Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen (JAKMAN)
ISSN2716-0807, Vol 4 No 4, 2023, 263-272 [Link]
Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Nilai
Perusahaan dengan Kinerja Keuangan dan Kebijakan
Hutang sebagai Variabel Intervening (Effect of Ownership
Structure on Firm Value with Financial Performance and
Debt Policy as Intervening Variables)
Ali Hardana
Universitas Islam Neger Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Sumatera Utara
hardanaali53@[Link]
Abstract
Purpose: This study examines how ownership structure affects
financial performance, with debt policy as an influencing factor.
Methodology/Approach: This study adopted a quantitative
research method. The OSIRIS database and indices, which are the
outcomes of earlier investigations, served as secondary data
sources for this study.
Results/findings: The results of the analysis show that in
Indonesia, (1) the ownership structure shown by insider ownership
has no relationship with debt policy; (2) the ownership structure
shown by insider ownership is related to financial performance; (3)
Riwayat Artikel debt policy does not affect firm value as a proxy for stock prices;
Diterima pada 29 Juli 2023 (4) there is a positive effect of financial performance on firm
Revisi 1 pada 9 Agustus 2023 value; and (5) there is no effect of ownership structure on firm
Revisi 2 pada 11 Agustus 2023 value through debt policy and financial performance as intervening
Revisi 3 pada 12 Agustus 2023 variables.
Disetujui pada 15 Agustus 2023 Limitations: Ownership structure and ownership have no
relationship with debt policy.
Contribution: Indri Ayu Lestari (2022) The results of this study
indicate that Foreign Institutional Ownership, Domestic
Institutional Ownership, and Dividend Policy have a positive and
significant effect on Firm Value. Foreign Institutional Ownership
has a negative and significant effect on Dividend Policy. Domestic
Institutional Ownership has no effect on Dividend Policy.
Dividend Policy as an intervening variable is unable to mediate
Foreign Institutional Ownership of Firm Value. Dividend Policy as
an intervening variable is unable to mediate Domestic Institutional
Ownership of Firm Value.
Keywords: Company Value, Debt Policy, Financial Performance,
Ownership Structure
How to Cite: Hardana, A. (2023). Pengaruh Struktur Kepemilikan
terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan dan
Kebijakan Hutang sebagai Variabel Intervening. Jurnal Akuntansi,
Keuangan, dan Manajemen, 4(4), 263-272.
1. Pendahuluan
Nilai perusahaan penting bagi bisnis karena mencerminkan kesejahteraan pemiliknya. Tugas manajer
adalah mengelola bisnis dengan cara yang meningkatkan nilainya sebagai perwakilan pemilik.
Banyak bisnis memberi manajer kesempatan untuk mengakuisisi saham perusahaan (juga dikenal
sebagai kepemilikan orang dalam atau kepemilikan manajerial) untuk memfasilitasi kinerja maksimal
mereka. Ada sisi baik dan buruk dari kepemilikan manajerial. Sisi positifnya, manajer yang
memegang saham perusahaan akan berkinerja baik karena mereka memiliki rasa memiliki terhadap
bisnis tersebut. Namun, kepemilikan manajemen dapat mendorong manajer untuk membuat keputusan
yang meningkatkan baik perusahaan maupun nilai pribadi mereka. Telah dilakukan investigasi
terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi nilai perusahaan. Menurut (A. Hardana, 2018, 2022;
A. Hardana & Damisa, 2022; Neugebauer et al., 2023; Varela, 2022), potensi keuntungan aset
perusahaan menentukan nilainya. Korelasi positif menunjukkan bahwa semakin besar kekuatan laba
yang dimiliki perusahaan, semakin efektif asetnya dibalik dan/atau semakin tinggi margin keuntungan
yang dicapai. Nilai perusahaan akan meningkat sebagai akibatnya. Nilai perusahaan juga akan
dipengaruhi oleh kebijakan hutang. Selain pajak, struktur modal perusahaan akan menentukan nilai
atau harga sahamnya. Harga saham naik ketika persentase hutang lebih tinggi, tetapi pada akhirnya
ketika tingkat hutang naik, nilai perusahaan akan turun karena. Temuan penelitian ini mendukung
gagasan bahwa manajer dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mempengaruhi peraturan
hutang dan peraturan terkait kinerja keuangan. Hubungan antara struktur kepemilikan dan nilai bisnis,
di mana kinerja keuangan dan kebijakan utang berperan dalam hubungan ini, belum dipelajari oleh
para sarjana sampai saat ini.
Di Indonesia sudah banyak pemodal asing yang menanamkan modalnya kepada perusahaan
Indonesia. Investor asing tersebut lebih banyak berasal dari golongan institusi. Berdasarkan data KSEI
pertumbuhan aset tercatat di C-BEST untuk kepemilikan asing pada tahun 2016-2020 persentase
kepemilikan asing menunjukkan mengalami penurunan tiap tahunnya, walaupun begitu keberadan
investor asing sangat penting dalam menggerakan IHSG meskipun investor lokal lebih mengusai.
Keberadaan investor asing sangat mempengaruhi kinerja pada suatu perusahaan di Indonesia.
Menurut Erdogan & Gürsoy, 2022; Gürsoy, 2022; Tengilimoğlu et al., (2022) yang merujuk pada
penelitian terdahulu, perusahaan dengan struktur kepemilikan asing memiliki kelebihan dibandingkan
domestik, kelebihan dari adanya kepemilikan asing di perusahaan tidak hanya aspek penanaman
modal tetapi juga dari aspek non-keuangan lainnya seperti, teknologi terbaru yang sudah dipakai
perusahan diluar negeri, pasar baru dan industri baru. Di sisi lain, (Aleyda & Berliyanti, 2023;
Lindauer et al., 2022; Lismawati et al., 2023; Mutia et al., 2023) menekankan bahwa pasar ekuitas
negara berkembang dapat mengambil manfaat dari peran pemantauan yang dimainkan oleh investor
asing. Oleh sebab itu, kepemilikan asing sangat berpengaruh dalam meningkatkan nilai
perusahaanPenelitian ini menggunakan kebijakan utang dan kinerja keuangan sebagai variabel
tambahan untuk menguji dampak kepemilikan orang dalam terhadap nilai bisnis.
2. Tinjauan pustaka dan pengembangan hipotesis
Nilai perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham, adalah persepsi investor terhadap
perusahaan. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi pula nilai perusahaan (Fakh-rudin dan
Sopian, 2001). Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan price to book value, yang merupakan
tingkat kepercayaan pasarpada prospek perusahaan ke depan (Soliha danTaswan, 2002). Pada
kenyataannya, tidak semua perusahaan menginginkan harga saham tinggi karena takut tidak laku
dijual atau tidak menarik investor untuk membelinya. Itulah sebabnya harga saham harus dapat di
buat seoptimal mungkin, harga saham tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Harga saham yang
terlalu murah dapat berdampak buruk pada citra perusahaan dimata investor. Menurut (A. H. Hardana
et al., 2023; Lowe et al., 2023; Massara et al., 2023) terdapat variabel-variabel kuantitatif yang dapat
digunakan untuk memperkirakan nilai suatu perusahaan, antara lain:Nilai buku Nilai buku merupakan
jumlah aktiva dari neraca dikurangi kewajiban yang ada atau modal pemilik. Nilai buku tidak
menghitung nilai pasar dari suatu perusahaan secara keseluruhan karena perhitungan nilai buku
berdasarkan pada data historis dari aktiva perusahaan. Nilai pasar perusahaan Nilai pasar saham
adalah suatu pendekatan untuk memperkirakan nilai bersih dari suatu bisnis. Apabila saham
didaftarkan dalam bursa sekuritas dan secara luas diperdagangkan, maka pendekatan nilai dapat
dibangun berdasarkan nilai pasar.
Pendekatan nilai merupakan suatu pendekatan yang paling sering digunakan dalam menilai
perusahaan besar, dan nilai ini dapat berubah dengan cepat. Perusahaan yang berdasarkan appraiser
independent akan mengijinkan pengurangan terhadap goodwill apabila harga aktiva perusahaan
meningkat. Goodwill dihasilkan sewaktu nilai pembelian perusahaan melebihi nilai buku aktivanya.
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
264
Nilai ini dipakai dalam penilaian merger atau akuisisi. Nilai sekarang dari arus kas yang telah
ditentukan akan menjadi maksimum dan harus dibayar oleh perusahaan yang ditargetkan (target firm),
pembayaran awal kemudian dapat dikurangi untuk menghitung nilai bersih sekarang dari merger.
Nilai sekarang (present value) adalah arus kas bebas dimasa yang akan datang. Untuk mengurangi
biaya keagenan dapat dilakukan dengan peningkatan insider owner-ship dengan harapan akan terjadi
penyebaran risiko. Para manajer juga mempunyai kecen-derungan untuk menggunakan hutang yang
tinggi bukan untuk memaksimumkan nilai per-usahaan, melainkan untuk kepentingan opor-tunistik
manajer. Hal ini akan meningkatkan beban bunga hutang karena risiko kebangkrutan perusahaan yang
meningkat, sehingga agency cost of debt semakin tinggi. Agency cost of debt yang tinggi pada
gilirannya akan berpengaruh pada penurunann nilai perusahaan. Dengan adanya kepemilikan saham
oleh pihak insider, maka insider akan ikut memperoleh manfaat langsung atas keputusan-keputusan
yang diambilnya, namun juga akan menanggung risiko secara langsung bila keputusan itu salah.
Kepemilikan oleh insider juga akan mengurangi alokasi sumber daya yang tidak benar
(misallocation). Dengan demikian kepemilikan saham oleh insider merupakan insentif untuk
meningkatkan nilai perusahaan. (Aghababaei et al., 2022; Neugebauer et al., 2023) menyatakan
bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earnings power dari aset perusahaan. Semakin tinggi earnings
power makasemakin efisien perputaran aset dan atau semakin tinggi profit margin yang diperoleh
perusahaan yang akan berdampak pada nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh (Indriaswari
et al., 2022; Nadira et al., 2022; K. A. Nasution et al., 2022) menemukan hasil bahwa ROA
berpengaruh positif signifikan terhadap return saham satu periode ke depan sehingga ROA merupakan
salah satu faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (Akçay et al., 2022; A. Hardana et al.,
2022; J. Nasution et al., 2022; Salama et al., 2022) dalam Suranta dan Merdistuti (2004) juga
menemukan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Miller and Modigliani
berpendapat bahwa semakin besar penggunaan hutang akan semakin besar pula risiko dan berarti
biaya modal sendiri bertambah. Dengan demikian penggunaan hutang tidak akan meningkatkan nilai
perusahaan karena keuntungan dari biaya hutang yang lebih murah ditutup dengan naiknya biaya
modal sendiri. Peningkatan penggunaan debt financing akan mempengaruhi pemindahan equity
capital. (Holt-Jensen, 2022) menyatakan bahwa dengan adanya hutang dapat digunakan untuk
mengendalikan penggunaan free cash flow secara berlebihan oleh manajemen, dengan demikian
meng-hindari investasi yang sia-sia. Penggunaan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan.
Peningkatan nilai tersebut dikaitkan dnegan harga saham dan penerunan hutang akan menurunkan
harga saham (Masulis & Reza, 2023). Namun demikian peningkatan hutang juga akan meninmbulkan
peningkatan risiko kebang-krutan bila tidak diimbangi dengan penggunaan hutang yang hati-hati.
Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Struktur kepemilikan memiliki hubungan dengan kebijakan
hutang. Beberapa peneliti menemukan hubungan positif antara kepemilikan manajerial dengan debt
ratio perusahaan (Foverskov et al., 2023). Peneliti lain menemukan bahwa kepemilikan manajerial
mempunyai pengaruh dan berhubungan negative dengan debt ratio (Astri Kurnia, 2022). Dari
penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kebijakan hutang perusahaan tanpa kepemilikan
manajerial akan berbeda dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial sebagaimana yang
dibuktikan oleh (A. Hardana, Utami, et al., 2023).
H01: Ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap kebijakan hutan.
Ha1: Tidak Ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap kebijakan hutan.
A. Hardana, Windari, et al., (2023) menemukan bahwa perusahaan yang kepemilikannya lebih
menyebar memberi-kan imbalan yang lebih besar kepada mana-jemen dibanding dengan perusahaan
yang ke-pemilikannya lebih terkonsentrasi. (Hastuti, 2005) menemukan bahwa kinerja keuangan lebih
ren-dah secara signifikan untuk perusahaan dengan kepemilikan saham mayoritas tunggal.
H02: Ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap kinerja keuangan
Ha2: Tidak Ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap kinerja keuangan
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
265
Keputusan pendanaan merupakan bagian penting dalam studi keuangan. (Hastuti, 2005)
mengemukakan proposisi dengan asumsi tanpa pajak dan pasar sempurna, nilai pasar perusahaan
bersifat tidak tergantung pada keputusan pendanaan atau struktur modal melainkan ditentukan oleh
kapitalisasi keun-tungan yang diharapkan pada tingkat tertentu.(Holt-Jensen, 2022)menyatakan bahwa
dengan adanya hutang dapat digunakan untuk mengen-dalikan penggunaan free cash flow secara
berlebihan oleh manajemen, dengan demikian, akan meningkatkan nilai perusahaan. Peningkatan
nilai tersebut dikaitkan dengan harga saham dan penurunan hutang akan menurunkan harga saham
(Masulis & Reza, 2023).
H03: Ada pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan
Ha3: Tidak Ada pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan
Penelitian menemukan bahwa struktur risiko keuangan dan perataan laba berpengaruh ter-hadap nilai
nilai perusahaan (Ashma & Rahmawati, 2019). Penelitian mengenai penga-ruh kinerja keuangan,
dalam hal ini return on asset (ROA), terhadap nilai perusahaan menunjukkan hasil yang tidak
konsisten. Miller and Modigliani (1961) menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earnings
power dari aset perusahaan, semakin tinggi earnings power semakin efisien perputaran aset dan atau
semakin tinggi profit margin yang diperoleh perusahaan yang berdampak pada peningkatan nilai
perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh (Indriaswari et al., 2022) menemukan hasil bahwa ROA
berpengaruh positif signifikan terhadap return saham satu periode ke depan sehingga ROA merupakan
salah satu faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan(Nadira et al., 2022) juga menemukan
bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil yang berbeda diperoleh oleh
(Masulis & Reza, 2023) dalam penelitiannya menemukan bahwa ROA justru berpengaruh negatif
terhadap nilai perusahaan.
Ho4: Ada pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan
Ha4: Tidak Ada pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan
(Miller et al., 2022) menyatakan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh kebijakan hutang. (Anwar
et al., 2018) menyatakan bahwa kebijakan hutang dipengaruhi struktur kepemilikan. Mereka
menyatakan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh kinerja keuangan. (A. Hardana, 2022)
menemukan hubungan yang positif antara insider ownership dengan nilai pasar setelah
mengendalikan kinerja perusahaan. Nilai perusahaan dapat meningkat jika institusi mampu menjadi
alat monitoring yang efektif. Hubungan antara analysts coverage yang merupakan external monitoring
function dan Tobins’Q sebagai proksi nilai perusahaan adalah positif dan signifikan. (Hastuti, 2005)
menyatakan bahwa kinerja keuangan dipengaruhi oleh struktur kepemilikan maka hipotesis yang kami
bangun adalah:
H05: Ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan
Ha5: Tidak Ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan
H06: Ada pengaruh antara struktur kepemilikan pada nilai perusahaan melalui kebijakan hutang dan
kinerja keuangan sebagai variabel intervening
Ha6: Tidak Ada pengaruh antara struktur kepemilikan pada nilai perusahaan melalui kebijakan hutang
dan kinerja keuangan sebagai variabel intervening
3. Metodologi
Perusahaan yang menjadi populasi adalah seluruh perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2008. Sedangkan pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive
sampling dengan tipe judgment sampling yaitu pemilihan sampel dengan mendasarkan pada kriteria
tertentu (Cooper andSchindler, 2000). Kriteria pemilihan sampel adalah sebagai berikut: 1)
Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020. 2) Data keuangan perusahaan
pada tahun 2008 tersedia di database OSIRIS. 3) Tersedia data tentang persentase kepemilikan saham
oleh direktur dan komisaris (insider ownership) dan memiliki data-data yang dibutuhkan dalam
penelitian ini. (Siregar & Hardana, 2022).
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
266
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari database OSIRIS
dan indeks yang merupakan hasil dari penelitian terdahulu. Database OSIRIS merupakan database
perusahaan publik dan solusi informasi analitis yang terintegrasi secara penuh. Database OSIRIS
diproduksi oleh Bureau van Dijk Electronic Publishing, [Link] van Dijk Electronic Publishing,
SA (BvDEP) merupakan sebuah perusahaan penyedia informasi perusahaan dan bisnis yang berpusat
di Brussels. Pusat pemasaran BvDEP berada di London dan memiliki kantor cabang di seluruh dunia,
seperti Amsterdam, Bahrain, Beijing, Bratislava, Brussels, Chicago, Kopen-hagen, Edinburgh,
Frankfurt, Jenewa, Lisbon, London, Madrid, Manchester, Mexico City, Milan, Moskow, New York ,
Paris, Roma, San Francisco, Seoul, Shanghai , Singapura, Stockholm, Sydney, Tokyo, Wina dan
Zurich. Database OSIRIS menyediakan data keuangan, kepemilikan, berita, ranking, pen-dapatan, dan
saham yang dikutip dari per-usahaan publik di dunia, termasuk perusahaan perbankan dan asuransi.
Database OSIRIS memiliki informasi lebih dari 45.000 per-usahaan dari 140 negara yang terdiri atas
34.000 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek dan 11.000 perusahaan yang tidak terdaftar atau
sudah tidak lagi terdaftar di Bursa Efek Data keuangan perusahaan industri dalam database OSIRIS
disediakan oleh World Vest Base (WVB) dan penyedia khusus regional, yaitu Korea Information
Service (KIS), Teikoku Databank (Jepang), Huaxia International Business Credit Consulting
Company (China), Reuters (USA), dan Edgar Online (USA).
Karena bekerja dengan penyedia data yang ahli dari berbagai dunia maka BvDEP membuat OSIRIS
menjadi alat penyedia informasi perusahaan publik di dunia yang paling akurat, paling komprehensif,
dan mudah digunakan (Sugiyono & Lestari, 2021). Data yang diambil dari database OSIRIS dapat
dipercaya karena OSIRIS hanya mempertahankan tingkat kualitas data tertinggi dari masing-masing
provider dan menerapkan kombinasi penilaian kontrol kualitas secara ketat. Sebelum data OSIRIS
disampaikan pada pelanggan, Bureau van Dijk Electronic Publishingjuga menerapkan serangkaian
langkah-langkah pengendalian mutu untuk memeriksa perangkat lunak dan data. DatabaseOSIRIS
diperbaharui 12 kali pertahun dalam bentuk DVD dan 52 kali pertahun dalam bentuk internet. (Bureau
van Dijk Electronic Publishing, 2007).
4. Hasil dan pembahasan
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Sampel perusahaan dipilih dari ke-seluruhan populasi perusahaan dengan kriteria terdaftar di Bursa
Efek Indonesia tahun 2008, data keuangan perusahaan tahun 2008 tersediadi OSIRIS, dan tersedia
data tentang persentase kepemilikan saham oleh direktur dan komisaris (insider ownership) dan
memiliki data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Periode penelitian adalah tahun 2008.
Jumlah keseluruhan perusahaan publik di Indonesia adalah 428 perusahaan. Data perusahaan publik di
Indonesia yang tersedia di database OSIRIS sejumlah 374 perusahaan. Dari jumlah tersebut, 113
perusahaan datanya tidak lengkap dan 58 2 perusahaan [Link] sampel akhir yang
diperoleh adalah 55 (14,71% dari populasi). Proses dan tahapan pemilihan sampel disajikan pada tabel
berikut:
Tabel 1. Proses Pemilihan Sampel
No Kriteria Jumlah Perusahaan
1 Perusahaan publik terdaftar di BEI 428
2 Perusahaan publik yang tersedia di OSIRIS 374
3 Data tidak tersedia lengkap (113)
4 Data outlier (58)
5 Perusahaan yang digunakan sebagai sampel 55
akhir
Sumber: Data diolah, 2023
4.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan data penyajian untuk mengukur nilai mean, median, dan standar
deviatition dalam mengelola perusahaannya.
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
267
Tabel 2. berikut ini menyajikan statistik deskriptif sampel perusahaan yang terdaftar di Indonesia
secara total.
Tabel 2. Statistik Deskriptif
Region Std.
Variabel Mean Median Minimum Maximum N
Deviation
INSD 0,029261 0,010600 0,0001 0,1240 55 0,0353152
DER 1,2486 1,0724 -2,86 3,8455 55 1,26581
Indonesia
ROA 0,0193 0,0226 -0,40 0,30 55 0,10244
PBV 1,1595 1,0400 - 0,96 3,73 55 0,88636
Sumber: Data diolah
4.2 Pengujian Hipotesis
Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis 1 ditolak karena pengaruh struktur kepemilikan terhadap
kebijakan hutang memiliki koefisien -2,243 dengan signifikansi 0,650. Hal ini meng-indikasikan
bahwa di Indonesia, insider ownership tidak memiliki hubungan dengan kebijakan hutang. Fenomena
ini terjadi di Indonesia karena insider ownership tidak me-miliki prosentase yang besar yang
menentukan kebijakan hutang. Menurut peraturan Bapepam, aksi perusahaan untuk menentukan
kebijakan hutang harus diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hasil analisis
menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat penerimaan 10% karena pengaruh struktur
kepemilikan terhadap kinerja keuangan memiliki koefisien 0,651 dengan signifikansi 0,099. Hal ini
mengindikasikan bahwa di Indonesia, struktur kepemilikan yang diproksikan dengan insider
ownership memiliki hubungan dengan kinerja keuangan.
Manajer yang memiliki kepemilikan mampu mengelola kinerja keuangan perusahaan dengan baik.
Semakin tinggi struktur kepemilikan dalam bentuk insider ownership, semakin tinggi pula rasio return
on asset (ROA) dan sebaliknya, semakin rendah struktur ke-pemilikan dalam bentuk insider
ownership, semakin rendah pula rasio return on asset (ROA). Manajer yang memiliki kepemilikan
mampu mengelola kinerja keuangan perusahaan dengan baik. Semakin tinggi struktur kepemilikan
dalam bentuk insider ownership, semakin tinggi pula rasio return on asset (ROA) dan sebaliknya,
semakin rendah struktur ke-pemilikan dalam bentuk insider ownership, semakin rendah pula rasio
return on asset (ROA). Hal ini dikarenakan pada tahun 2008, krisis ekonomi di Amerika berdampak
pada pasar modal di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga IHSG, yang menunjukkan indeks
harga saham gabungan, mengalami penurunan. Di sisi lain, kebijakan hutang perusahaan sudah
diambil sebagai strategi manajemen perusahaan. Hal ini menyebabkan tidak adanya pengaruh antara
kebijakan hutang dengan nilai perusahaan.
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
268
Menurut hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis 4 diterima karena pengaruh kinerja keuangan
terhadap nilai perusahaan memiliki koefisien 4,369 dengan signifikansi 0,000. Hasil penelitian ini
sejalan dengan hasil penelitian Rahmawati dan Triatmoko (2007). Nilai perusahaan ditentukan oleh
earnings power dari aset perusahaan. Hasil positif menunjukkan bahwa semakin tinggi kinerja
keuangan maka semakin tinggi nilai perusahaanyang ditunjukkan dengan harga saham dan
sebaliknya, semakin rendah kinerja keuangan maka semakin rendah pula nilai perusahaan. Tahun
2008 sebagai tahun krisis pasar modal di Amerika dan seluruh dunia, seperti yang telah dijelaskan di
atas, menyebabkan kinerja keuangan perusahaan menjadi menurun yang diimbangi pula dengan
penurunan harga saham sebagai indicator dari nilai perusahaan. Pada masa ini, investor mengalami
ketidakpercayaan pada pasar modal karena mereka melihat kinerja keuangan perusahaan Indonesia
ikut mengalami penurunan akibat imbas dari krisis di Amerika.
Keluarnya investor di pasar modal, yang berpindah ke instrument investasi lainnya, menyebabkan
harga saham menjadi turun. Namun, pada perusahaan-perusahaan tertentu, yang mampu bertahan
pada krisis dan mampu menunjukkan kinerja keuangan yang baik, dapat tetap memperoleh
kepercayaan dari investor. Saham-saham dari perusahaan inilah yang nilai perusahaannya naik yang
ditunjukkan dengan kenaikan harga [Link] menunjukkan bahwa hipotesis 5 ditolak karena
pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan memiliki koefisien -5,470 dengan
signifikansi 0,[Link] penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Fuerst and Kang (2000).
Hal ini juga disebabkan karena insider ownership di Indonesia tidak mampu untuk mengendalikan
nilai perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian Hermuningsih dan Wardani (2009)yang
menemukan bahwa di Indonesia, struktur kepemilikan tidak memiliki hubungan dengan nilai
[Link] path digunakan untuk mem-buktikan hipotesis keenam. Karena meng-gunakan
program eviews maka analisis path dihitung secara manual sesuai dengan petunjuk Grim and Yarnold
(1995), Gujarati (2009), Hair et al. (2005), dan Ghozali (2009). Dan dari perhitungan diperoleh nilai
signifikansi 0,40465 sehingga hipotesis 6 ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada pengaruh
antara struktur kepemilikan pada nilai perusahaan melalui kebijakan hutang dan kinerja keuangan
sebagai variabel intervening. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa di Indonesia, insider
ownership tidak memiliki hubungan dengan kebijakan hutang. Fenomena ini terjadi di Indonesia
karena insider ownership tidak memiliki prosentase yang besar yang menentukan kebijakan hutang.
Menurut peraturan Bapepam, aksi perusahaan untuk menentukan kebijakan hutang harus diputuskan
oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Struktur kepemilikan yang diproksikan dengan insider
ownership memiliki hubungan dengan kinerja keuangan. Manajer yang memiliki kepemilikan mampu
mengelola kinerja keuangan perusahaan dengan baik. Semakin tinggi struktur kepemilikan dalam
bentuk insider ownership, semakin tinggi pula rasio return on asset (ROA) dan sebaliknya, semakin
rendah struktur kepemilikan dalam bentuk insider ownership, semakin rendah pula rasio return on
asset (ROA). Di Indonesia, kebijakan hutang tidak ak an mempengaruhi harga saham, sebagai proksi
dari nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2008, krisis ekonomi di Amerika berdampak
pada pasar modal di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga IHSG, yang menunjukkan indeks
harga saham gabungan, mengalami penurunan. Di sisi lain, kebijakan hutang perusahaan sudah
diambil sebagai strategi manajemen perusahaan. Hal ini menyebabkan tidak adanya pengaruh antara
kebijakan hutang dengan nilai [Link] pengaruh yang positif antara kinerja keuangan
dengan nilai perusahaan. Hasil positif menunjukkan bahwa semakin tinggi kinerja keuangan maka
semakin tinggi nilai perusahaan yang ditunjukkan dengan harga saham dan sebaliknya, semakin
rendah kinerja keuangan maka semakin rendah pula nilai perusahaan. Insider ownership di Indonesia
tidak mampu untuk mengendalikan nilai perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian
Hermuningsihdan Wardani (2009) yang menemukan bahwa di Indonesia, struktur kepemilikan tidak
memiliki hubungan dengan nilai [Link] hasil analisis menunjuk-kan bahwa
hipotesis 6 ditolak sehingga disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara struktur kepemilikan pada
nilai perusahaan melalui kebijakan hutang dan kinerja keuangan sebagai variabel intervening.
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
269
5. Kesimpulan
Hasil penelitian ini tidak lepas beberapa kelemahan dalam penelitian yang tidak dapat dihindari.
Pertama, periode penelitian tahun 2020, yang merupakan masa krisis, menyebab-kan hasil penelitian
ini mengalami banyak perbedaan dengan temuan-temuan sebelumnya. Namun hal ini
mengindikasikan bahwa krisis mempengaruhi keadaan di pasar modal Indonesia. Kedua, sampel
penelitian yang hanya sedikit, yaitu 14, 71% dari populasi. Sedikitnya sampel menyebabkan
generalisasi penelitian ini harus dilakukan dengan hati-hati. Kendala ini terjadi karena banyak
perusahaan yang tidak memiliki data yang lengkap di database Osiris dan banyak perusahaan
Indonesia yang memiliki data outlier. Ketidak-normalan data Indonesia memang menjadi kendala
bagi banyak peneliti pasar modal di Indonesia.
5.1. Saran
Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk mem-perbanyak sampel
penelitian dan memper-panjang observasi. Dengan jumlah sampel penelitian yang diperbanyak,
bahkan jika me-mungkinkan dibandingkan dengan negara lain, membuat analisis hasil penelitian
semakin kaya dan dapat digeneralisasi dengan baik. Dengan memperpanjang observasi maka peneliti
dapat membandingkan masa sebelum krisis, saat krisis, dan sesudah krisis sehingga mampu
menghasilkan sebuah kesimpulan mengenai bagaimana dampak krisis pada pasar modal.
Ucapan terima kasih
Ucapan terimakasih disampaikan kepada Bapak Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, [Link] selaku
Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Bapak Dr. Darwis Harahap, [Link].,
selaku Dekan FEBI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dan Bapak Dr. Abdul
Nasser Hasibuan, [Link] Selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FEBI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad
Addary Padangsidimpuan atas kerjasamanya dan partisipasinya dalam memberikan masukannya.
Referensi
Aghababaei, M. E., Rashidi, M., & Tayebi Sani, E. (2022). Investigating the Effect of Dividend
Policy on the Fundamental Firm Value in Tehran Stock Exchange. Financial Management
Strategy, 10(3), 123–140.
Akçay, A. Ö., SAYIN, H. C., & Örgün, G. S. (2022). Sahiplik Yapısının Kâr Düzleştirme
Uygulamaları Üzerine Etkisi: Borsa İstanbul Uygulaması. Ekonomi Politika ve Finans
Araştırmaları Dergisi, 7(1), 238–256.
Aleyda, F., & Berliyanti, D. O. (2023). Pengaruh Perceived Organizational Support, Contigency
Reward Behaviour terhadap Work Engagement. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Dan Manajemen,
4(3), 185–194.
Anwar, Z., Ikawati, H. D., & Syarifah, S. (2018). Mentoring Sebagai Suatu Inovasi dalam
Peningkatan Kinerja. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 1(1), 21–28.
[Link]
Ashma, F. U., & Rahmawati, E. (2019). Pengaruh Persistensi Laba, Book Tax Differences,
Investment Opportunity Set dan Struktur Modal Terhadap Kualitas Laba dengan Konservatisme
Akuntansi Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Jasa yang Terdaftar di
BEI Periode 2015-2017). Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 3(2), 206–219.
Astri Kurnia, D. (2022). PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN
INSTITUSIONAL TERHADAP RETURN ON ASSET PADA BANK UMUM SYARIAH. Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta.
ERDOGAN, A. K., & GÜRSOY, A. (2022). Fonksiyonel Bir Süt Ürünü: Dondurma. Akademik Et ve
Süt Kurumu Dergisi, 3, 33–42.
Foverskov, E., White, J. S., Norredam, M., Frøslev, T., Kim, M. H., Glymour, M. M., Pedersen, L.,
Sørensen, H. T., & Hamad, R. (2023). Neighbourhood socioeconomic disadvantage and
psychiatric disorders among refugees: a population-based, quasi-experimental study in Denmark.
Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 58(5), 711–721.
Gürsoy, G. (2022). The significance of science centers in science education. Academic Studies In, 95.
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
270
Hardana, A. (2018). Pengaruh Promosi, Harga Dan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kartu
Seluler Lebih Dari Satu Operator Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Al-
Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Keislaman, 6(1).
[Link]
Hardana, A. (2022). Keikutsertaan Dana Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. Bukhori:
Kajian Ekonomi Dan Keuangan Islam, 2(1), 65–74.
Hardana, A., & Damisa, A. (2022). Pelatihan Manajemen Usaha Dalam Meningkatkan Usaha UMKM
Kuliner. Medani: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 16–22.
Hardana, A. H., Hasibuan, L., & Hasibuan, S. E. (2023). Tax Aggressiveness, Capital Structure,
Corporate Governance Dan Firm Performance. Settings International Journal of Economic
Research and Financial Accounting (IJERFA), 1(2).
Hardana, A., Nasution, J., & Damisa, A. (2022). Pengaruh Rasio Keuangan Pemerintah Daerah
Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5),
1192–1201.
Hardana, A., Utami, T. W., & Hasibuan, L. (2023). Accounting information in improving corporate
values and responsibility to stakeholders in cement manufacturing companies in Indonesia.
Journal of Management Science (JMAS), 6(2), 231–233.
Hardana, A., Windari, W., Efendi, S., & Harahap, H. T. (2023). Comparing Credit Procyclicality in
Conventional and Islamic Rural Bank: Evidence from Indonesia. Annual International
Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB), 3.
Hastuti, T. D. (2005). Hubungan antara good corporate governance dan struktur kepemilikan dengan
kinerja keuangan (Studi kasus pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta). Simposium
Nasional Akuntansi VIII, 238–247.
Holt-Jensen, A. (2022). Synthesis of Physical and Human Geography: Necessary and Impossible? In
Socio-Spatial Theory in Nordic Geography: Intellectual Histories and Critical Interventions (pp.
69–85). Springer International Publishing Cham.
Indriaswari, I., Ulupui, I. G. K. A., & Warokka, A. (2022). Financial knowledge, financial attitude,
and locus of control: Reviewing their influence on financial management behavior using
financial literacy as moderation variable. The International Journal of Social Sciences World
(TIJOSSW), 4(2), 431–443.
Lindauer, M., Eggensperger, K., Feurer, M., Biedenkapp, A., Deng, D., Benjamins, C., Ruhkopf, T.,
Sass, R., & Hutter, F. (2022). SMAC3: A versatile Bayesian optimization package for
hyperparameter optimization. The Journal of Machine Learning Research, 23(1), 2475–2483.
Lismawati, L., Hardana, A., Utami, T. W., & Mutiah, N. (2023). Kontribusi Data Akuntansi Biaya
terhadap Peningkatan Nilai Perusahaan dan Tanggung Jawab Pemangku Kepentingan pada
Perusahaan Manufaktur Semen Indonesia. Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance,
3(1), 1–10.
Lowe, C., Rafiq, M., MacKay, L. J., Letourneau, N., Ng, C. F., Keown-Gerrard, J., Gilbert, T., &
Ross, K. M. (2023). Impact of the COVID-19 pandemic on Canadian social connections: A
thematic analysis. Journal of Social and Personal Relationships, 40(1), 76–101.
Massara, P., Lopez-Dominguez, L., Bourdon, C., Bassani, D. G., Keown-Stoneman, C. D. G., Birken,
C. S., Maguire, J. L., Santos, I. S., Matijasevich, A., & Bandsma, R. H. J. (2023). A novel
systematic pipeline for increased predictability and explainability of growth patterns in children
using trajectory features. International Journal of Medical Informatics, 105143.
Masulis, R. W., & Reza, S. W. (2023). Private benefits of corporate philanthropy and distortions to
corporate financing and investment decisions. Corporate Governance: An International Review,
31(3), 464–490.
Miller, M. J., Cash-Goldwasser, S., Marx, G. E., Schrodt, C. A., Kimball, A., Padgett, K., Noe, R. S.,
McCormick, D. W., Wong, J. M., & Labuda, S. M. (2022). Severe monkeypox in hospitalized
patients—United States, August 10–october 10, 2022. Morbidity and Mortality Weekly Report,
71(44), 1412–1417.
Mutia, N., Hardana, A., & Zein, A. S. (2023). Analisis Perencanaan Strategis, Manajemen
Perencanaan Strategis, Dan Strategis Kampus Padangsidimpuan. SAMMAJIVA: Jurnal
Penelitian Bisnis Dan Manajemen, 1(1), 126–140.
Nadira, S. N., Ulupui, I. G. K. A., & Armeliza, D. (2022). Pengaruh Shariah Compliance, Pendapatan
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
271
Ijarah Dan Pembiayaan Bagi Hasil Terhadap Kinerja Bank Syariah Periode 2017–2020. Jurnal
Akuntansi, Perpajakan Dan Auditing, 3(3), 691–709.
Nasution, J., Hardana, A., Damisa, A., & Rasyid, A. (2022). Dampak Kehadiran Wisata Religi
Terhadap Penghasilan Pedagang Makanan Di Lingkungan Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok.
Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah/Vol, 7(4), 1579.
Nasution, K. A., Hasibuan, S. S., Utami, A., Hasibuan, F., Ardiansyah, F., & Hardana, A. (2022).
Strategi LPTQ Dalam Meningkatkan Kualitas SDM Yang Unggul dan Qur’ani. Jurnal Indragiri
Penelitian Multidisiplin, 2(3), 187–197.
Neugebauer, T., Shachat, J., & Szymczak, W. (2023). A test of the Modigliani-Miller theorem,
dividend policy and algorithmic arbitrage in experimental asset markets. Journal of Banking &
Finance, [Link]
Salama, S. N., Randa, F., & Ng, S. (2022). The Effect Of Tax Planning And Political Costs On Profit
Management With Profitability As Moderating Variables. Simak, 20(02), 343–373.
Siregar, B. G., & Hardana, H. A. (2022). Metode Penelitian EKonomi dan Bisnis. Merdeka Kreasi
Group.
Sugiyono, S., & Lestari, P. (2021). Metode penelitian komunikasi (Kuantitatif, kualitatif, dan cara
mudah menulis artikel pada jurnal internasional). Alvabeta Bandung, CV.
TENGİLİMOĞLU, E., ŞALVARCI, S., GÖRAL, R., & GÜRSOY, Y. (2022). Online Yorumlara
Yönetim Tarafından Verilen Cevapların Benzerliği: Tripadvisor Örneği. Selçuk Turizm ve
Bilişim Araştırmaları Dergisi, 1(2), 32–42.
Varela, O. (2022). Duration‐adjusted betas. Review of Financial Economics, 40(2), 168–173.
2023 | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen /Vol 4 No 4, 263-272
272