0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan14 halaman

Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas

Makalah ini membahas tentang analisis rasio likuiditas. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancarnya. Beberapa jenis rasio likuiditas yang dijelaskan adalah rasio lancar, rasio cepat, perputaran piutang, dan perputaran persediaan.

Diunggah oleh

Sasi Darmayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan14 halaman

Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas

Makalah ini membahas tentang analisis rasio likuiditas. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancarnya. Beberapa jenis rasio likuiditas yang dijelaskan adalah rasio lancar, rasio cepat, perputaran piutang, dan perputaran persediaan.

Diunggah oleh

Sasi Darmayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH ANALISIS RASIO

LIKUIDITAS

Disusun Oleh : Anggota Kelompok V

Arifatul Ulfia 2102361201223


Ade Nafa 2102361201233
Lusita 2102361201219
Shasy Darmayanti 2102361201135
Imelda Rahayu 210231201168

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ANDI

DJEMMA PALOPO TAHUN

2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat, karunia, dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Analisis
laporan keuangan dengan pokok bahasan mengenai “Analisis Rasio Likuiditas”
ini dengan baik.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna bagi semuanya dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang akan datang.

Semoga makalah yang sederhana ini dapat dipahami dan bermanfaat bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami
mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi kata, pengejaan maupun
materi dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Palopo, 23 Mei 2024

Segenap Anggota Kelompok

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

BAB I.......................................................................................................................1

PENDAHULUAN...................................................................................................1

1.1 Latar Belakang..........................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2

1.3 Tujuan........................................................................................................2

BAB II......................................................................................................................3

PEMBAHASAN......................................................................................................3

2.1 Pengertian Analisis Rasio Likuiditas........................................................3

2.2 Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas.......................................................5

2.3 Jenis – jenis dan Cara Menghitung Rasio Likuiditas................................6

BAB III..................................................................................................................10

PENUTUP..............................................................................................................10

3.1 Kesimpulan..............................................................................................10

3.2 Saran........................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................11

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jenis – jenis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja
menajemen itu beragam yang mana penggunaan masing – masing rasio
tergantung kebutuhan perusahaan. Rasio yang digunakan seperti rasio
likuiditas, solvabilitas, aktivitas,provitabilitas,pertumbuhan dan penilaian.
Namun, dalam makalah ini akan dibahas mengenai rasio likuiditas.
Pada umumnya setiap perusahaan mempunyai tujuan tertentu yang harus
dicapai untuk mencari keuntungan, yang merupakan syarat mutlak untuk
menjamin kesinambungan dan pengembangan bisnis. Untuk mencapai tujuan
ini, itu perlu rangkaian kerjasama yang teratur dan terintegrasi antar fungsi-
fungsi yang ada di dalam perusahaan terdapat keuangan operasi, pemasaran,
produksi, dll. Untuk menjaga kelangsungan hidup dan kontinuitas perusahaan
likuiditas salah satu hal yang sangat penting. Likuiditas mempengaruhi
kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya,
baik kewajiban kepada pihak luar (Eksternal) serta persyaratan untuk
melakukan proses produksi di dalam perusahaan itu sendiri (internal).
Kecenderungan untuk meningkatkan likuiditas adalah contoh manajemen
perusahaan mengelola dan menggunakan modal mereka secara lebih efisien
yang merupakan indikasi keberhasilan perusahaan. Selama menjalankan bisnis
jika tingkat likuiditas menurun, maka harus segera diatasi.
Analisis keuangan yang terkait kapasitas pembayaran kewajiban dalam
jangka waktu pendek dapat disebut dengan rasio likuiditas. Sering terjadi
perusahaan kerap tidak mampu atau tidak memiliki dana untuk membayar
kewajibannya tidak tepat waktu atau tidak sesuai dengan jatuh temponya.
Sehingga dari kasus seperti ini sangat menganggu hubungan baik antara
perusahaan dengan kreditor maupun distributor atau apabila kasus ini terjadi
dalam jangka panjang maka akan mengganggu pelanggan.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang diketahui tentang analisis rasio likuiditas?


2. Apa tujuan dan manfaat dari rasio likuiditas?
3. Apa saja jenis - jenis rasio likuiditas dan bagaimana cara menghitung
likuiditas?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu analisis rasio likuiditas.


2. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat dari rasio likuiditas.
3. Untuk mengetahui jenis – jenis rasio likuiditas dan untuk mengetahui cara
menghitung rasio likuiditas.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis Rasio Likuiditas

Analisis rasio keuangan merupakan metode analisis keuangan untuk


mengetahui kondisi keuangan atau kinerja suatu perusahaan yang
melibatkan data dari laporan keuangan selama periode tertentu. Analisis
rasio keuangan dilakukan dengan membandingkan angka-angka di dalam
laporan keuangan dalam periode tahun yang sama maupun pefiode tahun
yang berbeda. Contohnya, perbandingan antara total aset dengan total
kewajiban atau perbandingan antara komponen di laporan laba rugi
dengan komponen di laporan posisi keuangan.

Analisis rasio keuangan bertujuan untuk menilai target kinerja yang


dicapai oleh manajemen serta menilai peluang dan risiko bisnis di masa
depan. Fungsi rasio keuangan dalam perusahaan adalah mengetahui
penggunaan maksimal aset dan keuangan, mengetahui tingkat kesehatan
keuangan, dan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
berkembang. Hasil analisis rasio keuangan bermanfaat bagi manajemen
perusahaan, para pemegang saham, pemberi pinjaman atau kreditor,
pemerintah, tenaga kerja dan masyarakat.

Pengertian analisis rasio menurut beberapa ahli:


a. Fred Weston menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio)
merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya, apabila perusahaan
ditagih, perusahaan akan mampu untuk memenuhi utang tersebut terutama
utang yang sudah jatuh tempo. Dengan kata lain, rasio likuiditas berfungsi
untuk menjukan atau mengukur kemampuan perusahaan dlam memenuhi
kewajiban yang sudah jatuh tempo, naik kewajiban kepada pihak luara
perusahan (likuiditas badan usaha) maupun didalam perusahaan (likuiditas

3
perusahaan). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegunaan rasio ini
adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan
memenuhi kewajiban (utang) pada saat ditagih.
b. Menurut John J. Hampton, Rasio likuiditas bertujuan untuk menguji
kecukupan dana, solvency perusahaan ( Kesanggupan melunaskan
hutangnya), kemampuan perusahaan membayar kewajiban-kewajiban yang
segera harus dipenuhi. Macam-macam rasio likuiditas seperti rasio lancar
(current ratio), rasio tunai (quick ratio), perputaran piutang (reveivable turn
over), dan perputaran persediaan (inventory turn over).
c. Menurut Kasmir (2016), standar industri rasio likuiditas adalah rasio
lancar sebanyak 2 kali, rasio cepat sebanyak 1,5 kali, rasio kas sebesar
50%, rasio perputaran kas sebanyak 10 kali dan inventory to net
working capital sebesar 12%.
d. Van Horne dan Wachowicz
Menurut keduanya, likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Rasio ini membandingkan kewajiban jangka pendek dengan
sumber daya jangka pendek (aktiva lancar) yang tersedia untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek tersebut.
e. Hantono
Menurut Hantono, rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan
kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajiban atau utang-utang
jangka pendeknya.
f. Mamduh M. Hanafi
Menurut Hanafi dalam buku berjudul Manajemen Keuangan, rasio
likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan
dalam melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap utang lancarnya.
g. Subramanyam
Subramanyam dalam buku Analisis Laporan Keuangan 2010 menyebut
bahwa likuiditas ialah kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi (jangka pendek).

4
h. Mamduh M. Hanafi dan Halim
Menurut keduanya, rasio likuiditas adalah kemampuan likuiditas jangka
pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap
utang lancarnya.

2.2 Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas memberikan banyak manfaat bagi pihak-pihak yang


berkepentingan. Rasio likuiditas tidak hanya berguna bagi perusahaan saja,
melainkan juga bai pihak luar perusahaan. Dalam praktiknya, ada banyak manfaat
yang dapat diperoleh dari rasio likuiditas, baik bagi pihak pemilik perusahaan,
manajemen perusahaan, maupun para pemangku kepentingan lainnya yang terkait
dengan perusahaan, seperti investor, kreditor dan supplier.

Melalui rasio likuiditas, pemilik perusahaan selaku principal dapat menilai


kemampuan manajemen selaku agen dalam mengelola dana yang telah
dipercayakannya, termasuk dana yang dipergunakan untuk membayar kewajiban
jangka pendek perusahaan. Disisi lain, melalui rasio likuiditas pihak manajemen
dapat memantau ketersediaan jumlah kas khususnya dalam kaitannya dengan
pemenuhan kewajiban yang akan segera jatuh tempo. Disamping pihak internal
perusahaan tersebut, rasio likuiditas juga berguna bagi pihak eksternal perusahaan.
Investor sangat berkepentingan terhadap rasio likuiditas terutama dalam hal
pembagian dividen tunai, sedangkan kreditor berkepentingan dalam hal
pengembalian jumlah pokok pinjaman beserta bunganya. Kreditor maupun
supplier biasanya akan memberikan pinjaman atau kredit kepada perusahaan yang
memiliki tingkat likuiditas yang baik.

Adapun beberapa tujuan dan manfaat rasio likuiditas secara keseluruhan:

1. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau


utang yang akan segera jatuh tempo
2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka
pendek dengan menggunakan total asset lancar.

5
3. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka
pendek dengan menggunakan aset sangat lancar (tanpa memperhitungkan
persediaan barang dagang dan aset lancar lainnya).
4. Untuk mengukur tingkat ketersediaan uang kas perusahaan dalam membayar
utang jangka pendek.
5. Sebagai alat perencanaan keuangan dimasa mendatang terutama yang
berkaitan dengan perencanaan kas dan utang jangka pendek.
6. Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu
dengan membandingkannya selama beberapa periode.

2.3 Jenis – jenis dan Cara Menghitung Rasio Likuiditas

1. Rasio lancar (current ratio) adalah rasio yang menganalisis


kemampuan perusahaan membayar utang lancarnya. Rasio lancar dapat
dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Rasio Lancar Aset Lancar


= x 100%
Utang Lancar

Contohnya:
PT. A memiliki aset lancar sebesar Rp [Link] dan utang lancar
sebesar Rp 338.560.500 di tahun 2020. Pada tahun 2021 PT. A memiliki
aset lancar sebesar Rp l.621.500.000 dan utang lancar sebesar Rp
550.780.500.

Penyelesaian:
Rasio lancar PT. A di tahun 2020 adalah 622% atau 6,22 kali
(Rp [Link]: Rp 338.560.500 x 100%).
Rasio lancar PT. A di tahun 2021 adalah 294% atau 2,94 kali
(Rp 1.62 1.500.000 : Rp 550.780.500 x 100%).
Jika standar industri rasio lancar adalah 2 kali, PT. A pada tahun 2020
dan 2021 dalam kondisi baik karena rasio lancar PT. A lebih tinggi dari
standar industri.

6
2. Rasio cepat (quick ratio) adalah rasio yang menganalisis
kemampuan perusahaan membayar utang lancarnya dengan
menggunakan aset lancar (tanpa persediaan). Rasio cepat meliputi
piutang dan surat berharga. Rasio cepat disebut juga acid test ratio.
Rasio cepat dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Rasio Cepat Aset Lancar−𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛


x 100%
= Utang Lancar

Contohnya:

PT. A memiliki aset lancar sebesar Rp [Link], persediaan


sebesar Rp 185.960.300 dan utang lancar sebesar Rp 338.560.500 di
tahun 2020. Pada tahun 2021, PT. A memiliki aset lancar sebesar Rp
l.621.500.000, persediaan sebesar Rp 203.245.700 dan utang lancar
sebesar Rp 550.780.500.

Penyelesaian:
Rasio cepat PT. A di tahun 2020 adalah 567% atau 5,67 kali
((Rp [Link] - Rp 185.960.300) : Rp 338.560.500 x 100 %).
Rasio cepat PT. A di tahun 2021 adalah 257% atau 2,57 kali
((Rp l.621.500.000 – Rp 203.245.700) Rp 550.780.500 x 1 00%).
Jika standar industri rasio cepat adalah 1,5 kali, PT. A pada tahun 2020
dan 2021 dalam kondisi baik karena rasio cepat PT. A lebih tinggi dari
standar industri.

3. Rasio kas (cash ratio) adalah rasio yang menganalisis kemampuan


sesungguhnya perusahaan membayar utang lancarnya dengan
menggunakan kas dan setara kas. Rasio kas dapat dihitung
menggunakan rumus sebagai berikut:

7
Rasio Kas = Kas−𝑆𝑒𝑡𝑎𝑟𝑎 𝐾𝑎𝑠
Utang Lancar
x 100%

Contohnya:
PT. A memiliki kas sebesar Rp 215.552.300, setara kas sebesar Rp
67.604.000 dan utang lancar sebesar Rp 338.560.500 di tahun 2020. Pada
tahun 2021, PT. A memiliki kas sebesar Rp 483.750.050, setara kas
sebesar Rp 80.495.600 dan utang lancar sebesar Rp 550.780.500.
Penyelesaian:
Rasio kas PT. A di tahun 2020 adalah 84%
((Rp 215.552.300 + Rp 67.604.000) : Rp 338.560.500 x 100 %).
Rasio kas PT. A di tahun 2021 adalah 102%
((Rp 483.750.050 + Rp 80.495.600) : Rp 550.780.500 x 100%).
Jika standar industri rasio kas adalah 50%, PT. A pada tahun 2020 dan
2021 dalam kondisi baik karena rasio kas PT. A berada di atas standar
industri. Rasio kas yang terlalu tinggi juga menunjukkan bahwa dana
perusahaan tidak digunakan secara maksimal.

4. Rasio perputaran kas (cash turnover ratio) adalah rasio yang


menganalisis kemampuan modal kerja yang dimiliki perusahaan
untuk membiayai penjualan. Rasio perputaran kas dapat dihitung
menggunakan rumus sebagai berikut:

Rasio Perputaran Kas Penjualan Bersih


= Modal Kerja Bersih

Contohnya:

PT. A memiliki penjualan bersih sebesar Rp [Link] dan modal


kerja bersih sebesar Rp [Link].

Penyelesaian:
Rasio perputaran kas PT. A adalah 3,98 kali, diartikan bahwa penjualan
bersih PT.A diperoleh dari perputaran modal kerja bersih sebanyak 3,98
8
kali (Rp [Link] : Rp l.246.238.000). Jika standar industri rasio
perputaran has adalah 10 kali, PT. A dalam kondisi yang kurang baik
karena rasio perputaran kas PT. A berada di bawah standar industri.

5. Inventory to net working capital adalah rasio yang menganalisis


perbandingan antara persediaan dengan modal kerja yang dimiliki
perusahaan. Inventory to net working capital dapat dihitung
menggunakan rumus sebagai berikut:

Persediaan
Inventory to net working capital =
Aset Lancar−U𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Contohnya:

PT. A memiliki persediaan sebesar Rp 185.960.300, aset lancar sebesar


Rp [Link] dan utang lancar sebesar Rp 338.560.500 di tahun
2020. Pada tahun 2021, PT. A memiliki persediaan sebesar Rp
203.245.700, aset lancar sebesar Rp l.621.500.000 dan utang lancar
sebesar Rp 550.780.500.

Penyelesaian:
Inventory to net working capital PT. A di tahun 2020 adalah 11%

(Rp 185.960.300 (Rp [Link] – Rp 338.560.500)).

Inventory to net working capital PT. A di tahun 2021 adalah 19%

(Rp 203.245.700 : (Rp l.621.500.000 –Rp 550.780.500)).

Jika standar industri inventory to net working capital adalah 12%,

PT. A dalam kondisi yang kurang baik pada tahun 2020 karena berada di
bawah standar industri. Pada tahun 2021, PT. A dalam kondisi baik
karena berada di atas standar industri.

9
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu
perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban/utang pada saat ditagih
atau jatuh tempo.

Melalui rasio likuiditas, pemilik perusahaan selaku principal dapat menilai


kemampuan manajemen selaku agen dalam mengelola dana yang telah
dipercayakan, termasuk dana yang dipergunakan untuk membayar kewajiban
jangka pendek perusahaan. Pada pihak manajemen juga dapat memantau
ketersediaan jumlah kas khususnya dalam kaitannya dengan pemenuhan
kewajiban yang akan segera jatuh tempo.

Rasio likuiditas dapat terbagi menjadi beberapa jenis seperti rasio


lancer,cepat,kas, perputaran kas dan Inventory to net working capital.

3.2 Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan kepada partisipasi pembaca
mengenai bagaimana kritik dan saran terhadap penulis yang membangun untuk
perbaikan penulisan makalah ini. Saya menyadari bahwa penulis adalah manusia
biasa. Oleh karena itu, dengan bantuan kritik dan saran dari para pembaca, penulis
dapat memperbaiki dan membuat makalah yang lebih baik lagi dari halaman-
halaman sebelumnya dan membawa manfaat yang lebih bagi kita semua.

10
DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Nur Ika. Dkk. 2022. Manajemen Keuangan. Sumatera Barat: PT Global
Eksekutif Teknologi.
Hery, 2015. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta. CAPS (Center for
Academic Publishing Service).

11

Anda mungkin juga menyukai