0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan44 halaman

Analisis Pasar Kimia Farma 2023

Diunggah oleh

jevonsetiawan2806
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan44 halaman

Analisis Pasar Kimia Farma 2023

Diunggah oleh

jevonsetiawan2806
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Group Feasibility Kelompok 2

Anggota:
- Jevon Setiawan | 2702367832
- Muhammad Pandu Wiranegara | 2702390040
- Sammy Barent | 2702216942

Market Analysis
1. Who are the customers?
- Rumah sakit dan klinik apotek
Rumah sakit dan Kimia Farma melakukan kerja sama, dimana keduanya
melakukan kolaborasi seperti melakukan pengembangan dan peningkatan layanan dalam
menangani penyakit, pemanfaatan laboratorium medis, dan lainnya. Seperti pada 21
September 2022, dimana Kimia Farma dan Pertamedika IHC (Indonesia Healthcare
Corporation) melakukan nota kesepahaman dalam menjalin kerja sama, Saat ini Kimia
Farma memiliki 410 klinik kesehatan, sedangkan Pertamedika IHC memiliki 75 Rumah
Sakit serta 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia. (Wendiyanto Saputro, 2022)
- Pihak Pemerintahan
Kimia Farma mengadakan kerjasama dengan pihak pihak pemerintahan, seperti
Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, BUMN dan institusi pemerintah lainnya.
Dimana pada tahun 2020 sendiri Kimia Farma dan pemerintahan mencengah penyebaran
Coronavirus Disease-19 (COVID-19) dengan memberikan akses terhadap pemerintah
berupa vaksin-vaksin, alat kesehatan, perbekalan kesehatan, dan produk kesehatan.
(Tempo, 2020)
- Individual
Sebagai individu tentunya kita mencari obat-obatan, perbekalan kesehatan, dan
produk kesehatan ketika kita membutuhkan-nya.

2. Where are they located?


Kimia Farma sendiri memiliki ratusan cabang dan tersebar di seluruh Indonesia,
Saat ini Kimia Farma dan grup usahanya memiliki jaringan sebanyak 10 Pabrik, 1.234
outlet Farmasi (Apotek Kimia Farma), 419 outlet Klinik Kesehatan, 72 outlet
Laboratorium Klinik, 8 Optik dan 3 Klinik Kecantikan. (Kimia Farma, 2022)

Untuk lokasi Headquarters-nya terletak di Jl. Pasteur No.28, Pasteur, Kec.


Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, sedangkan untuk lokasi Representative office /
Kantor Perwakilan Perusahaan Asing terletak di Gedung. Pakarti Centre Lt 7 Jl. Tanah
Abang 3 no.23-27 Jakarta Pusat dan Sudirman Central Busines District Lot 9 JRT.5, Jl.
Jenderal Sudirman [Link].52-53, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Pusat, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 12190. (Bio Farma Group, n.d.)
3. What are the customers’ demographics?
o Usia: Segala usia, dengan konsentrasi lebih tinggi pada mereka yang memerlukan
pengobatan rutin (lansia, penderita penyakit kronis).
o Tingkat pendapatan: Bervariasi tergantung pada produk obat-obatan maupun
layanan
o Lokasi: Daerah perkotaan dan pedesaan (walaupun aksesibilitasnya mungkin
berbeda masing masing provinsi dan daerah).

4. What are the customer’s unmet demand?


Hasil analisis Gap, dimensi yang mempunyai tingkat kepuasan tertinggi adalah
emphaty diikuti tangible, Assurance, Responsiveness dan Reliablitity, sedangkan atribut
yang mempunyai tingkat kepuasan tertinggi adalah bangunan apotek memiliki desain
interior/eksterior yang baik dan menarik, dan memiliki tingkat kepuasan terendah adalah
petugas apotek memberitahu secara pasti, kapan dan berapa lama pengerjaan resep dapat
diselesaikan (Mas’ud, 2009)

Tingkat kepuasan terendah adalah pelayanan resep dilakukan tepat waktu dengan
standar waktu yang pasti sesuai dengan yang dijanjikan dengan tingkat kepuasan 86,99
%., hal ini menunjukkan bahwa Apotek Kimia Farma yang diteliti lambat dalam
menangani resep tidak seperti yang dijanjikan baik tertulis maupun tidak tertulis.
(Mas’ud, 2009)

5. Who are the competittors?


Kompetitor utama dari kimia farma antara lain:
1. Kalbe Farma Merupakan perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia dan
memiliki produk-produk obat generik dan obat paten. Perusahaan ini memiliki
strategi pemasaran yang berfokus pada citra perusahaan yang baik, inovasi produk
yang terdepan, penerapan sistem manajemen mutu, jaringan distribusi yang terluas,
dan sumber daya yang handal.
2. Dexa Medica adalah perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia dan merupakan
perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memproduksi obat generik
berlogo/OGB (obat generik tidak bermerek).
3. Tempo Scan Pacific adalah perusahaan barang konsumen yang beroperasi di
Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 3 November 1953 dan didirikan di
Jakarta. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Tempo Group, yang
membawahi divisi farmasi.
Kompetitor asing yang memiliki posisi penting di Indonesia:
1. Boehringer Ingelheim adalah perusahaan farmasi global yang beroperasi di sektor
human pharmaceuticals, animal health, dan biopharmaceuticals. Perusahaan ini
memiliki 145 anak perusahaan dengan lebih dari 50.000 karyawan di seluruh
kontinen, dengan fokus pada penelitian dan pengembangan, manufaktur, dan
pemasaran obat-obatan untuk kebutuhan kesehatan yang belum terpenuhi.
2. AstraZeneca adalah sebuah perusahaan farmasi yang beroperasi di sektor human
pharmaceuticals, dengan fokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur obat-
obatan. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 17 Juni 1992 dan berlokasi di
Cambridge, Inggris

Sumber: (M. Fithrul Mubarok, 2017)


6. What is the estimated market share for each?
Gambaran umum tentang perbedaan potensial dalam market share dari Perusahaan Kimia
Farma, Dexa Medica, dan Tempo Scan Pacific:
1. Kimia Farma
o Kimia Farma adalah perusahaan farmasi yang berbasis di Indonesia dan
merupakan salah satu yang terbesar di negara ini.
o Kimia Farma memiliki keunggulan dalam jaringan distribusi yang luas di seluruh
Indonesia, termasuk toko-toko ritel di berbagai lokasi.
o Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kimia Farma juga memiliki
keunggulan dalam hal reputasi dan dukungan pemerintah.
o Kimia Farma juga memiliki fokus pada pelayanan kesehatan yang komprehensif,
termasuk di bidang farmasi, laboratorium klinis, dan kesehatan masyarakat.

2. Dexa Medica:
o Dexa Medica adalah perusahaan farmasi yang terkemuka di Indonesia, dengan
fokus pada pengembangan dan pemasaran obat-obatan, suplemen, dan produk
kesehatan lainnya.
o Dexa Medica dikenal karena inovasi dalam penelitian dan pengembangan produk
baru, serta strategi pemasaran yang agresif.
o Perusahaan ini juga memiliki jaringan distribusi yang kuat, memungkinkan
produk-produknya dapat diakses oleh banyak konsumen di seluruh Indonesia.
o Dexa Medica sering kali menempati posisi yang kuat di pasar farmasi Indonesia
dalam beberapa kategori produk.

3. Tempo Scan Pacific:


o Tempo Scan Pacific adalah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan
kecantikan di Indonesia.
o Perusahaan ini terkenal dengan lini produk perawatan kulit, perawatan rambut,
serta produk-produk kesehatan dan kecantikan lainnya.
o Tempo Scan Pacific memiliki keunggulan dalam pemasaran dan branding produk-
produk kecantikan dan perawatan pribadi.
o Meskipun fokus utamanya mungkin berbeda dengan perusahaan farmasi
tradisional, seperti Kimia Farma dan Dexa Medica, Tempo Scan Pacific memiliki
posisi yang kuat dalam segmen kesehatan dan kecantikan di pasar konsumen
Indonesia.
o
7. What are their SWOT?
- Strengths
PT Kimia Farma memiliki banyak kekuatan yang membuat mereka tetap unggul
dalam industri ini. Perusahaan ini telah menghadirkan berbagai produk berkualitas tinggi
yang didukung oleh riset dan inovasi terbaru. Selain itu, komitmen PT Kimia Farma
terhadap kualitas dan kepatuhan terhadap standar internasional mengantarkannya menjadi
pemimpin pasar.
Tidak hanya itu, PT Kimia Farma juga memiliki kekuatan dalam hal jaringan
distribusi yang luas. Dengan ribuan gerai di seluruh Indonesia, mereka mampu
menjangkau konsumen dari berbagai kota dan desa. Hal ini memberikan keuntungan
berarti dalam mencapai peringkat tinggi di mesin pencari melalui strategi SEO yang tepat

- Weaknesses
PT Kimia Farma juga menghadapi beberapa kelemahan. Salah satunya adalah
kurangnya fokus pada pemasaran digital dan penggunaan SEO sebagai strategi
pertumbuhan. Meskipun PT Kimia Farma telah memiliki platform online, mereka masih
perlu melakukan pembaruan dan perbaikan agar mampu bersaing dengan pesaing di pasar
global.

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mengoptimalkan kata kunci,


konten yang relevan, dan tautan balik berkualitas, membuat PT Kimia Farma terbatas
dalam mengekspos merek mereka secara efektif di mesin pencari

- Opportunities
Digitalisasi telah membuka peluang baru bagi perusahaan farmasi, termasuk PT
Kimia Farma. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, PT Kimia Farma dapat
memperluas jangkauan mereka melalui pemasaran online yang lebih agresif dan strategi
SEO yang efektif. Dalam hal ini, fokus pada kata kunci yang relevan seperti “obat-obatan
berkualitas,” “produk kesehatan terbaik,” dan “layanan farmasi terpercaya” dapat
membantu mendongkrak peringkat mereka di mesin pencari.

Selain itu, PT Kimia Farma juga dapat memanfaatkan kekuatan merek yang
dimiliki, dengan mempromosikan perkembangan terbaru dalam penelitian dan
pengembangan produk mereka. Mengedukasi masyarakat tentang manfaat obat-obatan
dan produk kesehatan mereka melalui konten informatif dan berkualitas dapat membuat
PT Kimia Farma menjadi otoritas di industri farmasi.

- Threats
PT Kimia Farma juga menghadapi ancaman dalam industri yang sangat
kompetitif ini. Banyak pesaing yang telah lebih dulu menggunakan strategi SEO dengan
baik untuk mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari. Untuk itu, PT Kimia Farma
harus mempercepat upaya mereka dalam memperbarui situs web mereka untuk menjadi
SEO-friendly dan merancang konten yang mengedepankan kata kunci yang sesuai
dengan tren di industri farmasi.

Selain itu, meningkatnya popularitas penjualan obat secara online juga menjadi
ancaman bagi PT Kimia Farma yang masih bergantung pada penjualan melalui gerai
fisik. Jika tidak segera diatasi, hal ini dapat mengurangi pangsa pasar PT Kimia Farma di
era digital ini. (Weta, 2023)

8. What are their main competitive advantages?


1. PT Kimia Farma memiliki sejarah panjang dalam industri farmasi di Indonesia.
2. Memiliki jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia.
3. Kualitas produk yang terjamin dan diproduksi dengan standar yang tinggi.
4. Memiliki tim manajemen yang berpengalaman dan kompeten dalam industri farmasi.
5. Merek yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat.
6. Pabrik produksi yang modern dan dilengkapi dengan teknologi terkini.
7. Memiliki hubungan yang baik dengan pemasok bahan baku.
8. Memiliki keunggulan kompetitif dalam bidang penelitian dan pengembangan produk.
9. Mempunyai portofolio produk yang lengkap dan beragam.
10. Adanya akses yang cepat dan mudah ke pasar internasional.

Sumber: (Weta, 2023)

11. Do they have any expansion plans?


PT Bio Farma (Persero) ini tidak hanya berekspansi 100 outlet baru di sejumlah
wilayah di Indonesia, tapi KFA juga sudah membidik pasar e-commerce. Direktur
Utama Kimia Farma juga mengatakan KFA tidak hanya menyediakan obat – obatan,
tetapi juga produk – produk kecantikan, baby and child care, personal care, alat
Kesehatan, serta produk - produk kesehatan lain yang diminati oleh masyarakat. Agus
menyampaikan ekspansi berikutnya melalui bisnis berbasis daring atau e-commerce
dengan menggandeng Tokopedia dan Livin’ SUKHA dari Bank Mandiri. (Yolandha,
2023)

12. Which are the available distinct market segments?


Segmentasi Berdasarkan Jenis Penyakit atau Kondisi Kesehatan: Perusahaan
kimia farmasi bisa membagi pasar berdasarkan jenis penyakit atau kondisi kesehatan
yang ditangani oleh produk-produk mereka. Misalnya, mereka bisa memiliki produk
untuk diabetes, kardiovaskular, penyakit pernapasan, atau penyakit menular tertentu.
Dengan demikian, pemasaran dan penjualan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
spesifik setiap segmen.
Segmentasi Berdasarkan Usia: Perusahaan kimia farmasi bisa membagi pasar
berdasarkan usia konsumen. Misalnya, mereka bisa memiliki produk untuk bayi dan
anak-anak, dewasa muda, dewasa, atau lanjut usia. Setiap kelompok usia memiliki
kebutuhan kesehatan yang berbeda, sehingga produk dan pemasaran dapat
disesuaikan secara tepat.

Segmentasi Berdasarkan Jenis Produk: Segmentasi juga bisa dilakukan


berdasarkan jenis produk farmasi yang dijual. Misalnya, obat resep, obat bebas,
suplemen nutrisi, atau produk perawatan kulit dan kecantikan. Dengan memahami
preferensi konsumen terhadap jenis produk tertentu, perusahaan dapat mengarahkan
strategi pemasaran dengan lebih efektif.

Segmentasi Berdasarkan Lokasi Geografis: Perusahaan kimia farmasi dapat


membagi pasar berdasarkan lokasi geografis, seperti negara, wilayah, atau kota.
Kondisi demografi, kebiasaan makanan, iklim, atau tingkat kesehatan populasi setiap
daerah bisa berbeda, sehingga strategi pemasaran dan penjualan perlu disesuaikan.

Segmentasi Berdasarkan Gaya Hidup atau Preferensi Konsumen: Segmentasi juga


dapat dilakukan berdasarkan gaya hidup atau preferensi konsumen. Misalnya,
konsumen yang mengutamakan gaya hidup sehat, konsumen yang vegetarian, atau
konsumen yang memprioritaskan produk-produk organik atau alam.

Segmentasi Berdasarkan Faktor Ekonomi: Perusahaan juga bisa membagi pasar


berdasarkan faktor ekonomi, seperti pendapatan atau kelas sosial. Ini memungkinkan
mereka untuk menawarkan produk dengan harga yang sesuai dengan kemampuan
pembeli di setiap segmen.

Segmentasi Berdasarkan Tingkat Kesadaran Kesehatan: Segmentasi dapat


dilakukan berdasarkan tingkat kesadaran kesehatan konsumen. Misalnya, konsumen
yang sangat sadar akan kesehatan dan mencari produk-produk alami atau organik,
atau konsumen yang kurang sadar akan kesehatan dan lebih cenderung menggunakan
obat-obatan konvensional.

13. What is the market potential in each segment?


Kimia Farma Apotek gencar dalam memperluas segmen pasar perusahaan. Selain
pasar industri kesehatan, merek juga gencar untuk mengincar pasar dari industri
kecantikan. Hal ini dilakukan perusahaan lewat sejumlah kampanye digital dan
kolaborasi dengan berbagai merek kosmetik. Junus Koswara, Direktur Pengembangan
Bisnis Kimia Farma Apotek melihat munculnya budaya bahwa orang tidak hanya ke
apotek ketika sedang mencari obat.

Selain itu dalam rencana perusahaan jangka panjang, Junus mengatakan


perusahaan ingin membangun citra Kimia Farma Apotek menjadi sebuah destinasi.
Dia menuturkan penggunaan key opinion leader, media sosial, dan out of home media
akan mendorong perusahaan untuk mempercepat rencananya. Untuk jangka pendek,
perusahaan berencana memperluas konsumen dari segmen kecantikan dengan
menggelar road show. Kunjungan dari kota ke kota ini digelar perusahaan
menghadirkan kelas kecantikan. Kelas kecantikan ini akan membawa juga merek
kecantikan untuk mengisi kelas. Ada sepuluh kota yang akan dijadikan destinasi ke
depannya.

14. How much are competitors selling in each segment?


Ada beberapa kempetitor yang menggunakan segmentasi yang serupa seperti Kimia
Farma, antara lain:
1. Kalbe Farma juga menggunakan segmentasi yang serupa seperti Kimia Farma seperti
Segmentasi berdasarkan jenis penyakit, segmentasi berdasarkan usia, segmentasi
berdasarkan jenis produk, segmentasi berdasarkan lokasi geografis, segmentasi
berdasarkan gaya hidup dan preferensi konsumen, dan segmentasi berdasarkan
Tingkat kesadaran.
2. Dexa Medica menggunakan segmentasi yang sedikit berbeda dari Kimia Farma yaitu
segmentasi berdasarkan jenis produk, segmentasi berdasarkan kondisi Kesehatan,
segmentasi berdasarkan usia, segmentasi berdasarkan geografi, dan segmentasi
berdasarkan faktor ekonomi.
3. Tempo Scan Pacific pun menggunakan segmentasi yang serupa seperi Dexa Medica
yaitu segmentasi berdasarkan jenis produk, segmentasi berdasarkan kondisi
Kesehatan, segmentasi berdasarkan usia, segmentasi berdasarkan geografi, dan
segmentasi berdasarkan faktor ekonomi.

15. Are there subtitute products being sold within the existing segments?

o Pasar Industri Kesehatan: Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada data
terkait penjualan pesaing di pasar industri kesehatan. Namun, Kimia Farma
memiliki kekuatan dalam pasar industri kesehatan karena mereka memiliki
jaringan apotek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki
penguasaan pasar sebesar 19% dari total penjualan apotek di seluruh Indonesia
o Pasar Kecantikan: Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada data terkait
penjualan pesaing di pasar kecantikan. Namun, Kimia Farma memiliki kekuatan
dalam pasar kecantikan karena mereka memiliki produk-produk kecantikan yang
terjamin mutu, yang dapat dijual melalui apotek-apotek mereka
o Pasar Nutrisi: Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada data terkait
penjualan pesaing di pasar nutrisi. Namun, Kimia Farma memiliki kekuatan
dalam pasar nutrisi karena mereka memiliki produk suplemen kesehatan dan
vitamin yang terjamin mutu, yang dapat dijual melalui apotek-apotek mereka
o Pasar OTC (Over the Counter): Dalam laporan tahunan Kimia Farma, tidak ada
data terkait penjualan pesaing di pasar OTC. Namun, Kimia Farma memiliki
kekuatan dalam pasar OTC karena mereka memiliki produk obat yang dapat
dijual tanpa resep dokter, yang dapat dijual melalui apotek-apotek mereka.
(Yolandha, 2023)

16. Is there a niche market?


Kimia Farma memiliki ceruk pasar dalam beberapa segmen, termasuk pasar
kosmetik dan pasar obat generik. Dalam pasar kosmetik, Kimia Farma membangun
outlet-outlet di dalam mal dan bekerja sama dengan perusahaan Korea dan Taiwan
untuk mengisi produk kecantikan di outlet KF Health & Beauty. Dalam pasar obat
generik, Kimia Farma memiliki strategi pemasaran yang berfokus pada citra
perusahaan yang baik, inovasi produk yang terdepan, penerapan sistem manajemen
mutu, jaringan distribusi yang terluas, dan sumber daya yang handal. PT Kalbe
Farma, sebagai pesaing Kimia Farma, juga menerapkan strategi pemasaran yang
berfokus pada citra perusahaan yang baik, inovasi produk yang terdepan, penerapan
sistem manajemen mutu, jaringan distribusi yang terluas dibanding para pesaingnya,
dan sumber daya yang handal. (Widarti, 2019)

Technical Feasibility
1. Lead strategy or Lag Strategi

Kimia Farma merupakan gabungan dari Lead strategy or Lag strategy dimana:
o Lead Strategy:
 Kimia Farma berusaha untuk membuat langkah antisipasi dengan
membangun pabrik-pabrik untuk mengolah dan produksi obat-obat.
 Kimia Farma berusaha untuk melakukan kerjasama dengan beberapa
perusahaan (kompetitor dan anak perusahaan) untuk membantu menyuplai
obat-obatan.
o Lag Strategy:
 Kimia Farma memiliki beberapa obat pengembangan yaitu Obat Etikal
(lingkaran merah dan huruf K warna hitam), Kimia Farma sendiri sudah
memproduksi 100 lebih produk obat etikal seperti Lipidef, Merokaf,
Avicov Favipiravir, Tecavir, Alergine, Kimoxil, dan lainnya bisa
didapatkan di apotek di seluruh Indonesia.

2. What are the capital cost?


Menurut BINUS Accounting, Cost of Capital / biaya modal yaitu adalah suatu
biaya nyata atau riil yang dikeluarkan oleh perusahaan demi untuk mendapatkan dan
memperoleh dana yang digunakan untuk mendanai investasi yang dilakukan oleh
perusahaan atau juga bisa digunakan untuk mendanai biaya operasional perusahaan,
sumber bisa diperoleh melalui hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba
ditahan. (BINUS University Accounting, 2015)

Oleh karena itu, berikut Capital Cost yang dikeluarkan Kimia Farma antara lain:
Liabilitas Jangka Pendek
Hutang Jangka Pendek Rp 4.304,59 miliar
Hutang Usaha Rp 1.095,29 miliar
Hutang Pihak Ketiga Rp 269,02 miliar
Hutang Jangka Panjang Rp 2.103,71 miliar
Hutang Bank Rp 2.073,82 miliar
Hutang Pembiayaan Rp 2.650 juta
Konsumen
Liabilitas Jangka Panjang
Hutang Bank Rp 1.544,14 miliar
Hutang Pembiayaan Rp 3.549 juta
Konsumen
Saham (Investasi)
Modal Saham Rp 555.400 juta
Laba Ditahan
Saldo Laba Rp [Link]
Saldo Laba Goodwill Rp 41.639.454
Total Capital Costs ± Rp [Link]

3. How much capacity needed to handle the raw material? How is the proximity to raw
materials and market
Nama Pabrik Lokasi Hasil Olahan Produksi
PT Sinkona Jl. Raya Ciater Subang - Garam Kina
Indonesia Lestari KM 171, Subang - Jawa - Minyak Atsiri
Barat 41281
Fasilitas Produksi Jl Rawa Gelam V No 1 - Produk Non-Betalaktam
PT Kimia Farma Kawasan Industri (Tablet, Tablet Salut, Kapsul,
Tbk Plant Jakarta Pulogadung , Jakarta Sirup ataupun Suspensi, Salep
13930 - (021) 460 9354 Krim, dan Ampul Injeksi)
- Produk Betalaktam (Tablet
dan Kapsul)
- Produk Antiretroviral
(Kapsul, Tablet, dan Tablet
Salut)
- Produk Narkotika &
Psikotropika (Tablet, Kapsul,
Sirup ataupun Suspensi, dan
Injeksi)
Fasilitas Produksi Jl Raya Banjaran KM 16 - Produk Non-Betalaktam
PT Kimia Farma 16 Banjaran, Kab (Tablet, Tablet Salut, Kapsul,
Tbk Plant Bandung, Jawa Barat - Granul Pharma, dan Sirup
Banjaran (022)594 40095 ataupun Suspensi)
- Produk Herbal (Cairan Obat
Dalam, Cairan Obat Luar,
Granul Kapsul, dan Tablet
Salut)
- Produk Psikotropika (Tablet)
Fasilitas Produksi Desa Jombok, - Produk Non-Betalaktam
PT Kimia Farma Kecamatan Kesamben, (Cairan Obat Luar, Kapsul
Tbk Plant Kabupaten Jombang , Lunak, Salep ataupun Salep
Watudakon Jawa Timur 61301 - Krim, Salep ataupun Salep
(0321) 397 3002 Krim Steril dan Suppositoria)
- Produk Herbal (Cairan Obat
Luar)
- Produk Yodium dan Garam
Yodium
Fasilitas Produksi Jl Simongan No 169 - Produk Bedak
PT Kimia Farma Semarang 50147, Jawa - Produk Castor Oil
Tbk Plant Tengah - (024)760 4060 - Produk Minyak Makan
Semarang
Fasilitas Produksi Jl. Simongan 131, - Produk Betalaktam Penisilin (
PT Phapros Tbk Semarang 50148 - (024) Serbuk Injeksi, Sirup Kering
Semarang 762 5484 dan Tablet)
- Produk Betalaktam Non-
Penisilin (Serbuk Injeksi)
- Produk Non-Betalaktam
( Salep ataupun Krim, Sirup
Botol, Sirup Sachet, Serbuk
Sachet, Tablet ataupun Tablet
Salut, Kapsul, Serbuk Injeksi,
Cairan Injeksi)
Fasilitas Produksi Jl. Cargo Taman II No.9 Alat Kesehatan (Kehamilan
Denpasar Denpasar Utara - (0361) Love Tes, IGG/IGM Test)
907 4101
PT Kimia Farma Jl. Angsana Raya Blok A - Bahan Baku Obat dan High
Sungwun 006 – 01 Delta Silicon 1 Function Chemical
Pharmacopia Lippo Cikarang – Bekasi,
Sumber: (Kimia Farma, 2022)

Untuk kapasitas yang diperlukan sebanyak 10 pabrik, 1234 apotek, 419 klinik kesehatan,
72 klinik laboratorium, 8 optik, dan 3 klinik kecantikan yang tersebar di seluruh
Indonesia. Untuk kesediaan bahan baku maka Kimia Farma harus bersiap dan mengatur
bagaimana alur bahan baku berjalan, seperti contoh PT Kimia Farma Tbk Plant
Watudakon merupakan pabrik satu satunya di Indonesia yang mengolah Yodium, dan
Jombang sendiri terdapat tambang yang menghasilkan Yodium yang nanti-nya akan
diolah di pabrik Watudakon (Kimia Farma, n.d.)

4. How is the availability of skilled labor?


Di tahun 2022, Kimia Farma memiliki jumlah karyawan sebagai berikut:
Level Jabatan Jumlah Peserta
Direktur
- Leadership Program Development 24
- Manufacture and Supply Chain Academy 8
- Publik 1
General Manager
- Leadership Program Development 39
- Manufacture and Supply Chain Academy 27
- Support Function Academy 10
- Sertifikasi 7
- Publik 5
Manager
- Leadership Program Development 42
- Manufacture and Supply Chain Academy 225
- Marketing Academy Program 16
- Support Function Academy 10
- Sertifikasi 12
- Publik 26
Asisten Manager
- Leadership Program Development 133
- Manufacture and Supply Chain Academy 374
- Research and Business Development Program 39
- Marketing Academy Program 42
- Support Function Academy 19
- Sertifikasi 9
- Publik 33
Supervisor
- Leadership Program Development 335
- Manufacture and Supply Chain Academy 245
- Research and Business Development Program 11
- Marketing Academy Program 402
- Support Function Academy 21
- Sertifikasi 11
- Publik 45
Pelaksana
- Leadership Program Development 152
- Manufacture and Supply Chain Academy 86
- Research and Business Development Program 11
- Marketing Academy Program 89
- Support Function Academy 58
- Sertifikasi 3
- Publik 47
Teknisi IT
- DevScops Fund 2
- Web Penetration Testing Fund 1
- AWS Cloud Technical 5
- AWS Cloud Architecting 5
- ITSM 1
Karyawan lainnya
- Karyawan / Buruh / lainnya 9076
Total 11707
Sumber: (Kimia Farma, 2022)

5. How is the local comunity acceptance?


Pada akhir 2021, pimpinan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Erick Thohir
melakukan pemecatan dan sapu bersih tingkatan kepemimpinan PT KAEF Tbk
(Kimia Farma), dimana adanya skandal antigen bekas yang beredar di masyarakat di
Sumatra Utara (Alfareji Febrian Hanom, 2024), hal tersebut pastinya membuat
persepsi masyarakat terhadap Kimia Farma menurun. Oleh sebab itu pada tahun
2022, Kimia Farma memulai gebrakan untuk membangun persepsi masyarakat lebih
positif, antara lain mulai membuka mudik gratis (dengan syarat sudah vaksin) ke
beberapa kota seperti Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Bukit Tinggi,
Padang, dan Solo (Latifah, 2022), dan membuka lowongan pekerjaan bagi
masyarakat.

6. How is the production process? (Hint: You can use the process flow diagram to
illustrate the company’s production process)
Sumber: (Mahfudz, 2016)
7. Is the plant layout already satisfies the 9 criterias of production facilities (see slide 23
on PPT session 3)
a. Minimization of material-handling costs
Kasus diambil pada tahun 2019 di PT Kimia Farma Tbk Plant Bandung,
untuk perencanaan penurunan, hasil penelitian didapatkan perencanaan dengan
total costs sebesar Rp 33.240.750 namun seharusnya dapat ditekan dengan
penggunaan metode Distribution Requirement Planning (DRP) sehingga total
costs sebesar Rp 24.885.359 ataupun penurunan sebesar 25,1% (Shellawati, 2019)

b. Optimum utilization of available space


PT Kimia Farma Bandung memiliki layout pabrik yang kurang efektif
dengan adanya hambatan jauhnya jarak antara mesin storage tank, tunnel dryer,
filling dan cap sealing ke tempat pemeriksaan (laboratorium). Hal tersebut akan
memperlambat jalannya proses produksi karena jarak tempuh yang dilalui
menjadi panjang. Seharusnya perusahaan melakukan pemindahan ulang tempat
pemeriksaan (laboratorium) kedalam lokasi pabrik dan memindahkan posisi letak
labeling machine agar tidak terjadi tabrakan. (UNISBA)

c. Allowance for unrestricted movement of people and material to avoid


accidents
PT Kimia Farma Tbk tidak menyebutkan secara langsung mengenai
permasalahan pergerakan orang dan material untuk menghindari kecelakaan,
terdapat 3 orang yang mengalami kecelakaan kerja ringan, dan 15 orang yang
mengalami kecelakaan kerja sedang (mayoritas berasal dari Plant Banjaran). Oleh
karena itu PT Kimia Farma telah menghindari dan meminimalisir tindakan
kecelakaan dan mewujudkan produktivitas yang optimal (Kimia Farma, 2022)

d. Allowance of space for restrooms, cafeterias, and other personal-care


needs of employees
PT Kimia Farma Tbk tidak menyebutkan data adanya penggunaan WC,
cafeterias, dan ruang personal karyawan, tetapi disebutkan bahwa di Plant
Banjaran memiliki isu yang dibahas mengenai fasilitas sanitasi dan higien yang
belum terpenuhi (Kimia Farma, 2022), begitupun juga untuk cafeterias dan ruang
personal pun tidak disebutkan sama sekali dalam jurnal maupun internet, kami
berandai-andai bila untuk kebutuhan mencari makan dan tempat untuk karyawan
semuanya berada di dalam lingkungan pabrik.

e. Provision for employee emergency exits in case of fire or other


emergencies
Di PT Kimia Farma Tbk Pabrik Jakarta, dalam upaya penyelamatan diri,
pabrik tersebut memiliki rute evakuasi, dan memiliki petunjuk untuk arah keluar
pada setiap koridor lantai yang beerbentuk kotak dengan tulisan exit berwarna
putih, selain itu pabrik tersebut mempunyai sarana yang berupa pintu darurat yang
berjumlah 8 pintu darurat yang berada pada gedung bagian produksi, dan pintu
darurat yang berhubungan langsung dengan alarm kebakaran, jadi apabila pintu
darurat tersebut dibuka maka alarm kebakaranpun akan berbunyi. (Adyta Husein
E, 2011)

f. Allowance for ease of supervision


Produk Kimia Farma yang telah diproduksi harus melalui Good
Manufacturing Practice (GMP) sebelum dirilis ke pasaran telah melalui proses
pengawasan Quality Control (QC) dan Lolos Quality Assurance (QA) untuk
menjamin Mutu, Efikasi dan Keamanan.

g. Allowance for in site equipment maintenance


Seluruh kegiatan operasional Kimia Farma yaitu kegiatan produksi,
laboratorium, pendukung produksi (utilitas), dan domestik memiliki pemeliharaan
alat produksi dan pendukung produksi tepat waktu, mulai dari pemeliharaan dan
riksa uji berkala untuk boiler yang digunakan, pemeliharaan alat proteksi
kebakaran, dan masih banyak lagi.

h. Provision for costumer service areas


Untuk penyediaan area layanan pelanggan, Kimia Farma tidak menyebut
secara langsung dimana letaknya, tetapi dari website menyebutkan bahwa
kostumer servis dapat datang ke Jl, Veteran No. 9, Jakarta Pusat atau bisa
menghubungi contact center 1-500-255 dengan rentang waktu 24 jam, secara
tidak langsung PT Kimia Farma memiliki area untuk penanganan kostumer servis.
(Bio Farma Group, n.d.)

i. Minimization of construction and installation costs


PT Kimia Farma tidak memberikan data mengenai minimalisir biaya
pembangunan dan instalasi, tetapi yang pasti selama 2022, PT Kimia Farma
memiliki beberapa proyek seperti instalasi sumur yodium, instalasi limbah,
instalasi mesin, renovasi gedung, dan lainnya.

Jadi apakah PT Kimia Farma telah memenuhi 9 kriteria dalam produksi fasilitas?
Bisa jadi, karena dengan level PT Kimia Farma sebagai Perusahaan BUMN dan
merupakan perusahaan yang besar, seharusnya Kimia Farma mampu mengurusi
manajemen layout pabrik.

8. How is its technology flexibility and scalability?


Kimia Farma sendiri mencampurkan beberapa teknologi yang membantu mereka
dalam mengembangkan penggunaan pabrik dengan kapasitas dan efesiensi, berikut
ada beberapa teknologi yang mereka gunakan:
Nama Teknologi Fungsi
Aplikasi SAP dapat melakukan integrasi berbagai
kebutuhan dan berbagai hubungan dalam
operasional perusahaan. SAP menjadi alat yang
sangat membantu proses bisnis, sebab berbagai
hal yang berkaitan dengan operasional
perusahaan terintegrasi dalam satu software saja
sehingga pengaturannya juga lebih mudah.

SAP (System Application


and Processing)

Medbiz merupakan strategi Bio Farma untuk


melakukan digitalisasi terhadap pengadaan
produk obat-obatan dan alat kesehatan.

Medbiz
Aplikasi yang membantu dalam menganalisa
penjualan dan Analisa stok di Kimia Farma
Trading & Distribution.

Principal Dashboard
ACTION (Activity Monitoring Solution) adalah
sistem otomatisasi yang digunakan sales untuk
mengelola dan mengotomatisasi tugas terkait
dengan penjualan. Action memiliki fitur antara
lain:
- Manajemen lead
- Manajemen kontak
- Manajemen peluang
- Manajemen aktivitas
ACTION (Activity - Data stok dan katalog produk
Monitoring Solution) - Penjualan
Transport Management System adalah sistem
aplikasi yang membantu dalam fungsi
perencanaan transportasi, layanan logistic,
penjadwalan kendaraan dan alokasi, pemantauan
dan kontrol pengiriman, serta analisis kinerja tim
hantaran dengan optimal.

Transport Management
System

Sumber: (Kimia Farma, n.d.)

9. Is there any local support and product support? How is the availability and quality of
the raw material?
Kimia Farma memiliki dukungan lokal dan dukungan produk seperti:
o Kelompok tani di Blitar dan Bali disalurkan dana oleh Kimia Farma sebesar Rp
748.000.000 dimana untuk dimanfaatkan untuk penanaman lahan tanaman nilam
sebesar 21,3 Ha untuk penjualan minyak atsiri sebesar Rp 1.783.637,03 (Kimia
Farma, 2022)
o Program Bina Industri Desa di Desa Petani Tempuyung, dimana dari program
Creating Shared Value (CSV) memberdayakan tanaman tempuyung sebagai
bahan baku Batugin Sirup (Kimia Farma, 2022)
o Pada tanggal 4 Oktober 2022, Kimia Farma meresmikan Gedung Laboratorium
Medis Kimia Farma cabang Ambon, yang ditandatangani oleh Gubernur Maluku
Murad Ismail, DPR RI Hendrik Lewerissa, dan Direktur Utama PT. Kimia Farma
Diagnostika drg. Ardhy Nugrahanto Wokas (Redaksi KlikMaluku, 2022)
Tentunya dengan beberapa support dari lokal maupun produk, Kimia Farma
memiliki dukungan yang kuat dari pemerintah maupun masyarakat, hanya saja tidak
ada informasi yang memadai mengenai kualitas bahan baku mentah di internet
10. Are the suppliers reliable?
Supplier Bahan Baku Obat Produk Supplier
- PT Indofarma Tbk Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
- PT Merck Tbk Bahan Baku Obat Paten
- PT Kalbe Farma Tbk Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
- PT Sanofi-Aventis Indonesia Bahan Baku Obat Paten
- PT Boehringer Ingelheim Bahan Baku Obat Paten
Indonesia
- PT Interbat Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
- PT Kimia Farma Sungwun Bahan Baku Obat Generik dan Etikal
Pharmacopia
Supplier Bahan Penunjang
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Kertas Kemasan untuk Obat
- PT Etiket Prima Label untuk Obat
- PT Mulitpack Sejahtera Kemasan Plastik untuk Obat
- PT Trimegah Karya Menyediakan Alat Tulis dan
Perlengkapan Kantor
Supplier Alat Kesehatan
- PT Siemens Healthcare Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Diagnostik
- PT GE Healthcare Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Penunjang
Medis
- PT Phillips Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Fisioterapi
- PT Osaki Electric Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Fisioterapi
- PT Mindray Indonesia Menyediakan Alat Kesehatan Monitoring
Pasien

10 How is the supplier contracts being made and execute?


Diambil dari website UPI, Produk UMKM bisa masuk di Kimia Farma dan cara
untuk menciptakan kontrak antara supplier dengan PT Kimia Farma, maka harus
melakukan beberapa hal berikut:
Syarat Pendaftaran:
o Lengkapi Perizinan, seperti izin BPOM, Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga
Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK). Legalitas usaha adalah langkah pertama
yang harus disiapkan agar produk lolos kurasi.
o Menyiapkan KTP, NPWP, Rekening Bank, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
o Wajib menyiapkan sample produk.
Prosedur Pendaftaran:
o Mengisi formulir pendaftaran KUKM di divisi bisnis LLP-KUKM.
o UKM mengirimkan contoh produk kepada LLP-KUKM (Smesco Indonesia)
menggunakan formulir sample ataupun penambahan barang sebagai bukti
pengiriman serah terima sample. Untuk setiap pengiriman sample baik dari
UMKM baru maupun lama, akan menambah barang baru ke galeri.
o Divisi bisnis ditunjuk untuk menerima dan menilai sampel apakah produk tersebut
memenuhi persyaratan ataupun kriteria yang telah ditetapkan sebagai produk
mitra LLP-UKM
o Jika produk memenuhi syarat sebagai produk mitra LLP-UKM, maka UMKM
harus mengisi pendaftaran dan diwajibkan memenuhi persyaratan yang meliputi:
i. KTP
ii. NPWP
iii. Rekening Bank
iv. TDP (jika perusahaan berbadan hukum)
o Jika sudah disetujui oleh direksi LLP-KUKM, staff divisi bisnis melakukan
pencatatan UKM dalam data base UKM yang telah menjadi mitra LLP-KUKM
dan menetapkan kode UKM ataupun Barcode.
o Lalu, pendaftaran untuk produk Kimia Farma akan dibicarakan lebih lanjut jika
pelaku UMKM tercatat di data base Smesco (LPP-KUKM). Dan jika sudah lolos,
dapat langsung konfirmasi kepada Divisi Bisnis Smesco Indonesia.

Sumber: (Usaha Perdagangan Indonesia, 2021)

11. How much is the operational cost and what are the details?
Menurut Terralogiq, operational cost adalah biaya yang dibutuhkan usaha (biaya
maintenance dan administrasi) demi menunjang operasional bisnis sehari-hari,
operational cost sendiri dibagi menjadi COGS (Cost of Goods Sold) yang mencakup
biaya yang dikeluarkan untuk menunjang biaya produksi ataupun barang dan SG&A
(Selling, General, and Administrative) yang mencakup biaya di luar produksi seperti
biaya sewa hingga biaya gaji karyawan (Panatagama, 2023)

Cost of Goods Sold


- Accounting Fees (2022) KAP Rp 972.000.000
Kreston Indonesia
- Gaji dan Kesejahteraan Rp [Link]
Karyawan
- Pemeliharaan Bangunan Gedung Rp 31.383.593
dan Kendaraan
- Biaya Utilitas Perangkat Kerja Rp 980.000.000
dan Jaringan
- Biaya Manage Service ERP Rp [Link]
- Biaya Perbaikan dan Rp [Link]
Pemeliharaan Aplikasi
- Biaya Penelitian & Rp 46.365.019
Pengembangan
- Biaya Perjalanan Dinas Rp 38.826.737
- Alat Kantor & Percetakan Rp 49.086.238
- Dll
Operating Expenses
- Bahan Baku dan Bahan Rp 516.128.602
Pembantu
- Tenaga Kerja Langsung Rp 179.472.910
- Tunjangan Rp 201.368.176
Total Operational Costs ± Rp [Link]
Sumber: (Kimia Farma, 2022)

12. Does the facility has efficient system to use the energy?
Menurut laporan, energi yang Kimia Farma gunakan sebagai berikut:
Plant Jenis Energi Energi (Gigajoule) tahun 2022
Plant Listrik (kWh) 28.970,2
Jakarta Solar (liter) 3.571,73
Compressed 15,93
Natural Gas
(m³)
Total 32.557,86
Plant Listrik (kWh) 36.293,21
Banjaran Solar (liter) -
Compressed 21.972,88
Natural Gas
(sm³)
Total 58.266,09
Plant Listrik (kWh) 1.916,54
Semarang Marine Fuel 3.351,91
Oil (liter)
Solar (liter) 14.87
Total 5.283,32
Plant Rapid 490,27
Test (Bali)
Total 490,27
Plant Listrik (kWh) 6.998
Watudakon Solar (liter) 3.297
Total ±106.892,54

Dengan asumsi bahwa 5 plant (pabrik) Kimia Farma tercatat bahwa selama 2022
membutuhkan 106.892,54 Gigajoule, naik dibandingkan pada tahun 2021 sebesar
99.500,91 Gigajoule memiliki cara untuk mengatur dan menjaga efisiensi dan
efektivitas dari energi yang digunakan terus menerus untuk memproduksi kebutuhan
obat maupun alat medis, berikut efisiensi energi yang dilakukan Kimia Farma antara
lain:
o Penggunaan sensor gerak pada sistem penerangan ruangan.
o Penggunaan lapu meon ke lampu LED.
o Mengganti lampu jalan dari menggunakan Listrik sebesar 80 Watt menjadi tenaga
surya, dimana bisa menghemat sebesar Rp 5.172.470 / tahun.
o Optimalisasi pengoperasian Heating Ventilation Air Conditioning (HVAC) dimana
biasanya pengoperasiannya 2,5 jam sebelum operasional produksi menjadi 15
menit sembelum produksi dan menghemat penggunaan Listrik sebesar Rp
68.050.000 / tahun.
o Penggunaan jenis AC yang menggunakan hydrocarbon yang menurunkan
konsumsi Listrik dari 28 kWh menjadi 24,6 kWh untuk kompresor AC 1 PK, dan
menghemat penggunaan Listrik sebesar Rp 6.760.000 / tahun.
o Pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (solar) boiler dengan menginaktifkan
boiler kapasitas 5 ton yang diganti menjadi boiler 3 ton, 200 kg dan 400 kg
o Dll

Sumber: (Kimia Farma, 2022)

13. What is the source of water and how much does it require for production?
Menurut data, penggunaan air yang digunakan oleh Kimia Farma adalah sebagai
berikut:
Plant Sumber Air Penggunaan air
Plant Air PDAM 42,21 Megaliter
Jakarta
Plant Air Tanah 37,3 Megaliter
Banjaran Air PDAM 0,17 Megaliter
Plant Air Tanah 17,963 Megaliter
Semarang
Plant Air Tanah 09,695 Megaliter
Rapid Test
(Bali)
Plant Air Permukaan 39,53 Megaliter
Watudakon
Total ±145,97 Megaliter

Per 31 Desember 2022, Kimia Farma telah menggunakan air sebanyak 145,97
megaliter, turun dari penggunaan pada tahun 2021 yaitu 158,75 megaliter. (Kimia
Farma, 2022)
14. Is there any quantity of spare parts to keep in stock during operation?
Diambil dari laporan keuangan Kimia Farma, Pada tanggal 31 Desember 2022,
jumlah persediaan Kimia Farma mencapai Rp3.176,95 miliar, naik Rp485,99 miliar
atau 18,06% dibandingkan dengan tahun 2021 yang sama sebesar Rp2.690,96 miliar.
Peningkatan ini terjadi karena peningkatan pembelian barang jadi di retail untuk
memenuhi produk Pareto dan untuk memastikan level stok tetap stabil di akhir tahun.
(Kimia Farma, 2022)

15. What are the equipment selection criterias?


Berikut adalah beberapa kriteria yang harus dimiliki dalam penggunaan
equipment dalam industri farmasi:
1. Spesifikasi Kebutuhan Pengguna (SKP)
Spesifikasi Kebutuhan Pengguna adalah penentuan apabila suatu
perusahaan ingin memesan alat produksi maka dimulai dari tahap ini. Tim
yang akan merencanakan pembelian alat produksi akan melakukan
research terkait spesifikasi produk. Misalnya apabila suatu perusahaan
membutuhkan mesin cetak tablet maka dapat ditentukan apakah
spesifikasi mesin cetak tablet manual sudah cukup untuk mencukupi
kebutuhan produksi ataupun membutuhkan mesin cetak yang sudah
otomatis.
2. Factory Acceptance Testing (FAT)
Factory Acceptance Testing adalah tindakan yang dilaksanakan di
tempat vendor pembuat mesin ataupun alat untuk memastikan
kesesuaiannya dengan kriteria yang disetujui kedua belah pihak, tahap ini
bisa dilakukan dengan konfirmasi terkait kesesuaian alat dengan
SKP/Spesifikasi Fungsional di daerah pemasok sebelum alat-alat mulai
dipasang.
3. Kualifikasi Desain (KD)
Kualifikasi desain adalah proses memastikan peralatan, sarana, dan
sistem memenuhi spesifikasi fungsional dan operasional yang diperlukan.
Ini melibatkan verifikasi kebutuhan pengguna, analisis masalah, tujuan
penggunaan peralatan, kondisi lingkungan, dan proses pemilihan pemasok.
Langkah-langkahnya mencakup deskripsi masalah, tujuan peralatan,
kondisi lingkungan, seleksi fungsi dan kinerja, pemilihan pemasok, dan
dokumentasi spesifikasi akhir.
4. Site Acceptance Testing (SAT)
Setelah peralatan sudah ditangan perusahaan, maka akan dicek
mengenai kualitas dan beroperasi dengan baik ketika dilakukan
pemasangan di pabrik industri farmasi, apabila ada maka harus
didokumentasikan.
5. Kualifikasi Instalasi (KI)
Pada tahap ini, peralatan yang sudah diterima oleh pemasok akan
diverifikasi meliput hal-hal ini:
 Verifikasi kesesuaian dari instalasi komponen, instrumentasi,
peralatan, pemipaan, dan peralatan penunjang cocok dengan
gambar teknis dan spesifikasi dari peralatan yang diadakan
 Verifikasi kesesuaian instalasi terhadap kriteria yang ditetapkan
 Pengumpulan dan pemeriksaan terhadap dokumen instruksi kerja
serta intruksi pengoperasioan dan instruksi perawatan peralatan
yang diadakan dari pemasok
 Kalibrasi peralatan / mesin
 Verifikasi bahan baku
6. Kualifikasi Operasional (KO)
Tahap kualifikasi operasional merupakan demonstrasi terhadap
equipment. Tim pengujian memverifikasi operasional peralatan
berdasarkan protokol yang ditentukan. Setelah pengujian, kesimpulan
diambil berdasarkan data yang dianalisis. Proses ini mencakup:
 SOP
 Daftar pemanfaatan
 Deskripsi prosedur
 Instrumen tes
 Kalibrasi
 Parameter kritis
 Uji fungsi
 Ringkasan fungsi peralatan
Disesuaikan dengan kompleksitas peralatan, termasuk pengujian
berdasarkan pemahaman proses, sistem, dan peralatan, serta pengujian
untuk menentukan batas operasi. Setelah berhasil, dapat dilanjutkan
dengan finalisasi prosedur operasional dan pelatihan.
7. Kualifikasi Kinerja (KK)
Pelaksaan Kualifikasi Kinerja dapat melingkupi hal-hal berikut:
1. Pengujian Bahan dan Frekuensi:
 Pengujian dilakukan dengan bahan produksi, bahan pengganti
dengan spesifikasi sesuai, atau produk simulasi yang meniru
keadaan operasional normal.
 Ukuran bets terburuk digunakan untuk pengujian.
 Frekuensi pengujian justifikasi dapat disesuaikan dengan frekuensi
pengambilan sampel untuk konfirmasi pengendalian proses.
2. Rentang Pengujian:
 Pengujian dilakukan terhadap rentang operasional proses yang
diharapkan.
 Bukti dokumentasi dari tahap pengembangan yang terkonfirmasi
dapat digunakan untuk menentukan rentang operasional.

8. Kualifikasi Ulang
Pada tahap ini, kualifikasi ulang digunakan untuk mengevaluasi
terkait fasilitas, aspek penunjang, peralatan, dan sistem secara teratur dan
lakukan penilaian jika ada perubahan kecil yang terjadi pada equipment.
Sumber: (Kezia V Krisanti, 2022)

16. How is the building permits, labor laws, taxation, and government policies that relates
to the operation of the business?
a. Building Permits
Beberapa bangunan memiliki izin yang sudah disahkan dan memiliki
kejelasan hukum, berikut adalah izin bangunan PT Kimia Farma Tbk:
1. Didirikan pada tanggal 16 Agustus 1971 berdasarkan Akta Pendirian
berdasarkan No. 18 oleh Soelaeman Ardjasasmita, S.H. tetapi diubah
dengan Akta No. 18 tanggal 11 Oktober 1971.
2. Pengesahan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. JA5/184/21 tanggal 14 Oktober 1971.
3. Pendaftaran berdasarkan buku registrasi No. 2888 dan No. 2889 tanggal
20 Oktober 1971 oleh Kantor Pengadilan Negeri Jakarta.
4. Pengumuman-nya oleh Berita Negara Republik Indonesia No. 90,
tambahan No. 508 tanggal 9 November 1971.
5. Perubahan Anggaran Dasar terakhir direvisi dengan Akta Notaris No.15
tanggal 31 Januari 2020 oleh Mochamad Nova Faisal, S.H., [Link].
6. Pencatatan Perubahan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
[Link] 2020 tanggal 28 Februari 2020.

Sumber: (Kimia Farma, 2022)

b. Labor Laws
PT Kimia Farma Tbk mengikuti Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 11
Tahun 2020 mengenai Grup Kimia Farma harus memberikan imbalan pensiun
sekurang-kurangnya seperti imbalan pensiun yang diatur oleh UU No 11 Tahun
2020, selain itu Kimia Farma dan entitas anak (KFA dan KFTD) memberikan
imbalan kerja berupa uang penghargaan ketika karyawan mengundurkan diri,
meninggal, sakit/cacat ataupun mencapai usia dini/normal yang besarnya
tergantung dari masa kerja masing-masing karyawan, sesuai yang tercantum
dalam Kesepakatan Kerja Bersama antara Grup dan Serikat Pekerja Kimia Farma
(Kimia Farma, 2022)

c. Taxation
Kimia Farma berkontribusi kepada negara yang diwujudkan melalui
pemenuhan kewajiban Perusahaan sebagai wajib pajak dan sebagai
pemotong/pemungut pajak. Total pajak yang disetorkan untuk tahun 2022 adalah
sebesar Rp521.906 juta. atau meningkat sebesar 8,27% dibandingkan dengan
tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp482.011 juta (Kimia Farma, 2022)

d. Government Policies that relates to the operation of the business


Berikut ini adalah kebijakan pemerintah yang bersinergi dengan pihak Kimia
Farma:
o Pada tahun 2022, Kimia Farma dan Pemerintah Indonesia berpartisipasi dalam
menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19, penyediaan dan penyaluran obat
antiviral untuk Covid-19 di seluruh Indonesia.
o Pemerintah mengalokasikan anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ke
banyak sektor salah satunya penanganan kesehatan negara.
o Pemerintah menjalankan Program Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional yang
tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi XI serta instruksi dari Presiden RI No.
6 Tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industry Farmasi dan Alat
Kesehatan.

Sumber: (Kimia Farma, 2022)

17. How is the EIA (Environmental Impact Assessment) being implemented in the
business?
PT Kimia Farma Tbk memiliki beberapa pemeriksaan mengenai Environmental
Impact Assesment, berikut adalah beberapa data yang menunjang pertanyaan tersebut:
a. Screening
Memeriksa dan memantau rutin emisi dan ambien pada titik pantau yang
sudah ditentukan, pada hal ini berikut data emisi karbon dan data pengelolaan
limbah B3 dan Non B3 dari 5 plant pabrik PT Kimia Farma Tbk:
Plant Jumlah Emisi Karbon
Plant Jakarta 276.076,8 CO2e
Plant Banjaran 8.842,44 CO2e
Plant Semarang 801,83 CO2e
Plant Rapid Test (Bali) -
Plant Watukadon 223.525,768 CO2e
Total 509.246,84 ton CO2e

Plant Jenis Limbah B3 Jumlah


Volume
Pengelolaan
Limbah
Plant Jakarta Limbah kemasan bekas B3, 28.79 ton
obat/bahan baku reject,
limbah laboratorium, residu
proses, minyak pelumas
bekas, limbah elektronik,
filter pengendalian
pencemaran udara dan sludge
IPAL
Plant Banjaran Limbah padat, cair, 67,74 ton
mikrobiologi, lampu TL dan
sludge
Plant Semarang Limbah campuran bleaching 1.842 ton
eart + karbon aktif, powder
terkontaminasi, kemasan
bekas B3 dan lampu TL
Plant Rapid Test (Bali) Limbah padat dan cair 0,077 ton
Plant Watukadon Limbah padat dan cair 47,60 ton
Total 1.986,21 ton

Plant Jenis Limbah Non-B3 Jumlah


Volume
Pengelolaan
Limbah
Plant Jakarta Limbah sampah daun, plastik 80.877 ton
(botol/gelas) dan kertas
Plant Banjaran Limbah organik, anorganik 279,91 ton
non komersial dan anorganik
komersial
Plant Semarang Kardus, drum bekas minyak, 16,58 ton
plastik bekas
Plant Rapid Test (Bali) Limbah domestik -
Plant Watukadon Limbah dapur (sisa makanan) 87,79 ton
Total 81.263,28
ton
Per 31 Desember 2022, 5 Pabrik PT Kimia Farma Tbk. menghasilkan
emisi karbon sebesar 509.246,84 ton CO 2e, turun dibandingkan tahun 2021, yang
mencapai 1.085.841,15 ton CO2e. Sedangkan volume limbah B3 Kimia Farma
tercatat sebanyak 1.986,21 ton, turun dibandingkan tahun 2021, yang mencapai
41.999,99 ton, dan jumlah limbah non B3 Kimia Farma tercatat sebanyak
81.263,28 ton, turun dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 112.375,00 ton
b. Scoping
Kimia Farma dengan berbagai varian bidang usahanya di bidang farmasi
potensial menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Untuk meminimalkan
dampak bagi lingkungan, Perusahaan berkomitmen untuk menjalankan
operasional usaha dengan memenuhi semua regulasi di bidang lingkungan,
sekaligus secara bertahap mengarah pada implementasi industri hijau (green
industry). Sesuai dengan prinsip industri hijau, maka dalam menjalankan proses
produksi, Perusahaan mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber
daya secara berkelanjutan dan menyelaraskan pembangunan industri dengan
kelestarian fungsi lingkungan hidup, sekaligus memberikan manfaat maksimal
bagi masyarakat.
c. Prediction and Mitigation
Kimia Farma melakukan berbagai cara untuk menjaga lingkungan agar
tidak tercemar oleh limbah maupun emisi, sebagai contoh Plant Watudakon
melakukan penanaman pohon di sekitar lokasi pabrik, serta memelihara berbagai
ikan di kolam penampungan terakhir limbah cair untuk menjaga/memastikan
bahwa limbah cair yang dihasilkan tidak berbahaya bagi lingkungan dan ikannya
bisa untuk dikonsumsi. Di Plant Semarang, mereka melakukan penanaman pohon
bersama pemerintah Kota Semarang pada tanggal 4 Agustus 2022

Pada tahun 2022 Kimia Farma melakukan penanaman pohon di sekitar


lokasi pabrik dengan data sebagai berikut:
Lokasi Penanaman Tanggal Jenis Pohon Jumlah
Penanaman Pohon
Koboy Tjipelah Coffee, 5 Agustus 2022 Pohon Kopi 5.100
Kec. Rancabali, Kab.
Bandung
Kec. Ujungberung, Kota 26 Oktober 2022 Pohon Buah 340
Bandung
Taman Buru Masigit 21 November Pohon Rimba 500
Kareumbi, Kec. 2022 Campur
Cicalengka, Kab. Bandung
Total 5.940 poho
n
Kimia Farma memastikan bahwa wilayah operasi atau plant yang dimiliki
dan dioperasikan tidak berada di dalam atau berdekatan dengan kawasan lindung,
atau kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan hutan
lindung.
d. Management
Melaksanakan Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
diantaranya pemeriksaan dan pemantauan rutin emisi dan ambien pada titik
pantau yang sudah ditentukan (lingkungan kerja, sumber emisi dan lingkungan
sekitar) oleh pihak ketiga dan tim teknik setiap 6 (enam) bulan sekali, sesuai
dengan Peraturan Gubernur Nomor 10 tahun 2009 tentang Baku Mutu Udara
Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak

e. Auditing
i. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air limbah selama tahun 2022
diperoleh hasil bahwa pabrik Kimia Farma telah memenuhi baku mutu
dari seluruh parameter yang diukur . Dengan demikian, selama tahun
2022, tidak terdapat dampak terhadap lingkungan dan insiden
ketidakpatuhan terhadap batas pembuangan air limbah Perseroan
ii. Program penanaman pohon ini mengurangi cemaran karbon dioksida
dengan perkiraan sebesar 0,02 ton/tahun.
iii. Hingga akhir tahun 2022, Kimia Farma tidak memiliki insiden
tumpahan yang signifikan, baik limbah cair, bahan bakar minyak,
bahan atau zat kimia yang lain, yang berdampak signifikan bagi
lingkungan dan masyarakat.
iv. Terkhusus pengelolaan dan pemusnahan limbah B3, Kimia Farma
bekerjasama dengan pihak ketiga jasa pengolahan limbah B3 dengan
melakukan proses seleksi serta audit terkait legalitas dan proses bisnis
terkait pengelolaan sampah sesuai dengan peraturan pemerintah yang
berlaku dan memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan.

Sumber: (Kimia Farma, 2022)

Organization and Human Resource


1. How is the organizational structure of the company?

S
umber: (Kimia Farma, 2022)
Su
mber: (Kimia Farma, 2022)
Kimia Farma | Struktur Organisasi Perusahaan

2. Is the number of employees matched the size of the organization?


Per 31 Desember 2022, jumlah karyawan Grup Kimia Farma mencapai 11.707 orang atau
mengalami penurunan sebesar 2,37% jika dibandingkan dengan jumlah karyawan per 31 Desember
2021 yaitu 11.906 orang. Penurunan ini disebabkan oleh adanya beberapa pegawai yang diterminasi
(pensiun definitif, mengundurkan diri dan habis masa kontrak pegawai) selama tahun 2022 dan
adanya perubahan/penyesuaian struktur organisasi di masing-masing entitas Grup Kimia Farma.
Profil demografi karyawan Grup Kimia Farma dapat dilihat pada tabel dan bagan berikut ini.
3. What are the variety of employement schemes in the company (contract, subcontract, outsource,
etc)?
4. What are the person specifications, such as personal traits and skills needed in the company?
Dari data laporan Keuangan Kimai Farma tahun 2022, pekerja yang direkrut berdasarkan
tingkat level pendidikan sebagai berikut :
o Pasca Sarjana (S2)
o Apoteker
o Sarjana (S1)
o Diploma (D3)
o SLAT Sederajat

Sumber: (Kimia Farma, 2022)

5. How is the process of employee recruitment?


Sumber: (Kimia Farma, 2022)
6. What kind of trainings are mandatory or available for the employees?
Kimia Farma senantiasa berupaya dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas Sumber
Daya Manusia (SDM), sehingga dapat membantu Perusahaan dalam beradaptasi pada dinamika
dunia bisnis yang sangat cepat berubah dan berkembang. Dalam hal ini, Perusahaan menjalankan
berbagai jenis program pendidikan dan pengembangan kompetensi bagi karyawan secara
berkesinambungan. Di mana pelaksanaannya diselaraskan dengan kebutuhan Perusahaan. Di
samping Program Akademi, terdapat beberapa jenis program pendidikan dan pengembangan
kompetensi lainnya yang diadakan Perusahaan, di antaranya:
o Leadership Program, disebut dengan Talent & Leader Development Program Kimia
Farma (LDP- KF), terdiri dari Leadership Development Program (LDP), diberikan dalam
beberapa tingkatan (Level), yaitu: BOD-1, BOD-2, BOD3 dan BOD-4
o Capability Development Program, diberikan dalam bentuk Learning Focus Program.
Pengelolaan Program-program ini dilakukan dalam beberapa Academy, disebut dengan
Professional Skill Academy (PSA), terdiri dari: Marketing Academy (MKA), Sales &
Distribution Academy (SDA), R&D dan Busdev Academy (RBA), Manufacture &
Supply Chain Academy (MSA), Retail Academy (RTA), Branch Management Academy
(BMA), Support Function Academy (SFA).
o Management Development Program (MDP) merupakan program pengembangan
pegawai, baik pegawai lama (yang masuk jalur talent dan akan dipromosikan) maupun
fresh graduate. Program dalam bentuk: Management Trainee (MT), Specialist Trainee
(SpT), dan Regional Trainee.
o Program-program pengembangan Learning Management System (LMS), yang meliputi:
Rejuvenate Knowledge Management System (KMS) dan e-Learning, sebagai bagian dari
pengembangan Learning Infrastructure.
o Program-program learning and development lainnya seperti: certified program, public
training, dan kursus.
o Menetapkan perhitungan MDT Offline ke MDT Online, melalui metode Skoring
Aktivitas Learning

7. Is there any appropriate training facilities?


Kimia farma menawarkan banyak fasilitas training yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas karyawan serta juga menyediakan pelatihan bagi masyarakat guna
meningkatkan rasa puas akan kimia Farma. Adapun training yang ditawarkan Kimia
Farma salah satunya adalah Kelas UMKM.

Kelas UMKM merupakan program pelatihan yang diberikan Kimia Farma


kepada UMKM yang dilaksanakan dalam 4 Series dan dilaksanakan selama 4 hari dalam
setiap series nya. Pelatihan ini bertemakan “Strategi Manajemen Rantai Pasok Usaha
Secara Digital untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM”. UMKM yang mengikuti
kelas UMKM ini juga berkesempatan untuk menjadi UMKM binaan Kimia Farma
nantinya. Kelas ini dilaksanakan secara online melalui zoom yang dilaksanakan dari
bulan Juni 2022 hingga Oktober 2022.

8. How does the company identify problems associated with their personnel and how does
they address them?
o Mengidentifikasi Masalah Kepegawaian di Kimia Farma:
 Tinjauan Kinerja: Melakukan tinjauan kinerja secara teratur dapat
membantu mengidentifikasi kesenjangan kinerja, kekurangan
keterampilan, atau masalah perilaku yang memerlukan perhatian.
 Mekanisme Feedback Karyawan: Survei anonim, kotak saran, atau
wawancara exit interview dapat memberikan wawasan berharga
tentang masalah karyawan, ketidakpuasan, atau area yang perlu
ditingkatkan.
 Observasi Manajerial: Atasan langsung dapat mengamati perilaku
karyawan, kualitas pekerjaan, dan potensi masalah yang
memerlukan intervensi.
 Analisa Metrik dan Data: Melacak metrik utama seperti
ketidakhadiran, tingkat turnover, atau keluhan pelanggan dapat
menyoroti potensi masalah.
 Pelaporan Internal: Sistem bagi karyawan untuk melaporkan
misconduct (pelanggaran), perilaku tidak etis, atau masalah
keselamatan dapat membantu mengidentifikasi masalah sejak dini.
o Menangani Masalah Kepegawaian di Kimia Farma
 Pelatihan dan Pengembangan: Jika kesenjangan keterampilan
teridentifikasi, Kimia Farma dapat menawarkan program pelatihan,
kesempatan mentorship, atau penggantian biaya pendidikan untuk
membantu karyawan mengembangkan keterampilan yang
dibutuhkan.
 Rencana Peningkatan Kinerja (PIP): Untuk masalah kinerja yang
terdokumentasi, Kimia Farma mungkin menerapkan PIP yang
menguraikan tujuan spesifik, timeline peningkatan, dan potensi
konsekuensi jika tidak dipatuhi.
 Tindakan Disiplin: Dalam kasus pelanggaran serius atau
pelanggaran kebijakan, Kimia Farma mungkin memiliki proses
disiplin yang ditetapkan yang dapat mengarah pada peringatan,
skorsing, atau pemutusan hubungan kerja.
 Resolusi Konflik: Kimia Farma mungkin menawarkan proses
resolusi konflik internal untuk memediasi perselisihan di tempat
kerja dan meningkatkan komunikasi.
 Inisiatif Keterlibatan Karyawan: Berinvestasi pada kesejahteraan
karyawan, program penghargaan, dan mendorong lingkungan kerja
yang positif dapat membantu mengurangi masalah seperti moral
yang rendah atau disengagement (kurangnya keterikatan).

9. How is the basic salary and wages


10. How much is the bonuses?

11. What are the other benefits given to the employees?


Perusahaan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Hal tersebut dapat
dilihat dari kebijakan remunerasi yang disusun Perusahaan sebagai upaya mendukung
peningkatan kinerja karyawan. Hal tersebut juga merupakan langkah yang dilakukan
Perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaik. Remunerasi yang diberikan kepada
karyawan sangat kompetitif berdasarkan kinerja dan kompetensi masing-masing jabatan.

Di samping itu, Perusahaan juga memberikan benefit kepada karyawan. Di mana


benefit ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus mempermudah karyawan
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Tidak hanya memberikan benefit
selama masa kerja, Perusahaan juga memberikan benefit setelah berakhirnya hubungan
kerja, seperti program pension.

Selain gaji pokok, karyawan tetap Kimia Farma akan mendapat BPJS Kesehatan
& Ketenagakerjaan, tunjangan transportasi dan makan siang gratis. Benefit yang
diberikan kepada karyawan dapat berbeda-beda tergantung pada posisi, level, dan kinerja
karyawan.
(Kimia Farma, 2022)
12. How much is the training cost and recruitment expenses?

Kesejahteraan karyawan 18.818.694


Perawatan 65.150.251
Penelitian dan Pengembangan 28.537.933

Sumber: (Kimia Farma, 2022)


13. What are the compensation package currently given to the employees?
o Kewajiban Jangka Pendek
Liabilitas untuk upah dan gaji, termasuk imbalan non–moneter dan akumulasi
cuti sakit yang akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan setelah akhir dari periode ketika
pekerja memberikan jasa yang berhubungan diakui hingga jasa yang diberikan hingga
akhir dari periode pelaporan dan dihitung pada jumlah yang diperkirakan akan dibayar
ketika liabilitas diselesaikan.
o Kewajiban Pensiun
Pada umumnya, program imbalan pasti ditentukan berdasarkan jumlah imbalan
pensiun yang akan diterima seorang pekerja pada saat pensiun, biasanya tergantung oleh
satu faktor atau lebih, misalnya usia, masa bekerja dan kompensasi
o Kewajiban Pascakerja Lainnya
Imbalan ini biasanya diberikan kepada pekerja yang tetap bekerja sampai usia
pensiun dan memenuhi masa kerja minimum.
o Pesangon pemutusan kontrak kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan
hubungan kerja sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima
penawaran mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon.

14. What are the contributing factors to motivate employees are being implemented in the company?
Insentif jangka panjang merupakan insentif yang didasarkan atas pencapaian kinerja
jangka panjang. Rencana insentif jangka panjang mempunyai dasar pemikiran bahwa kinerja
jangka panjang perusahaan tercermin oleh pertumbuhan nilai dari saham atau target-target jangka
panjang perusahaan lainnya. Insentif jangka panjang bermanfaat dalam rangka menjaga loyalitas
dan memberikan motivasi kepada Direksi dan karyawan untuk menigkatkan kinerja atau
produktivitasnya yang akan berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan dalam jangka
Panjang

Kimia Farma juga memberikan perhargaan kepada pegawai mereka sebagai bentuk
apresiasi mereka, selain untuk menghargai para karyawan, hal ini juga dilakukan untuk menajda
loyalitas karyawan tersebut.
Referensi
Adyta Husein E, N. A. (2011, Oktober 1). Sistem Manajemen Penanggulangan Kebakaran (SOP) Studi
Kasus di Pt. Kimia Farma Plant Jakarta. Retrieved from Scribd:
[Link]

Alfareji Febrian Hanom, N. P. (2024, Febuari 1). Public Relations Campaign PT. Kimia Farma Tbk Dalam
Meningkatkan . E-Journey Nalanda, 2. Retrieved from
[Link]

BINUS University Accounting. (2015, Maret 9). Retrieved from BINUS University :
[Link]
Bio Farma Group. (n.d.). Retrieved from [Link]
kaef#:~:text=Saat%20ini%20Kimia%20Farma%20dan,Optik%20dan%203%20Klinik
%20Kecantikan.

Kezia V Krisanti, A. S. (2022). KUALIFIKASI PERALATAN DAN MESIN DI INDUSTRI FARMASI. Farmaka, 31-
34.

Kimia Farma. (2022). Standing Strong . Retrieved from [Link]


%20KIMIA%20FARMA%202022_2.pdf

Kimia Farma. (n.d.). Kimia Farma Trading & Technology. Retrieved from [Link]

Kimia Farma. (n.d.). Plant Fasilitas Produksi Watukadon, Jawa Timur. Retrieved from Kimia Farma Toll
Manufaktur: [Link]
timur/

Latifah, L. (2022, April 14). Tribun News. Retrieved from Tribun News:
[Link]
farma-di-mudikkimiafarmacoid-simak-ini-syaratnya

M. Fithrul Mubarok, M. (2017). Top 10 Perusahaan Farmasi Terbesar Indonesia Terbaru. Retrieved from
[Link]
[Link]

Mahfudz, A. N. (2016, November 2). UNIKOM. Retrieved from [Link]


id=248122

Mas’ud, M. (2009). Majalah Ilmu Kefarmasian. Analisis Tingkat K Analisis Tingkat Kepuasan P epuasan
Pelanggan T elanggan Terhadap P erhadap Pelayanan,
[Link]

Panatagama, A. (2023, Mei 14). Retrieved from Terralogiq:


[Link]

Redaksi KlikMaluku. (2022, Oktober 4). Klik Kesehatan. Retrieved from Klik Maluku:
[Link]
laboratorium-medis-kimia-farma-ambon

Shellawati, M. N. (2019). Analisis Pengendalian Persediaan Terhadap Produk Fast Moving dengan
Metode Distribution Requirement Planning (DRP) untuk Meminimumkan Biaya Persediaan Pada
PT Kimia Farma Bandung. Prosiding Manajemen, 4.

Tempo. (2020, Maret 4). Retrieved from Nasional: [Link]


kimia-farma-cegah-penyebaran-virus-corona

UNISBA, E.-L. (n.d.). Penyusunan Tata Letak Menggunakan Metode SLP Dalam Menunjang Kelancaran
Proses Produksi Pada PT. Kimia Farma Bandung. 2. Retrieved from E-Library UNISBA:
[Link]

Usaha Perdagangan Indonesia. (2021, Maret 29). Retrieved from Perdagangan:


[Link]
Wendiyanto Saputro, S. U. (2022, September 12). Kumparan. Retrieved from Kumparan Bisnis:
[Link]
ihc-teken-mou-kerja-sama-1ytwWwv4gkr/2

Weta. (2023). Analisis SWOT PT Kimia Farma: Keberhasilan dan Tantangan dalam Industri Farmasi.
Retrieved from [Link]
[Link]

Widarti, P. (2019). KAEF Optimalkan Ceruk Pasar di Daerah Melalui Jaringan Ritel. Retrieved from
[Link]
daerah-melalui-jaringan-ritel

Yolandha, F. (2023). Kimia Farma Ekspansi Bisnis di Perkotaan Hingga Pegunungan Papua. Retrieved
from [Link]
perkotaan-hingga-pegunungan-papua:
[Link]
hingga-pegunungan-papua

Anda mungkin juga menyukai