meminimumkan Biaya Persediaan Pada
PT Kimia Farma Bandung. Prosiding Manajemen, 4.
UNISBA, E.-L. (n.d.). Penyusunan Tata Letak Menggunakan Metode SLP Dalam Menunjang Kelancaran
Proses Produksi Pada PT. Kimia Farma Bandung. 2. Retrieved from E-Library UNISBA:
[Link]
Weta. (2023). Analisis SWOT PT Kimia Farma: Keberhasilan dan Tantangan dalam Industri Farmasi.
Retrieved from [Link]
[Link]
Widarti, P. (2019). KAEF Optimalkan Ceruk Pasar di Daerah Melalui Jaringan Ritel. Retrieved from
[Link]
daerah-melalui-jaringan-ritel
Yolandha, F. (2023). Kimia Farma Ekspansi Bisnis di Perkotaan Hingga Pegunungan Papua. Retrieved
from [Link]
perkotaan-hingga-pegunungan-papua:
[Link]
hingga-pegunungan-papua