0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan32 halaman

Penawaran Produk Baru oleh Kelompok 5

Dokumen ini membahas tentang pengembangan produk baru, termasuk memilih ide produk baru, mengelola proses pengembangan, menganalisis bisnis, dan mengelola proses pengembangan dari konsep hingga strategi pemasaran.

Diunggah oleh

Zeriel Pangestu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan32 halaman

Penawaran Produk Baru oleh Kelompok 5

Dokumen ini membahas tentang pengembangan produk baru, termasuk memilih ide produk baru, mengelola proses pengembangan, menganalisis bisnis, dan mengelola proses pengembangan dari konsep hingga strategi pemasaran.

Diunggah oleh

Zeriel Pangestu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENAWARAN

PASAR BARU
Manajemen Pemasaran

Kelompok 5
Anggota Kelompok :
1 Verdi Raihan Noor (141220149)

2 Muhamad Zeriel Pangestu (141220164)

3 Farica Karin Butsaina (141220173)

4 Jasmine Hasna Aulia Savitri (141220175)

5 Abisoca Herlambang Sakti(141220218)


PILIHAN PRODUK BARU
Ada beberapa jenis produk baru dan cara
mendapatkannya diantaranya

1 Membuat / Membeli 2 Jenis Jenis Produk Baru


Produk baru berkisar dari produk
baru bagi dunia yang menciptakan
Perusahaan dapat pasar yang seluruhnya baru pada
menambahkan produk satu sisi, sampai perbaikan atau
baru melalui akuisisi atau revisi kecil produk lama di sisi lain.
pengembangan. Sebagian besar kegiatan produk
baru ditujukan untuk memperbaiki
produk lama.
Tantangan dalam
Pengembangan Produk Baru
1 Imperatif Inovasi

2 Keberhasilan Produk Baru

3 Kegagalan Produk Baru


Pengaturan organisasi
menentukan anggaran bagi pengembangan produk baru

1 2
Tahapan pengembangan produk baru faktor-faktor kegagalan
meliputi
merancang ide produk baru
perencanaan produk baru
penyaringan atau pemilihan ide produk seperti
pengembangan dan pengujian konsep identifikasi masalah kurang
menyusun strategi pemasaran, analisis tepat
bisnis
pengembangan produk kurang ide
uji pemasaran biaya pengembangan tinggi
memasarkan produk
mengelola pengembangan
produk baru
membangun kemampuan manajemen pemasaran perlu
strategi intelektual ke memperhatikan tujuannya seperti
dalam kehidupan sehari- memberikan nilai maksimal bagi
konsumen
hari organisasi dan
memenangkan persaingan
memfasilitasi proses perusahaan dengan memilih produk
pembelajaran manajerial yang inovatif
untuk meningkatkan daya produk yang dimodifikasi serta
tanggal dalam berpikir mempunyai nilai yang tinggi baik
tentang situasi produk dalam desain warna, ukuran,
baru yang muncul kemasan, merek,
Mengelola Proses
Pengembangan Ide
SEPULUH CARA MENEMUKAN IDE PRRODUK
BARU YANG HEBAT
1. Menjalankan sesi Informal, yang di dalam sesi tersebut, kelompok pelanggan bertemu dengan Insinyur dan
desainer perusahaan untuk mendiskusikan masalah dan kebutuhan serta bertukar pikiran tentang solusi potensial.
2. Memberikan waktu luang-waktu penyelidikan-bagl kelompok teknis untuk untuk memainkan proyek mereka sendiri.
3M memberikan waktu luang 15%; Rohm & Haas 10%.
3. Mengadakan sesi tukar pikiran dengan pelanggan sebagai fitur standar tur pabrik.
4. Mensurvei pelanggan Anda: Temukan apa yang mereka sukai dan tidak mereka sukai dalam produk Anda dan
produk pesaing Anda.
5. Lakukan riset "terbang di atas dinding" atau "berkemah" dengan pelanggan, seperti yang dilakukan Fluke dan
Hewlett-Packard.
6. Gunakan putaran iterasi: sekelompok pelanggan dalam satu ruang, memfokuskan diri untuk
mengidentifikasimasalah, dan sekelompok orang teknis di ruang lainnya, mendengarkan dan bertukar pikiran
tentang solusi. Segera ujl solusi yang direncanakan dengan kelompok pelanggan.
7. Mengadakan pencarian kata kunci yang secara rutin memindal publikasi dagang di berbagai negara yang
mengumumkan produk baru.
8. Memperlakukan pameran dagang sebagai misi inteljen, yang dengan misi tersebut, Anda memandang semua yang
baru di industri Anda di bawah satu atap.
9. Memerintahkan orang bagian teknis dan pemasaran untuk mengunjungi laboratorium pemasok Anda dan meng-
habiskan waktu dengan orang-orang teknis mereka- menemukan apa yang baru.
10. Mendirikan ruang ide, dan membuatnya terbuka dan mudah diakses. Memungkinkan karyawan mengulas ide dan
menambahkan ulasan itu secara konstruktil
7 Cara menarik Ide
Baru dari Pelanggan
Meneliti bagaimana pelanggan Menggunakan situs web untuk
1 5
menggunakan produk ide baru

Menanyakan kepada pelanggan Membentuk komunitas merek


2 mengenai masalah dalam 6 yang terdiri dari para peminat
produk untuk membicarakan produk

Bertanya pada pelanggan Mendorong atau menantang


3 7 pelanggan mengubah atau
mengenai produk impian mereka
memperbaiki produk
Menggunakan dewan
4 penasehat pelanggan untuk
mengomentari ide perusahaan
Bagaimana Menjalankan Sesi
Tukar Pikiran yang Berhasil
Terdapat fasilitator terlatih Peserta harus diberi persiapan
1 5
untuk memandu sesi mengenai latar belakang

Peserta harus merasa bahwa


2 6 Sesi perorangan sebelum dan
mereka dapat mengekspresikan
setelah lokakarya tukar pikiran
diri sendiri dengan bebas
Peserta harus mellihat diri mereka Sesi tukar pikiran harus
3 sendiri sebagai mitra yang bekerja 7 mengarah ke rencana tindakan
untuk mencapai tujuan bersama dan implementasi
Peraturan harus ditetapkan dan
Sesi tukar pikiran bisa lebih dari
4 diikuti, agar diskusi tidak keluar 8
sekadar menghasilkan Ide
dari jalur
Teknik Merangsang Kreativitas

1 Menyebutkan atribut 4 Analisis asumsi terbalik

2 Mendorong hubungan 5 Konteks baru

3 Analisis morfologis 6 Pemetaan pikiran


Penyaringan Ide
Dalam menyaring ide, perusahaan harus menghindari dua jenis kesalahan. Kesalahan menolak
(DROP-error) terjadi ketika perusahaan menolak ide yang baik. Kesalahan Menjalankan (GO-
error) terjadi ketika perusahaan memperbolehkan ide yang buruk dikembangkan dan
dikomersialisasikan. Kegagalan produk absolut mengakibatkan kerugian keuangan;
penjualannya tidak menutup blaya variabel. Kegagalan produk parsial mengakibatkan
kerugian keuangan, tetapi penjualan menutup semua biaya variabelnya dan sejumlah biaya
tetapnya. Kegagalan produk relatif menghasilkan laba yang lebih rendah daripada tingkat
pengembalian sasaran perusahaan.

Tujuan penyaringan adalah membuang ide buruk secepat mungkin. Alasannya adalah biaya
pengembangan produk meningkat cukup besar dalam setiap tahap pengembangan
berikutnya. Sebagian besar perusahaan membutuhkan ide produk baru yang digambarkan
dalam bentuk standar untuk tinjauan komite produk baru. Deskripsi menyatakan ide produk.
pasar sasaran, dan persaingan serta perkiraan kasar ukuran pasar, harga produk, waktu dan
biaya pengembangan, biaya manufaktur, dan tingkat pengembalian.
Mengelola Proses
Pengembangan: Konsep
sampai Strategi
Pengembangan dan
Pengujian Konsep
Setiap konsep merepresentasikan konsep kategori yang mendefinisikan
persaingan produk. Dengan menggunakan dua dimensi biaya dan waktu
persiapan untuk menciptakan peta positioning produk.

Pengujian konsep berarti menampilkan konsep produk, secara simbolis


atau fisik, untuk membidik konsumen dan melihat reaksinya. Semakin
besar kemiripan konsep yang diuji dengan produk atau pengalaman
akhir, semakin andal pengujian konsep tersebut. Pengujian konsep
prototipe tidak hanya dapat membantu menghindari kesalahan yang
mahal, tetapi juga terutama menantang dengan produk baru yang
berbeda bagi dunia secara menyeluruh.
Pengembangan
strategi pemasaran
Setelah uji konsep berhasil, manajer produk baru
akan mengembangkan rencana strategi tiga bagian
awal untuk memperkenalkan produk baru ke pasar.
Bagian pertama menggambarkan ukuran pasar
sasaran, struktur, dan perilaku; positioning produk
yang direncanakan, lalu *penjualan, pangsa pasar,
dan tujuan laba yang dicari dalam beberapa tahun
pertama
Analisis Bisnis
Adalah jumlah penjualan tahun pertama yang
diperkirakan, penjualan pengganti dan penjualan
berulang.
Metode perkirakan penjualan bergantung pada
frekuensi pembelian ( produk di beli satu kali , jarang ,
atau sering dibeli)
a. Memperkirakan Total Penjualan
Produk
Adalah jumlah penjualan tahun pertama
yang diperkirakan, penjualan pengganti
dan penjualan berulang
[Link] yang dibeli satu kali

Contoh: cincin pertunangan atau rumah


untuk pensiun
Penjualan naik pada awal, memuncak,dan
mendekati nol ketika jumlah pembeli
potensial habis
Lanjutan...
2. Produk yang jarang dibeli
Contoh: Mobil,pemanggang roti,dan
peralatan industri
Mengalami siklus penggantian yang didikte
oleh tampilan fisik atau keusangan yang
berhubungan dengan perubahan gaya, fitur
dan kinerja.
3. Produk yang sering dibeli
Contoh: produk konsumen atau industri yang tidak tahan lama
Jumlah pembeli pertama mulanya meningkat, kemudian
berkurang sehingga hanya sedikit pembeli yang tertinggal
( dengan asumsi populasi tetap).
Pembelian berulang segera terjadi mengingat produk
memuaskan beberapa pembeli.
b. Memperkirakan Biaya dan Laba
Dilakukan oleh departemen R&D,
manufaktur, pemasaran, dan keuangan

Analisis yang diperlukan antara lain dalam bentuk:

1. Laporan Proyeksi Arus Kas


2. Analisis titik impas (breakeven analysis),
yang memperkirakan beberapa banyak unit
yang harus dijual perusahaan untuk mencapai
titik impas dengan harga dan stuktur biaya
tertentu.
3. Analisis risiko (risk analysis, membuat 3
perkiraan (optimis, pesimis, dan mungkin)
untuk setiap variabel.
Pengembangan Produk

Mengelola Proses 1. Prototipe Fisik


Departemen R&D akan mengembangkan satu

Pengembangan:
atau lebih versi fisik konsep produk untuk
menemukan prototipe yang melambangkan
atribut kunci yang digambarkan dalam
Pengebangan pernyataan konsep produk.
Dengan merancang dan menguji desain
sampai produk melalui simulasi, perusahaan
mendapatkan fleksibilitas dalam merespon
Komersialisasi informasi baru dan menyelesaikan
ketidakpastian dengan mengeksplorasi
alternatif secara cepat.
Contoh: Perusahaan Boeing merancang
pesawat 777 dengan basis digital secara
keseluruhan. Pengurangan waktu dan biaya
pembuatan prototipe fisik mengurangi waktu
Pengembangan Produk
2. Ujian Pelanggan
[Link] alfa yakni pengujian produk di dalam perusahaan untuk melihat bagaimana
produk melakukan berbagai aplikasi
2. Uji beta yakni pengujian dengan pelanggan setelah prototipe diperbaiki

Cara pengujian preferensi pelanggan:


Metode pengurutan peringkat
Metode perbandingan berpasangan
Metode peringkat monadik

Contoh: untuk mengembangkan lipstik tahan lama Cover Girl Outlast-nya, P&G
mengundang 500 wanita ke laboratoriumnya di pagi hari untuk memakai lipstick
tersebut dan kembali delapan jam kemudian untuk melihat warna bibir setelahnya
Pengujian Pasar
Uji pasar barang konsumen
Berusaha memperkirakan empat variabel:
1. Percobaan
2. Pengulangan
3. Pemakaian
4. Frekuensi pembelian
Untuk mengungkap Untuk
Metode Uji Pasar
fakta yang belum Barang Konsumen
pengembangan
diketahui oleh Gelombangteknologi
1. Riset Penjualan
manusia
2. Pemasaran Uji Tersimulasi
3. Pemasaran Uji Terkendali
4. Menguji Pasar
Pengujian Pasar Barang Bisnis
1. Dengan menggunakan pengujian alfa (di dalam
perusahaan) dan beta (dengan pelanggan luar)

2. Dengan memperkenalkan produk baru di pameran


dagang untuk meneliti besarnya minat pembeli
Untuk mengungkap Untuk
terhadap produk baru tersebut, reaksi mereka terhadap
fakta yang belum pengembangan
berbagai
diketahui oleh fitur dan persyaratan,
teknologi serta banyak orang
yang menunjukkan keinginan membeli atau melakukan
manusia
pemesanan.
Komersialisasi
A. PENENTUAN WAKTU
1. Masuk pertama
Perusahaan pertama yang memasuki pasar biasanya menikmati
"keuntungan penggerak pertama " dengan mengunci distributor dan
pelanggan kunci mendapatkan kepemimpinan.
2. Masuk secara berbarengan/ paralel
Perusahaan dapat menentukan waktu untuk memasuki pasar
bersamaan dengan saat pesaing memasuki pasar. Pasar akan lebih
memberikan perhatian ketika dua perusahaan mengiklankan produk
baru.
3. Masuk belakangan Perusahaan mungkin menunda peluncurannya
sampai setelah pesaing masuk. Pesaing harus mengeluarkan biaya
mendidik pasar dan produknya dapat menunjukkan kesalahan yang
dapat dihindari produk yang masuk belakangan.
Komersialisasi
B. STRATEGI GEOGRAFIS
Perusahaan harus memutuskan apakah mereka akan meluncurkan
produk baru dalam satu kawasan, sebuah wilayah, beberapa wilayah,
pasar nasional, atau pasar internasional. Sebagian besar perusahaan
akan mengembangkan peluncuran pasar terencana sepanjang waktu.

C. Prospek pasar sasaran


Dalam pasar peluncuran, perusahaan akan menentukan sasaran
distribusi dan promosi awalnya kepada kelompok calon pelanggar
terbaik. Perusahaan harus menentukan profil calon pelanggan ini,
dan idealnya mereka harus berupa pengadopsi awal, pengguna
berat, dan pemimpin opini yang dapat dijangkau denga biaya
rendah.
Komersialisasi
D. STRATEGI PENGENALAN KE PASAR
Perusahaan harus mengembangkan rencana tindakan untuk
memperkenalkan produk baru ke pasar peluncuran. Karena
peluncuran penduk baru sering membutuhkan waktu yang lebih
lama dan uang yang lebih banyak daripada yang diperkirakan,
banyak penawaran yang berpotensi mengalami kekurangan dana.
Penting untuk mengalokasikan waktu dan sumber daya yang cukup
tetapi juga tidak berlebihan- ketika produk baru mendapatkan
pijakan di pasar
Proses Adopsi Konsumen
Adopsi (adaption) adalah keputusan
seseorang untuk menjadi pengguna tetap
sebuah produk. Proses adopsi konsumen
diikuti oleh proses loyalitas konsumen, yang
menjadi perhatian produsen mapan.
• Tahap-tahap dalam Proses adopsi
Pengadopsi produk baru bergerak melalui lima tahap:

1. Kesadaran : Konsumen menyadari inovasi, tetapi kekurangan


informasi tentang inovasi tersebut.
2. Minat : Konsumen terdorong untuk mencari informasi tentang
inovasi.
3. Evaluasi : konsumen mempertimbangkan apakah mereka akan
mencoba inovasi baru.
4. Percobaan : Konsumen mencoba inovasi untukmeningkatkan
perkiraan nilainya.
5. Adopsi : Konsumen memutuskan untuk menggunakan inovasi
secara penuh dan teratur.
• FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PROSES ADOPSI

1 .Kesiapan untuk mencoba produk baru dan pengaruh pribadi


Kategorisasi pengadopsi, berdasarkan waktu adopsi inovasi relatif :
A. Inovator
B. Pengapdopsi awal
C. Mayoritas awal
D .Mayoritas akhir
E. Orang yang lambat
2. Beberapa produk segera menarik perhatian (roller
blade), sementara produk lain membutuhkan waktu lama
untuk diterima (mobil bermesin diesel). Lima karakteristik
memengaruhi tingkat adopsi sebuah inovasi
- Keunggulan relatif
- Kompatibilitas
- Kompleksitas
- Kemampuan dipisahkan
- Kemampuan komunikasi
3. Kesiapan organisasi untuk menerapkan inovasi
Adopsi dihubungkan dengan variabel dalam lingkungan
organisasi (kemajuan komunitas, penghasilan komunitas),
organisasi itu sendiri (ukuran, laba, tekanan untuk
berubah), dan administrator (tingkat pendidikan, usia,
kerumitan). Kekuatan lain berperan dalam usaha
menerapkan produk ke organisasi yang menerima banyak
dana dari pemerintah, contohnya seperti sekolah negeri,
produk kontroversial, atau inovatif dapat dipadamkan
oleh opini publik yang negatif.
TERIMA KASIH
Kelompok 5

Common questions

Didukung oleh AI

Companies can stimulate creativity through techniques like mind mapping, reverse assumption analysis, and introducing new contexts. Encouraging free expression and collaboration between engineers and designers from different domains in informal sessions, such as idea rooms or brainstorming workshops, can lead to innovative solutions. Employing facilitators to guide these sessions ensures the structure needed for productive idea generation .

An effective product launch strategy involves careful timing and geographic segmentation. Companies can choose to enter the market first, simultaneously with competitors, or later to avoid initial risks. Strategic geographic launches allow for targeted, resource-efficient distribution and promotion. Companies should also align their launch plans with target market profiles, focusing on early adopters and influencers to ensure rapid adoption and wide visibility .

The consumer adoption process includes awareness, interest, evaluation, trial, and adoption stages. Factors influencing this process are personal readiness to try new products, influence from social networks, and the product's relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and communicability. Organizations must address these factors to facilitate quick adoption, tailoring messages to different adopter categories like innovators and early adopters .

Dropping good ideas (DROP-errors) can result in missed opportunities and competitive disadvantage, while advancing poor ideas (GO-errors) can lead to financial losses from market failures. Rigorous screening processes are essential to minimize these risks by validating ideas through market analysis, prototype testing, and consumer research, ensuring only viable concepts proceed to development .

Companies use customer feedback by researching how customers use products, asking about problems and desired features, and involving them in brainstorming sessions. They also form brand communities to discuss products, utilize customer advisory boards for feedback, and challenge customers to improve products. These methods help companies refine product features and ensure they meet market demand .

Concept testing is crucial as it involves presenting the product concept, either symbolically or physically, to target consumers to gauge their reactions. This process aids in identifying potential issues early, thereby avoiding costly mistakes. The closer the tested concept resembles the final product, the more reliable the insights from concept testing, making it an essential step to verify consumer acceptance and feasibility before full-scale development .

The "first mover advantage" refers to benefits companies gain by being the first to enter a market, such as establishing a prominent brand presence and securing key channels and consumers. Companies can implement this strategy to prevent competitors from capturing market share and can benefit from economies of scale. Conversely, being a first mover requires substantial investment and carries risks of market uncertainty .

Effective market testing methods include controlled test markets, which simulate marketing on a small scale to measure consumer response, and beta testing, where select consumers trial the product. Companies may also employ field trials during trade shows and analyze customer feedback through structured sell periods. These methods help companies assess product performance and improve strategies before a broad market release .

Challenges in new product development include high development costs, inadequate idea generation, and failure in planning such as improper initial concept development and ineffective market strategy formulation. Companies can address these challenges by implementing structured processes for idea generation, such as engaging with customers for feedback, and by conducting thorough market analysis and concept testing. They should also ensure effective resource allocation and management by establishing clear budgets and facilitating a conducive environment for innovation .

R&D, manufacturing, and marketing departments must collaborate to accurately project costs and profits. R&D provides insight into development timelines and technical feasibility, manufacturing estimates production costs and scalability, while marketing assesses market demand and pricing strategies. Together, they use tools like cash flow projections, breakeven analysis, and risk analysis to ensure the financial viability and successful commercialization of new products .

Anda mungkin juga menyukai