ICRA
PROGRAM
Infection Control Risk Assesment
Bernadetta Indah
Mustikawati
SiloamHospitals Surabaya
Email ;
[Link]@[Link]
m
081330401382
HASIL BELAJAR
Peserta mampu Peserta mampu
menyusun Infection menyusun Infection
Control Risk Control Risk
Assesment (ICRA) Assesment (ICRA)
Program PPI Kosntruksi
INDIKATOR HASILBELAJAR
Menjelaskan Definisi dan tujuan
1 ICRA Program
2 Menjelaskan Ruang Lingkup ICRA
Program
Melakukan penyusunan ICRA
3 Program PPI
INDIKATOR HASILBELAJAR
Menjelaskan Definisi dan tujuan
1
ICRA Konstruksi
Menjelaskan Ruang Lingkup ICRA
2
Konstruksi
3 Melakukan penyusunan ICRA Konstruksi
Definisi dan tujuan
1
ICRA
MATERIPOKOK Ruang Lingkup
2
ICRA Program
Langkah
3
penyusunan ICRA
Program PPI
Apa yang
dapat
ditimbulkan ?
INFEKSI
Apa yang harus dilakukan RS ?
PENGERTIAN
RISIKO
• Potensi terjadinya kerugian
yang dapat ditimbulkan dari
proses kegiatan saat sekarang
atau kejadian dimasa datang
• Sebagai kemungkinan
kolonisasi mikroorganisme
atau infeksi pada pasien atau
petugas kesehatan yang
timbul dari aktivitas di dalam
fasilitas kesehatan.
PENGERTIAN
RISIKO ASSESMEN
Suatu proses pemeriksaan
keamanan dengan suatu struktur
tertentu, pembuatan suatu
rekomendasi khusus, dan
rekomendasi pengambilan
keputusan dalam suatu proyek
dengan menggunakan
analisis risiko, perkiraan risiko,
dan informasi lain yang memiliki
potensi untuk mempengaruhi
keputusan
PENGERTIAN
RISIKO
MANAGEMEN
Suatu pendekatan proaktif
untuk mengidentifikasi, menilai
dan menyusun prioritas risiko,
dan pengelolaannya dengan
tujuan untuk menghilangkan
atau meminimalkan dampak
yang ditimbulkan.
Infection Control
Risk Assemen
• Proses multidisiplin yang fokus
pengurangan infeksi, dengan
mempertimbangkan populasi pasien,
fasilitas, agen infeksi dan lingkungan
perawatan.
• Pengkajian yang dilakukan secara kualitatif
dan kuantitatif terhadap risiko infeksi di
fasilitas pelayanan kesehatan dengan
mengkaji dampak yang dapat ditimbulkan jika
risiko benar-benar terjadi, dan mengelolanya
jika risiko tidak dapat dihindari.
Tujuan ICRA Program
Menghindari
1 Risiko jadi aktual 2 Menghindari
fiejadian Tidak
Diharapkan
3 Pasien &
petugas tidak 4 Menghindari
kerugian
terkena infeksi finansial
RuangLingkup
1 Infeksi terkait 4 Alat Kesehatan 6 Outbreak
penggunaan alat
2 Aktifitas
Perawatan Kebijakan &
5 Kesehatan kerja 7
Prosedur
3 Lingkungan
ICRA pada Kejadian Infeksi
Dikaitkan dg penggunaan alkes
1 2 3 4 5
IAD ISK VAP IDO Plebitis
Infeksi Infeksi Ventilator Infeksi
Aliran Saluran Associated Daerah
Darah Kemih Pneum onia O perasi
ICRA Terhadap Aktifitas Perawatan
(Dalam Pencegahan)
• Kurang tepatnya penanganan jenazah
infeksius
• Kurang patuhnya staf pelayanan
makanan dalam menggunakan APD
• Temperatur Freezer di unit Gizi tidak
sesuai standar
• Trolly untuk transportasi makanan
tidak tertutup, dan
sebagainya
ICRA Terhadap Lingkungan
• Penganan limbah kurang tepat
• Makan dan minum yang tidak benar di
lingkungan kamar bedah
• Infeksi dari kurang adekuatnya proses
sterilisasi, dan sebagainya
• Prosedur pembersihan peralatan dan
Lingkungan yang belum maksimal
ICRA pada Alat Kesehatan
• Penanganan obat dan peralatan
injeksi yang tidak tepat
• Pembersihan dan desinfeksi
perangkat point-of-care yang
tidak tepat
• Pembersihan dan desinfeksi
peralatan yang digunakan
bersama yang tidak tepat
• Kurang tepatnya pemisahan
antara persediaan bersih dan
kotor / terkontaminasi, dan
sebagainya
ICRA pada Kesehatan Kerja
• Tingkat imunisasi influenza
yang rendah di antara staf
• Tingkat vaksinasi COVID-19
yang rendah pada staf
• Rendahnya kepatuhan
terhadap skrining
tuberkulosis (TB) tahunan
di antara staf, dan
sebagainya
• Rendahnya pemberitahuan
sakit dari staf
ICRA pada OUTBREAK
• Influenza
• Patogen virus respirasi
lain
• Konjuctivitis
• Scabies
• Multi Drugs Resistance
Organism (MDRO), dan
sebagainya
ICRA pada Kebijakan & Standar
• Kurangnya kebijakan atau
SPO terkait pencegahan
dan pengendalian infeksi
• Kegagalan mematuhi
kebijakan/SPO
penyuntikan yang aman
atau penggunaan alat
single use
Langkah
Penyusunan ICRA
Langkah
1
Identifikasi Risiko
DAFTAR RISIKO
Langkah- Langkah
Identifikasi Risiko
a. b. c. d. e. f.
Mengidentifikasi Mengumpulkan Mengidentifikasi Mengidentifikasi Mencari Mengidentifikasi
aktifitas yang data dan agen infeksius cara penularan, penyebab dari apakah penyebab
membahayakan informasi tentang yang terlibat, misalnya kontak, risiko-risiko yang dapat dikendalikan
pasien, petugas risiko yang misalnya jenis droplet, dan telah (controllable) atau
kesehatan atau mungkin terjadi mikroba, dosis udara. diidentifikasi tidak dapat
pengunjung atas kegiatan infektif dan dikendalikan
tersebut virulensi (uncontrollable)
Langkah
ANALISIS RISIKO
Grading Matrix
GRADING MATRIX
01 02 03
PROBABILITY DAMPAK SYSTEM
Seberapa sering Bagaimana oPeraturan
kemungkinan kemungkinan
terjadi dampak yang
oFasilitas
ditimbulkan ?
oPelaksanaan
PROBABILITY
TINGKAT
RISIKO DESKRIPSI FREKUENSI KEJADIAN
1 Rare Sangat Jarang (> 5 thn/kali)
2 Unlikely Jarang (Frekuensi >2-5 tahun/kali)
3 May be Kadang (Frekuensi 1-2 tahun/kali )
4 Likely sering ( beberapa kali /tahun )
5 Almost certain Sangat Sering ( tiap minggu/bulan)
DAMPAK
TINGKAT
DESKRIPSI DAMPAK
RISIKO
1 Minimal clinical Tidak ada cedera
Moderate clinical o Cedera ringan , mis luka lecet
2
o Dapat diatasi dengan pertolongan pertama
Prolonged length of o Cedera sedang, mis : luka robek
stay o Berkurangnya fungsi
motorik/sensorik/psikologis atau intelektual
3 (reversibel ). Tidak berhubungan dengan
penyakit
o Setiap kasus yg memperpanjang perawatan
Temporer loss of o Cedera luas/berat, mis : cacat, lumpuh
function o Kehilangan fungsi motorik/sensorik/ psikologis
4 atau intelektual (irreversibel), tidak
berhubungan dengan penyakit
Katatropik Kematian yang tidak berhubungan dengan
5
perjalanan penyakit
SYSTEM
TINGKAT
RISIKO DESKRIPSI FREKUENSI KEJADIAN
1 Solid Peraturan ada, fasilitas ada, dilaksanakan
Peraturan ada, fasilitas ada, tidak selalu
2 Good
dilaksanakan
Peraturan ada, fasilitas ada, tidak
3 Fair
dilaksanakan
Peraturan ada, fasilitas tidak ada, tidak
4 Poor
dilaksanakan
5 None Tidak ada peraturan
Skoring dan Rangking
Prioritas Risiko
Probability Dampak Sistem Yang Ada
Kejadian/ Jumlah
RANGKING
Kondisi Skor
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Infeksi Daerah
Operasi (IDO)
Infeksi Aliran Darah
(IAD)
Infeksi Saluran
Kemih (ISK)
Ventilator
Associated
Pneumonia (VAP)
GRADING MATRIX
Perhitungan
Probability X Dampak X System
Cara
membuat
PRIORITAS
Urutkan sesuai rangking
Contoh Kasus
Probability Dampak Sistem Yang Ada
Kejadian/ Jumlah
RANGKING
Kondisi Skor
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Infeksi Daerah
Operasi (IDO)
Infeksi Aliran Darah
(IAD)
Infeksi Saluran
Kemih (ISK)
Ventilator
Associated
Pneumonia (VAP)
Kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada tahun 2022 sebanyak 12
kasus.
Menyebabkan hari rawat pasien bertambah, penyembuhan luka lama, dan
pasien mengalami cemas, takut lukanya tidak dapat menutup rapat.
Hasil investigasi Tim PPI dan unit terkait didapatkan :
o Panduan pencegahan (bundles) IDO sudah ada dan sudah disosialisasikan
o Fasilitas untuk pencegahan IDO di
rumah sakit ini sudah ada
o Bundles pencegahan IDO tidak dilakukan secara konsisten
Skoring dan Rangking
Prioritas Risiko
Probability Dampak Sistem Yang Ada
Kejadian/ Jumlah
RANGKING
Kondisi Skor
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Infeksi Daerah 5 3 2 30
Operasi (IDO)
Infeksi Aliran Darah
(IAD)
Infeksi Saluran
Kemih (ISK)
Ventilator
Associated
Pneumonia (VAP)
GRADING MATRIX
Komunikasi dan Konsultasi
Komunikasi
Komite dan UNIT
PPI Konsultasi
❑ Rapat
❑ Sosialisasi
❑ Forum pengelola risiko
Langkah
3
Evaluasi Risiko
❑ Membuat keputusan
terkait risiko prioritas
❑ Mendapat gambaran untuk
pengelolaan risiko
Evaluasi Risiko
PETUNJUK
LEVEL WAKTU
PENERIMAAN PENANGANAN
RISIKO PENANGANAN
RISIKO
o Menghentikan atau mengisolasi
sumber risiko
o Menyampaikan rekomendasi ke
direksi o Segera
Tidak dapat
Extreme o Hingga 1 bulan
diterima o Menerapkan pengendalian risiko
o Berkelanjutan
segera
o Memantau, mereview, &
mendokumentasikan kontrol
o Menerapkan pengendalian risiko
Umumnya tidak o 1 – 3 bulan
High o Memantau, mereview, &
dapat diterima o Berkelanjutan
mendokumentasikan pengendalian
o Menerapkan pengendalian risiko
Umumnya dapat o 3 – 6 bulan
Medium o Memantau, mereview, &
diterima o Berkelanjutan
mendokumentasikan pengendalian
Low
Dapat diterima Monitor dan review Berkelanjutan
Langkah
4
Pengendalian Risiko
❑ Dirancang sesuai selera
risiko
❑ Berupa : Panduan, SPO, PPK
Pengendalian Risiko
Mengubah Menghindari risiko
kemungkinan kejadian
Mengubah
dampak Mengambil
risiko
Berbagi risiko
Menghilangkan
kepihak lain
sumber risiko
Langkah – Langkah dalam Merancang Kegiatan
Pengendalian Risiko
5.
Rencana
4. kegiatan
Menetapkan pengendalian
kegiatan risiko
3. didokumentasi-
Terhadap risiko yang pengendalian
yang telah kan dalam
2. belum ada kegiatan
pengendaliannya dirancang. lembar Plan of
Kegiatan Action.
pengendalian yang maupun yang telah ada,
telah ada perlu namun dinilai kurang
1. dinilai efektifitasnya efektif perlu dirancang
kegiatan pengendalian
Berdasarkan dalam rangka
mengurangi yang baru/merevisi
hasil penilaian kegiatan pengendalian
probabilitas dan
risiko yang sudah ada.
dampak risiko
Contoh Rencana Pengendalian Risiko
No Jenis Kelompok Risiko Skor Prioritas Tujuan Strategi Waktu PIC
HAIs
1 Ventilator Associated Pneumonia 48 1 Menurunkan kejadian VAP • Reedukasi kepada dokter dan perawat tentang Mg 1 Okt Ka Unit
(VAP) menjadi <4.0/1 dalam waktu 3 bundles VAP 2023 ICU
bul an
• La kukan oral hygiene setiap 4-6 jam dengan Mg 2 Okt
chl orhexidine 0,02% 2023
• Ti nggikan kepala 45o
• Guna kan suction cl ose system
• La kukan fisio terapi dada setelah nebuliser
• Da n seterusnya
2 Infeksi Daerah Operasi (IDO) 36 2
3 Infeksi Aliran Darah (IAD) 18 3
4 Infeksi Saluran Kemih (ISK) 8 4
Kegiatan Perawatan
1 Rendahnya kepatuhan Hand Hygiene
2 Rendahnya penggunaan maximal
ba rri er saat insersi Central line
3 ds t
Lingkungan
CSSD
Laundry
Pemulasaraan Jenazah
Monitoring dan Review
Monitoring
Komite dan UNIT
PPI Review
❑Komponen penting dari proses manajemen
risiko
❑Memastikan bahwa risiko baru dapat
teridentifikasi
❑Analisis risiko diverifikasi terhadap data nyata
❑Pengendalian risiko diterapkan secara efektif.
Penugasan
Petunjuk Penugasan:
1. Dibagi menjadi 5 kelompok
2. Metode yang digunakan :Latihan
3. Membahas kasus analisa risiko infeksi
(HAIs) ICRA Program
4. Salah satu kelompok
mempresentasikan hasil dan
kelompok lain memberikan
tanggapan
PENUGASAN ICRA PROGRAM
KASUS Hasil Surveilans VAP
Kejadian Ventilator Associated RS sudah mempunyai SPO
Pneumonia (VAP) pada tahun Bundles pencegahan VAP, semua
2022 sebanyak 10 kasus (6,4 ‰). staf sudah mendapat edukasi
tentang bundles VAP, tapi masih
Sebagaian besar pasien banyak staf yang tidak
mengalami perpanjangan hari melaksanakan bundles VAP
rawat sampai 2 minggu. secara konsisten, padahal
semua fasilitas sudah sesuai
standar
PENUGASAN
KASUS Hasil Surveilans (IAD)
Kejadian Infeksi Aliran Darah (IAD)
terkait penggunaan Central Vena Panduan untuk mencegah
Catheter sepanjang tahun 2022 IAD (bundles IAD) sudah
sebanyak 6 kasus (5,4 ‰ ). disosialisasikan kepada PPA,
namun PPA belum konsisten
Dua pasien meninggal karena hal ini, melaksanakannya karena
dan yang lainnya mengalami fasilitas seperti transparan
perpanjangan hari rawat. dressing, chlorhexidine
antiseptik dan drape (doek)
belum tersedia.
FORM
GRADING MATRIX (Analisis Risiko)
No issue Probabilitas Dampak System yg Ada Skore Rangking
Resiko risiko
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
ICRA HAIs
1
5
Presentasi Kelompok
EVALUASI
1. Kapan ICRA Program dilakukan?
2. Jelaskan Langkah-Langkah penyusunan ICRA
Program ?
RANGKUMAN
1. ICRA Program dan ICRA Program disusun
Bersama team multidisplin/profesi
2. Pelaksanaan ICRA Program dilaksanakan 1
tahun sekali untuk membuat program PPI
periode selanjutnya
3. Pelaksanaan ICRA program harus
ditindaklanjuti untuk perbaikan mutu
pelayanan di Fasyankes
“ “"If the plan doesn't work, change the plan but
never the goal."”
Autor Unknown
Terimakasih