PENGARUH KERJASAMA TIM DAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA
PT. TELKOM AKSES PARE PARE
PROPOSAL PENELITIAN
NADYA DIANI PUTRI
1993141071
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2023
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Pengaruh Kerjasama Tim dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT. Telkom Akses Pare-Pare
Nama : Nadya Diani Putri
NIM : 1993141071
Program Studi : Manajemen
Menyetujui
Pembimbing I Pebimbing II
Muhammad Ichwan Musa, SE., [Link] Dr. Agung Widhi Kurniawan, ST., M.M
NIP: 00116027104 NIP: 19710423 200501 1 002
Mengetahui,
Ketua Pogram Studi Manajemen
Dr. Agung Widhi Kurniawan, ST., M.M.
NIP: 19710423 200501 1 002
i
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
I. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
A. Latar belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan masalah ............................................................................. 7
C. Tujuan penelitian............................................................................... 7
D. Manfaat penelitian ............................................................................ 8
II. TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 9
A. Kajian pustaka .................................................................................. 9
1. Kerjasama tim ................................................................................. 9
2. Disiplin kerja ................................................................................. 12
3. Kinerja ........................................................................................... 16
B. Penelitian terdahulu ........................................................................ 20
C. Kerangka Pikir ................................................................................ 21
D. Hipotesis ........................................................................................... 23
III. METODE PENELITIAN ................................................................... 24
A. Jenis penelitian ................................................................................ 24
B. Waktu dan tempat penelitian ......................................................... 24
C. Populasi dan sampel ........................................................................ 24
D. Variabel Penelitian .......................................................................... 25
E. Definisi operasional variabel .......................................................... 26
F. Instrumen penelitian ....................................................................... 27
G. Teknik pengumpulan data .............................................................. 27
H. Teknik analisis data ......................................................................... 28
1. Uji validitas dan realibitas.......................................................... 28
2. Uji Asumsi Klasik ........................................................................ 29
3. Uji Regresi Linier ........................................................................ 31
4. Uji Parsial ( Uji T) ....................................................................... 32
ii
5. Uji Simultan ( Uji F )................................................................... 32
6. Koefisien Determinasi (R2) ......................................................... 32
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 33
iii
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pertumbuhan ekonomi di indonesia yang terus berkembang sehingga
kemunculan perusahaan-perusahaan baru mengakibatkan terjadinya persaingan
yang semakin ketat. Persaingan ketat menuntut perusahaan untuk terus tumbuh
dan berkembang agar mampu bertahan dalam ketatnya persaingan tersebut.
Pertumbuhan dan perkembangan sebuah perusahaan agar dapat bertahan tidak
terlepas dari faktor sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan
kemampuan dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki karyawan. Sumber
daya manusia menjadi salah satu modal penting dalam mendukung
pertumbuhan dan perkembangan perusahaan karena manusia akan selalu
berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi sebab manusia menjadi
perencana, pelaku, penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan organisasi
tidak akan terwujud tanpa adanya peran karyawan meskipun perusahaan
memiliki alat modern dan canggih. Hal inilah yang membuat perusahaan akan
selalu berusaha mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki potensi dan
kinerja yang mampu memberikan kontribusi optimal terhadap perusahaan.
Kinerja karyawan menjadi aspek yang secara langsung berdampak pada
pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Simanjuntak (2018:15), kinerja adalah
ukuran hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan.
1
Selain itu, kinerja karyawan pada umumnya meliputi elemen kuantitas dan
kualitas hasil kerja, kehadiran dan kemampuan kerjasama (Simanjuntak dkk,
2018:15). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja menjadi tolak
ukur keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Apabila karyawan
mampu memberikan kinerja optimalnya pada setiap tugas yang diberikan, maka
tujuan perusahaan akan cepat tercapai.
Kerjasama tim adalah suatu kemampuan untuk bekerja bersama dalam
meraih visi dan misi bersama. Atau dengan kata lain, kerjasama tim adalah suatu
kemampuan yang kuat untuk mengarahkan dan mendorong para pekerja dalam
menuju dan meraih tujuan organisasi secara bersama-sama. Itulah mengapa
kerjasama tim menurut para ahli adalah suatu hal yang harus dibangun dan
dijaga dengan baik. Jika tidak, tujuan perusahaan akan sulit tercapai. Kerjasama
tim dapat terwujud dengan baik apabila sekelompok orang bekerja secara
kohesif demi menuju tujuan bersama dengan menciptakan suasana dan
lingkungan kerja yang positif, aman, nyaman, serta menggabungkan kekuatan
masing-masing individu dalam meningkatkan kinerja tim yang kuat.
Perusahaan sangat membutuhkan kerjasama tim yang solid agar bisa
melengkapi proses pencapaian tujuan perusahaan. Pekerjaan pada perusahaan
tidak akan terlaksana dengan baik aplabila karyawan tidak bekerja sama secara
selaras. Kerjasama tim adalah kelompok yang usaha individualnya
menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Tim
kerja yang positif akan menghasilkan usaha yang terkoordinasi. Hal ini
mengartikan bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada
2
kinerja perindividu. Walau demikian, kerjasama tim harus efektif supaya
memberikan kontribusi yang baik bagi kinerja karyawan dan hasil kerja dalam
suatu perusahaan.
Menurut eva silvasi lawasi et al., dalam Ternner dan Detoro, (2017) bahwa:
“team works is group of individuals working together to reach a common soal.”
Definisi kerjasama tim tersebut menjelaskan bahwa kerjasama tim adalah
kelompok orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama
dan tujuan tersebut akan lebih mudah dilakukan dengan melakukan kerjasama
tim daripada dilakukan perindividu. Hal ini diperkuat oleh Eva silvani Lawasati
et al., dalam Gaspersz, (2017) bahwa sumber daya manusia pada semua tingkat
organisasi merupakan faktor yang sangat penting bagi organisasi dan
keterlibatan mereka secara penuh akan memungkinkan kemampuan mereka
digunakan untuk manfaat organisasi. Proses meningkatkan kinerja karyawan
adalah proses yang sangat penting untuk keuntungan financial perusahaan,
proses tersebut juga berpengaruh untuk membangun reputasi baik bagi
perusahaan di kalangan masyarakat.
Selain kerjasama tim, faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan
dalam suatu perusahaan yaitu kedisiplinan saat berkerja. Dalam sebuah
organisasi disiplin kerja dibutuhkan untuk menunjang karyawan agar dapat
meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur
perusahaan. Disiplin kerja merupakan aspek penting dalam organisasi, dalam
hal ini disiplin kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan lebih
mengarahkan pegawai pada aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
3
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo et al. (2021) dan
Saerang (2017) disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan. Dari penelitian tersebut dapat diakatakan bahwa kinerja dapat
ditingkatkan melalui disiplin kerja. Oleh karena itu aturan yang ada dalam
sebuah organisasi dajalankan dengan benar oleh setiap karyawannya maka akan
membuat proses menjalankan tugas berjalan dengan baik.
Terdapat penelitian yang menyatakan adanya pengaruh kerjasama tim dan
disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Hidayat (2021), Saerang (2017),
Tampubolon et al. (2020) menyatakan bahwa kerjasama tim berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun penelitian dari Hilmawan (2020)
dan Saerang (2017) menyatakan bahwa kerjasama tim dan disiplin kerja tidak
berpengaruh signifikan terhdap kinerja karyawan. Perbedaan hasil penelitian ini
menjadi celah atau gap research begi penulis untuk melakukan penelitian ini.
Adanya perbedaan hasil penelitian tersebut maka peneliti menawarkan
kerjasama tim dan disiplin kerja menjadi variabel bebas.
Berdasarkan wawancara kepada salah satu pegawai di PT. Telkom Akses
Pare-Pare yaitu Iga Amalia Rosal pada tanggal 21 Juni 2023, sumber daya
manusia berpengaruh besar terhadap tercapainya tujuan perusahaan.
Permasalahan yang timbul dalam perusahaan ini mengenai kinerja
karyawan terkait Kerjasama tim merupakan suatu indikasi bahwa peranan
manajemen sebagai pengelola sumber daya manusia diperlukan. Bahkan dalam
suatu kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan maka dibutuhkan Kerjasama
tim untuk memberikan dampak baik terhadap kinerja karyawan dan pencapaian
4
tersebut dapat dilihat dari hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Akan tetapi masalah yang sering juga muncul
terkait Kerjasama tim adalah kurangnya kekompakan dan Kerjasama karyawan
sehingga membuat pekerjaan yang dilakukan pada perusahaan kadang tidak
selesai sesuai dengan tenggat yang diberikan dan secara tidak langsung
performa yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang di harapkan.
GAMBAR 1.1
KEHADIRAN KARYAWAN PT.
TELKOM AKSES PARE-PARE
PADA BULAN JANUARI 2023
tepat waktu terlambat
80%
70%
60%
60%
40%
40%
30%
20%
MINGGU 1 MINGGU 2 MINGGU 3 MINGGU 4
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di
PT. Telkom Akses Pare-Pare, pada minggu pertama bulan januari 2023
diperoleh sebanyak 80% karyawan yang datang tepat waktu dan 20% karyawan
yang datang terlambat, selanjutnya pada minggu kedua 70% karyawan datang
tepat waktu dan 30% karyawan datang terlambat, kemudian minggu ketiga
terjadi penurunan 40% karyawan datang tepat waktu dan meningkat manjadi
60% karyawan datang terlambat, selanjutnya pada minggu keempat sebanyak
5
60% karyawan datang tepat waktu dan 40% karyawan datang terlambat. Data
keterlambatan karyawan di perusahaan ialah fluktuasi (ketidaktetapan), data
tersebut menunjukkan grafik naik dan turun. Berdasarkan data keterlambatan
yang diperoleh ini menunjukkan hal tersebut dapat menghambat pekerjaan dari
karyawan, dan akan menurunkan kinerja pada perusahaan tersebut. Jika kondisi
tersebut terjadi pada akhirnya akan menurunkan efektivitas perusahaan dalam
mencapai tujuan, dan kondisi ini akan merugikan perusahaan dan hal tersebut
harus dihindari oleh perusahaan.
Padahal, karyawan pada Pt. Telkom Akses Pare-Pare memiliki waktu masuk
yaitu pada pukul 08.00 pagi. Namun nyatanya masih ada beberapa karyawan
yang terkadang tiba di kantor melewati batas jam yang telah ditetapkan. Dengan
berbagai alasan salah satunya yang paling sering yaitu macet dalam perjalanan.
Meskipun hal tersebut tidak menjadi habbit pegawai namun hal ini tetap saja
tidak dibenarkan adanya. Selain datang tidak tepat waktu, beberapa pegawai
sering mengabaikan pearaturan tata tertib, seperti meninggalkan ruangan
dengan alasan personal saat jam operasional masih berlangsung. Hal ini sangat
berdampak pada kinerja mereka karena akan menghambat pekerjaan dan juga
mempengaruhi tugas yang apabila dikerjakan secara tim work.
Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk
melakukan panelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Kerjasama tim
dan Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses
Pare-Pare”
6
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka ditemukan masalah yang
dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah kerjasama tim berpengaruh secara parsial terhadap kinerja
karyawan pada PT. Telkom Akses Pare-Pare?
2. Apakah disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja
karyawan PT. Telkom Akses Pare-Pare?
3. Apakah kerjasama tim dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan
terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses Pare-Pare?
C. Tujuan penelitian
Adapun tujuan penulisan dilakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah kerjasama tim mempunyai pengaruh secara
parsial terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses Pare-Pare
2. Untuk mengetahui apakah disiplin kerja mempunyai pengaruh secara
parsial terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses Pare-Pare
3. Untuk mengetahui apakah kerjasama tim dan disiplin kerja berpengaruh
secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses Pare-
Pare
7
D. Manfaat penelitian
Manfaat penelitian pada PT. Telkom Akses Pare-Pare sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam bidang
menejemen terlebih mengenai kerjasama tim, disiplin kerja, dan kinerja
karyawan.
2. Manfaat praktis
a. Bagi PT. Telkom Akses Pare-Pare
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan PT.
Telkom Akses yang berhubungan dengan kerjasama tim dan disiplin
kerja juga sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan.
b. Bagi peneliti
Sebagai upaya menambah pengetahuan dan pengalaman yang lebih
mendalam mengenai pengaruh kerjasama tim dan disiplin kerja
karyawan pada perusahaan.
c. Bagi universitas
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan
kontribusi penambah ilmu pengetahuan khususnya dalam
mengembangkan penelitian tentang pengaruh kerjasama tim an
disiplin kerja terhadap kinerja karyawan serta menjadi bahan bacaan
di perpustakaan universitas dan menjadi referensi bagi mahasiswa
lain.
8
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian pustaka
1. Kerjasama tim
a. Pengertian kerjasama tim
Tim adalah sebuah unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih
yang berinteraksi dan mengoordinasikan pekerjaan mereka untuk
menyelesaikan sebuah tugas yang spesifik. Adapun definisi tim
menurut Wayne (Alisyahbana dkk.,2015:6), yaitu sebuah
kelompok kerja yang lengkap atau memiliki satu tujuan kerja yang
para anggotanya paling sedikit memiliki satu tujuan kerjasama dari
seluruh anggotanya. Tim beranggotakan orang-orang memiliki
keahlian yang berbeda-beda dan dikoordinasikan untuk bekerja
sama dengan pimpinan. Terjadi saling ketergantungan yang kuat
antar anggota untuk mencapai sebuah tujuan atau untuk
menyelesaikan sebuah tugas.
Kerjasama tim adalah kinerja kelompok berkaitan dengan
produk yang dihasilkan, proses dilaksanakan dengan orang-orang
yang terlibat (Sharma, dkk. 2012:10). Menurut Bachtiar (Muhti,
2017:118), kerjasama tim merupakan sinergitas kekuatan dari
beberapa orang dalam mencapai satu tujuan yang diinginkan dengan
menyatukan kekuatan ide-ide yang akan mengantarkan pada
kesuksesan. Kerjasama tim jugadapat didefinisikan sebagai
kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok orang yang
9
tergabung dalam satu organisasi (Ulvatunajah dan Cahyosputro,
2019:1186). Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, disimpulkan
bahwa kerjasama tim adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua
orang atau lebih yang bersinergi menyatukan kekuatan ide untuk
mencapai tujuan yang sama dan menghasilkan sebuah penyelesaian
tugas. Kerjasama tim ini memiliki peranan penting terhadap kinerja
karyawan dikarenakan setiap anggota dapat saling membantu
penyelesaian tugas dan masalah yang muncul melalui komunikasi
dalam tim (Kusuma & Sutanto, 2018:423).
b. Faktor-Faktor Yang Mendasari Terbentuknya Kerjasama Tim
Terbentuknya suatu kerjasama tim didasari oleh beberapa
faktor-faktor yang berperan penting didalamnya. Menurut
Muhammad Hatta et al., dalam Poernomo, (2017) ada beberapa
faktor yang mendasari dibentuknya sebuah kerjasama tim dalam
suatu organisasi, yaitu sebagai berikut:
1) Rasa tanggung jawab dari dua orang atau lebih dapat
membuat pekerjaan lebih serius dikerjakan.
2) Saling berkontribusi dalam mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan instansi.
3) Anggota tim dapat saling mengenal atau saling percaya,
sehingga mereka dapat saling membantu.
4) Kerjasama tim dapat membina kekompakan dalam suatu
instani.
10
c. Indikator-Indikator Kerjasama Tim
Kerjasama tim merupakan proses dan strategi yang dibangun
untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan, sehingga pada
kerjasama tim ini terdapat beberapa indikatorindikator yang bisa
digunakan. Menurut Farhan Elang Ibrahim et al., dalam Sibarani,
(2021) menetapkan indikator kerjasama tim sebagai berikut:
1. Kerjasama
Kerjasama dilakukan oleh sebuah tim lebih efektif daripada
kerja secara individual. Kontribusi tiap-tiap individu dapat
menjadi sebuah kekuatan yang terintegrasi. Individu
dikatakan bekerja sama jika upaya-upaya dari setiap
individu tersebut secara sistematis terintegrasi untuk
mencapai tujuan bersama. Semakin besar integrasinya
semakin besar tingkat kerja samanya.
2. Kepercayaan
Kepercayaan adalah keyakinan bahwa seseorang sungguh-
sungguh dengan apa yang dikatakan dan dilakukannya.
Kerjasama tim yang berkinerja tinggi dicirikan oleh
kepercayaan (trust) timbal balik yang tinggi di antara
anggota-anggotanya. Artinya para anggota meyakini akan
integritas, karakter dan kemampuan setiap anggotanya.
3. Kekompakan
11
Kekompakan adalah tingkat solidaritas dan perasaan positif
yang ada dalam diri seseorang terhadap kelompoknya.
2. Disiplin kerja
a. Pengertian disiplin kerja
Disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat
karyawan terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan yang
apabila peraturan perusahaan diabaikan atau sering dilanggar,
maka karyawan mempunyai disiplin kerja yang buruk.
Menurut Hasibuan (2016:193), kedisiplinan adalah
kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisiplinan
adalah fungsi operatif sumber daya manusia yang terpenting karena
semakin baik disiplin pegawai semakin tinggi prestasi kerja yang
dapat dicapainya. Menurut Sutrisno (2016:86), menjelaskan bahwa
disiplin adalah perilaku seseorang yang sesuai dengan peraturan,
prosedur kerja. Disiplin juga dapat didefinisikan sebagai suatu sikap
atau perbuatan untuk selalu menaati tata tertib (Sutrisno, 2016:86).
Dalam literatur lain disebutkan bahwa disiplin kerja merupakan
tindakan yang dilakukan oleh manajemen untuk mendorong para
anggota organisasi atau karyawan guna memenuhi tuntutan
berbagai ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan (Siagian
dalam Satria & Dewi, 2018:171).
12
Berdasarkan pada pendapat tersebut dapat disimpulkan
bahwa disiplin kerja merupakan sikap atau perbuatan yang
dilakukan oleh karyawan dalam menaati peraturan dan ketetapan
perusahaan. Disiplin kerja menjadi salah satu faktor penting dalam
pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan dikarenakan disiplin
kerja mampu meningkatkan kinerja karyawan melalui penegakan
peraturan dan keteraturan kerja. Disiplin kerja ini dapat berdampak
pada keteraturan sistem kerja perusahaan dan membantu perusahaan
untuk dapat mempercepat tercapainya tujuan perusahaan.
b. Pelaksanaan disiplin kerja
Disiplin diperlukan untuk mengatur tindakan kelompok yang
setiap anggotanya harus mampu mengendalikan dorongan hatinya
dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Karyawan dituntut
untuk secara sadar tunduk pada aturan perilaku yang diadakan
oleh kepemimpinan organisasi yang ditujukan pada tujuan yang
hendak dicapai. Dalam pelaksanaan disiplin kerja, peraturan dan
ketetapan perusahaan hendaknya masuk akal dan bersifat adil bagi
seluruh karyawan. Selain itu, peraturan yang ditetapkan juga harus
dikomunikasikan sehingga para pegawai tahu apa yang menjadi
larangan dan apa yang tidak (Ranupandoyo dan Masnan dalam
Sutrisno, 2016:94). Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno
(2016:94) peraturan-peraturan yang berkaitan dengan disiplin
antara lain:
13
1) Peraturan jam masuk, pulang, dan jam istrahat.
2) Peraturan dasar tentang berpakaian, dan bertingkah laku
dalam pekerjaan.
3) Peraturan cara-cara melakukan pekerjaan dan berhubungan
dengan unit kerja lain.
4) Peraturan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh
dilakukan oleh para pegawai selama dalam organisasi dan
sebagainya.
c. Indikator disiplin kerja
Indikator yang mempengaruhi kedisiplinan menurut
Hasibuan (2016:194-198) diantaranya:
1) Tujuan dan kemampuan
Tujuan yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai dengan
kemampuan karyawan bersangkutan, agar karyawan bersungguh
- sungguh dan disiplin dalam mengeijakannya.
2) Teladan pimpinan
Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan
kedisiplinan karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan
panutan oleh para karyawannya. Pimpinan harus memberikan
contoh yang baik, berdisiplin baik, jujur, adil, serta sesuai kata
dengan perbuatan.
14
3) Keadilan
Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan,
karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting
dan ingin diperlakukan sama dengan manusia lainnya. Dengan
keadilan yang baik akan mnciptakan kedisiplinan yang baik
pula.
4) Pengawasan melekat (waskat)
Waskat efektif meransang kedisiplinan dan moral kerja
karyawan karena karyawan merasa mendapat perhatian,
bimbingan, petunjuk, pengarahan dan pengawasan dari
atasannya.
5) Sanksi hukuman
Dengan sanksi hukuman yang semakin berat, karyawan akan
semakin takut melanggar aturan-aturan perusahaan, sikap dan
perilaku tidak patuh karyawan akan berkurang.
6) Ketegasan
Pimpinan harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum
setiap karyawan yang tidak patuh sesuai dengan sanksi hukuman
yang telah ditetapkan. Pimpinan yang berani bertindak tegas
menerapkan hukuman bagi karyawan yang tidak patuh akan
disegani dan diakui kepemimpinannya oleh karyawannya.
Dengan demikian, pimpinan akan dapat memelihara
kedisiplinan karyawan perusahaan .
15
7) Hubungan kemanusiaan
Terciptanya human relationship yang serasi akan mewujudkan
lingkungan dan suasana kerja yang nyaman. Hal ini memotivasi
kedisiplinan yang baik pada perusahaan, jadi kedisiplinan
karyawan akan tercipta apabila hubungan kemanusiaan dalam
perusahaan tersebut baik.
3. Kinerja
a. Pengertian kinerja
Menurut Mangkunegara (2013) Kinerja adalah hasil kerja
secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan. Penilaian kinerja adalah proses dimana organisasi
mengawasi pelaksanaan kerja individu. Dalam penilaian kinerja
dinilai kontribusi karyawan kepada organisasi selama periode
tertentu. Umpan balik penilaian kinerja memungkinkan karyawan
mengetahui seberapa baik mereka bekerja jika dibandingkan dengan
strandar organisasi. Kinerja karyawan berupa hasil kerja atau taraf
kesuksesannya dalam melaksanakan pekerjaan (Kaswan, 2012).
Perusahaan ataupun organisasi pemerintah dalam mencappai
tujuan harus melalui kegiatan-kegiatan yang digerakkan oleh
sekelompok orang yang ada diorganisasi tersebut. Keberhasilan
suatu perusahaan atau organisasi dalam melaksanakan tugasnya
dapat dilihat dari kinerja karyawannya. Kinerja harus dijadikan
16
bahan ealuasi bagi suatu perusahaan ataupun organisasi. Kinerja
yang baik tentu saja merupakan harapan bagi semua perusahaan dan
institusi yang memperkerjakan karyawan, sebab kinerja karyawan
ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Jika kinnerja karyawan baik maka
kinerja perusahaan akan baik pula, demikian sebaliknya, kalau
kinerja karyawan tidak baik maka akan tidak baik pula kinerja
perusahaannya (Edison, 2016).
Menurut Sandy (2015) kinerja adalah hasil atau tingkat
keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertenti
di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai
kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau kriteria yang
telah ditentukan dan disepakati bersama.
Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan,
usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.
Sedangkan menurut (Sulistiyani & Rosida, 2009) menyatakan
bahwa kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari
fungsi pegawai tertentu atau kegiatan yang dilakukan selama
periode waktu tertetu. Kinerja diartikan sebagai segala kecakapan
yang berpengaruh pada hasil kerja di dalam suatu wewenang jabatan
dan tanggung jawab kerja yang dapat dipertanggung jawabkan
padasuatu organisasi.
17
Berdasarkan beberapa uraian pengertian kinerja di atas maka
dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil secara
kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan, sesuai
wewenang dan tanggung jawab yang dimilikinya dimana tercapai
hasil yang lebih baik bagi perusahaan. Pengukuran kinerja
perusahaan atau organisasi, dapat dilakukan dengan menggunakan
penilaian kinerja.
b. Tujuan Penilaian Kinerja
Menurut (Fahmi, 2016) tujuan dilakukannya penilaian kinerja
bagi para karyawan, yaitu:
1) Tujuan evaluasi
Seorang pemimpin menilai kinerja dari masa lalu seorang
karyawan dengan menggunakan rating deskriptif untuk
menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna dalam
keputusan promosi, demosi, terminasi, dan kompensasi.
2) Tujuan pengembangan
Seorang pemimpin mencoba untuk meningkatkan kinerja
seorang karyawan dimasa yang akan datang.
c. Indikator Kinerja Karyawan
Indikator kinerja adalah alat untuk mengukur sejauh mana
pencapaian kinerja karyawan (Robbins, 2016). Berikut beberapa
indikator untuk mengukur kinerja:
18
1. Kualitas
Kualitas kerja diukur dari presepsi karyawan terhadap kualitas
pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap
keterampilan dan kemampuan karyawan. Kualitas kerja dapat
dilihat dari tingkat baik buruknya hasil kerja karyawan juga
kemampuan dan keterampilan karyawan dalam mengerjakan
atau menyelesaikan pekerjaan.
2. Kuantitas
Kuantitas merupakanjumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam
istilah jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang. Kuantitas yang
diukur dari presepsi karyawan terhadap jumlah aktivitas yang
ditugaskan beserta hasilnya.
3. Ketetapan Waktu
Ketetapan waktu merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada
awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi
dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia
untuk aktivitas lain. Kinerja karyawan dapat dinilai dari
ketetapan waktu karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan
yang diberikan kepadanya, sehingga tidak mengganggu
pekerjaan yang lain. Ketepatan waktu diukur dari presepsi
karyawan terhadap suatu aktivitas yang diselesaikan diawal
waktu sampai menjadi output
19
4. Efekivitas
Efektivitas merupakan tingkat penggunaan sumber daya
organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan
dengan tujuan menaikkan keuntungan atau mengurangi
kerugian hasil setiap unit dalam penggunaan sumber daya.
5. Kemandirian
Kemandirian merupakan tingkat seorang karyawan dapat
menjalankan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan,
bimbingan dari orang lain atau pegawas. Kemandirian dapat
diukur dari persepsi karyawan terhadap tugas dalam melakukan
fungsi kerjanya masing-masing karyawan sesuai dengan
tanggung jawab karyanya itu sendiri.
B. Penelitian terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian
(tahun)
1 Fitrah indah Pengaruh kerjasama Hasil Penelitian
(2022) tim terhadap kinerja Menunjukkan bahwa
karyawan pada Cv. komunikasi, motivasi dan
Sinar Utama kerjasama tim
Niagatani Kecamatan berpengaruh positif dan
Sukamaju signifikan terhadap
peningkatan kinerja
karyawan.
2 Rusdi Jayadi Pengaruh Disiplin Hasil penelitian
(2021) Kerja terhadap menunjukkan bahwa
Kinerja Pegawai pada terdapat pengaruh yang
Fakultas Tarbiyah dan signifikan antara disiplin
Keguruan UIN kerja terhadap kinerja
Alauddin Makassar pegawai pada Fakultas
20
selama Pandemi Tarbiyah dan Keguruan
Covid-19 UIN Alauddin Makassar
selama Pandemi Covid-19.
Hal ini berdasarkan hasil
perhitungan uji hipotesis
pada taraf signifikan 5%
(nilai p=0,05) diperoleh
thitung = 14,855 > ttabel =
1,685. Maka Ha diterima,
yang berarti disiplin kerja
berpengaruh signifikan
terhadap kinerja pegawai
pada Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN
Alauddin Makassar selama
Pandemi Covid-19.
3 Agus Wira hadi Pengaruh Kerjasama Hasil penelitian ini
Kusuma (2022) tim dan disiplin kerja menyatakan bahwa
terhadap kinerja kerjasama tim sangat baik,
karyawan pada disiplin kerja sangat tinggi,
koperasi Pt. Pindad kinerja karyawan sangat
Persero Turen tinggi, kerjasama tim
secara parsial berpengaruh
positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan,
disiplin kerja secara
parsial berpengaruh positif
dan sifnisikan terhadap
kinerja karyawan.
C. Kerangka Pikir
Menurut (Sugiyono, 2014) mengemukakan bahwa, kerangka pikir
merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan
berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka konseptual yang baik akan menjelaskan secara teoritis hubungan
antar variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini terdapat variabel
21
Kerjasama tim (X1), Disiplin kerja (X2) sebagai variabel bebas, variabel kinerja
karyawan (Y) sebagai variabel terikat.
Berikut kerangka berpikir dalam penelitian ini:
Kerjasama Tim
(X1)
(X1) Kinerja Karyawan
(Y)
Disiplin Kerja
(X2)
GAMBAR 1 Skema kerangka pemikiran
Keterangan :
= Parsial
= Simultan
Gambar 1 menggambarkan hubungan kompensasi terhadap kinerja
karyawan, hubungan stres kerja terhadap kinerja karyawan serta pengaruh
kompensasi dan stres kerja tehadap kinerja karyawan.
22
D. Hipotesis
Menurut (Sugiyono, 2014) mengemukakan bahwa, kerangka pikir
merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan
berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka konseptual yang baik akan menjelaskan secara teoritis hubungan
antar variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini terdapat variabel
Kerjasama tim (X1), Disiplin kerja (X2) sebagai variabel bebas, variabel kinerja
karyawan (Y) sebagai variabel terikat. Berikut kerangka berpikir dalam
penelitian ini:
1. Hipotesis 1
Kerjasama tim mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara
parsial terhadap kinerja karyawan.
2. Hipotesis 2
Disiplin kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara parsial
terhadap kinerja karyawan.
3. Hipotesis 3
Kerjasama tim dan disiplin kerja mempunyai pengaruh positif dan
signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan.
23
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian
Berdasarkan dengan penelitian mengenai pengaruh kompensasi dan stres
kerja terhadap kinerja karyawan [Link] Akses Pare-Pare, untuk
memberikan gambaran lebih jauh terkait dengan hal tersebut secara objekti
maka pada jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif.
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berdasarkan pada filsafat positif, digunakan untuk meneliti pada populasi atau
sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis
data statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan
(Sugiyono, 2014).
B. Waktu dan tempat penelitian
Penelitian direncanakan akan dilaksanakan setelah melewati tahapan dan
prosedur seminar proposal penelitian di tahun 2023. Penelitian ini akan
dilakukan di PT. Telkom Akses Pare-Pare, yang berlokasi di Jl. Ganggawa No.
2, Mallusetasi, Kec. Ujung, Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan.
C. Populasi dan sampel
Dalam pengumpulan data Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas objek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan
(Sugiyono, 2014). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah
karyawan PT. Telkom Akses Pare-Pare sebanyak 102 orang.
24
D. Variabel Penelitian
1. Variabel independen (x)
Variabel Indipenden (variabel bebas) adalah variabel yang nilainya
dapat mempengaruhi variabel lain. Variabel indipenden (X) pada
penelitian ini adalah sistem informasi sumber daya manusia (X1),
kerjasama tim (X2) dan disiplin kerja (X3).
a) Kerjasama tim ini memiliki peranan penting terhadap kinerja
karyawan dikarenakan setiap anggota dapat saling membantu
penyelesaian tugas dan masalah yang muncul melalui komunikasi
dalam tim. Variabel ini mencakup indikator (a) kerjasama (b)
kepercayaan (c) kekompakan.
b) Disiplin kerja menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian
tujuan organisasi atau perusahaan dikarenakan disiplin kerja mampu
meningkatkan kinerja karyawan melalui penegakan peraturan dan
keteraturan kerja. Kemudian pada variabel ini mencakup indikator
(a) tujuan kemampuan (b) teladan pimpinan (c) keadilan (d)
pengawasan melekat (e) sanksi hukuman (f) ketegasan.
2. Variabel Dependent (y)
Variabel dependent (variabel terikat ) adalah variabel penelitian yang
diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain.
Variabel dependen pada penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y).
Kinerja karyawan PT. Telkom Akses (Y) adalah hasil kerja secara
25
kuantitas dan kualitas yang dicapai oleh karyawan PT. Telkom Akses
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya. Kemudian pada variabel ini mencakup indikator
(a) kualitas (b) kuantitas (c) ketetapan waktu (d) efektivitas (e)
kemandirian.
E. Definisi operasional variabel
Definisi operasional variabel adalah suatu definisi yang didasarkan pada
karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau
menerjemahkan sebuah konsep variabel ke dalam instrumen pengukuran
(Kurniawan, 2016). Kemudian lebih lanjut berikut uraian definisi operasional
pada penelitian ini:
Variabel Definisi Indikator Skala
Kerjasama Kerjasama tim ini memiliki 1. Kerja Sama Likert
Tim (X1) peranan penting terhadap
2. Kepercayaan
kinerja karyawan
dikarenakan setiap anggota 3. Kekompakan
dapat saling membantu
penyelesaian tugas dan
masalah yang muncul
melalui komunikasi dalam
tim.
Disiplin Disiplin kerja menjadi salah 1. Tujuan Likert
Kerja (X2) satu faktor penting dalam kemampuan
pencapaian tujuan organisasi 2. Teladan
atau perusahaan dikarenakan pimpinan
disiplin kerja mampu 3. Keadilan
meningkatkan kinerja 4. Pengawasan
karyawan melalui melekat
penegakan peraturan dan 5. Sanksi
keteraturan kerja hukuman
6. Ketegasan
26
Kinerja Kinerja karyawan PT. 1. Kualitas Likert
Karyawan Telkom Akses (Y) adalah 2. Kuantitas
(Y) hasil kerja secara kuantitas 3. Ketetapan
dan kualitas yang dicapai waktu
oleh karyawan PT. Telkom 4. Efektivitas
Akses dalam melaksanakan 5. Kemandirian
tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang
diberikan kepadanya.
F. Instrumen penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan dalam
penelitian, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena (variabel) yang
diamati, Instrumen penelitian yang digunakan adalah Kuisioner dan observasi.
Kuisioner adalah alat pengumpulan dara (instrumen penelitian) yang dilakukan
untuk mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada
responden untuk mendapatkan jawabannya (Kurniawan, 2016)
G. Teknik pengumpulan data
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan
untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat
diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes,
dokumentasi dan sebagainya (Kurniawan, 2016). Pada penelitian ini
menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti secara langsung dari sumber
pertama dengan cara penyebaran kuisioner dan angket. Data sekunder adalah
data dokumentasi, data yang diterbitkan atau data yang digunakan oleh
organisasi.
27
H. Teknik analisis data
1. Uji validitas dan realibitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada
kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh
kuesioner tersebut. Angket dianalisa dengan menggunakan teknik
korelasi product moment. Pengujian dilakukan dengan menggunakan
program SPSS dengan kriteria sebagai berikut:
a. Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan dapat dinyattakan valid
b. Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan dinatakan tidak valid
Uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang
digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalam mengukur
gejala yang sama. Pengujian dilakukan dengan program SPSS.
Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas,
ditentukan reabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: jika nilai
(Cronbach’s Alpha) diatas 0.06 ini berarti kuesioner tersebut telah
reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan sebagai
instrument penelitian.
28
2. Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan uji hipotesis yang menggunakan analsis regresi
linear berganda, maka di dalam penelitian ini diperlukan uji asumsi
klasik yang meliputi:
a. Uji normalitas data
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel
dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati
normal atau tidak . Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi
normal atau tidak adalah dengan melihat normal probability plot yang
membandingkan distribusi kumulatif dari distrbusi normal. Untuk
mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak diketahui
dengan menggambarkan penyebaran data melalui sebuah grafik. Jika
data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonalnya, model regresi memenuhi asumsi normalitas
(Umar,2009).
Cara lain untuk menguji normalitas data adalah dengan Uji
Normalitas dengan Kolmogov-Smirnov. Menurut (Suliyanto, 2011) uji
normalitas menggunakan uji statistik non parametic Kolmogorov-
Smirnov merupakan uji normalitas menggunakan fungsi distribusi
kumulatif. Nilai residual terstandarisasi berdistribusi normal jika K
hitung < K tabel atau Sig. > alpha.
29
b. Uji multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regrsi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel
independen, dan jika variabel independen saling berkorelasi maka
variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel
independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama
dengan nol. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di
dalam model regresi yaitu, apabila nilai tolerance kurang dari 0,10 atau
sama dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih dari 10, maka
dapat menunjukkan adanya multikolinearitas dan begitu pula sebaliknya
(Ghozali, 2009).
Cara lain untuk menguji Multikolinieritas adalah dengan
menggunakan Nilai Pair-Wise Correlation antar variabel bebas.
Menurut (Suliyanto, 2011) uji ini dilakukan dengan melihat nilai
koefisien korelasi antar masing-masing variabel bebas dan tidak lebih
0,7 maka model tersebut tidak mengandung gejala multikolonieritas.
c. Uji heteroskedastisitas
Tujuan dari uji ini adalah menguji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan varians dari hasil pengamatan satu ke pengamatan
lainnya. Jika nilai signifikan hitung lebih besar dari alpha = 5%, maka
tidak ada masalah heteroskedastisitas. Tetapi jika Jika nilai signifikan
hitung kurang dari alpha = 5%, maka ada masalah heteroskedastisitas
30
dalam model regresi. Jika varian dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika
berbeda disebut Heteroskedastisitas.
Selain diukur dengan grafik Scaterplot, heteroskedastisitas dapat
diukur secara sistematis dengan uji Glejser. Jika variabel bebas
signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat, maka ada
indikasi terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas signifikansinya di
atas 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Uji Regresi Linier
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu Kerjasama tim dan
Disiplin kerja terhadap Kinerja pegawai PT. Telkom Akses
Y = ß + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Keterangan :
Y : Kinerja
X1 : Kerjasama tim
X2 : Disiplin kerja
ß : Konstanta
b1, b2, b3 : Koefisien Regresi
e : Error
31
4. Uji Parsial ( Uji T)
Uji statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh
satu variabel independen secara individual dalam menerangkan berbagai
variasi variabel independent (Ghozali,2013). Signifikan koefisien
parsial ini memiliki distributsi T dengan derajat kebebasan nk-1 dan
signifikan pada α = 0, 05.
5. Uji Simultan ( Uji F )
Uji F adalah pengujian terhadap koefisien regresi secara simultan.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel
indipenden yang terdapat di dalam model secara Bersama- sama
(simultan) terhadap variabel dependen (Sugiyono 2014-257)
6. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi menyatakan proposi keragaman pada variabel
bergantung yang mampu dijelaskan oleh variabel penduganya. Nilai 𝑅2
berkisar antara 0 sampai 1, nilai 𝑅2 yang semakin mendektif 0
menunjukkan pengaruh yang semakin lemah.
32
DAFTAR PUSTAKA
Alisyahbana, F., Ismail, I., & Wispandono, R. M. (2015). Pengaruh Kreativitas dan
Kerjasama TIM terhadap Kinerja Pendamping UPPKH (Unit Pelaksana
Program Keluarga Harapan) Kabupaten Sampang. Neo-Bis, 9(2), 53-65.
Arrizky, S. Y., Budiarto, W., & Prasetyo, I. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja, Etos
Kerja, dan Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan di PT. Brataco Cabang
Surabaya. Jurnal Mitra Manajemen, 5(4), 182-193.
Bachtiar. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. Iteraksa: Batam.
Diana, D. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja, Stres Kerja Dan Motivasi Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset
Daerah Kabupaten Jeneponto (Doctoral dissertation, STIE Nobel
Indonesia).
Edison Emron. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama.
Bandung : Penerbit Alfabeta.
Fahmi, I. (2016). Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep
dan Kinerja. Mitra Wacana Media.
Gaspersz, V. (2001). Total Quality Management. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Hasibuan, Malayu S.P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara
Hasibuan, Melayu S.P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia (Revisi).
Jakarta: Bumi Aksara.
Hatta, M., Musnadi, S., & Mahdani. (2017). Pengsruh Gaya Kepemimpinan,
Kerjasama Tim dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta
Dampaknya Pada Kinerja Karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh.
Jurnal Megister Manajemen, 1(1),70-80.
Hidayat, I. S. (2021). Pengaruh Pengalaman Kerja, Pelatihan Kerja Dan Disiplin
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Vonex Indonesia
Rancaekek (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).
33
Hilmawan, I. (2020). Pengaruh disiplin kerja, komitmen organisasi dan kerjasama
tim terhadap kinerja pegawai pada Kementrian Agama Kabupaten
Serang. Rekaman: Riset Ekonomi Bidang Akuntansi dan Manajemen, 4(2),
135-146.
Ibrahim, F. E., Djuhartono, T., & Sodik, N. (2021). Pengaruh kerjasama tim
terhadap kinerja karyawan di PT LION Superindo. Jurnal Arastirma, 1(2),
316-325.
Indah, F. (2022). Pengaruh kerjasama tim terhadap kinerja karyawan pada cv. sinar
utama niagatani kecamatan sukamaju.
Jayadi, R. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Selama Pandemi
Covid-19.”. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(2), 323-335.
Kaswan. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Bersaing
Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusuma, L. P., & Sutanto, J. E. (2018). Peranan kerjasama tim dan semangat kerja
terhadap kinerja karyawan Zolid Agung Perkasa. Jurnal Performa: Jurnal
Manajemen dan Start-up Bisnis, 3(4), 417-424.
Lawasi, E. S., & Triatmanto, B. (2017). Pengaruh komunikasi, motivasi dan
kerjasama tim terhadap peningkatan kinerja karyawan. Jurnal Manajemen
dan Kewirausahaan (JMDK), 5(1), 47-57.
Mangkunegara, A. (2013). Hasil kerja Secara Kualitas. bandung: PT. Remaja Rosda
Karya.
Muhti, A. F. E., Sunaryo, H., & ABS, M. K. (2017). Pengaruh Kerjasama Tim dan
Kreativitas terhadap Kinerja Karyawan UD. Agro Inti Sejahtera
Jember. Jurnal Ilmiah Riset Manajemen, 6(4).
Nurlan, F. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif. CV. Pilar Nusantara.
Poernomo, E., & Timur, A. B. U. P. N. V. J. (2006). Pengaruh kreativitas dan
kerjasama tim terhadap kinerja manajer pada PT. Jesslyn K Cakes Indonesia
cabang Surabaya. Jurnal Ilmu-ilmu ekonomi, 6(2), 102-108.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2016). Manajemen Penilaian Kinerja
Karyawan. Penerbit Gaya Media.
34
Rugian, M. S., Saerang, I., & Lengkong, V. P. (2017). Pengaruh disiplin kerja,
pelatihan, kualitas kehidupan kerja dan konflik pekerjaan-keluarga terhadap
kinerja karyawan (studi kasus pada PT Bank BTPN Tbk Cabang Utama
Manado). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan
Akuntansi, 5(2).
Sandy Martha, Muhammad. 2015. Karakteristik Pekerjaan dan Kinerja Dosen
Luar Biasa UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Komitmen Organisasi
Sebagai Variabel Moderating. Tesis. Bandung : Universitas Widayatama.
Satria, A. S., & Dewi, L 2018. Analisis cara meningkatkan kinerja karyawan PT.
Surya Pranoesa. PERFORMA: Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, vol.
3 no. 2, pp.170-179
Sharma, R., Kansal, M., & Paliwal, P. (2012). Effective and efficient teamwork:
makes things Happen more than anything else in
Organizations. International Journal of Social Science and Inter
Disciplinary Research, 1(8), 154-171.
Siagan, S., P. (2014). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sibarani, E. M. (2018). Pengaruh Kerjasama Tim, Kreativitas dan Budaya
Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia
(Telkom) Tbk, Kantor Regional I Medan (Doctoral dissertation, Universitas
Sumatera Utara).
Simanjuntak, L., Lie, D., Efendi, E., & Inrawan, A. (2018). Pengaruh peran
kepemimpinan dan kerjasama tim terhadap kinerja pegawai pada
Badan Kepegawaian Daerah Kota Pematangsiantar. Sultanist: Jurnal
Manajemen dan Keuangan, 6(1), 12-23.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulistiyani. A. T., dan Rosidah, (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia,
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suliyanto. (2011). Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi SPSS. Yogyakarta:
ANDI.
35
Sutrisno, E. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke-9. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Tampubolon, R. P. (2020). Pengaruh Deskripsi Pekerjaan, Motivasi Kerja Dan
Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Karyawan (Studi Kasus Pada Pt Duta
Logistik Asia). Jurnal Ilmiah Simantek, 4(1), 21-21.
Tenner, A.R. dan Detoro, IJ. ) (1992). Total Quality Management: Three Steps To
Continuous Inprovement. Reading, MA: Addison-Wesley Publishing
Company
Ulvatunajah, Novia, & Cahyosputro, Wibowo. (2019). Analisis Kerjasama Tim dan
Efisiensi Kerja Karyawan PT. Sygma Exa Grafika Bandung. Festival Riset
Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, pp. 1184-1193.
Umar, H. (2009). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Jakarta:
Rajawali Pers.
36