0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan20 halaman

Manfaat dan Tujuan Sejarah Pendidikan Islam

Diunggah oleh

sorikmarapi91
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan20 halaman

Manfaat dan Tujuan Sejarah Pendidikan Islam

Diunggah oleh

sorikmarapi91
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENGERTIAN, OBJEK, KEGUNAAN. METODE, DAN


PERIODESASI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Dalam Mata Kuliah (Sejarah Pendidikan
islam)

OLEH KELOMPOK 1 BKPI 2 C:

ISRADATUL JANNAH (12311624230)


AFDA NAILA YULSEFANI (12311620405)
NUR AISYAH (12311624108)

Dosen Pengampu:
Dr. Drs. H. Muslim Afandi, [Link].

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum [Link]
Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala limpahan
rahmat, dan hidayahNya. Shalawat dan salam penulis panjatkan kepada Nabi Agung
Nabi Muhammad SAW. yang dengan kesabaran dan keberanian yang membawa
risalah ilmiyah. Sehingga penulis menyelesaikan makalah ini dengan judul
“PENGERTIAN, OBJEK, KEGUNAAN, METODE, DAN PERIODESAS,
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM” merupakan salah satu tugas dari mata kuliah
Sejarah Pendidikan Islam.
Selanjutnya penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata
kuliah Sejarah Pendidikan Islam atas bimbingan dan arahan yang telah diberikan
dalam penyusunan makalah ini. Semua itu menjadi bekal yang sangat berharga
bagi penulis untuk dapat menghasilkan sebuah makalah yang sarat dengan nilai-
nilai ilmiah. Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih
ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Wassalammu’alaikum [Link]

Pekanbaru, 26 Februari 2024

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i


DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................. 1
C. Tujuan Masalah ..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
A. Pengertian Sejarah Pendidikan Islam ................................................... 3
B. Objek Sejarah Pendidikan Islam ........................................................... 4
C. Metode Sejarah Pendidikan Islam ........................................................ 4
D. Kegunaan Sejarah Pendidikan Islam ................................................... 6
E. Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam ................................................. 9
BAB III PENUTUP ............................................................................................... 15
A. Kesimpulan ........................................................................................ 15
B. Saran .................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejarah dan pendidikan adalah dua hal penting yang dapat dijadikan pijakan dalam
menentukan maju dan mundurnya sebuah peradaban,karena dengan sejarah kita dapat
belajar dari masa lalu untuk memperbaiki masa depan, sedangkan dengan pendidikan
kita dapat mengupgrade tingkat sumber daya manusia.
Pendidikan Islam memunyai sejarah yang panjang, dalam pengertian yang lesuas-
luasnya, pendidikan Islam berkembang seiring dengan munculnya Islam itu sendiri.
Oleh karena itu, mempelajari sejarah pendidikan adalah hal yang sangat penting, karena
kita dapat menilai seberapa kemajuan pendidikan peradaban kita dari masa ke masa.
Sebelum kita belajar banyak tentang Sejarah Pendidikan Islam, ada baiknya kita
ketahui dulu pengertian Sejarah, Sejarah Pendidikan Islam, objek, materi dan tujuan
mempelajarinya, agar mempermudah dalam mempelajari Sejarah Pendidikan Islam.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas adapun rumusan masalah dalam makalah ini
adalah:

1. Apa Pengertian Pendidikan Islam?

2. Apa Objek Sejarah Pendidikan Islam?

3. Apa Saja Metode Sejarah Pendidikan Islam?

4. Bagaimana Kegunaan Sejarah Pendidikan Islam?

5. Bagaimana Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam?

1
C..Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Pengertian dari Sejarah Pendidikan Islam.

2. Mengetahui objek Sejarah Pendidikan islam..

3. Mengetahui metode Sejarah Pendidikan islam .

4. Mengetahui kegunaan Sejarah Pendidikan islam.

5. Mengetahui periodesasi Sejarah Pendidikan islam.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sejarah Pendidikan Islam


Sejarah pendidikan islam, terdiri dari tiga kata yaitu sejarah, pendidikan dan Islam.
Kata sejarah dalam bahasa Arab disebut tarih, dalam arti bahasa berarti ketentuan masa,
sedangkan dalam arti istilah berarti keterangan yang terjadi pada masa lampau. Dalam
bahasa Inggris sejarah disebut history yang berarti pengalaman masa lampau umat
manusia.

Dalam KBBI, Poerwadarminta mengemukakan bahwa sejarah itu mengandung tiga


pengertian, yaitu:
1. Kesusastraan lama, asal usul dan silsilah.
2. Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3. Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang
benar-benar terjadi pada masa lampau.

Dari segi bahasa, pendidikan berasal dari kata education yang berarti
pengembangan, pengajaran, perintah, pembinaan dan menumbuhkan. sedangkan dalam
bahasa Arab kata pendidikan merupakan terjemahan dari kata al-tarbiyah yang berarti
proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang terdapat pada diri sesorang
baik secara fisik, psikis, sosial maupun spiritual.

Adapun menurut para ahli definisi pendidikan adalah:


1. Menurut Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani, bahwa pendidikan adalah
proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat
dan alam sekitarnya dengan cara pengajaran.
2. Hasan Langgulung, bahwa pendidikan merupakan suatu proses yang
mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola_pola
tingkah laku tertentu pada kanak-kanak atau orang yang sedang di didik.

Secara harfiah, Islam berasal dari bahasa Arab yaitu salima yang berarti terjaga,
terpelihara dan pengabdian.

3
Jadi Sejarah Pendidikan Islam adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek
atau komponen pendidikan yang pernah terjadi dan dilakukan oleh umat Islam dengan
berpedoman pada ajaran yang dengan Al-Quran dan Al-Sunnah tersebut. Atau dapat
diartikan bahwa sejarah pendidikan Islam (Tarihut Tarbiyyah Islamiyyah) itu sebagai
berikut:

1. Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari


waktu ke waktu yang lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang.

2. Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan


perkembangan pendidikan Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang.

B. Objek Sejarah Pendidikan Islam


Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian
tentang peradaban bangsa. Maka objek Sejarah Pendidikan Islam mencakup fakta-fakta
yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik
informal maupun formal. Dengan demikian dapat diperoleh “sejarah serba objek”.
Dalam hal ini sejalan dengan peranan agama Islam sebagai agama da’wah menyeru
kebaikan dan mencegah pada kemunkaran, menuju kehidupan yang sejahtera baik lahir
maupun batin. Namun sebagai cabang ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan
Islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam objek-objek sejarah
pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimilikinya.

Pendidikan tidak akan ada artinya apabila manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini
disebabkan karena manusia merupakan o bjek dan subyek pendidikan, artinya manusia
tidak akan berkembang dan mengembangkan budayanya secara sempurna apabila tidak
ada pendidikan. dengan demikian maka akan di peroleh apa yang di sebut “ sejarah
serba subyek”.

C. Metode Sejarah Pendidikan Islam

4
Memahami sejarah adalah hal yang cukup rumit, setidaknya ada dua fase untuk
sampai pada hal tersebut. pertama adalah fase penggalian sejarah, dan kedua adalah fase
penulisan sejarah. Adapun metode yang dapat ditempuh untuk fase yang pertama
adalah:

1. Metode Lisan dengan metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan
menggunakan interview.

2. Metode Observasi dalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung

3. Metode Documenter dimana dengan metode ini berusaha mempelajari secara


cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis .

Mengenai metode sejarah pendidikan Islam, walaupun terdapat hal-hal yang


sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dalam penulisan [Link]
dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan
intelektual. Sejarahwan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran
materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan
materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli,
sejarahwan harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji
materi maupun dalam menggunakan sumber-sumbernya.

Adapun fase yang kedua yaitu metode penulisan untukmemahami Sejarah


Pendidikan Islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah
keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sintesis.

1. Metode Deskriptif

Dengan cara deskriptif dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Islam sebagai agama


yang dibawa oleh Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Hadits, trutama yang
berhubungan dengan pendidikan harus diuraikan sebagaimana adanya, dengan maksud
untuk memahami makna yang terkandung dalam ajaran Islam.

2. Metode Komparatif

5
Melalui metode ini dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Islam itu dikomparasikan
dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam kurun waktu serta tempat-
tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan dalam suatu
permasalahan tertentu

3. Metode Analisis-sintesis

Metode analisis berarti secara kritis membahas, meneliti istilah-istilah, pengertian-


pengertian yang diberikan oleh Islam sehingga diketahui adanya kelebihan dan
kekhasan pendidikan Islam. Dan sintesis [Link] memperoleh kesimpulan yang
diambil guna memperoleh satu keutuhan dan kelengkapankerangka pencapaian tujuan
serta manfaat sejarah pendidikan Islam.

D. Kegunaan Sejarah Pendidikan Islam

Secara umum sejarah mengandung kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan
umat manusia. Karena sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat
menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi pertumbuhan serta
perkembangan kehidupan umat manusia. Sumber utama ajaran Islam adalah al-qur’an
yang mengandung banyak sekali nilai-nilai kesejarahan, yang langsung dan tidak
langsung mengandung makna besar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama,
khususnya bagi umat Islam. Maka tarikh dan ilmu mempunyai kegunaan dalam Islam
menduduki arti penting dan mempunyai kegunaan dalam kajian Islam. Oleh sebab itu,
kegunaan sejarah pendidikan Islam meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat
umum dan yang bersifat khusus atau akademis.

Yang bersifat umum, sejarah pendidikan Islam mempunyai kegunaan sebagai faktor
keteladanan. Hal ini sejalan dengan makna yang tersurat dan tersirat dalam Firman
Allah SWT.:

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan
Dia banyak menyebut Allah”. ([Link]-Ahzab 33: 21)

6
Sedangkan yang bersifat akademis, kegunaan sejarah pendidikan Islam selain
memberikan perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan ( teori dan praktek), juga
untuk menumbuhkan perspektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan Islam
terhadap segala bentuk perubahan dan perkembangan ilmu teknologi. Dengan
mempelajari dan memahami sejarah pendidikan Islam, maka kita akan dapat :

1. Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan


Islam, sejak zaman lahirnya Nabi Saw sampai sekarang ini.
2. Mengambil manfaat dari proses pendidikan Islam, guna memecahkan
problematika pendidikan Islam masa kini.

3. Memiliki sikap yang positif terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan-


pembaharuan system pendidikan Islam.

Selain itu sejarah pendidikan Islam akan mempunyai kegunaan dalam rangka
pembangunan dan pengembangan pendidikan Islam. Dalam hal ini, sejarah pendidikan
Islam akan memberikan arah kemajuan yang pernah dialami dan dinamismenya
sehingga pembangunan dan pengembangan itu tetap berada dalam kerangka pandangan
yang utuh dan mendasar.

Dengan mengkaji sejarah akan bisa memperoleh informasi tentang pelaksanaan


pendidikan Islam dari zaman Rosulullah sampai sekarang mulai dari pertumbuhan,
perkembangan, kemajuan, kemunduran, dan kebangkitan kembali tentang pendidikan
islam. Dari sejarah dapat diketahui segala sesuatu yang terjadi dalam penyelenggaraan
pendidikan islam dengan segala ide, konsep, intitusi, sistem, dan operasionalisnya yang
terjadi dari waktu ke waktu, jadi sejarah pada dasarnya tidak hanya sekedar memberikan
romantisme tetapi lebih dari itu merupakan refleksi historis.

Dengan demikian belajar Sejarah Pendidikan Islam dapat memberikan semangat


(back projecting theory) untuk membuka lembaran dan mengukir kejayaan dan
kemajuan pendidikan Islam yang baru dan lebih baik. Dengan demikian sejarah
pendidikan Islam sebagai study tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan
sejarah pendidikan sudah barang tentu sangat bermanfaat terutama dalam rangka
memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan pendidikan.

7
Sejarah yang diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa masa lampau
yang dialami oleh manusia, disusun secara ilmiah, meliputi kurun waktu tertentu, diberi
tafsiran, dan dianalisis secara kritis sehingga mudah dipahami dan dimengerti sehingga
memiliki manfaat. Menurut Kuntowijoyo kegunaan sejarah dibagi menjadi dua yaitu
guna intrinsik dan guna ekstrinsik.

1. Guna Intrinsik

Guna intrinsik, yakni kegunaan dari dalam yang nampak terkait dengan keilmuan
dan pembinaan profesi kesejarahan. Guna intrinsik sejarah adalah sebagai berikut :

a) Sejarah sebagai ilmu.


b) Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
c) Sejarah sebagai pernyataan pendapat.
d) Sejarah sebagai profesi.

2. Guna Ekstrinsik.

Guna ekstrinsik terkait dengan proses penanaman nilai dan proses pendidikan,
Guna Ekstrinsik meliputi :

a) Sejarah sebagai pendidikan moral.


b) Sejarah sebagai pendidikan penalaran.
c) Sejarah sebagai pendidikan politik.
d) Sejarah sebagai pendidikan kebijakan.
e) Sejarah sebagai pendidikan perubahan.
f) Sejarah sebagai pendidikan masa depan.
g) Sejarah sebagai pendidikan keindahan.
h) Sejarah sebagai ilmu bantu.

Berkaitan dengan fungsi ekstrinsik tersebut, Nugroho Notosusanto menjelaskan


empat fungsi atau guna sejarah yaitu: fungsi rekretaif, inspiratif, instruktif dan edukatif,
yaitu :

1. Fungsi Rekreatif

8
Ketika seseorang membaca narasi sejarah dan isinya mengandung hal-hal yang
terkait dengan keindahan, romantisisme, maka akan melahirkan kesenangan estetis.
Tanpa bernajak dari tempat duduk, seseorang yang mempelajari sejarah dapat menimati
bagaimana kondisi suatu masa pada masa lampau. Jadi seolah-olah seseorang tadi
sedang berkreasi ke suasana yang lampau.

2. Fungsi Inspiratif

Dengan mempelajari sejarah akan dapat mengembangkan inspiratif, imajinatif


dan kretivitas generasi yang hidup sekarang dalam rangka hidup berbangsa dan
bernegara. Fungsi inspiratif juga dapat dikaitkan dengan pendidikan moral. Sebab
setelah belajar sejarah seseorang dapat mengembangkan inspirasi dan berdasarkan
keyakinannya dalam menerima atau menolak nilai yang terkandung dalam suatu
peristiwa sejarah.

3. Fungsi Instruktif

Maksud fungsi intrukstif adalah sejarah sebagai alat bantu dalam proses suatu
pembelajaran. Sejarah berperan sebagai upaya penyampaian pengetahuan dan
ketrampilan kepada orang lain.

4. Fungsi Edukatif

Belajar sejarah sebenarnya dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian


bagi setiap manusia. Sejarah mengajarkan tentang contoh yang sudah terjadi agar
seseorang menjadi arif, sebagai petunjuk dalam berperilaku.

E. Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam

Menurut Harun Nasution, sejarah pendidikan Islam itu terbagi menjadi tiga periode
yaitu periode klasik, pertengahan dan modern. Kemudian dapat dirinci lagi menjadi
lima masa, yaitu:

1. Masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632).

9
2. Masa khalifah yang empat (Khulafaur Rosyidin: Abu Bakar, Umar, Ustman
dan Ali di Madinah pada (632-661).
3. Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750).
4. Masa kekuasaan Abbasiyah di Bagdad (750-1250).
5. Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Bagdad tahun 1250 M samapai
sekarang.

a) Pendidikan islam dalam priode klasik (650-1250 M)


1. Pendidikan islam dimasa Nabi Muhammad SAW (571-632 M)
Sejak nabi Muhammad SAW di angkat menjadi rosul sebagai tanda datangnya
islam sampai sekarang telah berjalan sekitar 14 abad lamanya.
Pendidikan islam pada masa nabi Muhammad SAW merupakan prototip (Sifat atau
model pertama) yang terus menerus di kembangkan ummat islam untuk kepentingan
pendidikan pada zamannya. Nabi Muhammad SAW melakukan pendidikan islam
setelah mendapatkan perintah (wahyu) dari Allah SWT sebagaimna termaktub di surat
Al-Muddastir ayat 1-7, menyeru yang berarti mengajak, Dan mengajak berartu
mendidik, Dan dari wahyu yang mula-mula tueun iutu dapat di ambil kesimpulan,
Bahwa pendidikan dalam islam dapat di bagi menjadi empat macam :
dan ilmiyyah.
a. Pendidikan akhlak dan budi pekerti.
b. Pendidikan keagamaan.
c. Pendidikan aqliyah
d. Pendidikan jasmani.
Pada masa ini pendidikan islam di artikan pembudayaan ajaran islam yaitu
memasukkan ajaran-ajaran islam dan menjadikan sebagai unsure budaya bangsa arab
dan menyatu kedalamnya, dengan pembudayaan ajaran islam kedalam sistem dan
lingkungan budaya bangsa arab tersebut, Maka terbentuklah system budaya islam dalam
lingkungan budaya bangsa arab.
2. Pendidikan Islam Di Masa Khulafaur Risyidin (632-661 M)

10
Setelah Rosulullah wafat, peradaban islam memberi contoh bagaimana cara
mengendalikan Negara dengan bijaksana dalam politik yang mengandung hikmah
berfikir, berhak, berprilaku yang berbau kelincahan dan kelicikan.

Setelah Rasulullah wafat pemerintahan islam di pegang secara bergantian oleh


abu bakar, Ummar Bin khattab, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Tholib, Pada masa Abu
Bakar, Padahal pemerintahan di guncang oleh para pemberontak dari orang murtad,
Orang-orang yang mengaku Nabi. Dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat,
oleh sebab itu Abu Bakar memusatkan perhatian untuk memerangi pemberontakan-
pemberontakan tersebut yang mana dapat mempengaruhi orang-orang islam yang masih
lemah imannya untuk menyimpang dari islam.
Pada masa kholifah Ummar Bin Khattab, situasi politik dalam keadaan stabil dan
untuk pendidikan, Ummar mengangkat guru-guru untuk bertugas memajukan isi Al-
Qur’an dan ajaran islam kepada penduduk yang baru masuk islam, Ummar juga
memerintahkan panglima untuk membangun masjid–masjid sebagai tempat ibadah
sekaligus sebagai tempat belajar. Pada masa ini sudah terdapat pengajaran bahasa arab
dengan itu orang-orang yang baru masuk islam dari daerah atau wilayah yang lainya
harus belajar Bahasa Arab, Jika mereka ingin belajar dan mendalami pelajaran islam.
Pada masa kholifah Utsman Bin Affan kedudukan peradaban islam dan
pendidikan islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. para sahabat di
perbolehkan meninggalkan madinah untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang di miliki.
Proses pendidikan islam pada masa ini sebagian besar memang di warnai oleh
pengajaran, pembudayan dan sunnah ke dalam lingkungan budaya bangsa–bangsa
secara luas pula. Begitu pula dalam pendidikan islam tidak jauh berbeda di masa nabi
Muhammad yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajaran-ajaran islam oleh
perhatian ummat islam terhadap perluasan wilayah islam dan terjadi pergelokan politik,
Khususnya di masa Ali bin abi Tholib.
3. Pendidikan islam di masa Muawiyyah,Abbasiyah dan kekholifahan
selanjutnya (661-1250 M).
Dengan berakhirnya masa Khulafaur Rosyidin mulailah kekuasaan bani
Umayyah. Adapun kemajuan peendidikan dan peradaban Abasiyyah mencapai

11
kemajuan terutama pada kholifah Al-Mahdi (775-785 M) dan puncak kejayaan terutama
pada masa kholifah Al-Mahdi dan puncak popularitasnya baru setelah pemerintah Harun
Al-Rosyid (785-809 M) dan di teruskan putranya Al-Makmun(813-833 M).
Pada masa Muawiyyah ini (dinasti bani umayyah) Abdul Malik merubah
administrasi dan bahasa yunani dan bahasa pahlawan ke bahasa arab. Pada masa tahun
659 M beliau juga merubah mata uang bizaintum dan Persia seperti dinar dan dirham
dengan memakai kata-kata dan tulisan arab dinar dibuat daru emas dan dirham dari
perak dan di zaman inilah di mulai adanya ilmu tafsir, Hadist, Feqih, dan ilmu kalam,
Yang menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan ilmiah ini adalah kuffah dan basroh di Iraq.
Diantara monument terbaik yang di tinggalkan zaman ini untuk generasi-
generasi selanjutnya adalah kbah Al-Sakhr (dome of the rock) juga di al quds,Masjid
cardova juga di zaman inilah di bangun dan pada tahun 750 M kekuasaan mereka
menurun sehingga akhirnya di patahkan oleh bani abbas.
Di masa bani Abbas inilah ilmu pengetahuan dan filsafat yunani memuncak
terutama di zaman Harun Al-Rasyid dan Al-Ma’mun. buku tersebut didatangkan dari
Bizantium, yang kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa Arab, kegiatan ini
berlangsung kira-kira satu abad. Adapun Bait Al-Hikmah adalah merupakan tempat
pusat penterjemah dan juga akademi yang mempunyai perpustakaan yang didirikan oleh
Al-Ma’mun.
Di masa ini pulalah buat pertama kalinya dalam sejarah terjadi kontak antara
islam dengan kebudayaan barat dan yunani klasik yang terdapat di mesir, Syiria,
Mesopotamia dan Persia. Sebagaimana yang di tekungkan dalam ayat-ayat al-qur’an
yang dimana menganjurkan umat islam supaya menghargai kekuatan akal yang
dianugrahkan allah pada manusia. Dan dari nabi Muhammad SAW supaya umat islam
senantiasa mencari ilmu pengetahuan, Maka kontak dengan kebudayaan barat itu
membawa asa yang gilang-gemilang bagi islam.
Adapun perguruan tinggi yang di dirikan di zaman ini di antaranya adalah Al-
Hikmah di Baghdad dan Al-Azhar Kairo, yang hingga kini masi harum namanya
sebagai Universitas Islam yang tertinggi di seluruh dunia.
Al-Ma’mun adalah Kholifah yang banyak jasanya dalam penerjemahan. Ilmuan muslim
ini membaca karya yunani sebagai motivasi untuk menggunakan logika dalam

12
membahas ajaran islam dan mengembangkan serta menemukan berbagai macam ilmu
pengetahuan yang baru. Untuk dialektika (cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan)
dari Socrates, idealisme ploto dan logika Aristoteles tersebut termasuk berpengaruh
terhadap beberapa aliran dalam islam seperti Qodariyah, As-Sya’riyah, Mu’tazillah.
Melalui orang-orang kreatif seperti Al-Kindy, Al-Rozy, Al-Faraby, Ibnu Sina,
AL-Ghozali, Ibnu Khaldun, Ibnu Thufair, dan lain-lain. Pengetahuan islam telah
melakukan investigasi dalam ilmu kedokteran, teknologi, matematika, geografi dan
bahkan sejarah.

B. Pendidikan Islam Dalam Periode Pertengahan (1250-1800 M)

Islam pada priode pertengahan dapat di bagi menjadi dua, yaitu :


1. Zaman kemunduran.
Zaman ini berlangsung sekitan 250 tahun. Kemuduran ini di awali dengan
hancurnya Baghdad oleh Hulaqohan. Dia membunuh semua keluarga khalifah, tetapi
untunglah salah seorang anak kholifah abbasiyah bisa melarikan diri ke masir, lalu dia
diangkat oleh sultan Mamluk menjadi kholifah yang berkedudukan di kota Kairo.
Dengan demikian ibu kota alam islam berpindh ke Kairo, Mesir, begitu juga
pusat pendidikan pengajaran ke kairo, ke Al-Jami’ Al-Azhar, system pengajaran saat itu
ialah dengan menghafal matan-matan seperti matan Alfiyah, Matan Taqrib dan lain-lain,
kemudian barulah mereka menghafal syarahnya.
2. Zaman tiga kerajaan besar
Tiga kerajaan besar yang dimaksudkan adalah kerajaan Usmani di Turki (1290-
1924 M), kerajaan safawi di Persia (1501-1736 M), dan kerajaan Maghon di india
(1526-1858). Pada masa kerajaan Usmani pendidikan mengalami kemunduran. Kali ini
di karenakan banyak ulama’ dan guru-guru yang hanya mempelajari kaidah-kaidah ilmu
agama dan bahasa arab, serta sedikit mempelajari ilmu berhitung dan ilmu miqat.
Mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan ilmiah di eropa. Demikianlah keadaan
pendidikan pada masa kerajaan Usman sampai jatuhnya sultan yang terakhir.

C. Priode Modern (1800 M- Sampai Sekarang)

13
Priode ini merupakan zaman kebangkitan islam. Ekspedisi Napoleon di mesir,
membuka mata dunia islam, akan kemunduran umat islam di samping kemajuan barat,
raja dan pemuka- pemuka islam mulai berfikir utntuk mengembalikan kejayaan umat
islam.
Dengan demikian timbulnya apa yang di sebut pemikiran dan aliran pembaharuan
atau modernisasi dalam islam. Pemuka-pemuka islam mengeluarkan pemikiran-
pemikiran untuk membuat islam kembali maju. Seperti yang dilakukan oleh
Mohammad Ali Basyah setelah menguasai mesir tahun 1805 M. Beliau membangun Al-
Azhar kembali dan menghidupkan semangat para ulama’ dan belajar yang telah padam.
Beliau mengirimkan mereka ke prancis untuk mempelajari ilmu kedokteran, ilmu
tehnik, ilmu ketentraman, dan lain-lain.

Pembagian lima masa tersebut berkaitan dengan periodesasi sejarah pendidikan


Islam, sedangkan pada bagian selanjutnya yaitu periodesasi tentang kajian pendidikan
Islam di Indonesia dengan beberapa fase, diantaranya yaitu:

1. Fase datangnya Islam ke Indonesia.


2. Fase pengembangan dengan melalui proses adaptasi.
3. Fase berdirinya kerajaan-kerajaan Islam.
4. Fase kedatangan orang Barat (zaman penjajahan).
5. Fase penjajahan Jepang.
6. Fase Indonesia merdeka.
7. Fase pembangunan.

14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejarah Pendidikan Islam adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek atau
komponen pendidikan yang pernah terjadi dan dilakukan oleh umat Islam dengan
berpedoman pada ajaran yang terkandung didalam Al-Quran dan Al-Sunnah serta
sumber-sumber lainnya yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Sunnah
tersebut.

Objek Sejarah Pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan


pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik informal maupun formal.

Metode yang dapat ditempuh untuk fase yang pertama adalah :

1. Metode Lisan

2. Metode Observasi

3. Metode Documenter

Fase yang kedua yaitu metode penulisan untuk memahami Sejarah Pendidikan Islam
diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara
metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sintesis.

Sejarah pendidikan Islam itu terbagi menjadi tiga periode yaitu periode klasik,
pertengahan dan modern. Kemudian dapat dirinci lagi menjadi lima masa, yaitu:

1. Masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632).

2. Masa khalifah yang empat (Khulafaur Rosyidin: Abu Bakar, Umar,Ustman dan
Ali di Madinah pada 632-661).

3. Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750).

4. Masa kekuasaan Abbasiyah di Bagdad (750-1250).

5. Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Bagdad tahun 1250 M sampai


sekarang.

15
B. Saran

Dengan pembuatan makalah yang telah kami paparkan di atas, maka dengan ini
kami memberikan saran kepada setiap pembaca dan menulis agar mampu untuk
memahami bagaimana sejarah pendidikan islam, mulai dari pengertian hingga
periodesasi islam. Selain itu kami juga menyarankan kepada pembaca dan penulis agar
selalu senantiasa menjadikan sejarah islam sebagai suatu fenomena yang luar biasa dan
selalu untuk menggali sejarah-sejarah lainnya.

16
DAFTAR PUSTAKA
Nata, Abuddin. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.

Ahmad Tafsir. 1994. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Rosda
Karya. Cet. 4

Amin, Samsul Minur. Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Amzah: 2010)

Azra, Azyumari. Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalimah, 2001), cet. Ke-3

Zuhairini. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Abuddin Nata. 2001. Paradigma Pendidikan Islam. Jakarta: Grasindo.

17

Common questions

Didukung oleh AI

Selama periode Bani Umayyah, administrasi sistem pendidikan dikembangkan serta bahasa pengajaran diubah ke bahasa Arab. Pada masa Bani Abbasiyah, terjadi puncak perkembangan intelektual dengan penerjemahan ilmu Barat dan Yunani ke Arab. Ini mendorong kemajuan ilmu termasuk tafsir, fiqih, dan ilmu kalam. Hubungan dengan kebudayaan Barat menambah wawasan ilmiah Islam. Kontak ini membawa dampak signifikan, seperti pendirian perguruan tinggi seperti Bait Al-Hikmah, yang menjadi pusat penerjemahan dan akademi, menghubungkan ilmu Islam dengan Barat dan memperkaya kekayaan intelektual kedua belah pihak .

Selama periode Khulafaur Rasyidin, pendidikan Islam memberikan contoh pengelolaan negara yang bijaksana, yang berdampak pada stabilitas politik dan pengajaran agama yang menyebar ke wilayah-wilayah baru yang masuk Islam. Implikasinya adalah pengembangan guru dan pendirian masjid sebagai pusat pendidikan. Pada periode modern, setelah Ekspedisi Napoleon di Mesir, terjadi kesadaran akan kemunduran umat Islam dibanding Barat, yang memicu pemikiran pembaharuan dan modernisasi dalam Islam. Ini mendorong kembalinya kejayaan pendidikan dan pendirian lagi institusi pendidikan terkemuka seperti Al-Azhar yang berfungsi sebagai tonggak kemajuan pendidikan Islam .

Dampaknya adalah terbentuknya sistem budaya Islam yang menyatu dalam lingkungan budaya bangsa Arab. Ajaran Islam dibudayakan, artinya ajaran tersebut diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sistem pendidikan. Ini menyebabkan perubahan besar dalam norma dan nilai sosial serta politik. Pengajaran dan pembudayaan ajaran Islam menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam pendidikan dan memberikan identitas yang kuat bagi peradaban dan budaya bangsa Arab .

Kebangkitan Islam pada periode modern diartikan sebagai upaya untuk memulihkan kemajuan peradaban Islam di tengah kemajuan Barat. Pengalaman dari ekspedisi Napoleon di Mesir mendorong kesadaran untuk mengatasi kemunduran. Ini memicu pemikiran pembaharuan dalam bidang pendidikan dan agama, melahirkan modernisasi yang merangkul teknologi dan ilmu pengetahuan modern sambil tetap mempertahankan nilai-nilai Islam. Pendekatan ini mengubah cara pendidikan Islam disampaikan, termasuk pembaruan di lembaga seperti Al-Azhar, dan memperkenalkan studi yang lebih komprehensif mencakup sains modern .

Pendidikan dalam konteks sejarah pendidikan Islam merujuk pada proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi individu secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual sesuai ajaran Islam. Konsep ini berakar dari pandangan Islam yang menekankan pendidikan sebagai cara mengubah perilaku individu melalui pengajaran, serta menumbuhkan nilai-nilai Islam dan pengabdian kepada Tuhan. Menurut Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani, pendidikan adalah proses yang bertujuan mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan sekitarnya. Dalam Islam, ini mencakup pemahaman spiritual dan intelektual yang dipandu oleh Al-Quran dan Al-Sunnah .

Metode yang digunakan termasuk metode lisan, observasi, dan dokumenter. Metode lisan melibatkan pelacakan melalui wawancara, membantu memperoleh perspektif langsung dari saksi atau keturunan saksi sejarah. Metode observasi mengharuskan pengamatan langsung terhadap subjek sejarah, memungkinkan peneliti mendapatkan data aktual terkait objek studi. Metode dokumenter berfokus pada pembelajaran mendalam dari catatan dan dokumen tertulis, yang memberikan bukti tertulis dari masa lalu. Ketiga metode ini memiliki peran penting dalam rekonstruksi fakta sejarah dengan memberikan data dari berbagai sudut pandang, sehingga analisis lebih komprehensif .

Objek sejarah pendidikan Islam mencakup fakta-fakta terkait pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik formal maupun informal. Keberadaan manusia penting karena mereka adalah objek sekaligus subjek pendidikan. Manusia diperlukan untuk memahami bagaimana pendidikan dijalankan dan berkembang. Tanpa manusia, pendidikan dan sejarahnya tidak dapat dipahami maupun berkembang. Pendidikan Islam dibentuk dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan spiritual, sosial, dan intelektual manusia, yang semuanya penting dalam membentuk sejarah pendidikan .

Periodesasi dalam sejarah pendidikan Islam dijelaskan dalam tiga periode utama: klasik, pertengahan, dan modern, serta dirinci menjadi lima masa berdasarkan perkembangan kekhalifahan dan pengaruh asing terhadap pendidikan Islam. Memahami periode tersebut penting untuk menilai dinamika dan transisi yang terjadi dalam pendidikan Islam, termasuk pengaruh politik, sosial, dan budaya yang membentuk sistem pendidikan Islam masa kini. Ini juga memberikan perspektif tentang faktor yang memengaruhi perkembangan dan pembaruan dalam pendidikan Islam .

Sejarah pendidikan Islam berguna untuk memberikan teladan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menumbuhkan perspektif baru yang relevan dengan pendidikan Islam saat ini. Secara umum, sejarah memberikan petunjuk tentang peristiwa masa lalu yang dapat digunakan untuk menilai tantangan masa kini dan mendatang. Secara akademik, ia menawarkan pemahaman mengenai pertumbuhan, perkembangan, kemunduran, dan kebangkitan pendidikan Islam, serta membantu dalam menyelesaikan problematika pendidikan masa kini. Dengan belajar sejarah, dapat dimunculkan teori dan praktik baru dalam pendidikan Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman .

Metode deskriptif bertujuan menguraikan ajaran-ajaran Islam sebagaimana adanya untuk memahami maknanya, sementara metode komparatif digunakan untuk membandingkan ajaran Islam dengan fakta sejarah lainnya untuk mengetahui persamaan dan perbedaan. Metode analisis sintesis secara kritis membahas dan mengumpulkan informasi untuk mendapatkan kesimpulan utuh mengenai tujuan dan manfaat sejarah pendidikan Islam. Metode ini saling melengkapi dengan memberikan kerangka berpikir objektif dan terukur, memungkinkan pemahaman sejarah yang lebih mendalam dan kontekstual terkait pendidikan Islam .

Anda mungkin juga menyukai