0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan6 halaman

Risalah Pertimbangan Teknis Pertanahan

Risalah pertimbangan teknis pertanahan ini membahas permohonan penggunaan tanah seluas 20.000 m2 untuk kegiatan perumahan. Berdasarkan pertimbangan lokasi, penguasaan tanah, dan peraturan perundangan, tanah tersebut dinyatakan tersedia bersyarat untuk penggunaan perumahan dengan memenuhi ketentuan penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Diunggah oleh

Anthony Melchiori
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan6 halaman

Risalah Pertimbangan Teknis Pertanahan

Risalah pertimbangan teknis pertanahan ini membahas permohonan penggunaan tanah seluas 20.000 m2 untuk kegiatan perumahan. Berdasarkan pertimbangan lokasi, penguasaan tanah, dan peraturan perundangan, tanah tersebut dinyatakan tersedia bersyarat untuk penggunaan perumahan dengan memenuhi ketentuan penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Diunggah oleh

Anthony Melchiori
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL

KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN


PROVINSI LAMPUNG
[Link] Bangsawan No. 02 – Kalianda 322495
Telp.(0727) 322157 Fax (0727)322495 email : kab-lampungselatan@[Link]

RISALAH PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN


UNTUK KEGIATAN PENYELENGGARAAN KEBIJAKAN
PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH
NOMOR : 91 / 2022

I. DASAR PENERBITAN RISALAH PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN

1. Formulir permohonan tanggal 29 Juni 2022 yang diajukan oleh pemohon :


a. Nama : AKBAR HASAN BAYURA
b. NIK : 1871060909020001
c. No Berkas : 31465/2022
d. Alamat : Jl. Cut Nyak Dien, No. 27,
Kel. Durian Payung, Kec. Tanjung Karang Pusat
e. Bertindak atas nama : SYAFRI HASAN BASRI

2. Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 15 tahun 2012 tentang


Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan;

3. Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 08 tahun 2017 tentang


Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

4. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Rencana


Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Lampung Tahun 2018-
2038;

5. Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Lampung No


G/526/BAPPEDA/HK/1996;

6. Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Nomor 686/SK-PG.03.03/XII/2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah
Nasional Tahun 2019;

7. SK.666/MENLHK-PKTL/IPSDH/PLA.1/2/2021 tentang Penetapan Peta Indikatif


Penghentian Pemberian Perizinan Berusaha, Persetujuaan Penggunaan Kawasan
Hutan, atau Persetujuan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Baru Pada
Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut Tahun 2021 Periode I;

8. Petunjuk Teknis Pertimbangan Teknis Pertanahan Tahun 2022;

9. Berita Acara Peninjauan Lapang Nomor : 91/BA-18.01-NT-01.03/VII/2022


Tanggal 01 Juli 2022;

10. Berita Acara Rapat Tim Pertimbangan Teknis Pertanahan Nomor: 91/BA-18.01-
NT-01.03/VII/2022 Tanggal 04 Juli 2022.
II. KETERANGAN MENGENAI TANAH YANG DIMOHON
1. Letak tanah yang dimohon :
a. Nomor Hak : 00052
b. Desa/Kelurahan : Hajimena
c. Kecamatan : Natar
2. Luas tanah yang dimohon : ± 20.000 M2
3. Penggunaan tanah saat ini : Tegalan / Ladang
4. Penguasaan tanah saat ini : Perorangan
5. Rencana penggunaan tanah : Perumahan
6. Arahan Fungsi Kawasan : Kawasan Pertanian lahan kering
7. Kesesuaian Penggunaan Tanah : Cukup Sesuai

III. KESIMPULAN

A. Pertimbangan terhadap lokasi yang dimohon untuk kegiatan penyelenggaraan


kebijakan penggunaan dan pemanfaatan tanah ditinjau dari aspek Penguasaan,
Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah serta kemampuan tanah:
1. Tersedia seluas  - m2 (- %)
2. Tidak Tersedia  - m2 (- %)
3. Tersedia Bersyarat seluas  20.000 m2 (100%), dengan alasan sebagai berikut:
a. Arahan rencana tata ruang lokasi yang dimohon yaitu Kawasan Pertanian
Lahan Kering , namun dapat dibangun untuk untuk fungsi permukiman
dan sosial ekonomi sesuai peraturan zonasi RTRW Kabupaten Lampung
Selatan, serta syarat dan ketentuan penggunaan dan pemanfaatan tanah
yang tercantum dalam pertimbangan teknis ini.
b. Seluas  426,80 m2 (2,13%), terindikasi berada dalam Kawasan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

B. Ketentuan dan syarat penguasaan dan pemilikan tanah adalah sebagai berikut:
a. Penguasaan dan/atau pemilikan tanah harus didasarkan pada alat bukti hak
atas tanah berupa bukti tertulis dan/atau bukti penguasaan tanah berupa alas
hak dan/atau surat pernyataan penguasaan tanah serta bukti peralihan hak
atas tanah;
b. Penguasaan dan/atau pemilikan tanah tidak boleh melebihi batas maksimum
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. Penguasaan dan/atau pemilikan tanah yang sudah diperoleh untuk segera
didaftarkan hak atas tanahnya;
d. Penguasaan dan/atau pemilikan harus memiliki fungsi sosial.

C. Ketentuan dan syarat-syarat penggunaan dan pemanfaatan tanah adalah sebagai


berikut:
a. Memperhatikan Kepentingan Umum
1. Rencana dan pengembangan lokasi usaha harus mempertimbangkan
ketersediaan tanah yang mencukupi untuk perkembangan kehidupan
masyarakat di dalam dan di sekitar lokasi yang dimohon.
2. Memberikan akses jalan masyarakat dan memelihara serta meningkatkan
akses jalan yang telah ada di dalam dan di sekitar lokasi tanah yang
dimohon.
3. Tidak menutup saluran drainase/pembuangan dan memelihara serta
meningkatkan saluran drainase/ pembuangan beserta fasilitasnya secara
terpadu baik pada lokasi rencana penggunaan dan pemanfaatan tanah
maupun di sekitarnya.
4. Rencana dan pengembangan lokasi usaha harus
menyediakan/mengembangkan prasarana, antara lain:
- Akses jalan dan saluran drainase/pembuangan kepada masyarakat
umum di dalam dan sekitar lokasi tanah yang dimohon, sesuai dengan
kebutuhan;
- Sarana dan prasarana publik (fasos dan fasum) dan
mengintegrasikannya dengan sarana dan prasarana yang ada sesuai
dengan perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah setempat;
- Ruang terbuka hijau.
5. Harus memperhitungkan ketersediaan air tanah bagi masyarakat sekitar,
serta menyediakan air bersih beserta sarana dan prasarananya bagi
masyarakat sekitar.

a. Memperhatikan Penggunaan dan Pemanfaatan tanah sekitarnya


Harus melakukan rekayasa teknis seperti instalasi pengolahan limbah, teknik
peredam suara, teknik vegetasi, ruang terbuka hijau dan sebagainya, sehingga
dapat menghindari polusi suara, tanah, udara, air, dan bau.

b. Memenuhi Asas Keadilan


1) Rencana penggunaan dan pemanfaatan tanah harus memungkinkan
berkembangnya kehidupan ekonomi masyarakat sekitar.
2) Rencana penggunaan dan pemanfaatan tanah harus memungkinkan
berkembangnya kehidupan sosial masyarakat sekitar.

c. Memenuhi Asas Keberlanjutan dengan memperhatikan kemampuan tanah


1. Rencana dan pengembangan lokasi tidak boleh menguasai sumber air atau
mata air, mengubah bentang alam secara besarbesaran.
2. Tidak boleh merusak atau menutup sumber air atau mata air, serta tidak
boleh mencemari situ, mata air atau tubuh air alami lainnya.
3. Penggunaan dan pemanfaatan tanah pada bidang-bidang datar atau dengan
lereng 0% – 3%, disyaratkan untuk menyediakan/ memperhatikan
ketentuan tata air diantaranya untuk tanah yang tergenang periodik wajib
dibangun sistem tata air seperti saluran drainase/pembuangan yang
memadai.

e. Memenuhi Ketentuan Peraturan Perundang-undangan


Penggunaan dan pemanfaatan tanah harus sesuai dengan fungsi kawasan
dalam Rencana Tata Ruang yang telah ditetapkan.

1. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 08


tahun 2017 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,
maka lokasi yang dimohon terindikasi berada di dalam Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan (LP2B). Untuk proses pendaftaran perubahan
penggunaan tanah, pemohon wajib melampirkan rekomendasi dari Dinas
Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.
2. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Republik Indonesia Nomor SK.666/MENLHK-PKTL/IPSDH/PLA.1/2/2021
tentang Penetapan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Perizinan
Berusaha, Persetujuaan Penggunaan Kawasan Hutan, atau Persetujuan
Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Baru Pada Hutan Alam Primer dan
Lahan Gambut Tahun 2021 Periode I, maka lokasi yang dimohon berada di
luar kawasan hutan.

3. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 15


Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung
Selatan Tahun 2011-2031, maka ketentuan umum peraturan zonasi
ditetapkan sebagai berikut.

1) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan pertanian


tanaman pangan (pasal 111) meliputi:
kegiatan yang diizinkan meliputi:
 kawasan terbangun baik permukiman, maupun fasilitas sosial
ekonomi, diutamakan pada lahan pertanian tanah kering;
 bangunan prasarana penunjang pertanian pada lahan pertanian
beririgasi; dan
 prasarana penunjang pembangunan ekonomi wilayah.
kegiatan yang diizinkan bersyarat meliputi:
 kegiatan wisata alam berbasis ekowisata;
 pembuatan bangunan penunjang pertanian, penelitian dan
pendidikan; dan
 permukiman petani pemilik lahan yang berdekatan dengan
permukiman lainnya.
kegiatan yang dilarang meliputi:
 pengembangan kawasan terbangun pada lahan sawah beririgasi;
 lahan pertanian pangan berkelanjutan tidak boleh dialihfungsikan
selain untuk pertanian tanaman pangan; dan
 kegiatan sebagai kawasan terbangun maupun tidak terbangun yang
memutus jaringan irigasi.

2) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan hortikultura


(pasal 112) meliputi:
kegiatan yang diizinkan meliputi:
 kawasan terbangun baik permukiman, maupun fasilitas sosial
ekonomi, diutamakan pada lahan pertanian tanah kering;
 bangunan prasarana penunjang hortikultura yang beririgasi; dan
 prasarana penunjang pembangunan ekonomi wilayah.
kegiatan yang diizinkan bersyarat meliputi:
 kegiatan wisata alam berbasis ekowisata;
 pembuatan bangunan penunjang pertanian, penelitian dan
pendidikan; dan
 permukiman petani pemilik lahan yang berdekatan dengan
permukiman lainnya.
kegiatan yang dilarang meliputi:
 pengembangan kawasan terbangun pada lahan hortikultura yang
produktivitasnya tinggi;
 kegiatan sebagai kawasan terbangun maupun tidak terbangun yang
memutus jaringan irigasi; dan
 kegiatan yang memiliki potensi pencemaran.

4. Berdasarkan Petunjuk Teknis Pertimbangan Teknis Pertanahan Tahun 2022


halaman 21 dan 22, bahwa tersedia bersyarat apabila rencana kegiatan
penggunaan tanah dalam lokasi yang dimohon masih terdapat
kemungkinan untuk disetujui (apabila dalam ketentuan umum peraturan
zonasi masih diperbolehkan atau diperbolehkan bersyarat, atau berada di
dalam Kawasan lindung tertentu yang masih dimungkinkan untuk diproses
pengeluarannya dari status Kawasan tersebut), atau penggunaan dan
pemanfaatan tanahnya dibatasi oleh kebijakan tertentu seperti :
 Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(LP2B).

D. Ketentuan perolehan Tanah dan peralihan Hak Atas Tanah (bagi pemohon
Pelaku Usaha yang belum memiliki/menguasai tanah):

a. Dapat melakukan perolehan tanah setelah memperoleh Persetujuan KKPR atau


Rekomendasi KKPR dalam jangka waktu sesuai masa berlakunya KKPR;

b. Wajib mendaftarkan tanah yang telah diperoleh pada Kantor Pertanahan


setempat paling lama 1 (satu) tahun sejak berakhirnya masa berlaku KKPR;

c. Wajib menggunakan dan memanfaatkan tanah yang telah diperoleh sesuai


dengan rencana kegiatan berusahanya;

d. Selama belum dibebaskan, semua hak atau kepentingan pihak lain yang sudah
ada atas tanah pada lokasi yang dimohon tidak berkurang dan tetap diakui
haknya, termasuk kewenangan yang menurut hukum dipunyai oleh pemegang
Hak Atas Tanah untuk memperoleh tanda bukti hak (sertipikat), dan
kewenangan untuk menggunakan dan memanfaatkan tanahnya bagi keperluan
pribadi atau usahanya sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku, serta
kewenangan untuk mengalihkannya kepada pihak/perseorangan lainnya.

e. Pertimbangan Teknis Pertanahan bukan merupakan alas hak atas tanah


ataupun izin membuka tanah.

f. Peta Risalah Pertimbangan Teknis Pertanahan sebagaimana terlampir


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Risalah Pertimbangan Teknis
Pertanahan ini.
Kalianda, 05 Juli 2022
Tim Pertimbangan Teknis Pertanahan,

Ketua,
Drs. HOTMAN SARAGIH, [Link]
NIP. 196505271992031003 ………………………………

Sekretaris,
AMIRUDDIN, S. SiT., M.H.
NIP. 197502081996031001 ……………………………

Anggota,
MUHAMMAD FUAD YULIANDI, [Link]
NIP. 198607272006041001 1. ………………………..

WINARNO, S.S.T., M.H.


NIP. 197903081999031003 2. ………………………..

NOVI ARYANA, S.H., M.H.


NIP. 197703111997032002 3. ………………………..

CANDRA CAHYADI, S. SiT


NIP. 197505271996031001 4. ………………………..

EKO DIDI SETIAWAN, S.H.


NIP. 198310052005021001 5. ………………………..

Anda mungkin juga menyukai